LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
Calon Pegawai Negeri Sipil
OPTIMALISASI LAYANAN ADMINISTRASI PENGUNJUNG BERBASIS
QR CODE DAN MICROSITE DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR
Oleh:
NAMA : Syafrina, [Link]
NIP : 199402212025052007
Peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Gol. III
Angkatan V Kelompok III
KEMENTERIAN AGAMA
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN PALEMBANG
2025
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS
Calon Pegawai Negeri Sipil
Optimalisasi Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR Code dan Microsite
di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Nama : Syafrina, [Link]
NIP : 199402212025052007
Unit Kerja : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir
Telah disetujui:
Pada hari Selasa Tanggal 16 Bulan September Tahun 2025
Mentor, Coach/Pembimbing,
Dr. Drs. H. Muslim, M.M Atika Yusni Ferdina, M.B.A
NIP. 196907101998031009 NIP. 199301042020122018
Penguji,
Dra. Sugiastuti, S.S., M.M.
NIP. 196307091990032006
ii
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR PROFESI PNS
Calon Pegawai Negeri Sipil
Optimalisasi Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR Code dan Microsite
di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Nama : Syafrina, [Link]
NIP : 199402212025052007
Telah diuji didepan Penguji :
Pada hari Selasa Tanggal 16 Bulan September Tahun 2025
Penguji,
Dra. Sugiastuti, S.S., M.M.
NIP. 196307091990032006
Mengetahui,
Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang,
Dr. H. Saefudin, [Link]., [Link].
iii
NIP. 197501052003121002
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN.........................................................................ii
LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................iii
DAFTAR ISI................................................................................................iv
KATA PENGANTAR...................................................................................vi
DAFTAR TABEL.......................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................1
1. Tujuan dan Manfaat......................................................................3
2. Ruang Lingkup.............................................................................5
BAB II DESKRIPSI AKTUALISASI.............................................................6
A. Deskripsi Organisasi........................................................................6
1. Profil Organisasi...........................................................................6
2. Visi dan Misi................................................................................. 8
3. Nilai-nilai Organisasi...................................................................10
4. Tugas dan Fungsi Peserta..........................................................13
B. Matriks Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar.........................15
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI......................................................26
A. Deskripsi Isu dan Keterkaitan dengan Agenda III..........................26
C. Analisis Isu.....................................................................................28
D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih.....................................37
E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS.........................................................40
a. Agenda II BerAKHLAK................................................................40
b. Agenda III Kedudukan dan Peran ASN Menuju Smart
Governance........................................................................................42
BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI..................................................45
A. Matriks Pelaksanaan Kegiatan.......................................................45
iv
B. Pelaksanaan Kegiatan Dan Aktualisasi Nilai Dasar.......................54
C. Matriks Rekapitulasi Realisasi Habituasi Mata Pelatihan Agenda 2
………………………………………………………………………….. 59
D. Kendala dan Solusi........................................................................61
E. Rencana Tindak Lanjut..................................................................63
BAB V PENUTUP....................................................................................64
A. Kesimpulan.................................................................................... 64
B. Rekomendasi.................................................................................65
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................66
LAMPIRAN................................................................................................68
v
KATA PENGANTAR
AlhamdulillahiRabbil‘Aalamiin, puji syukur kepada Allah
SWT, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat
menyelesaikan Laporan Aktulisasi tentang “Optimalisasi
Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR Code dan
Microsite di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir” dengan baik dan lancar. Tidak lupa
shalawat dan salam, senantiasa tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para
sahabat, dan pengikutnya, semoga penulis dan pembaca
dapat diakui sebagai ummat Nabi Muhammad SAW dan
mendapatkan syafa’at beliau di hari akhir. Aamiin aamiin ya
rabbal ‘alamin.
Pembuatan Laporan Aktualisasi ini tidak terlepas dari
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih
kepada:
1. Pimpinan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Palembang,
dan seluruh jajarannya yang telah mendukung, baik moril maupun
materill, sehingga kegiatan demi kegiatan Pelatihan Dasar dapat
terlaksana dengan baik;
2. Bapak Dr. Drs. H. Muslim, M.M, selaku selaku Kepala Sub Bagian
Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir sebagai mentor;
3. Ibu Atika Yusni Ferdina, M.B.A, selaku coach/pembimbing kegiatan
aktualisasi;
4. Dr. H. Deni Priansyah, [Link]., [Link].I, selaku Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir;
vi
5. Para Widyaisawara DIKLATSAR CPNS Gelombang III Angkatan V
tahun 2025;
6. Suami dan anak-anak yang saya cintai;
7. Rekan-rekan, sahabat DIKLATSAR CPNS Gelombang III Angkatan
V Kelompok III tahun 2025;
8. Rekan-rekan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir;
9. Seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelesaian laporan
aktualisasi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Besar harapan saya dengan adanya Laporan Aktualisasi
ini dapat memberikan solusi yang aplikatif terhadap issue
yang dialami di Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir. Demikian yang dapat penulis
sampaikan, mohon saran dan masukannya, penulis ucapkan
terima kasih.
Talang Ubi, 12 September 2025
Syafrina, [Link]
NIP. 199402212025052007
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Matriks Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar...................16
Tabel 3. 1 Penilaian Kualitas Isu Dengan Analisis APKL………………… 28
Tabel 3. 2 Indikator Penilaian Urgency.....................................................30
Tabel 3. 3 Indikator Penilaian Seriousness...............................................31
Tabel 3. 4 Indikator Penilaian Growth.......................................................31
Tabel 3. 5 Penilaian Kualitas Isu Dengan Analisis USG...........................32
Tabel 3. 6 Analisis Isu dari Diagram Fishbone..........................................34
Tabel 3. 7 Tahapan Kegiatan....................................................................38
Tabel 4. 1 Matriks Pelaksanaan Kegiatan………………………...……….. 45
Tabel 4. 2 Pelaksanaan Kegiatan Dan Aktualisasi Nilai Dasar.................54
Tabel 4. 3 Matriks Rekapitulasi Realisasi Habituasi Agenda 2.................59
Tabel 4. 4 Kendala dan Solusi..................................................................61
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2. 1 Struktur Organiasi Kantor Kementeriang Agama Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir........................................................................8
Gambar 2. 2 Nilai-nilai Organisasi............................................................11
Gambar 3. 1 Diagram Fishbone……………………………...………………33
ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi Kementerian Agama
di tingkat daerah, instansi vertikal Kementerian Agama terdiri dari
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian
Agama Kabupaten/Kota. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
bertanggung jawab langsung kepada Menteri Agama dan
melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian Agama di tingkat provinsi
dan kabupaten/kota.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang
Ilir, yang berada di Provinsi Sumatera Selatan, adalah salah satu
contoh organisasi vertikal ini. Kantor ini berdiri sejak tahun 2016 dan
membawahi lima Kantor Urusan Agama (KUA) yang terletak di setiap
kecamatan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir juga mengelola berbagai lembaga pendidikan. Ini
termasuk madrasah negeri seperti MIN 1 PALI dan MTsN PALI,
madrasah swasta, dan pondok pesantren. Kantor ini memiliki empat
bagian utama untuk menjalankan fungsinya: Tata Usaha, Pendidikan
Islam, Bimbingan Masyarakat Islam, dan Penyelenggaraan Haji dan
Umrah.
Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berfungsi sebagai pelaksana
pemerintahan dan penyedia layanan publik, mendukung Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. ASN
diharapkan memiliki integritas, profesionalitas, netralitas, dan tidak
terlibat dalam politik. Itu juga harus bebas dari korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2023
tentang ASN, ASN diharapkan dapat memperkuat persatuan dan
kesatuan bangsa serta memberikan pelayanan publik yang optimal.
1
2
Melaksanakan pelayanan publik dengan penuh tanggung jawab
dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat merupakan
tugas utama ASN. Berbagai aspek kehidupan termasuk dalam layanan
ini, seperti administrasi pemerintahan, pendidikan, sosial, dan
kesehatan, antara lain. Masing-masing bidang memiliki organisasi
pelaksana dari tingkat terbawah hingga tingkat federal. Sebagai bagian
dari ASN, Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peran strategis dalam
mendorong pembentukan birokrasi yang efektif, efisien, dan
berorientasi pada pelayanan dalam proses reformasi birokrasi.
Sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017, Calon
Pegawai Negeri Sipil (CASN) harus mengikuti pendidikan dan
pelatihan terintegrasi selama satu tahun masa percobaan untuk
memastikan kualitas dan kompetensi ASN. Menurut Peraturan
Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 12 Tahun 2018, tujuan
Pelatihan Dasar (Latsar) CASN adalah untuk menanamkan integritas
moral, kejujuran, semangat nasionalisme, kepribadian yang unggul,
profesionalisme, dan keterampilan bidang. Peraturan Menteri Agama
Nomor 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Pegawai Kementerian Agama mengatur pelaksanaan Latsar
CASN di Kementerian Agama.
Salah satu posisi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki
peran penting dalam mendukung pelayanan publik di lingkungan
Kantor Kementerian Agama adalah Pranata Komputer Ahli Pertama.
Secara umum, Pranata Komputer adalah jabatan fungsional yang
bertugas melaksanakan pengelolaan data, pengembangan sistem
informasi, pemrograman, dan pemeliharaan perangkat teknologi
informasi dalam sebuah instansi pemerintahan. Jabatan ini menuntut
kompetensi di bidang teknologi informasi yang diperoleh melalui
pendidikan formal, pelatihan teknis, maupun pengalaman kerja yang
relevan.
3
Pranata Komputer Ahli Pertama adalah posisi Aparatur Sipil
Negara (ASN) yang memiliki peran penting dalam mendukung layanan
publik di Kantor Kementerian Agama. Secara umum, Pranata
Komputer adalah jabatan fungsional yang bertanggung jawab atas
pengelolaan data, pengembangan sistem informasi, pemrograman,
dan pemeliharaan perangkat teknologi informasi di organisasi
pemerintah. Keahlian teknologi informasi diperlukan untuk posisi ini.
Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah
mengoptimalkan layanan administrasi pengunjung di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dengan
menggunakan QR Code dan Microsite. Teknologi ini mengubah proses
pencatatan tamu manual menjadi digital, yang mempermudah
pengolahan data, meningkatkan kecepatan layanan, dan
meningkatkan transparansi layanan administrasi. Dengan inovasi ini,
masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan, dan instansi
akan memiliki data yang lebih terorganisir yang dapat digunakan untuk
menilai dan meningkatkan kualitas layanan.
