0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Jenis dan Fungsi Field Effect Transistor

Field Effect Transistor (FET) adalah komponen elektronik yang menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktivitasnya, dengan tiga terminal: Gate, Drain, dan Source. FET terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu JFET dan MOSFET, yang masing-masing memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Kelebihan FET termasuk kemampuan bekerja pada sinyal rendah dan impedansi tinggi, tetapi kurang efektif untuk penguatan daya tinggi.

Diunggah oleh

lika fadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Jenis dan Fungsi Field Effect Transistor

Field Effect Transistor (FET) adalah komponen elektronik yang menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktivitasnya, dengan tiga terminal: Gate, Drain, dan Source. FET terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu JFET dan MOSFET, yang masing-masing memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda. Kelebihan FET termasuk kemampuan bekerja pada sinyal rendah dan impedansi tinggi, tetapi kurang efektif untuk penguatan daya tinggi.

Diunggah oleh

lika fadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lampiran 1.

Ringkasan materi pembelajaran


Pengertian Field Effect Transistor (FET) dan Jenis-jenisnya

Pengertian Field Effect Transistor (FET) dan Jenis-jenisnya – Field Effect Transistor
atau disingkat dengan FET adalah komponen Elektronika aktif yang menggunakan Medan
Listrik untuk mengendalikan Konduktifitasnya. Field Effect Transistor (FET) dalam bahasa
Indonesia disebut dengan Transistor Efek Medan. Dikatakan Field Effect atau Efek Medan
karena pengoperasian Transistor jenis ini tergantung pada tegangan (medan listrik) yang
terdapat pada Input Gerbangnya. FET merupakan Komponen Elektronika yang tergolong
dalam keluarga Transistor yang memilki Tiga Terminal Kaki yaitu Gate (G), Drain (D) dan
Source (S).
Field Effect Transistor atau FET memiliki fungsi yang hampir sama dengan
Transistor bipolar pada umumnya. Perbedaannya adalah pada pengendalian arus Outputnya.
Arus Output (IC) pada Transistor Bipolar dikendalikan oleh arus Input (I B) sedangkan Arus
Output (ID) pada FET dikendalikan oleh Tegangan Input (V G) FET. Jadi perlu diperhatikan
bahwa perbedaan yang paling utama antara Transistor Bipolar (NPN & PNP) dengan Field
Effect Transistor (FET) adalah terletak pada pengendalinya (Bipolar menggunakan Arus
sedangkan FET menggunakan Tegangan)
Field Effect Transistor ini sering disebut juga dengan Unipolar Transistor atau
Transistor Eka Kutup, hal ini dikarena FET adalah Transistor yang bekerja bergantung dari
satu pembawa muatan saja, apakah itu Elektron maupun Hole. Sedangkan pada Transistor
Bipolar (NPN & PNP) pada umumnya, terdapat dua pembawa muatan yaitu Elektron yang
membawa muatan Negatif dan Hole sebagai pembawa muatan Positif.

Field Effect Transistor (FET) atau Transistor Efek Medan ini diciptakan dan dipatenkan oleh
Julius Edgar Lilienfeld pada tahun 1926 dan juga oleh Oscar Hell di tahun 1934.

Jenis-jenis Field Effect Transistor (FET) dan Cara Kerjanya

Pada dasarnya terdapat dua jenis klasifikasi utama pada Field Effect Transistor atau FET ini,
kedua jenis tersebut diantaranya adalah JFET (Junction Field Effect Transistor) dan
MOSFET (Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor).

1. Junction FET (JFET)


Cara Kerja JFET pada prinsipnya seperti kran air yang mengatur aliran air pada pipa.
Elektron atau Hole akan mengalir dari Terminal Source (S) ke Terminal Drain (D). Arus
pada Outputnya yaitu Arus Drain (I D) akan sama dengan Arus Inputnya yaitu Arus Source
(IS). Prinsip kerja tersebut sama dengan prinsip kerja sebuah pipa air di rumah kita dengan
asumsi tidak ada kebocoran pada pipa air kita.
Besarnya arus listrik tergantung pada tinggi rendahnya Tegangan yang diberikan pada
Terminal Gerbangnya (GATE (G)). Fluktuasi Tegangan pada Terminal Gate (V G) akan
menyebabkan perubahan pada arus listrik yang melalui saluran I S atau ID. Fluktuasi yang
kecil dapat menyebabkan variasi yang cukup besar pada arus aliran pembawa muatan yang
melalui JFET tersebut. Dengan demikian terjadi penguatan Tegangan pada sebuah rangkaian
Elektronika.
Junction FET atau sering disingkat dengan JFET memiliki 2 tipe berdasarkan tipe bahan
semikonduktor yang digunakan pada saluran atau kanalnya. JFET tipe N-Channel (Kanal N)
terbuat dari bahan Semikonduktor tipe N dan P-Channel (Kanal P) yang terbuat dari
Semikonduktor tipe P.

