PEMBUATAN Virgin Coconut Oil DARI BUAH KELAPA TUA
MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN
LAPORAN AKHIR
MATA KULIAH RKAYASA PROSES PRODUKSI 1
PEMBIMBING : Muhammad Saleh,. S.T,.M.T.
Anggota Klompok :
Adel Novrisnti Demang 43122055
Alya Muliadi 43122056
Dwi Syabila 431220
Nabila Syadni 43122060
Andi Ozil Anugrawan 431220
D-4 TEKNOLOGI REKAYASA KIMIA BERKLANJUTAN
TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2025
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan ini menyatakan bahwa Proposal Praktikum dengan :
Judul : Pembuatan Virgin Coconut Oil dari Buah Kelapatua
Mmenggunakan Metode Pengendapan
Nama/Stanbuk : Adel Novrisnti Demang/43122055
Alya Muliadi/43122056
Dwi Syabila/431220
Nabila Syadni/43122060
Andi Ozil Anugrawan/431220
Kelas : 3C D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan
Program Stusi : D4 Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan
Jurusan : Teknik Kimia
Dinyatakan layak untuk diajukan
Makassar, 30 Mei 2025
Mengesahkan
Pembimbing
Muhammad Saleh,. S.T,.M.T.
NIP :
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala petunjuk dan
karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan ini. Tak lupa
pula kita kirimkan salam serta sholawat kita ke pada nabi Muhammad SAW. Sebagai
uswatun hasana yang menjadi rahmat bagi alam semesta.
Laporan ini berjudul pembuatan virgin coconut oil dari buah kelapa tua
menggunakan metode pengendapan, yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh nilai ujian akhir semester di politeknik negeri ujung pandang.
Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak
kekurangan baik dari segi penyusunan sampai dengan tatabahasa yang digunakan.
Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritikan dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki laporan ini. Kami berharap semoga laporan ini dapat
membantu pembaca dan memberikan manfaat dan juga inspirasi.
Makassar, 30 Mei 2025
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................2
KATA PENGANTAR...................................................................................................3
DAFTAR ISI.................................................................................................................4
BAB 1. PENDAHULUAN............................................................................................6
1.1. Latar belakang.................................................................................................6
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................................8
1.3. Tujuan Penilitian.............................................................................................8
1.4. Manfaat Penilitian...........................................................................................8
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................................9
2.1. Virgin coconut oil (VCO)..............................................................................9
2.2. Kandungan Virgin Coconut Oil (VCO)..........................................................9
2.3. Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO).............................................................10
2.4. Produk Turunan Virgin Coconut Oil (VCO)................................................11
[Link] Pengendapan.........................................................................................11
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN.....................................................................13
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian...........................................................................13
Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri
Ujung Pandang. Waktu Pelaksanaan dilaksanakan selama semester 6 yaitu dimulai
selama semester 6 yaitu pada bulan Maret sampai bulan Juni 2025.......................13
3.2. Pengambilan Sampel........................................................................................13
3.3. Alat dan Bahan Penelitian................................................................................13
[Link] Kerja...................................................................................................14
3.4.1. Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO).....................................................14
3.4.2. Pembuatan Produk Turunan Non-Pangan (Lip Balm)..............................15
3.4.3. Pembuatan Produk Turunan Pangan ( Es Krim).......................................15
BAB [Link] PENGAMATAN.................................................................................16
4.1. Data Hasil Pengujian.....................................................................................16
BAB 5. PEMBAHASAN............................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................17
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Minyak kelapa telah digunakan selama berabad-abad di berbagai belahan
dunia sebagai bahan pangan, obat tradisional, dan perawatan tubuh. Dalam
perkembangan teknologi modern, minyak kelapa mengalami evolusi menjadi Virgin
Coconut Oil (VCO) yang memiliki kualitas superior. Secara global, tren konsumen
menunjukkan pergeseran preferensi dari produk sintetis menuju produk alami dan
organik, yang mendorong peningkatan permintaan terhadap bahan-bahan natural
seperti VCO.
Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni adalah minyak nabati
yang diekstrak dari daging buah kelapa segar dan matang (Cocos nucifera) dengan
cara mekanis atau alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, pemurnian,
pemutihan, atau penghilang bau, serta umumnya tanpa pemanasan tinggi sehingga
sifat alami dan kandungan nutrisinya tetap terjaga (Idris & Armi, 2022). VCO dikenal
sebagai makanan fungsional karena mengandung senyawa bioaktif seperti asam
laurat, vitamin E (alfa tokoferol), antioksidan, dan asam lemak rantai sedang yang
bermanfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan kolesterol, meningkatkan imunitas,
serta menjaga kesehatan kulit dan jantung serta dapat meningkatkan kelembaban
(Siahaan et al., 2022). Penelitian komprehensif yang dipublikasikan dalam PubMed
(2022) mengkonfirmasi bahwa variasi polifenol alami dalam VCO menentukan
potensi antioksidan dan anti-inflamasinya, sementara studi lanjutan pada tahun 2021
menunjukkan bahwa senyawa fenolik dalam VCO berkontribusi signifikan terhadap
aktivitas antioksidan dan mekanisme perlindungan kesehatan. Pasar global VCO
menunjukkan tren positif yang signifikan, dengan nilai pasar yang mencapai USD 1,2
miliar pada tahun 2023 dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 2,6 miliar pada
tahun 2032 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 9,32%,
mencerminkan potensi komersial yang besar untuk pengembangan produk-produk
inovatif berbasis VCO.
Aplikasi Virgin Coconut Oil (VCO) dalam industri kosmetik semakin
menarik perhatian karena kandungan asam lemak rantai sedang, vitamin E, dan
antioksidan alaminya. Asam laurat dalam VCO memiliki sifat antimikroba dan anti-
inflamasi, serta mampu menembus lapisan kulit untuk memberikan hidrasi dan nutrisi
optimal. Berbagai studi mendukung pemanfaatan VCO dalam formulasi kosmetik:
penelitian di International Journal on Advanced Science, Engineering and
Information Technology (2023) menunjukkan bahwa metode ekstraksi mempengaruhi
kualitas lipid VCO, sedangkan studi di Advances in Food Science (2023)
menekankan pentingnya pemilihan emulsifier untuk stabilitas lotion berbasis VCO.
Pengembangan lip balm berbasis VCO juga mengalami kemajuan. Karena
konsistensinya yang cair, diperlukan formulasi khusus agar stabil dalam bentuk padat.
Studi dalam Pharmacy Reports (2024) menunjukkan bahwa kombinasi VCO dan
minyak sawit (CPO) menghasilkan lip balm dengan aktivitas tabir surya. Sementara
itu, penelitian di Taylor & Francis Online (2020) menggunakan VCO dengan pigmen
alami dari Beta vulgaris sebagai bahan dasar lip balm karena kandungan vitamin E-
nya yang tinggi. Terakhir, studi di [Link] (2024) mengeksplorasi VCO dalam
bentuk Solid Lipid Particles (SLPs) untuk meningkatkan penetrasi dan hidrasi kulit,
dengan formulasi yang stabil dan bioavailable.
Pengembangan es krim berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) menunjukkan
potensi besar dalam menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dengan cita rasa
kelapa yang khas. Penelitian oleh Choo et al. (2010) menunjukkan bahwa substitusi
sebagian lemak susu dengan VCO meningkatkan nilai gizi dan kualitas sensoris es
krim. Studi lanjutan dari PubMed (2011) menemukan bahwa penggunaan VCO pada
konsentrasi 4–12% memengaruhi tekstur, stabilitas, dan rasa produk secara positif.
Inovasi terbaru dari PMC (2023) juga mengevaluasi pemanfaatan limbah VCO untuk
es krim rendah lemak berbasis tanaman sebagai solusi pangan berkelanjutan.
