0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan8 halaman

Modul Ajar Keamanan Jaringan Deep Learning

Diunggah oleh

rahmadnurdin18
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
161 tayangan8 halaman

Modul Ajar Keamanan Jaringan Deep Learning

Diunggah oleh

rahmadnurdin18
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

Sekolah/Madrasah : SMK Latanro Enrekang


Mata Pelajaran : Keamanan Jaringan
Tema : Memahami kemungkinan ancaman dan serangan terhadap keamanan jaringan,
menentukan sistem keamanan jaringan yang dibutuhkan
Fase/Kelas : F / XI
Alokasi Waktu : 6 × 45 menit (2 Pertemuan @ 3 JP)
Tahun Pelajaran : 2025/2026
Nama Penyusun : Rahmad Nurdin, [Link]
Identifikasi Peserta Didik:
 Kesiapan: Peserta didik telah memiliki dasar pengetahuan jaringan komputer
(IP Address, Routing, Firewall sederhana).
 Pengetahuan Awal: Sebagian sudah mengenal istilah virus, malware, dan
hacker, namun belum mampu menganalisis ancaman secara sistematis.
 Minat: Cenderung tinggi, karena materi ini dekat dengan pengalaman sehari-
hari (misalnya terkena spam, phising, atau perangkat terinfeksi malware).
 Latar Belakang: Berasal dari lingkungan yang sering menggunakan internet
dan media sosial, sehingga mudah mengaitkan materi dengan realitas.
 Kebutuhan Belajar: Butuh pemahaman praktis (praktikum) agar tidak hanya
teoritis.
 Aspek lainnya: Variasi gaya belajar (visual–dengan diagram serangan,
kinestetik–melalui praktik uji coba simulasi serangan)

Materi Pelajaran:
 Jenis Pengetahuan:
 Pengetahuan faktual: jenis ancaman, serangan, dan sistem keamanan jaringan.
 Pengetahuan konseptual: konsep CIA Triad (Confidentiality, Integrity,
Availability), threat model.
 Pengetahuan prosedural: cara menentukan sistem keamanan yang sesuai
ancaman.
 Pengetahuan metakognitif: kemampuan menganalisis dan memilih solusi
keamanan.
 Relevansi: Sangat dekat dengan kehidupan nyata, terutama untuk dunia kerja
bidang IT, serta pengalaman pribadi di internet.
 Tingkat Kesulitan: Sedang – menantang, karena menghubungkan konsep
abstrak dengan simulasi nyata.
 Struktur Materi:
1. Pengantar ancaman & serangan jaringan
2. Jenis serangan (Malware, DoS/DDoS, SQL Injection, MITM, Sniffing,
Phishing, dll.)
3. Sistem keamanan jaringan (Firewall, IDS/IPS, VPN, Antivirus, Enkripsi, dll.)
4. Analisis kasus dan pemilihan solusi keamanan.
 Integrasi Nilai dan Karakter: Tanggung jawab, etika penggunaan teknologi,
berpikir kritis, disiplin, dan kerja sama tim.

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam
pembelajaran
☐ DPL1 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
☐ DPL2 Kewargaan
☐ DPL3 Penalaran Kritis
☐ DPL4 Kreativitas
☐ DPL5 Kolaborasi
☐ DPL6 Kemandirian
☐ DPL7 Kesehatan
☐ DPL8 Komunikasi
Desain Capaian Pembelajaran:
Pembelajaran Peserta didik mampu:
 Menganalisis ancaman dan serangan terhadap jaringan.
 Menentukan sistem keamanan jaringan yang sesuai kebutuhan.
 Menyajikan hasil analisis melalui laporan atau presentasi.

Lintas Disiplin Ilmu:


 TIK/Komputer: pemrograman & jaringan.
 PKK (Produk Kreatif & Kewirausahaan): etika dan regulasi pemanfaatan
teknologi.
 Bahasa Indonesia: komunikasi dalam laporan/presentasi hasil analisis.

