Interaksi Terapeutik Pasien Halusinasi
Interaksi Terapeutik Pasien Halusinasi
Disusun Oleh :
Putri Sonia Istiqoma
(25260029)
Inisial Klien : Tn A
Usia : 43 tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-1
Hari/Tanggal : 29 September 2025
Jam : 09.00-09.15 (15 menit )
Lingkungan dengan klien : Tempat interaksi di ruang tamu. Perawat dan pasien duduk di kursi berhadapan.
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, rambut bersih disisir dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- Membina hubungan saling percaya
- Mengenali halusinasi yang dialami: isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon.
- Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Rasional
Perawat Klien
P: Assalamu’alaikum, bapak P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien menunjukkan
tersenyum, sikap terbuka terbuka penghargaan perawat kepada
klien. Penghargaan kepada
K: Melihat ke arah perawat orang lain merupakan modal
dan mengulurkan tangan awal seseorang dapat
membuka diri dengan orang
lain
K: Waalaikumsalam K: Klien memandang Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif Perawat mempertahankan
perawat dan menjawab tubuh dengan terapeutik dengan menjawab salam sikap terbuka, memandang
salam dari perawat yang disampaikan oleh dan mendengarkan dengan
P: Mempertahankan sikap perawat penuh perhatian ketika
terbuka, memandang, dan berinteraksi dengan klien
mendengarkan dengan
perhatian
P: perkenalkan nama saya P : Suara jelas memandang Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi perawat
perawat Putri Sonia saya klien dengan bersahabat membuka diri dan mencoba pertanyaan perawat untuk memudahkan dan
senang dipanggil Putri. Saya sikap terbuka dan menggali identitas klien membina hubungan saling
Mahasiswa profesi Ners tersenyum percaya dengan klien
universitas dehasen K : Memandang perawat dan
Bengkulu. Nama b a p a k tersenyum
siapa? Dan
senang dipanggil apa pak?
K: nama saya A panggil saja K: Suara klien terdengar Perawat menunjukkan sika Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri dan
Ibu m sukanya dipanggil m jelas dan lantang juga terbuka dengan klien menampakkan rasa percaya mengatakan nama panggilan
ya memandang perawat dengan dengan perawat yang disukai dapat
serius meningkatkan rasa percaya
P: Mendengarkan dengan kepada orang lain
penuh perhatian dan sikap
terbuka
P: Oh baik pak A. P: Suara jelas, tetap Perawat mencoba menggali
Bagaimana perasaan bapak tersenyum, mempertahankan kondisi klien dengan
hari ini? Apakah ada sikap terbuka, memandang pertanyaan terbuka, memberi
keluhan? klien dengan bersahabat kesempatan klien
K: Memandang perawat, mengeksplorasikan apa yang
wajah tampak rileks dirasakan klien
K: Ga ada sus Cuma saya K: Suara terdengar jelas, Perawat menunjukkan sikap Klien sudah mulai Klien sudah mulai membuka
lebih suka ngabisin waktu di klien tenang, klien terbuka dengan klien menanamkan sikap terbuka diri dengan perawat. Ini
kasur, saya sudah lama ga memandang perawat dengan perawat merupakan awal yang baik
dengar bisikan bisikan P: memandang klien dengan untuk mengetahui lebih
sikap bersahabat dan dalam lagi tentang masalah
mempertahankan sikap yang dihadapinya
terbuka
P: Walaupun bapak udah P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
jarang banget dengar bisikan mata, sambil mengangguk klasifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapan klien.
bisikan gimana kalau kita perlahan, dengan suara yang yang dihadapi klien mengungkapkan Kontrak waktu, topik dan
tetap belajar gimana penuh perhatian, dengan serta membuat kontrak permasalahan yang dihadapi tempat merupakan cara
bercakap-cakap tentang suara penuh perhatian pertemuan dan menentukan untuk menjalin hubungan
bisikan yang bapak pernah K: memandang perawat topik pembicaraan yang terapeutik
alami itu? Jika bapan mendengarkan dan
bersedia mau dimana menjawab ertanyaan, muka
dimana kita berbincang- tampak mulai rileks, tangan
bincang? Dan mau berapa diletakkan di atas meja
lama pak?