Selama lima tahun terakhir, penelitian VCO mengalami perluasan signifikan dari
kosmetik ke pangan fungsional, sejalan dengan meningkatnya minat konsumen
terhadap produk alami dan ramah lingkungan. Dukungan ilmiah terhadap sifat
bioaktif VCO mendorong lahirnya produk inovatif seperti lip balm berbasis SLPs dan
es krim rendah lemak dari limbah VCO. Hal ini menunjukkan bahwa VCO bukan
hanya bahan fungsional premium, tetapi juga bagian dari solusi industri hijau dengan
proyeksi pertumbuhan pasar yang terus meningkat hingga tahun 2032 untuk menuju
keberlanjutan SDGs.
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana strategi optimal dalam pemanfaatan Virgin Coconut Oil (VCO)
untuk inovasi produk lip balm dan ice cream berkelanjutan yang mampu merespons
pertumbuhan permintaan di pasar global secara efektif?
1.3. Tujuan Penilitian
1. Mengkaji karakteristik VCO dan formulasi optimal untuk produk lip balm dan
es krim berkelanjutan.
2. Menganalisis potensi pasar dan inovasi produk VCO untuk meningkatkan
daya saing global.
1.4. Manfaat Penilitian
1. Menunjukkan potensi Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai bahn baku yang
bermanfaat untuk pembuatan lip balm dan ice cream.
2. Berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama
pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Virgin coconut oil (VCO)
Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak yang dihasilkan dari daging buah
kelapa tua yang diproses dengan diperas tanpa pemanasan atau dengan pemanasan
tidak lebih dari 60°C dan aman dikonsumsi manusia . Ciri- ciri VCO yang memiliki
kualitas baik adalah berwarna bening, beraroma khas kelapa, serta tidak berbau
tengik. VCO mengandung asam lemak rantai sedang yang mudah dicerna dan
dioksidasi oleh tubuh, serta kandungan antioksidan yang cukup tinggi seperti
tokoferol dan betakaroten (Ir et al., n.d.)
Gambar 1. Virgin Coconut Oil
Pembuatan VCO tanpa menggunakan proses pemanasan dapat diolah dengan
proses fermentasi menggunakan ragi. Secara umum, fermentasi dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu waktu fermentasi, suhu, konsentrasi, dan jenis ragi yang
digunakan (Kurnia et al., 2021).
2.2. Kandungan Virgin Coconut Oil (VCO)
Komponen utama VCO adalah asam lemak jenuh sekitar 90% dan asam lemak
tak jenuh sekitar 10%. Asam lemak jenuh VCO didominasi oleh asam laurat yang
memiliki rantai C12. VCO mengandung ± 53% asam laurat dan sekitar 7% asam
kaprilat. Keduanya merupakan asam lemak jenuh rantai sedang yang biasa disebut
Medium Chain Fatty Acid (MCFA), VCO mengandung 92% lemak jenuh, 6% lemak
mono tak jenuh dan 2% lemak poli tak jenuh.
Komposisi kandungan asam lemak VCO dapat dilihat dalam Tabel 1.
Tabel 1. kandungan asam lemak VCO
Kandungan antioksidan di dalam VCO pun sangat tinggi seperti α- tokoferol dan
polifenol. Kandungan tokoferol (0,5 mg/100 g minyak kelapa murni) dapat bersifat
sebagai antioksidan dan dapat mengurangi tekanan oksidatif (suatu keadaan dimana
tingakat oksigen relative intermediat (reactive oxygen intermediate/ROI) yang toksik
melebihi pertahanan antioksidan endogen) yang diakibatkan oleh paparan sinar UV.
Antioksidan ini berfungsi untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh.
Tinggi rendahnya kandungan α- tokoferol dan polifenol dalam VCO sangat
ditentukan oleh kualitas bahan bakunya (kelapa) dan proses produksi yang digunakan.
Secara umum, proses produksi yang menerapkan penggunaan panas dapat
menurunkan kadar α- tokoferol dan polifenol sekitar 25%. Bahkan dapat hilang sama
sekali dengan pemanasan yang berlebihan.(Ir et al., n.d.)
