0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan73 halaman

Panduan Nama Buah dalam Bhasa Madura

Dokumen ini adalah buku berjudul 'Pepak Bhasah Madura' yang ditulis oleh Riska Fita Lestari dan Lutfi Irawan Rahmat, yang berfungsi sebagai referensi pembelajaran bahasa Madura untuk siswa sekolah dasar. Buku ini mencakup berbagai istilah dalam bahasa Madura, termasuk nama buah, hewan, dan ungkapan sehari-hari. Selain itu, terdapat informasi mengenai hak cipta dan sanksi pelanggaran yang relevan dengan karya ini.

Diunggah oleh

gusty pradana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan73 halaman

Panduan Nama Buah dalam Bhasa Madura

Dokumen ini adalah buku berjudul 'Pepak Bhasah Madura' yang ditulis oleh Riska Fita Lestari dan Lutfi Irawan Rahmat, yang berfungsi sebagai referensi pembelajaran bahasa Madura untuk siswa sekolah dasar. Buku ini mencakup berbagai istilah dalam bahasa Madura, termasuk nama buah, hewan, dan ungkapan sehari-hari. Selain itu, terdapat informasi mengenai hak cipta dan sanksi pelanggaran yang relevan dengan karya ini.

Diunggah oleh

gusty pradana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Turnitin Riska Fita

Lestari -
Pepak Bhasah Madura
by turnitincek

Submission date: 13-Oct-2023 12:22AM (UTC-0700)


Submission ID: 2194411403
File name: Riska_Fita_Lestari_-_Pepak_Bhasah_Madura.pdf (2.97M)
Word count: 5110
Character count: 31521
PEPAK BHASAH MADURA

PEPAK BHASAH
MADURA
UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta

Fungsi dan sifat hak cipta Pasal 4


Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan hak eksklusif
yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.
Pembatasan Pelindungan Pasal 26
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25 tidak
berlaku terhadap:
i. penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait untuk pelaporan
peristiwa aktual yang ditujukan hanya untuk keperluan penyediaan informasi aktual;
ii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk kepentingan
penelitian ilmu pengetahuan;
iii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk keperluan
pengajaran, kecuali pertunjukan dan Fonogram yang telah dilakukan Pengumuman
sebagai bahan ajar; dan
iv. penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dapat digunakan
tanpa izin Pelaku Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga Penyiaran.
Sanksi Pelanggaran Pasal 113
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara
Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana
denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang
Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau
pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
PEPAK BHASAH MADURA

RISKA FITA LESTARI, [Link].


LUTFI IRAWAN RAHMAT, [Link].
Pepak Bhasah Madura

Riska Fita Lestari, [Link].


Lutfi Irawan Rahmat, [Link].

Editor:
Reski Aminah

Desain Cover:
Mutia Anika

Sumber:
[Link]

Tata Letak:
Tim ICM

Proofreader:
Tim ICM

Ukuran:
viii, 78 Halaman, Uk: 14,8x21 cm

ISBN: 978-623-6977-13-2

Cetakan Pertama:
November 2020

Hak Cipta 2020, Pada Penulis

Isi diluar tanggung jawab percetakan


Copyright © 2020 by ICM Publisher
All Right Reserved

Hak cipta dilindungi undang-undang


Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit.

PENERBIT INSAN CENDEKIA MANDIRI


(Grup Penerbitan CV INSAN CENDEKIA MANDIRI)

Kapalo Koto No 8, Selayo, Kec. Kubung, Kab. Solok


Sumatra Barat – Indonesia 27361
HP/WA: 0813-7272-5118
Website: [Link]
[Link]
E-mail: penerbitbic@[Link]
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan rahmat-Nya
berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga buku ini bisa
selesai pada waktunya.
Disadari sepenuhnya di dalam buku ini masih banyak
kesalahan dalam penulisan, tata letak, pengetikan, dan
kesalahan yang lainnya maka dari itu penulis mengharap saran
dan permohonan maaf.
Buku ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
bahan referensi pembelajaran untuk anak sekolah dasar kelas
atas. Buku ini dirancang secara sederhana dan praktis dengan
maksud agar mudah dalam penyajiannya serta dapat secara
efektif mencapai tujuan yang dimaksud. Guru maupun siswa
dapat mengembangkan sendiri pengalaman belajarnya secara
bermakna dengan tetap berpatokan pada tujuan dan materi
pembelajaran yang ada.
Terima kasih kami ucapkan kepada DPRM Ristek Dikti
tahun pendanaan 2020 Skim penelitian dosen pemula dan juga
teman-teman yang telah berkontribusi sehingga buku ini bisa
disusun dengan baik. Demikian, semoga bermanfaat. Kritikdan
saran yang konstruktif sangat penulis harapkan untuk
kesempurnaan materi buku ini di masa yang akan dating.

Banyuwangi, September 2020


Penulis

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. v


Prakata ............................................................................................................ v
Daftar Isi........................................................................................................ vi
DALAM BAHASA MADURA ..................................................................... 1
NAMA BUAH MUDA (POCED) ................................................................ 3
NAMA PISANG DALAM BAHASA MADURA ...................................... 5
NAMA HEWAN DALAM BAHASA MADURA (NYAMANA
KÉBÂN) ........................................................................................................... 7
NAMA HEWAN AIR DALAM BAHASA MADURA (KÉBÂN
AÉNG) ............................................................................................................10
MACAM-MACAM BURUNG ATAU UNGGAS DALAM BAHASA
MADURA (CEM-MACEMA MANO’) .....................................................11
NAMA ANAK HEWAN DALAM BAHASA MADURA......................12
CARA MAKAN HEWAN DALAM BAHASA MADURA ...................14
BAHASA HALUS MADURA ....................................................................16
BENTUK KATA TANYA DAN KATA SEHARI-HARI DALAM
BAHASA MADURA ....................................................................................17
KATA KERJA SEHARI-HARI DALAM BAHASA MADURA ..........19
BELAJAR BAHASA MADURA SEHARI-HARI ..................................22
KELUARGA DALAM BAHASA MADURA (LE-BHELE) .................26
BELAJAR BAHASA MADURA ANGGOTA TUBUH MANUSIA
BAGIAN KEPALA .......................................................................................28
NAMA ANGGOTA TUBUH DALAM BAHASA MADURA ..............31
PAREBASAN (PERIBAHASA MADURA) ............................................33
CARAKAN MADURA ................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................57
TENTANG PENULIS .................................................................................58

vi Pepak Bhasah Madura


Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. vii
Bahasa Indonesia Bahasa Madura
Alpukat : Apokat
Anggur : Anggur
Apel : Apel
Aren : Langkaléng
Asam : Accem, komancer
Belimbing : Bhlimbhing
Bengkoang : Basusu
Buah Beringin : Ghurjhem
Buah jati : Jânggleng
Buah Sirih : Apa
Durian : Dhurin
Jambu : Jhâmbhu
Jambu Air : Jhâmbhuir
Jambu Sungai : Klampok
Jeruk : Jherruk
Kedondong : Kadungdung
Kelapa muda : Dhugghân
Kelapa sangat muda : Cengkér

