Logika Matematika: Konsep dan Contoh
Logika Matematika: Konsep dan Contoh
LOGIKA MATEMATIKA
DIBUAT OLEH:
KELOMPOK 3
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang atas Rahmat-Nya
maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ”LOGIKA
MATEMATIKA”
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan teman-teman. Aamiiin...
Kelompok 3
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ....................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan ................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ......................................................... 3
A. Pengertian Logika Matematika ............................................. 3
B. Konsep Logika Matematika .................................................. 5
C. Contoh Logika Matematika .................................................. 15
D. Bukan Contoh Logika Matematika ....................................... 19
E. Kesulitan dalam Memahami Logika Matematika ................. 21
BAB III PENUTUP .................................................................. 23
A. Simpulan ............................................................................... 23
B. Saran ..................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA .............................................................. 25
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu yang tidak hanya berfungsi untuk menghitung,
tetapi juga untuk melatih cara berpikir logis, sistematis, dan rasional. Dalam
proses pembelajaran matematika, kemampuan bernalar sangat diperlukan agar
siswa dapat memahami hubungan antar konsep secara mendalam. Salah satu
dasar berpikir matematis yang penting untuk dikuasai adalah logika
matematika.
Logika matematika berperan sebagai alat untuk menilai benar atau salahnya
suatu pernyataan secara objektif berdasarkan aturan penalaran yang benar.
Melalui logika, seseorang dapat menarik kesimpulan secara tepat dari premis
yang diberikan. Dalam kehidupan sehari-hari pun, logika menjadi landasan
dalam mengambil keputusan yang rasional dan menghindari kesalahan berpikir.
Namun, pada kenyataannya, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan
memahami konsep logika matematika, terutama dalam menentukan nilai
kebenaran suatu pernyataan atau dalam menyusun argumen logis. Hal ini terjadi
karena pembelajaran logika sering dianggap abstrak dan kurang dikaitkan
dengan konteks nyata. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap logika matematika
perlu diberikan sejak dini agar siswa dapat berpikir kritis dan rasional, baik
dalam menyelesaikan soal matematika maupun dalam menghadapi
permasalahan sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian logika matematika?
2. Bagaimana konsep logika matematika?
3. Bagaimana contoh logika matematika?
4. Apa yang bukan contoh logika matematika?
5. Apa kesulitan pemahaman tentang logika matematika?
C. Tujuan Penulisan
1
2. Mengetahui konsep logika matematika.
3. Mengetahui contoh logika matematika.
4. Mengetahui yang bukan contoh logika matematika.
5. Mengetahui kesulitan pemahaman tentang logika matematika.
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
yang dijelaskan oleh Soesianto & Dwijono (2006), pemahaman terhadap logika
proposisional dan teori graf sangat penting dalam memahami hubungan antar
pernyataan.
Banyak hal yang perlu kita ketahui mengenai logika. Dengan logika, kita
dapat mengetahui apakah suatu pernyataan bernilai benar atau salah. Salah
satu konsep penting dalam logika adalah memeriksa konsistensi dan
validitas dari suatu argumen atau kesimpulan. Marzuki (2023b) menekankan
pentingnya logika dalam pengambilan keputusan berbasis bukti, yang
merupakan kemampuan esensial dalam pendidikan dan kehidupan
profesional. Dengan demikian, logika tidak hanya berfokus pada kebenaran
semata, tetapi juga pada cara kita mencapai kesimpulan yang sah dan dapat
diterima berdasarkan bukti-bukti yang ada.
Hal terpenting yang akan didapatkan setelah mempelajari logika
matematika adalah kemampuan atau keahlian untuk mengambil
kesimpulan dengan benar atau sah. Ini memungkinkan kita untuk membuat
keputusan yang lebih baik dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan
sehari-hari, pekerjaan, maupun dalam berbagai bidang ilmiah. Kemampuan ini
sangat berharga, karena membentuk dasar bagi pengambilan keputusan yang
rasional dan objektif (Marzuki, 2023c). Pemahaman tentang logika juga dapat
diterapkan dalam pengajaranmatematika dan pengembangan kurikulum yang
lebih efisien.