K: Boleh kita ngobrol di sini K: Wajah sudah tampak Perawat mempertahankan Klien sudah tampak percaya Klien sudah membuat suatu
saja ya, tapi sehabis jnj saya rileks, memandang lawan sikap terbuka dengan klien dengan kehadiran perawat keputusan sederhana
mau istirhat lagi
bicara, dan sesekali dan dapat membuat kontrak
tersenyum sendiri yang jelas
P: Tersenyum dan
menganggukkan kepala
P : Baiklah bagaimana kalau P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi isi,
kita ngobrol 20 menit, mempertahankan sikap menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat waktum frekuensi, situasi,
baiklah sekarang coba bapak terbuka, suara jelas halusinasi pendengaran yang dan respon pasien jika terjadi
ceritakan apakah bapak K: Mendengarkan dan dialami oleh klien halusinasi
mendengar suara tetapi tidak menjawab pertanyaan
ada wujudnya? Lalu apa perawat, memandang
yang dikatakan suara itu pak? perawat.
K: Iya dulu saya mendengar K: Menjawab dengan suara Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Klasifikasi dari klien
suara bisikan tetapi yang yang jelas menggali lebih jauh tentang hal yang ditanyakan oleh menandakan klien sudah
bapak dengarkan itu bisikan P: mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran yang perawat mencoba berpikir rasional.
aneh dan berisik Tapi dari klien dengan serius dialami oleh klien Hal ini dilakukan perawat
sekarang udah enggak untuk meningkatkan
pernah lagi saya udah Perawar mendengarkan kemampuan analisa klien
sembuh kok keterangan yang terhadap suatu masalah
disampaikan klien
P: apakah terus menerus P: mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengar pertanyaan Perawat berusaha
terdengar atau sewaktu- terbuka, suara jelas menggali lebih jauh tentang perawat mengekplorasi dengan
waktu saja (kadang- halusinasi pendengaran yang memberikan pertanyaan
kadang)? K: Mendengarkan dan dialami oleh klien terbuka yang bertujuan
Kapan yang paling sering menjawab pertanyaan untuk menggali pikiran dan
bapak dengar suara itu? perawat, memandang perasaan klien
Berapa kali dalam sehari perawat
suara itu
muncul?
K: Udah lama kadang- K: Menjawab dengan suara Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Klarifikasi dari klien
kadang aja sekarang engga yang jelas menggali lebih jauh tentang hal yang ditanyakan oleh menandakan klien sudah
lagi P: Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran yang perawat mencoba berpikir rasional.
dari klien dengan serius dialami oleh klien Hal ini dilakukan perawat
untuk meningkatkan
Perawar mendengarkan kemampuan analisa klien
keterangan yang terhadap suatu masalah
disampaikan klien
P: Pada keadaan apa suara P: Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
itu terdengar pak dulu? terbuka, suara jelas menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat mengekplorasi dengan
Apakah pada waktu sendiri? halusinasi pendengaran yang memberikan pertanyaan
Apa saja yang bapak K: Mendengarkan dan dialami oleh klien terbuka yang bertujuan
rasakan pada saat menjawab pertanyaan untuk menggali pikiran dan
mendengar suara tersebut? perawat, memandang perasaan klien
Apa yang bapak lakukan perawat
jika mendengar suara itu?
Apakah dengan
cara itu suaranya hilang pak?
K: Iya suara itu muncul saat
K: Klien menjawab Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan tentang Klarifikasi dari klien
bapak sedang sendirian. pertanyaan erawat dengan menggali lebih jauh tentang hal yang ditanyakan oleh menandakan klien sudah
Kalau bisikan itu munculserius. Terlihat sedih halusinasi pendengaran yang perawat mencoba berpikir rasional.
biasanya saya diamkan saja dialami oleh klien Hal ini dilakukan perawat
P: Perawat mendengarkan
mbak. Kadang suara itu bisa untuk meningkatkan
hilang. keterangan yang kemampuan analisa klien
disampaikan klien terhadap suatu masalah
P: Bagaimana kalau kita P: tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
belajar cara-cara untuk mempertahankan sikap menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
mengontrol dan mencegah terbuka, suara jelas halusinasi pendengaran yang dialami oleh klien
suara-suara itu muncul? dialami oleh klien
K: Mendengarkan dan
menjawab pertanyaan
perawat, memandang
perawat
K: Iya boleh. Gimana K: Tampak bersemangat Perawat mencoba untuk Klien menjawab pertanyaan Klarifikasi dari klien
caranya mbak? menggali lebih jauh tentang perawat menandakan klien sudah
P: Perawat mendengarkan halusinasi pendengaran yang mencoba berpikir rasional.