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 1


Kelapa tua : Nyior
Kelengkeng : Kaléngkeng
Kesambi : Kosambhih
Mangga : Pao
21
Manggis : Manggis
Melon : Mélon
Mengkudu : Koddu’
Mentimun : Témon
Nanas : Lanas
Nangka : Nangka
Pepaya : Katés
Pinang : Pénang
Pisang : Gheddâng
Rambutan : Rambutan
Salak : Salak
Sawo : Sabu
Semangka : Somangka
Sirsak : Nangka Morés
Siwalan : Ta’al
Sukun : Sokon

2 Pepak Bhasah Madura


(POCED)

alah satu istilah dalam Bahasa Madura yang tak banyak


3
kita ketahui ialah nama buah muda atau pocèd. Untuk
memperkaya Bahasa Madura, berikut ini daftar buah
muda yang memiliki nama tersendiri dalam Bahasa Madura.
Pocèddhâ Accem (Asam) : Cemplèng, Mancèr atau
Komancèr

Pocèddhâ Bâlinjo (Belinjo) : Kroto


Pocèddhâ Jhâmbhu (Jambu) : Karo

Pocèddhâ Jhâghung : Jhanten, Karates


(Jagung)
Pocèddhâ Kadhelli (Kedelai) : Kempèng

Pocèddhâ Kapo (Kapuk) : Coro’


Pocèddhâ Kacang : Bhasengngot
(Kacang)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 3


Pocèddhâ Manggis : Bhâlibhâr
(Manggis)
Pocèddhâ Nangka (Nangka) : Tèwèl, Bhâbbhâl
Pocèddhâ Nyèor (Kelapa) : Cengkèr
Pocèddhâ Pao (Mangga) : Pakèl, Pencèt
Pocèddhâ Pènang (Pinang) : Bhâlebbher

Pocèddhâ Somangka : Kalonco


(Semangka)
Pocèddhâ Sokon : Torngo
(Sukun)
Pocèddhâ Tèmon : Serret
(Mentimun)

4 Pepak Bhasah Madura


1. Pisang Selendang. Biasanya cocok dijadikan sebagai bahan
untuk membuat pisang goreng dan kolak.
2. Pisang Musang atau Pisang Merah. Khas pada warnanya
yang agak ungu kecokelatan. Mirip kotoran Musang yang
baru makan Pepaya.
3. Pisang Sabhâh atau Pisang Sabah. Ada dua jenis pisang
1
Sabhâh; Pisang Sabhâh Putih dan Pisang Sabhâh hijau.
Sering digunakan sebagai bahan makanan tambahan untuk
bayi. Cocok juga diolah menjadi berbagai jenis olahan
pisang.
4. Pisang Paka’ atau Pisang Raja. Biasanya digunakan ketika
ada lamaran atau salah satu jenis hantaran pernikahan. Ciri
khas Pisang Raja ini terletak pada aromanya yang sangat
harum dan warna pisang bagian dalam yang kuning cantik.
Bisa dibilang, Pisang Raja ini merupakan anak masnya
pisang.
5. Pisang Keripik. Hampir sama dengan Pisang Gajih, namun
tidak berwarna kekuningan. Sering digunakan sebagai
pakan burung.
6. Pisang Gajih. Biasanya digunakan sebagai bahan untuk
membuat Kripik Pisang, Pisang Keju serta Gorengan Pisang.

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 5


7. Pisang Seribu. Ukurannya kecil-kecil tapi dalam satu tandan,
bisa berisi banyak sekali. Bahkan dalam satu tandan
ukurannya bisa melilit hingga ke tanah. Pohonnya agak
pendek jika dibandingkan jenis pisang lainnya.
8. Pisang Emas. Warna kulitnya berwarna kuning meski masih
mentah. Ukuran Pisang Emas agak kecil.
9. Pisang Susu. Ukurannya sedang
8
(tidak terlalu kecil juga
tidak terlalu besar). Kulit Pisang Susu biasanya terlihat
lebih halus dibandingkan jenis pisang lainnya.
10. Pisang Asri. Memiliki aroma yang juga harum dan berwarna
kuning di bagian dalam, namun teksturnya lebih lunak
dibandingkan Pisang Raja.

6 Pepak Bhasah Madura


BAHASA
BAHASA INDONESIA
MADURA
Angsa : Bhânyak
Anjing : Paté’
Ayam : Ajâm
Babi : Bebi
Badak : Badak
Bangau : Bhânguy
Banteng : Bhânténg
Bebek : Éntok
Belalang : Beleng
Buaya : Bhâjâ
Buglon : Bunglon
Burung : Mano’

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 7


Cacing : Cacéng
Capung : Sését
Cicak : Cek-cek
Domba : Dhumbâ
Gajah : Ghâjâ
Harimau : Macan
Ikan : Jhuko’
Itik : Éték
Jangkrik : Jherring
Jerapa : Jerapa
Kadal : Kaddhâl
Kaki Seribu : Reng-bireng
Kalajengking : Langmanggheh
Kalajengking Kecil : Kalah
Kambing : Embi’
21
Kanguru : Kanguru
Kecoa : Ngi-réngi
Kelabang : Kalabhâng
Kelinci : Tarbilung
Kerbau : Kerbuy
Kodok : Kata’
Kucing : Kocéng
Kuda : Jhârân
Kumbang : Kombeng
Kupu-kupu : Kepper
Kutu : Koto
Laba-laba : Bâ-labâ
Lalat : Lala’
Laron : Jhâj-jhâlang
Lebah : Nyarowan
Macan : Macan Rem-rem
Monyet : Motak

8 Pepak Bhasah Madura


Nyamuk : Rengngi’
Sapi : Sapéh
Semut : Bilis
Siput : Kacong-cong
Tikus : Tékos
Tokek : Tekko’
Tupai : Eppu’
Ular : Olar
Ulat : Ola’
Unta : Onta
Zebra : Zebra