Logika matematika memberikan dasar yang kokoh bagi pengambilan
kesimpulan dan dapat digunakan dalam banyak aspek kehidupan. Dalam dunia
akademik, logika matematika sangat penting dalam memecahkan masalah yang
melibatkan penalaran deduktif dan induktif. Rahmad et al. (2024)
mengungkapkan bahwa logika matematika juga sangat berguna dalam
pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, di mana siswa perlu menguasai
cara berpikir kritis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
kompleks. Selain itu, dalam dunia profesional, terutama dalam bidang
teknologi dan ilmu komputer, logika menjadi alat penting untuk
mengembangkan algoritma, pemrograman, dan pengolahan data.
4
Secara keseluruhan, logika matematika adalah bagian integral dari
kehidupan kita yang memberikan alat untuk berpikir secara terstruktur dan
sistematis. Dengan pemahaman yang mendalam tentang logika, kita dapat
lebih mudah mengevaluasi argumen, menarik kesimpulan yang valid, dan
membuat keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi masalah sehari-hari
maupun masalah ilmiah yang kompleks. Pemahaman ini tidak hanya
memperkuat dasar berpikir kritis, tetapi juga memfasilitasi inovasi dalam
bidangteknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan
Logika matematika adalah penalaran atau landasan berpikir untuk
mengambil suatu kesimpulan. Logika matematika menjadi landasan untuk
memperoleh kebenaran yang didasari dengan pembuktian juga pemikiran
yang rasional. Logika matematika biasanya diterapkan untuk mencari
pembenaran dari suatu proporsi atau [Link] ProposisiProposisi
adalah pernyataan yang dapat bernilai benar ataupun salah. Proposisi
adalah pernyataan, sehingga kalimat perintah dan juga pertanyaan tidak
termasuk preposisi. Contoh proposisi adalah sebagai berikut:
[Link] adalah negara hukum.
[Link] adalah hewan mamalia dari keluarga Felidae.
[Link] Aedes Aegypti menyebabkan penyakit demam berdasar dengue
(DBD).
Proposisi tidak hanya terdiri dari satu kalimat, namun juga bisa
terbentuk dari dua kalimat. Dilansir dari Stanford University, logika
matematika dapat menentukan bagaimana kebenaran dalam satu proposisi
ataupun kombinasi proposisi yang memengaruhi satu sama lain.1
B. Konsep Dasar Logika Matematika
1. Pernyataan atau Proposisi
Manusia diberi akal oleh Allah untuk menjadi khalifah di muka
bumi. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengemukakan pendapat atau
memberikan suatu pernyataan. Dengan akal itu pula manusia dapat menilai
1
Adam Maulana dkk., “LOGIKA MATEMATIKA (Konsep Dasar Logika Matematika),” CENDEKIA
PENDIDIKAN 4, no. 1 (2025): 38–45.
5
suatu pernyataan itu bernilai benar atau bernilai salah. Menurut Anda,
adakah suatu pernyataan bernilai benar dan sekaligus bernilai salah?
Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini.
a. Banjarnegara berada di Jawa Tengah.
b. 3 + 1 = 4
c. Garis y=2x+5 sejajar dengan garis 2=6x-7.
d. Al Qur'an buatan Nabi Muhammad.
e. Siapa pencipta alam semesta?
f. 4 adalah bilangan genap.
g. Tolong, belikan saya ayam goreng!
h. Semoga kamu selamat dalam perjalananmu.
Dari kalimat-kalimat di atas, tentukanlah mana kalimat yang
bernilai benar dan mana kalimat yang bernilai salah. Adakah kalimat yang
bernilai benar dan sekaligus bernilai salah? Ada pulakah kalimat yang
tidak dapat ditentukan nilai kebenarannya? Kalimat-kalimat yang dapat
ditentukan nilai kebenarannya disebut pernyataan atau kalimat deklaratif.
Kalimat yang tidak dapat ditentukan nilai kebenarannya, tidak dapat
disebut pernyataan.
