Judul
Written by
KEL.2
ACT 1
[Link] – PAGI HARI
Menunjukan jendela dengan sinar matahari yang menyoroti pemeran utama
(medium close up, tracking up to down, 1 shot)
Menunjukan Pemeran utama menatap casvasnya lama. Tangan kanannya
menggenggam pensil, tapi tak bergerak.
(medium close up, tracking up to down, 2 shot)
Menunjukan Suara notifikasi ponsel berbunyi notifikasi media sosial. Di
layar: “Lukisan (teman si mc) trending lagi! Hebat banget detail
warnanya !!” ( closeup)
Menunjukan Pemeran utama menutup ponsel, dan menghela nafas.(medium close
up)
Menunjukan pemeran utama yang melihat kearah lukisan lukisan lamanya yang
dulunya berwarna.(medium close up, tracking down to up, 1,5 shot)
ACT 2
[Link]. Taman – SIANG/SORE HARI
Menunjukan pemeran utama yang sedang duduk ditaman dengan canvas kosong di
pangkuannya (medium close up, tracking up to down, 2 shot)
Memperlihatkan permeran utama yang akhirnya hanya menggambar goresan kecil
pada kanvas (close up)
[Link] Jalan taman – SORE Hari
Memperlihatkan pemeran utama yang melihat seorang nenek tua duduk di bangku
kayu, dengan tangannya cekatan menjahit tas kain lusuh. Benang berwarna
merah muda melintang di antara jarinya. (medium close up, ….,
Menunjukkan pemeran utama yang berhenti.
KIRANA
“Nek, sini… biar saya bantuin pegang tasnya,” dengan suara pelan.
Nenek
Terlihat nenek itu tersenyum dan berkata:
“Terima kasih, Nak.”
Beberapa menit hening, hanya suara hujan menetes di tanah.
Yang kemudian kirana mengajak nenek meneduh.
Kirana
“…….
NENEK
“…
Lalu memperlihatkan Nenek berkata, lembut tapi penuh arti:
NENEK
“Kau tahu, Nak? Jarum yang tajam pun butuh benang lembut supaya bisa
jadi karya. Kadang kita Cuma fokus pada tajamnya lupa pada hal kecil
yang menyatukan semuanya.”
Terlihat Kirana yang menatap jarum itu berkilat di bawah cahaya senja.
KIRANA
“Nenek suka menjahit, ya?”
Terlihat Nenek tersenyum samar.
NENEK
“Dulu, saya pelukis. Tapi mataku mulai rabun. Sekarang saya melukis dengan
benang.”
Memperlihatkan Nenek yang menatap hasil jahitannya bunga kecil dari benang
merah muda di tas lusuh. Nnek kemudian berkata:
“Bakat bisa pudar Nak, Tapi cinta pada apa
yang kamu lakukan itu ga akan hilang
kalau kamu jaga”.
Memperlihatkan Kirana yang terdiam. Hujan berhenti. Hanya tersisa aroma
tanah basah dan suara burung sore.(close up)
ACT 3
INT. KAMAR KIRANA – MALAM
Memperlihatkan Kirana menatap kanvas putih. Ia membuka kembali cat airnya.
Meneteskan air ke warna-warna yang kering. (medium close up, ?shot?)
(Perlahan, warna kembali hidup.)
Memperlihatkan Di atas kanvas, kirana mulai melukis sosok Nenek Ratih (
Kirana tersenyum kecil.