Proses Bisnis Otomotif Kelas X
Proses Bisnis Otomotif Kelas X
KELAS X
PROSES BISNIS OTOMOTIF
Referensi
Saiful Rochim dkk (2009). Teknik Ototronik, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan,
Jakarta.
Lembar Kegiatan
Lembar Aktivitas Diskusi/Tugas 1
PERTEMUAN 7-12 (180 MENIT)
Kegiatan Awal (10 Menit)
1. Peserta didik dan Guru memulai dengan berdoa bersama.
2. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan Guru.
3. Peserta didik bersama dengan Guru membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran.
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik:
a. Apakah yang kalian ketahui tentang bisnis bidang otomotif?
b. Apakah yang kalian ketahui tentang alur proses bisnis manufaktur bidang
otomotif?
Referensi
Saiful Rochim dkk (2009). Teknik Ototronik, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan,
Jakarta.
[Link]
[Link]
Refleksi
1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?
2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesuliatan siswa yang dapat diindentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan Ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
Lembar Kegiatan
Lembar Aktivitas Diskusi/Tugas 2
PERTEMUAN 13-19 (180 MENIT)
Kegiatan Awal (10 Menit)
1. Peserta didik dan Guru memulai dengan berdoa bersama.
2. Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama dengan Guru.
3. Peserta didik bersama dengan Guru membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran.
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui pertanyaan pemantik:
a. Apa yang anda ketahui tentang jenis dan merk kendaraan otomotif?
b. Bagaimana cara mengetahui potensi bisnis bidang otomotif dilingkungan
sekitar?
Refleksi
1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?
2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesuliatan siswa yang dapat diindentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan Ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
Lembar Kegiatan
Lembar Aktivitas Diskusi/Tugas 3
RINGKASAN MATERI
A. PENGERTIAN BISNIS
barang/benda melalui berbagai cara baik fisika atau kimia, sehingga barang/benda tersebut
mempunyai nilai lebih sesuai yang dibutuhkan, pada masa saat ini barang/benda yang diolah untuk bisnis
adalah suatu produk yang dapat berwujud nyata (mempunyai bentuk dimensi) atau hanya
berwujud maya (bentuk digital). Bisnis sangat erat kaitanya dengan industri apalagi bidang otomotif.
Industri merupkan serangkaian kegiatan manusia dengan segala kemampuan, ketekunan dan
keahlianya dengan bantuan alat atau mesin dalam mengolah barang/benda menjadi bahan baku, bahan
setengah jadi atau barang jadi untuk meningkatkan nilai kualitas dan kegunaan barang tersebut.
Industri di Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar dalam perkembanganya karena
mempunyai bahan baku/bahan mentah yang sangat melimpah, letak geografis Indonesia yang
menguntungkan, tenaga kerja yang banyak dan pasar dalam negeri yang menjanjikan. Namun dalam
kenyataanya industri di Indonesia mengalami beberapa kendala diantaranya penguasaan teknologi yang
perlu ditingkatkan pada segi SDM, mutu barang yang kalah bersaing dan juga sarana dan prasarana belum
Sumber : [Link]
Dunia Industri sudah berkembang dari mulai abad ke 18 atau yang di kenal dengan revolusi industri 1.0
dimana di gunakanya mesin uap untuk proses pembuatan barang menggantikan tenaga manusia atau hewan. Revolusi
industri 2.0 ditandai dengan adanya perkembangan energi listrik dan motor penggerak dalam berbagai perusahaan
manufaktur pada era ini produk dibuat secara masal seperti pesawat telephone, mobil dan pesawat terbang yang
terjadi sekitar tahun 1870an. Kemudian pada tahun 1969 ditemukan komputer hal ini sebagai tanda di mulainya
revolusi industri 3.0. perkembangan pada era ini sangat cepat seperti industri berbasis elektronika, teknologi informasi
dan otomatisasi. Pada era saat ini dikenal dengan revolusi industri 4.0. dimana teknologi digital dan internet sudah
sangat cepat pertumbuhannya sehingga mempengaruhi perubahan pada kehidupan manusia pada era revolusi
sebelumnya. Bukan rahasia lagi hampir semua orang ketergantungan dengan smartphone. Bahkan dalam
transportasi manual juga tergeser dengan munculnya Ride- sharing seperti Go-jek, Uber dan Grab.
