0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Drama Musikal: Kisah Persahabatan SMP

Drama musikal ini menggambarkan kehidupan siswa SMP melalui kisah persahabatan, cinta pertama, dan drama sehari-hari. Cerita berfokus pada karakter Fayza, Nindy, dan Zhahra, serta bagaimana gossip dan perasaan mempengaruhi hubungan mereka. Meskipun masa putih biru telah berlalu, kenangan dan pengalaman tersebut tetap abadi dalam ingatan.

Diunggah oleh

— Almarh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan3 halaman

Drama Musikal: Kisah Persahabatan SMP

Drama musikal ini menggambarkan kehidupan siswa SMP melalui kisah persahabatan, cinta pertama, dan drama sehari-hari. Cerita berfokus pada karakter Fayza, Nindy, dan Zhahra, serta bagaimana gossip dan perasaan mempengaruhi hubungan mereka. Meskipun masa putih biru telah berlalu, kenangan dan pengalaman tersebut tetap abadi dalam ingatan.

Diunggah oleh

— Almarh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Script Narator Drama Musikal

DISCLAIMER BEFORE SHOW:


“Selamat pagi semuanya! Sebelum kita mulai, kita ingin kasih tahu dulu kalau
cerita ini hanyalah imajinasi semata, mulai dari tokoh, tempat, & kejadian dibuat
untuk hiburan. Meski ada tentang persahabatan, suka-sukaan, & drama khas
anak SMP, semuanya hanya rekaan semata yah. Jadi, duduk Santai, nikmati
cerita & ingat: ini panggung, bukan dunia nyata. Selamat Menyaksikan!”
OPENING SCENE:
“Di balik seragam putih biru, tersimpan ribuan kisah yang tak tergantikan.
Tangis, tawa, persahabatan, & perjuangan menyatu dalam langkah-langkah kecil
menuju kedewasaan. Inilah masa di mana semua terasa baru---teman baru,
pelajaran baru, bahkan cinta pertama. Masa putih biru bukan sekadar jenjang
sekolah, melainkan babak awal dari perjalanan hidup yang penuh warna.”
SCENE 1:
 “Alkisah di suatu kelas yang berisikan 6 siswa dan 1 guru, terdapat
seorang siswi bernama Fayza tengah sibuk membaca sebuah buku.”
 “Terlihat Fayza malah asyik sendiri sehingga tidak memperhatikan &
malah mengganggu pelajaran yang berlangsung di kelas.” (setelah
dialog Marwah as guru selesai)
 “Dengan sedih hati, Fayza pun terpaksa berdiri di depan kelas hingga
Pelajaran selesai.” (setelah Shakira selesai stop)

SCENE 2:
 “Saat waktu istirahat tiba, 2 siswi yang baru saja dari kantin, melihat
Fayza yang tengah duduk sambil lagi-lagi membaca buku yang
membuatnya dihukum tadi. Hingga, rasa penasaran mereka memuncak &
memutuskan menghampiri Fayza.” (Saat scene 1 siap-siap buat
transisi ke scene 2)
 “Terlihat segerombolan siswi yaitu Haura, Firly, Almira tak sengaja melihat
Fayza dan teman-teman lainnya hingga mereka ikut-ikutan
mengerubungi.” (setelah Fayza ngomong)

SCENE 3:
 “Di cerahnya suasana pagi itu, terlihat segerombolan siswa dan siswi
sedang berkumpul dan saling membagi cerita.” (pas anak2 scene 2
keluar panggung)
 “Di tengah mereka, tanpa sadar ada rasa yang tumbuh Ketika Nindy sedari
tadi hanya diam memperhatikan Hafidz.” (setelah Shakira selesai
stop)
 “Setelah Pelajaran kedua selesai.” (setelah lagu stecu2 selesai, ada
jeda dulu tapi)

SCENE 4:
 “Sepulang sekolah, rasa penasaran murid lain tak berhenti dengan adanya
gossip itu, Aqila & Latifa, si paling suka bergosip, menghampiri Zhahra
yang tengah berjalan keluar gerbang sekolah.” (setelah scene 3 turun,
scene 4 naik panggung)

SCENE 5:
 “Keesokan pagi di sekolah, satu kabar kecil itu mulai menyebar. Gosip
yang semula berbisik, kini berteriak.” (setelah scene 4 turun, scene 5
naik panggung)

SCENE 6:
 “Istirahat yang selalu ditunggu para murid akhirnya tiba juga, tapi di satu
sisi, perasaan Zhahra tak kunjung tenang dengan adanya gosip yang
menyebar itu, hingga ia memutuskan memberi tahu Muthia, teman
dekatnya.” (setelah anak-anak scene 6 mulai jalan perlahan)
 “Belum sempat menjelaskan, Nindy datang menghampiri.” (setelah
Muthia ngomong)

SCENE 7:
 “Sementara itu, dengan adanya berita yang semakin meluas, banyak
murid2 yang kini membicarakan persoalan yang terjadi. Beberapa murid
semakin menyebarkan berita itu kepada yang lain.” (pas sebelum anak2
scene 7 masuk panggung)

SCENE 8:
 “Di tempat Nindy membawa Zhahra, mereka akhirnya berbicara dari hati
ke hati, mengungkapkan segalanya yang tak terucap sebelumnya.” (pas
Anin udh gandeng Zhahra)
 “Namun tanpa disadari, ada 2 murid yang dengan kepo mendengarkan,
Ocha & Hisyam terjatuh… pun dengan rahasia Nindy & Zhahra” (sebelum
Ocha & Hisyam jatuh)

SCENE 9: -

SCENE 10:
 “Dengan hati yang masih merasa terkhianati, Nindy pulang kerumah
dengan raut yang murung. Ia langsung menghampiri kedua orang tuanya
& menumpahkan segala yang telah ia pendam…” (pas lagi nata2 kursi
buat Marwah & Yusuf duduk as ortu Anin)
 “Terdengar suara pintu diketuk, seseorang datang.” (abis Zhahra
ngetok2 pintu ceritanya)
 “Sang Ibu yang merasa kedua anak itu perlu menyelesaikan masalahnya
sendiri, memilih meninggalkan mereka berdua. Menyisakan ruang
canggung, hingga akhirnya… (pas Marwah otw keluar frame)

OUTRO SCENE:
“Kini, masa putih biru itu tinggal kenangan, tapi jejaknya tetap abadi dalam hati.
Teman-teman mungkin akan pergi mengejarr mimpi masing-masing, tapi tawa di
lorong sekolah, lelucon aneh di kantin, hingga diam-diam menyimpan rasa---akan
selalu hidup dalam ingatan. Masa itu telah berlalu, tapi kisahnya akan terus
diceritakan… karena putih biru bukan sekadar seragam, tapi bagian dari siapa
kita hari ini.”

Anda mungkin juga menyukai