keterangan yang dialami oleh klien Hal ini dilakukan perawat
disampaikan klien untuk meningkatkan
kemampuan analisa klien
terhadap suatu masalah
P: pak ada empat cara untuk P: Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
mencegah suara-suara itu terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
muncul. Pertama dengan mencegah/mengontrol dialami oleh klien
cara menghardik, kedua K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
dengan cara bercakap-cakap penjelasan perawat, dialami oleh klien
dengan orang lain. Ketiga memandang perawat
dengan cara melakukan
kegiatan yang sudah
terjadwal. Dan yang
keempat dengan cara minum
obat dengan teratur.
Bagaimana kalau sekarang
kita belajar cara yang
pertama dulu, yaitu dengan
menghardik
K: Iya boleh K: Tersenyum, sedang, Perawat mencoba untuk Klien menjawab ertanyaan Untuk mencegah/mengontrol
sambil menganggukan mengajarkan cara perawat halusinasi pendengaran yang
kepala mencegah/mengontrol dialami oleh klien
halusinasi pendengaran yang
P: Perawat mendengarkan dialami alami oleh klien
keterangan yang
disampaikan klien
P: cara menghardik suara P: Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
suara tersebut yaitu sebagai terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
berikut: saat suara- mencegah/mengontrol dialami oleh klien
suara/bisikan itu muncul K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
langsung tutup telingan dan penjelasan perawat, dialami oleh klien
bila “pergi, pergi saya tidak memandang perawat,
mau dengar, kamu suara menganggukan kepala
palsu”. Kata-kata itu diulang
sampai suara itu tidak
terdengar lagi. Coba
sekarang ibu peragakan.
K: Baik. Kalau suara itu K: Memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah/mengontrol
muncul pak langsung tutup menghardik suara mengajarkan cara menghardik suara halusinasi pendengaran yang
telingan “pergi, saya tidak mencegah/mengontrol dialami oleh klien
mau dengar, kamu suara P: Memperhatikan cara halusinasi pendengaran yang
palsu”. menghardik suara yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien
P: Ya bagus p a k sudah bisa P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
melakukannya dengan baik mempertahankan sikap mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol dialami oleh klien
K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
penjelasan perawat, dialami oleh klien
memandang perawat
P: Bagaimana perasaan ibu P: Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi/validasi
setelah latihan cara yang mempertahankan sikap evaluasi/validasi perasaan pertanyaan perawat perasaan klien setelah
pertama untuk mengontrol terbuka, suara jelas klien setelah melakukan cara melakukan cara menghardik
halusinasi dengan cara K: Mendengarkan menghardik
menghardik? penjelasan perawat,
memandang perawat
K:saya itu sudah ga perlu K: Mengungkapkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi/validasi
Menghardik lagi karena saya perasaannya setelah evaluasi/validasi perasaan perawat perasaan klien setelah
udah gak pernah dengar melakukan cara menghardik klien setelah melakukan cara melakukan cara menghardik
bisikan bisikan itu saya udah menghardik
sehat tapi saya bisa kok P: Mendengarjan,
mempertahankan sikap
terbuka
P: Ya sudah coba bapak P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
sebutkan lagi cara mencegah terbuka, suara jelas subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
dan mengontrol suara-suara/ evaluasi objektif evaluasi objektif
bisikan itu? Setelah itu K: Mendengarkan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
bapak peragakan kembali pertanyaan perawat, cara menghardik suara cara menghardik suara
caranya memandang perawat
K: Caranya dengan K: Menyebutkan dan Perawat melakukan evaluasi Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi
menghardik. Caranya yaitu memperagakan cara subjektif (kognitif) dan perawat subjektif (kognitif) dan
saat suara-suara itu muncul mencegah suara dengan cara evaluasi objektif evaluasi objektif
langsung bilang “pergi, menghardik (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
pergi saya tidak mau dengar, cara menghardik suara cara menghardik suara
saya tidak mau dengar, P: Memperhatikan klien,
kamu suara palsu”. mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Iya sudah benar yang P: senang, tersenyum, Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
bapak sebutkan, tapi ada mempertahankan sikap subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
tiga cara
lagi yaitu dengan cara terbuka, suara jelas evaluasi objektif evaluasi objektif
bercakap-cakap, melakukan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
kegiatan terjadwal dan K: Mendengarkan cara menghardik suara cara menghardik suara
meminum obat. Lalu, tadi penjelasan perawat,