Gambar 1.2 Prioritas nasional making Indonesia 4.0
Sumber : [Link]
Teknologi manufaktur saat ini sudah menggabungkan antara teknologi otomatisasi dengan teknologi
pertukaran data secara jarak jauh atau di kenal dengan Internet Of Things (IoT) dimana kemampuan mesin, peralatan
berbagai perangkat, sensor dan manusia saling bekerja sama menciptakan sistem informasi berupa salinan dunia fisik
nyata secara virtual.
Pemerintah bersama dunia usaha dan masyarakat berupaya secara sungguh-sungguh dalam menghadapi era
revolusi 4.0 ini di tandai dengan adanya Roadmap Making Indonesia 4.0 yang terdapat lima industri yang menjadi
fokus penerapan revolusi industri 4.0 yaitu industri : kebutuhan pokok (Makanan dan Minuman), Tekstil, Elektronik,
Otomotif dan Kimia.
.
Gambar 1.3 Sektor prioritas revolusi industri 4.0
Sumber : [Link]
Industri otomotif merupakan industri manufaktur karena dari proses pembuatannya terdiri dari banyak
perusahaan (badan usaha) yang menyediakan bahan mentah dan bahan baku untuk di olah dengan berbagai
peralatan seperti mesin-mesin, komputer robot dan tenaga kerja untuk menghasilkan sebuah produk, produk pada
industri otomotif seperti kendaraan (sepeda motor dan mobil), angkutan barang, alat berat dan alat pertanian.
Proses bisnis biasanya mempunyai beberapa tahapan dalam proses pengolahan dari bentuk barang mentah menjadi barang
setengah jadi atau barang jadi, di antaranya :
1. Perencanaan
Dalam bidang manufaktur otomotif perencanaan merupakan langkah awal yang sangat penting karena
menentukan tujuan , strategi, kebijakan, langkah pencapaian perusahaan tinjauan kerja dan umpan balik dalam
siklus rencana baru.
Rencana produk atau desain otomotif biasanya didasari dari surνey yang dilakukan terhadap kebutuhan
masyarakat. Sebagai contoh suatu perusahaan mobil di Indonesia melakukan analisis survey dimana masyarakat
Indonesia membutuhkan kendaraan mobil yang mampu menampung seluruh anggota keluarga yang rata-rata
berjumlah 3 sampai 7 orang. Sehingga produsen berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Sumber : [Link]
Berbagai metode dan cara dalam menentukan rencana setiap perusahaan berbeda-beda sesuai tujuan utama
perusahaan, salah satu cara yang populer untuk menentukan rencana adalah dengan pertanyaan 5W dan 1H seperti
contoh berikut ini :
Dengan demikian perencanaan berfungsi untuk mencapai tujuan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi operasional
yang tepat.
2. Pengembangan (development)
Produk dan jasa seiring berjalanya waktu mempunyai perubahan terhadap bentuk, selera, teknologi dan
persaingan sehingga barang atau jasa hasil produk harus mengikuti perkembangan tersebut dengan produk jasa yang
baru dan tepat. Perusahaan dalam memperoleh produk baru biasanya dengan dua cara yaitu membeli perusahaan
paten (akuisisi) dan lisensi atau pengembangan di departemen perusahaan sendiri.
