Tugas Discovery Golongan 16
Oleh:
Oktavian Tri Utami (24030930004) dan Rihhadatul Aisy Rismawati (24030930008)
No Nama Nama Rumus Sumber bahan Keterangan
Unsur Senyawa Kimia
8 Oksigen Karbon CO Aktivitas manusia
Karbon monoksida (CO)
monoksida seperti bahan bakar
adalah gas yang sangat
tidak sempurna (seperti
penting dalam industri kimia,
asap kendaraan
terutama untuk produksi
bermotor), dan gas
bahan kimia dalam jumlah
beracun yang
besar (bulk chemical). Salah
dihasilkan dari
satu aplikasi pentingnya
pembakaran tidak
adalah dalam reaksi
sempurna (bahan yang
hidroformilasi, yaitu reaksi
mengandung karbon).
kimia yang melibatkan
alkena, karbon monoksida,
dan hidrogen (H2) untuk
menghasilkan aldehida.
Aldehida adalah senyawa
kimia dasar yang digunakan
dalam pembuatan berbagai
produk kimia. Karbon
monoksida juga merupakan
komponen utama dari gas
sintetis (syngas), yaitu
campuran gas CO dan H2,
yang menjadi sumber energi
dan bahan baku dalam
berbagai proses industri.
Selain itu, karbon monoksida
digunakan dalam proses
pemurnian nikel melalui
proses Mond, di mana karbon
monoksida berperan sebagai
agen yang mengikat nikel
membentuk senyawa Ni(CO)4
yang mudah disublimasi
sehingga memudahkan
pemurnian. Karbon
monoksida digunakan dalam
industri terutama sebagai
sumber energi dan sebagai
agen pereduksi.
Karbon CO2 Sumber alami meliputi Gas karbon dioksida berperan
dioksida respirasi tumbuhan dan penting dalam pertumbuhan
hewan. Adapun sektor dan produksi tanaman karena
utama penghasil gas tersedianya gas CO2 ini yang
CO2 adalah cukup dapat meningkatkan
transportasi dan hasil fotosintesis. Selain itu,
industri CO2 dimanfaatkan pula
sebagai density agent untuk
diformulasikan menjadi
larutan pemisah baru. CO2
dapat digunakan sebagai
density agent untuk
menggantikan CaCO3 dalam
larutan pemisah karena CO2
memiliki kelarutan yang
tinggi dalam air.
Belerang SO2 Bersumber dari hasil Sebagai bahan pengawet buah
dioksida, pembakaran sulfur, dan pengawet atau aditif
sulfur oksida, aktivitas vulkanik makanan.
sulfur oksida, (letusan gunung
Dalam tahap fermentasi
sulfur berapi), juga dari
pembuatan anggur.
anhidrida, pembakaran bahan
sulfur bakar fosil. Untuk memutihkan serat
dioksida tekstil.
Dalam pembuatan kertas.
Sebagai desinfektan di pabrik
bir dan makanan.
Sebagai fumigan untuk biji-
bijian, anggur, dan jeruk.
Belerang SO3 Sulfur trioksida (SO3) SO₃ adalah prekursor utama
trioksida adalah gas tak dalam pembuatan asam sulfat,
berwarna dan berbau bahan kimia industri utama.
tajam yang merupakan Sulfur trioksida terutama
hasil pembakaran digunakan dalam produksi
sempurna sulfur. dua bahan kimia industri
terpenting: asam aril sulfonat
dan asam sulfat. Kehadiran
SO3 di atmosfer dapat
berkontribusi pada
pembentukan hujan asam,
yang dapat merusak
ekosistem, infrastruktur, dan
kesehatan manusia.
