0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Penyuluhan TBC di Desa Bengkolan Salak

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Desa Bengkolan Salak, yang diadakan pada 17 Oktober 2025. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC, termasuk penyebab, cara penularan, gejala, dan upaya pencegahan serta pengobatan. Kegiatan ini melibatkan ceramah, diskusi, dan penggunaan media leaflet untuk menyampaikan informasi kepada penderita TBC di desa tersebut.

Diunggah oleh

syams0831
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Penyuluhan TBC di Desa Bengkolan Salak

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Desa Bengkolan Salak, yang diadakan pada 17 Oktober 2025. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC, termasuk penyebab, cara penularan, gejala, dan upaya pencegahan serta pengobatan. Kegiatan ini melibatkan ceramah, diskusi, dan penggunaan media leaflet untuk menyampaikan informasi kepada penderita TBC di desa tersebut.

Diunggah oleh

syams0831
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP)

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI DESA


BENGKOLAN SALAK

Hari/Tanggal : Sabtu, 17 Oktober 2025

Waktu : 09.00 – 10.30

Tempat : Aula Kantor Desa Bengkolan Salak

Sasaran :Penderita TB desa Bengkolan salak

Metode : Ceramah, Tanya jawab dan Diskusi

Media : Leaflet dan Lembar Balik

Materi : Terlampir

Pemateri : Mahasiswa Poltekkes Riau

Tujuan :

Tujuan Umum :

Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat mampu memahami dan meningkatkan


kesadaran tentang pencegahan serta penanggulangan tuberkulosis.

Tujuan Khusus :

Setelah di lakukan Penyuluhan selama 1 jam, Masyarakat diharapkan mampu:

1. Mengerti, memahami, dan menyebutkan pengertian TBC

2. Mengerti, memahami, dan menyebutkan penyebab TBC

3. Mengerti, memahami, dan menyebutkan cara penularan TBC

4. Mengerti, memahami dan menyebutkan tanda penyakit TBC

5. Mengerti, memahami dan menyebutkan gejala TBC

6. Mengerti, memahami dan menyebutkan upaya pencegahan TBC

7. Mengerti, memahami dan menyebutkan pentingnya pengobatan TBC sampai tuntas


Metode Pelaksanaan :

Dilakukan secara langsung menggunakan media leaflet flif chat dan lembar balik

Uraian Tugas :

1. Tugas Moderator
1) Perkenalkan diri dan anggota kelompok
2) Mengkoordinasikan semua kegiatan
3) Menjelaskan topic, kontrak waktu, dan tujuan kegiatan
4) Mengarahkan jalannya kegiatan
5) Memberikan audience kesempatan bertanya dan mengemukakan pendapat
6) Menyimpulkan kegiatan
2. Tugas Presenter
1) Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan.
2) Menjelaskan dan mendemonstrasikan kegiatan yang dilakukan kepada
audience.
3) Memotivasi anggota dan audiens untuk mengemukakan pendapat dan
memberikan umpan balik
3. Tugas Fasilitator
1) Memotivasi audience untuk berperan aktif selama kegiatan
2) Membuat materi kegiatan SAP.
3) Memfasilitasi dalam kegiatan.
4) Membuat dan menjalankan absensi kegiatan.
4. Tugas Observer
1) Mengamati jalannya Kegiatan
2) Mencatat perilaku verbal dan nonverbal selama kegiatan berlangsung
3) Membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan
5. Tugas Demonstrasi
1) Memperlihatkan Proses dengan Jelas
2) Mengurangi kesalahpahaman
3) Menginspirasi perubahan perilaku
4) Menghindari Verbalisasi yang membingungkan
5) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
6) Mendorong partisipasi dan interaksi
7) Membuat penyuluhan lebih menarik dan berkesan
8) Memudahkan penerapan pengetahuan dirumah
9) Meningkatkan kepercayaan diri
10) Membantu Evaluasi

Denah Tempat

Keterangan :

: Pemateri

: Moderator

: Notulen

: Dokumentasi

: Audiens
Kegiatan Penyuluhan :

Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Masyarakat Waktu


Pembukaan
a. Memberi salam dan a. Menjawab 15 menit
memperkenalkan diri salam,Mendengarkan,Memp
b. Menjelaskan kontrak waktu dan erhatikan dan
tujuan pertemuan menyepakati,Mengemukakan
c. Mengkaji pengetahuan audiens pendapatTepuk tangan
tentang TBC pada Masyarakat
d. Memberikan Reinforcement positif
Pelaksanaan
a. Menggali pengetahuan Masyarakat a. Memperhatikan Pemateri 45 menit
tentang apa itu Penyakit TBC, cara tentang penjelasan TBC serta
penularan, tanda dan gejala, upaya menjawab pertanyaan yang
pencegahan serta pengobatan yang diberikan
tepat untuk penderita TBC
b. Memberikan reinforcement positif
Penutupan
a. Memberikan kesempatan kepada a. Memberikan pertanyaan 15 Menit
masyarakat untuk bertanya b. Melakukan pengulangan
b. Melakukan penilaian dan evaluasi mengenai materi yang telah
peserta di jelaskan
c. Bersama masyarakat c. Mendengarkan dan
menyimpulkan materi memperhatikan
d. Memberi salam d. Memberikan apresiasi
e. Memberi salam penutup

a. Masyarakat aktif dalam 15 menit


Terminasi diskusi dan bertanya
a. Melakukan evaluasi hasil kepada moderator
penyuluhan dengan bertanya atau
diskusi singkat.
b. Memberikan kesimpulan materi
penyuluhan agar peserta memahami
inti pesan.
c. Mengucapkan terima kasih atas
partisipasi peserta.
d. Menutup kegiatan dengan salam
penutup dan memastikan peserta
menjawab salam penutup tersebut.

LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian Tuberkulosis (TBC)


TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi
kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang tubuh manusia, terutama paru
paru. Selain menyerang paru, infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis sebagian
menyerang diluar paru, seperti kelenjar getah bening (kelenjar), kulit, tulang, selaput
otak. Bakteri tuberkulosis yang menyerang paru menyebabkan gangguan pernapasan,
seperti batuk kronis dan sesak napas. Penyakit ini menyerang paru paru tanpa
memandang usia dan jenis kelamin.
Bakteri Ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat dan memiliki kandungan
lemak yang tinggi sehingga menyebabkan bakteri ini tahan terhadap asam dan
memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Namun, bakteri ini tidak tahan
terhadap ultraviolet, karena itu penularan teruma terjadi pada malam hari. TBC
bukanlah penyakit turunan. TBC ini merupakan penyakit yang masuk dalam sepuluh
besar penyakit penyebab kematian tertinggi didunia, sehingga membutuhkan
perhatian global. Pada data WHO (World Health Organization) region jumlah kasus
penyakit tuberculosis di Asia Tenggara pada tahun 2015 mencapai 2.656.560 kasus.
Sedangkan di Indonesia Mencapai 6.375.585 kasus. (Region WHO, 2016).

