0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran SKI Kurikulum Merdeka

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs. Hasyimiyah, yang bertujuan untuk membangun kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai Islam dan sejarahnya. Pembelajaran SKI dirancang untuk mengembangkan karakter, sikap, dan pengetahuan siswa melalui pemahaman sejarah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

anisa zulmiati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran SKI Kurikulum Merdeka

Dokumen ini menjelaskan Capaian Pembelajaran (CP) untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs. Hasyimiyah, yang bertujuan untuk membangun kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai Islam dan sejarahnya. Pembelajaran SKI dirancang untuk mengembangkan karakter, sikap, dan pengetahuan siswa melalui pemahaman sejarah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

anisa zulmiati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Madrasah : MTs. HASYIMIYAH


Nama Penyusun : Drs. Khusnul Huda
NIP : -
Mata pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Fase D, Kelas / Semester : IX (Sembilan) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI)

A. Rasional Sejarah Kebudayaan Islam


Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia
dalam membangun peradaban dari masa ke masa. Pembelajaran SKI menekankan pada
kemampuan mengambil ibrah/hikmah dari sejarah masa lalu untuk menyikapi dan
menghadapi permasalahan masa sekarang serta masa depan. Keteladanan yang baik masa lalu
menjadi inspirasi generasi penerus bangsa untuk menyikapi dan menyelesaikan fenomena
sosial, budaya, politik, ekonomi, IPTEK, seni, dan lain-lain dalam rangka membangun
peradaban di zamannya.

Belajar Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya sekedar mempelajari pengetahuan, fakta, dan
kronologi, tetapi juga mencakup aspek akidah, akhlak-etik, politik, dan sosial-keagamaan.
Dari aspek akidah atau spiritual, SKI berperan dalam menjaga dan menguatkan keimanan
peserta didik, yang berimplikasi bertambahnya keimanan mereka kepada Allah Swt. dan
rasul-Nya serta meyakini keagungan Islam.

Semua materi dalam SKI dapat dikaitkan dengan dimensi religius, seperti substansi dan
strategi dakwah Rasulullah Saw. periode Mekah, peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah
Saw. bahkan pada materi tentang kebudayaan masyarakat Mekah sebelum Islam. Sehingga
guru dituntut mampu merefleksikan aspek religius untuk menanamkan akidah pada siswa.

Selain itu materi SKI mengandung dimensi akhlak-etik. Sejarah sangat tepat bagi
pembentukan karakter peserta didik melalui telaah suri tauladan, cinta dan berjuang untuk
tanah air, berdedikasi tinggi dalam pengabdian, tanggung jawab sosial yang besar sehingga
dapat membentuk peserta didik berkarakter kuat, memiliki kemandirian, serta kepedulian
terhadap lingkungannya. Sekaligus sebagai generasi bangsa yang akan memiliki sikap dan
perilaku kuat dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, pembelajaran SKI membutuhkan sosok guru yang mampu mendesain proses
pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah dengan merespon tantangan era
digital, yaitu berperan mengembangkan talenta digital peserta didik melalui pembelajaran
SKI yang lebih menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan untuk mendorong prestasi
akademik yang gemilang (science for science). Guru juga harus menerapkan nilai-nilai
persatuan dan kesatuan dalam pembelajaran untuk mewujudkan perdamaian dan kedamaian
umat manusia (science for peace of society).

B. Tujuan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam


1. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran,
nilai-nilai, dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah Saw. dalam
rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
2. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang
merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan.
3. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan
didasarkan pada pendekatan ilmiah.
4. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah
Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau.
5. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-
peristiwa bersejarah dalam Islam, meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan
mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, IPTEK, seni, dan lain-
lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

