0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Konfigurasi Jaringan di Linux

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi jaringan di Linux, termasuk dasar teori konfigurasi, penggunaan sistem operasi Linux, dan langkah-langkah untuk mengatur alamat IP, netmask, dan broadcast. Proses konfigurasi melibatkan pengeditan file interfaces dan penggunaan perintah ifconfig untuk memeriksa dan mengaktifkan pengaturan jaringan. Kesimpulannya, untuk memastikan konfigurasi IP berfungsi dengan baik, pengguna perlu melakukan restart jaringan dan memeriksa koneksi menggunakan perintah ping.

Diunggah oleh

tezar prio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Konfigurasi Jaringan di Linux

Dokumen ini membahas tentang konfigurasi jaringan di Linux, termasuk dasar teori konfigurasi, penggunaan sistem operasi Linux, dan langkah-langkah untuk mengatur alamat IP, netmask, dan broadcast. Proses konfigurasi melibatkan pengeditan file interfaces dan penggunaan perintah ifconfig untuk memeriksa dan mengaktifkan pengaturan jaringan. Kesimpulannya, untuk memastikan konfigurasi IP berfungsi dengan baik, pengguna perlu melakukan restart jaringan dan memeriksa koneksi menggunakan perintah ping.

Diunggah oleh

tezar prio
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Konfigurasi Jaringan Linux

A. Dasar Teori

konfigurasi
konfigurasi adalah pengaturan - atau proses pembuatan pengaturan dari bagian-
bagianyang membentuk keseluruhan.

1. Dalam komputer dan jaringan komputer, konfigurasi sering mengacu


pada hardware spesifik dan rincian perangkat lunak dalam hal perangkat yang
terpasang, kapasitas atau kemampuan, pada sistem yang dibuat.
2. Dalam jaringan, konfigurasi sering berarti topologi jaringan.
3. Dalam menginstal hardwaredan software, konfigurasi kadang-kadang proses metodis
mendefinisikan pilihan yangdisediakan.
4. Konfigurasi Jaringan menggambarkan berbagai kegiatan yang berhubungan
dengan membangun dan mempertahankan jaringan data. Konfigurasi
Jaringan mencakup isu-isu yang berkaitan dengan memungkinkan protokol dari
perspektif perangkat lunak, dan isu-isu yang berkaitan dengan router,switch,
dan firewall dari perspektif hardware.

Linux
Linux merupakan salah satu Operating System Open Source turunan UNIX yang
berlisensi GPL (GNUGeneral Public Lisence) dimana pendistribusian dan pengembanganya
dapat dilakukan secara bebas. Linux memiliki kemampuan true-multitasking, virtual memory,
shared libraries, demand-loading, prorper memory managament, dan multi user.
Linux juga dapat difungsikan sebagai sistem operasi server dan ini terbukti dari banyaknya
perusahaan web server serta perusahaan-perusahaan maju lainnya yang telah menggunakan
teknologi jaringan komputer. Penggunaan Linux juga meninggkat dengan pesat, salah satu
alasannya Linux mempunyai tingkat kestabilan yang sangat baik, server Linux mampu
berfungsi ratusan hari tanpa booting (uptime), selain itu karena Linux merupakan OS Open
Source sehingga tidak membutuhkan biaya mahal serta dapat didistribusikan untuk beberapa
server tanpa melanggar aturan lisensi.

B. Setting IP Address, Netmask, dan Broadcast


Syntax untuk melakukan pen-settingan tersebut adalah: ifconfig interface IP_Address
netmask mask broadcast address. Perintah tersebut digunakan untuk menentukan dasar
parameter pada kartu jaringan, dimana:

a. interface adalah label identifikasi kartu jaringan yang digunakan. Contoh, ethernet1 dikenal
sebagai eth0.

b. IPaddress adalah nilai untuk menetapkan alamat IP dari kartu jaringan

c. Netmask digunakan untuk menentukan subnetmask. Parameter ini dapat diabaikan jika
mask dilewatkan akan di-set default (berarti jaringan tidak termasuk dalam subnet ini)

d. Broadcast address merupakan alamat dari broadcast pada jaringan. Default-nya seluruh bit
host ID di-set satu. Seluruh host dalam jaringan yang sama harus memiliki alamat broadcast
yang sama.

Pada contoh berikut, ifconfig digunakan untuk men-set alamat IP, dan netmask dari sebuah
kartu jaringan Ethernet.