1. Tujuan dan Manfaat
a. Tujuan
Adapun tujuan Laporan Aktualisasi yang telah
dilaksanakan oleh CASN sebagai peserta Latsar dalam
jabatan Pranata Komputer Ahli Pertama di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
adalah sebagai berikut:
1. Sebagai peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar
(DIKLATSAR), CASN mampu menerapkan nilai-nilai
dasar ASN, yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan
Kolaboratif), sehingga memiliki tanggung jawab,
integritas, dan profesionalitas dalam melaksanakan
4
tugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir.
2. Sebagai peserta DIKLATSAR, CASN belajar tentang
peran dan kedudukan ASN dalam NKRI, termasuk
manajemen ASN dan SMART ASN, untuk mendukung
pelayanan administrasi berbasis teknologi di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir.
3. Peserta DIKLATSAR mampu menjadi abdi negara dan
pelayan masyarakat yang baik khususnya dalam bidang
penggunaan teknologi informasi untuk mendukung
pelayanan publik.
4. Peserta DIKLATSAR mampu menciptakan lingkungan
kerja yang harmonis, kondusif, dan berorientasi pada
kolaborasi untuk mengelola layanan digital di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir.
b. Manfaat
1. Manfaat untuk diri sendiri:
a. Menjadi CASN yang mampu menerapkan nilai-nilai
dasar profesi ASN sebagai Pranata Komputer untuk
mendukung pelayanan administrasi berbasis teknologi di
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir.
b. Memahami efek aktualisasi dan mampu
mengembangkan kompetensi diri di bidang teknologi
informasi sesuai dengan lima budaya kerja Kementerian
Agama Republik Indonesia.
2. Manfaat bagi unit kerja:
a. Menjadi Pranata Komputer yang bermanfaat dan
berguna bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten
5
Penukal Abab Lematang Ilir dengan mengoptimalkan
sistem administrasi digital sesuai dengan nilai-nilai dasar
ASN.
b. Berkontribusi secara aktif pada pencapaian visi dan misi
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir melalui inovasi teknologi informasi.
3. Manfaat bagi organisasi:
Menunjukkan keteladanan sebagai Abdi Negara dengan
bekerja sepenuh hati, profesional, penuh tanggung jawab,
dan berinovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk
menciptakan sistem pelayanan administrasi yang lebih
efisien dan efektif demi mewujudkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
4. Manfaat bagi stakeholder
Pelayanan prima, cepat, dan berbasis teknologi diberikan
kepada pihak berwenang, meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.
1. Ruang Lingkup
Kegiatan aktualisasi ini terbatas pada serangkaian kegiatan
yang berfokus pada masalah utama yang telah ditetapkan, yaitu
optimalisasi layanan administrasi pengunjung berbasis QR Code
dan Microsite. Setiap kegiatan dirancang secara sistematis melalui
tahapan-tahapan yang saling mendukung dan relevan dengan
tugas jabatan Pranata Komputer Ahli Pertama, khususnya dalam
hal meningkatkan layanan administrasi dengan teknologi informasi.
Kegiatan aktualisasi dilakukan di Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dari tanggal 7 Agustus
2025 hingga 11 September 2025. Setiap tahapan tugas dirancang
untuk menginternalisasikan dan menerapkan nilai-nilai dasar ASN
(BerAKHLAK) saat dilakukan. Oleh karena itu, diharapkan bahwa
6
aktualisasi ini akan membantu meningkatkan pelayanan
administrasi dan meningkatkan budaya kerja berbasis teknologi di
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang
Ilir.
BAB II
DESKRIPSI AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir merupakan salah satu instansi vertikal Kementerian
Agama yang berada di tingkat Kabupaten/Kota. Sebagai
perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, kantor ini tetap
memperhatikan asas desentralisasi, khususnya dalam hal
pengelolaan dan pengalokasian anggaran. Berdasarkan Keputusan
Menteri Agama Nomor 66 Tahun 2015 tanggal 13 November 2015
tentang Pembentukan Kementerian Agama Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir serta Keputusan Menteri Agama RI Nomor 373
Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah
Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama
Kabupaten/Kota, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir termasuk
dalam tipologi C. Sebagai instansi vertikal, kantor ini memiliki
tanggung jawab untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi
pemerintahan pusat di bidang keagamaan.
Sejarah berdirinya Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir tidak terlepas dari proses pemekaran
wilayah Kabupaten Muara Enim yang melahirkan Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir berdasarkan UU No. 7 Tahun 2015.
Seiring dengan pemekaran tersebut, dibentuklah Kantor
Kementerian Agama Kabupaten PALI dan pada 31 Mei 2016
dilakukan pelantikan Kepala Kantor serta pejabat struktural
pertama, di antaranya: H. Deni Priasnyah, [Link]., [Link].I sebagai
Kepala Kantor, Drs. Muslim, MM sebagai Kasubbag TU,
Muhammad Farijal Akmal, [Link].I sebagai Kasi Bimas Islam, Sirat,
7
8
[Link].I sebagai Kasi Pendidikan Islam, dan H. Imam Izharyanto,
S.H.I sebagai Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Pada Juni
2016, kantor ini mulai resmi melaksanakan pelayanan sesuai
Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama.
Secara umum, unit perencanaan di Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir bertanggung jawab
atas penyusunan empat dokumen DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran) yang menjadi dasar pelaksanaan anggaran setiap
satuan kerja. Dalam struktur organisasinya, terdapat beberapa
seksi yang mengemban tugas penting. Seksi Bimbingan
Masyarakat (Bimas) Islam bertugas memberikan pelayanan kepada
penghulu, memberdayakan Kantor Urusan Agama (KUA), membina
kemasjidan, mengelola zakat, wakaf, produk halal, dan sistem
urusan agama Islam lainnya. Seksi ini berfungsi memperkuat
kerukunan umat beragama, menciptakan kehidupan yang
harmonis, serta meningkatkan peran lembaga keagamaan dalam
menghadapi tantangan perubahan sosial yang ada.
Seksi Pendidikan Islam memiliki tugas membina pendidikan
agama dan keagamaan. Dalam konteks ini, pendidikan Islam
dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk
manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, sehat,
dan bertanggung jawab. Seksi ini membina madrasah, pendidikan
tinggi agama Islam, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya
agar mencapai standar mutu yang ditetapkan. Ketentuan ini sejalan
dengan PP No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan yang menegaskan pentingnya penguatan
lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Sementara itu, Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)
memiliki peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan ibadah
haji, yang merupakan tugas nasional pemerintah di bawah
9
koordinasi Kementerian Agama. Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 13
Tahun 2012, seksi ini bertanggung jawab pada pendaftaran haji,
pengelolaan dokumen, akomodasi, transportasi, perlengkapan,
pembinaan jemaah, serta pengelolaan keuangan haji dan umrah.
Untuk mendukung fungsi tersebut, dibentuklah beberapa subbagian
teknis yang memiliki tugas khusus masing-masing. Tujuan
utamanya adalah memberikan pembinaan, pelayanan, dan
perlindungan yang optimal bagi jemaah agar dapat melaksanakan
ibadah haji dan umrah dengan lancar sesuai syariat Islam.
Dengan struktur organisasi yang komprehensif tersebut,
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima, efektif, dan
efisien di bidang keagamaan, serta mendukung terwujudnya
kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.
Berikut adalah struktur organsiasi Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir:
Gambar 2. 1 Struktur Organiasi Kantor Kementeriang Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
2. Visi dan Misi
Visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir mengikuti Visi Kanwil Kementerian Agama Provinsi
Sumatera Selatan yang mengikuti Visi Kementerian Agama, yang
10
telah dirumuskan berdasarkan Visi Presiden dan Wakil Presiden
terpilih yaitu “Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan
berkepribadian berdasarkan gotong royong”. Dengan
memperhatikan visi Presiden tersebut dan mempertimbangkan
masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan
bidang Agama dan Pendidikan, maka visi Kementerian Agama,
yaitu :
i. Kementerian Agama yang profesional dan andal adalah
Kementerian Agama didukung oleh ASN yang memiliki
keahlian dan keterampilan yang memerlukan kepandaian
khusus serta dapat dipercaya dalam menghasilkan produk
yang berkualitas di bidang agama dan pendidikan.
ii. Yang dimaksud “dalam membangun masyarakat yang saleh,
moderat, cerdas dan unggul” adalah produk yang berupa
masyarakat yang taat dan sungguh-sungguh menjalankan
ibadah, selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan
yang ekstrem dan berkecenderungan ke arah dimensi atau
jalan tengah, sempurna perkembangan akal budinya (untuk
berpikir, mengerti dan sebagainya) dan tajam pikiran, serta
lebih pandai dan cakap.
iii. Yang dimaksud “untuk mewujudkan Indonesia maju yang
berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong
royong” adalah bahwa masyarakat yang mempunyai ciri-ciri
di atas akan memberikan kontribusi terhadap terwujudnya
visi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan
Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian
berdasarkan gotong royong.
Untuk mewujudkan Visi Kementerian Agama, Kantor
Kementerian agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
mendukung Misi yang ditetapkan tersebut, dengan rincian
sebagai berikut :
11
i. Meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama;
ii. Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat
beragama;
iii. Meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan
merata;
iv. Meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu;
v. Meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan;
vi. Memantapkan tatakelola kepemerintahan yang baik (Good
Govermance).
Tujuan Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir untuk mencapai Misi Kementerian Agama maka
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang
Ilir yang mengikuti Misi Kanwil Kementerian Agama Provinsi
Sumatera Selatan menetapkan tujuan sebagai berikut:
a. Peningkatan kualitas umat beragama dalam menjalankan
ibadah;
b. Penguatan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat
beragama;
c. Peningkatan umat beragama yang menerima layanan
keagamaan;
d. Peningkatan peserta didik yang memperoleh layanan
pendidikan berkualitas;
e. Peningkatan lulusan pendidikan yang produktif dan memiliki
daya saing komperatif, dan
f. Peningkatan budaya birokrasi kepemerintahan yang bersih,
melayani dan responsif.
3. Nilai-nilai Organisasi
Nilai-nilai organisasi menjadi dasar pembentukan budaya kerja
yang berintegritas dan profesional. Bagi ASN, nilai tersebut
diwujudkan melalui prinsip BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif)
12
yang menjadi pedoman dalam memberikan pelayanan publik yang
efektif, transparan, dan berdaya guna.
