No.
Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 1 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
Dibuat oleh, Diperiksa oleh, Disetujui oleh,
Apriadi
Herwannor Niman Fuadie
Production Dept. Head HSE [Link] KTT. PT PCM
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 2 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
I. Front Loading
1. Landasan track harus rata dan keras. Posisi track harus tegak lurus terhadap
jenjang kerja atau arah perlapisan (strike) material yang sedang digali.
2. Saat penggalian harus menciptakan dimensi kerja yang optimal.
3. Tinggi jenjang optimum untuk backhoe sama dengan tinggi dasar bak
(vessel) bagian belakang dump truck
4. Lebar jenjang kerja minimum = (2 x lebar bodi) + turning circle dump truck
Backhoe
Deskripsi
PC 300/PC 400/PC 450
Maximum 4.5
Tinggi jenjang kerja (m) Optimum 3.0
Minimum 2.0
Lebar jenjang kerja
20
minimum (m)
5. Untuk mengarahkan alat angkut saat pemuatan, gunakan sinyal klakson:
- 1 kali, berarti alat angkut harus berhenti atau berangkat.
- 2 kali, berarti alat angkut harus mundur.
- 3 kali, berarti alat angkut harus maju.
6. Pastikan bucket penuh disetiap pengggalian, kecuali misalnya kapasitas alat
angkut 4,5 bucket maka penggalian untuk pemuatan terakhir cukup 0,5 dari
kapasitas bucket agar material tidak tercecer.
7. Sudut ayun (swing) untuk excavator tidak melebihi 90o, kecuali:
i. Pada pemuatan “double side”, selesai memuat pada satu alat muat,
untuk pemuatan ke alat muat berikutnya, penggalian materialnya
dilakukan di belakang alat muat yang selesai dimuat tadi.
ii. Atau jika diperlukan, pada saat alat angkut yang akan dimuat sementara
manuver untuk pengisian (spotting).
8. Pada saat pemuatan, urutan pengisian material mulai dari bagian tengah
depan ke tengah belakang bak (vessel), distribusi material merata untuk
menghindari ketidak-seimbangan muatan, dan bucket tidak boleh melewati
kabin operator alat angkut.
9. Sebaiknya perbaikan posisi alat muat atau pembersihan loading point,
dilakukan pada saat tidak ada alat angkut menunggu.
10. Operator alat muat harus menghubungi/menginformasikan Group Leader
pada saat diperlukan pembersihan loading point sebelum menghambat
produksi.
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 3 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
11. Loading dengan Backhoe/Excavator.
a. Centre Loading
Posisi loading alat angkut tegak lurus terhadap jenjang kerja dan segaris
dengan posisi backhoe/excavator. Operator backhoe/excavator harus
berhenti sejenak pada posisi spot saat swing bermuatan, sebagai
panduan posisi loading point.
b. Double Side Loading
Posisi loading point alat angkut tegak lurus terhadap jenjang kerja dan
jarak antar alat angkut sama dengan jarak sisi bagian dalam track
backhoe/excavator (dinding vessel segaris dengan track bagian dalam).
c. Drive by Loading
Posisi loading point alat angkut sejajar dengan arah penggalian atau di
sisi backhoe/excavator, dan kabin alat angkut segaris dengan
counterweight backhoe/excavator. Posisikan alat angkut sedekat mungkin
dalam jarak aman kepada loading face atau jenjang kerja.
d. “I” Shape Loading.
Aktivitas penggalian dan pemuatan dilakukan dengan lintasan manuver
alat muat maju mundur dalam satu garis (bentuk huruf I). Alat angkut
bergerak mundur untuk dimuat lalu maju untuk memberikan ruang alat
muat menggali material dan kemudian mundur lagi untuk dimuat. Cara
tersebut dilakukan di berm kerja yang sempit (< 20 m).
Posisi loading point alat angkut sejajar dan sedekat mungkin dalam jarak
aman dengan “loading face”, jenjang kerja, atau “stock material”. Sebagai
pedoman agar posisi loading tepat, pastikan lengan bucket sepenuhnya
telah terangkat baru kemudian memberi sinyal/klakson agar alat angkut
mundur tepat pada posisi loading.
e. “V” Shape Loading
Aktivitas penggalian dan pemuatan dilakukan dengan lintasan manuver
alat muat maju mundur membentuk huruf V.
Posisi loading alat angkut adalah 90o atau 45o dan sedekat mungkin
dalam jarak aman terhadap “loading face”, jenjang kerja, atau “stock
material”.