# ifconfig eth0 [Link] netmask [Link]

Dapat juga menggunakan nama host dari alamat IP,

# ifconfig eth0 netmask [Link] broadcast [Link]

2. Memeriksa konfigurasi dengan ifconfig

Untuk memastikan apakah konfigurasi sudah tertanam, gunakan perintah

# ifconfig eth0.

Dalam perintah ifconfig terdapat beberapa parameter opsional seperti up dan down yang
mana parameter tersebut digunakan untuk mengaktifkan (enable) atau menon-aktifkan
(disable) sebuah kartu jaringan. Parameter tersebut digunakan: # ifconfig eth0 down (untuk
menon-aktifkan kartu jaringan). # ifconfig eth0 up (untuk mengaktifkan kembali kartu
jaringan). Jika kita bermaksud untuk mengganti identi sebuah kartu jaringan (IP address,
netmask, dan broadcast address), maka kita harus menon-aktifkan kartu jaringan tersebut,
kemudian mengkonfigurasinya kembali dengan identi baru lalu kita aktifkan kembali dan
jangan lupa untuk memeriksa konfigurasi kembali, kemudian gunakan perintah ping.

Penggunaan perintah ifconfig hanya sementara, karena jika computer melakukan reboot,
maka konfigurasi yang telah kita buat sebelumnya tidak aktif kembali. Hal ini karena file
TCP/IP startup tidakdiperintahkan untuk meng-aktifkan konfigurasi tersebut.

[Link] kerja
1. Login sebagai root

2. Lalu edit file interfaces yang berada di direktori /etc/network dengan perintah "nano
/etc/network/interfaces" tanpa tanda petik

3. Bila sudah mengetikan perintah di atas, maka akan muncul tampilan kurang lebih seperti
gambar di bawah ini
4. Ubah sedikit script yang ada di file konfigurasi (file interfaces), dengan keterangan :
allow-hotplug di ganti dengan auto, dan kata dhcp di ganti dengan static, lalu di bawahnya di
isi dengan ip yang mau kita tentukan dan sesuaikan.

Bila sudah tidak ada lagi yang mau ketik (selesai), silahkan tekan "Ctrl + O => Ctrl + X
=> Enter". itu berfungsi untuk mengesave file yang telah kita edit.

address [Link] => eth0


netmask [Link]
network [Link]
broadcast [Link]
gateway [Link]
address [Link] => eth1
netmask [Link]
network [Link]
broadcast [Link]
gateway [Link]

5. Selanjutnya jika sudah mensetting dan mengesave file konfigurasi interface, sekarang kita
restart interfacesnya, agar bisa langsung di lihat hasilnya apakah konfigurasi kita benar atau
salah, dan cara untuk merestartnya yaitu dengan mengetikan perintah "/etc/init.d/networking
restart"

6. Bila suda mengkonfigurasi dengan baik tanpa ada kesalahan, maka hasil interfacesnya di
restart akan muncul tampilan seperti gambar berikut.
7. Dan untuk mengetahui apakah ip yang di setting kita sesuai dengan apa yang kita inginkan
dalam pensettingan , kita hanya cukup mengetikan perintah "ifconfig",

dan bisa di lihat pada gambar diatas, bahwa ip dari eth0 [Link] dan eth1 [Link]
(sesuai dengan apa yang kita setting tadi)

8. untuk melihat ipnya sudah terhubung apa belum maka ketikkan

perintah ping [Link] (eth0)


perintah ping [Link] (eth1)

Analisa
Sewaktu mengisi login, mungkin ada beberapa PC yang tidak berhasil login jika diisi
dengan login yang telah ditentukan. Untuk itu login diisi root. Lalu #nano
/etc/network/interfaces digunakan untuk mengedit IP secara manual dan Ifconfig jika dalam
windows adalah ipconfig. Yang berguna untuk mengecek ethernet sudah terinstal atau belum.
Selain itu ifconfig juga untuk melihat IP [Link] /etc/init.d/networking restart digunakan
untuk merestart. Perintah ini digunakan pada saat kita merubah IP. Setelah IP kita simpan dan
kita cek, ternyata IP masih belum berubah, maka kita menggunakan perintah ini untuk
merestart IP yang telah kita simpan sebelumnya.
Kesimpulan

Dapat disimpulkan mencari konfigurasi IP yang sudah terganti dalam Linux,menggunakan


perintah :/etc/init.d/networking restars Pada Linux untuk melakukan penyetingan TCP/IP
menggunakan script (…./etc/….) Pada Linux konfigurasi IP diperbaharui/disave dulu baru
bisa dijalankan. Untuk mengecek apakah jaringan pada computer kita sudah dapat berfungsi
dengan baik, menggunakan perintah “ping[konfigurasi IP komputer]” :ping [Link] dan
ping [Link] Untuk mengetahiu indikasi/rincian pada konfigurasi IP komputer kita,
menggunakan perintah :”ifconfig”.

Anda mungkin juga menyukai