Gambar 2. 2 Nilai-nilai Organisasi
1. Berorientasi Pelayanan
Berorientasi pelayanan di lingkungan Kementerian Agama
mengacu pada Peraturan Menteri Agama RI Nomor 65 Tahun
2016 tentang Pedoman Pelayanan Publik. Pelayanan publik
merupakan serangkaian kegiatan pemenuhan kebutuhan
masyarakat terhadap barang, jasa, dan/atau layanan
administratif yang disediakan oleh penyelenggara. ASN dituntut
untuk memberikan pelayanan prima dengan sikap ramah, cepat,
solutif, dapat diandalkan, serta melakukan perbaikan
berkelanjutan demi kepuasan masyarakat.
2. Akuntabel
Akuntabilitas diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor
775 Tahun 2023 tentang Pedoman Evaluasi Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Agama.
Nilai ini mengharuskan ASN bertanggung jawab atas
kepercayaan yang diberikan, transparan dalam melaksanakan
tugas dan pelaporan, serta memastikan hasil kerja dapat
dipertanggungjawabkan secara etis dan administratif untuk
13
mendukung tercapainya pemerintahan yang bersih, kapabel,
dan berkualitas.
3. Kompeten
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2024
tentang Penilaian Kompetensi Pegawai ASN, kompetensi
diwujudkan melalui upaya pengembangan diri yang
berkelanjutan. ASN dituntut untuk terus belajar, meningkatkan
kualitas kerja, menguasai bidang tugasnya, dan mampu
beradaptasi terhadap perubahan maupun perkembangan
teknologi.
4. Harmonis
ASN di Kementerian Agama dituntut untuk peduli dan
menghargai perbedaan, menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif, serta mendukung terwujudnya kerukunan umat
beragama yang menjadi salah satu misi utama Kementerian
Agama. Nilai harmonis juga mencerminkan komitmen ASN
dalam menjaga hubungan kerja yang saling menghormati.
5. Loyal
Nilai loyalitas menuntut ASN setia kepada Pancasila, UUD
1945, NKRI, serta pemerintah yang sah. ASN harus menjaga
nama baik pimpinan, instansi, sesama ASN, dan negara. Loyal
berarti melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi,
mendukung kebijakan pemerintah, serta mengutamakan
pelayanan terbaik bagi masyarakat.
6. Adaptif
Adaptif berarti mampu menyesuaikan diri dengan dinamika
organisasi dan perubahan yang terjadi. ASN harus responsif
terhadap isu-isu aktual, memanfaatkan teknologi informasi
dalam proses kerja, dan mampu menyesuaikan metode kerja
dalam menghadapi keterbatasan sumber daya atau perubahan
14
kebijakan, termasuk kolaborasi lintas unit untuk mendukung
kebijakan nasional.
7. Kolaboratif
Berdasarkan Peraturan Kepala LAN No. 10 Tahun 2021 tentang
Pelatihan Dasar CPNS, kolaboratif adalah nilai yang
menekankan kerja sama terbuka dan konstruktif dengan
berbagai pihak. ASN harus mampu memberdayakan perbedaan
untuk memperkuat tim, membangun sinergi lintas sektor
maupun fungsi, dan menciptakan kerja sama demi peningkatan
kualitas pelayanan publik.
4. Tugas dan Fungsi Peserta
Dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 32 Tahun 2020
Tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer, Pranata
Komputer berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di
bidang sistem teknologi informasi berbasis komputer pada instansi
pemerintah, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab
secara langsung kepada pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat
pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, atau pejabat
pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas
Jabatan Fungsional Pranata Komputer. Kedudukan Pranata
Komputer ditetapkan dalam peta jabatan berdasarkan analisis
tugas dan fungsi unit kerja, analisis jabatan, dan analisis beban
kerja dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Jabatan Fungsional Pranata Komputer termasuk dalam
klasifikasi/rumpun kekomputeran. Jabatan Fungsional Pranata
Komputer merupakan jabatan fungsional kategori keterampilan dan
keahlian.
15
Jenjang Jabatan Pranata Komputer kategori keterampilan,
dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi terdiri atas:
a. Pranata Komputer Terampil;
b. Pranata Komputer Mahir; dan
c. Pranata Komputer Penyelia.
Jenjang Jabatan Fungsional Pranata Komputer
kategori keahlian, dari jenjang terendah sampai jenjang tertinggi
terdiri atas:
a. Pranata Komputer Ahli Pertama;
b. Pranata Komputer Ahli Muda;
c. Pranata Komputer Ahli Madya; dan
d. Pranata Komputer Ahli Utama.
Tugas Jabatan Fungsional Pranata Komputer menurut
Peraturan MENPAN / Menteri PAN-RB atau PermenPAN-RB
Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Jabatan Fungsional Pranata
Komputer, adalah melaksanakan kegiatan teknologi informasi
berbasis komputer yang meliputi tata kelola dan tata laksana
teknologi informasi, infrastruktur teknologi informasi, serta sistem
informasi dan multimedia.
Sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama, peran dalam
mengembangkan dan mengelola Buku Tamu Digital sangat
strategis karena berada dalam lingkup pengembangan sistem
informasi dan pengelolaan data administrasi. Penerapan inovasi ini
mendukung digitalisasi layanan di Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sehingga proses
pencatatan tamu menjadi lebih cepat, akurat, hemat sumber daya,
serta dapat menghasilkan laporan otomatis yang bermanfaat bagi
evaluasi pelayanan.
16
B. Matriks Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar
Unit Kerja : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Identifikasi : 1. Pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Belum Optimal
Isu 2. Partisipasi Masyarakat terhadap Survei Kepuasan Layanan Publik Masih Rendah
3. Sistem Pencatatan Tamu Masih Manual dan Belum Efisien
4. Belum Tersedianya Website Resmi sebagai Sarana Informasi Publik
5. Pemanfaatan Media Sosial untuk Layanan Informasi Publik Masih Terbatas
Isu yang : Optimalisasi Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR Code dan Microsite di Kantor
diangkat Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Gagasan : 1. Perencanaan dan Perancangan Sistem Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR
pemecah Code dan Microsite
isu 2. Pengembangan dan Pembangunan Sistem Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR
Code dan Microsite
3. Sosialisasi dan Implementasi Penggunaan Sistem Layanan Administrasi Pengunjung
Berbasis QR Code dan Microsite
4. Monitoring dan Evaluasi Sistem Layanan Administrasi Pengunjung Berbasis QR Code dan
Microsite
17
Tabel 2. 1 Matriks Rancangan Aktualisasi Nilai – Nilai Dasar
KETERKAITAN/ KONTRIBUSI
PIHAK-PIHAK
TAHAPAN OUTPUT/ SUBSTANSI TERHADAP VISI
NO KEGIATAN YANG TERKAIT
KEGIATAN HASIL MATA DAN MSI
AKTUALISASI
PELATIHAN ORGANISASI
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Perenca Melakukan Dokumentasi Berorientasi Rencana kegiatan Kankemenag Kab.
naan konsultasi konsultasi Pelayanan: ini diharapkan Pali, Kasubbag TU
dan dengan Merancang mencapai indikator: (mentor), Pegawai
Peranca mentor Persetujuan sistem untuk Pelaksana
ngan mengenai tertulis dari memudahkan Visi:
Sistem pelaksanaan mentor/ layanan Kementerian
Layanan aktualisasi pimpinan administrasi Agama yang
Administ tamu. profesional dan
rasi Meminta Draft rancangan andal
Pengunj persetujuan sistem layanan Akuntabel: Karena
ung mentor/ tamu digital Melibatkan perancangan
Berbasis pimpinan Template persetujuan sistem berbasis
QR Merancang Google Form & mentor/pimpinan digital dengan
Code sistem Spreadsheet agar keahlian dan
18
dan layanan tamu otomatis perencanaan bisa tanggung jawab
Microsit berbasis QR dipertanggung- untuk
e Code, jawabkan. meningkatkan
Microsite, dan kualitas layanan.
Google Form Kompeten:
serta Merancang Misi:
mengatur agar sistem digital Memantapkan tata
data sesuai kebutuhan kelola
tersimpan dengan kepemerintahan
otomatis ke kemampuan yang baik (Good
Google teknis. Governance)
Spreadsheet. Perencanaan
Harmonis: sistem mendukung
Konsultasi terciptanya layanan
dengan mentor yang transparan,
dilakukan dengan efisien, dan
sikap terbuka dan akuntabel.
saling
menghargai.
19
Loyal:
Melibatkan
arahan pimpinan
sebagai bentuk
loyalitas terhadap
tugas.
Kolaboratif:
Menyusun
rencana secara
bersama dan
melibatkan
berbagai pihak.
Analisis Dampak:
Jika nilai-nilai Ber-AKHLAK tidak diterapkan dalam konsultasi, permintaan persetujuan, dan perancangan sistem,
maka dapat terjadi hambatan komunikasi, kurangnya arahan yang jelas, dan minim dukungan pimpinan. Akibatnya,
kualitas rancangan menurun, muncul kesalahpahaman, dan pelaksanaan kegiatan terhambat.
2. Pengembangan Membuat dan Formulir tamu Berorientasi Rencana kegiatan ini Kasubbag TU
dan mengatur digital berbasis Pelayanan: Sistem diharapkan mencapai (mentor),
20
Pembangunan formulir tamu Google Form dibuat untuk indikator: Pegawai
Sistem Layanan digital dengan memudahkan proses Subbag TU,
Administrasi Google Form Database bagi pengunjung dan Visi: Pegawai
Pengunjung dan pengunjung petugas. Kementerian Pelaksana
Berbasis QR databasenya yang otomatis Agama yang
Code dan dengan terekam dalam Akuntabel: profesional dan
Microsite Google Google Pengaturan database andal
Spreadsheet Spreadsheet untuk memastikan Karena kegiatan ini
data tersimpan menunjukkan
Membuat QR Code dan dengan baik dan kemampuan ASN
Microsite yang Microsite dapat dipertanggung- dalam membangun
memuat link sederhana yang jawabkan. sistem berbasis
ke formulir memuat tautan teknologi secara
tamu ke formulir tamu Kompeten: inovatif dan dapat
digital Mengembangkan dipercaya.
sistem digital
menunjukkan Misi:
penguasaan Memantapkan tata
teknologi dan kelola
21
keahlian. kepemerintahan yang
baik (Good
Adaptif: Governance) Karena
Menyesuaikan media sistem digital ini
pelayanan sesuai meningkatkan
kebutuhan zaman. efisiensi,
transparansi, dan
akuntabilitas dalam
layanan administrasi
pengunjung.
Analisis Dampak:
Jika nilai-nilai BerAKHLAK tidak diterapkan dalam pengembangan sistem layanan administrasi berbasis QR Code
dan Microsite, maka sistem berisiko tidak responsif, tidak akurat, dan kurang terintegrasi. Kurangnya orientasi
pelayanan, akuntabilitas, dan kolaborasi dapat menurunkan kualitas sistem, menghambat implementasi, serta
menurunkan kepercayaan publik terhadap instansi.