Hidrogen H2O2 Sumber utama berasal Hidrogen peroksida
Peroksida dari produksi industri digunakan dalam bentuk cair
kimia, juga terbentuk maupun gas untuk aplikasi
dalam jumlah kecil pengawet, disinfeksi, dan
pada reaksi biokimia di sterilisasi sebagai biosida
sel. oksidatif. Hidrogen peroksida
digunakan dalam aplikasi
industri dan kosmetik sebagai
zat pemutih. Hidrogen
peroksida juga dianggap
sebagai senyawa yang secara
umum diakui aman oleh FDA;
hidrogen peroksida digunakan
sebagai zat antimikroba dalam
produk pati dan keju, dan
sebagai zat pengoksidasi dan
pereduksi dalam produk yang
mengandung telur kering,
putih telur kering, dan kuning
telur kering.
Dihidrogen H2O Sumber alami dari Digunakan sebagai pelarut
Oksida hujan, laut, sungai, dan universal, dan sebagai dasar
danau. kehidupan
Besi(III) Fe2O3 Dapat berasal dari Beberapa aplikasi komersial
Oksida, oksidasi Fe²⁺ yang dan industri lain dari besi(III)
Oksida besi; dilepaskan oleh mineral oksida meliputi:
oksida besi seperti magnetit
Sebagai katalis untuk
merah; (Fe₃O₄), siderit
banyak operasi
trioksida besi (FeCO₃), dan silikat
industri dan kimia;
merah besi. Ion Fe²⁺
kemudian dioksidasi Sebagai komponen
menjadi hidroksida besi termit, campuran
[Fe(OH)₃], yang besi(III) oksida dan
selanjutnya mengalami bubuk aluminium
dehidrasi dan yang, ketika
dinyalakan,
rekristalisasi menghasilkan suhu
membentuk hematit yang sangat panas.
atau besi (III) oksida Bom termit digunakan
(Fe₂O₃). dalam pengelasan;
Dalam hard disk
komputer, kaset pita
audio, kaset pita
video, dan disket
komputer untuk
penyimpanan data
magnetik;
Sebagai bahan
pengikat pada proses
pewarnaan kain;
16 Sulfur Hidrogen H2S Berasal dari gas dari Hidrogen sulfida digunakan
Sulfida aktivitas vulkanik, dalam pembuatan pulp dan
pembusukan bahan kertas (agen pengurai),
organik yang penyamakan kulit, dan bijih
mengandung sulfur sulfida. Sebagian besar
(bau telur busuk). hidrogen sulfida buatan
manusia diproduksi sebagai
produk sampingan industri,
bukan untuk keperluan
industri.
Sulfat SO42- Ditemukan dalam Dalam bentuk gipsum dan
garam mineral (gipsum magnesium sulfat, sulfat
CaSO₄·2H₂O, digunakan untuk bahan
MgSO₄), juga bangunan, pupuk, obat, dan
terbentuk dari oksidasi industri kimia. Di lingkungan,
sulfur di lingkungan sulfat menjadi sumber sulfur
penting bagi tanaman, bagian
dari siklus sulfur, serta
berperan menjaga
keseimbangan kimia air dan
tanah.
Sulfit SO32- Biasanya hasil Sulfit merupakan salah satu
pelarutan SO₂ dalam pengawet pangan yang
air (asam sulfit), digunakan di Indonesia.
dipakai dalam industri
makanan sebagai
pengawet.
Asam Sulfat, H2SO4 Asam sulfat terjadi Asam sulfat adalah bahan
Minyak secara alami dalam gas kimia industri dengan volume
vitriol; Asam vulkanik. terbesar di dunia. Kegunaan
Celup; Kemungkinan utamanya adalah dalam
Minyak penghasil asam sulfat produksi pupuk fosfat. Asam
Cokelat lainnya adalah sulfat juga digunakan untuk
Vitriol; pengolahan air rumah memproduksi bahan peledak,
Sulfat; Kabut tangga dan kolam asam lainnya, pewarna, lem,
Asam; renang yang lebih pengawet kayu, dan baterai
Hidrogen besar, pembuangan mobil. Asam sulfat juga
sulfat; Asam baterai mobil, fasilitas digunakan dalam pemurnian
Sulfur; Asam pelapisan listrik, minyak bumi, pengawetan
Sulfat; Asam peralatan elektronik, logam, peleburan tembaga,
sulfin; asam produksi pelapisan listrik, pengerjaan
baterai semikonduktor dan logam, serta produksi rayon
papan sirkuit, petani dan film.
kentang, serta
pengolahan air dan air
limbah.
