0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

RPP Pembelajaran Binatang untuk TK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang bertujuan untuk mengajarkan anak usia 5-6 tahun tentang binatang dan cara merawatnya melalui berbagai kegiatan interaktif dan eksploratif. Pembelajaran mencakup observasi, diskusi, proyek kreatif, dan permainan peran, dengan penekanan pada pengembangan sikap peduli dan rasa sayang terhadap makhluk hidup. Asesmen dilakukan secara formatif dan sumatif untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

Risa Risa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan15 halaman

RPP Pembelajaran Binatang untuk TK

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang bertujuan untuk mengajarkan anak usia 5-6 tahun tentang binatang dan cara merawatnya melalui berbagai kegiatan interaktif dan eksploratif. Pembelajaran mencakup observasi, diskusi, proyek kreatif, dan permainan peran, dengan penekanan pada pengembangan sikap peduli dan rasa sayang terhadap makhluk hidup. Asesmen dilakukan secara formatif dan sumatif untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran.

Diunggah oleh

Risa Risa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TK Negeri Dharma Wanita Mangarabombang


Tahun Ajaran 2025/2026

IDENTITAS

● Nama Guru : Bahtiar Saeful


● Jenjang Usia : 5-6 Tahun
● Tema / Sub Tema : Kehidupan di Alam Ciptaan Tuhan / Binatang di Sekitarku
● Semester :1
● Minggu Ke : 12
● Alokasi Waktu : 5-6 kali pertemuan

IDENTIFIKASI

● Dimensi Profil Lulusan:

○ Kewargaan
○ Penalaran Kritis
○ Kolaborasi
● Asesmen Awal:

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa murid pada usia ini sudah mengenal
beberapa jenis binatang, namun pemahaman tentang cara merawat binatang atau
peran binatang dalam kehidupan masih terbatas. Minat untuk berinteraksi dengan
binatang bervariasi, dan beberapa murid masih perlu bimbingan dalam
mempraktikkan sikap peduli dan sayang.
Dari hasil pengamatan tersebut, dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang dapat membantu
murid memahami ciptaan Tuhan, menumbuhkan rasa sayang dan kepedulian
terhadap binatang, serta mempraktikkan cara merawatnya.

DESAIN PEMBELAJARAN

● Tujuan Pembelajaran:

○ Murid menunjukkan kepedulian dan rasa sayang terhadap tanaman dan hewan,
serta berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
○ Murid menunjukkan pola pikir kritis dengan bertanya "mengapa" dan
"bagaimana" serta mampu mencari informasi dasar untuk menjawabnya.
○ Murid mampu mengidentifikasi masalah sederhana, merencanakan, dan mencari
alternatif solusi dalam bermain atau kegiatan sehari-hari.

● Praktik Pedagogis
○ Cerita Interaktif, Diskusi Kelompok, Bermain Peran
○ Proyek Kreatif, Eksplorasi Lingkungan, Eksperimen Sains.

● Kemitraan Pembelajaran

Orang Tua (untuk berbagi pengalaman merawat binatang di rumah)


Peternak/Pusat Perawatan Hewan (opsional, untuk kunjungan edukatif).

● Lingkungan Pembelajaran

Area luar sekolah untuk observasi binatang, sudut "Kebun Binatang Mini" di kelas
dengan gambar/replika binatang.

● Pemanfaatan Digital

Video dokumenter pendek tentang binatang, video lagu-lagu anak tentang binatang.

PENGALAMAN BELAJAR
Dalam merancang kegiatan, pendidik menerapkan prinsip pembelajaran yang
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk membantu murid mencapai tujuan
pembelajaran. Saat murid melakukan kegiatan pembelajaran, pendidik dapat memberikan
pilihan, bantuan, atau pertanyaan pemantik untuk memastikan tercapainya tujuan
pembelajaran. Dengan begitu, murid-murid dapat memilih kegiatan sesuai dengan minat
dan kebutuhannya.
Pelaksanaan pembelajaran direncanakan 5-6 kali pertemuan.