3. Sosialisasi dan Melakukan Pegawai dan Berorientasi Rencana kegiatan ini Kasubbag TU
Implementasi sosialisasi tamu memahami Pelayanan: diharapkan mencapai (mentor),
Penggunaan kepada alur dan Memberikan indikator: Pegawai
Sistem Layanan pegawai/tamu manfaat sistem kemudahan akses Subbag TU,
22
Administrasi dan pelatihan digital berbasis layanan kepada Visi: Pegawai
Pengunjung singkat QR Code dan pengunjung. Kementerian Agama Pelaksana,
Berbasis QR kepada Microsite. yang profesional dan Petugas
Code dan petugas yang Kompeten: andal. Penerima
Microsite menerima Petugas Memberikan Karena kegiatan ini Tamu,
tamu penerima tamu pelatihan kepada mendorong ASN Pengunjung
memiliki petugas agar siap untuk menguasai
Mulai keterampilan menjalankan sistem. teknologi informasi,
menerapkan dasar dalam memberikan layanan
penggunaan mengoperasikan Harmonis: berbasis sistem
QR Code dan sistem. Sosialisasi dilakukan digital, dan
Microsite dengan komunikasi menunjukkan
kepada tamu Tamu mulai yang baik kepada kompetensi serta
yang datang menggunakan pegawai dan tamu. keandalan kerja
sistem digital
untuk mencatat Kolaboratif: Misi:
kunjungan. Melibatkan semua Meningkatkan
pihak dalam layanan keagamaan
Data kunjungan penggunaan sistem yang adil, mudah dan
23
terekam secara secara bersama- merata
real-time dan sama. Karena sistem QR
terdokumentasi Code dan microsite
dengan baik. memberikan
kemudahan,
kecepatan, dan
pemerataan akses
bagi semua
pengunjung, tanpa
membedakan latar
belakang
Memantapkan tata
kelola
kepemerintahan
yang baik (Good
Governance).
karena implementasi
sistem digital ini
24
meningkatkan
efisiensi,
transparansi, dan
akuntabilitas dalam
layanan administrasi
publik
Analisis Dampak:
Jika nilai-nilai Ber-AKHLAK tidak diterapkan dalam sosialisasi dan implementasi sistem layanan administrasi
pengunjung berbasis QR Code dan microsite, maka akan muncul hambatan komunikasi, rendahnya pemahaman
pengguna, serta kurangnya tanggung jawab dan kompetensi petugas. Hal ini dapat memicu resistensi, menghambat
kolaborasi, dan menurunkan efektivitas pelaksanaan, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas
layanan publik dan gagalnya tujuan inovasi.
4. Monitoring dan Memantau Laporan Berorientasi Rencana kegiatan ini Kasubbag TU
Evaluasi Sistem penggunaan monitoring Pelayanan: diharapkan mencapai (mentor),
Layanan sistem dan sistem yang Memperbaiki sistem indikator: Pegawai
Administrasi merekam mencakup data berdasarkan Subbag TU,
Pengunjung kendala yang penggunaan masukan untuk Visi: Pegawai
Berbasis QR ada harian/mingguan meningkatkan Kementerian Agama Pelaksana,
Code dan layanan. yang profesional dan Petugas
25
Microsite Melakukan Rekap kendala andal Penerima
evaluasi teknis dan non- Akuntabel: Karena kegiatan ini Tamu,
sistem teknis selama Mengevaluasi dan menunjukkan kinerja Pengunjung
berdasarkan implementasi mendokumentasikan ASN yang kompeten,
umpan balik berlangsung. hasil penggunaan akuntabel, dan
pengguna sistem secara mampu mengelola
Laporan objektif. sistem digital
Menganalisis evaluasi pelayanan secara
kendala teknis berbasis umpan Kompeten: efektif.
maupun non- balik pengguna Menganalisis
teknis selama (pengunjung masalah dan mencari Misi:
implementasi dan petugas). solusi berbasis data Memantapkan
tatakelola
Adaptif: kepemerintahan
Menyesuaikan yang baik (Good
sistem sesuai hasil Governance)
evaluasi dan Karena kegiatan
kebutuhan di monitoring dan
lapangan. evaluasi mendukung
26
transparansi,
Kolaboratif: akuntabilitas, dan
Menyerap umpan perbaikan layanan
balik dari pengguna berbasis data.
dan bekerja sama
memperbaiki sistem.
Analisis Dampak:
Jika nilai-nilai Ber-AKHLAK tidak diterapkan dalam monitoring dan evaluasi sistem layanan digital, maka proses
evaluasi berisiko tidak objektif dan tidak akurat. Pelayanan menjadi tidak responsif terhadap masukan, koordinasi
tim melemah, dan rekomendasi perbaikan tidak berbasis kompetensi yang memadai. Akibatnya, sistem tidak
berkembang, kepercayaan publik menurun, serta citra profesionalisme ASN dan institusi Kementerian Agama ikut
terdampak negatif.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Deskripsi Isu dan Keterkaitan dengan Agenda III
Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis lakukan, terdapat
beberapa isu strategis yang muncul di Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Secara umum, isu dapat
dipahami sebagai suatu fenomena atau kejadian yang diartikan sebagai
permasalahan dan diperoleh melalui berbagai cara, salah satunya
melalui tahap pengawasan terhadap lingkungan. Berdasarkan
pengamatan tersebut, ditemukan lima isu utama yang ada di instansi
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,
yaitu:
1. Pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI dan Tanda Tangan Elektronik
(TTE) Belum Optimal
Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi
(SRIKANDI) dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) di
lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI belum
berjalan secara optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan
kapasitas sumber daya manusia dalam penguasaan aplikasi,
keterbatasan infrastruktur jaringan internet, serta belum
maksimalnya pendampingan teknis dari Kantor Wilayah Provinsi.
Akibatnya, proses tata kelola administrasi dan persuratan masih
dilakukan secara konvensional, yang berpotensi memperlambat
layanan serta tidak mendukung penguatan Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE).
2. Partisipasi Masyarakat terhadap Survei Kepuasan Layanan Publik
Masih Rendah
Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengisian Survei Kepuasan
Masyarakat (SKM) secara daring masih sangat rendah di
28
lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI.
Berdasarkan laporan dari Kantor Wilayah Provinsi, hal ini
dipengaruhi oleh minimnya sosialisasi kepada pengguna layanan,
kurangnya strategi promosi partisipatif, serta keterbatasan akses
teknologi informasi di kalangan responden. Dampak dari isu ini
adalah berkurangnya efektivitas SKM sebagai instrumen evaluasi
kualitas pelayanan publik dan pengambilan keputusan berbasis
umpan balik.
3. Sistem Pencatatan Tamu Masih Manual dan Belum Efisien
Pencatatan data tamu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI
hingga saat ini masih menggunakan metode konvensional melalui
buku tamu fisik. Metode ini memiliki kelemahan dalam hal efisiensi
waktu, keakuratan data, dan kemudahan dalam rekapitulasi serta
analisis statistik kunjungan. Selain itu, proses pencatatan manual
tidak mendukung prinsip akuntabilitas, modernisasi pelayanan,
maupun integrasi data sebagai bagian dari penguatan layanan
berbasis teknologi informasi.
4. Belum Tersedianya Website Resmi sebagai Sarana Informasi
Publik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI hingga saat ini belum
memiliki website resmi sebagai media informasi dan transparansi
publik. Ketiadaan website berdampak pada terbatasnya akses
masyarakat terhadap informasi layanan, program, dan kebijakan
instansi. Padahal, website merupakan instrumen strategis dalam
mendukung keterbukaan informasi publik sesuai dengan amanat
UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan
arah kebijakan reformasi birokrasi.
5. Pemanfaatan Media Sosial untuk Layanan Informasi Publik Masih
Terbatas
Media sosial sebagai salah satu sarana diseminasi informasi publik di
Kantor Kementerian Agama Kabupaten PALI belum dimanfaatkan
29
secara optimal, khususnya dalam menyampaikan informasi terkait
layanan instansi. Kurangnya pemanfaatan media sosial berdampak
pada rendahnya literasi masyarakat terhadap jenis, alur, dan
mekanisme layanan publik yang tersedia. Padahal, media sosial
merupakan kanal yang efektif dan real time dalam membangun
komunikasi dua arah antara instansi dan masyarakat.
C. Analisis Isu
1. Penetapan Isu Utama (Core Issue)
Dalam pengambilan 1 (satu) isu yang akan di angkat pada
aktualisasi ini akan di analisa menggunakan analisis APKL (Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, Layak) yang akan disajikan dalam
tabel sebagai yaitu penetapan isu menggunakan teknik tapisan
dengan menetapkan rentang penilaian (1-5) pada kriteria: Aktual,
Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan.
a. Aktual (A) artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang
hangat dibicarakan dalam masyarakat.
b. Problematik (P) artinya isu tersebut memiliki dimensi masalah
yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya
secara komprehensif.
c. Kekhalayakan (K) artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup
orang banyak.
d. Kelayakan (L) artinya isu tersebut masuk akal, realistis,
relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
Tabel 3. 1 Penilaian Kualitas Isu Dengan Analisis APKL
Skor Tot Priorita
No. Identifikasi Isu
A P K L al s
1. Pemanfaatan Aplikasi 5 4 4 4 17 II
SRIKANDI dan Tanda
Tangan Elektronik (TTE)
30
Belum Optimal
2. Partisipasi Masyarakat 4 4 3 4 15 IV
terhadap Survei
Kepuasan Layanan
Publik Masih Rendah
3. Sistem Pencatatan 5 4 5 4 18 I
Tamu Masih Manual
dan Belum Efisien
4. Belum Tersedianya 5 4 3 4 16 III
Website Resmi sebagai
Sarana Informasi Publik
5. Pemanfaatan Media 4 3 3 3 13 V
Sosial untuk Layanan
Informasi Publik Masih
Terbatas
Keterangan Skala Nilai:
1 = Sangat Rendah,
2 = Rendah,
3 = Sedang,
4 = Tinggi,
5 = Sangat Tinggi
Berdasarkan analisis APKL pada abel 2.1, dapat diketahui
bahwa yang menjadi isu prioritas dan ditetapkan sebagai isu
Rancangan Aktualisasi yang akan di cari solusi pemecahan
masalahnya yaitu “Sistem Pencatatan Tamu Masih Manual dan
Belum Efisien”.