Tujuan Pembelajaran:
Pertemuan 1 (2 JP):
 Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai ancaman dan serangan
jaringan melalui diskusi dan studi kasus.
Pertemuan 2 (2 JP):
 Peserta didik mampu menganalisis jenis serangan (DoS, Sniffing, Malware,
Phishing) dan dampaknya terhadap jaringan.
Pertemuan 3 (2 JP):
 Peserta didik mampu menentukan sistem keamanan jaringan yang sesuai
melalui simulasi/studi kasus, lalu mempresentasikan hasil analisis.

Topik Pembelajaran:
 Ancaman Keamanan Jaringan
 Jenis-jenis Serangan Jaringan
 Sistem Keamanan Jaringan yang Dibutuhkan

Praktik Pedagogis:
 Model: Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning).
 Strategi: Diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, presentasi.
 Metode: Tanya jawab, demonstrasi, praktik laboratorium jaringan (simulasi
menggunakan Packet Tracer/VMware).

Kemitraan Pembelajaran:
 Lingkungan sekolah: Guru mapel lain (Bahasa Indonesia untuk laporan, PPKn
untuk etika digital).
 Lingkungan luar sekolah: Dunia Usaha dan Industri (DU/DI) bidang IT sebagai
narasumber.
 Masyarakat: Praktisi keamanan siber lokal.

Lingkungan Pembelajaran:
 Fisik: Laboratorium komputer & jaringan sekolah.
 Virtual: LMS (Google Classroom/Moodle), forum diskusi daring.
 Budaya belajar: Kolaboratif, partisipatif, berbasis studi kasus nyata.

Pemanfaatan Digital:
 Perpustakaan digital: e-book keamanan jaringan.
 Forum diskusi daring: Grup WhatsApp/Telegram/Google Classroom.
 Penilaian daring: Quiz online (Google Form, Kahoot, Quizizz).
 Simulasi serangan/keamanan: Cisco Packet Tracer, Wireshark,
VirtualBox/VMware.

Pengalaman Langkah-langkah Pembelajaran


Belajar AWAL
(prinsip: berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
 Guru memberi salam, doa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan suasana
kelas.
 Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan pengalaman sehari-hari siswa
tentang serangan jaringan (misalnya WiFi lemot karena banyak yang “nyedot”, spam
email, akun media sosial diretas).
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat mempelajari keamanan
jaringan, dan motivasi bahwa kompetensi ini sangat dibutuhkan di dunia kerja IT.

INTI
Memahami
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang jenis ancaman dan serangan jaringan
melalui tayangan video singkat/studi kasus aktual (misalnya kasus kebocoran data).
 Diskusi kelompok: siswa mencatat dan mendiskusikan jenis ancaman yang sering
mereka temui dalam kehidupan nyata.

Mengaplikasi
 Siswa melakukan praktik simulasi sederhana: mengamati trafik jaringan
menggunakan Wireshark atau Cisco Packet Tracer, untuk memahami potensi serangan
sniffing.
 Siswa menganalisis studi kasus: “Jika sebuah sekolah sering terkena serangan DoS,
sistem keamanan apa yang tepat digunakan?” lalu menyusun rekomendasi.

Merefleksi
 Siswa menuliskan pengalaman belajar hari itu: apa yang dipahami tentang
ancaman, serangan, dan solusi keamanan jaringan.
 Siswa menyampaikan hasil refleksi secara lisan di depan kelas atau melalui forum
daring, serta memberikan masukan untuk pembelajaran berikutnya.

PENUTUP
 Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi inti (ancaman → serangan →
sistem keamanan).
 Guru memberi umpan balik konstruktif terhadap hasil kerja siswa (baik diskusi
maupun simulasi).
 Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran berikutnya, yaitu studi kasus
implementasi keamanan jaringan di dunia industri.
 Guru menutup dengan motivasi, doa, dan pesan etika digital: “Menjadi ahli
jaringan berarti juga menjaga keamanan data orang lain dengan penuh tanggung
jawab.”

