0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Tanggapan Jaksa atas Pledoi Pembunuhan

Diunggah oleh

rizaljengluth
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Tanggapan Jaksa atas Pledoi Pembunuhan

Diunggah oleh

rizaljengluth
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA SELATAN

Jl. Tanjung 1 No.1 1, RT.1/RW.2, Tj. Bar., Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12530

“UNTUK KEADILAN”

TANGGAPAN PENUNTUT UMUM (REPLIK) ATAS NOTA PEMBELAAN


(PLEDOI) PENASEHAT HUKUM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA
PEMBUNUHAN BERENCANA

No. Reg. Perkara: 179/Pid.B/VIII/2025

Majelis Hakim Yang Kami Hormati,


Sdr. Penasehat Hukum Terdakwa Yang Kami Hormati,
Hadirin Yang Kami Muliakan,

Mengawali tanggapan kami atas Nota Pembelaan (pledoi) Penasehat Hukum Terdakwa
Zidan, perkenankan kami terlebih dahulu mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah
SWT oleh karena atas berkenan-nya kita semua yang hadir dalam persidangan ini
diberikan kesehatan. Terimakasih kepada Majelis Hakim, yang dengan penuh kesabaran
telah memimpin persidangan ini dan berjalan dengan baik dan tertib.

Terimakasih kepada Penasehat Hukum Terdakwa Zidan yang telah memperjuangkan hak-
hak terdakwa dan sudah barang tentu materi yang dibuat dalam Nota Pembelaan (pledoi)
Penasehat Hukum terdakwa pada hari jum’at tanggal 02 Mei 2025 itu merupakan sudut
pandang Penasehat Hukum Terdakwa Zidan.

Setelah kami mendengar, membaca dan mempelajari pledoi (pembelaan) dari Penasehat
Hukum Terdakwa Zidan yang dibacakan pada persidangan 02 Mei 2025 yang isinya
sebagai berikut :

1. Unsur Barangsiapa;
- Penasehat Hukum mengakui bahwa unsur ini merupakan unsur formil
yang menunjukkan subjek hukum. Namun, Penasehat Hukum menegaskan
bahwa kehadiran Terdakwa dalam persidangan tidak cukup untuk
membuktikan keterlibatan dalam peristiwa pembunuhan, karena
unsur ini tidak berdiri sendiri dan baru dapat dianggap terpenuhi apabila
unsur-unsur lainnya juga terbukti;
- Oleh karena itu, menurut Penasehat Hukum, unsur “barangsiapa” belum
terbukti secara sah dan meyakinkan karena tidak ada pembuktian yang
menyeluruh terhadap unsur materiil lainnya.
2. Unsur Dengan Sengaja dan Direncanakan Terlebih Dahulu;
- Penasehat Hukum menyatakan bahwa tidak terdapat bukti bahwa
Terdakwa memiliki niat atau kehendak untuk menghilangkan nyawa
korban. Rencana pembiusan yang disebutkan justru membuktikan tidak
adanya niat membunuh, tetapi hanya ingin memberi efek jera;
- Tidak ada perintah eksplisit, keterlibatan langsung, atau bukti adanya
kendali terhadap pelaku eksekusi. Ketiadaan bukti forensik digital dan
keterangan ahli memperkuat dalih bahwa unsur ini tidak terbukti secara
sah dan meyakinkan.
3. Unsur Menghilangkan Nyawa Orang Lain;
- Penasehat Hukum menyoroti ketiadaan bukti forensik, seperti visum et
repertum atau autopsi, yang membuktikan penyebab kematian korban.
Tidak ada saksi mata atau bukti tindakan langsung dari Terdakwa yang
dapat menjadi penyebab kematian korban;
- Penasehat Hukum menyatakan tidak terbukti adanya hubungan kausal
yang kuat antara tindakan Terdakwa dan kematian korban. Oleh karena
itu, unsur ini tidak terpenuhi, baik dari sisi objektif (perbuatan nyata)
maupun subjektif (kesengajaan).
4. Mengenai Dakwaan Subsidair Pasal 338 KUHP;
- Penasehat Hukum berpendapat bahwa unsur barangsiapa dan
menghilangkan nyawa orang lain juga tidak terbukti dalam dakwaan
subsidair.
- Karena tidak terbukti keterlibatan langsung atau tidak langsung dari
Terdakwa dalam menyebabkan kematian korban, maka dakwaan subsidair
juga harus dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.
- Penasehat Hukum mengutip asas hukum dan yurisprudensi Mahkamah
Agung bahwa tanpa hubungan sebab-akibat langsung,
pertanggungjawaban pidana tidak dapat dibebankan kepada Terdakwa.

