0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Karyawan

Uas

Diunggah oleh

Anuryana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan36 halaman

Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Karyawan

Uas

Diunggah oleh

Anuryana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

UAS MSDM

“PENGARUH MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA


TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT SENTOSA MULIA BAHAGIA LAHAN IV
SENTRAL MUSI BANYUASIN”

Nama : Anuryana
NIM : 92224006

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


PASCASARJANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
2025

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................................... i

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................... ii

A. Latar Belakang Masalah .............................................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian......................................................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian....................................................................................................... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS ......... 6


A. Landasan Teori ........................................................................................................... 6
B. Penelitian Sebelumnya ............................................................................................... 13
C. Kerangka Pemikiran ................................................................................................... 14
D. Hipotesis 28

BAB III. METODE PENELITIAN .................................................................................. 15

A. Jenis Penelitian ........................................................................................................... 15


B. Lokasi Penelitian ........................................................................................................ 15
C. Operasional Variabel .................................................................................................. 16
D. Populasi Dan Sampel ................................................................................................. 16
E. Data Yang Diguanakan .............................................................................................. 18
F. Metode Pengumpulan Data ........................................................................................ 18
G. Analisis Data Dan Teknik Analisis ............................................................................ 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guna mencapai tujuan dengan sukses dan efisien, perusahaan memerlukan segala
sesuatu secara cepat, tepat sasaran, dan lancar. Tentu saja, dalam kondisi seperti ini
keterlibatan sumber daya manusia (SDM) sangatlah penting untuk mencapai tujuan
bisnis. Sumber daya manusia adalah aset yang melalui pengetahuan, keterampilan, dan
etos kerja positifnya, menentukan dan mendukung kekuatan pendorong perusahaan dalam
berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan mencapai kesuksesan.
Menurut Hasibuan (2019:10) sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan
perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Sumber daya manusia suatu perusahaan merupakan komponen yang sangat
penting. Perkembangan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh sumber daya
manusianya, oleh karena itu pengelolaan sumber daya manusia yang efektif sangatlah
penting. Perencanaan SDM, pengembangan SDM, penilaian SDM, gaji, dan
kesejahteraan SDM hanyalah beberapa dari sekian banyak komponen pengelolaan SDM
yang baik. Kinerja pegawai akan dipengaruhi oleh pengelolaan sumber daya manusia
yang efektif dan efisien.
Kinerja merupakan hal yang terpenting dalam mencapai tujuan perusahaan yang
menunjukan hasil kerja secara kuantitas maupun kualitas seseorang yang melaksanakan
tugas pokok tertentu. Bisnis sangat penting bagi perusahaan untuk terus
mempertahankan kinerja perusahaan dengan maksimal. Menurut Mangkunegara
(2018:67) kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
oleh seseorang atau karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Tingkat kinerja karyawan akan mencerminkan kualitas
perusahaan. Kinerja yang baik akan meningkatkan peluang karyawan dalam
pengembangan karirnya. Kinerja karyawan merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari ruang lingkup perusahaan dan semua pihak yang terlibat di dalam
perusahaan. Kinerja karyawan juga berperan penting sebagai acuan dalam penilaian
kualitas karyawan demi mempertahankan produktivitas seluruh karyawan yang bekerja di

1
perusahaan tersebut. Menurut Khaeruman dkk (2021:7) kinerja pegawai/karyawan adalah
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang tercapai oleh seorang pegawai/karyawan
dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Kasmir (2018:189) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja
karyawan yaitu kemampuan dan keahlian, pengetahuan, rancangan kerja, kepribadian,
motivasi kerja, kepemimpinan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja,
lingkunga kerja, loyalitas, komitmen dan disiplin kerja.
Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan salah satunya pada tingkat
motivasi. Motivasi adalah suatu proses dorongan yang menjelaskan intensitas, arah dan
ketekunan seorang individu untuk melakukan sesuatu. Dorongan motivasi dapat timbul
dari diri sendiri atau dari orang lain. Motivasi
dapat ditumbulkan oleh kebutuhan, keyakinan dan adanya tujuan yang besar untuk
kepuasan diri. Menurut Maruli (2020) motivasi kerja berasal dari keinginan seseorang,
yang dapat membangkitkan semangat dan keinginan serta membantu mengarahkan dan
memelihara prilaku agar tercapai tujuan atau keinginan yang sesuai dengan ruang lingkup
pekerjaan.
Selanjutnya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu disiplin kerja.
Disiplin kerja merupakan faktor yang penting dalam menillai kinerja perusahaan,
karyawan dengan tingkat disiplin yang tinggi akan mempunyai kinerja yang baik.
Menurut Kasmir (2018:193) disiplin kerja merupakan usaha karyawan untuk menjalankan
aktivitas kerjanya, dalam hal ini dapat berupa waktu, disiplin dalam mengerjakan sesuai
dengan perintah yang harus dikerjakan. Tingkat disiplin karyawan yang baik akan sangat
menguntungan bagi perusahaan, dengan tingkat disiplinn yang tinggi akan membuat
karyawan semangat untuk menjalankan aktivitas kerjanya hal ini akan mempengaruhi
tingkat produksi dan tingkat efisiensi dalam bekerja.
Kemudian faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu lingkungan kerja,
menurut Serdamayanti (2018:26) Lingkungan kerja merupakan kondisi yang ada
disekeliling area kerja yang dapat mempengaruhi karyawan baik itu secara langsung
maupun tidak langsung. Dalam proses oprasional kerja, lingkungan kerja mencakup
tempat kerja, akomodasi (fasilitas), kebersihan, penerangan, kenyamanan, dan jalinan
komunikasi antar sesama karyawan. Lingkungan kerja dapat berpengaruh langsung
terhadap kinerja karayawan karena selama melakukan pekerjaan setiap karyawan akan
berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan sekitar, dapat