Dalam menentukan prioritas masalah, penulis juga
menggunakan analisis USG sebagai alat untuk mengetahui isu
mana yang menjadi paling prioritas dengan menggunakan kriteria
31
Urgency (U), Seriousness (S), Growth (G), atau yang biasa disebut
identifikasi USG. Lebih jelasnya, kriteria USG dijelaskan sebagai
berikut :
1. Urgency : Berarti seberapa mendesaknya masalah
tersebut untuk diselesaikan berkaitan
dengan dimensi waktu;
2. Seriousness : Mengacu pada penyelesaian masalah
dikaitkan dengan akibat, bisa menimbulkan
masalah baru; dan
3. Growth : Berkaitan dengan kemungkinan
berkembang memburuk kalau tidak
diselesaikan.
Sebelum menentukan isu utama yang akan dipilih
menggunakan teknik tapisan isu USG, perlu ditentukan indikator
penilaian terhadap masing-masing kriteria, dengan indikator
penilaian sebagai berikut:
Tabel 3. 2 Indikator Penilaian Urgency
Nilai Indikator Deskripsi Indikator
5 Sangat Harus ditindaklanjuti dalam kurun
Mendesak waktu 1 bulan
4 Mendesak Harus ditindaklanjuti dalam kurun
waktu 3 bulan
3 Cukup Mendesak Harus ditindaklanjuti dalam kurun
waktu 6 bulan
2 Kurang Harus ditindaklanjuti dalam kurun
Mendesak waktu 1 tahun
1 Tidak Mendesak Harus ditindaklanjuti dalam kurun
waktu >1 tahun
32
Tabel 3. 3 Indikator Penilaian Seriousness
Nilai Indikator Deskripsi Indikator
5 Sangat Serius Dampak isu akan berpengaruh pada
satu unit kerja dan mitra kerja
4 Serius Dampak isu akan berpengaruh pada
satu unit kerja
3 Cukup Serius Dampak isu akan berpengaruh pada
Subbagian di Pengadilan Negeri
Kotabumi
2 Kurang Serius Dampak isu akan berpengaruh pada
semua pegawai
1 Tidak Serius Dampak isu akan berpengaruh pada
individu pegawai
Tabel 3. 4 Indikator Penilaian Growth
Nilai Indikator Deskripsi Indikator
5 Sangat Cepat Memburuk dalam kurun waktu 1
Memburuk bulan
4 Cepat Memburuk Memburuk dalam kurun waktu 3
bulan
3 Cukup Cepat Memburuk dalam kurun waktu 6
Memburuk bulan
2 Kurang Cepat Memburuk dalam kurun waktu 1
Memburuk tahun
1 Tidak Cepat Memburuk dalam kurun waktu >1
Memburuk tahun
Setelah menentukan indikator penilaian terhadap kriteria
teknik tapisan isu USG, maka dapat ditentukan penilaian terhadap
isu utama yang ada di Kantor Kementerian Agama Kabupaten
33
Penukal Abab Lematang Ilir yang perlu dianalisis dan diberikan
gagasan kreatif dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 3. 5 Penilaian Kualitas Isu Dengan Analisis USG
No Identifikasi Skor T Pri
Isu U S G
1. Pemanfaata 5 4 4 1 II
n
Aplikas
i
SRIKA
NDI
dan
Tanda
Tanga
n
Elektro
nik
(TTE)
Belum
Optima
l
34
2. Sistem 5 5 4 1 I
Pencat
atan
Tamu
Masih
Manua
l dan
Belum
Efisien
3. Belum 4 3 4 1 III
Tersed
ianya
Websit
e
Resmi
sebaga
i
Sarana
Inform
asi
Publik
Berdasarkan hasil analisis menggunakan Teknik USG, isu
paling prioritas adalah “Sistem Pencatatan Tamu Masih Manual
dan Belum Efisien”. Apabila isu tersebut tidak ditindaklanjuti,
maka dapat mengakibatkan timbul kesalahpahaman dan protes
masyarakat karena tanpa transparansi dan kepastian infromasi,
harapan Masyarakat terhadap layanan publik tidak terpenuhi
secara utuh.
Setelah ditemukan core issue yang telah di analisis dengan
menggunakan Metode USG, maka tahap selanjutnya yaitu mencari
35
penyebab munculnya isu dengan menggunakan teknik analisis
Diagram Fishbone.
36
2. Penyebab Isu
Adapun hasil analisis isu melalui pendekatan fishbone terhadap isu "Sistem Pencatatan Tamu Masih
Manual dan Belum Efisien" disajikan pada gambar berikut.
Gambar 3. 1 Diagram Fishbone
37
Adapun hasil analisis dengan menggunakan Diagram Fishbone disajikan dalam bentuk matrik sebagai berikut:
Tabel 3. 6 Analisis Isu dari Diagram Fishbone
Alternatif Penyelesaian
No Analisis Dampak Jika Isu
Unsur Akar Masalah Masalah (Kegiatan Kreatif
. Tidak Ditangani
dan Inovatif)
1. Manusia Kurangnya literasi digital Pelatihan literasi digital Petugas tidak mampu
(Man) petugas penerima tamu singkat dan berkala mengoperasikan sistem digital
sehingga tidak dapat berjalan
optimal
Belum adanya pelatihan Pelatihan dengan video Kesalaham input data dan
penggunaan sistem singkat penola
digital
Pegawai terbiasa Program perubahan yang Perubahan sistem lambat dan
dengan pola kerja dikemas menarik berupa beresiko gagal karena kurang
manual dan belum siap games, reward, tantangan didukung SDM
mingguan)
2. Metode Belum optimalnya Menyusun dan Tidak teraturnya dan tidak
(Method) penerapan standar mensosialisaskan SOP sesuainya pelaksanaan
38
operasional prosedur pencatatan digital pencatatan
(SOP) untuk pencatatan
tamu berbasis digital
Tidak ada evaluasi rutin Membuat jadwal evaluasi Sistem terus berjalan dengan
terhadap sistem bulanan dan Google Form kesalahan yang tidak diperbaiki
pencatatan tamu evaluasi pengguna
3. Mesin/ Tidak tersedia Penyediaan media berupa Sistem tidak dapat berjalan
Teknologi perangkat/media QR Code yang sudah diprint meski sudah dirancang dengan
(Machine) pendukung dan siap untuk discan baik
Tidak tersedia Membuat sistem sederhana Sistem pencatatan masih
sistem/aplikasi buku menggunakan QR Code, dilakukan manual
tamu digital Google Form, Googel
Spreadsheet dan Microsite
yang gratis dan langsung bisa
digunakan
4. Lingkungan Tidak ada ruang atau Menata ulang area meja tamu Penggunaan sistem tidak
(Mother meja yang mendukung dengan meja kecil untuk berjalan optimal karena kondisi
Nature) penerapan sistem digital penempatan QR Code fisik yang kurang mendukung
5. Pengukuran Tidak ada indikator Menyusun indikator kinerja Tidak bisa mengukur seberapa
39
(Measure- kinerja pencatatan tamu harian/mingguan dan efektif sistem berjalan
ment) menampikan dalam bentuk
laporan
Tidak ada pelaporan Melakukan rekap data tamu Data pengunjung tidak
rutin jumlah atau jenis mingguan/bulanan tersimpan dan tidak bisa
tamu menggunakan Google digunakan dalam pengambilan
Spreadsheet keputusan
Efektivitas sistem Survei kepuasan pengguna Sistem berjalan tidak sesuai
pencatatan tidak pernah per 3 bulan melalui link digital dengan kebutuhan
diukur atau dimonitor
Tidak ada template atau Menyediakan template Petugas mengalami kesulitan
format pencatatan digital Google Form dan memulai dan membuat format
yang siap pakai Spreadsheet yang mudah template sehingga dapat
diedit dan bisa langsung menghambat penerapan
digunakan
40
D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih
Sistem pencatatan tamu yang masih dilakukan secara manual di
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
merupakan isu strategis yang perlu segera diatasi. Pencatatan tamu
manual melalui buku tulis fisik memiliki berbagai kelemahan mendasar,
seperti lambatnya proses entri data, keterbatasan akurasi informasi,
serta tidak adanya rekapitulasi data secara otomatis. Selain itu, sistem
ini menyulitkan proses pelacakan data tamu ketika dibutuhkan untuk
keperluan audit, pelaporan, atau tindak lanjut administrasi. Metode
konvensional ini juga tidak sejalan dengan arah penguatan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta tidak mendukung
prinsip akuntabilitas dan efisiensi layanan publik.
Sebagai bagian dari tugas dan fungsi Pranata Komputer Ahli
Pertama, penerapan solusi digital melalui pemanfaatan QR Code dan
Microsite menjadi langkah tepat dan strategis. Solusi ini
memungkinkan pencatatan tamu secara cepat, akurat, aman, dan
terintegrasi dengan sistem rekap otomatis berbasis Google
Spreadsheet. Dengan demikian, proses pelaporan kunjungan harian,
mingguan, atau bulanan dapat dilakukan secara real-time tanpa perlu
entri ulang. Selain meningkatkan kualitas layanan dan transparansi,
digitalisasi sistem pencatatan tamu juga mendukung implementasi
nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya nilai Berorientasi
Pelayanan, Akuntabel, dan Adaptif terhadap teknologi informasi.
Oleh karena itu, digitalisasi buku tamu tidak hanya menjawab
kebutuhan efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari
transformasi layanan publik berbasis teknologi dalam mendukung visi
reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan
Kementerian Agama. Pemilihan isu ini relevan, terukur, berdampak
langsung, serta dapat diselesaikan dalam waktu aktualisasi yang
tersedia.
41
Adapun tahapan kegiatan yang dilakukan untuk menemukan
solusi dari core issue ini adalah:
Isu yang diangkat : Sistem Pencatatan Tamu Masih
Manual dan Belum Efisien
Gagasan pemecahan : Optimalisasi Layanan Administrasi
isu Pengunjung Berbasis QR Code dan
Microsite
Kegiatan-Kegiatan Kreatif Pemecah Isu
Solusi utama yang diusulkan adalah implementasi sistem buku
tamu digital berbasis QR Code dan Microsite, yang bertujuan untuk
menggantikan metode pencatatan manual menjadi sistem yang
lebih cepat, efisien, akurat, dan ramah lingkungan. Dengan
memanfaatkan teknologi informasi, sistem ini memungkinkan
pencatatan data tamu secara real-time serta rekapitulasi otomatis,
sehingga tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi
juga mendukung pengelolaan data yang lebih tertib dan transparan.
Selain itu, penggunaan QR Code mempermudah akses bagi tamu,
mengurangi penggunaan kertas, dan mendukung upaya digitalisasi
dalam pelayanan di lingkungan instansi pemerintah. Tahapan
kegiatannya, berupa:
Tabel 3. 7 Tahapan Kegiatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan
.
