SELAMAT DATANG
( WELCOME )
Environmental,
Health
Istilah dan&
Mencapai Angka
NOL... Safety Department
Pengertian
FY 2018
INDOKTRINASI
KARYAWAN BARU, MUTASI & CONTRACTOR
PT CARGILL INDONESIA
Copra Crush Plant – Amurang
CONFIDENTIAL. This document contains trade secret information. Disclosure, use or reproduction outside Cargill or inside
Cargill, to or by those employees who do not have a need to know is prohibited except as authorized by Cargill in writing.
2 © Copyright Cargill, Incorporated 2012. All rights reserved.
DENAH LOKASI
3
TUJUAN
• Karyawan wajib mengetahui dan memahami aturan-
aturan dasar terkait EHS sebelum beraktifitas di lokasi
kerja Cargill
• Memenuhi persyaratan Cargill, maupun perundang-
undangan K3.
• Adanya kepastian jaminan bahwa Amurang memiliki
program untuk memastikan karyawan dapat bekerja
dengan aman dan selamat
1. PENGAWASAN DAN ORGANISASI DI LAPANGAN
• Setiap aktifitas/ kegiatan operasional harus selalu
diawasi oleh pengawas/ supervisor
• Lihat struktur organisasi yang berlaku di lokasi
masing-masing
• Bekerja diluar jam kerja, harus sesuai peraturan
yang berlaku di perusahaan.
Bagaimana jika bekerja pada hari minggu atau
hari libur? Adakah pengawasan?
2. KEBIJAKAN EHS
6
3. KOMITMEN CASC Terhadap SAFETY
Kami berkomitmen terhadap budaya “zero injury”, karena keselamatan dan
kesejahteraan para karyawan/ti, kontraktor dan tamu, merupakan tanggung
jawab utama kami, dan kami meyakini bahwa semua insiden dapat dicegah.
6 PRINSIP BUDAYA “ZERO INJURY”
1. KITA MEYAKINI BAHWA CIDERA DAN KECELAKAAN DAPAT DICEGAH.
2. KITA MENYADARI KESELAMATAN SANGAT PENTING DI SEMUA ASPEK
BISNIS.
3. KITA MEMUSATKAN PERHATIAN PADA PENCEGAHAN KECELAKAAN.
4. KITA MEMAHAMI BAHWA KESELAMATAN ADALAH TANGGUNG JAWAB
BERSAMA.
5. KITA TIDAK PUAS BILA “ZERO INJURY“ BELUM TERCAPAI.
6. KITA SENANTIASA MENINGKATKAN UPAYA-UPAYA KESELAMATAN
© Copyright Cargill, Incorporated 2012. All rights reserved.
© Copyright Cargill, Incorporated 2012. All rights reserved.
4. PERATURAN UMUM KESELAMATAN
a). Tidak diijinkan Minuman keras, obat-obatan ilegal atau senjata tajam yang
tidak untuk kerja.
b). DILARANG MEROKOK disembarang tempat (hanya di tempat merokok).
c). Korek api, pemantik, : harus disimpan di lemari
d). Tidak boleh bercanda/ Sendau gurau
e). Pemakaian Peralatan Lindung Diri :
1. SAFETY GLASSES
2. HELM
3. SAFETY SHOES
APD lainnya sesuai pekerjaan
f). Bahaya penggunaan udara bertekanan - Tidak boleh
digunakan untuk menyemprotkan ke tubuhnya.
g). Pakaian kerja yang sopan dan sesuai peraturan.
h). Manual Lifting/mengangkat benda/beban secara manual maksimal 25 kg/ org
(pencegahan cidera punggung).
