KERANGKA ACUAN KERJA PROGRAM RABIES
TAHUN 2025
I. PENDAHULUAN
A .LATAR BELAKANG
Sesuai Peraturan Mentri Kesehatan no. 19 tahun 2024 tentang penyelenggaraan
Puskesmas, Pusat Kesehatan Masyarakat yang dikenal dengan sebutan Puskesmas
adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang menyelenggarakan dan
mengoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif,
dan/atau paliatif di wilayah kerjanya . Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud di atas , Puskesmas memiliki fungsi penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan
primer di wilayah kerjanya.
Pelayanan Kesehatan primer sebagaimana dimaksud di atas diselenggarakan
secara terintegrasi dengan tujuan:
a. pemenuhan kebutuhan kesehatan dalam setiap fase kehidupan;
b. perbaikan determinan kesehatan atau faktor yang mempengaruhi kesehatan
yang terdiri atas determinan sosial, ekonomi, komersial, dan lingkungan; dan
c. penguatan kesehatan perseorangan, keluarga, dan masyarakat.
Tata kelola Pelayanan Kesehatan primer di Puskesmas diselenggarakan secara
terintegrasi melalui sistem klister, yaitu :
1. klaster yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan ibu dan anak;
2. klaster yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dewasa dan lanjut usia;
3. klaster yang menyelenggarakan pelayanan penanggulangan penyakit menular
dan kesehatan lingkungan; dan
4. klaster yang menyelenggarakan dukungan pelayanan lintas klaster.
Pengelolaan program Rabies berada di bawah naungan klister 3 ( pelayanan
penganggulangan penyakit menular dan Kesehatan lingkungan.
UPTD Puskesmas Pupuan I adalah termasuk Puskesmas Perawatan kawasan
Pedesaan. Adapun Visi UPTD Puskesmas Pupuan I adalah terwujudnya Masyarakat
Sehat Secara Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Pupuan I dengan misi
meningkatkan promosi kesehatan masyarakat, mewujudkan lingkungan sehat , rapi dan
bersih melalui PHBS, meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima, serta
meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya program Rabies tidak bisa bergerak sendiri sehingga
dibutuhkan kerjasama lintas program dan lintas sektor secara solid. Dalam proses
pengelolaan program mengacu pada Permenkes no 44 tahun 2016 tentang Pedoman
Manajemen Puskesmas yaitu Perencanaan ( P1 ), Penggeraan dan Pelaksanaan ( P2 )
, dan Pengawasan, pengendalian, serta Penilaian Kinerja ( P3 )
A. Tujuan :
1. Tujuan Umum
Mencegah terjadinya penyakit Rabies pada manuasia di wilayah kerja
Puskesmas Pupuan I
2. Tujuan Khusus :
a. Memberikan pelayanan terhadap semua kasus GHPR
b. Semua kasus GHPR mendapatkan penatalaksanaan yang benar
c. Semua kasus GHPR terpantau dengan baik
II. PERENCANAAN ( P1 )
A. RENCANA KEGIATAN
Untuk mencapai tujuan di atas akan dilaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai
berikut :
1. Sosialisasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rabies
2. Penanganan kasus GHPR
3. Penyelidikan Epidemiologi kasus GHPR
4. Kunjungan rumah untuk follow up kasus Gigitan HPR
B. KAJIAN SUMBER DAYA
Sebelum melaksanakan kegiatan sebagai Pelaksana Program Rabies harus
melakukan kajian untuk mengidentifikasi sumber daya yang ada dan tersedia yang
dimiliki oleh Puskesmas Pupuyan I. Dalam hal ini digunakan analisa dengan 6 M
1. Man = Sumder Daya Manusia (SDM)
Dalam melaksanakan kegiatan program Rabies,Pelaksana program melibatkan
kerja sama lintas program seperti program Promkes, P2M, Surveilans,
Perkesmas,[Link] sama Lintas Sektor seperi sektor pendidikan, Kecamatan ,
Kepala Desa dan Kepala Dusun,serta Tokoh Masyarakat lainnya, Kerjasama
dengan jejaring layanan seperi: Pustu,Dokter Praktek Mandiri,BPM dan Klinik
Swasta serta Rumah Sakit Rujukan.