Dalam Logika Matematika, tidak akan membicarakan kalimat-
kalimat seperti contoh-contoh berikut ini, misalnya:
1. Apakah kamu sudah makan? (Kalimat tanya)
2. Bagus sekali rumah ini! (Kalimat yang mengungkapkan suatu perasaan)
3. Belikan ayah nasi goreng! (Kalimat perintah)
4. Mudah-mudahan IPK-mu lebih dari 3. (Kalimat yang berisi harapan)
Pernyataan Majemuk dan Tabel Kebenaran
Pada pembahasan ini dan seterusnya, kita hanya membicarakan
pernyataan-pernyataan saja. Pernyataan-pernyataan sederhana digandakan
menjadi pernyataan majemuk (tersusun) dengan menggunakan kata-kata
perangkai (penghubung). Kata-kata perangkai itu adalah:
1. “atau” dengan symbol “∨”
2. “dan” dengan symbol “&” atau “∧”
6
3. “apabila… maka…” dengan symbol “ ”
4. “bila dan hanya bila” dengan symbol “⇔”
Sedangkan negasi (sangkalan) suatu pernyataan menggunakan katakata
“tidak benar bahwa” yang diberi simbol “-” di depan pernyataan
yang disangkal (diingkar). Pernyataan-pernyataan diberi simbol dengan
huruf alfabet kecil: a, b, c, d,…, sedangkan nilai “Benar” atau “Salah”
suatu pernyataan disingkat berturut-turut dengan “B” atau “S”.
A. Negasi (Sangkalan/Ingkaran)
Definisi 1:
Negasi suatu pernyataan ialah suatu pernyataan yang bernilai salah
apabila pernyataan semula bernilai benar, dan bernilai benar apabila
pernyataan semula bernilai salah.
Jika p suatu pernyataan, ingkaran p atau negasi p dinyatakan
dengan simbol ~ p atau .
7
B. Konjungsi Dua Pernyataan
Contoh 1:
“Jono kaya dan bahagia” merupakan singkatan dari “Jono kaya dan
Jono bahagia”. Apabila “a” menyatakan “Jono kaya” dan “b” menyatakan
Jono bahagia’. Pernyataan-pernyataan “a” maupun “b” masingmasing
disebut pernyataan tunggal (pernyataan prima/pernyataan
atom). Sedangkan “a & b” disebut konjungsi a dan b.
Definisi 2:
Konjungsi dua pernyataan a dan b ditulis “a & b” (dibaca “a dan
b”) bernilai B (benar). Hanya apabila kedua pernyataan tunggalnya
bernilai B, dan untuk nilai-nilai kebenaran adan b lainnya, maka “a &
b” bernilai S (salah).
Definisi tersebut dapat dinyatakan dalam suatu tabel kebenaran
(tabel 1) konjungsi dua pernyataan a dan b.
Catatan:
Nilai kebenaran konjungsi dua pernyataan ditentukan oleh nilai-nilai
kebenaran pernyataan-pernyataan tunggalnya, dan tidak perlu
memperhatikan ada tidaknya hubungan pernyataan-pernyataan tunggalnya.
Contoh 2:
1) “Jakarta ialah ibukota Negara Republik Indonesia dan 3 x 4 = 12”
8
adalah suatu konjungsi yang bernilai B, sebab kedua pernyataan
tunggalnya bernilai B, meskipun tak ada hubungan antara pernyataan-
pernyataan tunggalnya.
2) Ingatlah definisi irisan dua himpunan A dan B yang menggunakan
kalimat konjungsi, definisinys dapat dilukiskan sebagai berikut:
A∩B = {x ∣ x ∊ A & x ∊ B}
3) Apabila x dan y menyatakan bilangan-bilangan nyata apakah syarat
bagi x dan y agar 𝑥ଶ + 𝑦ଶ = 0? Agar 𝑥ଶ + 𝑦ଶ = 0 haruslah dipenuhi
bahwa x = 0 & y = 0. Syarat agar 𝑥ଶ + 𝑦ଶ = 0, ternyata menggunakan
kalimat konjungsi.
9
disjungsi yang bernilai benar.
3) “6 adalah faktor dari 9 atau 4 + 7 = 10” adalah suatu disjungsi yang
bernilai salah.