1.1. JFET Kanal-N

Berikut dibawah ini adalah gambar struktur dasar JFET jenis Kanal N.

Saluran atau Kanal pada jenis ini terbentuk dari bahan semikonduktor tipe N dengan satu
ujungnya adalah Source (S) dan satunya lagi adalah Drain (D). Mayoritas pembawa muatan
atau Carriers pada JFET jenis Kanal-N ini adalah Elektron. Gate atau Gerbang pada JFET
jenis Kanal-N ini terdiri dari bahan semikonduktor tipe P. Bagian lain yang terbuat dari
Semikonduktor tipe P pada JFET Kanal-N ini adalah bagian yang disebut dengan Subtrate
yaitu bagian yang membentuk batas di sisi saluran berlawanan Gerbang (G).
Tegangan pada Terminal Gerbang (G) menghasilkan medan listrik yang mempengaruhi
aliran pada pembawa muatan yang melalui saluran tersebut. Semakin Negatifnya VG,
semakin sempit pula salurannya yang akhirnya mengakibatkan semakin kecil arus pada
outputnya (ID).
1.2. JFET Kanal-P

Berikut dibawah ini adalah gambar struktur dasar JFET jenis Kanal P.

Saluran pada JFET jenis Kanal-P terbuat dari Semikonduktor tipe P. Mayoritas
pembawa muatannya adalah Hole. Bagian Gate atau Gerbang (G) dan Subtrate-nya terbuat
dari bahan Semikonduktor tipe N. Di JFET Kanal-P, semakin Positifnya VG, semakin sempit
pula salurannya yang akhirnya mengakibatkan semakin kecilnya arus pada Output JFET
(ID). Dari Simbolnya, kita dapat mengetahui mana yang JFET Kanal-N dan JFET Kanal-P.
Anak Panah pada simbol JFET Kanal-N adalah menghadap ke dalam sedangkan anak panah
pada simbol JFET Kanal-P menghadap keluar.

Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor (MOSFET)


Seperti halnya JFET, Saluran pada MOSFET juga dapat berupa semikonduktor tipe-N
ataupun tipe-P. Terminal atau Elektroda Gerbangnya adalah sepotong logam yang
permukaannya dioksidasi. Lapisan Oksidasi ini berfungsi untuk menghambat hubungan
listrik antara Terminal Gerbang dengan Salurannya. Oleh karena itu, MOSFET sering juga
disebut dengan nama Insulated-Gate FET (IGFET). Karena lapisan Oksidasi ini bertindak
sebagai dielektrik, maka pada dasarnya tidak akan terjadi aliran arus antara Gerbang dan
Saluran. Dengan demikian, Impedansi Input pada MOSFET menjadi sangat tinggi dan jauh
melebihi Impedansi Input pada JFET. Pada beberapa jenis MOSFET Impedansi dapat
mencapai Triliunan Ohm (1012 Ohm). Dalam bahasa Indonesia, MOSFET disebut juga
dengan Transistor Efek Medan Semikonduktor Logam-Oksida.
Salah kelemahan pada MOSFET adalah tipisnya lapisan Oksidasi sehingga sangat rentan
rusak karena adanya pembuangan elektrostatik (Electrostatic Discharge).
Seperti yang disebut sebelumnya, bahwa MOSFET pada dasarnya terdiri dari 2 tipe yaitu
MOSFET tipe N dan MOSFET tipe P.
2.1. MOSFET tipe N
MOSFET tipe N biasanya disebut dengan NMOSFET atau nMOS. Berikut dibawah ini
adalah bentuk struktur dan Simbol MOSFET tipe N.

2.2. MOSFET tipe P


MOSFET tipe P biasanya disebut dengan PMOSFET atau pMOS. Dibawah ini adalah bentuk
struktur dan Simbol MOSFET tipe P.

Kelebihan dan Kelemahan FET


Jika dibandingkan dengan Transistor Bipolar, FET memiliki beberapa kelebihan dan
kelemahan. Salah satu kelebihan FET adalah dapat bekerja dengan baik di rangkaian
elektronika yang bersinyal rendah seperti pada perangkat komunikasi dan alat-alat penerima
(receiver). FET juga sering digunakan pada rangkaian-rangkaian elektronika yang
memerlukan Impedansi yang tinggi. Namun pada umumnya, FET tidak dapat digunakan pada
perangkat atau rangkaian Elektronika yang bekerja untuk penguatan daya tinggi seperti pada
perangkat Komunikasi berdaya tinggi dan alat-alat Pemancar (Transmitter).

Anda mungkin juga menyukai