ibu sudah benar cara tersenyum
melakukannya. Wah
bapak
hebat
P: Kita masukkan cara P: Tersenyum, Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
menghardik suara ke dalam mempertahankan sikap menghardik suara ke dalam pertanyaan perawat menghardik ke dalam jadwal
jadwal kegiatan harian ya terbuka, suara jelas jadwal kegiatan harian klien kegiatan harian klien agar
bapak Jadi, bila suara-suara dan perawat melakukan klien daat melakukan cara
itu muncul bapak bisa K: Mendengarkan rencana tindak lanjut kepada menghardik secara teratur
melakukan pertanyaan perawat, klien jika suara itu muncul
cara menghardik sesuai memandang perawat
jadwal
P: Baiklah bapak bagaimana K: Menyetujuk kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien menjawab pertanyaan Kontrak untuk kegiatan
kalau kita bertemu lagi akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu perawat selanjutnya
untuk latihan cara yang dan tersenyum bercakap-cakap dengan
kedua yaitu bercakap-cakap orang lain
dengan orang lain? Mau jam P: Tersenyum,
berapa bapak? Bagaimana mempertahankan sikap
kalau jam 11? Lalu dimana terbuka, suara jelas
tempatnya disini atau
ditaman bu?
K: Iya boleh. Jam 11, disini K: menyetujui kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
saja mbak akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu pertanyaan perawat selanjutnya
dan tersenyum bercakap-cakap dengan
orang lain
P: Tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Sampai jumpa K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Salam untuk menjalin rasa
pak. Assalamu’alaikum (mengulurkan tangan), pertanyaan perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
K: Waalaikum’salam K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab pertanyaan Salam untuk menjalin rasa
(mengulurkan tangan), perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn A
Usia : 43 Tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-2
Hari/Tanggal : 30 September 2025
Jam : 10.15-10.20(15 menit)
Lingkungan dengan klien : Tempat interaksi di ruang tamu. Perawat dan pasien duduk di kursi berhadapan.
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, rambut bersih disisir dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Rasional
Perawat Klien
P: Assalamu’alaikum, bapak P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien menunjukkan
tersenyum, sikap terbuka terbuka penghargaan perawat kepada
klien. Penghargaan kepada
K: Melihat ke arah perawat orang lain merupakan modal
dan mengulurkan tangan awal seseorang dapat
membuka diri dengan orang
lain
K: Waalaikumsalam K: Klien memandang Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif Perawat mempertahankan
perawat dan menjawab tubuh dengan terapeutik dengan menjawab salam sikap terbuka, memandang
salam dari perawat yang disampaikan oleh dan mendengarkan dengan
P: Mempertahankan sikap perawat penuh perhatian ketika
terbuka, memandang, dan berinteraksi dengan klien
mendengarkan dengan
perhatian
P: Bapak apakah masih P : Suara jelas memandang Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi perawat
ingat nama saya? klien dengan bersahabat membuka diri dan mencoba pertanyaan perawat untuk memudahkan dan
sikap terbuka dan menggali identitas klien membina hubungan saling
tersenyum percaya dengan klien
K : Memandang perawat dan
tersenyum
K: Masih mbak putri kannn K: Suara klien terdengar Perawat menunjukkan sika Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri dan
hehehe jelas dan lantang juga terbuka dengan klien menampakkan rasa percaya mengatakan nama panggilan
memandang perawat dengan dengan perawat yang disukai dapat
serius meningkatkan rasa percaya
P: Mendengarkan dengan kepada orang lain
penuh perhatian dan sikap
terbuka
P: Baik bapak Bagaimana P: Suara jelas, tetap Perawat mencoba menggali
perasaan bapak hari ini? tersenyum, mempertahankan kondisi klien dengan
Apakah masih sering sikap terbuka, memandang pertanyaan terbuka, memberi
mendengar suara-suara? klien dengan bersahabat kesempatan klien
K: Memandang perawat, mengeksplorasikan apa yang
wajah tampak rileks dirasakan klien
K : Iya aku udah gak pernah K: Suara terdengar jelas, Perawat menunjukkan sikap Klien sudah mulai Klien sudah mulai membuka
lagi dengar suara suara udah klien tenang, klien terbuka dengan klien menanamkan sikap terbuka diri dengan perawat. Ini
lama enggak pernah dengar memandang perawat dengan perawat merupakan awal yang baik
suara suara aku aja ini baru P: memandang klien dengan untuk mengetahui lebih
datang dari Jakarta haha sikap bersahabat dan dalam lagi tentang masalah
mempertahankan sikap yang dihadapinya
terbuka
P: waduh eheheheh iyaadeh P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
tapi bagaimana kalo kita mata, sambil mengangguk klasifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapan klien.