4) Apabila x bilangan nyata, maka (x – 1) (x – 5) = 0 dipenuhi jika x
= 1 ∨ x = 5.
Disjungsi dua pernyataan yang didefinisikan sesuai dengan tabel 2
disebut disjungsi inklusif. Disjungsi jenis lain disebut disjungsi ksklusif. Disjungsi
eksklusif dua pernyataan a dan b disimbolkan sebagai “a ⊻ b” (dibaca atau a atau
b”) dan didefinisikan sesuai dengan tabel 2 dalam buku ini, apabila ditentukan suatu
disjungsi tanpa keterangan sps-sps, maka yang dimaksud adalah disjungsi inklusif.
Contoh 4:
Pada jam 06.30, Badu sedang mandi atau sedang makan pagi. Dua pernyataan
ini tidak dapat diselesaikan oleh Badu dalam saat yang bersamaan. Menurut
katentuan di atas dikatakan: “Atau Badu sedang mandi atau Badu sedang makan
pagi’.
10
Dalam percakapan sehari-hari pernyataan majemuk “apabila … maka …” biasanya
ada suatu hubungan antara pendahulu dan pengikut.
Contoh 5:
1) Apabila kamu lulus ujian, maka saya membelikan sepeda motor
untukmu (suatu janji).
2) Apabila bel berdering tiga kali, maka pertanda kuliah diakhiri (suatu pertanda).
3) Apabila Anda biasa terlambat makan, maka Anda akan menderita
penyakit perut (sebab akibat).
4) Apabila dua segitiga siku-siku sama kaki, maka dua segitiga itu sebangun
(pengikut diturunkan dari pendahulu).
Pada contoh 5, pendahulu dan pengikut suatu implikasi itu mempunyai
hubungan yang ditunjukan dengan kata-kata dalam kurung di belakang tiap-tiap
kalimat. Dalam matematika, hubungan antara pendahulu dan pengikut tidak
disyaratkan, walaupun adanya hubungan diperbolehkan pula. Berarti atau tidaknya
implikasi hanya bergantung pada berarti atau tidaknya pendahulu atau pengikut dari
implikasi itu. Begitu pula nilai kebenaran suatu implikasi hanya didasarkan atas
nilai-nilai kebenaran dari pendahulu dan pengikutnya.
E. Biimplikasi (Bikodisional)
Definisi 6:
Biimplikasi a dan b (disimbolkan dengan “a⇔b”) bernilai benar apabila kedua
pernyataan tunggalnya mempunyai nilai kebenaran yang sama, dan mempunyai
bernilai salah apabila kedua pernyataan tunggalnya mempunyai nilai kebenaran
yang berbeda.
Definisi 6 ini dapat dinyatakan dalam suatu tabel nilai kebenaran (tabel 7)
sebagai berikut:
11
Bukti: Untuk membuktikan kebenaran teorema itu diperlihatkan table
kebenarannya sebagai berikut:
Terlihat bahwa urutan nilai kebenaran pada kolom 3 sama dengan urutan nilai
kebenaran pada kolom 6, berarti:
Pada implikasi , a adalah syarat cukup bagi b, dan pada implikasi b⇨a, a
adalah syarat perlu bagi b. sehingga a⇔b berarti a adalah syarat cukup dan perlu
bagi b dan sebaliknya.
Contoh 11:
1) Segi empat ABCD suatu jajar genjang bila dan hanya bila diagonaldiagonalnya
saling berpotongan di tengah-tengah.
2) Segitiga ABC sama sisi bila dan hanya bila sudut-sudutnya sama
3) Segi empat ABCD suatu persegi bila dan hanya bila diagonal-diagonalnya sama
panjang.
4) 𝑥 = 3 𝑥ଶ = 9.
Nilai kebenaran dari contoh biimplikasi-biimplikasi 1), 2), 3), dan 4) berturut-turut
adalah B, B, S, dan S.
12
Apabila kita hendak membuktikan kebenaran pernyataan majemuk a⇔b ditempuh
langkah-langkah sebagai berikut:
(i) Dibuktikan a⇨b, yaitu pernyataan a diambil sebagai ketentuan dan dibutuhkan
kebenaran pernyataan b.
