MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (SENI RUPA)
UNIT 1 PENGENALAN SENI DAN KESEHARIAN.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAN 4 Kota Jambi
Nama Penyusun : Lizasari Muchni Muchtar
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Seni Rupa)
Kelas / Fase /Semester : XII/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan @2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK.
Peserta didik kelas XII diharapkan telah memiliki pengalaman dalam mengamati dan
menciptakan karya seni rupa sederhana pada jenjang sebelumnya. Mereka juga diharapkan
memiliki pemahaman dasar tentang unsur-unsur seni rupa (titik, garis, bidang, bentuk, warna,
tekstur, ruang) dan prinsip-prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan, proporsi, penekanan).
Secara umum, peserta didik sudah akrab dengan berbagai bentuk ekspresi visual di sekitar
mereka, baik dalam konteks formal (galeri, pameran) maupun informal (desain produk, media
sosial, arsitektur). Kesiapan mereka juga mencakup kemampuan untuk mengamati, menganalisis,
dan berekspresi secara visual.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
Materi "Pengenalan Seni dan Keseharian" merupakan jenis pengetahuan konseptual (definisi
seni, fungsi seni), prosedural (analisis karya seni, proses kreatif), dan metakognitif
(merefleksikan pengalaman estetis). Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta
didik karena membantu mereka melihat seni bukan hanya sebagai objek di galeri, tetapi sebagai
bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dari desain kemasan hingga arsitektur
bangunan. Tingkat kesulitan materi bervariasi, mulai dari mengidentifikasi seni dalam objek
sehari-hari hingga menganalisis makna filosofis sebuah karya seni. Struktur materi ini
terorganisir dari definisi seni, hubungan seni dengan kehidupan, fungsi seni, hingga peran
seniman dalam masyarakat. Integrasi nilai dan karakter akan dilakukan melalui penekanan pada
sikap apresiatif terhadap keindahan, kepekaan estetis, berpikir kreatif, menghargai keberagaman
ekspresi, serta kesadaran akan peran seni dalam masyarakat
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai
adalah:
● Kewargaan: Peserta didik memahami peran seni dalam membentuk identitas budaya dan
berkontribusi pada masyarakat.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis berbagai bentuk seni di keseharian,
mengidentifikasi unsur dan prinsipnya, serta menginterpretasi makna di baliknya.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan karya seni rupa yang terinspirasi dari objek
keseharian dengan pendekatan yang inovatif.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mengamati,
menganalisis, dan mempresentasikan temuan seni di lingkungan sekitar.
● Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan eksplorasi dan riset tentang seni rupa secara
mandiri.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, analisis, dan interpretasi mereka tentang
seni rupa secara lisan dan tulisan dengan jelas dan persuasif.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi
berbagai bentuk karya seni rupa dilingkungan keseharian serta memahami fungsi dan peran seni
dalam konteks sosial dan budaya, serta mampu meresponnya melalui karya kreatif yang
mencerminkan pemahaman mendalam.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
Sejarah: Konteks sejarah perkembangan seni rupa dan pengaruhnya terhadap kehidupan
sehari-hari.
Sosiologi/Antropologi: Peran seni dalam masyarakat, seni sebagai ekspresi budaya dan
identitas.
Bahasa Indonesia: Kemampuan menulis ulasan, menjelaskan konsep, dan presentasi
lisan tentang karya seni.
Teknologi Informasi: Pemanfaatan digital tools untuk eksplorasi visual, analisis karya,
dan pembuatan seni digital.
Desain Produk/Arsitektur: Hubungan seni rupa dengan desain fungsional dalam
kehidupan sehari-hari.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: mengenali seni dalam konteks keseharian.
Melalui observasi lingkungan sekitar, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai
bentuk seni rupa yang ada dalam kehidupan sehari hari (Pengetahuan)
Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu membedakan antara seni murni dan seni
terapan yahg sering dijumpai. (pengetahuan dan keterampilan)
Peserta didik menunjukan sikap peka dan apresiatif terhadap keindahan visual
dilingkungan mereka.(Sikap)
Pertemuan 2: fungsi dan peran senirupa dalam masyarakat.
Melalui studi kasus karya seni rupa, peserta didik mampu menganalisis berbagai fungsi
seni (misalnya: fungsi estetis, edukatif, komunikasi, sosial) (pengetahuan)
● Melalui presentasi studi kasus peserta didik mampu menjelaskan peran seniman dalam
menyampaikan pesan atau menggerakkan perubahan sosial melalui karya seni rupa
(Keterampilan).
● Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya seni sebagai alat komunikasi dan
ekspresi sosial (Sikap).
Pertemuan ke 3: Elemen dan prinsip seni rupa dalam keseharian.