1. Perencanaan dan Melakukan konsultasi dengan
Perancangan mentor mengenai pelaksanaan
Sistem Layanan aktualisasi
Administrasi Meminta persetujuan
Pengunjung mentor/pimpinan
Berbasis QR Code Merancang sistem layanan tamu
42
dan Microsite berbasis QR Code, Microsite,
dan Google Form serta
mengatur agar data tersimpan
otomatis ke Google
Spreadsheet.
2. Pengembangan Membuat dan mengatur formulir
dan Pembangunan tamu digital dengan Google
Sistem Layanan Form dan databasenya dengan
Administrasi Google Spreadsheet
Pengunjung Membuat Microsite yang
Berbasis QR Code memuat link ke formulir tamu
dan Microsite
3. Sosialisasi dan Melakukan sosialisasi kepada
Implementasi pegawai/tamu dan pelatihan
Penggunaan singkat kepada petugas yang
Sistem Layanan menerima tamu
Administrasi Mulai menerapkan penggunaan
Pengunjung QR Code dan Microsite kepada
Berbasis QR Code tamu yang datang
dan Microsite
4. Monitoring dan Memantau penggunaan sistem
Evaluasi Sistem dan merekam kendala yang ada
Layanan Melakukan evaluasi sistem
Administrasi berdasarkan umpan balik
Pengunjung pengguna
Berbasis QR Code Menganalisis kendala teknis
dan Microsite maupun non-teknis selama
implementasi
E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
43
a. Agenda II BerAKHLAK
Core Values (nilai-nilai dasar) ASN BerAKHLAK yang terdiri dari
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif merupakan pilar utama pembentukan
budaya kerja ASN di seluruh instansi pemerintah, baik pusat
maupun daerah. Nilai-nilai ini dihadirkan untuk menyatukan
persepsi, pemahaman, serta perilaku ASN agar mampu bekerja
secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada
kepentingan masyarakat.
Implementasi nilai-nilai BerAKHLAK sejalan dengan employer
branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” yang menjadi simbol
penguatan budaya kerja aparatur negara menuju terwujudnya tata
kelola pemerintahan berkelas dunia (world class government).
Untuk mendukung penerapan nilai tersebut, Surat Edaran Menteri
PANRB Nomor 20 Tahun 2021 diterbitkan sebagai landasan hukum
dan pedoman bagi seluruh ASN, baik di instansi pemerintah pusat,
daerah, maupun lembaga lainnya.
BerAKHLAK tidak hanya menjadi jargon, tetapi panduan perilaku
yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap ASN
diharapkan menjadikan nilai ini sebagai fondasi budaya kerja yang
profesional dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Adapun rincian
nilai-nilai BerAKHLAK adalah:
1. Berorientasi Pelayanan
ASN berkomitmen melayani masyarakat dengan sepenuh hati
serta mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan
pribadi. Panduan nilainya meliputi:
A. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat;
B. Bersikap ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan;
C. Melakukan perbaikan layanan secara berkesinambungan.
44
2. Akuntabel
ASN bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan tugas dan
dapat dipercaya oleh masyarakat. Panduan nilainya:
A. Melaksanakan tugas dengan jujur, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi;
B. Menggunakan aset negara secara bijak, efektif, dan efisien;
C. Tidak menyalahgunakan wewenang jabatan.
3. Kompeten
ASN harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
sesuai dengan bidangnya. Panduan nilainya:
a. Mengembangkan kompetensi diri untuk menjawab
tantangan;
b. Membantu rekan kerja belajar;
c. Memberikan hasil kerja dengan kualitas terbaik.
4. Harmonis
ASN menciptakan suasana kerja yang kondusif dengan
menghormati sesama dan membina hubungan kerja yang baik.
Panduan nilainya:
a. Menghargai perbedaan latar belakang setiap orang;
b. Suka menolong dan peduli terhadap orang lain;
c. Membangun lingkungan kerja yang nyaman.
5. Loyal
ASN berkomitmen mengerahkan kemampuan terbaik demi
kemajuan organisasi dan negara. Panduan nilainya:
a. Memegang teguh Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan
pemerintahan yang sah;
b. Menjaga nama baik instansi dan sesama ASN;
c. Memelihara rahasia jabatan dan negara.
6. Adaptif
ASN mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan
melakukan inovasi. Panduan nilainya:
45
a. Cepat merespons perubahan;
b. Berinovasi dan kreatif;
c. Bersikap proaktif.
7. Kolaboratif
ASN bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai
tujuan bersama. Panduan nilainya:
a. Memberikan ruang kontribusi kepada pihak lain;
b. Terbuka dalam membangun kerja sama;
c. Memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk
kepentingan publik.
b. Agenda III Kedudukan dan Peran ASN Menuju Smart
Governance
A. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan Aparatur Sipil Negara
untuk mencetak pegawai yang profesional, berintegritas, bebas
dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Pengelolaan ASN dilakukan berdasarkan
prinsip kepastian hukum, profesionalitas, proporsionalitas,
keterpaduan, netralitas, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi,
keterbukaan, keadilan, kesetaraan, serta kesejahteraan.
ASN terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pegawai Negeri Sipil
(PNS) yang diangkat secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian
Kerja (PPPK) yang diangkat untuk jangka waktu tertentu sesuai
kebutuhan instansi. Kedudukan ASN ada di pusat, daerah, dan
perwakilan luar negeri, namun tetap menjadi satu kesatuan
dalam menciptakan birokrasi yang profesional.
ASN memiliki fungsi sebagai:
a. Pelaksana kebijakan publik;
b. Pelayan publik;
c. Perekat dan pemersatu bangsa.
46
Sedangkan tugas ASN meliputi:
a. Melaksanakan kebijakan pimpinan sesuai peraturan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas;
c. Mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk mendukung produktivitas, ASN diberikan hak sesuai
ketentuan, namun juga berkewajiban menjaga etika profesi.
ASN sebagai profesi harus mematuhi kode etik dan kode
perilaku yang bertujuan menjaga martabat serta kehormatan
aparatur negara.
Salah satu pilar utama manajemen ASN adalah penerapan
sistem merit, yaitu sistem yang menjadikan kualifikasi,
kompetensi, dan kinerja sebagai dasar perencanaan,
rekrutmen, pengembangan karier, promosi, disiplin, hingga
pensiun pegawai. Dengan sistem merit, pegawai yang
berkinerja tinggi akan mendapatkan penghargaan, sementara
yang berkinerja rendah akan dibina agar lebih produktif.
B. Smart ASN
Konsep Smart ASN menekankan bahwa ASN harus mampu
merespons perkembangan teknologi informasi secara positif
dan cepat. ASN tidak hanya dituntut mampu beradaptasi, tetapi
juga menjadi digital talent yang menguasai teknologi dan digital
leader yang mampu memimpin transformasi digital dalam
birokrasi.
Literasi digital menjadi kunci utama Smart ASN. Literasi ini
bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat digital,
tetapi juga kecakapan berinteraksi, berkolaborasi, dan
menciptakan solusi di era digital. Literasi digital dibagi menjadi
empat kompetensi utama:
b. Digital Skills (Kecakapan Digital)
47
Menguasai perangkat digital, mesin pencari, aplikasi
komunikasi, serta aplikasi keuangan/e-commerce.
c. Digital Culture (Budaya Digital)
Memahami etika berinternet, memegang teguh Pancasila
dan Bhinneka Tunggal Ika, serta menjaga wawasan
kebangsaan di ruang digital.
d. Digital Ethics (Etika Digital)
Memiliki kesadaran etika dalam memanfaatkan teknologi,
menjunjung nilai-nilai kebangsaan, serta membedakan
informasi yang bertentangan dengan Pancasila.
e. Digital Safety (Keamanan Digital)
Mampu melindungi data pribadi, memahami potensi
ancaman digital seperti phishing, serta menerapkan
keamanan pada perangkat dan akun digital.
BAB IV
PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Matriks Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahap utama yang saling berkesinambungan, dimulai dari
perencanaan, pengembangan, sosialisasi, hingga evaluasi. Setiap tahap dirancang untuk memastikan sistem
layanan administrasi pengunjung berbasis QR Code dan Microsite dapat berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Tabel 4. 1 Matriks Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Waktu Nilai-nilai dasar Output/
No Kegiatan Keterangan
kegiatan pelaksanaan pns Hasil
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Perencan Melakukan 07 Agustus Berorientasi Dokumentasi Tahap ini
aan dan konsultasi 2025 – 17 Pelayanan: konsultasi memastikan
Perancan dengan mentor Agustus 2025 Merancang rancangan
gan mengenai sistem untuk Persetujuan sesuai
Sistem pelaksanaan memudahkan tertulis dari kebutuhan
Layanan aktualisasi. layanan mentor/ layanan dan
45
46
Administr administrasi pimpinan mendukung
asi Meminta tamu. efisiensi
Pengunju persetujuan Draft rancangan
ng mentor/ Akuntabel: sistem layanan
Berbasis pimpinan. Melibatkan tamu digital
QR Code persetujuan Template Google
dan Merancang mentor/ Form dan
Microsite sistem layanan pimpinan agar Spreadsheet
tamu berbasis perencanaan otomatis
QR Code, bisa
Microsite, dan dipertanggung-
Google Form jawabkan.
serta mengatur
agar data Kompeten:
tersimpan Merancang
otomatis ke sistem digital
Google sesuai
Spreadsheet. kebutuhan
dengan
47
kemampuan
teknis.
Harmonis:
Konsultasi
dengan mentor
dilakukan
dengan sikap
terbuka dan
saling
menghargai.
Loyal:
Melibatkan
arahan pimpinan
sebagai bentuk
loyalitas
terhadap tugas.
Kolaboratif:
48
Menyusun
rencana secara
bersama dan
melibatkan
berbagai pihak.
2. Pengemb Membuat dan 18 Agustus – Berorientasi Formulir tamu Fokus pada
angan mengatur 24 Agustus Pelayanan: digital berbasis teknis
dan formulir tamu 2025 Sistem dibuat Google Form pengembangan
Pembang digital dengan untuk dan pengujian
unan Google Form memudahkan Database agar minim
Sistem dan proses bagi pengunjung yang kesalahan saat
Layanan databasenya pengunjung dan otomatis terekam implementasi
Administr dengan Google petugas. dalam Google
asi Spreadsheet. Spreadsheet
Pengunju Akuntabel:
ng Membuat Pengaturan Microsite
Berbasis Microsite yang database untuk sederhana yang
QR Code memuat link ke memastikan data memuat tautan ke
dan formulir tamu. tersimpan formulir tamu
49
Microsite dengan baik dan digital
dapat
dipertanggung-
jawabkan.