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 9


Bahasa Indonesia Bahasa Madura
Belut : Bellu’
Bintang Laut : Bintang Tasé’
Buaya : Bhâjâ
Cumi-cumi : Ennos
Gurita : Ghaârita
Ikan : Jhuko’
Ikan Gabus : Mar-tembut
Ikan Sungai : Kalemmar
Ikan Teri : Jhuko’ kénduy
Ikan tongkol : Jhuko’ cakalan
Ikan Pindang : Jhuko’ Péndhâng
Kerang : Kerrang
Kerang Sungai : Kéjhing
Kura-kura : Ra-kora
Lumba-lumba : Bhâ-lombhâ
Paus : Paus
Pinguin : Pinguin
Siput : Kacongcong
Udang : Odeng
Lorjuk : Lorjhu’

10 Pepak Bhasah Madura


BAHASA INDONESIA BAHASA MADURA
1
Angsa : Bhânyak
Ayam : Ajâm
Bangau : Bhenguy
Bebek : Éntok
Beo : Beo
Burung Hantu : Kowek
Burung Nuri : Nuri
Burung Puyuh : Mano’ Ketti’
Gagak : Teris
Itik : Éték
Kakatua : Kakatua
Kelelawar : Bhâk-bhuru
Love bird : Labhed
Mepati : Dhârâ
Pelikan : Telko’
Rajawali : Lap-Palap

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 11


Anak babi : Gembul
Anak walang : Dhughul
Anak biawak : Salèra
Anak kepiting sungai (bâlâttang) : Bhayas
Anak belut : Udet
Anak buaya : Karètè, Bhâcokok
Anak banteng : Bhârèng
Anak kelelawar : Kamprèt
Anak ikan bandeng : Nènèr, Cengkè’
Anak Monyet : Kowè
Anak ikan tongkol : Cengkè’, Panèt
Anak cicak : Sawiya
Anak ikan dorang : Tamper
Anak gajah : Belduk
Anak jangkrik : Ghendulu, Clondhu
Anak burung puyuh : Drigghul
Anak kuda : Bhellu
Anak tikus juling : Rot-Corot
Anak kodok : dhâbâ’
Anak semut merah (Kalèng) : Kroto

12 Pepak Bhasah Madura


Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 13
Ajâm (Ayam) : Nyocco’, Nyolpè’
Bhânyak (Angsa) : Nyosor
Bâbi (Babi) : Angongos
Bhâjâ (Buaya) : Nyapplo’
Beddus (Sejenis kambing) : Aghâmbi’
Bilis (Semut) : Ngaremmet
Ètèk (Itik) : Nyosor
Embi’ (Kambing) : Aghâmbi’
Ghâpper (kupu-kupu) : Ngisep
Jhârân (Kuda) : Nyarbuk, Aghâmbi’
Jhuko’ (Ikan) : Ajhutjhut, Nyolpè’
Kerbhuy (Kerbau) : Aghâmbi’
Kocèng (Kucing) : Nyarghep, Nyalbhâk
Kata’ (Kodok) : Nyottok, Ajhillât
Mano’ (Burung) : Nyocco’, Nyolpe’
Macan (Macan, Harimau, : Nyalbhâk
Singa)

14 Pepak Bhasah Madura


Motak (Monyet atau Orang : Ngarokotè, Amèmèl
utan)
Nyarowan (lebah) : Ngèsep atau nyepsep

Olar (Ular) : Ngontal


Pate’ (Anjing) : Nyalbhâk
Sapè (Sapi) : Aghâmbi’, Amaut
Tarbilung (Kelinci) : Ametmet
Tèkos : Ngarèkkètè

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 15


ahasa Madura memiliki tiga tingkatan bahasa, mulai
dari enje'-iyeh, engghi-enten, engghi-bhunten. Berikut
rangkuman Bahasa Madura Halus Engghi-
Enten dan Engghi Bhunten:

Saya : Kaulâ-Abdina
Kamu : Panjhânengan-Padhâna
Iya : èngghi-èngghi
Tidak : enten-bhunten
Siapa : sèrah-pasèra
Apa : napè-ponapa
Dimana : èghumma-èka'dimma
Kapan : bilâ-bilâepon
Mengapa : arapah-aponapah
Kemana : kaghumma-kaka'dimma
Sekarang : samangken-samangken
Dulu : lambâ'-dhimèn
Nama : asma-asma asma-asma
Tua : towah-seppo

16 Pepak Bhasah Madura


Bahasa Bahasa Madura Bahasa Madura
Indonesia (enjâ’-iyâ) (éngghi-bhunten)
Apa Apa Arapa Ponapa
Kenapa Sapa Aponapa
Siapa Édimma Paséra
Dimana ébile Éka’dimmah
Kapan De’remma ébile
Bagaimana Abhereng sapa Katiponapa
Bersama siapa Édimma’an Asareng pasera
Dimana saja Sapa’an Éka’dimmaan
Siapa saja Iye Paseraan
Iya Enje’ éngghi
Tidak Bhender Bhunten Lerres
Benar Sala Kaléro
Salah Benni Benni
Bukan De’iye De’nika
Begini Areya’ Kakdinto
Ini Arowa Ka’dissa
Itu édinna’ éka’dintoh
Disini édissa éka’dissah
Disana ta’ tao Korang oning
Tidak tahu Bhâghus Saé
Baik/bagus Jhubâ’ Korang Saé
Jelek Segghut Segghut
Sering

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 17


Jarang Rang-rang Rang-rang
Selalu Saghulina Saghulina
Setiap Hari Sabbhân aré Sabbhân aré
Kadang2 Sakadhâng Torkadhâng
Tidak Pernah Tak toman Tak toman
Lupa Loppa Loppa
Ingat Énga’ Énget

18 Pepak Bhasah Madura


Bahasa Bahasa Madura Bahasa Madura
Indonesia (enjâ’-iyâ) (éngghi-bhunten)
Belajar Ajhâr _
Berbaring Marobbhu Rén-sarénan
Berbicara Abhânta Adhâbu
Bercanda Akeje’ _
Bergerak Aghuli _
Berjalan Ajhâlân Alomampa
Bermain Amain _
Bersendawa Aderrep _
Buang Air Besar Atae Aténjhâ
Buang Air Kecil Akemmi Asenni
Diam Neng-enneng _
Melangkah Aténgka’ Aténdhâk
Melihat Ngabes Ngoladhi
Memakai Ngangkuy _
Memakan Ngakan Adâ’âr
Memarahi Akikir Dhuka
Memasak Amassak Adhân-dhânan
Membaca Maca Maos
Memberi Abherri’ Aparéng
Memegang Negghu’ Ngastani
Menangis Nangis Molar
Mencuci Nyassa _
Mendengarkan Ngidingaghi Mireng
Mengambil Ngala’ Mondhut
Mengantuk Katondu Ngantok