Asesmen Asesmen pada Awal Pembelajaran: Metode:


Pembelajaran 1. Pre-test singkat (quiz online/tertulis)
tentang konsep dasar keamanan jaringan
(contoh: apa itu virus, firewall, atau
enkripsi).
2. Tanya jawab lisan terkait pengalaman
pribadi siswa (misalnya: pernahkah akun
kalian diretas? atau WiFi rumah
melambat?).
3. Kegiatan brainstorming/apersepsi →
siswa diminta menuliskan di kertas/Padlet
jenis ancaman yang pernah mereka temui
di kehidupan sehari-hari.

Asesmen pada Proses Pembelajaran: 1. Observasi partisipasi siswa saat diskusi


kelompok.
2. Catatan anekdot guru: bagaimana siswa
berkolaborasi, berkomunikasi, dan
menyampaikan ide.
3. Kuis singkat di tengah pembelajaran
(misalnya lewat Kahoot/Quizizz/Google
Form) untuk mengukur pemahaman
konsep serangan jaringan.
4. Lembar Kerja (LKPD) → setiap
kelompok mengisi analisis kasus ancaman
& menentukan sistem keamanan.
5. Peer assessment → siswa menilai
presentasi kelompok lain (dengan rubrik
sederhana: kejelasan, argumentasi, solusi).

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:  Tes tertulis:


 Bentuk pilihan ganda & essay singkat
(contoh: “Sebutkan 3 jenis serangan
aktif pada jaringan dan jelaskan cara
mencegahnya”).
 Tes lisan:
 Tanya jawab langsung untuk menguji
pemahaman mendalam.
 Penilaian Kinerja:
 Praktik simulasi (misalnya mengamati
paket data dengan Wireshark, atau
menambahkan firewall di Packet
Tracer).
 Penilaian Proyek:
 Kelompok membuat laporan
rekomendasi sistem keamanan untuk
kasus jaringan sekolah/perusahaan
fiktif.
 Penilaian Produk:
 Hasil mindmap tentang serangan
jaringan, hasil konfigurasi simulasi,
atau laporan akhir kelompok.
 Observasi:
 Guru mengamati sikap, kerja sama,
disiplin, dan kemandirian siswa saat
diskusi dan praktik.
 Portofolio:
 Kumpulan hasil kerja siswa selama 3
pertemuan (catatan ancaman, analisis
kasus, konfigurasi simulasi, refleksi
pribadi).
 Peer Assessment:
 Siswa memberikan masukan terhadap
solusi keamanan yang dipresentasikan
kelompok lain.
 Self Assessment:
 Siswa menuliskan apa yang sudah
mereka pahami, apa yang masih
bingung, dan bagaimana mereka bisa
belajar lebih baik ke depannya.
 Penilaian berbasis kelas:
 Guru menggabungkan semua data
(tes, proyek, observasi, portofolio)
untuk menilai kompetensi siswa
secara utuh.
📌 INSTRUMEN ASESMEN
1. Kisi-kisi Soal Tes Tertulis
Bentuk Nomor
No Indikator Soal Level Kognitif
Soal Soal
Mengidentifikasi jenis ancaman keamanan Pilihan
1 C1 (Mengingat) 1, 2
jaringan Ganda
Menjelaskan perbedaan serangan aktif & Essay
2 C2 (Memahami) 3
pasif Singkat
Menganalisis dampak serangan DoS terhadap C4
3 Essay 4
jaringan (Menganalisis)
Menentukan sistem keamanan yang tepat C5
4 Studi Kasus 5
untuk kasus tertentu (Mengevaluasi)
Contoh Soal:
1. (PG) Serangan yang dilakukan dengan cara membanjiri server dengan permintaan hingga server
tidak dapat merespon disebut …
a) Phishing
b) DoS
c) Sniffing
d) SQL Injection
(Jawaban: b)
2. (Essay Singkat) Jelaskan perbedaan antara serangan aktif dan serangan pasif dalam keamanan
jaringan.
3. (Studi Kasus) Sekolah X sering mengalami masalah server down karena serangan dari luar.
Sistem keamanan apa yang paling tepat diterapkan? Jelaskan alasannya.