5. Alat Pelindung Diri (APD)
Pekerjaan
Mechanic
Welder
Operator Oil
Mill
Operator
Alat Berat
Foreman
Mechanic
Shift
Supervisor
Logistic
Operator
Electrician
Operator Boiler
& Genset
Office Admin
Housekeeper &
Janitor
Security
Buruh Bongkar
1 Dumping
5. Alat Pelindung Diri (APD)
Pekerjaan
Buruh Bongkar
Coco Shell
PBM - TKBM
Lab Analyst
Lab Sampler
Supplier Copra
Peserta
Magang
Tamu
1
6. PROSEDUR TANGGAP DARURAT
Tanggap darurat – Kebakaran
1. Informasikan segera kejadian → teriak dan/atau bunyikan alarm
2. Laporkan ke supervisor/ penggantinya.
3. Perkirakan situasi dan tangani/ respons.
4. Menuju ke tempat berkumpul dan hitung jumlah karyawan.
5. Ikuti instruksi koordinator /manager lokasi selanjutnya.
Tanggap darurat – Kecelakaan
1. Korban ditangani oleh orang yang berkompeten
2. Segera laporkan ke supervisor / penggantinya/ manager.
3. Evakuasi korban ke klinik /BP/ rumah sakit dengan menggunakan ambulance untuk
penanganan selanjutnya.
Tanggap darurat – Tumpahan/ kebocoran bahan kimia / produk
1. Segera laporkan ke Supervisor / penggantinya untuk dilanjutkan ke manager
2. Gunakan absorben/ spill kit untuk mengurangi aliran / resapan zat tersebut
3. Amati jenis bahan kimia dan ambil tindakan seperlunya (lihat SDS).
4. Ikuti instruksi dari supervisor/ manager selanjutnya.
Ikuti prosedur tanggap darurat yang berlaku di area/ lokasi masing-masing
LIHAT LAYOUT/ DENAH JALUR EVAKUASI DAN TEMPAT BERKUMPUL DARURAT
Alarm Berbunyi
EMERGENC Silence Alarm
Y CALL Buat Laporan
Resume Keadaan
Darurat/ Catat
dalam Log book
Cek dan Verifikasi
Tidak Keadaan Bunyikan Tanda
Reset Sistem
Alarm Darurat? Bahaya
Ya
TSUNAMI Beri tahu Plant Evakuasi semua Berkumpul di
Potensi karyawan, kontraktor,
Bahaya,
Manager, Titik
Supervisor pengunjung Berkumpul 4
selain
TSUNAMI
Beri tahu Plant
Manager, Supervisor,
dan Instansi Terkait
Tumpahan Hubungi Tim Chemical Gunakan Spill Boom/ Spill Kit yang
and Spill Team tersedia, dan lakukan pengamatan
sampai tumpahan benar-benar
bebas dari tumpahan
Kebakaran Hubungi Tim Padamkan Api, Verifikasi
Pemadam Kebakaran tidak ada lagi potensi api
Evakuasi semua
karyawan, kontraktor,
pengunjung
Maintenance Main Jetty
Lab
Berkumpul di titik Function Hall
Berkumpul terdekat
1, 2, atau 3
Perhitungan Jumlah
Orang yang Berkumpul
Berdasarkan
Departement, Kontraktor,
Pengunjung
Semua
Ya sudah Tidak Konfirmasi Tim First aider dan Evakuasi
dievakuasi? keberadaan rescue membantu korban
7. GENCO dan HOUSEKEEPING
➢ Lokasi kerja bersih & rapi sebelum dan setelah kerja
➢ Menerapkan 5R di area kerja - Sebuah konsep penataan lingkungan kerja yang berfokus pada
:
• kebersihan & efisiensi tempat kerja,
• Standarisasi prosedur kerja,
• mengeliminasi segala sesuatu yang tidak
diperlukan serta
• secara bersamaan meningkatkan kualitas hasil
kerja & safety. Ringkas
Rajin Rapi
Rawat Resik
8. AREA TERLARANG
• Setiap Karyawan baru yang masih dalam masa orientasi TIDAK diperbolehkan memasuki area
terlarang tanpa pendampingan dari supervisor di lokasi bersangkutan.