Melalui analisis visual objek sehari-hari (misalnya desain produk, iklan, arsitektur)
peserta didik mampu mengidentifikasi penerapan unsur dan prinsip seni rupa
(pengetahuan)
Melalui kegiatan menggambar atau mendesain sederhana, peserta didik mampu
mengaplikasikan unsur dan prinsip seni rupa dalam menciptakan komposisi visual
(Keterampilan).
Peserta didik menunjukkan ketelitian dan kreativitas dalam melihat dan menerapkan
elemen estetis (Sikap).
Pertemuan ke-4: Apresiasi mendalam dan penciptaan karya seni ruoa kontekstual.
● Melalui diskusi reflektif, peserta didik mampu memberikan ulasan atau kritik seni
sederhana terhadap karya seni rupa yang mereka temukan di keseharian (Pengetahuan &
Keterampilan).
● Melalui proyek kreatif, peserta didik mampu menciptakan sebuah karya seni rupa yang
terinspirasi dari objek/fenomena keseharian dengan mengekspresikan gagasan dan
perasaannya (Keterampilan).
● Peserta didik menunjukkan rasa bangga dan percaya diri dalam menyampaikan ide dan
karyanya (Sikap).
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Desain kemasan produk makanan/minuman favorit.
Graffiti dan mural di dinding kota.
Fashion dan tren gaya berpakaian.
Arsitektur bangunan di sekitar sekolah atau rumah.
Desain poster film atau iklan.
Seni instalasi di ruang publik.
Ilustrasi buku atau komik.
Fotografi di media sosial.
Seni kerajinan tangan lokal.
Daur ulang barang bekas menjadi karya seni.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan (Observasi Lingkungan/Virtual Tour Galeri): Peserta didik diajak
melakukan "ekspedisi" singkat di sekitar sekolah/rumah untuk mengidentifikasi berbagai objek
seni rupa di keseharian (desain kemasan, arsitektur, mural, dll.). Alternatifnya, mereka bisa
melakukan tur virtual ke museum/galeri seni yang menampilkan karya seni sehari-hari atau seni
kontemporer.
● Wawancara (Opsional): Peserta didik dapat mewawancarai seniman lokal, desainer, atau
pengrajin tentang proses kreatif dan hubungan karya mereka dengan keseharian.
● Diskusi Kelompok: Menganalisis temuan dari eksplorasi lapangan, membahas fungsi seni, serta
merumuskan ide untuk proyek penciptaan karya.
● Proyek Penciptaan Karya Seni Rupa Kontekstual: Peserta didik (individu/kelompok)
merancang dan membuat karya seni rupa (2D/3D) yang terinspirasi dari objek/fenomena sehari-
hari yang mereka temukan dan analis.
● Presentasi/Pameran Karya: Setiap peserta didik/kelompok mempresentasikan karya mereka
dan menjelaskan konsep, proses, serta makna di baliknya.
MITRA PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Sejarah, Sosiologi, Bahasa Indonesia, TIK),
perpustakaan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Seniman lokal, desainer produk, arsitek, galeri seni, museum,
komunitas seni, pusat kerajinan tangan.
● Masyarakat: Warga lokal yang memiliki keahlian dalam seni kerajinan atau memiliki koleksi
seni rupa di rumah.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi dan praktik, studio seni (jika ada), area outdoor
sekolah untuk observasi.
● Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring (Google Classroom), situs web museum/galeri
seni digital, kanal YouTube (tutorial seni, dokumenter seniman), platform berbagi karya seni
(Instagram, Pinterest), aplikasi desain grafis/menggambar digital.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital: Akses e-book tentang sejarah seni, teori seni, biografi seniman, majalah
desain.
● Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus di Google Classroom untuk berbagi foto observasi,
analisis singkat, atau bertanya tentang teknik.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau survei
preferensi seni, atau platform kuis interaktif seperti Mentimeter/Kahoot untuk evaluasi
pemahaman konsep.
● Alat Kreatif Digital: Penggunaan smartphone untuk fotografi observasi, aplikasi desain grafis
(Canva, PicsArt), aplikasi menggambar digital (Procreate, Autodesk Sketchbook), atau software
pengolah gambar (Photoshop/GIMP) untuk proyek.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15menit)
Prinsip Pembelajran Berkesadaran (mindful learning):
● Guru memulai dengan menampilkan beberapa gambar objek sehari-hari yang estetik (misalnya,
cangkir kopi dengan desain unik, gang sempit dengan mural, atau penataan makanan yang
indah).
● Guru bertanya: "Bagaimana perasaan kalian saat melihat objek-objek ini? Apa yang membuat
mata kalian tertarik padanya?" (membangkitkan kesadaran akan keindahan di sekitar).
Prinsip Pembelajaran Bermakna (meaningful learning):
● Guru menampilkan video singkat tentang bagaimana seni rupa (misalnya, desain interior)
memengaruhi suasana hati atau fungsi suatu ruangan.