2
terbukti tempat kerja tidak baik dan kurang nyaman maka dapat mengganggu karyawan
dalam bekerja yang membuat kinerja karyawan tidak efisien dalam bekerja sehingga hasil
kerja tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Lingkungan kerja yang buruk dan
tidak nyaman dapat membuat karyawan tidak bersemangat dan malas melakukan
pekerjaan yang tentu saja akan berdampak buruk terhadap perusahaan. Kondisi
lingkungan kerja dapat dikatakan baik apabila karyawan dapat berkerja secara optimal
dengan aman, sehat, nyaman. Lingkungan yang baik sesuai dengan standar memuat
karyawan menjadi semangat untuk melakukan pekerjaan sehingga dapat menjalankan
pekerjaan sesuai dengan waktu dan target yang diberikan perusahaan.
PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak
diindustri agribisnis, dimana saat ini bergerak pada sektor kelapa sawit & karet. PT SMB
awalnya berdiri pada tahun 1999, Yang didirikan oleh Kms. H. A. Halim Ali dengan
nama PT Sentosa Mulia Bahagia yang mengelola perkebunan kelapa sawit di Sumatera
Selatan. Saat ini kegiatan operasional PT SMB berlokasi di Sumatera Selatan sampai
sekarang memiliki perkebunan kelapa sawit yang cukup luas dan merupakan konstribusi
terbesar bagi perusahaan.

Kuantitas dan hubungan antar karyawan terdapat beberpa permasalaha seperti


masih ada karyawan yang belum memahami dengan baik apa yang harus dilakukan dalam
menjaga kualitas kerja, masih ada karyawan yang belum mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan target yang telah ditentukan dan komunikasi antar rekan kerja belum
optimal. Kinerja karyawan merupakan ukuran yang digunakan oleh perusahaan untuk
melihat kualitas produksi yang dihasilkan karyawan. Sehingga menghasilkan output yang
diinginkan perusahaan yang dapat memajukan perusahaan dan produk yang dihasilkan
tersebut memberikan pemasukan ke perusahaan. Demikian pula kinerja karyawan yang
diharapkan dapat mendorong perusahaan menjadi lebih unggul dibandingkan produk
perusahaan lain (Krisnawati, 2021). Realisasi produksi PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan
IV Sentral Musi Banyuasin pada tahun 2018-2022 tidak mencapai target produksi.

PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin terdapat beberapa


fenomena terkait motivasi kerja tugas dan tanggung jawab yang diberikan pimpinan
belum sesuai dengan pendidikan dan kemampuan karyawan,karyawan belum memiliki
peluang dan kesempatan untuk keterampilan dan kemampuan yang dimiliki dan karyawan
belum termotivasi untuk melakukan pekerjaan secara tepat dan sesuai dengan target

3
produksi, hal ini akan menurunkan jumlah produksi PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV
Sentral Musi Banyuasin pada tahun 2018-2022.