2. Rubrik Penilaian Diskusi Kelompok


Aspek yang
Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Dinilai
Aktif berkontribusi, Cukup aktif,
Kurang aktif,
Partisipasi memberi ide, sesekali Tidak berpartisipasi
jarang berpendapat
mendukung teman memberi ide
Sangat paham, Paham,
Pemahaman Kurang paham, Tidak paham, tidak
argumen logis dan argumen cukup
Materi argumen lemah bisa menjawab
jelas logis
Sangat kooperatif, Kurang kooperatif, Tidak kooperatif,
Cukup
Kerja Sama menghargai pendapat kadang mengganggu
kooperatif
teman mendominasi diskusi
Ide cukup
Penyampaian Ide jelas, sistematis, Tidak
jelas, agak Ide kurang jelas
Ide mudah dipahami menyampaikan ide
kurang runtut

3. Rubrik Penilaian Proyek (Analisis Kasus & Laporan)


Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Cukup baik,
Sangat mendalam, Analisis dangkal,
Analisis mencakup Tidak ada
mencakup semua aspek hanya sebagian
Masalah sebagian besar analisis
ancaman/serangan aspek
aspek
Solusi cukup Tidak
Solusi yang Solusi tepat, realistis, Solusi kurang tepat,
tepat, masih ada memberi
Diberikan sesuai kebutuhan tidak realistis
kekurangan solusi
Solusi inovatif, lebih dari Solusi cukup Tidak ada
Kreativitas Solusi standar
1 alternatif variatif kreativitas
Tidak
Kurang sistematis,
Kualitas Sistematis, lengkap, rapi, Cukup sistematis sistematis,
masih
Laporan bahasa baik & jelas banyak
membingungkan
kesalahan

4. Rubrik Penilaian Presentasi (Kelompok)


Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Menguasai materi Menguasai
Penguasaan Penguasaan Tidak menguasai
sepenuhnya, menjawab sebagian besar
Materi materi terbatas materi
pertanyaan dengan baik materi
Cukup jelas, Kurang jelas,
Sangat jelas, sistematis, Tidak jelas, tidak
Penyampaian agak kurang kurang percaya
percaya diri runtut
runtut diri
Tidak
Media Kreatif & menarik Media cukup Media kurang
menggunakan
Presentasi (slide/alat bantu) baik menarik
media
Sebagian besar Hanya 1–2 orang Tidak ada kerja
Kolaborasi Semua anggota berperan
berperan berperan sama

5. Format Self Assessment (Penilaian Diri)


Nama: ………………………………………
Tuliskan penilaian diri setelah mengikuti pembelajaran:
1. Materi yang paling saya pahami adalah …
2. Materi yang masih membingungkan bagi saya adalah …
3. Dalam diskusi, kontribusi saya adalah …
4. Hal yang perlu saya tingkatkan untuk pertemuan selanjutnya adalah …
Skala Penilaian Diri (1–4):
 4 = Sangat Baik
 3 = Baik
 2 = Cukup
 1 = Kurang
Saya menilai diri saya: ………

6. Format Peer Assessment (Penilaian Antar Teman)


Nama Penilai: ………………………………………
Kelompok yang Dinilai: ……………………………
Aspek Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)
Pemahaman materi ☐ ☐ ☐ ☐
Kerja sama tim ☐ ☐ ☐ ☐
Penyampaian presentasi ☐ ☐ ☐ ☐
Kreativitas solusi ☐ ☐ ☐ ☐
Komentar/Saran: ……………………………………………………………………………

Anda mungkin juga menyukai