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 19


Menulis Nolés Nyerrat
Minum Nginum _
Tersenyum Misem _
Tertawa Aghellâ’ Kasokan
Tidur Tédung Asarén

Bahasa Madura Bahasa Madura


Bahasa Indonesia
(enjâ’-iyâ) (éngghi-bhunten)
Bangun Jheghe _
Bekerja (Mencari nafkah) Alako Akasab
8
Berangkat Mangkat _
Berbisik To’-koto’ _
Berkedip Akédhep _
Berlari Berka’ _
Bersama Abhereng Asareng
Bertemu Atemmu Apangghi
Berucap Ngoca’ Adhâbu
Datang Deteng Rabu
Melahirkan Rembi’ Bhâbâr
Melamun A ngen-angen _
Membawa Ngibe _
Memberitahu Aberri’ tao Aparéng oning
Memejamkan Mata Meddhem _
Memuji Ngalem Mojhi
Mengajar Ngajhâr Molang/ morok
Mengandung/ hamil Ngandung Bhubut
Mengetahui Tao Oning
Menggaruk Aghâru _
Menggigit Ngikké’ _
Mengipas Ngeppay _
Mengunyah Ngaél _
Meniup Nyerrop Nyarepo

20 Pepak Bhasah Madura


Menjawab Ajeweb _
Menjinjing Ningténg _
Menyahut Nyaot/nyambhit _
Menyebut Nyebbhut _
Terjatuh Labu Tébhâ
Tiba Depa’ _

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 21


Engko' Kerrong= Saya Rindu/Kangen
Ella jek dek iyeh = Tidak boleh, jangan begitu
Arapa'ah been? /Anuapah be'een? = mau apa kamu? /ngapain
kamu?
Teppa'en anuapah be'en sateyah? = lagi ngapain kamu
sekarang?
Arapa'ah be'en ka dinnak? = mau apa kamu kesini?
Dhe' dissak be'en/ ka dissak be'en? = Pergi kesana
kamu/kesana kamu

Dhemma'ah = Mau Kemana


Entarah Ka Dissa' = Mau Pergi Kesana
3
Entarah Ka Romanah Be'en = Mau Pergi ke Rumah Kamu
Engko' Ngakanna = Saya Mau Makan
Engko' Nginumma = Saya Mau Minum
Engko' Lemelleya = Saya Mau Beli-beli
Berempa Argena = Berapa Harganya?
Lemelleya = Mau Beli-beli
Abejhenga = Mau Sholat

Alako = Kerja
Alakoa = Mau Kerja
Alako Edimmah =Kerja Dimana?

Toman=Kebiasaan
contoh: toman reyah! =Kebiasaan ini....
Dhulat: Rasaain
Contoh: Dhulat rah!! =Rasaain tuh!!

22 Pepak Bhasah Madura


Kaler =Awas
Torot = biarin
Ngosok = Marah
Senneng = Senang
Terro = Cinta/suka/pengen

Sapah Nyamana Be'na? = Siapa Nama Kamu?


Kamu Orang Mana? = Be'en Oreng Dimmah?
Olle Sengko' Kenalan? = Boleh Aku Kenalan?

Ba'na Raddhin = Kamu Cantik


Ba'na Jubha' = Kamu Jelek
Be'en Ngoso'? = Kamu Marah?

Tang Tatangghe Oreng Madhure = Tetanggaku Orang Madura


Be'en Madhure Dimmah? = Kamu Madura Mana?
Engko' Terro Entarah Da' Madhure / Engko' Terro Entarah Ka
Madhure= Saya Ingin Main ke Madura
Engko' Gun Agheje' =Aku Cuma Bercanda

Enje' = Tidak
Iyeh = Iya

Pesse = uang
Kenik= Kecil
Rajhe= Besar

Nase' = nasi
ikan = jhuko'
Air = aeng
Ghuleh = gula
Bhuje = garam

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 23


Bherres = Beras
Pereng = Piring
Sodu = Sendok
Gellas = Gelas
Cobik = Cobek
Tomang = tungku
Dapur = dhepor
Kokos = asap
Ngokos = berasap
Mardeh = bara api

apah = apa
arapah = mengapa
sapah = siapa
èdimmah =dimana
kadimmah = kemana
bileh = kapan
Sateyah = Sekarang
lagghu' = besok
bheri' = kemarin
lambâ' = dulu
Marenah = sebentar lagi

Toron = Turun
Ongghe = Naik
Maju = Maju
Nyorot =Mundur
Attas = Atas
Bhebhe = Bawah
e Bhebhe = di bawah
e Roma = di rumah
e Sabhe = di sawah

24 Pepak Bhasah Madura


e Tase' = di laut
e Madure = di Madura

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 25


Saya = Sengko'/Engko'
Kamu = Bekna/Be'en/Kakeh/Sedeh/Hedeh/Dhika

Itu = Aruwah
Ini= Areyah

Lake' = Pria
Bini' = Wanita

Kacong = Anak laki-laki


Chebbing = Anak Perempuan

6
Tingkat Bahasa Madura Enje' Iyeh
Sanak saudara= Le-bhele
Keluarga=Bhele
Saudara=Taretan
Anak=Ana’
Orang Tua= Oréng towah
Ayah=Eppa’
Ibu=Embu’/ Emma’
Kakek=Kaéh
Nenek=Nyaéh
Buyut=Juju’
Saudara Laki-laki=Tarétan laké’
Saudara Perempuan=Tarétan bini’

26 Pepak Bhasah Madura


Adik=Alé’
Kakak=Kaka’
Saudara/sepupu ayah-ibu=Majhedi’
Bibi=Nyannyah / Bhibbhi’
Paman=Anom
Sepupu=Sapopoh
Keponakan=Panakan
Cucu=Kompoy
Cicit=Peyo’
Piut=Kreppek