• Area terlarang seperti:
– Genset
– Gudang
– Tank Farm
– MCC Room
– Fire Fighting room
– Jetty Area
9. PERMIT SYSTEMS Kode Warna
Izin Lock Out
Form Permit
Izin By-Pass
1. Izin Pemotongan, Pengelasan & Izin Ruang Terbatas
kerja panas Izin Kerja Panas
2. Izin Masuk Ruang Tertutup/ Terbatas Izin Ketinggian
Izin Pekerjaan Bahan Kimia
3. Izin Kerja di Tempat Tinggi Izin Pengangkatan Beban
4. Izin Penguncian/ Lock-out & Tag-out Izin Kerja Penggalian
Izin Kerja OFF SHORE
5. Izin Pengendalian Bahan Kimia Izin Kerja Meterial Curah
6. Izin By-Pass Izin Kerja Umum
7. Izin Penggalian
8. Izin Kerja Offshore
9. Izin Pengangkatan Beban
10. Izin Kerja umum (untuk Kontraktor)
sama proses, sama prosedur, di setiap lokasi, setiap hari
PROSEDUR UMUM SISTEM PERMIT
• Setiap pekerjaan yang mewajibkan permit tidak dapat dimulai TANPA permit tersebut telah disiapkan
1
• Permit dibuat oleh supervisor yg bertanggung jawab . FORM harus DIISI LENGKAP.
2
• Pekerja yang akan terlibat melakukan pekerjaan telah mempersiapkan peralatan kerja dan tindakan
3 pencegahan atas perintah dan arahan dari supervisor
• Pekerjaan dimulai setelah mendapat persetujuan dari Manager atau pimpinan lebih tinggi sesuai
4 matriks permit approval
• Permit hanya berlaku di area kerja yang telah tercatat dalam permit. Dan hanya berlaku untuk 1
5 (satu) hari. Kecuali permit by-pass berlaku selama 7 hari
• Supervisor melakukan pemeriksaan akhir setelah pekerjaan selesai - Semua peralatan dikembalikan
6 pada tempatnya, housekeeping telah dilaksanakan dan tempat kerja telah aman
• Setiap dokumentasi permit, diserahkan ke team EHS setelah pekerjaan selesai dan pemeriksaan
7 akhir dilaksanakan untuk diarsipkan agar kembalikan ke team EHS untuk diarsipkan
9.1. IZIN PEMOTONGAN DAN PENGELASAN
1. Housekeeping harus dilaksanakan sebelum Pekerjaan dimulai
2. Bahan Mudah terbakar telah dijauhkan dari tempat kerja panas, sejauh min. 15 m
3. APAR dan selang air harus tersedia
4. APD lengkap sesuai pekerjaan (sarung tangan kulit, welding shield, welding
jacket/apron)
5. Tabung oksigen-LPG/acetylene terikat erat, didirikan, terpasang regulator, flash back
arrestor, dan clamp pada setiap sambungan.
6. Peralatan las, dan peralatan kerja panas (seperti grinda, bor) dalam kondisi baik dan
layak pakai .
7. Peralatan yang menggunakan listrik harus dilengkapi dengan GFCI/RCD/ELCB
8. Pemeriksaan api -- 60 menit setelah pekerjaan selesai.
Kabel tanpa socket Sambungan tidak aman Grinda tanpa cover Oxy-LPG yang aman
9.2. MEMASUKI RUANG TERTUTUP
a. Kategori ruang tertutup/ terbatas adalah: cukup luas untuk dimasuki seluruh tubuh, mempunyai jalan masuk
atau keluar terbatas, tdk dirancang untuk kerja secara terus-menerus.
b. Verifikasi atmosfir: dibutuhkan temperatur (<37oC), tingkat Oksigen (19.5 – 23.5%), gas mudah terbakar/ CH4
(LEL <10%), Karbon monoksida (CO <30 ppm), H2S < 10 %. Tidak boleh masuk jika kondisi tidak aman.
c. Minimal ada 3 petugas dalam pekerjaan ini yaitu petugas
masuk, jaga di luar, dan supervisor. Masing-masing harus
mengetahui tanggungjawabnya
d. Peralatan yang perlu: gas detector, blower, tali tambang dan
harness, SCBA, dll). Peralatan listrik agar dilengkapi dengan
GFCI/ RCD/ELCB
e. Untuk pengelasan dalam ruang tertutup, izin pemotongan dan
pengelasan juga diperlukan dan ventilasi serta penerangan yang
memadai harus disediakan.