belajar menghardik supaya perlahan, dengan suara yang yang dihadapi klien mengungkapkan Kontrak waktu, topik dan
nanti saat suara itu datang penuh perhatian, dengan serta membuat kontrak permasalahan yang dihadapi tempat merupakan cara
Bapak sudah bisa okeyy suara penuh perhatian pertemuan dan menentukan untuk menjalin hubungan
mau dimana? K: memandang perawat topik pembicaraan yang terapeutik
mendengarkan dan
menjawab ertanyaan, muka
tampak mulai rileks, tangan
diletakkan di atas meja
K: Boleh kita ngobrol di sini K: Wajah sudah tampak Perawat mempertahankan Klien sudah tampak percaya Klien sudah membuat suatu
saja ya, mau berapa lama aja rileks, memandang lawan sikap terbuka dengan klien dengan kehadiran perawat keputusan sederhana
boleh saja sama ibuk putri bicara, dan sesekali dan dapat membuat kontrak
hehehe tersenyum sendiri yang jelas
P: Tersenyum dan
menganggukkan kepala
P : Baiklah bagaimana kalau P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi isi,
kita ngobrol 15 menit, Cara mempertahankan sikap menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat waktum frekuensi, situasi,
kedua untuk terbuka, suara jelas halusinasi pendengaran yang dan respon pasien jika terjadi
mencegah/mengontrol K: Mendengarkan dan dialami oleh klien halusinasi
halusinasi yang lain adalah menjawab pertanyaan
dengan bercakap-cakap perawat, memandang
dengan orang lain. Jadi perawat.
kalau bapak mulai
mendengar suara-suara,
langsung saja cari teman
untuk diajak
ngobrol. Minta teman untuk
ngobrol dengan bapak
Contohnya begini; …
tolong, saya mulai dengar
suara-suara. Ayo ngobrol
dengan saya! Begitu bu.
Coba ibu lakukan seperti
saya tadi lakukan.
K: Baik. Kalau suara itu K: Memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah/mengontrol
mengajak teman untuk bercakap-cakap suara mengajarkan cara bercakap-cakap suara halusinasi pendengaran yang
mengobrol. tolong, saya mencegah/mengontrol dialami oleh klien
mulai dengar suara-suara. P: Memperhatikan cara halusinasi pendengaran yang
Ayo ngobrol dengan saya! . bercakap-cakap suara yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien
P: Ya, begitu. Bagus! Coba P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
sekali lagi! Bagus! Nah, mempertahankan sikap mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
latih terus ya pak terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol dialami oleh klien
K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
penjelasan perawat, dialami oleh klien
memandang perawat
P: Bagaimana perasaan pak P: Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi/validasi
setelah latihan cara yang mempertahankan sikap evaluasi/validasi perasaan pertanyaan perawat perasaan klien setelah
kedua untuk mengontrol terbuka, suara jelas klien setelah melakukan cara melakukan cara bercakap-
halusinasi dengan bercakap- K: Mendengarkan bercakap-cakap cakap
cakap? penjelasan perawat,
memandang perawat
K: Bapak senang bisa K: Mengungkapkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi/validasi
bercakap cakap dengan ibu perasaannya setelah evaluasi/validasi perasaan perawat perasaan klien setelah
putri tapi bapak malas kalau melakukan cara bercakap- klien setelah melakukan cara melakukan cara bercakap-
ngobrol sama teman-teman cakap bercakap-cakap cakap
lebih suka santai di kasur
P: Mendengarjan,
mempertahankan sikap
terbuka
P: Coba bapak sebutkan lagi P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
berapa cara mencegah dan terbuka, suara jelas subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
mengontrol suara-suara/ evaluasi objektif evaluasi objektif
bisikan itu? Setelah itu K: Mendengarkan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
bapak peragakan kembali pertanyaan perawat, cara menghardik suara cara menghardik suara
caranya memandang perawat
K: Lupa hehe he tapi tadi itu K: Menyebutkan dan Perawat melakukan evaluasi Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi
kak kira-kira menghardik memperagakan cara subjektif (kognitif) dan perawat subjektif (kognitif) dan
yang kemarin terus ngobrol mencegah suara dengan cara evaluasi objektif evaluasi objektif