Tingakat Bahasa Madura Engghi Bunten


Le-bhele
Bhele
Taretan
Potra/Potré
Oréng seppo
Rama
Ébhu
Emba laké’
Emba bini’
Juju’
Taretan lake’
Taretan bini’
Alé’
Kaka’
Majhedi’
Bibi’
Paman
Sapopoh
Panakan
Kompoy
Peyo’

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 27


Nama anggota
tubuh bagian Bahasa madura
kepala
Kepala : Cetak/Séra
Ubun-ubun : Bun-embunan (enjâ’-
iyâ), Melco/Merco (èngghi-
bhunten)
Pusar kepala : Ploser, Palèserran
(oreng)
Rambut : Obu’ (enjâ’-
iyâ), Rambhut (èngghi-
bhunten)
1
Wajah : Mowa(h) (enjâ’-iyâ), Raè/reraè,
Beddhâna (èngghi-bhunten)
Dahi : Ḍâi(h) (enjâ’-
iyâ), Bâdhâna (èngghi-
bhunten)
Belakang kepala : Ceppleng
Otak : Otek
Pelipis : Lèng-pèlèngan
Alis : Alès (enjâ’-iyâ), Mèmbhâ
(èngghi-bhunten)
Mata : Mata(h) (enjâ’-iyâ), Soca(h),
Tèngal, Marèpat (èngghi
bhunten)
Kelopak mata : Bâlâkodhân

28 Pepak Bhasah Madura


Biji mata/anak : Nak-anaghân, bâi’na
mata mata/bighina mata/leng-
cellengnga mata
Bulu mata : Bulu kèjhâ’, Bulu èdhep, Bulu
kodhân
Ujung mata : So-paso(h)
Bibir : Bibir (enjâ’-iyâ), Bhibir (engghi-
enten), Lattè (èngghi-bhunten)
Hidung : Èlong (enjâ’-iyâ), Pangambung
(èngghi-bhunten)
Rongga hidung : Lat- èlat
Selokan Hidung : Ngay-songayan/Ra-
(Philtrum) mowara/Rèng-orènganna
Dagu : Cangkèm
Leher : Lè’èr (enjâ-
’iyâ), Ghulu(h) (èngghi-bhunten)
Jakun : Kolḍi(h), Nèk-manèghân, ṭèng-
canṭèngan, penṭèlla lè’èr
Kuping/Telinga : Kopèng (enjâ’-
iyâ), Karna (èngghi-bhunten)
Cuping telinga : Ghâjhi
Ujung telinga : Penṭèlla kopèng
Rahang : Cèp-kacèbhân/cèp-kacèpan
Pipi : Pèpè(h)
Kerongkongan : Rung-gherrungan
Lubang : Lobângnga gherrungan
kerongkongan
Mulut : Colo’ (enjâ-
iyâ), Lèsan, Paḍhâ’ârân (èngghi-
bhunten)
Lidah : Jhilâ (enjâ’-iyâ), Èlat (èngghi-
bhunten)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 29


Anak lidah : Lak-ellaghân, ṭang-anṭong, nèl-
mannèlan, li’-jhelli’ân
Gusi : Ghusè(h)
Langitan : Ngè’-langngè’an
Gigi : Ghighi(h) (enjâ’-
iyâ), Bâjhâ (èngghi-bhunten)
Geraham : Gherrem
Gigi bungsu : Ghighi bungso
Gigi taring/gigi : Ghighi patè’, Pangapèt
asu
Gigi bawah/gigi : Ghighi Jhârum
seri/pengiris
Gigi kapak : Ghighi bâddhung
Ludah : Copa/Édhu
Air Liur : Jheil

30 Pepak Bhasah Madura


Bahasa Bhâsa Madhurâ Bhâsa Madhurâ
Indonesia Enjâk-iyâh Engghi-Bhunten
Bahu Bhâu Pamedhângan
Betis Bettés Podhâk
Dada Dâdâ -
Jari Keriki’ Rajhungan
Jari Kelingking Ték-entékân -
Jari Manis Tonjhu’ manis -
Jari Telunjuk Tonjhuk Tudhing -
Jari Tengah Tonjhuk Tenga -
Jempol Pol-empolan -
Jenggot Jenggu’ Komés
Kaki Soko Padhe
Kepala Cétak Séra
Kuku Koko Kanaka
Kumis Songot Komés
Leher Lé’ér Ghulu
Lengan Lengngen Ghulungan
Lutut To’ot Dhengkol
Lutut Bag. Du’kedduân –
Belakang
Mata kaki Centél/ pentél -
Paha Pokang -
Perut Tabu’ Padhâ’ârân
Pinggang Téng-enténgan Panyéngsetta
Punggung Tengnga Pongkoran
Pusar Bujhel Poser

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 31


Rambut Obu’ Rambhut
Rusuk Roso’ -
Siku Céngkol Sékot
Tangan Tanang Asta
Wajah Moah Saléra

32 Pepak Bhasah Madura


PAREBASAN

A.
“Aeng sondeng nandha’agi dalemma lembung”
Orang yang pendiam biasanya banyak ilmu
“Agandhu’ kotoran”
Mempunyai niat buruk terhadap orang lain, atau dengan
kata lain bermanis muka dengan maksud buruk
“Ajam menta sasengnget”
Mencelakai diri sendiri
“Aotang dhara nyerra dhara”
Hutang nyawa dibayar dengan nyawa
“Asel ta’ adhina asal”
Meski kaya tetapi tetap bersahaja dalam bersikap
“Atembang poteh matah, lebbi bagus poteh tolang”
Dari pada malu lebih baik mati
“Akanta pappaan takaé”
Seperti pappaan (tembakau yang dipapah orang tua)
tersangkut (diucapkan kepada sesuatu atau seseorang
yang tidak berguna. Tidak bisa diandalkan)
“Akanta pappaan takaé’”

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 33


Seperti pappaan (tembakau yang dipapah orang tua)
tersangkut (diucapkan kepada sesuatu atau seseorang
yang tidak berguna. Tidak bisa diandalkan)
B.
“Basa gambaranna budhi”
Kepribadian seseorang dapat dilihat dari caranya
berbicara
“Basa nantowagi bangsa”
Bahasa menunjukkan bangsa
“Bibirra nolak, atena mellak”
Malu-malu kucing atau hanya menolak di bibir saja,
tetapi sebenarnya dia mau
C.
“Caca pasaran”
Bicara tidak tahu aturan atau kabar burung
D.
16
“Dhapor daddi romma”
Menggambarkan tentang seseorang yang semula kaya
raya, namun kemudian jatuh miskin.
“Dhung tedhung ajam”
Tidur-tiduran
E.
“Epeol kene'”
Diulang-ulang, sampai bosan mendengarnya
“Élmo paghârân”
ilmu pagar (ilmu yang diperoleh tanpa disengaja atau
tanpa guru dan kitab)
K.
“Konye’ gunong”
Seadanya (seperti suguhan)’ Contoh: Eatore, konye’
gunong =Silahkan dimakan, seadanya ..
L.