Tahapan pengembangan produk yang dilakukan perusahaan biasanya meliputi hal sebagai berikut :
a. Penggalian gagasan pengembangan produk secara sistematik. Berasal dari internal perusahaan, pelanggan,
distributor, pemasok, pesaing dan lain sebagainya.
b. Penyaringan gagasan dilakukan apabila terdapat beberapa jumlah gagasan produk baru untuk menentukan
yang terbaik dan tepat.
c. Pengembangan konsep dan pengujian gagasan, konsep produk akan di bahas secara terperinci, disajikan
menarik dan bermakna bagi konsumen dengan pengujian produk sebelum di pasarkan.
d. Pengembangan strategi pemasaran dengan merancang strategi yang tepat dalam pemasaran untuk
memperkenalkan produk ke pasar.
e. Analisis bisnis, yaitu peninjauan ulang produk penjualan, biaya dan keuntungan dari produk untuk
mengetahui faktor pemenuhan sasaran perusahaan. Dalam proses ini biasanya juga dilakukan survey
pendapatan pasar dan survey penjualan produk serupa.
f. Pengembangan produk pada tahap ini produk sudah berbentuk fisik, memungkinkan dapat di rubah sesuai
tujuanya untuk meyakinkan bahwa produk sudah sesuai kebutuhan.
g. Uji pemasaran merupakan tahapan program pemasaran memperkenalkan kepada keadaan pasar yang lebih
realistik.
h. Komersialisasi yaitu tahapan memperkenalkan produk secara luas menyeluruh terhadap produk yang sudah
di buat.
3. Produksi (manufacturing)
Dalam buku Manajemen Operasi Produksi (2020) Andy Wijaya dan kawan-kawan, produksi adalah proses
menghasilkan sesuatu baik berbentuk barang maupun jasa dalam sesuatu periode waktu dan memiliki nilai tambah
bagi perusahaan.
Produksi tidak hanya mmenghasilkan barang saja tetapi jasa juga termasuk suatu produksi, barang dan jasa
keduanya dapat menghasilkan keuntungan dan menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya.
Sumber : [Link]
Tujuan produksi pada umumnya untuk menghasilkan produk barang atau jasa tetapi juga mempunyai tujuan
lain seperti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, memperoleh keuntungan, meningkatkan pendapatan masyarakat
dan negara.
4. Perawatan (maintenance)
Pada sebuah produk barang yang telah di produksi dan kemudian di gunakan oleh konsumen
maka barang tersebut akan mengalami penurunan kerja dan fungsi dari produk tersebut berkurang, untuk itu perlu
adanya perawatan barang atau produk dengan melakukan kegiatan produksi jasa.
Contoh produksi jasa dilakukan pada produk kendaraan bermotor (mobil), satu mobil terdiri dari ribuan komponen
yang lama kelamaan akan menjadi aus, korosif sehingga melemah kemampuanya, karena itu perlu adanya perawatan
produk.
Apakah pernah kalian menghitung komponen pada satu unit barang pada kendaraan?
J. PENGELOLAAN SUMBER DAXA MANUSIA DALAM PROSES BISNIS
Pengelolaan sumber daya manusia dikenal dengan istilah Managemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah
suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh
individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama.
Sumber daya manusia memiliki karakter, sifat, sikap yang berbeda-beda, dalam
pengelolaanya menggabungkan beberapa ilmu seperti psikologi, sosiologi dan lain sebagainya.
Pengelolaan ini memastikan dengan bertanggung jawab secara sosial terhadap tantangan dan keperluan yang
terjadi dimasyarakat untuk mengurangi efek negatiνe atau merugikan bagi organisasi atau perusahaan yang akan
muncul.
b. Tujuan Organisasi
Tujuan iini mengelola dan memastikan adanya sumberdaya manusia yang baik dengan menggunakan sasaran-
sasaran formal yang disusun untuk mencapai tujuan dari perusahaan atau organisasi.
c. Tujuan fungsional
Pengelolaan sumber daya manusia untuk senantiasa mempertahankan bahkan meningkatkan kontribusi SDM
kepada organisasi atau perusahaan.
d. Tujuan Individu
Pengelolaan sumber daya manusia pada diri individu setiap anggota atau karyawan guna memberikan motivasi
sehingga akan tercipta kontribusi yang maksimal dalam melaksanakan tugasnya di dalam organisasi atau perusahaan.