Selanjutnya fenomena yang terlihat dari segi disiplin kerja di PT Sentosa Mulia
Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin seperti masih ada karyawan yang belum
menaati aturan jam masuk kerja, masih ada karyawan yang melanggar norma yang
berlaku, masih ada karyawan yang belum melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas dan
tanggung jawab atas hasil produksi dan masih ada karyawan yang belum patuh terhadap
aturan umum dan aturan lainnya pada saat jam kerja. Pelanggaran disiplin kerja atau
kurangnya tanggung jawab dalam bekerja akan berdampak pada jumlah produksi PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin pada tahun 2018-2022.
Kemudian fenomena terkait dengan Lingkungan kerja PT Sentosa Mulia Bahagia
Lahan IV Sentral Musi Banyuasin yaitu perusahaan kurang baik dan tidak nyaman sereti
di area lapngan yang disebabkan jumlah peb=nerangan kurang, dan lampu dari unit unit
kerja karyawan. Hal tersebut tidak diperhatikan oleh perusahaan dapat menyebabkan
kecelakaan pada saat kerja jam kerja, tentu saja sangat menganggu proses operasional
kerja danproduksi para karyawan terutama karyawan yang bekerja hingga malam tidak
bisa secara efektif dan optimal.
Berdasarkan fenomena yang ada di PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral
Musi Banyuasin maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh
Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin”.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah ada pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap
Kinerja karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin?
2. Apakah ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa
Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin?
3. Apakah ada pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa
Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin?
4. Apakah ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin?

4
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja
terhadap Kinerja karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi
Banyuasin.
2. Untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
3. Untuk mengetahui pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa
Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
4. Untuk mengetahui pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Bagi Penulis
Penelitian dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan
memberikan gambaran praktik dari teori yang selama ini diperoleh selama
perkuliahan, khususnya dalam konsentrasi Sumber Daya Manusia.
2. Manfaat Bagi Lokasi Penelitian
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan sebagai bahan masukan bagi
pimpinan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
3. Manfaat Bagi Almamater
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi
tambahan, menambah ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi acuan atau kajian bagi
penulis dimasa yang akan datang.

5
BAB II

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori
1. Kinerja Karyawan
a. Pengertian kinerja karyawan

Kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam
menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu
periode tertentu (Kasmir, 2018:182).
Khaeruman dkk (2021:7), kinerja pegawai/karyawan adalah hasil kerja
secara kualitas dan kuantitas yang tercapai oleh seorang pegawai/karyawan dalam
melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Selain
itu Afandi (2018:83), mengatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat
dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai
dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian
tujuan organisasi secara ilegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan
dengan moral dan etika. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli maka dapat
disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang atau
sekelompok orang dalam melaksanakan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan
organisasi.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Kasmir (2018:189) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja baik
hasil maupun perilaku kerja adalah sebagai berikut:
1) Kemampuan dan keahlian
Merupakan kemampuan atau skil yang dimiliki seseorang dalam suatu
pekerjaan. Semakin memiliki kemampuan dan keahlian maka akan dapat
menyelesaikan pekerjaannya secara benar sesuai dengan yang telah
ditetapkan.
2) Pengetahuan
Pengetahuan adalah pengetahuan tentang pekerjaan. Sesorang yang
memiliki pengetahuan tentang pekerjaab secara baik akan memberikan hasil
pekerjaan yang baik, demikian pula sebaliknya.
3) Rancangan kerja

6
Rancangan pekerjaan yang akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya,
artinya jika suatu pekerjaan memiliki rancangan yang baik, maka akan memudahkan untuk
menjalankan pekerjaan tersebut.
4) Kepribadian
Kepribadian adalah kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki
seseorang. Setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda satu
sama lainnya, seseoranmg yang memiliki kepribadian atau karakter yang baik
akan dapat melakukan pekerjaan secara sungguh-sungguh dan penuh
tanggung jawab sehingga hasil pekerjaannya juga baik.
5) Motivasi kerja
Motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan
pekerjaan. Jika memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya atau dari luar
diringnya, maka karyawan akan terangsang atu terdorong untuk melakukan
sesuatu demngan baik.
6) Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan perilaku seseorang pemimpin dalam
mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan suatu
tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
7) Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan merupakan gaya atau sikap seseorang pemimpin
dalam menghadapi atau memerintah bawahannya.
8) Budaya organisasi
Budaya organisasi merupakan kebiasaan-kebiasaan atau norma- norma
yang berlaku dan dimiliki suatu organisasi atau perusahaan. Kebiasaan atau
norma-norma ini mengatur hal-hal yang berlaku dan diterima secara umum
serta harus dipatuhi oleh segenap anggota suatu perusahaan.
9) Kepuasan kerja
Kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau gembira, atau perasaan
suka seseorang sebelum dan seletah melakukan suatu pekerjaan, jika
karyawan merasa senang dan gembira atau suak untuk bekerja, maka hasil
pekerjaanya pun akan berhasil baik.

c. Indikator Kinerja Karyawan

Indikator Kinerja Menurut Kasmir (2018:208), adalah sebagai berikut :

