0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Modul Ajar Dinamika Litosfer Kelas X

Modul ajar ini membahas dinamika litosfer untuk kelas X, mencakup struktur lapisan bumi, tenaga endogen, dan eksogen. Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep litosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dan lingkungan, serta mengembangkan sikap peduli lingkungan. Pembelajaran dilakukan melalui metode Project Based Learning dengan kegiatan interaktif dan asesmen yang beragam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Modul Ajar Dinamika Litosfer Kelas X

Modul ajar ini membahas dinamika litosfer untuk kelas X, mencakup struktur lapisan bumi, tenaga endogen, dan eksogen. Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep litosfer serta dampaknya terhadap kehidupan dan lingkungan, serta mengembangkan sikap peduli lingkungan. Pembelajaran dilakukan melalui metode Project Based Learning dengan kegiatan interaktif dan asesmen yang beragam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MATA PELAJARAN GEOGRAFI


KELAS X FASE E
SMAN 2 CIAMIS

”DINAMIKA LITOSFER”

Disusun Oleh:
Delisa Dwi Lestari
222170112

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WILIWANGI
2024
LEMBAR PENGESAHAN
MODUL AJAR
DINAMIKA LITOSFER
KELAS X FASE E

Ciamis, 12 Februari 2025


Mahasiswa FKIP-EDU,

Delisa Dwi Lestari


NPM. 222170112

Disetujui Oleh,

Guru Pamong Geografi Dosen Pembimbing Lapangan

Aziz Maulana, [Link]. Setio Galih Marlyono, [Link]., [Link].


NIP. 199505242022211004 NIDN. 0008059004
MODUL AJAR
DINAMIKA LITOSFER
(STRUKTUR LAPISAN BUMI, TENAGA EKSOGEN DAN TENAGA ENDOGEN)

INFORMASI UMUM

A.​ IDENTITAS MODUL


Nama Penyusun​ ​ :​ Delisa Dwi Lestari
Satuan Pendidikan​ :​ SMA
Kelas / Fase​ ​ :​ X (Sepuluh) / E
Mata Pelajaran​ ​ :​ Geografi
Prediksi Alokasi Waktu​:​ 2 pertemuan x 80 menit (2jp)
Tahun Penyusunan​ :​ 2025
B.​ KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal dalam modul membahas fenomena litosfer yang berfokus pada
pemahaman dasar mengenai struktur dan dinamika litosfer, termasuk proses-proses yang
membentuk dan mengubah permukaan bumi. Materi ini mencakup pengenalan tentang
komposisi litosfer, pergerakan lempeng tektonik dan dampaknya terhadap kehidupan di
bumi, serta fenomena geologi seperti gunung berapi, gempa bumi, erosi, dan
sedimentasi. Dengan menguasai kompetensi ini, peserta didik diharapkan mampu
mengidentifikasi dan menganalisis berbagai perubahan yang terjadi pada litosfer serta
memahami keterkaitannya dengan kehidupan manusia dan lingkungan.

C.​ PROFIL PELAJAR PANCASILA


1.​ Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam
menjaga keseimbangan alam.
2.​ Bersinergi (Membentuk tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan
bersama).
3.​ Bergotong royong (kesadaran untuk bekerja sama dan bergotong royong dalam
upaya mitigasi bencana serta pelestarian lingkungan.).
4.​ Berpikir kritis agar dapat menganalisis dampak perubahan litosfer terhadap
kehidupan manusia dan mencari solusi atas permasalahan yang timbul.
5.​ Kreatif (membuat sebuah karya secara kreatif dan original).

D.​ SARANA DAN PRASARANA


1.​ Buku Pelajaran Geografi
2.​ Buku Tulis dan alat tulis
3.​ Gawai/Laptop
4.​ Akses Internet
5.​ Papan Tulis/Whiteboard
6.​ Powerpoint
7.​ LKPD

E.​ TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler kelas X

F.​ MODEL PEMBELAJARAN


Model pembelajaran secara Luring (Langsung)
G.​ METODE PEMBELAJARAN
Ceramah dan tanya jawab.