Proses pengelolaan sumber daya manusia setiap organisasi atau perusahaan akan berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan. Namun pada umumnya proses yang dilakukan dari perncanaan SDM seperti (perekrutan,
penandatanganan kontrak kerja, penempatan, pembinaan tenagakerja) dengan persyaratan tertentu.
a. Perencanaan SDM (Human Resource Planning)
Merupakan proses manajemen dalam menentukan pergerakan sumber daya manusia organisasi dari posisi yang
diinginkan di masa depan, dengan proses-proses dan aktivitas yang dilakukan bersama oleh manajer sumber daya
manusia dan manajer lini untuk menyelesaikan masalah organisasi yang terkait dengan manusia.
Proses bisnis dilakukan oleh perusahaan yang akan melibatkan berbagai perusahaan lainya, Perusahaan
adalah organisasi atau badan usaha yang melakukan produksi dimana tenaga kerja dalam melakukan kegiatan dengan
menggunakan berbagai peralatan, mesin, dan teknologi lainya untuk mendapatkan suatu produk dan jasa melalui
proses dan tahapan-tahapan tertentu. Proses atau tahapan-tahapan tersebut dibuat oleh masing-masing satuan kerja
yang sering disebut Prosedur Operaasioanal Standar (POS).
Industri bidang otomotif dalam memproduksi satu produk akan melibatkan banyak perusahaan antara
lain:
Biasanya perusahaan ini yang akan melakukan perancangan dari perencanaan produk, model, desain (bentuk dan
engine), teknologi yang digunakan dan lain sebagainya dengan cara riset dan survey yang dilakukan.
2. Perusahaan Perakitan
Perusahaan ini sering disebut dengan agen (Agen Tunggal Pemegang Merk / Agen Pemegang Merk)
melaksanakan produksi sesuai arahan dari perusahaan pemegang merk seperti SOP, standarisasi dan aturan teknis-
lainya.
3. Perusahaan Karoseri
Perusahaan yang melakukan produsi pada bodi kendaraan dengan mengacu spesifikasi teknis bentuk yang di
tentukan oleh pemegang merk.
4. Perusahaan Modifikasi
Melakukan perubahan kendaraan dari bodi, mesin dan bagian lainya sesuai kebutuhan atau keinginan pasar dengan
ketentuan pemegang merk.
5. Perusahaan Perbengkelan
Perusahaan yang melakukan produksi dibidang jasa seperti perawatan, perbaikan pada kendaraan.
Perusahaan ini memproduksi pembuatan komponen-komponen otomotif sesuai standarisasi teknis dari pemegang
merk. Komponen yang dibuat biasanya terdapat 2 kategori yaitu komponen OEM (Original Equipment
Manufakturer) dan komponen after market.
Alur proses bisnis manufaktur dalam setiap perusahaan akan berbeda-beda tergantung dari kebijakan
manajemen pada perusahaan tersebut. Secara garis besar alur proses bisnis manufaktur bidang otomotif antara lain
sebagai berikut :
1. Proses Procurement
Proses Procurement yaitu proses bisnis yang berkaitan dengan pengadaan barang dan berbagai kebutuhan lainya
dalam proses kegiatan prooduksi manufaktur. Pengadaan barang tersebut menyangkut berbagai alat
penunjang seperti raw material, spare part, alat pembersih, kebutuhan karyawan dan kebutuhan gedung beserta
perlengkapanya.
2. In-out Inνentory
In-out Inνentory adalah proses pengaturan masuk dan keluarnya barang selama melakukan kegiatan produksi.
3. Proses Produksi
Yaitu proses pengolahan bahan baku, bahan setengah jadi menjadi produk utuh yang siap untuk di jual kepada
konsumen. Contoh dalam produksi mobil ada beberapa tahapan antara lain :
• Press shop
Tahapan ini melakukan pembentukan bahan baku berupa plat menjadi komponen body
kendaraan seperti rangka, lantai kendaraan, pintu, atap, kap mesin dan lain sebagainya.
