Pembelajaran Konsep Rasio Kelas VI SD
Pembelajaran Konsep Rasio Kelas VI SD
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada akhir Fase C, peserta didik memperluas pemahaman dan intuisi bilangan (number
sense) dan operasi aritmetika pada bilangan cacah; membandingkan dan mengurutkan
pecahan, mengubah bentuk pecahan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan
pecahan; serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.
Mereka dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang
berkaitan dengan operasi aritmetika; mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola
bilangan membesar yang melibatkan perkalian dan pembagian; menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan kelipatan persekutuan terkecil (KPK), faktor persekutuan terbesar
(FPB) dan yang berkaitan dengan uang; serta bernalar secara proporsional menggunakan
operasi perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio
dan/atau yang terkait dengan proporsi. Mereka dapat menentukan keliling, luas,
mengonstruksi dan mengurai dari bangun datar dan gabungan; mengenali visualisasi
spasial; membandingkan karakteristik antarbangun datar dan antar bangun ruang, serta
menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak. Mereka dapat
mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data
hasil pengukuran dalam bentuk beberapa tampilan untuk mendapatkan informasi serta
menentukan seberapa mungkin kejadian dalam suatu percobaan acak.
Kata kunci Rasio, kesamaan rasio, rasio pada durasi waktu, rasio satuan,
kotak rasio, tabel rasio
Ketersediaan Materi :
Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK
Materi Pembelajaran
Bab 2 Rasio
A. Konsep Rasio
1. Membandingkan Benda
2. Pengertian Rasio
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
Buku Matematika kelas VI SD
2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di
lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
Panduan Pembelajaran :
A. Konsep Rasio
Sebelum mempelajari materi mengenai konsep rasio, guru diharapkan dapat menjelaskan
pengalaman belajar yang akan didapat peserta didik setelah mempelajari subbab ini.
Setelah mempelajari subbab ini, peserta didik dapat:
memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan
hubungan perbandingan antara dua besaran.
Pendahuluan
🧠 Mindful (Sadar Sepenuh Hati)
Guru membuka pembelajaran dengan aktivitas kesadaran diri (mindfulness
singkat), seperti meminta peserta didik duduk tenang, menarik napas, dan
memusatkan perhatian pada niat belajar hari ini.
Ketua kelas diminta menyiapkan kelas dengan penuh kesadaran atas rasa syukur
karena bisa belajar bersama hari ini.
Guru menyapa peserta didik, menanyakan kabar hari ini.
Guru mengajak peserta didik untuk menyiapkan alat-alat belajar sambil memeriksa
kesiapan emosional dan fisik mereka (apakah sudah sarapan, adakah yang merasa
bahagia, sedih, atau biasa saja?
Saat Guru mengabsen nama siswa, setiap nama siswa yang disebut harus mengganti
kata “hadir” dengan “kalimat positif”.
Guru menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran dengan cara interaktif
dan visual, seperti menggunakan gambar atau permainan tebak-tebakan kecil
tentang “Apa yang akan kita pelajari hari ini?”
“Hari ini kita akan belajar bagaimana membagi dan mengalikan bagian dari
sesuatu. Misalnya, membagi kue, menyiram tanaman, atau berbagi air
minum. Wah, ternyata pelajaran kita bisa membantu kehidupan sehari-hari
ya!”
Guru menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sebagai karakter utama
yang ingin dibangun selama proses pembelajaran.
Kegiatan ini disampaikan dengan pertanyaan terbuka dan mengajak siswa berpikir:
“Kalau kita belajar bersama, kadang teman kita butuh bantuan. Siapa yang
siap jadi teman yang suka membantu hari ini?”
“Kalau kamu merasa bisa, berani nggak mencoba dulu sendiri sebelum
minta bantuan?”
Diferensiasi Konteks :
Peserta didik diarahkan untuk membaca bacaan
Peserta didik menyebutkan isi bacaan
Peserta didik menyimak tayangan materi berupa materi pembelajaran sesuai
dengan materi pembelajaran.
Tanya jawab peserta didik dengan guru tentang materi bersangkutan
Peserta didik dapat menceritakan Kembali isi video, film atau animasi dengan
Bahasa sendiri mengenai materi pembelajaran.
Diferensiasi Proses :
Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam materi pembelajaran,
peserta didik mengisi LKPD dengan teman sekelompoknya, melalui game
(permainan menarik) yang dipandu oleh guru; KSE (manajemen diri)
Peserta didik melakukan ice breaking dipandu oleh guru
Peserta didik dapat mencari referensi atau sumber dalam mengerjakan LKPD
melalui pengamatan lingkungan sekolah, buku, internet dan lainnya
Tiap kelompok melaporkan hasil diskusi LKPD secara bergantian didepan kelas.