7
1. Kualitas (mutu) pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan melihat kualitas
(mutu) dari pekerjaan yang dihasilkan melalui suatu proses tertentu.
2. Kuantitas (jumlah) yaitu untuk mengukur kinerja dapat pula dilakukan
dengan melihat dari kuantitas (jumlah) dihasilkan oleh seseorang.
3. Waktu (waktu jangka panjang) yaitu untuk jenis pekerjaan tertentu diberikan
batas waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya.
4. Penekanan biaya yaitu biaya yang dikeluarkan untuk setiap aktivitas
perusahaan sudah dianggarkan sebelum aktivitas dijalankan.
5. Pengawasan yaitu hampir seluruh jenis pekerjaan perlu melakukan dan
memerlukan pengawasan terhadap pekerjaan yang sedang berjalan
6. Hubungan antar karyawan yaitu penilaian kinerja sering kali dikaitkan
dengan kerja sama atau kerukunan antar karyawan dan antar pimpinan.

2. Motivasi Kerja
a. Pengertian Motivasi Kerja
Kasmir (2018:190), mendefinisikan motivasi adalah hal yang
menyebabkan, mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias
mencapai hasil yang optimal.
Selanjutnya menurut Khaeruman dkk (2021:27), motivasi merupakan
keinginan, hasrat, dan motor penggerak dalam diri manusia, motivasi
berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap,
kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong
yang di luar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan.
Sedangkan Afandi (2018,83), berpendapat bahwa motivasi adalah
keinginan yang timbul dari dalam diri seseorang atau individu karena terinspirasi,
disemangati, dan terdorong untuk melakukan aktifitas dengan keikhlasan, senang
hati dan sungguh-sungguh sehingga hasil dari aktivitas yang dilakukan mendapat
hasil yang baik dan berkualitas (Afandi, 2018:23).
Selain itu menurut Rahardjo (2022:190), motivasi kerja adalah proses
penyaluran dorongan dari dalam diri seseorang agar mau
mencapai tujuan organisasi dan merupakan cerminan dari alasan mengapa orang
melakukan sesuatu.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa
motivasi adalah suatu proses dorongan yang menjelaskan intensitas, arah dan

8
ketekunan seorang individu untuk melakukan sesuatu.

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja


Edy Sutrisno (2019:118) motivasi sebagai proses psikologis dalam diri seseorang
akan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
1. Faktor internal
a. Keinginan untuk dapat hidup
b. Keinginan untuk dapat memiliki
c. Keinginan untuk dapat memperoleh penghargaan
d. Keinginan untuk memperoleh pengakuan
e. Keinginan untuk berkuasa
2. Faktor eksternal
a. Kondisi lingkungan kerja
b. Kompensasi yang memadai
c. Supervisi yang baik
d. Adanya jaminan pekerjaan
e. Status dan tanggung jawab
f. Peraturan yang fleksibel
c. Indikator Motivasi Kerja
Menurut Afandi (2018:29) menyebutkan beberapa indikator dari motivasi yaitu
sebagai berikut:
1. Balas jasa. Segala sesuatu yang berbentuk barang, jasa, dan uang yang
merupakan kompensasi yang diterima pegawai karena jasanya yang
dilibatkan pada organisasi.
2. Kondisi kerja. Kondisi atau keadaan lingkungan kerja dari suatu
perusahaan yang menjadi tempat bekerja dari para pegawai yang bekerja
dalam lingkungan tersebut. Kondisi kerja yang baik yaitu nyaman dan
mendukung pekerja untuk dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
3. Fasilitas kerja. Segala sesuatu yang terdapat dalam organisasi yang
ditempati dan dinikmati oleh pegawai, baik dalam hubungan langsung
dengan pekerjaan maupun untuk kelancaran pekerjaan.
4. Prestasi kerja. Hasil yang dicapai atau yang diinginkan oleh semua orang
dalam bekerja. Untuk tiaptiap orang tidaklah sama ukuranya karena
manusia itu satu sama lain berbeda.

9
5. Pengakuan dari atasan. Pernyataan yang diberikan dari atasan apakah
pegawainya sudah menerapkan akan motivasi yang telah diberikan atau
tidak.
6. Pekerjaan itu sendiri. Pegawai yang mengerjakan pekerjaan dengan
sendiri apakah pekerjaannya bisa menjadi motivasi buat pegawai lainnya.