KOMPONEN INTI

A.​ TUJUAN PEMBELAJARAN


Dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), peserta didik
mampu:
●​ Memahami dan menjelaskan konsep litosfer serta proses-proses yang terjadi di
dalamnya, seperti tektonisme, vulkanisme, dan seisme.
●​ Menganalisis dampak fenomena litosfer terhadap kehidupan manusia dan
lingkungan, serta mengidentifikasi upaya mitigasi bencana alam yang relevan.
●​ Mengembangkan sikap peduli lingkungan dengan memahami pentingnya
keseimbangan alam serta dampak aktivitas manusia terhadap perubahan litosfer.
●​ Menganalisis jenis-jenis tanah, karakteristik tanah serta sebarannya di Indonesia

B.​ PEMAHAMAN BERMAKNA


Dengan mempelajari fenomena litosfer, peserta didik dapat mengaitkan konsep geografi
dengan kehidupan sehari-hari, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian
lingkungan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi tantangan alam secara
gotong royong, kritis, dan bertanggung jawab.

C.​ PERTANYAAN PEMANTIK


●​ Apakah kalian tahu bahwa bumi yang bulat ini jika dibelah akan seperti kue lapis?
●​ Mengapa bentuk permukaan di bumi berbeda-beda?
●​ Mengapa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi?

D.​ KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan 1 (Struktur Lapisan Bumi dan Batuan Penyusunnya)
Pendahuluan (15 Menit)
●​ Guru mengucap salam dan menyapa peserta didik.
●​ Seorang peserta didik berpartisipasi dalam memimpin doa.
●​ Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
●​ Guru memerintahkan peserta didik untuk mempersiapkan diri sebelum pembelajaran
dimulai.
●​ Pemberian motivasi kepada peserta didik sebelum kegiatan belajar.
●​ Guru melakukan apersepsi dengan mengingat kembali materi yang sudah diajarkan
pada pertemuan sebelumnya.
●​ Guru menyampaikan capaian pembelajaran yang akan dicapai dalam proses kegiatan
belajar mengajar

Kegiatan Inti (50 Menit)


●​ Guru memberikan pertanyaan pemantik dan penjelasan singkat tentang materi.
●​ Guru menjelaskan materi mengenai struktur lapisan bumi dan batuan penyusun
litosfer
●​ Guru menampilkan Video mengenai jenis batuan, dengan linknya
[Link]
●​ Peserta didik diminta untuk menyebutkan jenis batuan yang ada di video tersebut.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
●​ Peserta didik diminta untuk mengisi games TTS
●​ Peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan, kemudian
guru memverifikasi hasil kesimpulan
●​ Guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya
●​ Guru mengucapkan salam penutup.

Pertemuan 2 (Tenaga Endogen dan Eksogen)


Pendahuluan (15 Menit)
●​ Guru mengucap salam dan menyapa peserta didik.
●​ Seorang peserta didik berpartisipasi dalam memimpin doa.
●​ Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
●​ Guru memerintahkan peserta didik untuk mempersiapkan diri sebelum pembelajaran
dimulai.
●​ Pemberian motivasi kepada peserta didik sebelum kegiatan belajar.
●​ Guru melakukan apersepsi dengan mengingat kembali materi yang sudah diajarkan
pada pertemuan sebelumnya.
●​ Guru menyampaikan capaian pembelajaran yang akan dicapai dalam proses kegiatan
belajar mengajar

Kegiatan Inti (50 Menit)


●​ Guru memberikan pertanyaan pemantik dan penjelasan singkat tentang materi.
●​ Guru menjelaskan mengenai materi Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen.
●​ Guru menampilkan Video mengenai :
a.​ Proses vulkanisme, dengan link nya
[Link]
bGthbmlr
b.​ Proses Tektonisme, dengan link nya
[Link]
vbmlzbWU%3D
●​ Peserta didik melakukan tanya jawab secara fleksibel saja.

Kegiatan Penutup (15 Menit)


●​ Guru memberikan waktu untuk sesi tanya jawab
●​ Peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan, kemudian
guru memverifikasi hasil kesimpulan
●​ Guru memberikan arahan kepada peserta didik untuk mempelajari materi selanjutnya
●​ Guru memberikan tugas mengenai sebaran jenis tanah di Indonesia beserta
karakteristiknya
●​ Guru mengucapkan salam penutup.