34 Pepak Bhasah Madura


“Lebbi bagus pote tolang katembang pote matah”
Lebih baik mati daripada menanggung malu
M.
“Meltas manjalin”
Cara berjalan yang sangat indah (wanita)
“Mesken arta sogi ate”
Biar miskin harta, tetapi tetap kaya hatinya

N.
“Najhemmé duri”
Mempertajam duri (Memperparah permusuhan)
“Nga’énga’ dhâbâ”
Ingat-ingat anak katak (Tidak begitu mengingat)
“Ngakan asella aré”
Makan bercampur hari (Sehari makan, sehari lagi tidak
makan. Penyebabnya ialah kesulitan ekonomi sampai-
sampai makan dua hari sekali)
O.
“Oréng jhujhur maté ngonjhur”
Orang jujur mati berselonjor (Orang yang jujur, hidup
matinya paling mujur)
P.
“Péapé tangghiling mate”
(Diucapkan kepada orang yang bermuka dua)
R.
“Ra’para’ élong”
Dekat-dekat hidung (Hampir sampai pada hari H suatu
maksud atau acara)
“Rampa’ naong bâringin Korong”
Rimbun teduh beringin sangkar (Diucapkan kepada
orang kaya yang suka menolong orang yang mengalami
kesusahan)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 35


S.
“Sorem arena”
Mengalami kesusahan atau Sedang menghadapi masalah
“Sa-jhâng-lanjhânga talé tak nyapo’ lanjhânga caca”
Sepanjang-panjangnya tali tidak akan mampu
menandingi panjangnya pembicaraan (Berita yang cepat
sekali tersebar dan menjadi buah bibir)
“Séla bhân-embhân ghi’ eghindungi”
Sudah memangku masih digendongi pula (Pekerjaan
banyak yang dilimpahkan ke satu orang)
Sa-jhâng-lanjhânga talé tak nyapo’ lanjhânga caca
Sepanjang-panjangnya tali tidak akan mampu
menandingin panjangnya pembicaraan (Berita yang
cepat sekali tersebar dan menjadi buah bibir)
Séla bhân-embhân ghi’ eghindungi
Sudah memangku masih digendongi pula (Pekerjaan
banyak yang dilimpahkan ke satu orang)
T.
“Tadha aeng agili ka olo”
Tidak ada orangtua yang minta ke anaknya
Watak anak tidaklah berbeda dengan orangtuanya
Ta’ nyerrep bujâ accem
Tidak menyerap garam asam (Tidak mau menerima
nasihat)
Ta’ tao bârâ’ ta’ tao témor
Tidak tahu barat tidak tahu timur (Orang yang bingung
di daerah asing dan tidak memiliki kenalan sama sekali)
Ta’ tao lébât é bâbâna bâringin
Tidak pernah lewat di bawah pohon beringin (Orang
yang tidak tahu tatakrama)

Tadâ’ alas sé tadâ’ macanah

36 Pepak Bhasah Madura


Tidak ada hutan yang tidak ada harimaunya (tidak ada
tempat yang tidak ada sesepuhnya atau seseorang yang
dihormati)
Tadâ’ apoy tak akokos
16
Tidak ada api yang tidak berasap (tidak ada kejadian
yang tidak menjadi bahan pembicaraan orang)
Tadâ’ dhâlâng sé tadâ’ lakonah
Tidak ada dalang yang tidak memiliki pekerjaan (Orang
rajin pasti ada saja yang bisa dikerjakan)
Tadâ’ ghentong nyello’ ka canténg
tidak ada gentong air yang mengambil air dari gayung
(tidak ada orang tua yang mengharap bantuan materiil
dari anak)
Tak kenning ajhum polé
Tidak bisa diluruskan atau dirapikan lagi (Sesuatu yang
tidak bisa diperbaiki seperti semula. Atau dua orangyang
tidak bisa diakurkan kembali)
Tangghâ’ tapé jhâ’ opaé
Biarkan tampil tapi tidak perlu diupah (Dengarkan
pembicaraannya tapi tidak perlu dipercaya)
Ta’ tao bârâ’ ta’ tao témor
Tidak tahu barat tidak tahu timur (Orang yang bingung
di daerah asing dan tidak memiliki kenalan sama sekali)
Ta’ tao lébât é bâbâna bâringin
Tidak pernah lewat di bawah pohon beringin (Orang
yang tidak tahu tatakrama)
Tadâ’ alas sé tadâ’ macanah
Tidak ada hutan yang tidak ada harimaunya (tidak ada
tempat yang tidak ada sesepuhnya atau seseorang yang
dihormati)
Tadâ’ apoy tak akokos

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 37


Tidak ada api yang tidak berasap (tidak ada kejadian
yang tidak menjadi bahan pembicaraan orang)
Tadâ’ dhâlâng sé tadâ’ lakonah
Tidak ada dalang yang tidak memiliki pekerjaan (Orang
rajin pasti ada saja yang bisa dikerjakan)
Tadâ’ ghentong nyello’ ka canténg
tidak ada gentong air yang mengambil air dari gayung
(tidak ada orang tua yang mengharap bantuan materiil
dari anak)
Tak kenning ajhum polé
Tidak bisa diluruskan atau dirapikan lagi (Sesuatu yang
tidak bisa diperbaiki seperti semula. Atau dua orangyang
tidak bisa diakurkan kembali)
Tangghâ’ tapé jhâ’ opaé
Biarkan tampil tapi tidak perlu diupah (Dengarkan
pembicaraannya tapi tidak perlu dipercaya)

38 Pepak Bhasah Madura


Carakan Madura gi’ lamba’ anyama aksara Jaba, polana
tolesanna padha kalaban Aksara
(Carakan Madura dahulu bernama aksara jawa, karena
tulisannya sama dengan aksara jawa)

Kaangguy tao noles ban maca Carakan Madura se parlo


ekataowe otaba e afallagi gallu
(Untuk tahu menulis dan membaca carakan Madura, yang
perlu diketahui atau dihafalkan terlebih dahulu)

