Panduan Lengkap Anemia dan Tatalaksananya
Panduan Lengkap Anemia dan Tatalaksananya
S I 0 2
PENYUSUN : SOS ED I
TUTOR : dr. Nisa
SOS
TINGKAT KEMAMPUAN Share Your Study Moment
@SOSUKMPPD
4
Anemia aplastik 3B 3A
Anemia defisiensi besi 2
Anemia makrositik (A) 1
SOS
Anemia hemolitik (A)
Anemia megaloblastik (A)
Hemofilia (A)
Polisitemia
Gangguan pembekuan darah
(trombositopenia, hemofilia, Von
Willebrand's disease)
Disseminates Intravascular
Coagulation (DIC)
Limfoma non-Hodgkin's, Hodgkin's
Leukemia akut, kronik
Mieloma multiple
Immune Trombositopenia Purpura (A)
Henoch-schoenlein purpura
TINGKAT KETERAMPILAN Share Your Study Moment
@SOSUKMPPD
4
Persiapan dan pemeriksaan morfologi 3B 3A
sel darah 2
Pemeriksaan darah lengkap/ rutin (Hb, 1
SOS
Ht, Leukosit, Trombosit)
Pemeriksaan profil pembekuan
(bleeding time, clotting time)
Laju endap darah/kecepatan endap
darah (LED/KED)
Permintaan pemeriksaan hematologi
TERAPEUTIK
Penanganan awal reaksi transfuse
Konseling anemia defisiensi besi,
thalasemia, dan HIV
Penentuan indikasi dan jenis transfuse
Transfusi darah pada anak dan
neonatus
Bone Marrow Puncture
ANEMIA KARDIO SOS
DEFENISI
SOS
kadar hemoglobin dan atau hematokrit, selama volume
darah total dalam batas normal
Kriteria anemia pada orang dewasa adalah Hb <13.5
g/dL untuk laki-laki dan Hb < 12 g/dL untuk perempuan.
Anemia Anemia
Anemia Berat
Ringan Sedang
GEJALA KLINIS
Lemah, lesu, letih, lelah, lunglai (5L), pucat,
SOS
penglihatan berkunang-kunang, pusing.
Pada ANEMIA HEMOLISIS → ikterus akibat proses
hemolisis yang menghasilkan bilirubin
INDEKS ERITROSIT
Mean corpuscular volume (MCV) - Volume/ukuran
eritrosit :
SOS
Teardrop Target Sferosit
Besi Serum
SOS
↓↓↓↓ ↑↑ atau Normal
DEFENISI TATALAKSANA
Kegagalan pembentukan Hb akibat defisiensi Terapi Besi
Lini pertama = Terapi Besi Elemental
Elemental 150-200
150-200 mg
mg
besi (berperan dalam pembentukan heme) Ferro Sulfat (20% besi elemental)
GEJALA KLINIS Sedian 200 mg, 325 mg (65 mg besi elemental)
Ferro Fumarat (33% besi elemental)
Spoon nail (koilinikia) Sedian 325 mg (107 mg besi elemental)
Atrofi papil lidah Target : Hb meningkat 1 g/dL dalam 2-3 minggu
Keilitis angularis (radang Hb terkoreksi = lanjutkan hingga 3-6 bulan
sudut mulut)
Riwayat PICA Vitamin C = menambah absorbsi zat besi
SOS
PENUNJANG
Lab darah HDT :
CBC : Mikrositik-Hipokrom,
Hb (↓) Anisositosis, Poikilositosis
MCV (↓) Sel Target
MCH (↓) Howell-Jelly body
MCHC (↓) Fragmented cell
Rt (↑) Normoblas (+) TATALAKSANA
RDW (↑) Nucleated RBC
Transfusi
Transfusi darah,
darah indikasi pertama kali jika:
KOMPLIKASI
Hemolisis kronis → Overload Besi → Kerusakan jaringan
TATALAKSANA
Iron
Iron Chelating
Chelating Agent (Deferoxamine / Deferiprone
/ Deferiprox) → menurunkan kadar Fe bebas dan
me <<< deposit hemosiderin).
Terdapat Indikasi :
Ferritin > 1000 mg/dL & saturasi transferrin
DEFENISI PENUNJANG
Defek yang terjadi saat penggabungan besi ke Sideroblastik merupakan diagnosis laboratorium,
dalam molekul heme menyebabkan anemia berdasarkan pemeriksaan sumsum tulang tulang dengan
sideroblastik. pewarnaan biru Prusia.
