Institusi : SDN PEJAGALAN 03
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Kelas : FASE A
Tahun Pelajaran : 2025-2026
I. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KHUSUS SENI RUPA
A. Rasional
Mata pelajaran Seni Budaya merupakan wahana untuk
menumbuhkan kepekaan peserta didik terhadap keindahan.
Kepekaan terhadap keindahan membantu seseorang untuk
dapat memaknai dan menjalani hidupnya dengan optimal.
Pembelajaran seni sangat penting untuk membangun
kemampuan olah rasa peserta didik, sehingga mereka mampu
meregulasi dirinya, memiliki sifat mencintai keindahan,
menghargai keberagaman, dan menjunjung perdamaian. Mata
pelajaran Seni Budaya berfokus pada kemampuan seseorang
untuk merespons sebuah situasi atau konflik melalui visual (seni
rupa), bunyi (seni musik), pola dan gerak (seni tari) serta
kesatuan gerak, ekspresi, dan suara (seni teater).
Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya profil pelajar
Pancasila, dengan membiasakan peserta didik untuk berpikir
terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, menghargai kearifan lokal
dan kebinekaan global, mengolah rasa, serta mengembangkan
nilai-nilai estetika, logika, dan etika. Pembelajaran seni rupa juga
memberikan pengalaman mengamati dan menikmati keindahan
serta mengalami proses perenungan diri untuk diekspresikan
menjadi karya seni rupa yang berdampak pada diri, lingkungan
maupun masyarakat.
Pembelajaran seni rupa dalam mata pelajaran Seni Budaya
mempunyai pengertian sebagai seni yang lahir menggunakan
penglihatan dan perasaan dalam pembentukan karya seni
dengan media yang dapat ditangkap mata dan dirasakan dengan
rabaan. Kesan ini diciptakan dengan pengolahan konsep titik,
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan
dengan acuan estetika. Dalam pembelajaran seni rupa, peserta
didik dapat mempelajari seni rupa murni dan seni rupa terapan
(kriya) dengan jenis dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).
Pembelajaran seni rupa mengajak peserta didik dapat berpikir
terbuka, apresiatif, empatik, serta menghargai perbedaan dan
keberagaman. Selain itu, peserta didik juga memperoleh
pengalaman estetik sebagai hasil proses perenungan dari dalam
maupun luar diri mereka yang dituangkan dalam karya seni
rupa. Dengan demikian, diharapkan muncul karya yang
mencerminkan emosi dari hasil pemikiran yang berdampak pada
diri, lingkungan, maupun masyarakat.
B. Tujuan
Pembelajaran seni rupa adalah untuk memastikan agar peserta
didik:
1. menunjukkan kepekaan terhadap persoalan diri serta
lingkungan, sehingga menemukan solusi kreatif untuk
menanggapi dan mengatasi masalah;
2. mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas melalui
penciptaan karya seni rupa;
3. memberdayakan sumber daya (alat dan bahan) yang tersedia
di sekitarnya untuk menciptakan sebuah karya seni;
4. menemukan jawaban terhadap suatu masalah atau
mendapatkan gagasan untuk menciptakan karya seni,
melihat suatu hal melalui beberapa sudut pandang sehingga
dapat menciptakan karya seni yang berdampak bagi diri
sendiri dan orang lain; dan
5. mampu menciptakan sebuah karya atau produk sehingga
menjadi peluang usaha dan mendayagunakan sumber daya
yang dimiliki untuk lebih mandiri, kreatif, dan inovatif.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Seni Rupa memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Pembelajaran seni rupa berpusat pada kemampuan peserta
didik untuk menemukan gagasan, berkarya, dan
berkreativitas sesuai dengan minat, bakat, dan kecepatan
belajarnya masing-masing;
2. Pembelajaran seni rupa berfokus pada pengalaman
mengamati, bermain, menguji coba, merenungkan,
bersimpati, berempati, mencipta, peduli, dan bertoleransi
terhadap beragam nilai, budaya, proses, dan karya;
3. Pembelajaran seni rupa bersuasana menyenangkan,
bermakna dan relevan untuk mengembangkan
keterampilan bekerja dan berpikir artistik;
4. Pembelajaran seni rupa memperhatikan keunikan individu
dan bersifat khas/kontekstual;
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni
maupun bidang ilmu lainnya yang mendorong kolaborasi
interdisipliner; dan
6. Pembelajaran seni rupa mendorong sikap bertanggung
jawab dengan menyadari bahwa karya berdampak bagi diri
sendiri dan orang lain.
Gambar di bawah ini adalah lima elemen/domain landasan
pembelajaran seni rupa.
Landasan pembelajaran seni rupa memiliki lima elemen/domain
yang mandiri dan berjalan beriringan sebagai kesatuan yang
saling memengaruhi dan mendukung. Setiap elemen bukanlah
sebuah urutan atau prasyarat dari elemen lainnya. Masing-
masing mampu berdiri secara mandiri, tapi memiliki
keterhubungan dalam peran antar elemen. Namun, dalam fase A,
B dan C elemen berdampak belum dapat terukur.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Seni Rupa adalah
sebagai berikut.