Sulfur SO2 Fungsi utama SO₂ adalah
Sulfur diksida dapat
Dioksida sebagai pengawet alami
dihasilkan dari sumber
dalam industri buah dan
alami maupun buatan.
sayuran, dengan mekanisme
Secara alami, SO₂
antimikroba, anti-browning,
dilepaskan melalui
dan antioksidan, sekaligus
aktivitas gunung
menjaga kualitas pascapanen.
berapi, pembusukan
oleh mikroba, serta
reduksi biologis
senyawa sulfat.
Sementara itu, sumber
buatan SO₂ umumnya
berasal dari
pembakaran bahan
bakar fosil seperti
minyak, gas, dan
batubara yang memiliki
kandungan sulfur
tinggi.
34 Selenium Selenium SeS2 Bahan dasar selenium Selenium sulfida adalah agen
disulfida disulfida adalah anti-infeksi dan tersedia
selenium unsur sebagai sampo. Selenium
(umumnya diperoleh sulfida digunakan untuk
sebagai produk meredakan gatal dan
samping pemurnian pengelupasan kulit kepala
tembaga, nikel, atau
pemrosesan anoda pada
industri logam) yang
kemudian direaksikan
dengan belerang
(sulfur) untuk
membentuk senyawa
selenium sulfida SeS2
Selenium SeO2 Berasal dari oksidasi
Selenium dioksida (SeO₂)
dioksida selenium elemental dan
memiliki beragam aplikasi.
dapat ditemukan dalam
Senyawa ini dapat berperan
bentuk alami yang
sebagai bahan pengoksidasi
sangat langka di
dalam reaksi kimia organik,
lingkungan tertentu,
memiliki sifat katalitik
seperti tanah vulkanik
misalnya pada medium asam
yang kaya selenium
sulfat yang digunakan sebagai
katalis dalam proses
pembakaran cepat senyawa
organik, sebagai antibakteri,
serta dimanfaatkan dalam
material solar sel karena sifat
foto konduktivitasnya yang
baik.
Selenium SeF6 Selenium heksafluorida Selenium heksafluorida
heksafluorida disintesis secara adalah gas korosif dan tidak
kimiawi melalui reaksi berwarna pada suhu kamar.
langsung selenium Selenium heksafluorida hanya
elemental dengan gas sedikit larut dalam air . Zat ini
flur (F2) atau senyawa tidak terdapat secara alami di
fluor yang sangat lingkungan. Selenium
reaktif. heksafluorida digunakan
sebagai isolator listrik
Selenium ini biasanya
berbentuk gas.
diperoleh sebagai
produk sampingan dari
pemurnian selenium,
yang berasal dari bijih
tembaga, seng, nikel,
dan minyak bumi.
Asam selenat H2SeO4 Dihasilkan dengan Digunakan dalam proses
mengoksidasi selenium produksi kaca dan makanan
dioksida (SeO2) hewan melalui natrium
dengan hidrogen selenat yang berasal dari asam
peroksida atau proses selenat.
oksidasi asam selenit
dengan halogen atau
kalium permanganat.
52 Telurium Natrium Na2Te Dibuat dengan Digunakan sebagai bahan
Telurida mereduksi telurium kimia dalam reaksi kimia
dengan natrium, yang melibatkan telurium,
biasanya menggunakan meskipun sangat sensitif
amonia sebagai pelarut. terhadap udara.
Hidrogen H2Te Diperoleh dari Senyawa gas yang biasanya
Telurida hidrolisis aluminium digunakan dalam penelitian
telurida atau dengan kimia hidrogen telurida dan
pengasidan garam aplikasi kimia lain, gas berbau
telurida. bawang putih dan mirip asam.