(ii)Dibuktikan b⇨a, yaitu pernyataan b diambil sebagai ketentuan dan dibuktikan
kebenaran pernyataan a.
Jika kedua langkah ini terselesaikan, barulah disimpulkan bahwa a⇔b terbukti.
13
Misalkan kita akan menentukan negasi dari (a&b), yaitu -(a&b), nilai-nilai
kebenaranya terlihat pada kolom ke-8. Nilai-nilai kebenaran pada kolom itu terdiri
atas satu S dan diikuti berturut-turut tiga B. hal ini hanya terjadi pada penyataan
majemuk dengan kata Penghubung “∨”, yaitu -a ∨ -b.
Jadi - (a &b) ek -a∨ -b
Nilai-nilai kebenaran dari - (a ∨b) berturut terdiri atas tiga S dan satu
B (lihat kolom 9). Hal ini hanya terjadi pada pernyataan majemuk dengan kata
penghubung “&”, yaitu -a& -b.
Jadi -(a ∨b) ek -a& -b.
Nilai-nilai kebenaran dari -(a⇨ b) terdiri atas tiga S dan satu B (lihat kolom 10).
Hal ini hanya terjadi pada nilai-nilai kebenaran pernyataan majemuk dengan kata
penghubung “&”, yaitu a& -b.
Jadi -(a⇨ b) ek a& -b.
Kita telah mengetahui bahwa a⇔b ek (a ⇨b) & (b ⇨a).
Maka -(a ⇔b) ek –((a⇨b) & (b ⇨a))
ek –((a ⇨b) ∨ (b ⇨a))
ek ((a&- b) ∨ (b& -a))
Maka -(a ⇔b) ek ((a&- b) ∨ (b& -a)).
Rangkuman:
- (a &b) ek -a∨ -b
- (a ∨b) ek -a& -b
- (a b) ek a& -b
- (a ⇔b) ek (a&- b) ∨ (b& -a).
14
Selanjutnya untuk menghindari banyaknya tanda kurung yang digunakan
dalam penulisan simbol-simbol dalam pernyataan majemuk, maka diadakan
perjanjian tentang urutan kekuatan menghubung dari kata-kata penghubung sebagai
berikut:
⇔ sebagai penghubung paling kuat, diikuti oleh selanjutnya diikuti & dan ∨ yang
mempunyai kekuatan penghubung sama, dan akhirnya – (negasi) merupakan
penghubung yang paling lemah.
Contoh 13:
a&b𝑐 dimaksudkan (a&b) ⇨𝑐
a⇔b⇨𝑐 dimaksudkan a⇔(b⇨c)
-a∨b⇨ -𝑐&𝑑 dimaksudkan -(a)∨(b) ⇨ ((-𝑐) &𝑑)
a∨b⇨ (𝑐⇔a&-e) dimaksudkan (a∨b) ⇨ (𝑐⇔ (d& (-e)))
a∨b⇨ (𝑐⇔d&e) dimaksudkan ((a∨b) ⇨𝑐) ⇔ (d&e)2
2
Syariful Fahmi dan Soffi Widyanesti Priwantoro, Logika matematika dan himpunan (UAD PRESS,
2021).
3
Yulisa Gardenia dan Cynthia Rahmawati, Logika Matematika (Unsurya, 2022).
15
Jenis logika matematika yang pertama adalah ingakaran atau negasi. Negasi
adalah kebalikan dari preposisi. Jika preposisi awal (P) bernilai benar, maka
pernyataan negasinya (~P) adalah
salah.
p ~p
Benar Salah
Salah Benar
Contohnya ingkaran atau negasi adalah:
•P: Semua anak-anak suka bermain air.
~P: Ada anak-anak yang tidak suka bermain air.
•P: Hari ini tidak hujan dan saya tidak membawa payung.