II. Jalan
Standar Geometric & Trafficability Jalan Tambang adalah standar parameter
untuk jalan angkut dalam pit dari Front Loading sampai ROM Stockpile dan atau
Disposal, dengan spesifikasi sbb :
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 4 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
NO DESCRIPTION PARAMETER
1 Design Speed 50 Km/Jam
2 Lebar Jalan Min 3,5 L (L = lebar alat hauling terbesar )
Max 8 % untuk Rigid; 12 % untuk
3 Grade Jalan
Articulated
Horizontal Curve
4 Min 50 meter (S-C-S)
Radius
5 Superelevasi Max 5 %
6 Croos Fall Max 5 %; shoulder 4 - 8 %
7 Sight Distance Min 80 meter
8 Drainage Min slope 2 %
Min 2/3 D (D = tinggi ban alat hauling
9 Safety Berm
terbesar)
Kriteria jenis kerusakan jalan adalah kerusakan yang terjadi pada jalan angkut.
Adapun jenis-jenis kerusakanya adalah sbb :
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 5 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
Drainage Tambang adalah penyaliran air diseluruh daerah tambang untuk
mengurangi masuk ke areal kerja, standart parameter ini untuk pedoman para
pengawas operasional dalam memonitor arah aliran air, adapun penentuannya
adalah sbb :
No. Deskripsi Dimensi
Disesuaikan dengan daya tampung 2 hari curah
1 Kapasitas Sump hujan maksimum
2 Ditch Disesuaikan dengan kapasitas
3 Pump Disesuaikan dengan debit dan dimensi sump
4 Gorong-gorong Diameter sesuai dengan debit
Diameter min 60 cm
Tinggi timbunan diatas gorong-gorong minimum 2
X Diameter gorong gorong
Lighting Tambang adalah penerangan minimum yang diadakan untuk
membantu operasional dalam melaksanakan aktivitas di malam hari.
Adapun tingkat pencahayaanya adalah :
- Tingginya +/- 6 M (harus lebih tinggi dari unit hauling tertinggi).
- Jumlah lampu 3.
- Jenis lampu Halogen atau Mercury HPLN minimal 400 Watt.
- Jenis lampu Halogen atau Mercury HPLI minimal 400 Watt.
- Sudut kemiringan 30° - 60°.
Arah sinar ke obyek yang paling bagus dari atas atau samping, tidak dianjurkan
searah atau berlawanan karena menimbulkan kesilauan atau bayangan.
III. Pengaturan Alat: (Pengaturan kebutuhan Fleet)
a. Sinkronisasi Armada (Fleet Synchronicity) adalah kondisi dimana 1 alat muat
melayani sejumlah alat angkut tanpa adanya waktu menunggu pada alat
muat maupun alat angkut.
Jumlah Alat Angkut = Waktu Edar Alat Angkut
Waktu Edar Alat Muat x Jumlah Bucket
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 6 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
✓ Waktu Edar Alat Angkut (Cycle Time Hauler)
Adalah waktu yang dibutuhkan alat angkut dalam satu siklus produksi
yang terdiri dari beberapa aktivitas yakni waktu pemuatan (load time),
pengangkutan (travel loaded), manuver di tempat penumpahan (spotting
time), penumpahan (dumping time), kembali kosong (travel unloaded),
manuver di tempat pengisian (spotting time).
✓ Waktu Edar Alat Muat (Cycle Time Loader)
Adalah waktu yang dibutuhkan alat muat dalam satu siklus produksi yang
terdiri dari beberapa aktivitas yakni waktu penggalian (digging time),
ayunan isi (swing loaded), penumpahan (dumping time), ayunan kosong
(swing unloaded).
✓ Jumlah Baket
Jumlah pengisian yang dilakukan alat muat ke alat angkut hingga penuh
(full capacity).
Apabila hasil perhitungan dalam pecahan misalnya 3,5unit maka dihitung
dengan pembulatan ke bawah menjadi 3 unit, namun apabila 3,6 keatas
maka dihitung dengan pembulatan ke atas menjadi 4 unit.
b. Monitoring Control Alat
Produktivitas Alat Muat Material Overburden adalah standart parameter
untuk pedoman para pengawas operasional dalam memonitor
pencapaian produktivitas alat muat material Overburden, adapun
perhitungannya adalah sbb :
No. Dokumen : PCM-SP-PRO-02-R0 Revisi : 0
Edisi : 1 Tgl. Revisi : -
Tgl. Efektif : 01 Oktober 2024 Halaman : 7 of 7
Pemilik : Departemen Produksi
STANDAR PARAMETER (SP)
LOADING ACTIVITY
Deskripsi PC 400 / PC 450 PC 300
Bucket Capacity (lcm) 1.9 1.8
Bucket Factor (%) Max 0.95 0.95
Min 0.85 0.85
Cycle Time (Detik) Min 16 18
Max 20 22
Efisiensi Kerja (%) Max 0.83 0.83
Min 0.80 0.80
Productivity (bcm/jam) Max 250 210
Min 200 165