● Memahami:

○ Murid mengamati dan mendiskusikan gambar/video berbagai jenis binatang yang


ada di sekitar (misal: kucing, ayam, kupu-kupu, semut) dan mendiskusikan apa
yang mereka lihat dan mengapa setiap binatang itu unik.
○ Murid mendengarkan cerita tentang binatang yang saling membantu di
lingkungan, kemudian mendiskusikan pentingnya rasa sayang dan peduli
terhadap semua makhluk hidup ciptaan Tuhan.
○ Murid berdiskusi tentang cara-cara merawat binatang dengan baik (misal:
memberi makan, membuatkan kandang) dan apa yang terjadi jika kita tidak
merawatnya.
○ Murid diajak untuk mengenal dan memahami beberapa binatang khas Indonesia
atau dari daerah Makassar (misal: burung Jalak Bali, Anoa, atau cerita hewan
lokal) melalui gambar atau cerita.
○ Murid berpartisipasi dalam tanya jawab interaktif tentang "Bagaimana
perasaanmu jika melihat binatang kesakitan?", "Mengapa kita harus memberi
makan binatang peliharaan?", dan "Apa yang membuat kita bangga dengan
binatang khas daerah kita?".
○ Murid mengelompokkan gambar binatang berdasarkan kategori (misal: binatang
darat, air, udara) dan mendiskusikan alasannya.

● Mengaplikasi:
Pendidik menyediakan berbagai ragam main yang kaya akan alat dan bahan untuk
mendorong murid melakukan eksplorasi sesuai dengan minatnya secara
berkelompok. Kegiatan yang difasilitasi pendidik antara lain:

○ Proyek "Miniatur Kebun Binatang"

■ Deskripsi kegiatan: Murid berkolaborasi membuat miniatur kebun binatang


dari kardus bekas, balok, dan bahan alam. Mereka membuat binatang dari
plastisin atau kertas, lalu menempatkannya di dalam kebun binatang.
■ Alat & Bahan: Kardus bekas, balok, daun kering, plastisin/kertas, lem,
gunting.

○ Eksplorasi "Jejak Kaki Binatang"

■ Deskripsi kegiatan: Murid membuat adonan dari tepung dan air, lalu
menggunakan replika kaki binatang untuk membuat jejak di adonan tersebut.
Murid mengamati dan membandingkan jejak binatang yang berbeda (misal:
jejak burung, jejak kucing).
■ Alat & Bahan: Tepung, air, replika kaki binatang, wadah, alas.

○ Eksperimen "Membuat Makanan Burung"

■ Deskripsi kegiatan: Murid membuat adonan makanan burung dari biji-bijian,


air, dan madu, lalu meletakkannya di area luar sekolah untuk diamati.
■ Alat & Bahan: Biji-bijian, air, madu, wadah, tali.

○ Bermain Peran "Peternak dan Dokter Hewan"

■ Deskripsi kegiatan: Murid memerankan peran sebagai peternak yang


merawat binatang dan dokter hewan yang memeriksa kesehatan binatang.
■ Alat & Bahan: Properti sederhana (replika makanan binatang, stetoskop
mainan, boneka binatang).

○ Eksplorasi Lingkungan "Menghias Habitat"

■ Deskripsi kegiatan: Murid mengumpulkan bahan-bahan alam di sekitar


sekolah (misal: daun, ranting, batu) untuk membuat hiasan di kandang atau
rumah binatang mainan.
■ Alat & Bahan: Bahan alam, kandang/rumah binatang mainan, lem.

○ Proyek "Kolase Binatang Kesayanganku"

■ Deskripsi kegiatan: Murid membuat kolase binatang dari potongan kertas,


daun kering, atau biji-bijian, lalu menceritakan binatang tersebut.
■ Alat & Bahan: Kertas, lem, gunting, potongan kertas warna/daun kering, biji-
bijian.
Dalam proses pembelajaran, pendidik dapat memperkuat konsep pemahaman
murid dengan menyampaikan hasil pengamatan/diskusi dan dikaitkan dengan
pengalamannya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pendidik
memfasilitasi dengan pertanyaan pemantik, antara lain:

○ Mengapa kita harus memberi makan dan minum binatang?


○ Apa yang terjadi jika kita tidak merawat binatang dengan baik?
○ Bagaimana perasaanmu saat melihat binatang yang sakit atau lapar?
○ Bagaimana cara kita menunjukkan rasa sayang kepada binatang?

● Merefleksi:
Kegiatan refleksi memastikan murid-murid mendapatkan pengalaman yang sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan secara optimal juga memastikan kesadaran,
kebermaknaan dan kegembiraan selama mengikuti pembelajaran.

○ Murid diajak untuk menyampaikan perasaan mereka setelah merawat dan


berinteraksi dengan binatang.
○ Murid berdiskusi tentang manfaat keberadaan binatang bagi manusia dan
lingkungan.
○ Pendidik memberikan dukungan agar murid dapat menghubungkan kegiatan yang
dilakukan dengan pentingnya rasa sayang, peduli, dan tanggung jawab terhadap
makhluk ciptaan Tuhan.
ASESMEN (Terlampir)

 Asesmen formatif (assessment as learning dan assessmen for learning)


 Asesmen Sumatif (assessment of learning)

Takalar, 2025

Mengetahui ,
Kepala TKN Dharma Wanita Guru Kelompok B
Mangarabombang

Alya Nila, [Link]., [Link]. Bahtiar, [Link]


Nip.
Asesmen Pembelajaran
Asesmen Proses
Metode : Observasi

Waktu Pencatatan Catatan Observasi Rencana Tindak Lanjut

Senin, Nabila masih ragu untuk Berikan bimbingan


memegang replika personal dan mulailah
binatang dan hanya dengan replika binatang
mengamati dari jauh. yang lebih kecil.