2. Money = Sumber Daya Keuangan (SDK)
Dalam melaksanakan kegiatan program Rabies,pendanaan yang digunakan dari
dana BOK. Dimana di tahun 2025, program Rabies membutuhkan dana untuk
beberapa kegiatan, antara lain :
a. Upaya Deteksi dini Preventif dan respon Penyakit :Rp.720.000,-
b. PE kasus GHPR : Rp. 1.440.000,-
c. Sosialisasi Penyakit Rabies : Rp.1.260.000,-
d. pengadaan sarana laptop/note book: Rp.16.000.000,-
e. Foto copy : Rp. 90.000,-
Total dana yang dibutuhkan adalah Rp.19.510.000,- ( Sembilan belas juta lima
ratus sepuluih ribu rupiah )
3. Material = Sarana Prasarana Pendukung
Dalam melaksanakan kegiatan program Rabies diperlukan sarana prasarana
seperti tempat cuci luka untuk penderita GHPR, buku-buku pedoman,Register serta
blanko rujukan dan vaksin VAR/SAR
4. Macine = Mesin penggerak
Dalam melaksanakan kegiatan program Rabies di Puskesmas Pupuan I di dukung
dengan alat transportasi yang dimiliki yaitu 1 unit mobil Puskel dan 1 sepeda motor.
5. Method = Metode yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan Program
Rabies adalah penggalangan komitmen dengan lintas program dan lintas sector
serta jejaring,metode sosialisai dan kunjungan rumah
6. Market = Sasaran Program
Yang merupakan sasaran dalam pelaksanaan Program Rabies adalah semua
orang di wilayah Puskesmas Pupuan I dan penderita GHPR
[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN
Adapun rencana pelaksaan kegiatan dari program Rabies adalah sebagai
berikut :
No Rencana Jadwal Kegiatan (Bulan) Penanggung
Kegiatan jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Upaya X X X X X X X X X X X X Pengelola
Deteksi dini Program
Preventif dan
respon
Penyakit
2 Kunjungan X X X X X X X X X X X X Pengelola
rumah untuk Program
follow up tata
laksana kasus
GHPR
3 Sosialisasi X X X X X X X X X X X X Pengelola
Penyakit Program
Rabies
III. PERGERAKAN DAN PELKSANAAN ( PP )
Dalam melaksanakan kegiatan program Rabies maka pemegang program
melibatkan kerja sama dengan lintas program, lintas sektor. Kegiatan yang
mendapatkan dana BOK dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,
sedangkan kegiatan yang tidak memperoleh dana tetap dilaksanakan dengan
melakukan integrasi dengan program lain yang terkait.
IV. PENGAWASAN PENGENDALIAN DAN PENILAIAN ( PPP )
Pengawasan dibedakan menjadi dua, yaitu pengawasan internal yang dilakukan
oleh puskesmas itu sendiri baik oleh Kepala Puskesmas, tim audit internal maupun
setiap penanggung jawab dan pengelola/pelaksana program. Sedangkan pengawasan
eksternal dilakukan oleh instansi dari luar puskesmas antara lain Dinas Kesehatan
kabupaten/kota, dan/atau masyarakat. Pengendalian bertujuan untuk menjamin
kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana kegiatan yang telah ditetapkan
sebelumnya dengan cara membandingkan capaian saat ini dengan target yang telah
ditetapkan sebelumnya. Evaluasi kegiatan adalah pelaksanaan upaya/kegiatan secara
menyeluruh. Jadi yang ditulis di dalam kerangka acuan, bagaimana melakukan evaluasi
dan kapan evaluasi harus dilakukan. Setiap akhir tahun capaian program di evaluasi
sebagai salah satu indikator prestasi kerja puskesmas.
Mengethaui, Pupuan, 2 Januari 2025
Kepala UPTD Puskesmas Pupuan I Pengelola Program Rabies
drg. Gede Wahyu Adipurnama Ns. I Gusti Ketut Wirawan, [Link]
NIP. 19730702 20021 21010 NIP. 19690214 199002 1 002