C. Karakteristik Sejarah Kebudayaan Islam


Kurikulum SKI dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran SKI diarahkan untuk menjadikan peristiwa dan tokoh di masa lalu sebagai
keteladanan (ibrah), dan inspirasi bagi peserta didik dalam menghadapi kehidupan pada
masa sekarang dan masa yang akan datang.
2. Belajar SKI adalah mempelajari kejadian-kejadian di masa lalu untuk dapat
diinterpretasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial, pengetahuan dan
keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di madrasah dan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
4. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada pemahaman
keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu menerapkan dalam kehidupan bersama
di masyarakat secara istikamah hingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain melalui
proses keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan madrasah.
5. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman
belajar bagi peserta didik.
6. Memberi waktu yang cukup untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
dengan mengoptimalkan peran caturpusat pendidikan (madrasah, keluarga, masyarakat,
dan tempat ibadah).
7. Mengembangkan capaian pembelajaran berdasar pada prinsip akumulatif, reinforced
(saling memperkuat) dan enriched (memperkaya) antar mata pelajaran dan jenjang
pendidikan.
8. Mengembangkan kurikulum SKI bukan hanya sebagai apa yang harus dipelajari peserta
didik, namun juga mengarusutamakan bagaimana nilai-nilai positif dari peristiwa dan
tokoh di masa lalu terinternalisasi dalam diri, menjadi warna, dan inspirasi dalam cara
berfikir, bersikap, dan bertindak oleh warga madrasah dalam praksis pendidikan dan
kehidupan sehari-hari.

D. Elemen Sejarah Kebudayaan Islam


Elemen Sejarah Kebudayaan Islam terdiri dari lima elemen kunci beserta
cakupan/substansinya, sebagai berikut:

Elemen Deskripsi
Periode Rasulullah Saw. Menguraikan sejarah masa kenabian Rasulullah
Saw. serta perjuangan dakwah di Mekah dan
Madinah. Pembelajaran tentang periode Rasulullah
Saw. diharapkan dapat menekankan pada
Elemen Deskripsi
kemampuan mengambil hikmah dari sejarah
kenabian Rasulullah Saw. Kemudian memahami
berbagai peristiwa dan menyerap berbagai
kebijaksanaan yang telah dicontohkan oleh
Rasulullah Saw. serta mampu meneladaninya
dalam kehidupan sehari-hari terkait fenomena
sosial budaya, politik, ekonomi, IPTEK, dan seni
dalam rangka membangun peradaban di
zamannya.
Periode Khulafaurasyidin Menguraikan sejarah Islam dalam proses
pemilihan para Khulafaurasyidin setelah wafatnya
Rasulullah Saw. yang pada periode ini disebut
sebagai masa kepemimpinan terbaik yang
demokratis setelah kepemimpinan Rasulullah
Saw., selain itu juga menguraikan catatan sejarah
Islam tentang strategi dakwah para
Khulafaurasyidin yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq,
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin
Abi Thalib dalam meneruskan kepemimpinan
Rasulullah Saw. yang memiliki strategi berbeda
sesuai dengan perkembangan kondisi sosial
masyarakat waktu itu. Diharapkan peserta didik
dapat mengambil Ibrah dari pembelajaran masa
kepemimpinan Khulafaurasyidin ini, sehingga
mampu untuk menjadi calon pemimpin yang
handal pada zamannya.
Periode Klasik/Zaman Keemasan Menguraikan sejarah Islam setelah masa
(pada Tahun 650 M) Khulafaurasyidin, yakni masa lahirnya Daulah
Umayyah di Damaskus dan Andalusia serta
perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan
pada masa Daulah Umayyah di Damaskus dan
Andalusia, lahirnya Daulah Abbasiyah serta
perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan
pada masa Daulah Abbasiyah. Diharapkan peserta
didik dapat mengambil ibrah dari perkembangan
peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa
periode klasik/zaman keemasan, sehingga mampu
meneladani semangat tokoh ilmuwan muslim
dalam membangun peradaban Islam pada
zamannya.
Periode Pertengahan/Zaman Menguraikan sejarah Islam setelah periode klasik
Kemunduran (1250 M-1800 M) yakni memahami proses lahirnya Daulah
Ayyubiyah, Utsmani, Mughal, dan Syafawi, serta
Elemen Deskripsi
memahami perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan pada masa Daulah Ayyubiyah,
Utsmani, Mughal, dan Syafawi. Diharapkan
peserta didik dapat mengambil ibrah dari lahirnya
Daulah Utsmani, Mughal, dan Syafawi serta
perkembangan ilmu pengetahuan pada periode
pertengahan tersebut. Aspek ini akan menjadi
keteladanan (ibrah) dan inspirasi generasi penerus
bangsa dalam menciptakan kehidupan yang
harmonis dalam berbangsa dan bernegara.
Periode Modern/Zaman Menguraikan sejarah Islam pada periode modern
Kebangkitan (1800 M-sekarang) di antaranya memahami peran umat Islam pada
masa penjajahan, kemerdekaan, dan
pascakemerdekaan. Diharapkan peserta didik dapat
mengambil ibrah menjadi muslim yang
berwawasan global dan adaptif terhadap
perkembangan zaman.
Periode Islam di Nusantara Menguraikan sejarah masuk dan berkembangnya
Islam di Nusantara, peran Wali Sanga dan
pesantren dalam dakwah Islam, kerajaan-kerajaan
Islam, nilai-nilai kearifan lokal, serta tokoh
penyebar Islam di berbagai wilayah dan pendiri
organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia.
Diharapkan peserta didik dapat mengambil ibrah
menjadi muslim moderat.
Capaian Pembelajaran
Fase D (Kelas VII, VIII, dan IX Madrasah Tsanawiyah)

