Knowledge Management
FATHIAN AKBAR 24011009
RIZKY PASHA AL - HAKIM 24011006
SITI CHOIRIYAH 24011002
SELVIA ANGGRAINI PUTRI 24011003
DAFTAR ISI
Konsep Dasar Knowledge Management & Jenis dan
Karakteristik Pengetahuan
Model SECI & Siklus Knowledge Management
Komponen Utama dalam Knowledge Management &
Implementasi KM di Organisasi
Tantangan dalam Knowledge Management &
Manfaat dan Dampak KM terhadap Organisasi
Studi Kasus Knowledge Management & Kesimpulan
Definisi Knowledge 50
Series 1 Series 2 Series 3
Management
40
Knowledge Management (KM) adalah proses mengelola
pengetahuan dalam organisasi agar dapat digunakan 30
secara efektif untuk mencapai tujuan bisnis.
Menurut Nonaka & Takeuchi (1995), KM merupakan proses 20
menciptakan, berbagi, dan memanfaatkan pengetahuan
untuk meningkatkan nilai dan inovasi organisasi.
10
Davenport & Prusak (1998): KM adalah proses menangkap,
mendistribusikan, dan menggunakan pengetahuan secara
0
efektif. Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5
Tujuan Knowledge
Management
Key Differentiators:
Meningkatkan
efisiensi dan inovasi
Mencegah hilangnya pengetahuan
penting (knowledge loss).
Mendorong budaya berbagi
pengetahuan (knowledge sharing).
Mendukung pengambilan
keputusan yang lebih baik.
Jenis Knowledge Tacit Knowledge Pertama, Tacit Knowledge, yaitu
Management
pengetahuan yang tersimpan di kepala
seseorang. Biasanya terbentuk dari
pengalaman dan intuisi.
Misalnya kemampuan negosiasi,
membaca situasi, atau insting bisnis.
Explicit Knowledge Kedua, Explicit Knowledge, yaitu
pengetahuan yang sudah tertulis dan bisa
dibagikan dengan mudah.
Contohnya laporan, SOP, manual kerja,
database perusahaan.
Model SECI (Nonaka &Takeuchi)
Model SECI adalah sebuah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana pengetahuan dihasilkan,
dibagikan, dan diterapkan dalam organisasi, Model ini terdiri dari empat tahap utama:
Sosialisasi Kombinasi
Proses berbagi tacit knowledge tahapan ini melibatkan penggabungan
secara langsung melalui interaksi berbagai pengetahuan eksplisit yang
sosial, seperti percakapan atau sudah ada untuk menciptakan
magang pengetahuan baru
Eksternalisasi
Internalisasi
Mengubah tacit knowledge menjadi
explicit knowledge yang dapat Pengetahuan explicit diserap dan diubah
dikomunikasikan kepada orang lain, kembali menjadi tacit knowledge individu
misalnya dengan membuat konsep atau melalui praktik langsung atau "belajar
model. sambil melakukan (learning by doing)".
Siklus Knowledge Management
PENEMUAN PENCIPTAAN ORGANISASI
Tahap pertama dalam siklus ini adalah Pada tahap ini, pengetahuan baru yang langkah berikutnya adalah mengorganisasi
proses menemukan pengetahuan baru ditemukan dikembangkan dan diwujudkan pengetahuan tersebut agar lebih
yang relevan dengan kebutuhan organisasi. dalam bentuk ide, konsep, atau produk terstruktur dan mudah diakses
yang dapat diterapkan di dalam organisasi.
DISEMINASI PEMANFAATAN
Pengetahuan yang sudah terorganisir perlu Tahap terakhir adalah pemanfaatan
disebarkan ke seluruh anggota organisasi pengetahuan yang telah disebarkan untuk
agar dapat dimanfaatkan secara maksimal mendukung keputusan dan tindakan yang
lebih baik dalam organisasi
HUBUNGAN ANTAR
(TAHAP SECI DAN SIKLUS KM)
Sosialisasi berhubungan dengan tahap Penemuan
(Discovery) dalam Siklus KM, karena pengetahuan
1 tacit dibagikan dan ditemukan melalui interaksi
langsung
MODEL SECI
2 Eksternalisasi berhubungan dengan tahap
Penciptaan (Creation) dalam Siklus KM, karena
pengetahuan tacit diubah menjadi pengetahuan
eksplisit yang dapat diterapkan.
3
kombinasi berhubungan dengan tahap Organisasi
(Organization) dalam Siklus KM, karena pengetahuan
eksplisit yang ada digabungkan dan disusun lebih
terstruktur.
SIKLUS KM 4
internalisasi berhubungan dengan Pemanfaatan
(Utilization) dalam Siklus KM, karena pengetahuan
eksplisit diterapkan dan menjadi pengetahuan tacit
yang digunakan dalam keputusan dan tindakan
Komponen Utama dalam
Knowledge Management
Komponen Utama dalam Knowledge Management
Pengetahuan berawal dari manusia, bukan dari sistem.
PEOPLE Orang adalah sumber ide, pengalaman, dan inovasi.
1. Knowladge Creator
2. Knowladge User
3. Knowladge Sharer
Proses KM mengatur aliran pengetahuan agar dapat ditransfer dari
PROCESS
satu individu ke individu lain secara efektif.
[Link] Creation
[Link] Capture
[Link] Storage
[Link] Sharing
[Link] Application
Komponen Utama dalam Knowledge Management
Teknologi adalah enabler (pendorong) dalam KM.
TECHNOLOGY
Membantu menyimpan, mengorganisir, dan menyebarkan pengetahuan
dengan cepat.