3. Disiplin Kerja
a. Pengertian Disiplin Kerja
Disiplin kerja merupakan usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas
kerjanya, dalam hal ini dapat berupa waktu, disiplin dalam mengerjakan sesuai
dengan perintah yang harus dikerjakan. Karyawan yang disiplin akan
mempengaruhi kinerja (Kasmir, 2018,193). Khaeruman dkk (2021:22), disiplin
merupakan bentuk pengendalian diri pegawai/karyawan dalam pelaksanaan yang
teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja didalam sebuah
organisasi.
Hasibuan (2019:444), disiplin kerja adalah kesadaran dan kerelaan
seseorang dalam mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial
yang berlaku.
Selanjutnya Pahrizal dan Handayati (2022:8), mengatakan bahwa disiplin
merupakan bagian dari kepribadian seseorang yang relatif. Oleh karenanya selain
merupakan suatu penyebab, disiplin juga dapat digunakan memprediksi prilaku
seseorang dalam berbagai situasi dalam suatu periode waktu yang panjang.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa
disiplin kerja adalah sikap kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan yang
berlaku di tempat kerja.

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Kerja


Menurut Afandi (2018:20) faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja
antara lain :
1. Faktor
2. Kepemimpinan
3. Faktor Kompensasi
4. Faktor Penghargaan
5. Faktor Kemampuan

10
6. Faktor Keadilan

7. Pengawasan

8. Faktor Lingkungan

9. Faktor Sanksi Hukum

10. Faktor Loyalitas

c. Indikator Disiplin Kerja

Menurut Hasibuan (2019:194) disiplin kerja memiliki beberapa komponen


indikator sebgai berikut:
1. Tingkat absensi, salah satu tolak ukur untuk mengetahui tingkat kedisiplinan
pegawai, semakin tinggi frekuensi kehadiran atau rendahnya tingkat
kemangkiran pegawai tersebut telah memiliki disiplin kerja yang tinggi.
2. Mematuhi peraturan perusahaan, Karyawan yang taat pada peraturan kerja
tidak akan melalaikan prosedur kerja dan akan se lalu mengikuti pedoman
kerja yang ditetapkan oleh perusahaan, sehingga terciptanya kenyamanan
dan kelancaran dalam bekerja.
3. Penggunaan waktu secara efektif, waktu bekerja yang diberikan perusahaan
diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh individu untuk
mengejar target yang diberikan perusahaan kepada individu dengan tidak
terlalu banyak membuang waktu yang ada.
4. Tanggung jawab adalah komitmen dan kewajiban karyawan untuk
menyelesaikan suatu tugas dengan baik dan selesai sesuai dengan waktu
yang ditetapkan.

5. Lingkungan Kerja
a. Pengertian Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karyawan
baik itu secara langsung maupun tidak langsung, yang akan berdampak terhadap
hasil kinerja karyawan. Menurut Sedarmayanti (2018:9) lingkungan kerja adalah
keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana
seseorang bekerja, metode kerjanya, serta peraturan kerjanya baik sebagai
perseorangan maupun sebagai kelompok. Menurut Afandi (2018:65) lingkungan
kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar karyawan dan dapat mempengaruhi

11
dalam menjalankan tugas yang diembankan kepadanya misalnya dengan air
conditioner (AC), penerangan yang memadai sebagainya. Dan beberapa pendapat
ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan segala
sesuatu yang ada di sekitar karyawan pada saat bekerja, yang dapat mempengaruhi
karyawan pada saat bekerja.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi Lingkungan Kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi Lingkungan Kerja menurut Sedarmayanti
(2018:105) antara lain sebagai berikut:
1) Penerangan
2) Temperatur ditempat kerja
3) Kelembapan ditempat kerja
4) Sirkulasi ditempat kerja
5) Kebisingan ditempat kerja
6) Bau tak sedap
7) Keamanan ditempat kerja
c. Indikator Lingkungan Kerja
Menurut Mangkunegara (2017:105) indikator-indikator Lingkungan Kerja
yaitu:
1) Penerangan
2) Temperatur suhu udata ditemapat kerja
3) Sisrkulasi udaraditempat kerja
4) Kelembapan ditempat kerja
5) Kebisingan ditempat kerja
6) Tata warna ditempat kerja
7) Musik ditempat kerja
8) Dekorasi ditempat kerja
9) Keamanan

B. Penelitian Sebelumnya
Penelitian yang dilakukan oleh Aniversari (2022) dengan judul “Pengaruh Stress
Kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Aneka Gas
Industri Lampung”. Hasil penelitian nya adalah stres kerja berpengaruh positif tetapi tidak
signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Gas Industri di Lampung, lingkungan
kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Anka Gas