Kami menyampaikan penghargaan atas argumentasi yang telah disampaikan oleh


Penasehat Hukum Terdakwa, namun kami berpendapat bahwa pembelaan tersebut tidak
dapat menghapus atau mengurangi kesalahan Terdakwa atas tindak pidana pembunuhan
berencana yang telah didakwakan dan dibuktikan dalam persidangan ini.
Terhadap kesimpulan Nota Pembelaan (pledoi) Penasehat Hukum Terdakwa Zidan, kami
selaku Jaksa Penuntut Umum memberikan tanggapan mengenai unsur-unsur pasal yang
didakwakan yaitu Pasal 340 dan 338 KUHP yang isinya sebagai berikut :
1. Bahwa dalih Penasehat Hukum yang menyatakan unsur ini belum terpenuhi
karena belum terbukti unsur materiil lainnya, adalah keliru dan menyesatkan.
Unsur “barangsiapa” dalam dakwaan menunjuk pada subjek hukum, yakni
Terdakwa Zidan, yang dalam persidangan terbukti secara sah dan
meyakinkan memiliki kapasitas bertanggung jawab secara pidana. Unsur ini
telah terpenuhi, karena Terdakwa adalah orang yang cakap hukum dan
perbuatannya memiliki relevansi kausal terhadap akibat yang terjadi.
2. Bahwa dalih pembelaan yang menyatakan Terdakwa hanya “bermaksud memberi
pelajaran” melalui pembiusan tidak dapat diterima.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti komunikasi elektronik yang


diajukan dalam persidangan, telah terbukti bahwa:

- Terdakwa mengetahui dan menyepakati rencana pembiusan yang


berpotensi membahayakan nyawa korban;
- Terdapat waktu antara perencanaan dan pelaksanaan yang mencerminkan
unsur perencanaan;
- Terdakwa memiliki kuasa dan otoritas instruksional sebagai General
Manager terhadap pelaku eksekusi;
- Walaupun tidak melakukan sendiri, tanggung jawab pidana tetap
melekat sesuai Pasal 55 ayat (1) KUHP karena ia adalah penyuruh atau
pelaku intelektual.

Kesadaran akan risiko kematian (dolus eventualis) dalam konteks hukum pidana
cukup untuk membuktikan unsur kesengajaan.

3. Bahwa keberatan Penasehat Hukum terhadap tidak adanya visum atau autopsi
tidak serta-merta menggugurkan fakta hukum yang terungkap dalam
persidangan. Fakta-fakta tersebut antara lain:
- Korban ditemukan meninggal dunia setelah mengalami pembiusan
akibat tindakan yang direncanakan Terdakwa;
- Saksi-saksi menjelaskan bahwa korban tidak mungkin meninggal tanpa
intervensi pihak lain;
- Dalam delik formil seperti pembunuhan, alat bukti lain dapat
menggantikan bukti visum selama telah terpenuhi standar pembuktian
sesuai Pasal 184 KUHAP.

Dengan demikian, unsur menghilangkan nyawa orang lain, baik secara langsung
maupun melalui penyertaan, telah terbukti.
4. Bahwa karena unsur dalam dakwaan primair telah terbukti, maka dakwaan
subsidair tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Namun bila Majelis Hakim
berpendapat lain, unsur Pasal 338 KUHP pun tetap terpenuhi, karena unsur
“menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja” telah terbukti.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara atas hukum dan
mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas
17 Agustus 1945 Surabaya menetapkan sebagai berikut :

1. Menolak seluruh isi Nota Pembelaan (pledoi) Penasehat Hukum Terdakwa Zidan
untuk seluruhnya;
2. Mengabulkan seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebagaimana telah
disampaikan dalam Surat Tuntutan.

Demikian tanggapan atas Nota Pembelaan (pledoi) Penasehat Hukum Terdakwa Zidan
kami sampaikan pada hari Jumat 02 Mei 2025.

Akhirnya pertimbangan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada sidang Majelis


Hakim Pengadilan Peradilan Semu Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya yang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Jakarta, 02 Mei 2025

Jaksa Penuntut Umum Jaksa Penuntut Umum Jaksa Penuntut Umum

Muhammad Daffa Aisy, S.H. Diana Eka Shintia, S.H Ganesha Theofany,
S.H

Anda mungkin juga menyukai