• Body shop
Tahapan ini adalah menyatukan komponen-komponen body dan sassis menjadi satu bagian utuh.
• Pain shop
Tahapan pelapisan cat dengan menggunakan warna pilihan yang sesuai.
• General assembly
Adalah tahapan pemasangan semua perlengkapan kendaraan dari engine, pemindah tenaga, sistem rem, sistem
kelistrikan, aksessoris bagian luar dan dalam.
• Quality control
Yaitu tahapan finishing dengan menguji kendaraan dengan prosedur yang ditentukan, apabila sudah sesuai
kendaraan siap untuk di pasarkan, apabila dalam pengujian tidak sesuai spesifikasi kendaraan akan masuk lagi ke
5. Administrasi
Proses administrasi merupakan proses perekaman dari awal proses sampai akhir proses, proses ini juga berlaku
setelah produk sudah laku terjual kepada konsumen. Proses ini dilakukan sebagai upaya perbaikan dalam
menentukan kebijakan, arah dan tujuan serta pengawasan terhadap usaha yang berlangsung.
6. Akuntansi dan Keuangan
Akuntansi dan keungan dalam proses bisnis berfungsi untuk menjamin keuangan pada perusahaan tetap sehat dan
mampu membiayai seluruh kegiatan bisnis atau usaha.
Otomotif identik dengan kendaraan bermotor namun sebenarnya penggunaan mesin otomotif tidak hanya pada
kendaraan namun lebih dari itu, penggunaan mesin otomotif diantaranya digunakan pada sepeda motor, mobil
(kendaraan ringan), alat angkutan, alat berat dan alat-alat pertanian.
f. Mobil sedan : Mobil yang didesain secara anggun dan elegant, biasanya menggunakan penggerak depan.
g. Mobil Station Wagon : Mobil dengan atap yang panjang dan kargo/bagasi yang cukup luas.
h. Mobil single/double Cabin : Mobil jenis mobil SUV namun memiliki ruang/bak terbuka di bagian belakanya.
i. Mobil sport : mobil yang mirip bentuknya dengan mobil sedan namun lebih aerodinamis dan sporty dilengkapi
dengan mesin besar, desain dan pengendalian yang mewah
j. Mobil 0ƒƒ Road : Mobil dengan penggerak empar roda, lantai yang tinggi dari tanah
memungkinkan mobil ini digunakan di segala medan terutama jalan yang tidak rata.
[Link]
Adapun merk mobil yang populer adalah seperti pada logo berikut:
2. Alat Angkutan
Alat angkutan otomotif yang umum di gunakan antara lain angkutan penumpang (bus) dan angkutan barang (truck).
a. Bus
l) Big bus
Big bus merupakan alat angkutan penumpang dengan kapasitas 50 sampai 60 penumpang atau lebih tergantung jenis dari big
bus, jenis big bus antara lain : • Normal Deck : Bus lama di bawah tahun 2010 bus ini masih beroperasi, namun untuk saat ini
sudah jarang di temui, ciri-cirinya adalah lantai pengemudi rata dengan lantai penumpang dan terdapat tonjolan pada samping
pengemudi.
• Bus HD (High Deck) : bus dengan lantai tinggi dimana dibawah lantai penumpang digunakan untuk bagasi sehingga
penumpang dapat membawa barang lebih banyak. Ciri-cirinya lantai pengemudi lebih rendan dari lantai penumpang.
• Bus HDD (High Deck Double Glass) : adalh jenis bus HD namun dari bagian depan terdapat dua kaca pemisah sehingga
terlihat kekinian dan mewah.
• Bus SHD/Jet Bus (Super High Deck) : bus ini sama dengan bus HDD yaitu memiliki kaca ganda dengan sekat pembatas,
perbedaanya terletak pada bagasi yang cukup luas untuk mempung barang bahkan sepeda motor dapat masuk di dalam
bagasi tersebut.
• Bus DD (Double Decker) : yaitu bus dengan lantai ganda atau sering disebut bus tingkat, karena bus ini dua lantai
maka tidak memiliki bagasi yang luas, bus ini memiliki tinggi kurang lebih 4150 mm.