Dasar-dasarra tolesan ban baca’anna aksara GAJANG se gi’


tadha’ pangangguyya bannya’na badha
18
Dasar-dasar tulisan dan bacaan aksara Gajang yang belum
ada tanda atau pasangannya, yang banyaknya ada 20
macem. 20 macam)

Cara noles Carakan Madura laen ban noles laten se biasa,


tolesanna Carakan Madura etoles
(Cara menulis carakan Madura beda dengan menulis
tulisan latin yang biasa, tulisan carakan madura ditulis
agantong e garissa buku se badha.)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 39


Contona:
menggantung di garis buku yang ada), contohnya:

ban carana noles carakan madura kodu e ella’e sagaris


otaba sacokobba, sabab aksara gajang bila
(dan cara menulis carakan Madura harus di beri jarak satu
garis atau secukupnya, karena aksara gajang kalua)

badha panamba, pangangguy, gantongan tako’ tolesanna


acampor se eattas ban se ebaba’anna.
(Ada pasangannya, ditakutkan tulisannya bercampur
dengan tulisan yang ada diatas atau dibawahnya).

Saellana tao ban afal tolesan ban baca’anna akasara


gajang pas molae ajar noles ban maca
(Setelah mengetahui dan hafal tulisan bacaan aksara
gajang, terus mulai belajar cara menulis dan membaca)

aksara gajang se badha pangangguyya bannya’na 12


macem ( seanyama pangangguy panamba ban
(aksara gajang yang ada pasangannya, yang banyaknya 12
macam)

40 Pepak Bhasah Madura


Parlo ekataowe pole mon noles Carakan Madura bisa etoles
mereng, bisa keya etoles manjeng
(Perlu diketahui juga kalau menulis carakan Madura bisa
ditulis miring, bisa juga ditulis dengan tulisan berdiri)

akantha conto e attas. Ban tolesan Carakan Madura mon


etoles kandel tepes akantha conto e attas.
Seperti contoh diatas. Dan tulisan Carakan Madura kalau
ditulis dengan tulisan tebal tipis seperti contoh diatas)

E dhalem aksara gajang tadha’ aksara Ha, Fa, Za ban


laenna, tape pangajaran e budhi
(Didalam aksara gajang tidak ada aksara Ha, Fa, Za dan
lainnya, namun pelajaran dibelakang
badha se anyama aksara REKAAN.
ada yang namanya aksara rekaan).

Bila ella tao kabbi akasara Gajang ban pangangguyya,


panamba, papaten ajar pole se
(Kalau sudah tahu semua aksara gajang dan pasangan-
pasangannya, belajar lagi pasangan lainnya
anyama pasangan dhampengan ban Gantongan.
yang bernama pasangan dhampengan dan gantongan).

Saellana aksara gajang se wajib e berri’ dhampengan /


Gantongan, pas tolesanna sabagian
(Setelah aksara gajang yang wajib diberi dhampengan /
gantongan, sebagian tulisannya
aoba tape baca’anna paggun.
berubah tapi bacaannya tetap)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 41


• Aksara carakan madura (aksara kene’ ) bannya’na
badha 20 macem se enyamae aksara GAJANG, polana gi’
tadha’ pangangguyya:
(Aksara carakan madura ada 20 macam banyaknya,
yang dinamai aksara gajang, karena belum ada
pasangannya. / )

Conto tolesan ban baca’anna:

42 Pepak Bhasah Madura


• Pangangguyya aksara / sowara (tandha baca)
pangangguy, panamba ban papaten badha 12 macem
(Pasangan aksara ada 12 macam)/ There are 12 kinds of
character pairs
• Settong (1) (satu)

Lenge /taleng kaangguy ngoba aksara gajang amonye /


asowara:” e “
(Lenge / teleng untuk mengubah aksara gajang
berbunyi: “e “)
Lenge / taleng atoles e adha’na aksara gajang / ajajar
kalaban aksara gajang.
(Lenge / taleng ditulis didepan aksara gajang / sejajar
dengan aksara gajang).

Conto tolesanna:

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 43


Conto baca’anna: (contoh bacaannya)

• Dhuwa’ (2) (dua)

Lenge longo / taleng talong kaangguy ngoba aksara


gajang amonye / asowara : “ o “, tolesan
(Lenge longo / taleng talong untuk mengubah aksara
gajang berbunyi: “o “, tulisan
longo / talong ta’ ekenneng pesa dhari lenge / taleng.
Lenge longo / taleng talong etoles e adha’na ban
longo / talong tidak dapat dipisah dari lenge / taleng.
Lenge longo / taleng talong ditulis didepan dan e budhina
aksara gajang.
belakang aksara gajang).

44 Pepak Bhasah Madura


Conto tolesanna

Conto baca’anna:

• Tello’ (3) (tiga)

Cethak / nyethak kaangguy ngoba aksara gajang


amonye: “i “, cethak / nyethak etoles e
(Cethak / nyethak untuk mengubah aksara gajang
berbunyi: i “, cethak / nyethak ditulis di

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 45


attasanna aksara gajang.
atasnya aksara gajang).
on it gajang
Conto tolesanna:

Conto baca’anna:

46 Pepak Bhasah Madura


• Empa’ (4) (empat)

Soko / nyoko kaangguy ngoba aksara gajang amonye /


asowara: “u “, soko / nyoko etoles
(Soko / nyoko untuk mengubah aksara gajang berbunyi:
“u “, soko / nyoko ditulis
ebudhina agantong ka aksara gajang.
dibelakang menggantung di aksara gajang).