1. Internet & Portal KM
2. Database & Data Warehouse
3. AI Tools & Machine Learning
4. CRM & ERP System
5. Collaborations Tools
Implementasi Knowladge
Management di Organisasi
Implementasi Knowladge
Management di Organisasi
TAHAPAN PENJELASAN TUJUAN
Tahap awal adalah menentukan
Determination of Knowledge Fokus pada pengelolaan pengetahuan yang
pengetahuan apa yang paling
Priority (Penentuan Prioritas benar-benar berdampak pada kinerja
penting untuk mendukung tujuan
Pengetahuan) organisasi.
organisasi.
Setelah menentukan prioritas,
langkah berikutnya adalah Mengetahui sumber pengetahuan (internal dan
Knowledge Identification
mengidentifikasi pengetahuan yang eksternal) agar mudah diakses dan
(Identifikasi Pengetahuan)
sudah ada dan yang masih dikembangkan.
dibutuhkan.
Tahap ini berfokus pada perolehan
Knowledge Acquisition Memperkaya sumber daya pengetahuan
atau pengumpulan pengetahuan
(Akuisisi Pengetahuan) organisasi.
baru.
Pada tahap ini, organisasi
Knowledge Development Menghasilkan pengetahuan yang lebih dalam,
mengolah dan mengembangkan
(Pengembangan akurat, dan sesuai dengan kebutuhan
pengetahuan baru agar lebih
Pengetahuan) organisasi.
relevan dan bermanfaat.
Implementasi Knowladge Management di Organisasi
TAHAPAN PENJELASAN TUJUAN
Tahap ini merupakan inti dari KM —
Knowledge Sharing (Berbagi di mana pengetahuan dibagikan Menghindari duplikasi pekerjaan dan
Pengetahuan) kepada individu atau tim lain agar mempercepat pembelajaran organisasi.
bisa dimanfaatkan secara luas.
Setelah dibagikan,
Knowledge Utilization pengetahuan harus diterapkan Mengubah pengetahuan menjadi
(Pemanfaatan Pengetahuan) dalam kegiatan nyata nilai nyata bagi organisasi.
organisasi.
Pengetahuan yang telah digunakan Mencegah hilangnya pengetahuan
Knowledge Recording
dan terbukti efektif perlu (knowledge loss) saat karyawan keluar
(Perekaman Pengetahuan)
didokumentasikan dan disimpan. atau berpindah posisi.
Tahap terakhir adalah mengontrol
Knowledge Control
dan memelihara kualitas Menjamin keberlanjutan dan
pengetahuan yang dimiliki.
(Pengendalian
Perlu memastikan bahwa keakuratan sistem pengetahuan
Pengetahuan)
pengetahuan yang disimpan harus organisasi.
relevan dan akurat
Tantangan dalam Knowledge
Management
Budaya Organisasi (Culture)
Motivasi Karyawan (Motivation)
Budaya organisasi yang tidak
mendukung kolaborasi dan berbagi
1 Kurangnya insentif dan pengakuan atas
kontribusi dalam berbagi pengetahuan
pengetahuan menjadi hambatan
menyebabkan rendahnya partisipasi.
besar. Banyak karyawan takut
2
kehilangan nilai kompetitif jika
membagikan pengetahuan
3
Knowledge Loss (Kehilangan
Teknologi dan Infrastruktur
Teknologi yang tidak terintegrasi dengan
4 Pengetahuan)
Terjadi saat karyawan ahli pensiun, resign,
baik (misalnya sistem informasi terpisah,
atau saat tidak ada proses dokumentasi
platform yang rumit) menghambat
eksplisit.
efektivitas KM.
Manfaat dan Dampak KM terhadap Organisasi
Efisiensi Operasional Keunggulan Kompetitif
Mengurangi duplikasi pekerjaan dan mempercepat KM mempercepat adaptasi terhadap perubahan pasar
pengambilan keputusan dengan akses pengetahuan dan teknologi.
yang terpusat
Retensi Pengetahuan Ahli
Inovasi Produk/Jasa KM memungkinkan organisasi menyimpan pengalaman
Pengetahuan kolektif meningkatkan kreativitas dan pakar melalui dokumentasi, mentoring, dan sistem basis
mendorong pengembangan ide baru pengetahuan.
Studi Kasus Knowledge
Management
Studi Kasus 1: Toyota Motor Corporation – Studi Kasus 2: Bank Central Asia (BCA) –
Yokoten System Knowledge Base Customer Service
🔹 Latar Belakang: 🔹 Latar Belakang:
Toyota menerapkan Knowledge Management
BCA membangun sistem Knowledge Base
berbasis konsep Kaizen (continuous improvement)
Customer Service (KB-CS) untuk mendukung
dan sistem berbagi pengetahuan Yokoten
layanan pelanggan (Halo BCA & cabang).
(penyebaran horizontal).
🔹 Tujuan: 🔹 Tujuan:
Setiap ide/perbaikan di satu unit disebarkan ke Menyediakan informasi layanan yang cepat,
seluruh pabrik. akurat, dan konsisten.
Mendorong learning organization di seluruh Menjadi pusat pembelajaran bagi staf baru.
jaringan Toyota global. 🔹 Implementasi
🔹 Implementasi: Centralized Knowledge Repository → database
Kaizen Report System → dokumentasi ide
informasi produk & kebijakan.
perbaikan.
→ Search Engine & Tagging → pencarian cepat.
Yokoten Meeting
departemen.
forum berbagi antar
Version Control→ memastikan data selalu
Global Knowledge Hub → platform digital global. terbaru.
Mentorship & Gemba Learning → transfer tacit User Feedback → perbaikan konten secara
knowledge di lapangan. berkala.
Kesimpulan
Knowledge Management bukan
sekadar menyimpan informasi, tetapi
mentransformasi pengalaman
menjadi kekuatan organisasi untuk
tumbuh, berinovasi, dan bertahan.