betul enggak Bu ? bercakap-cakap (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
cara bercakap-cakap cara bercakap-cakap
P: Memperhatikan klien,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Iya sudah benar yang P: senang, tersenyum, Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
bapak sebutkan, tapi ada mempertahankan sikap subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
dua cara lagi yaitu dengan terbuka, suara jelas evaluasi objektif evaluasi objektif
cara melakukan kegiatan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
terjadwal dan meminum K: Mendengarkan cara bercakap-cakap cara bercakap-cakap
obat. Lalu, tadi bapak sudah penjelasan perawat,
benar cara melakukannya. tersenyum
Wah bapak hebat
P: Kita masukkan cara P: Tersenyum, Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
bercakap-cakap suara ke mempertahankan sikap bercakap-cakap suara ke pertanyaan perawat menghardik ke dalam jadwal
dalam jadwal kegiatan terbuka, suara jelas dalam jadwal kegiatan kegiatan harian klien agar
harian ya pak Jadi, bila harian klien dan perawat klien daat melakukan cara
suara-suara itu muncul K: Mendengarkan melakukan rencana tindak bercakap-cakap secara
bapak bisa melakukan cara pertanyaan perawat, lanjut kepada klien teratur jika suara itu muncul
bercakap-cakap sesuai memandang perawat
jadwal
P: Baiklah bapak, K: Menyetujuk kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien menjawab pertanyaan Kontrak untuk kegiatan
bagaimana kalau kita akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu perawat selanjutnya
bertemu lagi untuk latihan dan tersenyum melakukan kegiatan yang
lagi yaa… kembali bercakap terjadwal dengan orang lain
cakap P: Tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
K: Iya boleh. Jam 9, disini K: menyetujui kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
saja ibukkk akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu pertanyaan perawat selanjutnya
dan tersenyum melakukan kegiatan yang
terjadwal dengan orang lain
P: Tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Sampai jumpa pak K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Salam untuk menjalin rasa
Assalamu’alaikum (mengulurkan tangan), pertanyaan perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
K: Waalaikum’salam K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab pertanyaan Salam untuk menjalin rasa
(mengulurkan tangan), perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn A
Usia : 25 tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-3
Hari/Tanggal : 2 Oktober 2025 kamis
Jam : 10.00-10.15 (15 menit)
Lingkungan dengan klien : Tempat interaksi di ruang tamu. Perawat dan pasien berbincang berhadapan
diruang ranap
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- klien belajar kembali bercakap cakap sebagai upaya penanganan halusinasi
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Klien Rasional
Perawat
P: P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Salam merupakan kalimat
mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi pembuka untuk memulai suatu
Assalamu’alaikum,bapa tersenyum, sikap terbuka terbuka percakapan sehingga dapat
k terjalin rasa percaya.
K: Waalaikumsalam K: Melihat ke arah perawat
dan mengulurkan tangan dan
menjawab salam perawat
P: Bagaimana perasaan P: duduk berhadapan, Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif dengan Menanyakan kabar
bapak A hari ini? bertanya jelas dan tubuh dengan terapeutik menjawab pertanyaan dari menunjukkan sikap
memandang klien perawat kepedulian terhadap klien
K : baik mbak sudah
makan sudah mandi
K: Klien menjawab
pertanyaan dari perawat
dari perawatKlien
memandang perawat dan
menjawab salam dari perawat
P: Apakah suara-suara P : Suara jelas memandang Perawat tetap menjaga posisi Klien menunjukkan rasa Menanyakan halusinasi yang
nya masih muncul? klien dengan bersahabat sikap tubuh dengan terapeutik nyaman saat berbincang- dialami klien sebagai evaluasi
Apakah sudah dipakai terbuka dan tersenyum dan bincang dengan perawat keefektifan tindakan
dua cara yang telah kita mendengarkan dengan sebelumnya
latih? Bagaiamana perhatian
hasilnya ?