12
Industri di Lampung, sedangkan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Gas Industri di Lampung.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tauwi dkk (2023) dengan judul
pengaruh Kompensasi, Reward dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pabrik
Pengolahan Kelapa Sawit PT Tani Prima Makmur. Jenis penelitian kuantitatif, populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pabrik kelapa sawit PT Tani Prima Makmur
dan sample yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 karyawan, data yang
digunakan data primer dengan teknik pengumpulan data kuesioner, teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Kompensasi, Reward dan Disiplin Kerja secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, reward secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, disiplin kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pabrik kelapa sawit PT Tani Prima
Makmur.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Amalia dan Nahar (2023) dengan judul
pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada PT Mutiara
Sawit Lestari. Jenis penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pegawai di PT Mutiara Sawit Lestari yang berjumlah 100 pegawai dan sample yang
digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 pegawai, data yang digunakan data primer
dengan teknik pengumpulan data kuesioner, teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik analisis analisis deskriptif dan uji analisis statistik Analisis
Deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja
secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan
kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, disiplin
kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, disiplin
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pabrik kelapa sawit
Pegawai pada PT Mutiara Sawit Lestari.

13
C. Kerangka Penelitian
H1

Motivasi Kerja
(X1) H2

Disiplin Kerja H3 Kinerja


(X2) Karyawan (Y)

H4
Lingkungan Kerja
(X3)

Gambar 1. Kerangka Hipotesis

D. Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis yang digunakan sebagai berikut:
H1 : Ada Pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerj dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja
Karyawan pada PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
H2 : Ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Sentosa Mulia
Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
H3 : Ada pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Sentosa Mulia
Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin.
H4 : Ada pengaruLingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Sentosa Mulia
Bahagia Lahan IV Sentral Musi Banyuasin

14
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Menurut Sugiyono (2019:65) berdasarkan tingkat eksplanasinya penelitian dapat

dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :

1. Penelitian Deskriptif

Deskriptif merupakan suatu rumusan penelitian yang dilakukan untuk

memahami suatu nilai variable mandiri, baik yang satu variabel atau lebih variabel

(independen), tanpa melakukan suatu perbandingan atau penghubung dengan

variabel lainnya.

2. Penelitian Komparatif

Komparatif merupakan suatu rumusan penelitian yang bersifat

membandingkan keberadaan antara satu variabel atau lebih atau sampel yang berbeda

antara satu dengan lainnya.

3. Penelitian Asosiatif

Asosiatif merupakan suatu rumusan penelitian yang bersifat bertujuan untuk mengetahui

suatu hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif,

karena penelitian asosiatif ini untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yang terdiri

dari motivasi kerja (X1), Disiplin Kerja (X2) dan Lingkungan Kerja (X3)

terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Karyawan (Y).

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang

Musi Banyuasin yang beralamat Jl. Raya Palembang – Jambi Desa Simpang Tungkal-

Peninggalan Kec. Tungkal Jaya Kab. Musi Banyuasin Sumatera Selatan. No Telp : +62

822-5155-86855.

15
A. Operasional Variabel

Tabel III.1

Definisi Operasional Variabel penelitian

Variabel Penelitian Definisi Operasional Indikator

Kinerja Karyawan (Y) Kinerja merupakan hasil kerja yang 1. Kualitas (mutu)
dicapai seseorang atau sekelompok 2. Kuantitas
orang dalam melaksanakan tugas- (jumlah)
tugasnya untuk mencapai tujuan 3. Hubungan antar
organisasi. karyawan

Motivasi (X1) Motivasi adalah suatu proses yang 1. Kondisi kerja


menjelaskan intensitas, arah dan 2. Prestasi kerja
ketekunan seorang individu dalam 3. Pekerjaan itu sendiri
mencapai tujuan.

Disiplin Kerja (X2) Disiplin kerja adalah sikap kepatuhan 1. Tingkat absensi
dan ketaatan terhadap peraturan yang 2. Mematuhi
berlaku di tempat kerja. peraturan perusahaan
3. Tanggung jawab

1. Penerangan
Lingkungan Kerja (X2) Lingkungan kerja adalah keseluruhan
2. Keamanan
alat perkakas dan bahan yang
3. Temperature atau suhu
dihadapi, lingkungan sekitar pekerja
udara
atau karyawan PT. Lematang Coal
Lestari Muara Enim, metode kerjanya,
serta peraturan kerjanya baik sebagai
perseorangan maupun kelompok.