Kompeten:
Mengembangka
n sistem digital
menunjukkan
penguasaan
teknologi dan
keahlian.
Adaptif:
Menyesuaikan
media pelayanan
sesuai
kebutuhan
zaman.
50
3. Sosialisas Melakukan 25 Agustus – Berorientasi Pegawai dan Tahap penting
i dan sosialisasi 11 September Pelayanan: tamu memahami untuk
Implemen kepada 2025 Memberikan alur dan manfaat memperkenalkan
tasi pegawai/tamu kemudahan sistem digital inovasi dan
Pengguna dan pelatihan akses layanan berbasis QR membiasakan
an Sistem singkat kepada kepada Code dan penggunaannya
Layanan petugas yang pengunjung. Microsite
Administr menerima tamu.
asi Kompeten: Petugas
Pengunju Mulai Memberikan penerima tamu
ng menerapkan pelatihan kepada memiliki
Berbasis penggunaan petugas agar keterampilan
QR Code QR Code dan siap dasar dalam
dan Microsite menjalankan mengoperasikan
Microsite kepada tamu sistem. sistem
yang datang.
Harmonis: Tamu mulai
Sosialisasi menggunakan
dilakukan sistem digital
51
dengan untuk mencatat
komunikasi yang kunjungan
baik kepada
pegawai dan Data kunjungan
tamu. terekam secara
real-time dan
Kolaboratif: terdokumentasi
Melibatkan dengan baik
semua pihak
dalam
penggunaan
sistem secara
bersama-sama.
4. Monitoring dan Memantau 8 September Berorientasi Laporan Memastikan
Evaluasi Sistem penggunaan 2025 – 11 Pelayanan: monitoring sistem keberlanjutan
Layanan sistem dan September Memperbaiki yang mencakup sistem dan
Administrasi merekam 2025 sistem data penggunaan peningkatan
Pengunjung kendala yang berdasarkan harian/mingguan kualitas layanan
52
Berbasis QR ada. masukan untuk
Code dan meningkatkan Rekap kendala
Microsite Melakukan layanan. teknis dan non-
evaluasi sistem teknis selama
berdasarkan Akuntabel: implementasi
umpan balik Mengevaluasi berlangsung
pengguna. dan
mendokumentasi Laporan evaluasi
Menganalisis kan hasil berbasis umpan
kendala teknis penggunaan balik pengguna
maupun non- sistem secara (pengunjung dan
teknis selama objektif. petugas)
implementasi.
Kompeten:
Menganalisis
masalah dan
mencari solusi
berbasis data.
53
Adaptif:
Menyesuaikan
sistem sesuai
hasil evaluasi
dan kebutuhan
di lapangan.
Kolaboratif:
Menyerap
umpan balik dari
pengguna dan
bekerja sama
memperbaiki
sistem.
54
B. Pelaksanaan Kegiatan Dan Aktualisasi Nilai Dasar
Kegiatan aktualisasi dilaksanakan melalui empat tahap: Perencanaan, Pengembangan, Sosialisasi, dan Evaluasi,
dengan penerapan nilai dasar ASN sesuai kebutuhan di setiap tahap.
Tabel 4. 2 Pelaksanaan Kegiatan Dan Aktualisasi Nilai Dasar
No. Kegiatan Tahapan Aktualisasi Nilai Dasar Waktu
1 Perencanaan dan Melakukan konsultasi Berorientasi Pelayanan: 07 Agustus 2025 –
Perancangan Sistem dengan mentor Merancang sistem untuk 17 Agustus 2025
Layanan Administrasi mengenai pelaksanaan memudahkan layanan
Pengunjung Berbasis QR aktualisasi administrasi tamu.
Code dan Microsite
Meminta persetujuan Akuntabel: Melibatkan
mentor/pimpinan persetujuan mentor/
pimpinan agar perencanaan
Merancang sistem bisa dipertanggung-jawabkan.
layanan tamu berbasis
QR Code, Microsite, Kompeten: Merancang sistem
dan Google Form digital sesuai kebutuhan
serta mengatur agar dengan kemampuan teknis.
55
data tersimpan Harmonis: Konsultasi dengan
otomatis ke Google mentor dilakukan dengan sikap
Spreadsheet. terbuka dan saling menghargai.
Loyal:
Melibatkan arahan pimpinan
sebagai bentuk loyalitas
terhadap tugas.
Kolaboratif: Menyusun
rencana secara bersama dan
melibatkan berbagai pihak.
2. Pengembangan dan Membuat dan Berorientasi Pelayanan: 18 Agustus – 24
Pembangunan Sistem mengatur formulir tamu Sistem dibuat untuk Agustus 2025
Layanan Administrasi digital dengan Google memudahkan proses bagi
Pengunjung Berbasis QR Form dan databasenya pengunjung dan petugas.
Code dan Microsite dengan Google
Spreadsheet Akuntabel: Pengaturan
database untuk memastikan
56
Membuat Microsite data tersimpan dengan baik
yang memuat link ke dan dapat dipertanggung-
formulir tamu jawabkan.
Kompeten: Mengembangkan
sistem digital menunjukkan
penguasaan teknologi dan
keahlian.
Adaptif: Menyesuaikan media
pelayanan sesuai kebutuhan
zaman.
3. Sosialisasi dan Melakukan sosialisasi Berorientasi Pelayanan: 25 Agustu 2025 – 11
Implementasi kepada pegawai/tamu Memberikan kemudahan akses September 2025
Penggunaan Sistem dan pelatihan singkat layanan kepada pengunjung.
Layanan Administrasi kepada petugas yang
Pengunjung Berbasis QR menerima tamu Kompeten: Memberikan
Code dan Microsite pelatihan kepada petugas agar
Mulai menerapkan siap menjalankan sistem.
57
penggunaan QR Code Harmonis: Sosialisasi
dan Microsite kepada dilakukan dengan komunikasi
tamu yang datang yang baik kepada pegawai dan
tamu.
Kolaboratif: Melibatkan semua
pihak dalam penggunaan
sistem secara bersama-sama.
4. Monitoring dan Evaluasi Memantau Berorientasi Pelayanan: 8 September 2025 –
Sistem Layanan penggunaan sistem Memperbaiki sistem 11 September 2025
Administrasi Pengunjung dan merekam kendala berdasarkan masukan untuk
Berbasis QR Code dan yang ada meningkatkan layanan.
Microsite
Melakukan evaluasi Akuntabel: Mengevaluasi dan
sistem berdasarkan mendokumentasikan hasil
umpan balik pengguna penggunaan sistem secara
objektif.
Menganalisis kendala
teknis maupun non- Kompeten: Menganalisis
58
teknis selama masalah dan mencari solusi
implementasi berbasis data
Adaptif: Menyesuaikan sistem
sesuai hasil evaluasi dan
kebutuhan di lapangan.
Kolaboratif: Menyerap umpan
balik dari pengguna dan
bekerja sama memperbaiki
sistem.
59
C. Matriks Rekapitulasi Realisasi Habituasi Mata Pelatihan Agenda 2
Tabel 4.3 berikut memuat perbandingan antara rencana dan realisasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN pada setiap
kegiatan habituasi Agenda 2. Data ini menggambarkan tingkat ketercapaian penerapan nilai dasar ASN pada setiap
tahap kegiatan aktualisasi.
Tabel 4. 3 Matriks Rekapitulasi Realisasi Habituasi Agenda 2
KEGIATAN JUMLAH
MATA AKTUALISASI
NO KE-1 KE-2 KE-3 KE-4
PELATIHAN
Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
Berorientasi
1 3 3 3 2 3 3 2 2 11 10
Pelayanan
2 Akuntabel 3 3 2 3 2 2 3 2 10 10
3 Kompeten 2 3 3 3 2 2 2 1 9 9
4 Harmonis 2 2 1 1 2 2 2 1 7 6
5 Loyal 3 1 0 1 1 2 2 1 6 5
6 Adaptif 2 2 3 3 2 2 2 2 9 9
7 Kolaboratif 2 3 2 2 3 3 2 1 9 9
Jumlah MP yang
Diaktualisasikan per 17 17 14 15 15 16 15 10 61 61
Kegiatan
60
Uraian Realisasi per Nilai Dasar ASN
1. Berorientasi Pelayanan (Total 10)
Nilai ini menonjol pada tahap Perencanaan (3) dan Sosialisasi (3)
karena fokus utama sistem adalah memudahkan tamu mengisi data
kunjungan secara cepat, praktis, dan aman. Pada Pengembangan (2),
pelayanan menjadi latar tujuan, dan pada Evaluasi (2), pelayanan diuji
kembali untuk memastikan manfaat maksimal.
2. Akuntabel (Total 10)
Akuntabilitas tinggi di Perencanaan (3) dan Pengembangan (3) karena
setiap rancangan dan pembangunan sistem harus dapat
dipertanggungjawabkan. Di Sosialisasi (2), akuntabilitas terwujud
dalam informasi yang benar dan sesuai prosedur. Pada Evaluasi (2),
akuntabilitas ditunjukkan melalui penyusunan laporan hasil
implementasi.
3. Kompeten (Total 9)
Kompetensi teknis sangat diperlukan di Perencanaan (3) dan
Pengembangan (3) dalam merancang dan membangun QR Code
serta Microsite. Di Sosialisasi (2), kompetensi digunakan untuk
menjelaskan fitur kepada pengguna. Pada Evaluasi (1), kompetensi
dipakai untuk analisis data meski porsinya lebih kecil.
4. Harmonis (Total 6)
Nilai ini tampak di Perencanaan (2) dan Sosialisasi (2) karena
melibatkan koordinasi dengan pimpinan dan rekan kerja. Pada
Pengembangan (1) dan Evaluasi (1), harmoni tetap dijaga walau tidak
dominan.
5. Loyal (Total 5)
Loyalitas muncul di seluruh tahap sebagai bentuk dukungan terhadap
kebijakan instansi. Porsi terbesar ada pada Sosialisasi (2), di mana
pegawai menunjukkan komitmen penuh mendukung program,
sedangkan di Perencanaan (1), Pengembangan (1), dan Evaluasi (1)
loyalitas hadir dalam kesungguhan menyelesaikan tugas.
61
6. Adaptif (Total 9)
Adaptif sangat diperlukan di Pengembangan (3) dan Evaluasi (2) untuk
menyesuaikan sistem dengan masukan dan kendala. Di Perencanaan
(2), adaptif dibutuhkan agar konsep sesuai kebutuhan lapangan, dan di
Sosialisasi (2) untuk menyesuaikan materi dengan audiens.