Conto tolesan:

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 47


Conto baca’an:

• Lema’ (5) (lima)

Lajar kaangguy ngoba aksara gajang / pangangguy


amonye otaba mate’e / papaten “ r “, lajar e
(Lajar untuk mengubah aksara gajang berbunyi “ r “,lajar
di Lajar to change gajang script reads: “r “, lajar written
in the script up to gajang
toles e attasanna aksara gajang se tadha’ / se badha
pangangguyya.
18
tulis di atas aksara gajang yang tidak ada pasangannya)

48 Pepak Bhasah Madura


Conto tolesan:

Conto baca’an:

• Ennem (6) (enam)

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 49


Petpet / metpet kangguy ngoba aksara gajang se tadha’
/ sebadha pangangguyya amonye: “e “,
(Petpet / metpet untuk mengubah aksara gajang yang
tidak ada pasangannya berbunyi: “e “,
petpet / metpet atoles eattassa aksara gajang se tadha’
otaba se badha pangangguyya.
petpet / metpet ditulis diatas aksara gajang yang tidak
ada atau ada pasangannya).
Conto tolesanna:

Conto baca’anna :

50 Pepak Bhasah Madura


• Petto’ (7) (tujuh)

Cekcek/nyekcek kaangguy ngoba aksara gajang se


tadha’/sebadha pangangguyya amonye/
(Cekcek / nyekcek untuk mengubah aksara gajang yang
ada dan tidak ada pasangannya berbunyi/
asowara: “ng “, etoles e attasanna aksara gajang se
tadha’ / sebadha pangangguyya.
bersuara: “ng “, ditulis diatasnya aksara gajang yang ada
dan tidak ada pasangannya).
Conto tolesanna:

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 51


Conto baca’anna:

• Bellu’ ( 8 ) (delapan)

Bisat / Wi’nyan kaangguy ngoba aksara gajang ban


pangangguyya amonye / asowara se ngerjat /
(Bisat / wi’nyan untuk mengubah aksara gajang dan
pasangannya berbunyi / bersuara kaget
nyenthak / nare’ (tadha’, nase’, pate’ ) etoles e budhina
aksara gajang se tadha’ / se badha
ditulis dibelakang aksara gajang yang ada dan tidak ada
pangangguyya. pasangannya)

52 Pepak Bhasah Madura


Conto Tolesanna:

Conto baca’anna:

• Sanga’ (9) (sembilan)

Pangangguy Peder / Cakra kaangguy ngoba aksara


gajang se tadha’ / sebadha pangangguyya
(Pasangan peder / cakra untuk mengubah aksara gajang
yang ada dan tidak ada pasangannya

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 53


amonye / asowara rampet “r “( pra, kru, pre, sri ) bll.
Peder / Cakra etoles e konco’ budhina aksara
berbunyi / bersuara “r “ (pra, kru, pre, sri) dll. Peder /
cakra ditulis di ujung belakang aksara
gajang. Gajang)

Conto Tolesanna:

Conto baca’anna:

54 Pepak Bhasah Madura


• Sapolo (10) (sepuluh)

Perper / Kerret kaangguy ngoba aksara gajang ban


pangangguyya aksara amonye / asowara
19
(Perper / kerret untuk mengubah aksara gajang dan
pasangannya aksara berbunyi / bersuara
rampet: “re”. Perper / Kerret etoles e konco’ budhina
aksara gajang.
“re “. Perper / kerret ditulis di ujung belakang aksara
gajang).

Conto tolesanna:

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 55


Conto baca’anna:

56 Pepak Bhasah Madura


Adrian Pawitra. 2009. “Kamus Lengkap Bahasa Madura –
Indonesia”. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
21
Kramer Sr. A.L. N, Kamus Indonesia (Indonesisch-Nederlands
en Nederlands-Indonesisch), Gravenhage 1951Djakarta,
G.B Van Goor Zonens Uitgevermaatschaapp N.V.

P. Penninga & Hendriks H. 1913. “Practish Madurees-


Nederlands, WOORDENBOEK”, G.C.T. van Dorp & Co.N.V.
Semarang – Deen Haag.

Zainuddin, sodaqoh. “Bahasa Madura”. Jakarta.

Riska Fita Lestari, [Link]. dan Lutfi Irawan Rahmat, [Link]. 57


iska Fita Lestari. Lahir di Jember 28 September 1989.

R Memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi


pendidikan Bahasa Indonesia FKIP universitas
muhammadiyah jember tahun 2012. menyelesaikan
pendidikan magister di Universitas Sebelas Maret Pendidikan
Bahasa Indonesia selesai pada tahun 2015. Saat ini ia bekerja
sebagai dosen mata kuliah umum khususnya mata kuliah
Bahasa Indonesia di Fakultas Teknik Universitas PGRI
Banyuwangi.

utfi Irawan Rahmat menyelesaikan pendidikan S1

L pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas


Muhammadiyah Jember tahun 2011. Pendidikan magister
ditempuh di Universitas Sebelas Maret Pendidikan Bahasa
Indonesia selesai pada tahun 2015. Saat ini ia bekerja sebagai
dosen mata kuliah umum khususnya mata kuliah Bahasa
Indonesia di Fakultas Pendidikan Jasmani Olahraga dan
Rekreasi Universitas PGRI Banyuwangi.

58 Pepak Bhasah Madura


Turnitin Riska Fita Lestari - Pepak Bhasah Madura
ORIGINALITY REPORT

14 %
SIMILARITY INDEX
9%
INTERNET SOURCES
2%
PUBLICATIONS
2%
STUDENT PAPERS

44
PRIMARY SOURCES

1
[Link]
Internet Source 8%
2
[Link]
Internet Source 1%
3
[Link]
Internet Source 1%
4
[Link]
Internet Source 1%
5
[Link]
Internet Source 1%
6
pdfcoff[Link]
Internet Source 1%
7
[Link]
Internet Source 1%
8
[Link]
Internet Source 1%
9
[Link]
Internet Source 1%
10
[Link]
Internet Source <1%
[Link]
11 Internet Source <1%

Exclude quotes On Exclude matches Off


Exclude bibliography On
Turnitin Riska Fita Lestari - Pepak Bhasah Madura
PAGE 1

PAGE 2

PAGE 3

PAGE 4

PAGE 5

PAGE 6

PAGE 7

PAGE 8

PAGE 9

PAGE 10

PAGE 11

PAGE 12

PAGE 13

PAGE 14

PAGE 15

PAGE 16

PAGE 17

PAGE 18

PAGE 19

PAGE 20

PAGE 21

PAGE 22

PAGE 23

PAGE 24

PAGE 25

PAGE 26
PAGE 27

PAGE 28

PAGE 29

PAGE 30

PAGE 31

PAGE 32

PAGE 33

PAGE 34

PAGE 35

PAGE 36

PAGE 37

PAGE 38

PAGE 39

PAGE 40

PAGE 41

PAGE 42

PAGE 43

PAGE 44

PAGE 45

PAGE 46

PAGE 47

PAGE 48

PAGE 49

PAGE 50

PAGE 51

PAGE 52

PAGE 53

PAGE 54
PAGE 55

PAGE 56

PAGE 57

PAGE 58

PAGE 59

PAGE 60

PAGE 61

PAGE 62

PAGE 63

PAGE 64

PAGE 65

PAGE 66

Anda mungkin juga menyukai