Sumber: gagasan penulis, 2025

A. Populasi Dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2019:80) populasi adalah sekumpulan besar objek atau

orang dengan jumlah dan kualitas tertentu yang dipilih peneliti untuk diteliti dan

diambil kesimpulannya. jumlah suatu populasi dalam perumusan penelitian ini adalah

150 karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2019:81) mengemukakan bahwa sampel merupakan bagian

dari jumlah karakteristik populasi yang disajikan oleh populasi tertentu dengan tingkat

kesalahan yang ditentukan berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat keyakinan 10%,

16
dengan rumusnya :

n= N

1 + Ne2

n= 150

1 + (150) (0,1)2

n= 150

1 + (150) (0,01)

n = 150

2,5

n = 60

n = 60 Responden

Keterangan :

n = Jumlah sampel

N = Jumlah seluruh sampel

E = Toleransi error

Berdasarkan rumus Slovin didapat jumlah sampel yang akan diambil ialah

sebanyak 60 responden karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral

Cabang Musi Banyuasin, maka untuk melihat sampel penelitian, dengan

perhitungan sebagai berikut :

Pengambilan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling, yaitu sampel

yang tidak berdasarkan random daerah atau strata, melainkan berdasarkan atas

adanya pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu. Pertimbangan yang

dimaksudkan adalah seluruh karyawan yang bekerja di PT Sentosa Mulia Bahagia

Lahan IV Cabang Musi Banyuasin.

17
C. Data Yang Digunakan

Menurut Sugiyono (2019:194) sumber data dibedakan menjadi dua, yaitu

sebagai berikut :

1. Data Primer

Data primer adalah sumber data informasi yang dikumpulkan langsung oleh peneliti,

misalnya melalui wawancara langsung.

2. Data Sekunder

Data Sekunder yaitu sebuah data yang diperoleh dari hasil pengumpulan orang lain.

Misalnya data yang diambil dari dokumen seperti jurnal.

Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang

diperoleh dari para responden lewat kuesioner. Data sekunder yang digunakan sebagai

penunjang yang didapat dari website dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini.

D. Metode Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2019:137) metode pengumpulan data yang umum digunakan

dalam suatu penelitian dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Kuesioner / Angket

Angket adalah teknik pengumpulan data yang dimana responden mengisi

pertanyaan atau pernyataan. Kemudian setelah diisi dengan lengkap dikembalikan

kepada peneliti.

2. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dimana pewancara (peneliti)

dalam mengumpulkan data mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai.

3. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara menggunakan

pancaindera, jadi tidak hanya pengamatan menggunakan mata. Mendengarkan,

mencium, mengecap, dan meraba termasuk salah satu bentuk observasi. Instrumen

18
yang digunakan adalah panduan pengamatan dan lembar pengamatan.

4. Teknik Dokumentasi

Adalah catatan peristiwa yang telah berlaku. Dokumen bisa berbentuk tulisan,

gambar, ataupun karya-karya monumental dari seseorang.

Berdasarkan pengertian diatas, maka metode pengumpulan data yang dapat

digunakan dalam sebuah penelitian ini yaitu teknik kuesioner untuk memperoleh data

primer dan dokumentasi guna mendapatkan data sekunder.

E. Analisis Data Dan Teknik Analisis Data

1. Analisis Data

Menurut Sugiyono (2019:77) analisis data dalam suatu penelitian dapat

dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut :

a. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif adalah penelitian yang mengandalkan data

kuantitatif. Dengan demikian teknik analisisnya juga teknik analisis kuantitatif

dengan statistika inferensial yang diangkakan.

b. Analisis Kuantitatif

Analisis kualitatif adalah penelitian yang mengandalkan data kualitatif.

Dengan demikian teknik analisisnya juga teknik analisis kualitatif dengan

statistic deskriftif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat,

atau gambar.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

kualitatif yang kuantitatifkan, dengan menggunakan pengukuran Skala Likert.

Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pengujian statistic drai

hasil kuesioner, kemudian hasil pengujian tersebut akan dianalisis.

Menurut Sugiyono (2019:146) Skala Likert digunakan untuk mengukur

sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

fenomena sosial. Skala likert menggunakan 5 tingkat jawaban, yaitu:

19
2. Uji Instrumen

Kuesioner yang sudah tersusun hendaknya diteruskan dengan melakukan uji kuesioner. Uji

kuesioner secara kuantitatif bisa dilakukan dengan melalui uji reliabilitas dan uji validitas.

a. Uji Validitas

Menurut Sugiyono (2019:121) uji validitas adalah uji ketepatan atau ketelitian

suatu alat ukur dalam mengukur apa yang sedang ingin diukur, hasil penelitian yang

valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang

sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Jika r hitung > rtabel (0,3061) maka

pernyataan serta indikator yang digunakan dalam penelitian ini dianggap sudah valid.

Sedangkan jika rhitung ≤ rtabel (0,3061) maka dapat dipastikan pernyataan yang

digunakan dalam penelitian ini dianggap tidak valid.