E.​ ASESMEN
●​ Asesmen diagnostik : Sebelum memulai pembelajaran, guru dapat menggunakan
pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan pengetahuan awal siswa:
a.​ Apakah kalian tahu bahwa bumi yang bulat ini jika dibelah akan seperti kue
lapis?
b.​ Mengapa bentuk permukaan di bumi berbeda-beda?
c.​ Mengapa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi?
●​ Asesmen formatif : Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran untuk
mengukur pemahaman siswa:
a.​ Penilaian Diskusi: Siswa berdiskusi dalam kelompok tentang dampak fenomena
litosfer, lalu mempresentasikan hasil diskusi.
b.​ Kuis: Guru memberikan kuis singkat secara berkala untuk mengukur
pemahaman konsep.
c.​ Keaktifan di Kelas: Siswa dinilai berdasarkan partisipasi dalam sesi tanya jawab,
diskusi, dan aktivitas pembelajaran.
d.​ Penilaian Harian: Guru memberikan soal latihan atau tugas yang berkaitan
dengan materi yang sudah diajarkan.
●​ Assesmen Sumatif : Penilaian akhir untuk mengukur pemahaman menyeluruh
siswa: Ujian Akhir Semester (UAS) dengan tujuan untuk menguji pemahaman
komprehensif terhadap seluruh materi yang telah dipelajari selama satu semester.

F.​ PENGAYAAN/REMEDIAL
1)​ Pengayaan:
Latihan tambahan yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi atau Latihan
tambahan yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi atau yang telah
memahami materi dengan baik agar potensinya berkembang maksimal.
2)​ Remedial:
Pembelajaran tambahan yang diberikan pada peserta didik yang membutuhkan
bimbingan untuk memahami materi atau mengulang materi.

G.​ REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi Guru
1.​ Apakah kegiatan membuka pelajaran dapat mengarahkan dan mempersiapkan
peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik?
2.​ Apakah peserta didik merespon setiap pertanyaan dengan antusias?
3.​ Apakah peserta didik dapat menyelesaikan tugas tepat waktu?
4.​ Apakah urutan pembelajaran yang dirancang dapat mencapai capaian pembelajaran
(CP) pada meteri terpilih sebagaimana mestinya?
5.​ Apa hal-hal yang perlu diperbaiki dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran
sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran?
Refleksi Peserta Didik
1.​ Apakah pembelajaran geografi pada pertemuan ini mudah dipahami?
2.​ Apakah pembelajaran hari ini menyenangkan?
3.​ Apa yang menjadi kesulitan dalam proses belajar hari ini?
4.​ Saran untuk pembelajaran di minggu yang akan datang?

Ciamis, 12 Februari 2025


Guru Pamong Geografi Dosen Pembimbing Lapangan

Aziz Maulana, [Link]. Setio Galih Marlyono, [Link]., [Link].


NIP. 199505242022211004 NIDN. 0008059004
LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
Struktur Lapisan Bumi dan Jenis Batuan penyusunnya
Games TTS
Tenaga Endogen (Vulkanisme)
Lembar Kerja Peserta Didik

LAMPIRAN 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

A.​ Pengertian Litosfer


Litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu "lithos" (batu) dan "sphere" (lapisan). Litosfer
adalah lapisan terluar bumi yang terdiri dari batuan dan mineral. Litosfer mencakup kerak
bumi dan bagian atas mantel yang kaku, yang menjadi dasar bagi kehidupan di bumi.
B.​ Karakteristik Litosfer
a.​ Memiliki ketebalan sekitar 50-100 km.
b.​ Dibagi menjadi beberapa lempeng tektonik yang bergerak secara perlahan
c.​ Terdiri dari kerak benua (granit) dan kerak samudra (basalt).
d.​ Menjadi tempat berbagai fenomena geologi seperti gempa bumi, gunung berapi, dan
pembentukan pegunungan.
C.​ Struktur Litosfer
Litosfer terdiri dari beberapa lapisan, yaitu:
1.​ Kerak Bumi (Crust)
a.​ Kerak Benua: Tebal (30-70 km), lebih ringan, tersusun dari batuan granit.
b.​ Kerak Samudra: Tipis (5-10 km), lebih padat, tersusun dari batuan basalt.
2.​ Mantel Bumi
a.​ Mantel Atas (Asthenosfer): Semi-cair, tempat pergerakan lempeng tektonik.
b.​ Mantel Bawah: Padat, mengandung material seperti peridotit dan olivin.
3.​ Inti Bumi (Core)
a.​ Inti Luar: Cair, terdiri dari besi dan nikel.
b.​ Inti Dalam: Padat, suhu sangat tinggi (~5000°C).
D.​ Fenomena Litosfer
Fenomena litosfer terjadi akibat tenaga endogen (dari dalam bumi) dan tenaga eksogen (dari
luar bumi).
1.​ Tenaga Endogen (Pembentuk Relief Bumi)
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan menyebabkan
perubahan bentuk permukaan bumi.
a.​ Tektonisme (Gerakan Lempeng) merupakan proses pergerakan lempeng bumi yang
menyebabkan patahan dan lipatan.
●​ Lipatan terjadi ketika tekanan menyebabkan lapisan batuan melengkung
(contoh: Pegunungan Himalaya).
●​ Patahan terjadi ketika tekanan menyebabkan batuan retak dan bergeser (contoh:
Patahan San Andreas).
●​ Konvergen (lempeng bertabrakan) Contoh: Lempeng Indo-Australia
bertabrakan dengan Lempeng Eurasia membentuk Pegunungan Bukit Barisan.
●​ Divergen (lempeng saling menjauh) Contoh: Pematang Tengah Samudra
Atlantik.
b.​ Vulkanisme (Aktivitas Gunung Berapi) adalah aktivitas magma yang naik ke
permukaan [Link] Letusan Gunung Berapi:
●​ Hawaiian : Lava cair, letusan ringan (contoh: Gunung Mauna Loa).
●​ Strombolian : Letusan sedang, mengeluarkan lava dan abu (contoh: Gunung
Stromboli).
●​ Plinian : Letusan sangat eksplosif, menyemburkan material ke atmosfer
(contoh: Gunung Krakatau).