Ring Cideroblastic (Cincin sideroblastik)
Congenital
X-linked recessive, Autosomal recessive
Acquired Ring Cideroblastic (Cincin sideroblastik)
DEFENISI TATALAKSANA
SOS
dan merupakan komorbiditas yang paling sering
terjadi pada penyakit kronik.
PATOFISIOLOGI
SOS
Wanita, 27 tahun, datang ke dokter umum dengan keluhan badan terasa lemah sejak 1 bulan
terakhir. Pasien menyangkal memiliki penyakit lain. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
konjungtivaanemis, koilonychia, cheilosis dan lidah tampak licin. Hasil pemeriksaan laboratorium
didapatkan Hb 8,9 g/dl. Kemungkinan hasil pemeriksaan penunjang pada penyakit pasien yang
akan dijumpai adalah ...
ANEMIA MAKROSITER
MCV ↑↑
SOS
ANEMIA DEF VITAMIN B12 ANEMIA DEF VITAMIN B9
DEFENISI PENUNJANG
Salah satu anemia makrositik megaloblastik yang
MCV meningkat, hitung retikulosit rendah
disebabkan oleh DEFISIENSI VIT B12.
SOS
Vit B 12 serum rendah (< 100pg/mL)
ETIOLOGI Meningkatnya kadar asam metilmalonic dan homosistein
Antibodi terhadap faktor Intrinsik (pd anemia pernisiosa)
Anemia Pernicious (adanya autoantibodi yang
Schiling test (+)
mengganggu penyerapan vit B12 dengan mengincar
Faktor Instinsik) Apusan darah tepi
Gastrectomy = Penurunan asam lambung dapat Makroovalosit (sel eritrosit besar dan berbentuk oval)
menghambat absorbsi vitamin B12 Hypersegmented neutrofil
DEFENISI PENUNJANG
Salah satu anemia makrositik megaloblastik yang MCV meningkat, hitung retikulosit rendah
disebabkan oleh DEFISIENSI VIT B9 (Asam Folat).
SOS
Vitamin B9/Asam Folat rendah
ETIOLOGI Kadar asam metilmalonic (Normal) dan homosistein
(Meningkat)
Asupan kurang, Alkohol, Malabsoption
Peningkatan kebutuhan (anemia sickle cell, thalassemia, Apusan darah tepi
keganasan, kehamilan, infant) Makroovalosit (sel eritrosit besar dan berbentuk oval)
Obat-obatan (kontrasepsi oral, antikoagulan, Hypersegmented neutrofil
fenobarbital, fenitoin)
SOS
Retikulosit
SOS
↑↑↑↑ ↓↓ atau Normal
SOS
darah merah sebelum masa hidup normalnya 120 hari
Enzimopaties Defisiensi G6PD Obat, Kacang
Fava
GEJALA KLINIS
Trias Hemolitik : Membranopaties Sferosit herediter -
Anemia, Jaundice / Ikterik, Splenomegali /
Thalassemia & Sickle
Hepatosplenomegali Hemoglobinopaties
cell
-
KLASIFIKASI
MEMBRANOPATI
DEFENISI
SOS
Defek membran sel
HEREDITARY SPHEROCYTOSIS - Kebanyakan kasus
merupakan faktor keturunan (autosomal dominant).
PENUNJANG
2
ETIOLOGI
HEMOGLOBINOPATIES
SOS
PENUNJANG Kelainan herediter yang ditandai oleh gangguan
pembentukan molekul hemoglobin.
Bilirubin indirek meningkat
Laktat dehidrogenase dan retikulositosis meningkat KLASIFIKASI
Heinz body, bite like cell deformity Defek kualitatif sintesis Defek sintesis bagian
rantai globin → rantai heme →
SICKLE CELL DISEASE PORPHYRIAS
Defek kuantitatif sintesis Defek penggabungan besi
AIHA
PENUNJANG
DEFENISI
SOS
Anemia yang disebabkan oleh penghancuran eritrosit Normositik normokrom
oleh autoantibodi. Retikulositosis (>2%)
Peningkatan LDH & bilirubin
KLASIFIKASI
indirek
Primer : tanpa adanya underlying disease Direct antiglobulin test
Sekunder: ada underlying disease, seperti limfoma, (DAT)/ Coombs test =
Evans syndrome, SLE, antiphospholipid syndrome, IBD. membedakan autoimun dan
AIHA diinduksi obat: non-autoimun
PENUNJANG
DEFENISI
Penurunan jumlah jaringan hemopoietik → Anemia-Normositik
Normokrom
SOS
ketidakmampuan untuk menghasilkan sel matang
untuk dibuang ke aliran darah Retikulosit menurun
Bone Marrow Puncture/Biopsi
ETIOLOGI sumsum tulang : Hypocellular
Radiasi, obat-obtana dan kimiawi (Chemotherapy, dengan lemak (with fat)
Benzene, Chloramphenicol) (>70% yellow marrow)
Viruses : CMV, EBV, Hep B-C-D, HIV,
Immune diseases : Thymoma, Kehamilan
TATALAKSANA
SOS
Perempuan, 20 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan panas badan sejak 1 bulan yang lalu.