Eleme Deskripsi
n
Mengalami Mengindra, mengenali, merasakan,
menyimak, bereksperimen, dan merespons
bentuk rupa dari beragam sumber dan
beragam jenis/ bentuk seni rupa dari
berbagai konteks budaya;
mengeksplorasi bentuk seni rupa dari
beragam karya, alat, bahan, dan
penggunaan teknologi dalam praktik
membuat karya seni rupa; dan mengamati,
mengumpulkan, dan mengingat pengalaman
dari beragam praktik sehingga
menumbuhkan kecintaan pada seni rupa,
dan memberi dampak bagi diri sendiri,
orang lain, dan masyarakat.
Mengekspresi Memilih penggunaan beragam media dan
kan
teknik dalam seni rupa untuk
menghasilkan karya rupa sesuai dengan
konteks, kebutuhan, dan ketersedian serta
kemampuan menciptakan karya sejalan
dengan perkembangan teknologi;
menciptakan karya-karya seni rupa
dengan standar unsur dan prinsip seni rupa
yang baik dan sesuai dengan kaidah, budaya
dan kebutuhan, sehingga hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan serta berdampak
pada diri sendiri dan orang lain, dalam
beragam bentuk
praktiknya.
Elemen Deskripsi
Merefleksikan Menyematkan nilai-nilai yang ada pada
pengalaman dan pembelajaran artistik-
estetik yang berkesinambungan (terus
menerus) serta
Mengamati, memberikan penilaian, dan
membuat hubungan antara karya pribadi
dan orang lain sebagai bagian dari proses
berpikir dan bekerja artistik-estetik dalam
konteks unjuk karya rupa.
Berpikir dan Merancang, menata, menghasilkan,
Bekerja secara
mengembangkan, menciptakan, mereka
Artistik
ulang, dan mengomunikasikan ide melalui
proses mengalami, menciptakan, dan
merefleksikan; Mengeksplorasi dan
menemukan sendiri bentuk karya dan
teknik dalam seni rupa serta kolaborasi
dengan bidang keilmuan yang lain seperti
seni musik, tari, drama, dan nonseni) yang
membangun dan bermanfaat untuk
menanggapi setiap tantangan hidup dan
kesempatan berkarya secara
mandiri.
Berdampak Memilih, menganalisis, menghasilkan
karya-karya seni rupa dengan kesadaran
untuk terus mengembangkan kepribadian
dan karakter bagi diri sendiri dan sesama;
Memilih, menganalisis, menghasilkan
karya-karya seni rupa dengan kesadaran
untuk terus membangun persatuan dan
kesatuan bangsa; Memilih, menganalisis
dan menghasilkan karya-karya seni rupa
dengan kesadaran untuk terus
meningkatkan cinta kasih kepada sesama
manusia dan alam semesta.
Menjalani kebiasaan dan disiplin kreatif
dalam praktik-praktik seni rupa sebagai
sarana melatih pengembangan pribadi dan
bersama, menjadi semakin baik waktu
demi waktu, tahap demi
tahap.
A. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Usia Mental < 7 Tahun/Kelas I dan
II SDLB)
Pada akhir Fase A, peserta didik mampu menuangkan
kembali secara visual pengalaman berkarya dua dimensi
atau tiga dimensi serta mampu menuangkan
pengalamannya melalui karya visual berupa bentuk-bentuk
dasar geometris, gambar ekspresi, atau kolase dengan
menerapkan beberapa unsur seni rupa sebagai ungkapan
ekspresi kreatif.
Fase A berdasarkan Elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Peserta didik mampu mengamati,
mengenal, mengingat, dan
menuangkan pengalamannya
secara visual dengan bentuk-
bentuk dasar geometris, gambar
ekspresi, kolase atau montase
pada karya dua dimensi atau tiga
dimensi.
Peserta didik mengeksplorasi alat
dan bahan dasar dalam berkarya
seni rupa.
Mengekspresikan Peserta didik mampu
mengekspresikan karya berupa
karya geometris, gambar ekspresi,
kolase, atau montase dengan
mengeksplorasi dan menggunakan
elemen seni rupa berupa garis,
bentuk, tekstur, ruang, dan
warna.
Merefleksikan Peserta didik mampu
mengenali dan menceritakan
karya yang diciptakannya.
Peserta didik dapat mengamati
dan memberikan penilaian pada
karya orang lain.
Berpikir dan Bekerja Peserta didik mampu mengenali
Artistik dan membiasakan diri dengan
berbagai prosedur dasar
sederhana untuk berkarya dengan
aneka pilihan media yang tersedia
di sekitar.
Peserta didik mengetahui dan
memahami faktor keselamatan
dalam bekerja.
Berdampak -