FAILURE MODE AND
EFFECT ANALYSIS
(FMEA)
LATAR BELAKANG
PERUSAHAAAN
PROYEK FMEA
KEGAGALAN BERHASIL
MENURUN
Pengertian Failure Methode And Effect
Analysis ( FMEA )
FMEA adalah suatu cara di mana suatu bagian
atau suatu proses yang mungkin gagal,
menciptakan cacat atau ketidaksesuaian dan
berdampaknya pada pelanggan bila mode
kegagalan itu tidak dicegah atau dikoreksi. PJB
( Kenneth Crow,2002 )
Tujuan Failure Methode And Effect
Analysis ( FMEA )
Berikut ini adalah tujuan yang dapat dicapai oleh perusahaan dengan penerapan FMEA :
o Mengenal dan memprediksi potensial kegagalan dari produk atau proses yang dapat
terjadi.
o Memprediksi dan mengevalusai pengaruh dari kegagalan pada fungsi dalam sistem
yang ada.
o Menunjukan prioritas terhadap perbaikan suatu proses atau sub sistem yang diperbaiki.
o Mengidentifikasi dan membangun tindakan yang bisa diambil untuk mencegah atau
mengurangi kesempatan terjadinya potensi kegagalan atau pengaruh pada sistem.
o Mendokumentasikan proses secara keseluruhan.
Manfaat Failure Methode And Effect
Analysis ( FMEA )
FMEA memberikan beberpa keuntungan/ manfaat bagi perusahaan. Antara lain:
❑ Meningkatkan produk / proses kehandalan dan kualitas
❑ Meningkatkan Kepuasan pelanggan
❑ Menekankan masalah pencegahan
❑ Mendokumenisasi resiko dan tindakan yang diambil umtuk mengurangi risiko
❑ Memberikan fokus untuk meningkatkan pengembangan dan pengujian
❑ Meminimalisasi akhir perubahan dan biaya terkait
❑ Katalisator untuk tim dan pertukaran gagasan antara fungsi
Pengaturan Waktu
FMEA
Perusahaan akan meninjau dan memperbarui FMEA apabila:
❑ Sebuah produk baru atau proses sedang dimulai (pada awal siklus)
❑ Perubahan yang dibuat untuk kondisi operasi produk atau proses diharapkan
berfungsi saat modifikasi
❑ Peraturan baru yang dilembagakan sebagai bahan evaluasi
❑ Masukan dari pelanggan saat mengindikasikan masalah baru dalam produk
Tipe Failure Methode And Effect Analysis
( FMEA )
Proses FMEA
Proses FMEA:
• Mengidentifikasi produk yang potensial yang berkaitan dengan cara-cara kegagalan proses.
• Memperkirakan efek bagi konsumen yang potensial yang disebabkan oleh kegagalan
• Mengidentifikasi sebab-sebab yang potensial pada proses perakitan dan mengidentifikasi
variabel-variabel pada proses yang berguna untuk memfokukan pada pengendalian untuk
mengurangi kegagalan atau mendeteksi keadaan-keadaan kegagalan.
• Mengembangkan sebuah daftar peringkat dari cara-cara kegagalan yang potensial, ini
menetapkan sebuah sistem prioritas sebagai pertimbangan untuk melakukan tindakan
perbaikan
• Mendokumentasikan hasil-hasil dari proses produksi atau proses perakita.
Proses FMEA
Risk Priority Numbers in FMEA
Risk Priority Number (RPN) merupakan sebuah teknik untuk menganalisa resiko yang berkaitan
dengan masalah-masalah yang potensial yang telah diindentifikasikan selama pembuatan FMEA
(Stamatis, DH, 1995, p45)
• Severity, merupakan skala yang memeringkatkan severity dari efek-efek yang potensial dari
kegagalan.
• O c curance, merupakan skala yang memeringkatkan kemungkinan dari kegagalan akan
muncul.
• Detection, merupakan skala yang memeringkatkan kemungkinan dari masalah akan di
deteksi sebelum sampai ketangan pengguna akhir atau konsumen.
Proses FMEA
Kegunaan Diagram Pareto
Diagran Pareto dibuat untuk • Menunjukkan persoalan utama yang dominan
menemukan masalah atau dan perlu segera diatasi.
penyebab yang merupakan
kunci dalam penyelesaian • Menyatakan perbandingan masing-masing
masalah dan perbandingan persoalan yang ada dan komulatif secara
terhadap keseluruhan keseleruhuan.
• Menunjukkan tingkat perbaikan setelah
tindakan koreksi dilakukan pada daerah yang
terbatas.
• Menunjukkan perbandingan masing-masing
persoalan sebelum dan sesudah perbaikan.
Proses FMEA
Contoh Grafik Diagram Pareto
Proses FMEA
Cause and Effect Diagram
Diagram ini disebut juga
dengan diagram tulang ikan
karena bentuknya seperti ikan.
Diagram ini digunakan
untuk menentukan faktor-
faktor secara signifikan
dalam menentukan
karakteristik kualitas output
kerja, mencari penyebab-
penyebab yang
sesungguhnya dari suatu
masalah.
KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa metode Failure Modes and Effect Analysis sangat bermanfaat
bagi para engineer untuk menganalisa permasalahan atau studi kasus dalam perusahaan
yang akan mengembangkan produk atau teknologi baru.
Diharapkan seluruh calon engineer mengetahui metode-metode ini agar dapat membantu
untuk menganalisa dan memecahkan permasalahan yang nantinya akan dihadapi di
dunia industri.
SARAN
Diperlukannya ketelitian dan konsistensi dalam mengidentifikasi suatu permasalahan di
suatu perusahaan. Karena apabila terdapat kesalahan dalam mengidentifikasi,maka akan
banyak kerusakan atau trouble di produk atau teknologinya
TERIMA KASIH