Nama: Candra Hartanto
Kelas: XI TKJ 3
No: 10
MENGANALISIS LEMBAR/ GAMBAR KERJA ATAU PEMBUATAN
PROTOTYPE PRODUK BARANG/ JASA
TAHAPAN – TAHAPAN KEGIATAN DESAIN PRODUK
Memformulasikan hasil marketing research
Adapun yang menjadi titik tolak dalam tahapan kegiatan Desain Produk adalah riset
pemasaran. Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggan, product designer dapat
memperoleh data dari riset pemasaran yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Dalam
riset pembuatan produk baru atau pengembangan produk yang sudah ada, perusahaan harus
mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :
Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna dari produknya.
Biaya dari pembuatan produk baru atau pengembangan dari produk yang sudah ada.
Mencari informasi atau keterangan berdasarkan pengalaman.
Membuat sketsa
Bentuk dari produk yang akan dibuat akan terlihat jelas satu dengan yang lainnya. Sketsa
tersebut dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja ( blue Print ).
Membuat gambar kerja
Dimana dalam gambar kerja ini dapat digambarkan bentuk dan ukuran yang sebenarnya
dengan skala yang diperkecil. Selain itu, dalam gambar kerja juga diperlihatkan bahan – bahan
yang akan dipergunakan dalam pembuatan produk tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN PRODUK
Fungsi Produk
Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda, hal
ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat.
Standar dan Spesifikasi Desain
Sambungan – sambungan
Bagian
Bentuk
Ukuran
Mutu
Bahan
Warna
Tanggung jawab Produk
Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk
kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut.
Harga dan Volume
Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat, untuk produk yang akan
dibuat berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang dibuat
untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah sehingga desain
produknya akan berbeda pula.
Prototype
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototype ini
memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, sehingga sebelum perusahaan
memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu. Dari pengujian prototype
tersebut, apabila lulus uji coba mungkin memberikan gambaran mengenai perubahan-perubahan
yang perlu dilakukan serta sebagai informasi dalam penyusunan terakhir desain produk.
1. Proses Kerja Prototype
a) Pendefinisian produk: merupakan penerjemahan konsep teknikal
b) Working model: dibuat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara
keseluruhan dan dibuat pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep
dari pembuatan produk dan menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep
yang telah dibuat.
c) Prototipe rekayasa (engineering prototype): dibuat seperti halnya working model
namun mengalami perubahan, dibangun mencapai tingkat kualitas teknis tertentu agar
dapat diteruskan menjadi prototipe produksi atau untuk dilanjutkan pada tahapan
produksi.
d) Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional dan
kebutuhan rancangan sistem produksi.
e) Prototipe produksi (production prototype): bentuk yang dirancang dengan seluruh
fungsi operasional untuk menentukan kebutuhan.
f) Qualified production item: dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan
diproduksi pada tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi
segala bentuk standar maupun peraturan yang diberlakukan terhadap produk tersebut
biasanya untuk diuji-cobakan kepada umum.
g) Untuk mematangkan produk yang hendak diproduksi secara komersil, maka produk
perlu memasuki pasar untuk melihat ancaman-ancaman produk yang terjadi; misal:
keamananan, regulasi, tanggung jawab, ketahanan dan kerusakan (wear–and–tear),
pelanggaran, siklus break even dan polusi, dan konsekuensinya diperlukan
peningkatan program pemasaran.
h) Model: merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun (look–like–
models). Secara jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan
skala yang diperbesar, 1:1, atau diperkecil untuk memastikan produk yang akan
dibangun sesuai dengan lingkungan produk maupun lingkungan user.
2. Bentuk Prototype
Berdasarkan karakteristiknya prototipe sebuah sistem dapat berupa low fidelity dan high
fidelity. Low fidelity prototype tidak terlalu rinci menggambarkan sistem. Karakteristik dari low
fidelity prototype adalah mempunyai fungsi atau interaksi yang terbatas, lebih menggambarkan
kosep perancangan dan layout. Karakteristik dari high fidelity prototype adalah Prototipe ini
mempunyai interaksi penuh dengan pengguna dimana pengguna dapat memasukkan data dan
berinteraksi dengan dengan sistem.
Fitur yang akan diimplementasikan pada prototipe sistem dapat dibatasi dengan teknik
vertikal atau horizontal. Vertical prototype mengandung fungsi yang detail tetapi hanya untuk
beberapa fitur terpilih, tidak pada keseluruhan fitur sistem. Horizontal prototype mencakup
seluruh fitur antarmuka pengguna namun tanpa fungsi pokok hanya berupa simulasi.
3. Proses Pembuatan Prototype
Proses pembuatan prototipe merupakan proses yang interaktif dan berulang-ulang yang
menggabungkan langkah-langkah siklus pengembangan tradisional. Prototipe dievaluasi
beberapa kali sebelum pemakai akhir menyatakan protipe tersebut diterima.
Langkah-Langkah Prototyping
a. Analisis Kebutuhan Sistem
Analisis dilakukan untuk melihat berbagai komponen yang dipakai sistem yang sedang
berjalan meliputi hardware, software, jaringan dan sumber daya manusia. Analisis juga
mendokumentasikan aktivitas sistem informasi meliputi input, pemrosesan, output, penyimpanan
dan pengendalian.