2. Penyebab TBC
Secara umum, Tbc disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang
menyebar melalui udara. Cara penularan TBC paling sering terjadi melalui saluran
pernapasan. Ketika penderita TBC batuk, bersin, atau bicara, penderita akan
mengembuskan bakteri TBC ke udara di sekitarnya. Jika bakteri ini terhirup oleh
seseorang, orang tersebut akan dapat terinfeksi. Namun, tidak setiap orang yang
menghirup bakteri tersebut pasti akan tertular karena kerentanan terhadap infeksi
Mycobacterium tuberculosis sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang
pada saat itu. Pengidap HIV AIDS atau orang dengan status gizi buruk lebih mudah
untuk terinfeksi dan terjangkit TBC.
Setelah kuman TBC masuk dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kuman
TBC dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui saluran peredaran
darah, sistem saluran limfa, saluran napas, atau penyebaran langsung ke bagian-
bagian tubuh lainnya. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh
banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil
pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Penderita TBC akan
mengeluarkan 0-210 partikel jika berbicara, 0-3500 partikel jika batuk, dan 4500-1
juta partikel jika bersin.
3. Cara Penularan TBC
Cara penularan penyakit tuberkulosis (TBC) umumnya terjadi melalui udara ketika
penderita TBC aktif mengeluarkan percikan dahak atau lendir yang mengandung
bakteri Mycobacterium tuberculosis saat batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.
Percikan dahak ini kemudian terbawa di udara dan jika terhirup oleh orang lain,
bakteri akan masuk ke saluran pernapasan orang tersebut dan dapat menginfeksi paru-
paru maupun organ [Link] diketahui bahwa penularan TBC tidak terjadi lewat
kontak fisik seperti berjabat tangan, berbagi makanan atau minuman, atau menyentuh
benda yang telah terkontaminasi. Penularan paling berisiko terjadi pada orang yang
sering menghabiskan waktu bersama penderita di ruangan tertutup dalam waktu lama,
seperti keluarga atau rekan [Link] terhirup, tidak semua orang langsung sakit;
ada fase laten ketika bakteri ada dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau
menularkan penyakit sampai sistem kekebalan melemah.
4. Tanda Penyakit TBC
 Batuk yang berlangsung lebih dari 2-3 minggu, kadang disertai dahak kental atau
berdarah.
 Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
 Demam ringan yang sering muncul terutama pada malam hari.
 Berkeringat berlebih di malam hari (keringat malam).
 Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
 Rasa lemas atau kelelahan yang terus-menerus.
 Hilangnya nafsu makan.
5. Gejala TBC
Gejala Utama penderita TBC paru-paru adalah batuk berdahak dua minggu lebih
Gejala Tambahan yaitu :
1) Dahak bercampur darah dan Batuk darah
2) Sesak nafas dan nyeri dada
3) Badan lemas
4) Nafsu makan menurun
5) Berat badan menurun
6) Berkeringat malam hari tanpa melakukan aktifitas fisik
7) Demam meriang lebih dari satu bulan

Gejala TBC pada Anak :

1) BB Turun tanpa sebab yang jelas


2) Demam >2 minggu / demam berulang tanpa sebab yang jelas
3) Batuk lama> 3 minggu dan batuk tidak pernah reda
4) Nafsu makan tidak ada atau berkurang
5) Anak kurang aktif main
6) Diare terus menerus > 2 minggu
6. Upaya Pencegahan dan Pengendalian TBC
Pencegahan TBC yang dilakukan pemerintah adalah melalui perilaku hidup
bersih dan sehat dan Toss TB ( Temukan, obati sampai sembuh). Gerakan ini
merupakan bagian dari semangat Gerakan Masyarakat hidup sehat untuk memperkuat
program indonesia melalui pendekatan keluarga. Pencegaham dan pengendalian factor
risiko Tbc dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1) Makan makanan bergizi
2) jendela agar rumah mendapatkan udara segar dan cukup sinar matahari
3) Menjemur alas tidur agar tidak lembab
4) Mendapatkan suntikkan vaksin BCG
5) Meningkatkan daya tahan tubuh ( olahraga dan tidak merokok )
6) Membudayakan perilaku etika berbatuk
7) Gunakan masker sewaktu bersin dan batuk
8) Tidak meludah di sembarang tempat
9) Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat
7. Pengobatan Penderita TBC
Pengobatan TBC berlangsung selama 6-8 bulan. Pengobatan terbagi dalam dua tahap,
yaitu :
1) Tahap awal/ Fase intensif
Obat diminum setiap hari selama dua atau tiga bulan
2) Tahap kedua/ Fase lanjutan
Obat diminum tiga kali seminggu selama empat atau lima bulan
Pengobatan TBC pada anak terdiri dari :
1) Terapi ( pengobatan)
Diberikan kepada anak yang sakit TBC
2) Profilaksis ( pengobatan dan pencegahan)
Diberikan kepada anak yang kontak erat dengan penderita TBC
Obat yang diberikan pada penderita TBC berupa :
1) Pemberian vaksin BCG ( Bacille Calmette Guerin )
2) Obat antituberculosis (Isoniazid, Rifampin,dll)
Dan melakukan pencegahan TBC dengan benar.

Anda mungkin juga menyukai