9.3. IZIN LOCK OUT &TAG OUT
• Lock out dan Tag out berlaku pada semua
pekerjaan yang mempunyai energi listrik,
mekanikal, thermal, hidrolik, pneumatik, gas,
energi tersimpan
• Untuk mengontrol energi berbahaya, kita bisa
melakukan hal-hal berikut :
❖ Identifikasi sumber energy
❖ Menghilangkan energi peralatan melalui
isolasi atau blocking sumber energy
❖ Menghilangkan/rilis kemungkinan sisa energi
yg bisa mempengaruhi peralatan tersebut
❖ Lakukan penguncian LOCK OUT pada
peralatan
❖ Pasang label (TAG OUT)
• Harus diterapkan aturan
satu gembok-satu kunci
(one lock – one key).
9.4. IZIN BEKERJA DI KETINGGIAN
Semua Pekerjaan pada Ketinggian 1,24 Semua pekerjaan pada 1,8 m dari pinggiran
meter (empat kaki) atau lebih tinggi”. atau lubang
6 ft (1.8 m)
9.4. IZIN BEKERJA DI KETINGGIAN
Tindakan pencegahan harus dipersiapkan
sebelum izin disetujui dan pekerjaan
dilaksanakan
6ft. (1.8m)
Panjang Lanyard’
3.5ft. (1.1m)
Jarak Perlambatan Tempat cantolan
2,27 ton atau
6ft. (1.8m)
Tinggi badan Pekerja safety factor 2
3ft. (.9m)
Safety Factor
9.5. IZIN BY-PASS
• Izin ini berlaku jika bagi By-Pass semua alat keselamatan kritis, kerusakan sistem perlindung
kebakaran, operasi tanpa kontrol debu, dan manajemen perubahan.
• Contoh; By-pass safety valve sterilizer, over speed trip, interlock, kerusakan hydrant pemadam
kebakaran.
• Izin ini disetujui oleh Direktur Pabrik (Director of Milling).
9.6. IZIN PENANGANAN BAHAN KIMIA
▪ Izin pengendalian bahan kimia diperlukan untuk semua pekerjaan yang berhubungan dengan
bahan kimia, pemindahan bahan kimia, merawat pompa dan pipa produk bahan kimia
9.7. IZIN PENGGALIAN
▪ Izin ini diberlakukan untuk penggalian dari permukaan tanah dengan kategori sebagai berikut:
– Penggalian dengan kedalaman kurang dari 2 m
– Penggalian dengan kedalaman lebih dari 2 m
– Penggalian dekat dengan instalasi listrik pada semua kedalaman
Tehnik Rigging
9.8. IZIN PENGANGKATAN
Izin ini diberlakukan pengangkatan dengan:
crane, chain block/ katrol, excavator, dan
alat berat lainnya yang digunakan untuk
mengangkat beban.
Kegiatan pengangkatan dapat dilakukan
apabila telah mempersiapkan rencana
pengangkatan yang memadai dan izin telah
disetujui oleh manager/ pimpinan lebih
tinggi.
