BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah memiliki kekayaan yang beraneka ragam dan
tersebar dari sabang sampai [Link] yang dimiliki masyarat
indonesia bukan hanya kekayaan sumber daya alam saja, melainkan
masyarakat indonesia juga memiliki kekayaan lain seperti kekayaan akan
kebudayaan serta suku bangsa (Wiyanti dan Sutapa, 2007).
Kebudayaan merupakan hasil cipta rasa dan karsa manusia.
kebudayaan merupakan suatu hal yang lazin dilakukan oleh manusia baik
dengan dirinya sendiri maupun orang [Link] yang sudah melekat
dalam masyarakat dan sudah turun temurun sejak dulu, akan smakin terkonsep
dalam kehidupan masyarakat sehingga menjadi kepercayaan terhadap hal-hal
yang berhubungan dengan sebuah keyakinanyang sulit untuk dihilangkan
kepercayaan -kepercayan yang,asih berkembang dalam kehidupan suatu
masyarakat biasanya dipertahankan melalui sifat-sifat kearifan lokal yang
dimilikinya dimana sifat lokat tersebut pada akhirnya menjaji suatu kearifan
yang selalu dipegang teguh oleh masyarakatnya.
Tradisi diartikan sebagai adat istiadat dan kepercayaan yang secara
turun-temurun dapat dipelihara adat dan kepercayaan tersebut misalnya
upacara adat kematian (Soekarno, 1993:459)
setiap manuasia yang tadak bisa dilawan kematian datang secara tiba-
tiba dan bisa kapan saja jika sudah dikehendaki oleh [Link] kematian
juga terdapat upacara-upacara adat yang ada didaerah. upacara-upacara
tersebut sudah menjadi tradisi yang harus mutian, karena hal tersbut sudah
menjadi takdir dari dijalankan dalam ritual adat kematian.
Pada masyarakat Adonara terdapat tradisi bailake yang bisa dilakukan
pada upacara kematian. Tradisi bailake merupakan rangkaian ritual adat yang
dilakukan untuk menghantar jenazah ketempat peristirahatan terakhir. Tradisi
ini bisa dilakukan oleh pihak keluarga yang memiliki status sebagai paman
(opu, nana) untuk jenazah laki-laki, sedangkan untuk jenazah perempuan
dilakukan oleh keluarga yang berstatus sebagai bapak dan saudara (na'an-
ama). tardisi ini memiliki tata carabpelaksanaan bailake dengan kepercayaan
masyarakat dan juga juga memiliki makna simbolik dari benda-benda yang
digunakan dalam tradisi tersebut. tradisi ini dilakukan sebelum upacara
keagamaan yang dianut oleh jenazah.
Tradisi bailake ini hanya dilakukan untuk orang yang meninggal
diusia tua (kayo kepo wai mara)atau yang sudah menikah dalam tradisi
bailake terdapat ritual inti yakni ohong hebo (memandikan dan meminyaki
jenazah secara simbolik) dalam proses ohonh hebo ini dilakukan oleh seorang
perempuan dari pihak keluarga Na'an ama (saudara dan bapa). Tradisi bailake
ini dipercayai bisa menghantarkan jenazah ketempat peristirahatan terakhir
tanpa ada hambatan sehingga bisa sampe pada surga (lewo muren).
Tradisi ini juga dilakukan sehingga dapat mengetahui silsilah keluarga
pada masyarakat Adonara sehingga tidak ada perkawinan sedarah namun
banyak generasi muda yang hanya mengetahui tradisi ini akan tetapi kurang
memahami tentang makna simbolik dari benda-benda yang digunakan dalam
tradisi bailake dan nilai dari tradisi bailake.
Seiring dengan dengan perkembangan zaman, tradisi ini dipangkas
menjadi lebih ederhana bahkan sudah tidak dilakukan oleh masyarakat
tertentu yang kurang percaya terhadap adat yang kemudian tradisi ini perlahan
mulai menghilang berdasarkan hal tersebut mendorong penulis untuk
melakukan penelitian dengan judul “UPACARA BAILAKE DALAM
ADAT KEMATIAN DI ADONARA KABUPATEN FLORES TIMUR”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses pelaksanaan upacara bailake dalam adat kematian di
Adonara Kabupate Flores Timur ?
2. Apa makna dari benda-benda yang digunakan dalam upacara bailake dalan
adat kematin di Adonara Kabupaten Flores Timur?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui proses pelaksanaan upacara bailake dalam adat kematian di
Adonara Kabupaten Flores Timur.
2. Untuk mengetahui makna dari benda-benda yang digunakan dalam upacara
bailake dalam adat kematian diAdonara Kabpaten Flores Timur
1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi penulis, sebagai sarana dalam memperkaya pengetahuan tentang upacar
Bailake dalam adat kematian di Adonara Kabupaten Flores Timur
2. Sebagai bahan referensi untuk peneliti selanjutnya
3. Sebagai bahan informasi bagi masyarakat Adonara Kabupaten Flores Timur
DAFTAR PUSTAKA
ED, M. Y. D., & Kedoh, L. N. (2019). Peran Perempuan Adonara dalam Budaya
Upacara Perhelatan: Studi Fenomenologi Peran Perempuan Adonara pada
Pernikahan dan Kematian. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 68-79.
Rasyid, H. Prosesi pengurusan jenazah (studi kasus di desa waiburak-
flores) (Bachelor's thesis).