Aluminium Al2Te3 Berasal dari hasil reaksi Digunakan dalam pembuatan
Telurida antara aluminium dan hidrogen telurida dan dalam
telurium. aplikasi material yang
melibatkan telurium dan
aluminium.
Telurium TeO2 Berasal dari telurium Dalam bidang nuklir, TeO₂
Dioksida (Te) yang diperoleh terlibat dalam keseimbangan
sebagai hasil samping redoks pasangan Te/TeO₂
dari proses pemurnian yang sangat memengaruhi
logam tembaga, mekanisme korosi material
khususnya dari bubur pelapis reaktor. Tellurium,
anoda yang merupakan sebagai produk fisi yang
residu produksi mudah menguap pada suhu
tembaga. Telurium tinggi, dapat berinteraksi
dioksida dapat dibuat dengan logam pelapis seperti
melalui reaksi telurium paduan zirkonium, kromium,
dengan oksigen (Te + besi, dan nikel pada baja
O2 → TeO2) atau tahan karat, sehingga
melalui proses membentuk fase intermetalik
dehidrasi asam telurit yang merugikan dan
(H2TeO3). mempercepat korosi,
khususnya pada baja tahan
karat austenitik 316-L.
Sementara itu, dalam bidang
teknologi optik, TeO₂
berperan sebagai pembentuk
kaca chalcogenide atau kaca
tellurite yang memiliki indeks
bias tinggi dan kemampuan
transmisi yang baik pada
spektrum inframerah. Sifat
optik tersebut menjadikannya
material penting untuk
pembuatan gelombang optik,
perangkat akusto-optik, dan
berbagai aplikasi
optoelektronik.
Bismut Bi2Te3 Bahan baku untuk Memiliki efisiensi yang tinggi
Telurida Bi2Te3 adalah logam untuk konversi energi
bismut dan telurium termoelektrik dan digunakan
yang diperoleh dari dalam proses pendinginan
proses ekstraksi logam termoelektrik dan generator
atau hasil samping termoelektrik
pemurnian logam yang
mengandung unsur
Telurium.
Telurida PbTe Bahan baku utama Semikonduktor yang baik
Timah PbTe adalah logam untuk aplikasi termoelektrik,
timbal dan telurium digunakan sebagai detektor
yang biasanya inframerah dan dalam aplikasi
diperoleh dari proses konversi energi termoelektrik
pemurnian logam atau
dari mineral yang
mengandung unsur-
unsur tersebut.
84 Po Polonium PoO Terbentuk dari oksidasi Polonium monoksida (PoO)
monoksida polonium penuh di tidak memiliki aplikasi praktis
udara, menghasilkan atau industri karena polonium
padatan kuning/hijau. yang sangat radioaktif dan
berbahaya.
Polonium PoO2 Terbentuk dari oksidasi Polonium dioksida (PoO2)
dioksida polonium penuh di tidak memiliki aplikasi praktis
udara, menghasilkan atau industri karena polonium
padatan kuning/hijau. yang sangat radioaktif dan
berbahaya.
Polonium PoH2 Senyawa ini jarang Polonium hidrida digunakan
hidrida ditemukan secara alami secara terbatas dan terutama
dan biasanya disintesis untuk penelitian ilmiah dan
dalam jumlah sangat kimia dasar yang terkait
kecil di laboratorium dengan sifat-sifat polonium
melalui reaksi kimia dan senyawanya. Karena
tertentu, misalnya tingkat radioaktivitasnya yang
dengan mereaksikan tinggi dan ketidakstabilan
asam klorida dengan kimianya, polonium hidrida
magnesium polonida. tidak digunakan secara luas
Produksi polonium dalam industri atau aplikasi
hidrida tidak dilakukan komersial. Namun, senyawa
secara langsung dari polonium (termasuk hidrida)
unsur polonium dan pernah digunakan dalam
hidrogen karena perangkat antistatik di pabrik
sifatnya yang sangat tekstil serta sebagai sumber
tidak stabil dan panas radioaktif pada alat
cenderung terurai khusus (meskipun
cepat. Polonium itu penggunaannya semakin
sendiri sebagian besar dibatasi karena bahaya
diperoleh dari proses radioaktivitasnya)
irradiasi bismut di
reaktor nuklir.