Keluhan hilang timbul disertai batuk, badannya lemah dan memar-memar di kulit. Pada
pemeriksaan didapatkan suhu tubuh 38,3 C, adanya ulkus di mulut, hepar-lien tidak teraba
membesar dan ekimosis di lengan dan paha. Pada pemeriksaan darah didapatkan leukosit
2000/uL, Hb 6,5 g/dL, MCV 82 fL, MCH 29 pg, HCT 19,6%, trombosit 45.000/uL. Apakah
diagnosis kerja pasien berikut?
a. Anemia pernisiosa
b. Anemia hemolitik
c. Anemia defisiensi besi
d. Anemia pada penyakit kronik
e. Anemia aplastik
HEMOSTASIS HEMATO SOS
SOS
intrinsik dan bersatu di common pathway
Fase RETRAKSI
Fase DESTRUKSI/FIBRINOLISIS
SOS
(tanpa injuri) Bleeding Time (+) (+) -
APTT ↑↑ - - (+)
PT ↑↑ - - (+)
COAGULATION DISORDER
PLATELET DISORDER
HEMOSTASIS HEMATO SOS
SOS
gumpalan darah. (normal 30-40”)
BT = interval antara saat pendarahan dimulai dan saat Prothrombintime (PT) → mengevaluasi jalur ekstrinsik
pendarahan berhenti. kaskade koagulasi (normal 9.5-13.5”)
Digunakan untuk mendeteksi defek kualitatif trombosit. Thrombin time (TT) → tes screening coagulation
BT ↑↑ pada purpura : melihat pembentukan fibrin dari fibrinogen dalam
Defek trombosit → (ITP & TTP) plasma (normal <20”).
Defek pembuluh darah → Senile purpura, HSP
DEFENISI PENUNJANG
Vaskulitis generalisata akut yang dimediasi oleh BT (↑↑)
immunoglobulin A (IgA).
SOS
Trombosit Normal
PREDILEKSI Deposisi IgA
Biopsi : Intramural granulosit di small arteriol/venus
Anak-anak < 20 tahun
DEFENISI PENUNJANG
Kelainan perdarahan bawaan yang paling umum. Terkait BT (N) , CT (↑↑)
SOS
gangguan resesif terkait-X PT (N) APTT (↑↑)
KLASIFIKASI Penurunan faktor antihemofilik
Identifikasi gen F-VIII / F-IX (analisis DNA)
Hemofilia A (± 85%) : defisiensi faktor VIII
Hemofilia B (± 15%) : defisiensi faktor IX TATALAKSANA
Hemofilia C : defisiensi faktor XI
Hem A : Konsentrat faktor VII & Kriopresipitat
GEJALA KLINIS Hem B : Konsentrat faktor IX & Fresh Frozen Plasma
DEFENISI PENUNJANG
Keadaan dimana bekuan-bekuan darah kecil tersebar di BT (↑↑) , CT (↑↑)
SOS
seluruh aliran darah, menyebabkan penyumbatan pada PT (↑↑) APTT (↑↑)
pembuluh darah kecil dan berkurangnya faktor Fibrinogen (↓↓)
pembekuan yang diperlukan untuk mengendalikan D-Dimer (↑↑)
perdarahan.
PENCETUS
Sepsis, trauma multipel, luka bakar dan neoplasma
SOS
Anak, 7 tahun, datang bersama orang tuanya dengan keluhan muncul bintik-bintik pada tangan.
Hal ini dirasakan semakin banyak dalam 2 hari ini, dan orang tua takut anaknya terkena DBD.