Senin, Bagas menunjukkan minat Sediakan tugas spesifik


besar pada binatang, yang bisa Bagas lakukan
namun kesulitan sendiri, lalu integrasikan ke
berkolaborasi saat dalam proyek kelompok.
membuat proyek.

Selasa, Kelompok A (termasuk Berikan apresiasi pada


Ahmad) berkolaborasi kerja sama kelompok A.
dengan baik saat membuat
kolase.

Selasa, Siti terlihat lebih nyaman Integrasikan unsur bermain


bermain peran daripada peran dalam kegiatan
mengikuti diskusi diskusi untuk
kelompok. meningkatkan partisipasi
Siti.

Rabu, Doni aktif bertanya Fasilitasi rasa ingin tahu


tentang makna simbol- Doni dengan buku
simbol bahaya. bergambar atau video yang
lebih detail.

Rabu, Beberapa murid masih Lakukan penguatan rutin


perlu diingatkan untuk tentang berbagi dan kerja
berbagi properti bermain sama dalam kegiatan
peran. kelompok.
Asesmen Awal dan Asesmen Akhir
Metode/Instrumen : Observasi/Ceklis

Tujuan Kriteria
Pembelajaran Ketercapaian

Murid ● Murid mencoba


menunjukkan memberi
kepedulian dan makan/minum
rasa sayang binatang
terhadap peliharaan.
tanaman dan ● Murid berinteraksi
hewan, serta dengan binatang
berpartisipasi dengan lembut dan
dalam menjaga hati-hati.
kelestarian ● Murid
lingkungan. menunjukkan
sikap tidak
merusak atau
menyakiti
binatang.

Murid ● Murid mampu


menunjukkan menceritakan satu
rasa bangga hal tentang
terhadap binatang khas
identitas lokal daerah/nasional.
(suku Makassar)
dan nasional, ● Murid
serta mampu menunjukkan
menceritakan antusiasme saat
hal-hal berdiskusi tentang
sederhana binatang khas
tentang Indonesia.
budayanya.

Murid ● Murid
menunjukkan menunjukkan
sikap empati, ekspresi sedih saat
peduli, dan melihat binatang
mampu sakit dalam cerita.
membantu ● Murid berinisiatif
teman atau membantu teman
orang lain yang yang kesulitan
membutuhkan. merawat binatang
mainan.
● Murid mampu
menjelaskan
perasaan binatang
dalam cerita.

Catatan Anekdot

Waktu Nama Murid Peristiwa/Perilaku yang Diamati


Senin, Ani Ani terlihat sangat hati-hati saat mengamati
semut di halaman sekolah, tidak mencoba
menginjaknya.

Senin, Budi Budi bertanya "Kenapa ya kucing suka


makan ikan?" saat berdiskusi tentang
makanan binatang.

Selasa, Caca Caca mengambil inisiatif untuk memberi


makan ikan hias di kolam sekolah bersama
teman-temannya.

Selasa, Doni Doni terlihat sedih saat mendengarkan


cerita tentang anak yang membuang
kucingnya.

Rabu, Edo Edo dengan bangga menceritakan tentang


binatang khas daerahnya (Anoa).

Rabu, Fina Fina dengan ramah mengajak teman-


temannya untuk ikut membuat makanan
burung.

Hasil Karya

Nama Murid Nama Karya Deskripsi Karya Catatan Asesmen

Ani Kandang Kucingku Kandang miniatur Ani menunjukkan


kucing dari kardus pemahaman tentang
bekas, dihias kebutuhan binatang
dengan gambar- peliharaan dan
gambar makanan kreativitas.
kucing.

Budi Kolase Binatang Kolase bentuk Budi mampu


Favorit gajah dari daun merepresentasikan
kering dan rumput binatang dan
yang dibuat Budi. menunjukkan
kreativitas dalam
penggunaan bahan
alam.

Caca Buku Cerita Buku kecil berisi Caca mampu


Binatang gambar Caca mengekspresikan rasa
Kesayanganku dengan kucingnya sayangnya terhadap
dan cerita tentang binatang melalui
cara merawatnya. cerita dan gambar.

Anda mungkin juga menyukai