2.3. Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO)
Manfaat dari Virgin Coconut Oil (VCO) diantaranya adalah peningkatan daya
tahan tubuh manusia terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan
(Antu et al., 2020). Pemanfaatan VCO dalam pengolahan berbagai produk dapat
digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu produk pangan, farmasi dan kosmetik
(Dwijayanti et al., (2018).
Kandungan antioksidan di dalam VCO sangat tinggi seperti tokoferol yang
berfungsi untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh. Di samping itu
VCO pun efektif dan aman digunakan sebagai moisturizer pada kulit sehingga dapat
meningkatkan hidrasi kulit dan ketersediaan VCO yang melimpah di Indonesia
membuatnya berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pembawa sediaan obat,
diantaranya sebagai peningkat penetrasi dan emollient. (Ir et al., n.d.)
2.4. Produk Turunan Virgin Coconut Oil (VCO)
Kosmetik menjadi bisnis yang besar dengan nilai pasar global mencapai 6.660
triliun rupiah. di tahun 2009 hingga 2015, pertumbuhan pasar industri kosmetik
berdasarkan data Kementrian Perindustrian rata-rata mencapai 9,67% per tahun,
sedangkan di tahun 2017 untuk produk kosmetik mencapai 46,4 triliun rupiah.
pertumbuhan jumlah angka penjualan kosmetik disebabkan oleh permintaan yang
meningkat (Faadhilah, 2018).
Salah satu sediaan kosmetik yang dibutuhkan yaitu lip balm yang diperuntukkan
menjaga, meningkatkan kelembaban bibir, dengan komponen utama seperti lilin,
minyak dan ekstrak alami berfungsi mencegah terjadinya kekeringan pada bibir
dengan cara meningkatkan kelembaban bibir serta berfungsi sebagai lapisan
pelindung pada bibir
Selain digunakan dalam pembuatan produk kecantikan Vigin Coconut Oil
juga biasa digunakan dalam pembuatan produk pangan seperti pada pembuatan
scream karena VCO mengandung 99,3% lemak, dengan 89-92% di antaranya berupa
asam lemak jenuh. Komponen utama asam lemak jenuh ini adalah asam laurat
(sekitar 48%), asam kaprat (7%), dan asam kaprilat (8%) (Kuning Telur et al., 2006)
[Link] Pengendapan
Metode pengendapan dalam pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) adalah proses
ekstraksi minyak kelapa dari santan kelapa dengan cara memanfaatkan perbedaan
massa jenis antara minyak, air, dan padatan (blondo) secara alami tanpa
menggunakan alat atau bahan kimia khusus. Metode ini termasuk metode basah yang
paling sederhana dan banyak digunakan karena mudah dilakukan dan biaya rendah.
Dalam pembuatan Virgin Coconut Oil dengan metode ini harus dilakukan dengan
teliti dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemilihan bahan baku santan yang segar dan berkualitas
Agar menghasilkan VCO dengan aroma dan rasa yang baik serta kandungan
nutrisi terjaga.
2. Proses pemisahan air dari santan
Sebelum pengendapan, terlebih dahulu dilakukan pendiaman santan selama 2
jam agar air dan santan terpisah secara alami berdasarkan perbedaan massa
jenis dan kepolaran
3. Suhu pengendapan yang optimal sangat penting
Suhu ruang sekitar 30–34°C dianjurkan karena suhu terlalu tinggi dapat
merusak kandungan asam laurat dan menurunkan mutu VCO, sedangkan suhu
terlalu rendah menghambat proses pemisahan minyak dan blondo.
4. Waktu pengendapan
Biasanya 24 jam, untuk memungkinkan pemisahan lapisan minyak (VCO) di
atas, blondo di tengah, dan air di bawah. Waktu optimal pengendapan
biasanya kisara 1-3 hari, karena jika lebih dari itu akan merusak kualitas VCO
yang terbentuk.
BAB 3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat Penelitian
Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Teknik Kimia Politeknik
Negeri Ujung Pandang. Waktu Pelaksanaan dilaksanakan selama semester 6 yaitu
dimulai selama semester 6 yaitu pada bulan Maret sampai bulan Juni 2025.