Pasien memiliki riwayat batuk dan pilek sekitar 1 minggu yang lalu. Keluhan lain tidak dijumpai.
Nyeri otot atau orbita atau persendian disangkal. Saat ini pemeriksaan laboratorium didapatkan
Hb 12 g/dL, Leukosit 7000 /uL, Trombosit 80.000 /uL. Apakah diagnosis yang paling sesuai?
a. Hemophilia
b. Demam berdarah dengue
c. Disseminated intavascular coagulatiom
d. Idiopatik Thrombocytopenic Purpura
e. Henoch Schonlein Purpura
HEMOGRAM – HITUNG HEMATO SOS
LEUKOSIT
SOS
Basofil // Eosinoil // Neutroil batang // Neutrofil segmen // Limosit // Monosit
B : 0-1% // E : 1-3 % // NB : 2-6% // NS : 50-70% // L : 20-40% // M : 2-8%
SOS
2
LEUKIMIA
QUIZ
SOS
Laki-laki, 67 tahun, datang dengan keluhan mudah lelah dan letih yang memberat sejak 3 bulan
terakhir. Pasien juga mengatakan sering mengalami demam yang tidak sembuh dengan
pemberian obat penurun demam. Riwayat diabetes ataupun penyakit lainnya disangkal. Dokter
kemudian mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien berupa Hb 7 g/dL, leukosit
150.000, trombosit 89.000. Pemeriksaan apusan darah tepi didapatkan gambaran seperti
diatas …
DEFENISI KLASIFIKASI
Keganasan limfoid padat di mana limfosit
SOS
menumpuk secara abnormal di dalam
Lymphoma Hodgkin Lymphoma Non-Hodgkin
jaringan limfoid (kelenjar getah bening,
pembuluh getah bening, timus, limpa, hati). Dijumpai gambaran sel B neoplastik Dijumpai gambaran Starrry Sky
raksasa (PA : Reed Sternberg) (PA : Burkitt Lymphoma)
Diagnosis dibuat pada biopsi kelenjar getah
bening. Terlokalisasi dan sering mengenai 1 Mengenai banyak kelenjar getah
kelenjar getahbening bening
GEJALA KLINIS
CD 15,30 CD 3,20,45
SOS
DEFENISI KRITERIA
Polisitemia vera adalah kelainan Kriteria Mayor Kriteria Minor
SOS
mieloproliferatif dengan ciri profilerasi sel 1. Trombositosis > 400.000/mm3
pendahulu eritroid yang tidak terkendali. 1. Hb > 18.5 & RBC ≥ 36 mL/kg (L) 2. Leukositosis > 12.000/mm3 (tanpa
Hb > 16.5 & RBC ≥ 32 mL/kg (P) demam/infeksi)
ETIOLOGI 2. SaO2 ≥ 92% 3. Alkaline phosphatase > 100 (tanpa
3. Splenomegali demam/infeksi)
POLISITEMIA VERA → sel induk 4. Vitamin B12 > 900
POLISITEMIA SEKUNDER → stimulasi
eritropoietin berlebihan dan respon tubuh 3 Kriteria Mayor Atau 2 Kriteria Mayor Yang Pertama + 2 Kriteria Minor
Flebotomi
Hidroksiurea
MULTIPLE MYELOMA 1
HEMATO SOS
DEFENISI Xray :
Bone litic
SOS
Keganasan sel B yang ditandai dengan proliferasi Elektroforesis protein
abnormal sel plasma yang mampu menghasilkan Bence-Jones protein
imunoglobulin monoklonal (protein M) Aspirasi sumsum tulang:
Fried Egg appearance
GEJALA KLINIS
Nyeri tulang, patah tulang patologis
Kelemahan dan kelelahan
Infeksi serius
PENUNJANG
CRAB
Lab :
Calcium elevation
Renal impairment (azotemia, proteinuria) Fried Egg appearance
Anemia
QUIZ
SOS
Wanita, 30 tahun, datang dengan keluhan merasa mudah lelah. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan konjungtiva anemis (+), sklera ikterik (-). Pada pemeriksaan didapatkan tanda-
tanda vital TD 120/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit dan suhu 37C. Pada pemeriksaan
laboratorium menunjukan Hb 8,4, Leukosit 4500 Trombosit 320.000, kadar ureum serum
meningkat, kreatinin 3 mg/dL. Pemeriksaan penunjang ditemukan gambaran litik di foto tulang
belakang. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?