P: Hari ini hujan dan saya membawa payung4
Konjungsi
Jenis logika matematika selanjutnya adalah konjungsi. Konjungsi berlaku pada
preposisi majemuk atau terdiri dari dua pernyataan (p dan q) yang dihubungkan
oleh kata “dan”. Dilansir dari Mathematics LibreTexts, konjungsi hanya bernilai
benar jika kedua pernyataan benar. Dan akan bernilai salah jika salah satu
pernyataan atau keduanya bernilai salah. Kebenaran proposisi menurut konjungsi,
digambarkan dalam tabel kebenaran konjungsi.
p q p^q
Benar Benar Benar
Benar Salah Salah
Salah Benar Salah
Salah Salah Salah
Contoh konjungsi adalah:
• p: Ular adalah kelompok hewan reptil. (benar)
q: Buaya adalah kelompok hewan reptil. (benar)
p^q: Yoghurt dan keju adalah produk olahan susu. (benar)
4
Retno Damayanti, Logika Matematika (Pemeral edukreatif, 2021).
16
Pernyataan di atas adalah benar, karena p dan q bernilai benar. Jika salah satu
pernyataan adalah salah, maka konjungsinya bernilai salah. Contohnya:
• Ular adalah kelompok hewan reptil. (benar)
Ikan adalah kelompok hewan reptil. (salah)
Ular dan ikan adalah kelompok hewan reptil. (salah)
Disjungsi
Disjungsi adalah logika matematika pada proporsi majemuk yang
menghubungkan kalimat dengan kata “atau” dan disimbolkan dengan “V”.
Dilansir dari Stanford Encyclopedia of Philosophy, pernyataan dalam disjungsi
akan bernilai benar jika salah satu pernyataan benar dan akan salah jika dua-duanya
bernilai [Link], proporsi hanya bernilai salah jika kedua kalimatnya salah.
Proporsi tetap benilai benar walaupun salah satu kalimatnya bernilai salah. 5Beirkut
adalah tebal kebenaran disjungsi:
p q pVq
Benar Benar Benar
Benar Salah Benar
Salah Benar Benar
Salah Salah Salah
Contoh disjungsi adalah:
[Link] tersebut akan digelar pada hari sabtu atau minggu.
[Link] kali ini dapat diisi dengan jalan-jalan keluar atau membaca buku di
rumah.6
3. Pelamar harus memiliki pendidikan magister atau pengalaman mengajar
selama dua tahun.
Implikasi
5
Yulisa Gardenia dan Cynthia Rahmawati, Logika Matematika (Unsurya, 2022).
6
Retno Damayanti, Logika Matematika (Pemeral edukreatif, 2021).
17
Jenis logika matematika selanjutnya adalah implikasi. Implikasi ditandai
dengan penggunakan kata hubung seperti jika dan maka dan disimbolkan dengan
tanda “→”.Implikasi hanya bernilai salah jika pernyataan kedua (q) bernilai salah.
Implikasi bernilai benar jika kedua pernyataan (p dan q) bernilai benar, p yang
bernilai benar, atau dua-duanya bernilai salah. Berikut adalah tabel kebenaran
implikasi
p q p q
Benar Benar Benar
Benar Salah Salah
Salah Benar Benar
Salah Salah Benar
Contoh implikasi adalah:
[Link] hari ini hujan, saya akan membawa payung. (benar)
[Link] hari ini sembuh, saya akan pergi ke sekolah. (benar)
[Link] 3 adalah bilangan prima, maka 4 adalah bilangan prima. (salah)7
Biimplikasi
Biimplikasi adalah logika matematika ditandai dengan penggunakan kata “jika
dan hanya jika”. Biimplikasi terjadi dalam proposisi majemuk dan disimbolkan
dengan “↔”.Biimplikasi hanya bernilai benar jika dua pernyataan (p dan q), dua-
duanya bernilai benar atau dua-duanya bernilai salah. Biimplikasi akan bernilai
salah jika salah satu dari dua pernyataan bernilai salah. berikut adalah tabel
kebenaran biimplikasi:
p q p q
Benar Benar Benar
Benar Salah Salah
Salah Benar Salah
7
Adam Maulana dkk., “LOGIKA MATEMATIKA (Konsep Dasar Logika Matematika),” CENDEKIA
PENDIDIKAN 4, no. 1 (2025): 40–41.
18
Salah Salah Benar
Contoh biimplikasi adalah:
[Link] akan memberikan hadiah sepeda jika dan hanya jika aku memenangkan
lomba menulis cerpen.