Natrium Na2Po Natrium polonida Natrium polonida, seperti
Polonida adalah senyawa senyawa polonium lainnya,
anorganik yang terutama digunakan dalam
diperoleh melalui penelitian ilmiah dan kimia
reaksi kimia antara anorganik radioaktif.
polonium hidrida Senyawa ini penting dalam
(H₂Po) dengan logam studi sifat-sifat kimia
natrium. Natrium polonium dan dalam
polonida juga dapat pengembangan material
diproduksi dengan cara radioaktif. Namun,
memanaskan natrium penggunaannya sangat
dan polonium secara terbatas dan tidak ditemukan
langsung bersama-sama penerapan industri komersial
pada suhu antara 300– secara luas karena
400 °C. radioaktivitasnya yang tinggi
dan bahaya terhadap
kesehatan.
Magnesium MgPo Magnesium polonida Magnesium polonida terutama
melewati proses secara
Polonida dimanfaatkan dalam
sintesis di laboratorium
dengan cara penelitian kimia lanjutan
memanaskan campuran
terkait sifat-sifat unsur
magnesium logam dan
polonium elemental polonium dan sifat senyawa
pada suhu sekitar 300–
radioaktifnya. Karena
400 °C. Proses sintesis
magnesium polonida radioaktivitas yang tinggi
dilakukan dalam
serta sifat kimia khas
kondisi khusus dengan
pengamanan polonium, senyawa ini jarang
maksimum karena
dipakai di bidang industri
radioaktivitas
polonium. umum dan lebih banyak
digunakan untuk keperluan
riset khusus di laboratorium
kimia fisika dan kimia nuklir.
Barium BaPo BaPo dibuat dari Senyawa polonida (senyawa
Polonida barium dan polonium, polonium dengan logam alkali
dimana barium tanah), BaPo kemungkinan
diperoleh dari mineral digunakan dalam studi ilmiah
seperti barit (barium dasar sifat kimia dan fisika
sulfat, BaSO4), dan unsur polonium dan barium,
polonium adalah unsur maupun aplikasinya dalam
radioaktif alami yang ilmu nuklir dan bahan
diperoleh dari radioaktif.
dekomposisi uranium
dan radium dalam
alam, serta sintesis
buatan di laboratorium
nuklir.
Polonium PoCl2 Polonium klorida Digunakan dalam riset kimia
Klorida disintesis dari reaksi anorganik dan radiokimia
polonium dengan gas untuk mempelajari reaksi
klorin atau senyawa polonium dengan halogen dan
klorinasi lainnya, sifat senyawanya. Senyawa
menggunakan ini juga dapat digunakan
polonium murni yang dalam penelitian dasar terkait
diperoleh dari sumber pengembangan material
radioaktif. radioaktif dan studi polonium
untuk aplikasi nuklir.
Polonium PoS PoS dapat disintesis Digunakan dalam riset kimia
Sulfida dari reaksi langsung dasar untuk memahami sifat
antara polonium sulfida dari unsur radioaktif
dengan belerang atau dan investigasi perilaku
senyawa sulfida. polonium dalam kondisi
Polonium untuk ini sulfidasi. Aplikasi praktisnya
berasal dari sumber juga terbatas pada penelitian
alami radioaktif atau nuklir dan pengembangan
laboratorium nuklir. material radioaktif.
