0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan1 halaman

Masalah Disiplin di Boarding School SRMA 30

SRMA 30 Padang Sidimpuan menghadapi masalah merokok, keterlambatan, dan bullying di kalangan siswa meskipun memiliki sistem pendidikan disiplin. Masalah ini saling terkait dan mempengaruhi iklim belajar serta psikologis siswa, dengan dampak jangka panjang yang merugikan bagi korban dan pelaku bullying. Strategi pencegahan dan keterlibatan siswa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan disiplin perlu diterapkan oleh wali asuh dan guru.

Diunggah oleh

ppg.ritawindarti95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan1 halaman

Masalah Disiplin di Boarding School SRMA 30

SRMA 30 Padang Sidimpuan menghadapi masalah merokok, keterlambatan, dan bullying di kalangan siswa meskipun memiliki sistem pendidikan disiplin. Masalah ini saling terkait dan mempengaruhi iklim belajar serta psikologis siswa, dengan dampak jangka panjang yang merugikan bagi korban dan pelaku bullying. Strategi pencegahan dan keterlibatan siswa dalam menciptakan lingkungan yang aman dan disiplin perlu diterapkan oleh wali asuh dan guru.

Diunggah oleh

ppg.ritawindarti95
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL ASESMEN

Nama :

Kelas :

Petunjuk!

Analisislah studi kasus dan berikan jawaban dengan Benar

SRMA 30 Padang Sidimpuan adalah sekolah boarding school yang dikenal dengan sistem
pendidikan disiplin dan pembinaan karakter. Siswa tinggal di asrama selama masa pendidikan
dan mengikuti jadwal ketat mulai dari bangun pagi, belajar, kegiatan ekstrakurikuler, hingga
istirahat malam.

Namun, dalam semester ini, muncul tiga masalah yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan
lingkungan sekolah:

1. Siswa Merokok di Area Terlarang: Beberapa siswa tertangkap merokok di toilet dan
belakang asrama. Padahal, sekolah telah menetapkan zona bebas rokok dan memberikan
edukasi tentang bahaya merokok. Ketika ditanya, mereka mengaku hanya “coba-coba”
atau “ikut teman”.
2. Keterlambatan Masuk Kelas Pagi: Meskipun tinggal di lingkungan sekolah, sejumlah
siswa sering terlambat masuk kelas pagi. Mereka beralasan bangun kesiangan, kurang
tidur, atau tidak mendengar alarm. Hal ini mengganggu proses belajar dan menunjukkan
kurangnya tanggung jawab.
3. Bullying Antar Siswa Asrama: Seorang siswa baru melaporkan bahwa ia sering diejek
dan diintimidasi oleh kelompok senior karena penampilan dan kebiasaan yang berbeda.
Guru BK menemukan bahwa budaya senioritas berlebihan masih terjadi di beberapa blok
asrama.

Pertanyaan

1. Apa saja faktor penyebab siswa melakukan pelanggaran seperti merokok, terlambat, dan
bullying meskipun sudah tinggal di lingkungan yang terkontrol seperti boarding school?
2. Bagaimana ketiga masalah tersebut saling berkaitan dan memengaruhi iklim belajar serta
psikologis siswa?
3. Apa dampak jangka panjang dari budaya bullying terhadap korban dan pelaku di
lingkungan sekolah?
4. Strategi apa yang dapat diterapkan oleh Wali Asuh/ Wali Asrama dan guru untuk
mencegah perilaku merokok secara berkelanjutan?
5. Bagaimana cara melibatkan siswa sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai objek
pembinaan, dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan disiplin?

Anda mungkin juga menyukai