9.9. IZIN KERJA UMUM
Izin kerja ini diberlakukan untuk kegiatan lain yang tidak tercover dalam permit regular lainnya
9.10. IZIN Bekerja di Lepas Pantai
Izin ini diberlakukan : saat ada kegiatan di
area jetty baik saat pengapalan finished
goods maupun unloading kapal copra
9.11. Izin Bekerja dengan Material Curah
Izin kerja ini diberlakukan untuk kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas penanganan material
curah (Copra, CXP Meals),
DON’T’S
10. KONTROL LALU LINTAS KENDARAAN, DAN ALAT BERAT
1. Kecepatan Maksimal : PERATURAN KESELAMATAN KENDARAAN
• dalam pabrik/ perumahan:
15 km/jam,
• di wilayah operasional : 40
km/jam
Memiliki SIM Periksa kendaraan Gunakan sabuk pengaman Gunakan helm standard
2. Tidak ada SIM, tidak boleh sebelum digunakan
mengemudi (harus memiliki SIM
negara, SIO, dan SIMPER)
3. Tidak boleh makan saat Dilarang menelpon Dilarang merokok saat Dilarang menggunakan obat-obatan/ alcohol saat
saat mengemudi mengemudi mengemudi
mengemudi dan bersenda gurau
(becanda)
4. Penggunaan sabuk pengaman.
5. Penggunaan helm standar bagi
sepeda motor
6. Kebijakan no seat no ride (tidak
boleh menumpang pada alat berat,
tidak boleh melebihi kapasitas
didalam cabin)
7. Dilarang menggunakan Handphone,
Handsfree, saat berkendara
11. KESELAMATAN PADA PEKERJAAN LISTRIK
• Hanya personil listrik (orang Sistem Keselamatan Kelistrikan
berkompeten) yang dizinkan untuk
bekerja pada peralatan listrik
• Semua peralatan listrik yang
digunakan telah diinspeksi dan layak
pakai
• Peralatan listrik harus memiliki Penggunaan GFCI/ ELCB untuk
industri maupun rumah
Gunakan protable GFCI/RCD
untuk peralatan listrik portable
Insulasi Kabel yang baik
grounding, dan dilengkapi dengan
GFCI/RCD/ELCB
• Menjaga jarak aman ketika bekerja Tidak
terpasang
pada peralatan listrik bertegangan grounding
tinggi Guarding/ Pelindung Energi tidak terbuka Grounding System harus terpasang
Kabel yang diisolasi harus dihentikan penggunaannya
Garis batas Arc flash
Double insulation
12. PENYIMPANAN & PEMAKAIAN MATERIAL BERBAHAYA
12.1 .SILINDER ASETILEN, OKSIGEN DAN GAS
• Silinder asetilen harus disimpan terpisah dari oksigen.
• Semua silinder gas harus diikat.
• Sumbat pelindung katup harus selalu tersimpan pada silinder bila
silinder tidak digunakan.
12.2 .BAHAN KIMIA BERBAHAYA, CAIRAN & UAP MUDAH TERBAKAR:
• Label & Simbol bahan kimia
• MSDS
• APD saat Penanganan bahan kimia
• Personal Hygiene – cuci tangan
• Penyimpanan sesuai karakteristik bahan kimia
• Pengelolaan limbah bahan kimia
Simbol LB3
CAIRAN Label & Simbol BARU
MUDAH TERBAKAR
PerMenLH no 14 tahun 2013
MUDAH MELEDAK
CAMPURAN
KOSONG
PADATAN REAKTIF
MUDAH TERBAKAR
Label Limbah B3 dalam
Pengemasan
3
Label Limbah B3 dalam
Pengemasan
3
Label Limbah B3 dalam
Pengemasan
3
Label Limbah B3 dalam
Pengemasan
3
Loss time accident
13. PELAPORAN INSIDEN
• Harus melaporkan semua insiden : Medical Aid
o Nearmiss,
o cidera personil (first aid, medical aid,
loss time incident) First Aid
o Fatality
o kerusakan harta benda termasuk
kebakaran,
o kejadian pencemaran.