3.2. Pengambilan Sampel
Sampel yang digunakan adalah buah kelapa tua segar yang dipras untuk
menghasilkan krim santan
3.3. Alat dan Bahan Penelitian
Alat yang digunakan dalam Penelitian Pembuata Virgin Coconut Oil (VCO) :
1. Baskom
2. Saringan
3. Botol air mineral
4. Selang
5. Galom air mineral
Alat yang digunakan dalam Penelitian Pembuatan Lip Balm :
1. Gelas kimia 100 ml
2. Spatula
3. Stirrer
4. Hot Plate
5. Thermometer
6. Neraca Analitik
Alat yang digunakan dalam Penelitian Pembuatan Es Krim :
1. Mixer
2. Kompor
3. Panci Bertutup
4. Kulkas
5. Baskom
6. Gelas kecil
7. Timbangan
Bahan yang digunakan dalam Penelitian Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) :
1. Kelapa Tua Segar
2. Santan
3. Aquadest
Bahan yang digunakan dalan Penelitian Pembuatan Lip Balm :
1. Beeswax
2. Virgin Coconut Oil (VCO)
Bahan yang digunakan dalam Penelitian Pembuatan Es Krim :
1. Virgin Cpcpnut Oil (VCO)
2. Susu Bubuk
3. Lesitin (emulsifier)
4. Gelatin (Sebagai stabilizer)
5. Vanilla
6. Coklat
7. Santan matang
8. Air mineral
[Link] Kerja
3.4.1. Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO)
1. Kelapa tua segar dikupas lalu dibersihkan dari tempurungnya, kemudian diparut
untuk menghasilkan serbuk kelapa (dalam hal ini pemarutan dilakukan
menggunakan mesin).
2. Jika sudah didapatkan serbuk kelapa, serbuk tersebut dicampusrkan dengan air
bersih dengan perbandingan 1 : 1.
3. Kemudian hasil pencampuran diperah agar dihasilkan santan. Pemerasan
dilakukan secara manual menggunakan saringan.
4. Santan yang dihasilkan kemudian dimasukkan kedalam botol air mineral/galon air
mineral. Sebelumnya botol telah dipasangi dengan salang dibagian penutupnya.
5. Sebelum metode pengandapan dilakukan, dilakukan pengandapan tahap awal
dengan waktu 2 jam untuk memisahkan air dengan krim santan.
6. Kemudian krim santan yang diperoleh dimasukkan kembali kedalam botol,
kemudian dilakukan metode pendapan yang kedua (Utama). Dimana krim santan
didiamkan selama 1-2 hari hingga terbentuk 2 lapaisan yaitu lapisan atas minya,
lapisan tengah blondo, dan lapisan bawah air.
7. Kmudian diambil lapisan minyak (VCO), dengan cara selang pada bagian bawah
dibuka dan air serta blondo dikeluarkan secara perlahan agar lapisan minyak tidak
terkontaminasi. Cara kerjanya sama pengan pengoperasian corong pisah
8. Dilakukan sterilisasi dengan menggunakan metode sederhana yaitu
mengmasukkan wadah yang berisi VCO kedalam air mendidih dengan waktu 30
menit.
9. Dilakukan penyimpanan disuhu ruang 30-35oC
3.4.2. Pembuatan Produk Turunan Non-Pangan (Lip Balm)
1. Dipersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ditimbang lilin lebah (beeswax) sebanyak 50 gram, kmudian di panaskan diatas
hotplate dengan suhu 80oC hingga terjadi perubahan fasa dari padat menjadi cair
(meleleh).
3. Kemudian, ditambahkan Virgin coconut oil sebanyak 120 ml dengan
perbandingan 5:12. (diadakan pengadukan)
4. Setelah larutan tercampus dengan rata, larutan tersebut dimasukkan kedalam
wadah tempat lip balm.