● Guru menjelaskan bahwa seni tidak hanya di galeri, tetapi ada di mana-mana dan memiliki
peran penting dalam hidup kita.
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (joyful learning):
● Guru memulai dengan permainan "Scavenger Hunt Seni" di dalam kelas/sekolah, di mana
peserta didik mencari objek-objek yang memiliki unsur seni rupa (misalnya, bentuk geometris,
warna kontras).
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan semangat, mengajak peserta didik untuk
membuka "mata seni" mereka.
KEGIATAN INTI (60-70 MENIT)
Prinsip Pembelajaran Memahami (Understanding):
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai contoh visual (gambar, video) tentang seni
rupa di keseharian, mulai dari yang sederhana hingga kompleks. Guru juga menyediakan
handout berisi definisi dan contoh unsur/prinsip seni.
● Observasi dan Analisis: Peserta didik dalam kelompok mengamati objek-objek seni rupa yang
telah mereka temukan (atau yang disediakan guru). Mereka mengisi lembar kerja analisis yang
memandu mereka mengidentifikasi unsur, prinsip, fungsi, dan potensi makna.
● Diskusi Kelompok: Membahas temuan, berbagi perspektif, dan mengidentifikasi bagaimana
seni memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.
● Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan yang mendorong pemahaman mendalam tentang
hubungan seni dan konteksnya.
Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Applying):
Diferensiasi Proses:
● Proyek "Seni di Sekitarku": Peserta didik memilih satu objek atau fenomena dari kehidupan
sehari-hari yang menarik perhatian mereka.
● Eksplorasi dan Ideasi: Mereka melakukan eksplorasi lebih lanjut (misalnya, mencari referensi
visual, membuat sketsa ide) untuk mengubah objek tersebut menjadi karya seni rupa baru atau
mendesain ulang dengan sentuhan artistik.
● Penciptaan Karya: Peserta didik menciptakan karya seni rupa (misalnya, sketsa, kolase, maket
sederhana, poster digital, fotografi artistik) dengan mengaplikasikan pemahaman mereka tentang
unsur dan prinsip seni rupa. Guru menyediakan berbagai pilihan media dan teknik yang dapat
digunakan (misalnya, menggambar pensil, cat air, aplikasi digital).
● Umpan Balik Konstruktif: Peserta didik saling memberikan umpan balik tentang karya teman,
fokus pada aspek visual dan gagasan yang disampaikan.
● Guru memberikan bimbingan individual, mendukung peserta didik sesuai dengan minat dan
kemampuan artistik mereka.
Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Reflecting - Berkesadaran & Bermakna):
● Jurnal Reflektif (di akhir setiap pertemuan): Setiap peserta didik menuliskan refleksi tentang
bagaimana pandangan mereka terhadap seni berubah, apa yang mereka pelajari tentang diri
mereka sendiri melalui proses kreatif, dan bagaimana seni dapat meningkatkan kualitas hidup.
● Diskusi Reflektif: Guru memimpin diskusi singkat di akhir sesi, mengajak peserta didik untuk
berbagi pengalaman saat menciptakan karya, tantangan yang dihadapi, dan pelajaran yang
didapat tentang melihat keindahan di hal-hal sederhana.
● Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang pesan yang ingin mereka sampaikan
melalui seni dan bagaimana seni dapat menjadi kekuatan positif.
KEGIATAN PENUTUP (10-15 MENIT)
Umpan Balik Konstruktif:
● Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kreativitas semua peserta didik.
● Guru dapat meminta peserta didik untuk memberikan "kata-kata apresiasi" kepada teman yang
karyanya paling menginspirasi mereka.
● Peserta didik memberikan umpan balik tentang aspek pembelajaran yang paling mereka nikmati
atau yang paling menantang.
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Guru bersama peserta didik merangkum bahwa seni ada di mana-mana, memiliki banyak fungsi,
dan setiap orang memiliki potensi untuk mengapresiasi dan menciptakan seni.
● Guru menekankan pentingnya terus mengasah kepekaan estetis.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru memberikan tantangan kepada peserta didik untuk setiap hari menemukan minimal satu
objek di keseharian yang mereka anggap memiliki nilai seni.
● Guru mengajak peserta didik untuk memikirkan jenis seni rupa atau topik yang ingin mereka
eksplorasi lebih lanjut di masa depan.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Mengamati partisipasi aktif peserta didik dalam kegiatan identifikasi objek seni di
awal pembelajaran.
● Wawancara Singkat: Guru bertanya secara lisan kepada beberapa peserta didik tentang definisi
"seni" menurut mereka dan contoh seni yang paling sering mereka lihat.