Jika tidak memungkinkan guru dapat berkeliling ke tiap kelompok melihat hasil
diskusinya; KSE (Kesadaran Pengambilan Keputusan Yang Bertanggung
Jawab)
Diferensiasi Produk :
Peserta didik mendapatkan asesmen sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam
kegiatan tersebut sesuai rubrik
Peserta didik mendapatkan feedback atau umpan balik atas pekerjaanya dari guru dan
teman Contoh umpan balik dar guru; KSE (Keterampilan relasi)
Peserta didik juga mendapat penguatan (reinforcement) dari guru tentang materi
tersebut
Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari e
Ajak peserta didik melakukan aktivitas Eksplorasi 2.1 secara mandiri atau berpasangan.
Melalui metode discovery learning pada kegiatan menentukan paket bibit pohon yang
akan dibeli, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membedakan secara mandiri
mengenai membandingkan yang melibatkan konsep penjumlahan dan pengurangan atau
yang melibatkan konsep perkalian dan pembagian.
Konteks yang digunakan pada kegiatan Eksplorasi 2.2 tetap berkaitan dengan bibit pohon,
yaitu peserta didik diminta mengamati gambar yang menunjukkan sejumlah pohon yang
ditanam dengan dua jenis pohon yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan untuk
berdiskusi dengan teman agar dapat menemukan kembali konsep rasio dan
menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua
besaran. Pada materi konsep rasio, peserta didik perlu diingatkan bahwa rasio dan
pecahan itu dua hal yang berbeda, tetapi rasio dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.
1. Membandingkan Benda
Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan
membandingkan dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini.
a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan rupiah,
sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga belas ribuan
rupiah.
Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki harga per
bibit yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan banyak bibit dan harga
bibit per paket, peserta didik hanya membandingkan langsung bilangan yang merupakan
banyak bibit dan harga bibit. Maka dari itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa
dalam menentukan harga satu bibit yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih
dahulu harga satu bibit pada tiap paket.
Berdasarkan kegiatan Eksplorasi 2.1, berapa harga satu bibit pada kedua paket bibit
pohon pada Gambar 2.4?
Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan terkait membandingkan benda yang
melibatkan konsep perkalian dan pembagian, guru dapat memberikan contoh lain.
2. Pengertian Rasio
Jika lahan diperluas dan akan ditanam pohon pucuk merah sebanyak 14 pohon, berapa
pohon cemara yang ditanam? Diskusikan bersama teman satu kelompok kalian.
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak 21
pohon.
Jika diketahui jumlah pohon pucuk merah, bagaimana cara menentukan jumlah pohon
cemara? Sebaliknya, jika diketahui jumlah pohon cemara, bagaimana cara menentukan
jumlah pohon pucuk merah?
Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara jumlah
pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa. Guru dapat meminta peserta
didik untuk melakukan penambahan atau pengurangan pada jumlah pohon cemara pada
gambar tersebut. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah.
Bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan
yang ada pada Eksplorasi 2.1, guru diharapkan dapat memberikan contoh
tambahan dalam menentukan rasio terkait konteks pohon cemara dan pucuk
merah. Misalnya, guru dapat menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon
cemara, lalu peserta didik diminta untuk menentukan jumlah pohon pucuk merah.
Dapat juga diberi kesempatan kepada peserta didik yang menyebutkan angka
tertentu sebagai jumlah pohon pucuk merah, dan dilanjutkan peserta didik lain
yang menentukan jumlah pohon cemara.
Penutup
Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada
jurnal, baik sikap positif dan negatif.
Melakukan penilaian antarteman.
Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
Presentasi
Proyek
Portofolio
Rubrik Penilaian :
Tabel Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai
1 2 3
Berdoa Bersyukur Kesadaran bahwa
No NPD n Ket
sebelum dan terhadap hasil ilmu yang
setelah kerja yang telah diperoleh adalah
pelajaran diperoleh pemberian Tuhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
n
Ns = x 100 = …
12
Keterangan:
n adalah total penilaian (jumlah skor)
N adalah Nilai untuk masing-masing siswa
NPD adalah nama peserta didik
Indikator Kesadaran
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian
Tuhan
2 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
dengan sungguh-sungguh
Refleksi Guru:
Refleksi diri berupa pertanyaan pada diri sendiri.
a. Apakah pembelajaran sudah dapat melibatkan peserta didik dengan aktif?
b. Apakah metode yang digunakan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik?
c. Apakah media yang digunakan dapat membantu peserta didik mencapai
kemampuan?
d. Apa yang bisa dilakukan agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir
kritis?
C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Temukan informasi dari teman sekelas kalian, lalu jawablah pertanyaan berikut.
a. Berapa banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu?
…..
b. Berapa banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu? …..
c. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan
kelahiranmu terhadap banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan
kelahiranmu (dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
d. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu
terhadap banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu
(dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
2. Berikut daftar banyak pengunjung yang sedang antre di beberapa wahana di taman
hiburan.