c.​ Seisme (Gempa Bumi) terjadi akibat pelepasan energi dari dalam bumi.
●​ Gempa Tektonik : Akibat pergerakan lempeng tektonik.
●​ Gempa Vulkanik : Akibat aktivitas gunung berapi.
●​ Gempa Runtuhan : Akibat longsor atau runtuhnya gua bawah tanah.

2.​ Tenaga Eksogen (Perombak Relief Bumi)


Tenaga eksogen berasal dari luar bumi dan berfungsi merombak bentuk permukaan
bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen.
a.​ Pelapukan adalah proses penghancuran batuan menjadi lebih kecil.
●​ Pelapukan Fisika : Disebabkan oleh suhu dan tekanan (contoh: batuan
pecah di gurun karena perubahan suhu ekstrem).
●​ Pelapukan Kimia : Disebabkan oleh reaksi kimia (contoh: pembentukan
gua kapur akibat larutan asam).
●​ Pelapukan Biologi : Disebabkan oleh makhluk hidup (contoh: akar pohon
merusak batuan).
b.​ Erosi (Pengikisan Tanah dan Batuan) adalah proses pengikisan tanah oleh air,
angin, atau es.
●​ Erosi Air (Fluvial) Contoh: Pembentukan lembah sungai.
●​ Erosi Angin (Aeolian) Contoh: Pembentukan gumuk pasir di
Parangkusumo, Yogyakarta.
●​ Erosi Gletser Contoh: Pembentukan fjord di Norwegia.
●​ Erosi Gelombang Laut (Abrasi) Contoh: Terjadinya tebing pantai
c.​ Sedimentasi terjadi ketika material hasil erosi diendapkan di tempat lain.
●​ Sedimentasi Fluvial : Pengendapan oleh sungai (contoh: Delta Sungai
Mahakam).
●​ Sedimentasi Marine : Pengendapan oleh laut (contoh: Pembentukan
gosong pasir).
●​ Sedimentasi Aeolian : Pengendapan oleh angin (contoh: Dunes di Gurun
Sahara).
d.​ Mass Wasting adalah pergerakan tanah akibat gravitasi.
●​ Longsor : Tanah bergerak cepat di daerah lereng curam.
●​ Rayapan Tanah : Pergerakan tanah lambat di daerah bervegetasi.
●​ Lumpur Lapindo : Contoh fenomena mass wasting akibat aktivitas
manusia di Sidoarjo, Jawa Timur.
E.​ Dampak Fenomena Litosfer
1.​ Dampak Positif
●​ Membentuk bentang alam baru seperti pegunungan, gunung berapi, dan pulau.
●​ Tanah vulkanik subur untuk pertanian.
●​ Sumber daya alam seperti emas, minyak bumi, dan batu bara berasal dari proses
geologi.
2.​ Dampak Negatif
●​ Gempa bumi dan tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan
infrastruktur.
●​ Letusan gunung berapi mengganggu penerbangan dan lingkungan.
●​ Longsor dan erosi dapat menghancurkan lahan pertanian dan permukiman.

Anda mungkin juga menyukai