5. Kemudian ditunggu hingga berubah fasa kembali daric air menjadi padat.
3.4.3. Pembuatan Produk Turunan Pangan ( Es Krim)
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Bahan adonan dimasukkan dalam panci bertutup dan dipanaskan 50 oC diatas
panci sambil di aduk selama 10 menit.
3. Lanjut pada pemanasan kedua dengan suhu 72oC selama 30 menit.
4. Kemudian campuran didinginkan pada suhu 3-5oC
5. Selanjutnya adonan di mixer selama 15 menit hingga mengembang.
6. Kemudian dimasukkan dedalam wadah/kemasan yang telah disiapkan dan
dibekukan pada suhu -8oC
7. Hasil dianalisis rasanya dengan produk diberikan kepada teman untuk
testimoninya
BAB [Link] PENGAMATAN
4.1. Data Hasil Pengujian
Vigin Cocout Oil
Lip Balm Es Krim
(VCO)
Warna Bening Kekuningan Putih Dan Coklat
Aroma Kelapa
Memiliki Aroma Memiliki Bau VCO
Bau Khas/Tidak Bau
VCO Yang Khas
Tengik
Agak Manis Dan Manis,Rasa Vanila,
Rasa -
Gurih Rasa Coklat
Kepuasan Sangat Puas Puas Sangat Puas
Tabel 2 Data Pengamatan hasil pengujian
BAB 5. PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA
Idris, M., & Armi, P. A. (2022). Rancang Bangun Alat Pengolahan Santan Kelapa
Menjadi Virgin Coconut Oil. Metana, 18(1), 71–76.
[Link]
Ir, P., Septiani, M., & Mahmud, M. K. (n.d.). Virgin Coconut Oil Market.
[Link]
Kuning Telur, D., Winarti, S., Dyah, N., Sulistyowati, D., Pangan, J. T., Timur, J.,
Jurusan, ), & Kimia, T. (2006). Pembuatan Es Krim Kacang Merah Dengan
Penambahanvirgin Coconut Oil. Buana Sains, 6(1), 75–82.
Siahaan, H., Ruswanto, A., Oktavianty, H., Ngatirah, Widyasaputra, R., Adisetya, E.,
& Bimantio, M. P. (2022). PEMBUATAN LIPBALM DARI PKO DAN VCO
DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper
ornatum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN. Prosiding Seminar Nasional Instiper,
1(1), 252–259. [Link]
Choo, S.Y., Leong, S.K. and Henna Lu, F.S., 2010. Physicochemical and sensory
properties of ice cream formulated with virgin coconut oil. Food Science and
Technology International, 16(6), pp.531–541.
Idris, M. and Armi, L., 2022. Virgin Coconut Oil (VCO) dan Potensinya sebagai
Bahan Fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 33(1), pp.21–29.
PubMed, 2022. Phenolic variation and antioxidant activity in Virgin Coconut Oil.
Journal of Functional Foods, Available at: [Link]
Siahaan, R.S., Situmorang, T., and Simanjuntak, D., 2022. Kandungan Bioaktif
Minyak Kelapa Murni dan Manfaatnya bagi Kesehatan. Jurnal Ilmu
Kesehatan, 13(2), pp.115–122.
Taylor & Francis Online, 2020. Natural Pigment-Enriched Lip Balm from Virgin
Coconut Oil and Beta vulgaris. International Journal of Cosmetic Science,:
[Link]
Advances in Food Science, 2023. Emulsifier Selection and Stability of VCO-based
Lotions. Advances in Food Science, 45(3), pp.201–209.
International Journal on Advanced Science, Engineering and Information
Technology, 2023. Effect of Extraction Methods on Virgin Coconut Oil Lipid
Profile. IJASEIT, 13(1), pp.71–78. [Link]
Pharmacy Reports, 2024. Formulasi Lip Balm dengan Kombinasi VCO dan CPO
serta Aktivitas Tabir Surya. Pharmacy Reports, 6(1), pp.44–53.
[Link], 2024. Formulation of Solid Lipid Particles (SLPs) Using Virgin
Coconut Oil for Enhanced Skin Delivery. Academia Research Papers,
[Link]