Referensi:
Australian Government. (2025). Hydrogen Peroxide. Department of Climate Change,
Energy, the Environtment and Water. Retrieved September 11, 2025 from
[Link]
Australian Government. (2022). Hydrogen Sulfide. Department of Climate Change,
Energy, the Environtment and Water. Retrieved September 7, 2025 from
[Link]
hydrogen-sulfide
Australian Government. (2022). Sulfuric Acid. Department of Climate Change, Energy,
the Environtment and Water. Retrieved September 7, 2025 from
[Link]
sulfuric-acid
Encyclopedia. (2025). Iron(III) Oxide. Academic and educational journals. Retrieved
September 9, 2025 from [Link]
educational-journals/ironiii-oxide
Gossé, S. (2025). Tellurium Oxides: Thermodynamics and Phase Relations in the Te–O
System. Journal of Phase Equilibria and Diffusion, 46(1), 20-30.
Li, Z., Huang, J., Wang, L., Li, D., Chen, Y., Xu, Y., ... & Luo, Z. (2024). Novel insight
into the role of sulfur dioxide in fruits and vegetables: Chemical interactions,
biological activity, metabolism, applications, and safety. Critical Reviews in
Food Science and Nutrition, 64(24), 8741-8765.
Muhammad, M., Marwan, M., Zaki, M., & Munawar, E. (2022). Potensi pemanfaatan
gas karbon dioksida (CO2) sebagai density agent untuk larutan pemisah
cangkang dan kernel sawit. Jurnal Serambi Engineering, 7(1), 2736-2743.
Morris, R. C., Thornber, M. R., & Ewers, W. E. (1980). Deep-seated iron ores from
banded-iron formation. Nature, 288(5788), 250-252.
National Center for Biotechnology Information. (2025). PubChem Compound Summary
for CID 24558, Selenium Hexafluoride. Retrieved September 11, 2025
from [Link]
Ngan, V. (2005). Selenium sulfide. DermNet. Retrieved September 11, 2025 from
[Link]
Rahmawati, H. (2023). Sintesis dan Karakterisasi Selenium menjadi Selenium Dioksida
(SeO2). Applied Physics of Cokroaminoto Palopo, 4(2), 29-32.
Rambing, V. V., Umboh, J. M., & Warouw, F. (2022). Literature Review: Gambaran
Risiko Kesehatan pada Masyarakat akibat Paparan Gas Karbon Monoksida
(CO). KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam
Ratulangi, 11(3).
Rohid, A., Rahman, D. R., Darmawan, T. R., & Mujiyanti, S. F. (2023). Pemanfaatan
penangkapan emisi gas menjadi energi listrik berbasis elektrokimia sebagai
inovasi industri untuk mencapai net zero emissions. Lomba Karya Tulis
Ilmiah, 4(1), 19-33.
Suskha, A., Rusydi, A. M., & Wusqa, U. (2020). Manfaat Air Bagi Tumbuhan:
Perspektif Al-Qur’an dan Sains. Al Quds, 4(2), 447-466.
Sutoyo, S. (2011). MASALAH DAN PERANAN CO2 PADA PRODUKSI
TANAMAN. BUANA SAINS, 11(1), 83-90.
Telaumbanua, S. A. A., & Telaumbanua, J. (2025). Analisis Literatur Tentang Fisika
Zat Padat Dalam Pegembangan Teknologi Semikonduktor. Jurnal Ilmu
Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 2(3), 1-7.
Tiwa, S. M., Sumampouw, O. J., & Ratag, B. T. (2024). Kualitas Udara Ambien Sulfur
Dioksida (SO2) Terminal Bus di Kota Manado: Studi Ekologi. Sam Ratulangi
Journal of Public Health, 5(2), 8-15.
Yusmaita, E., & Nasra, E. (2017). Perancangan Assesmen Literasi Kimia Dengan
Menggunakan Model of Educational Rekonstruction (Mer) Pada Tema:“Air
Sebagai Pelarut Universal.”. Jurnal Eksakta Pendidikan (Jep), 1(2), 49.