[Link] akan memaafkanmu jika dan hanya jika kamu tidak mengulangi kesalahan
itu lagi.8
1.)Kalimat tanya (interogatif). Kalimat ini tidak bisa dinilai benar atau salah
karena tujuannya adalah bertanya, bukan menyatakan fakta.
"Berapa umurmu?"
2.) Kalimat perintah (imperatif). Kalimat ini tidak bisa dinilai benar atau salah
karena tujuannya adalah memerintah atau menyuruh.
8
S. T. Muhammad Amin, KONSEP DASAR MATEMATIKA MI/SD, t.t., 56–57.
19
"Belikan ayah nasi goreng!"
3.) Kalimat seru atau ungkapan perasaan (eksklamatif). Kalimat ini tidak bisa
dinilai benar atau salah karena tujuannya adalah mengungkapkan emosi atau
perasaan.
"Aduh, sakit!"
4.) Kalimat harapan. Kalimat ini tidak bisa dinilai benar atau salah karena
mengungkapkan keinginan, bukan fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya.
5.) Kalimat terbuka. Kalimat ini mengandung variabel atau unsur yang belum
diketahui nilainya, sehingga nilai kebenarannya belum pasti.
"x + 5 = 10" (Kalimat ini bisa benar jika x = 5, dan salah jika x = 2
"Dia adalah presiden pertama Indonesia." (Kalimat ini akan benar jika "dia"
merujuk pada Sukarno, tapi salah jika merujuk pada orang lain)
Kalimat-kalimat ini secara bahasa sudah kacau, sehingga tidak bisa dianalisis
dengan logika matematika:
20
"Dia tidak mengerjakan tugas sama sekali, tetapi menyelesaikannya tepat waktu."
(Kalimat ini mengandung kontradiksi)9
9
Retno Damayanti, Logika Matematika (Pemeral edukreatif, 2021).
21
rumus-rumus, dan lupa untuk mengecek kembali hasil jawaban yang telah
dikerjakan. Kurangnya penguasaan konsep, kurangnya kemampuan matematis,
kurangnya kemampuan dalam menerapkan prinsip, dan kurang pahamnya dalam
membuat strategi pada tahap operasi hitung. Siswa kurang percaya diri, jarang
melakukan latihan-latihan soal perhitungan ketika dirumah atau pada waktu luang,
siswa akan belajar hanya apabila guru memberi pekerjaan rumah. Siswa juga hanya
menerima apa yang guru jelaskan dan tidak ingin mempelajari lebih lanjut. Siswa
tidak berusaha bertanya kepada guru mengenai materi yang belum mereka pahami.
Kecerobohan memang tidak bisa dihindari, tetapi dapat diminimalkan dengan cara
memperbanyak latihan soal. Selain itu kecerobohan dan ketidaktelitian juga dapat
diminimalkan dengan cara mengecek kembali jawaban pada saat mengerjakan soal
matematika.
22
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Logika matematika merupakan dasar berpikir ilmiah yang berperan
penting dalam membantu seseorang menilai kebenaran suatu pernyataan
secara objektif. Melalui logika, seseorang dapat menarik kesimpulan yang sah
dan rasional berdasarkan bukti yang ada. Dalam pembelajaran matematika,
logika membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis,
sistematis, dan terstruktur sehingga dapat memahami hubungan antar konsep
dengan lebih mendalam. Dengan demikian, logika matematika tidak hanya
penting dalam ranah akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari
sebagai pedoman berpikir yang benar.
23
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis tidak pernah luput dari segala
kesalahan dan kekurangan seperti halnya kodrat yang telah menjadi ketentuan
hidupnya yakni makhluk yang tak sempurna. Akan tetapi, dengan adanya
masukan ataupun saran dan kritik yang bersifat membangun dapat menjadi jalan
bagi penulis untuk menutupi ketidak sempurnaannya. Oleh karenanya masukan
dari dosen pembimbing sangat di butuhkan oleh penulis untuk perbaikan
penulisan karya ilmiah lebih lanjut.
24
DAFTAR PUSTAKA
25