RUJUKAN PASIEN
No. Dokumen : /C/PKM-GU/SOP/IV/2025
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 08/04/2025
Halaman : 1/2
UPT PUSKESMAS [Link],[Link].,Ns NIP.
GALESONG UTARA 19661231 198703 2 066
Rujukan medis merupakan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab untuk masalah
1. Pengertian kedokteran sebagai respon terhadap ketidak mampuan fasilitas memenuhi kebutuhan para
pasien dengan tujuan untuk menyembuhkan dan atau memulihkan status Kesehatan pasien.
2. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah dalam merujuk pasien emergency
Kebijakan Kepala Pukesmas Nomor 065/PKM-GU/SK/IV/2025 Tentang Pelayanan Rujuan di UPT
[Link]
Puskesmas Galesong Utara
[Link] Permenkes RI No. 001 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Kesehatan Perorangan
[Link] / Langkah- Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk.
Langkah a. Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu dari persyaratan
berikut:
1. pemeriksaan sudah dapat dipastlkan tidak mampu diatasi.
2. Hasil pemerüsaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis ternyata tidak mampu
diatasi.
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap, tetapi pemeriksaan
harus disertai pasien yang bersangkutan.
4. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan pemeriksaan, pengobatan
dan perawatan di sarana kesehatan yang lebih mampu.
b. Prosedur standar merujuk pasien meliputi:
1. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang medik untuk
menentukan diagnosa utama dan diagnosa banding.
2. Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus-
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan
4. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas Medis/Paramedis yang
kompeten dibidangnya dan mengetahui kondisi pasien. Apabila pasien diantar
dengan kendaraan Puskesmas keliling atau ambulans, agar petugas dan kendaraan
tetap menunggu pasien di IGD tujuan sampai ada kepastian pasien tersebut
mendapat pelayanan (serah terima dengan perawat UGD)
c. Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien dan lembar observasi (Jika perlu)
3. Memberykan Informed Consent (persetujuan/penolakan rujukan).
4. Membuat surat rujukan
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin komunikasi
dengantempat tujuan rujukan.
7. Pengiriman pasien ini sebarknya dilaksanakan setelah diselesaikan administrasi yang
bersangkutan dan sudah dipastikan kesiapan fasilitas rujukan (sisrute dan Whatssapp
gruop rujukan)
6. Diagram Alir /
Bagan Alir Pasien diberikan Membuat catatan rekam medis
tindakan pra rujukan pasien dan lembar observasi
Membuat surat rujukan Memberücan Informed Consent
(persetujuan/penolakan rujukan
Mencatat identitas pasien pada Menyiapkan sarana transportasi
buku register rujukan pasien dan sedapat mungkin menjalin
komunikasi dengan tempat tujuan
rujukan
Pengiriman pasien ini sebaiknya
dilaksanakan setelah diselesaikan
administrasi yang bersangkutan
dan sudah