● Kuesioner: Membagikan kuesioner singkat (Google Forms) untuk mengetahui pemahaman
awal peserta didik tentang perbedaan seni murni dan seni terapan, serta preferensi mereka
terhadap jenis seni rupa tertentu.
● Tes Diagnostik (5 soal pilihan ganda atau isian singkat): Untuk mengidentifikasi
pengetahuan prasyarat tentang unsur/prinsip seni rupa.
Soal Asesmen Awal:
1. Apa yang Anda pahami tentang "seni rupa"?
2. Sebutkan satu contoh karya seni rupa yang Anda lihat di sekitar rumah/sekolah Anda!
3. Apakah sebuah desain kemasan produk bisa disebut seni rupa? Jelaskan!
4. Menurut Anda, mengapa orang menciptakan karya seni?
5. Sebutkan salah satu unsur seni rupa yang Anda ketahui!
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:
● Tugas Harian: Penilaian terhadap kelengkapan dan kualitas lembar kerja observasi/analisis
objek keseharian, serta Jurnal Reflektif harian.
● Diskusi Kelompok: Penilaian rubrik untuk partisipasi, kemampuan mengidentifikasi
unsur/prinsip, dan argumen dalam diskusi tentang fungsi dan peran seni.
Soal Asesmen Proses (melalui analisis visual/diskusi kelompok):
1. Amati desain kursi ini. Jelaskan bagaimana unsur garis dan bentuk diterapkan untuk
menciptakan kesan tertentu! (Analisis Visual)
2. Sebuah poster kampanye lingkungan dibuat dengan ilustrasi dan tulisan yang kuat.
Menurut Anda, fungsi seni apa yang dominan pada poster tersebut? Jelaskan alasannya!
(Diskusi Kelompok)
3. Bagaimana seorang seniman dapat menggunakan karyanya untuk mengkritik isu sosial
yang ada di masyarakat? Berikan contohnya! (Diskusi Kelompok)
4. Identifikasi satu objek seni rupa di lingkungan sekitar Anda yang memiliki nilai fungsional
sekaligus estetis. Jelaskan kedua nilai tersebut! (Lisan/Tulisan)
5. Setelah mempelajari materi ini, bagaimana pandangan Anda tentang seni di keseharian
berubah? (Refleksi Lisan/Tulisan)
● Progres Proyek: Penilaian terhadap sketsa awal, konsep, dan proses pengerjaan proyek kreatif
(observasi dan umpan balik guru).
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:
● Jurnal Reflektif Akhir: Peserta didik menulis refleksi komprehensif tentang seluruh proses
pembelajaran, perubahan pemahaman, keterampilan yang didapat, dan bagaimana mereka akan
mengaplikasikan pengetahuan tersebut untuk mengapresiasi dan menciptakan seni di masa
depan.
● Tes Tertulis (5 soal esai/analisis kasus): Untuk menguji pemahaman konseptual dan
kemampuan analisis kritis.
Soal Asesmen Akhir:
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara seni murni dan seni terapan, serta berikan masing-
masing dua contoh konkret yang Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari!
2. Pilih satu fungsi seni (misalnya, fungsi edukasi, komunikasi, atau sosial). Jelaskan fungsi
tersebut secara detail dan berikan contoh karya seni rupa yang secara jelas memenuhi
fungsi tersebut!
3. Analisis bagaimana unsur warna, tekstur, dan bentuk diterapkan pada sebuah desain
produk (misalnya, smartphone, botol minum, atau sepatu) untuk menciptakan daya tarik
visual dan fungsionalnya!
4. Bagaimana peran seorang seniman dalam masyarakat modern? Berikan contoh seniman
(baik lokal maupun internasional) yang karyanya memiliki dampak signifikan terhadap
cara pandang atau perilaku masyarakat!
5. Sebagai seorang individu yang telah mempelajari "Seni dan Keseharian," bagaimana Anda
akan menerapkan pengetahuan dan kepekaan estetis Anda untuk meningkatkan kualitas
hidup Anda sendiri dan lingkungan sekitar Anda? Berikan rencana aksi nyata!
Tugas Akhir/Proyek (Pameran Karya "Seni di Sekitarku"):
● Setiap peserta didik/kelompok memamerkan karya seni rupa yang mereka ciptakan. Penilaian
berdasarkan rubrik proyek yang mencakup aspek:
Konsep: Relevansi dengan tema "Seni dan Keseharian," orisinalitas gagasan.
Kualitas Teknis: Penguasaan media dan teknik yang digunakan.
Penerapan Unsur & Prinsip Seni Rupa: Keberhasilan aplikasi elemen estetis.
Presentasi: Kemampuan menjelaskan konsep dan proses karya secara lisan.
Refleksi: Pemahaman mendalam tentang makna karya yang diciptakan dan kaitannya
dengan materi.