• Setiap insiden diatas ditangani sebagai kondisi darurat
• Segera buatkan laporan awal dan kirim melalui Enablon dalam waktu 1x24
Jam,
• Setiap insiden harus diinvestigasi dan laporan dituntaskan dalam 2 x 24
jam, Jika kejadian serius yang membutuhkan waktu lebih lama, harus
segera diinformasikan
• Manager dan Supervisor lokasi terlibat dalam investigasi (bersama team
EHS)
• Laporan insiden dilaporkan ke dalam system Enablon, dan melakukan
Management Review Meeting final
• Laporan ke Pihak pemerintah (Jamsostek, Depnaker) dilakukan oleh HRD
• Lakukan tindakan perbaikan dan pencegahan agar kejadian yang sama
tidak terulang
14. PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
• Dilarang membakar sampah/ membakar hutan di areal opersional CTP
• Pembuangan sampah dipisah antara organik, anorganik, scrap, limbah B3 dan limbah
medis.
Kode Warna Jenis Warna
Limbah Organik
Limbah Anorganik
Limbah B3
• Perlindungan kawasan konservasi,
a. Tidak boleh memburu, menjual, memelihara flora fauna yang dilindungi
b. Tidak mengambil/ menebang pohon, kayu dari area buffer zone yang telah
ditetapkan oleh Perusahaan
15. KUNJUNGAN INSTANSI PEMERINTAH
• Tidak boleh memberikan informasi yang berkaitan dengan rahasia perusahaan
(confidential document) seperti izin-izin perusahaan, dsb.
• Hanya pejabat yang berwenang (Plant Manager atau personil yang ditunjuk) yang
berhak memberikan informasi.
16. KESEHATAN KERJA DAN PELAYANAN KESEHATAN
▪ Paparan terhadap bahaya-bahaya kerja (contoh-contoh bahaya di tempat kerja yang
akan ditempati)
▪ Lokasi berobat, Hak untuk mendapatkan pengobatan, jam pelayanan.
▪ Pengecekan kesehatan setiap bulan/ tahun (tenaga kerja yang menggunakan bahan
kimia, pekerja risiko tinggi)
▪ Bahaya penularan penyakit melalui cairan tubuh dan pencegahannya (hepatitis, HIV,
TBC, dll)
17. KOMUNIKASI & PARTISIPASI
• Setiap karyawan diharapkan terlibat dan berpartisipasi dalam program safety
• Terlibat dalam keanggotaan P2K3L, tim tanggap darurat, tim P3K, dan lainnya
• Hanya pejabat yang berwenang yang berhak memberikan informasi keluar
18. SISTEM KEAMANAN (SECURITY)
▪ Keluar masuk area pabrik (atau lokasi kerja kerja lainnya - yang relevan) pada jam
kerja harus melapor ke supervisor masing-masing dan security
▪ Jika menemukan orang asing, barang-barang yang mencurigakan di area Pabrik,
kantor, segera laporkan ke tim security di pos jaga.
▪ Dilarang mengambil gambar, video dan dipublikasikan ke publik tanpa izin
Perusahaan (corporate affair)
19. PERATURAN KETENAGAKERJAAN DAN PERLINDUNGAN PEKERJA
• Perusahaan tidak mempekerjakan karyawan dengan usia dibawah 18 tahun
• Upah yang dibayarkan kepada karyawan minimum UMR.
• Tenaga kerja dijamin dengan program perlindungan melalui Jamsostek/ BPJS
Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
• Kebijakan : Kebebasan berpendapat, kekerasan/ pelecehan seksual, dll
20. EHS TRAINING DAN SAFETY TOOLBOX TALK MEETING
▪ Setiap karyawan wajib mengikuti training safety, tool box meeting, safety committee
meeting yang dilakukan oleh Perusahaan
▪ Setiap supervisor, dan karyawan wajib melaksanakan dan/atau mengikuti safety
toolbox talk meeting/ briefing harian sebelum bekerja .
21. SOP OPERASIONAL
Setiap karyawan wajib mengikuti memahami prosedur kerja sebelum memulai
pekerjaan. Training tentang Operasional dilakukan setiap tahun.