• Bus UHD (Ultra High Deck) : Bus dengan bagasi sangat luas, tingginya sekitar 1,8 meter memungkinkan dapat
menampung barang yang lebih di banding jenis bus lain, bus ini meruakan keluaran terbaru yaitu sekitar tahun 2018 dengan
tinggi bus sekitar 4 meter saja.
2) Medium bus
Medium bus atau sering dikenal dengan Bus ´ (tiga per empat) dapat memuat penumpang antara 22 sampai 32
penumpang, bus ini biasanya memiliki dimensi 7500mm (panjang), 2200 mm (Lebar) dan tinggi 3000 mm.
4) Mini νan
Mini van merupakan jenis kendaraan yang lebih besar dari mobil MPV karena penggunaanya juga untuk angkutan penumpang
dengan kapasitas sekitar 15 penumpang.
b. Truck
Truck biasanya digunakan untuk pengangkut barang dengan model bagian belakang berupa bak terbuka dan bentuk box, di
Indonesia begitu banyak jenis truck yang ada, jenis truk biasanya di golongkan dari berbagai aspek seperti kapasitas
pengangkutan dan model desain sesuai penggunaanya. Berikut jenis-jenis truck sesuai kapasitasnya.
l) Truck pick up
Mempunyai empat roda dengan dua sumbu depan dan belakang, kapasitas mobil ini kurang lebih 800 kg sampai 1,5 ton
dengan model bak terbuka dan box.
2) Truck engkel
Kendaraan ini hampir sama dengan truck pick up yaitu dengan empat roda dan dua sumbu, kapasitas pengangkutan hingga
5 ton. Model truck engkel juga tersedia dalam bentuk bak terbuka dan box.
Sekilas truck ini sama dengan Truck engkel namun pada sumbu belakang terdapat 4 roda dalam satu sumbu, kapasitas
truck ini berkisar 6 ton, dan menggunakanya harus mempunyai sim B Umum.
4) Truck fuso
Truk ini sama dengan Truck diesel double engkel namun dengan kapasitas yang lebih besar yaitu berkisar 7-8 ton.
5) Truck tronton
Truck ini biasanya memiliki 3 sumbu roda (satu sumbu di depan dan dua sumbu di belakang) dengan jumlah roda belakang
tiap sumbu 4 roda sehingga jumlah roda terdapat 10 roda. Kapasitas angkutan 10 ton hingga 20 ton.
6) Truck trintin
Perbedaan truck ini dengan truck tronton adalah pada rodanya truck ini memiliki dua sumbu roda di depan dan dapat
dibelokan, jadi terdapat empat roda yang bisa di stir ( ƒour wheel steering). Jumlah roda truck ini adalah 8 roda. Jika
terdapat empat sumbu dengan 12 roda disebut Truck trinton.
7) Truck Trailer
Truck jenis ini memiliki sumbu di belakang tengah dan depan, pada truck ini bersumbu 4, 5 dan 6 sumbu. Dengan
jumlah roda 16 sampai 24 roda dan kapasitas hingga 60 ton.
8) Truck kontainer
Kontainer adalah istilah untuk peti kemas, kontainer dalam pengoperasianya harus dengan truck trailer. Namun di
kalangan masyarakat sudah menyebutnya dengan truck kontainer.
9) Dump truck
Dump truck adalah alat yang digunakan untuk mengangkut batu besar, batu belah, pasir, tanah dan material lain dengan
pembongkaran bak yang digerakan dengan sistem hidrolis. Alat ini termasuk alat berat karena muatan yang banyak,
muatan dump truck dapat diklasifikasikan dengan dua tipe yaitu on high why dump truck (muatan 20 m3) dan oƒƒ high
why dump ptruck (muatan lebih dari 20 m3).
Sedangkan menurut cara pembongkaranya tipe dump truck antara lain : Quarry dump truck, rear dump truck, rigid dump
truck, articulated dump truck, side dump truck, standart dump truck dan transfer dump truck.