Analisis kebutuhan sistem sebagai bagian dari studi awal bertujuan mengidentifikasi
masalah dan kebutuhan spesifik sistem. Kebutuhan spesifik sistem adalah spesifikasi mengenai
hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan. Analisis kebutuhan sistem harus
mendefinisikan kebutuhan sistem yang spesifik antara lain :
1) Masukan yang diperlukan sistem (input)
2) Keluaran yang dihasilkan (output)
3) Operasi-operasi yang dilakukan (proses)
4) Sumber data yang ditangani
5) Pengendalian (kontrol)
Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Beberapa kriteria yang harus dipenuhi adalah pencapaian tujuan, kecepatan, biaya,
kualitas informasi yang dihasilkan, efisiensi dan produktivitas, ketelitian dan validitas dan
kehandalan atau reliabilitas.
b. Desain Sistem
Analisis sistem (system analysis) mendeskripsikan apa yang harus dilakukan sistem
untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Desain sistem (system design) menentukan
bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut. Desain sistem terdiri dari aktivitas desain
yang menghasilkan spesifikasi fungsional.
Desain sistem dapat dipandang sebagai desain interface, data dan proses dengan tujuan
menghasilkan spesifikasi yang sesuai dengan produk dan metode interface pemakai, struktur
database serta pemrosesan dan prosedur pengendalian.
Desain sistem akan menghasilkan paket software prototipe, produk yang baik sebaiknya
mencakup tujuh bagian :
1) Fitur menu yang cepat dan mudah.
2) Tampilan input dan output.
3) Laporan yang mudah dicetak.
4) Data dictionary yang menyimpan informasi pada setiap field termasuk panjang
field, pengeditan dalam setiap laporan dan format field yang digunakan.
5) Database dengan format dan kunci record yang optimal.
6) Menampilkan query online secara tepat ke data yang tersimpan pada database.
7) Struktur yang sederhana dengan bahasa pemrograman yang mengizinkan pemakai
melakukan pemrosesan khusus, waktu kejadian, prosedur otomatis dan lain-lain.
c. Pengujian Sistem
Paket software prototipe diuji, diimplementasikan, dievaluasi dan dimodifikasi berulang-
ulang hingga dapat diterima pemakainya. Pengujian sistem bertujuan menemukan kesalahan-
kesalahan yang terjadi pada sistem dan melakukan revisi sistem.
Menurut Sommerville (2001) pengujian sistem terdiri dari :
1) Pengujian unit untuk menguji komponen individual secara independen tanpa komponen
sistem yang lain untuk menjamin sistem operasi yang benar.
2) Pengujian modul yang terdiri dari komponen yang saling berhubungan.
3) Pengujian sub sistem yang terdiri dari beberapa modul yang telah diintegrasikan.
4) Pengujian sistem untuk menemukan kesalahan yang diakibatkan dari interaksi antara
subsistem dengan interfacenya serta memvalidasi persyaratan fungsional dan non
fungsional.
5) Pengujian penerimaan dengan data yang dientry oleh pemakai dan bukan uji data
simulasi.
6) Dokumentasi berupa pencatatan terhadap setiap langkah pekerjaan dari awal sampai
akhir pembuatan program.
d. Implementasi
Setelah prototipe diterima maka pada tahap ini merupakan implementasi sistem yang siap
dioperasikan dan selanjutnya terjadi proses pembelajaran terhadap sistem baru dan
membandingkannya dengan sistem lama, evaluasi secara teknis dan operasional serta interaksi
pengguna, sistem dan teknologi informasi.
4. Alat Perancangan Sistem
Perancangan sistem membutuhkan peralatan berupa alat alat perancangan proses dan alat
perancangan data. Alat perancangan proses terdiri dari diagram aliran data dan diagram arus
sistem. Sedangkan alat perancangan data terdiri dari diagram relasi entitas (entity relationship)
dan kamus data (data dictionary)..
a. Diagram Aliran Data
Diagram aliran data (data flow diagram/DFD) adalah sebuah alat dokumentasi grafik
yang menggunakan simbol-simbol untuk menjelaskan sebuah proses. Diagram ini menunjukkan
aliran proses seluruh sistem kepada pemakai dan dapat diatur detailnya sesuai dengan
kemampuan pemahaman pemakai.
DFD terdiri dari tiga elemen yaitu lingkungan, pemrosesan, aliran data dan penyimpanan
data. Salah satu keuntungan menggunakan DFD adalah memudahkan pemakai yang kurang
menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang sedang akan dikerjakan.
b. Diagram Arus Sistem
Diagram arus sistem (Sistem Flow chart) adalah peralatan yang digunakan untuk
menggambarkan proses sistem secara rinci untuk menggambarkan aliran sistem informasi dan
diagram arus sistem untuk menggambarkan aliran program.
c. Diagram Relasi Entitas
Diagram relasi entitas menunjukkan antar entitas satu dengan yang lain dan bentuk
hubungannya sehingga data tergabung dalam satu kesatuan yang terintegrasi.
d. Kamus Data
Kamus data adalah penjelasan tertulis lengkap dari data yang diisikan ke dalam database.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]?m=1
[Link]
[Link]?m=1