7. Kolaboratif (Total 9)
Kolaborasi sangat menonjol di Perencanaan (3) dan Sosialisasi (3),
karena membutuhkan kerja sama lintas seksi dan dukungan pimpinan.
Pada Pengembangan (2), kolaborasi dilakukan antara tim teknis dan
pengguna. Di Evaluasi (1), kolaborasi terbatas pada koordinasi
perbaikan.
D. Kendala dan Solusi
Dalam proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi, terdapat berbagai
kendala yang muncul pada setiap tahap. Kendala ini dapat bersifat
teknis, sumber daya manusia, maupun faktor eksternal seperti
keterbatasan waktu dan anggaran. Agar kegiatan tetap berjalan sesuai
rencana, setiap kendala dianalisis untuk menemukan solusi yang tepat
dan aplikatif. Tabel berikut memuat rangkuman kendala yang dihadapi
beserta solusi yang diterapkan pada masing-masing kegiatan.
Tabel 4. 4 Kendala dan Solusi
No Kegiatan Kendala Solusi
.
1. Perencanaan dan Keterbatasan Menyusun
Perancangan Sistem waktu koordinasi agenda rapat
Layanan Administrasi karena jadwal yang ringkas dan
Pengunjung Berbasis yang padat fokus,
QR Code dan memanfaatkan
Microsite media daring
62
untuk efisiensi
waktu
2. Pengembangan dan Akses internet Menyediakan
Pembangunan Sistem tidak stabil saat uji koneksi internet
Layanan Administrasi coba sistem cadangan
Pengunjung Berbasis Keterbatasan Menggunakan
QR Code dan perangkat uji coba perangkat
Microsite bersama atau
memastikan
kompatibilitas
dengan berbagai
perangkat
3. Sosialisasi dan Pegawai dan Menyediakan
Implementasi pengunjung panduan
Penggunaan Sistem kurang familiar penggunaan
Layanan Administrasi dengan QR Code dalam bentuk
Pengunjung Berbasis dan Microsite flyer dan
QR Code dan pendampingan
Microsite langsung
Resistensi Menunjukkan
terhadap manfaat sistem
perubahan dari melalui data
sebagian pegawai efisiensi waktu
dan akurasi
4. Monitoring dan Data kunjungan Mengingatkan
Evaluasi Sistem belum terekam petugas untuk
Layanan Administrasi karena kesalahan memastikan
Pengunjung Berbasis input atau pengunjung
QR Code dan pengunjung tidak melakukan scan
Microsite melakukan scan QR Code
63
E. Rencana Tindak Lanjut
Untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus menjawab
tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis, kegiatan
aktualisasi ini disusun dengan rencana tindak lanjut jangka menengah
dan jangka panjang. Dalam jangka menengah, selama enam bulan ke
depan, fokus diarahkan pada penyempurnaan sistem serta
peningkatan kapasitas pengguna. Penyusunan SOP, pengembangan
fitur pencarian data kunjungan, laporan otomatis, hingga optimasi
akses di berbagai perangkat akan dilakukan, disertai sosialisasi
melalui pelatihan lanjutan, pembuatan video tutorial, dan penambahan
titik QR Code di area pelayanan. Monitoring dan evaluasi juga
dilakukan secara rutin untuk memastikan sistem berjalan optimal serta
mengantisipasi kendala teknis yang muncul.
Sementara itu, pada jangka panjang satu tahun, pengembangan
diarahkan untuk mengintegrasikan sistem dengan layanan digital lain
di lingkungan kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal
Abab Lematang Ilir serta memperkuat fungsi dashboard real-time bagi
pimpinan. Langkah ini juga diperkuat dengan penerapan keamanan
data melalui multi-factor authentication, penerapan standar prosedur
QR Code dan Microsite di seluruh layanan, serta pengembangan
inovasi agar dapat menjadi model bagi satuan kerja Kementerian
Agama lainnya di Sumatera Selatan. Monitoring tahunan dilengkapi
dengan feedback online, laporan inovasi berbasis data kunjungan, dan
pengusulan anggaran pemeliharaan agar sistem dapat terus berlanjut.
Dengan strategi berjenjang tersebut, diharapkan program
optimalisasi layanan administrasi pengunjung tidak berhenti sebagai
inovasi sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya kerja berkelanjutan yang
mampu meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta kualitas pelayanan
publik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari kegiatan aktualisasi yang dilakukan di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ialah
sebagai berikut:
1. Kegiatan aktualisasi ini meliputi empat kegiatan, yang dilakukan di
tempat tugas penulis yakni di Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang dimulai pada tanggal
07 Agustus 2025 sampai dengan 11 September dan telah berjalan
lancar dengan mengimplementasikan nilai nilai dasar profesi PNS
serta peran dan kedudukan PNS dalam NKRI.
2. Aktualisasi ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan
pencatatan administrasi kunjungan yang masih dilakukan secara
manual di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab
Lematang Ilir. Sistem manual tersebut menyebabkan proses
pencatatan menjadi kurang efisien, tidak terdokumentasi dengan
baik, dan menyulitkan dalam pemantauan data kunjungan. Melalui
penerapan layanan berbasis QR Code dan Microsite, diharapkan
tercipta sistem yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Apabila tidak segera diatasi, permasalahan ini dapat berdampak
pada ketidakteraturan arsip, keterlambatan layanan, dan
menurunnya kepercayaan serta partisipasi masyarakat terhadap
pelayanan kantor.
3. Pelayanan rekomendasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir lebih prima dengan adanya digitalisasi
pencatatan administrasi kunjungan yang diimplementasikan saat
aktualisasi.
65
B. Rekomendasi
Setelah melakukan kegiatan aktualisasi di Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, penulis memberikan
rekomendasi sebagai berikut:
1. Penulis merekomendasikan kepada instansi untuk
mengimplementasikan sistem layanan administrasi pengunjung
berbasis digital secara menyeluruh. Diharapkan ke depan dilakukan
pengembangan sistem berbasis aplikasi atau platform internal guna
mendukung pengelolaan data tamu yang lebih efektif dan
terintegrasi.
2. Aktualisasi mengenai optimalisasi layanan administrasi pengunjung
ini perlu dilanjutkan dan dikembangkan di masa mendatang, agar
tata kelola kunjungan lebih tertib, transparan, serta mendukung
penyimpanan data yang akurat dan terdokumentasi dengan baik di
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Penukal Abab Lematang
Ilir.
3. Untuk menjamin kualitas implementasi nilai-nilai dasar ASN dalam
kegiatan aktualisasi, setiap pelaksana perlu menginternalisasi
pemahaman tentang nilai-nilai BerAKHLAK dan prinsip ASN yang
profesional. Selain itu, penting untuk menyusun timeline dan target
kerja harian yang terukur agar kegiatan aktualisasi berjalan terarah,
tepat waktu, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Kepegawaian Negara. (2022). ASN BerAKHLAK: Core values dan
budaya kerja ASN. Jakarta: BKN.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelaksanaan
pelatihan dasar CPNS di lingkungan Kementerian Agama. Jakarta:
Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri PANRB Nomor 25
Tahun 2021 tentang Core Values ASN dan Employer Branding
ASN. Jakarta: Kementerian PANRB.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul
pelatihan dasar calon PNS: Analisis isu kontemporer. Jakarta: LAN
RI.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul
pelatihan dasar calon PNS: Manajemen ASN. Jakarta: LAN RI.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul
pelatihan dasar calon PNS: SMART ASN. Jakarta: LAN RI.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul
aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dalam pelatihan dasar CPNS.
Jakarta: LAN RI.
Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Agama Nomor 75 Tahun
2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai
Kementerian Agama. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Republik Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017
tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar
Calon PNS. Jakarta: LAN RI.
67
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri PANRB Nomor 32 Tahun
2020 tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer. Jakarta:
Kementerian PANRB.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022 tentang Manajemen
PNS. Jakarta: LAN RI.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
tentang Aparatur Sipil Negara. Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2023 Nomor 168.
67
LAMPIRAN
Lampiran 1. Output Kegiatan 1
a. Dokumentasi Konsultasi dengan Mentor
69
b. Persetujuan Tertulis dar Mentor
69
70
c. Draft Rancangan Sistem
d. Template Google Form dan Google Spreadsheet
70
71
Lampiran 2. Output Kegiatan 2
a. Tampilan Formulir Kehadiran Tamu berbasis Google Form
71
72
b. Tampilan Database Kehadiran Tamu berbasis Google Spreadsheet
c. Tampilan QR Code
72
73
d. Tampilan Microsite
73
74
Lampiran 3. Output Kegiatan 3
a. Alur Penggunaan Layanan
b. Flyer Sosialisasi
74
75
c. Dokumentasi Sosialisasi
75
76
d. Dokumentasi Implementasi
76
77
e. Tampilan Database Kehadiran Tamu berbasis Google Spreadsheet
yang telah tersimpan secara real time
77
78
Lampiran 4. Output Kegiatan 4
a. Tampilan Monitoring Data Pengunjung berbasis Google Looker
Studio
78
79
b. Rekapan Kendala Teknis dan Non Teknis
79
80
c. Evaluasi Umpan Balik
Permintaan Pengisian Survei via Grup Whatsapp
Tampilan Formulir Survei Umpan Balik berbasis Google Form
80
81
Tampilan Database Survei Umpan Balik berbasis Google
Spreadsheet
Lampiran 5. Dokumentasi Bimbingan
a. Bimbingan Mentor
b. Bimbingan Coach
81
82
Lampiran 5. Link Sistem
a. Link Form Kehadiran Tamu – Google Form
[Link]
1FAIpQLSeYruWMqvgZN32GBQ2fmKiwxNoNq4xRKKJZ_WOa49p
OJpsLZg/viewform
b. Link Halaman Buku Tamu – Microsite
[Link]
1idCTuDRFkZtWuaEYulue2JpGVZjhkCteGCPxJ1EQaUw/edit?
gid=1966290276#gid=1966290276
c. Link Database Kehadiran Tamu – Google Spreadsheet
[Link]
d. Link Monitoring Data Pengunjung – Google Looker Studio
[Link]
e. Link Form Survei Umpan Balik – Google Form
[Link]
1FAIpQLSd28k52kHIRcw3Rq73JJCNoHw1EbmIqd6owOmQTrMY8
XtFODQ/viewform?usp=sharing&ouid=104548167563135247193
f. Link Database Survei Umpan Balik - Google Spreadsheet
82
83
[Link]
1L1qgTKHe9wec2Z_E4TMZCVzAUuMo7HCrUBapFVRgXrg/edit?
usp=sharing
83