K : Memandang perawat dan
K: saya sudah lama ga tersenyum
denger suara suara ituu
P: baguslah P : Suara jelas memandang Perawat menunjukkan sikap Klien terlihat lebih percaya Memberikan pujian atas
klien dengan bersahabat sikap terbuka dengan klien dan diri dan senang keberhasilan tindakan klien
K:- terbuka dan tersenyum nampak memberi pujian agar klien lebih percaya diri
K : Memandang perawat dan yang tulus atas keberhasilan dalam mengontrol
tersenyum klien halusinasinya
P: Sesuai janji kita hari P : Suara jelas memandang Perawat menunjukkan sika Klien menjawab pertanyaan Kontrak tempat, waktu untuk
ini kita akan belajar klien dengan bersahabat sikap terbuka dengan klien dan perawat interkasi selanjutnya
cara yang ketiga untuk terbuka dan tersenyum selalu tersenyum
mencegah halusinasi
yaitu kegiatan
bercakap cakap ya K: Suara klien terdengar jelas
dan lantang juga memandang
perawat dengan serius
K : Di aini saja ya
K: senang...
P : Oh ya sudah gak P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Klien menjawab pertanyaan Mengevaluasi klien mengerti
papa jadi kalau misalnya menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dengan benar atau tidak
nanti seandainnya ada
suara suara itu muncul
lagi bapa ajak aja teman
bapak ngobrol walaupun
gak banyak setidaknya
ada tupai yang diajak
ngobrol kalau misalnya
saya ada di sini panggil
aja kalau pengen ngobrol
sama saya enggak apa
apa aja yang bisa
dilakukan untuk
penanganan halusinasi
saat datang
K : Menghardik, K : menjawab dengan nada
mengobrol dengan sedang tapi jelas
oeang lain
P : Nah jadi bener P : mempertahankan kontak Perawat memperhatikan Pasien menatap perawat, Kesepakatan dari pasien
banget cobain bapak ini mata dan tetap tersenyum pasien kemudian mengangguk diperlukan untuk kelancaran
selain menghardik, interaksi
bapak enggak mau K : tersenyum (mengangguk)
menghardik ya Pak bisa
berbincang-bincang
sama teman bisa
ngobrol soal kegiatan
sehari-hari kaya udah
makan atau belum
sudah mandi atau
belum gitu ngobrol per
bincangkan yang
sederhana oke Pak.
K : okeee
P : mau jam berapa P : mempertahankan kontak Perawat menyudahi diskusi Pasien menatap perawat, Agar pasien merasa dihargai
Besok kita belajar lagi mata dan tetap tersenyum sambil memperhatikan kemudian mengangguk dan dan pasien bisa kembali
Bagaimana kalo jam pasien dengan menganjurkan tersenyum istirahat
12.00 pagi ? K : Tersenyum dan menatap istirahat
perawat
K : iya ibukk
P : Diruang makan ya !
Bapak istirahat
dulu nanti kita bertemu
lagi
K : iya ibuk
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn A
Usia : 43 tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-4
Hari/Tanggal :
Jam :
Lingkungan dengan klien : Tempat interaksi di ruang merpati . Perawat dan pasien duduk berhadapan .
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, rambut bersih disisir dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- Melanjutkan bercakap cakap dengan pasien
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Klien Rasional
Perawat
P: Assalamu’alaikum, P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Salam merupakan kalimat
bapak mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi pembuka untuk memulai suatu
tersenyum, sikap terbuka terbuka percakapan sehingga dapat
terjalin rasa percaya.