>. Alat Eerat
Alat berat adalah alat ukuran besar yang digunakan untuk berbagai macam keperluan pengerjaan besar seperti industri
tambang, penggalian tanah, meratakan tanah dan lain sebagainya. berikut ini beberapa jenis-jenis alat berat antara lain :
a. Escavator
Alat yang digunakan untuk menggali material, mengeruk material, memindahkan material kedalam truck dan lain
sebagainya.
Adalah alat untuk mengolah lahan, baik untuk mendorong tanah kedepan maupun kesamping.
Sumber : [Link]
a. Loader
Alat ini bentuk dan fungsinya sama dengan bulldozer namun alat ini memiliki ban karet yang besar.
c. Aspalt finisher
Digunakan untuk pengerjaan pengaspalan jalan dimana alat ini dapat mencampur aspal dengan material lain dan menaburkan ke
jalan dengan rata dan padat.
: [Link]/
Sumber :
Alat berat sangat banyak jenisnya sesuai dengan kebutuhan untuk lebih mengenal merk dan jenis alat berat dapat dilihat dari
gambar berikut :
RANGKUMAN
Bisnis merupakan segala sesuatu usaha kegiatan merubah bentuk, sifat dan tampilan dari barang/benda melalui berbagai
cara baik fisika atau kimia, sehingga barang/benda tersebut mempunyai nilai lebih sesuai yang dibutuhkan, pada masa saat ini
barang/benda yang diolah untuk bisnis adalah suatu produk yang dapat berwujud nyata (mempunyai bentuk dimensi) atau hanya
berwujud maya (bentuk digital). Bisnis sangat erat kaitanya dengan industri apalagi bidang otomotif.
Industri otomotif merupakan industri yang bergerak dengan memanfaatkan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan
proses produksi. Sudah banyak hasil industri produksi yang dihasilkan, contoh barang industri otomotif adalah sepeda, motor,
mobil, dan lain-lain.
Pengelolaan sumber daya manusia dikenal dengan istilah Managemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau
cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif
serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama.
Sumber daya manusia memiliki karakter, sifat, sikap yang berbeda-beda, dalam pengelolaanya menggabungkan
beberapa ilmu seperti psikologi, sosiologi dan lain lain. Proses bisnis dilakukan oleh perusahaan yang akan melibatkan
berbagai perusahaan lainya, Perusahaan adalah organisasi atau badan usaha yang melakukan produksi dimana tenaga kerja dalam
melakukan kegiatan dengan menggunakan berbagai peralatan, mesin, dan teknologi lainya untuk mendapatkan suatu produk dan
jasa melalui proses dan tahapan-tahapan tertentu. Proses atau tahapan-tahapan tersebut dibuat oleh masing-masing satuan kerja
yang sering disebut Prosedur Operaasioanal Standar (POS).
Otomotif identik dengan kendaraan bermotor namun sebenarnya penggunaan mesin otomotif tidak hanya pada
kendaraan namun lebih dari itu, penggunaan mesin otomotif diantaranya digunakan pada sepeda motor, mobil (kendaraan ringan),
alat angkutan, alat berat dan alat-alat pertanian.
Saat kalian tertarik untuk terjun di dunia bisnis, ada banyak persiapan yang harus dilakukan. Tidak hanya memikirkan
hal-hal teknis seperti produk apa yang akan dijual, ada hal lain yang lebih penting yakni melakukan identifikasi peluang bisnis.
Tujuan yang terpenting adalah kesuksesan dari sebuah bisnis yang akan dijalankan. Sehingga, saat Anda memutuskan
untuk membuka usaha atau bisnis baru, bisnis tersebut bisa berjalan dengan baik tanpa kendala dan bisa mendatangkan
kesuksesan bagi pemiliknya.
LEMBAR AKTIVITAS DISKUSI/TUGAS 1
•
Dalam pengadaan tenaga kerja kriteria seperti apa yang harus di penuhi untuk memajukan
perusahaan yang anda pimpin?
seleksi administrasi