Pada akhir fase ini ada 5 periode yang menjadi tema pembelajaran, yakni periode Rasulullah
Saw., periode Khulafaurasyidin, Islam pada periode klasik, Islam pada periode pertengahan, dan
periode Islam di Nusantara. Pada elemen periode Rasulullah Saw., peserta didik mampu
memahami misi dan strategi dakwah Rasulullah Saw. di Mekah dan Madinah sebagai rahmat
bagi seluruh alam, sebagai inspirasi menerapkan semangat ukhuwah Islamiyah dalam
kebhinekaan. Pada elemen periode Khulafaurasyidin, peserta didik mampu memahami berbagai
peristiwa yang terjadi pada masa Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap
saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat di kehidupan masa kini dan masa
depan. Pada elemen periode klasik, peserta didik mampu memahami perkembangan peradaban
Islam di masa Daulah Umayyah, meneladani peran ilmuwan muslim dalam
menumbuhkembangkan kreativitas jiwa pembelajar, serta meneladani jiwa kepemimpinan Umar
bin Abdul Aziz dalam menjunjung tinggi nilai keadilan dan prinsip demokrasi di kehidupan masa
kini dan masa depan. Memahami sejarah berdiri dan berkembangnya peradaban Islam pada masa
Daulah Abbasiyah, meneladani peran ilmuwan serta ulama sebagai inspirasi dalam memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai agama demi kemajuan
peradaban bangsa. Pada elemen periode pertengahan peserta didik mampu memahami sejarah
berdiri dan berkembangnya peradaban Islam pada masa Daulah Ayyubiyah, meneladani peran
ilmuwan dalam kemajuan peradabannya, meneladani sikap keperwiraan serta kepemimpinan
Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip toleransi kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pada elemen periode Islam di Nusantara, peserta didik mampu
memahami sejarah penyebaran Islam di Nusantara, peran Wali Sanga dan pesantren dalam
dakwah Islam di Nusantara, nilai-nilai kearifan lokal, serta meneladani pendiri organisasi
kemasyarakatan Islam sebagai inspirasi dalam menumbuhkan dan merawat nasionalisme di
lingkungannya.

Elemen Capaian Pembelajaran


Periode Rasulullah Saw. Memahami sejarah dakwah Rasulullah Saw. di
Mekah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh
alam yang menjadi inspirasi dalam menerapkan
semangat ukhuwah Islamiyah dalam kebhinekaan.
Periode Khulafaurasyidin Memahami prestasi Khulafaurasyidin sebagai
inspirasi dalam menerapkan sikap saling menghargai
dan menghormati perbedaan pendapat di kehidupan
masa kini dan masa depan.
Periode Klasik (650 M-1250 M) Memahami perkembangan peradaban Islam pada
masa Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, peran
ulama dan ilmuwan muslim, kepemimpinan Umar bin
Abdul Aziz dalam menumbuhkembangkan kreativitas
jiwa pembelajar, inspirasi dalam memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi, menjunjung tinggi nilai
agama untuk kemajuan peradaban bangsa.
Elemen Capaian Pembelajaran
Periode Pertengahan (1250 M-1800 Memahami sejarah peradaban Islam pada masa
M) Daulah Ayyubiyah dan ilmuwan Daulah Ayyubiyah
sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip
berpikir maju, moderat, dan solutif dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Periode Islam di Nusantara Memahami sejarah dan perkembangan Islam di
Indonesia, peran Wali Sanga, peran lembaga
pesantren dalam dakwah Islam di Indonesia, nilai-
nilai kearifan lokal, pendiri organisasi
kemasyarakatan Islam Indonesia sebagai inspirasi
dalam menumbuhkan dan merawat jiwa nasionalisme
di lingkungannya.

Mengetahui, Gresik, 15 Juli 2025


Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran

Drs. Khusnul Huda Drs. Khusnul Huda

Anda mungkin juga menyukai