K: Waalaikumsalam K: Melihat ke arah perawat
dan mengulurkan tangan dan
menjawab salam perawat
P: Bagaimana P: duduk berhadapan, Perawat tetap menjaga Klien berespon positif dengan Menanyakan kabar
perasaan bapk hari bertanya jelas dan posisi tubuh dengan menjawab pertanyaan dari menunjukkan sikap kepedulian
ini? Masih inget saya? memandang klien terapeutik perawat terhadap klien
P: Baiklah ya sudah P : Suara jelas memandang Perawat menunjukkan Klien menjawab pertanyaan Kontrak tempat, waktu untuk
hari ini kita mau klien dengan bersahabat sikap terbuka dengan klien perawat interkasi selanjutnya,
ngobrol ngobrol ya sikap terbuka dan tersenyum dan selalu tersenyum memberikan terapi agar pasien
Pak ya kita lanjutkan lebih tenang dan dapat
yang kemarin mau mengontrol suara yang tidak
mau di mana K: Suara klien terdengar nyata itu.
lemah rendah malu juga
memandang perawat dengan
K : Di tempat depan
saja sakalian tensi
P : baik, kita duduk di
tempat makan.
P: P: Mendengarkan dengan Perawat mendengarkan Klien nampak kooperatif Mengetahui terapi obat setelah
Gimana
kabarnya
hari ini
bapak
sehat
udah
minum
obat
belum ?
penuh perhatian dan sikap yang disampaikan pasien dengan menjawab pertanyan diminum oleh pasien
terbuka, mempertahankan perawat dan sambil
kontak mata mengingat-ngingat yang
dialaminya
K : tenang, bisa tidur
agak menggigil aja
K : menggunakan nada suara
P : apakah suara-suara sedang tapi jelas
berkurang /hilang?
P : mempertahankan kontak
mata dan mendengarkan
dengan serius
K : tersenyum
P : Masya Allah bapa P : perawat menatap pasien Perawat memulai obrolan Pasien mendengarkan perawat Agar pasien tahu pentingnya
hebat banget kalo inget sambil tersenyum dengan mata pasien dengan minum obat teratur untuk
hari ini bapak ingat memperhatikan kondisi fisik mengontrol halusinasinya
nama saya terkejut K : serius memperhatikan pasien serta membuka
sudah mandi sudah perawat obrolan dengan kalimat
maka bapak kelihatan kalimat sederhana
bersih juga ya
K : Iya Bu karena sudah
P : Bapak hebat sekali P : perawat menunjukkan Perawat menjelaskan Pasien mendengarkan Memberikan edukasi tentang
hari ini walaupun obat, menyentuh pasien agar Pentingnya berkomunikasi penjelasan dari perawat obat agar pasien bisa tenang
enggak enak badan tetap memperhatikan dan dan bercakap cakap sebagai menghadapi sosok yang tidak
tapi bawa masih menjaga kontak mata serta bentuk pengalihan jika nyata
kelihatan fokus siapa selalu tersenyum halusinasi tiba-tiba datang
ya papa juga bersih
udah makan udah K : Serius memperhatikan
minum obat biasanya perawat, pandangan ke
bapak kalau jam segini perawat dan diam
kerjanya ngapain
ngobrol sama teman
atau apa ?
P : Ya sudah kalau P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Pasien tersenyum dengan Agar tahu perasaan klien
bapak mau beristirahat menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dan dapat setelah berbincang-bincang
up sebelum bapak mengungkapkan perasaannya
pergi saya mau tanya K : tersenyum dan
ini setelah ngobrol memandang ke arah perawat
sedikit tadi bersama
saya Gimana perasaan
bapak
K: senang... Senang ya
ya gitulah
P : Dan sudah P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Klien menjawab pertanyaan Mengevaluasi klien mengerti
berpacaran yang kita menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dengan benar atau tidak
pelajari untuk
mengontrol halusinasi
K : menjawab dengan nada
K : Menghardik, Dan sedang tapi jelas
mengobrol ya hehe he
P : Besok kita ketemu P : mempertahankan kontak Perawat menyudahi diskusi Pasien menatap perawat, Agar pasien merasa dihargai dan
lagi ya untuk mata dan tetap tersenyum sambil memperhatikan kemudian mengangguk dan pasien bisa kembali beraktivitas
mempelajari latihan pasien dengan tersenyum sesuai jadwal kegiatannya
selanjutnya gimana K : Tersenyum dan menatap menganjurkan istirahat
mau jam berapa ? perawat
Bagaimana kalo jam
10.00 pagi ?
P : Diruang Ini ya ya
sudahbesok kita
bertemu lagi