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2019:122) uji reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh

mana hasil penelitian yang reliabel, Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang

bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan

data yang sama. Uji Reliabilitas penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis

Alpha Cronbach, di mana apabila suatu variabel menunjukkan nilai Alpha Cronbach >

0,60 maka dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut dapat dikatakan reliabel atau

konsisten dalam mengukur dan dikatakan tidak reliabel apabila nilai dari α ≤ 0,60.

3. Teknik Analisis

Teknik analisis yaitu sebuah pengujian yang akan digunakan di dalam suatu penelitian,

adapun pengujian yang akan digunakan didalam penelitian tersebut adalah sebagai berikut :

a. Regresi Linier Berganda

Menurut Sugiyono (2019:227) analisis reigreisi linieir beirganda meirupakan

hubungan antara dua atau leibih variabeil deingan satu variabeil teirkait. Tujuan

dari analisis ini adalah untuk meinenitukan hubungan antara variabeil bebias

dengia n variabeil teirkait. Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk

20
mengetahui pengaruh motivasi kerja (X1), Disiplin Kerja (X2) dan Lingkungan Kerja

(X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral

Cabang Musi Banyuasin. Persamaan linear berganda bisa dilihat dibawah ini, yaitu

sebagai berikut :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e

Keterangan yaitu :

Y = Kinerja Karyawan

a = Nilai konstanta

b1, b2, b3 = koefisien regreasi variabel

X X1 = Motivasi Kerja

X2 = Disiplin Kerja

X3 = Kepuasan Kerja

e = Tingkat kesalahan

b. Uji Hipotesis

Suatu pengujian hipotesis bagi suatu koefisien regresi berganda atau regresi

parsial parameter b1dan b2 bisa diuraikan menjadi dua bagian yaitu suatu pengujian

hipotesis sekaligus dan pengujian hipotesis individu.

1) Uji F
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau

bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-

sama terhadap variabel dependen atau terikat. Uji statistik F digunakan untuk

mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model

regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018:98).

Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Langkah- langkah

pengujiannya adalah sebagai berikut :

a) Menentukan Formulasi Hipotesis

H01 : Tidak adanya pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kepuasan

21
Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan

IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

Ha1 : Ada pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja

terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV

Sentral Cabang Musi Banyuasin.

b) Menentukan Taraf Nyata (α) Dan Nilai ftabel

Menentukan Ftabel dengan taraf nayat (α) yang akan digunakan didalam

penenlitian yaitu (0,1) dengan derajat v1

= k-1 dan v2=n-k.

c) Menentukan Kriteria Pengujian

H0 diterima dan Ha ditolak apabila Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak dan Ha diterima

apabila Fhitung > Ftabel

d) Menentukan Nilai Uji Statistic menggunakan SPSS

Uji statistic yang akan digunakan adalah menggunakan suatu program SPSS versi 26 yang

bertujuan untuk melakukan pengolahan data.

e) Membuat Kesimpulan

H01 diterima dan Ha1 ditolak, artinya tidak ada pengaruh Motivasi Kerja,

Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y)

PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

H01 ditolak dan Ha1 diterima, artinya ada pengaruh Motivasi Kerja, Disiplin

Kerja dan Lingkungan Kerja (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) PT

Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

2) Uji t

Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas

atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen

dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing

variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji

22
pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali,2018:11).

Langkah-langkah pengujiannya adalah seperti dibawah ini :

a) Menentukan Formulasi Hipotesis

H02 : Tidak ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja

Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral

Cabang Musi Banyuasin.

Ha2 : Ada pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT

Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi

Banyuasin.

H03 : Tidak ada pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja

Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral

Cabang Musi Banyuasin.

Ha3 : Ada pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan

PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi

Banyuasin.

H04 : Tidak ada pengaruh Kepuasan kerja terhadap Kinerja

Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral

Cabang Musi Banyuasin.

Ha4 Ada pengaruh Lingkungan kerja terhadap Kinerja Karyawan

PT Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi

Banyuasin.

b) Menentukan taraf nyata (α) dan nilai Ftabel

Menetukan suatu nilai Ftabel dengan suatu tingkat keyakinan dan tingkat

kesalahan = 10% =0,1. Dan drajat bebas (df) = n-k dilakukan untuk

23
mengetahui ada atau tidak nya pengaruh pada variable X 1, X2 dan X3 terhadap

Y.

c) Menentukan Kriteria Pengujian

H0 diterima dan Ha ditolak apabila tHitung ≤ ttabel H0 ditolak dan Ha

diterima apabila tHitung > ttabel

d) Menentukan nilai uji statistic menggunakan program SPSS versi 26 untuk

melakukan pengolahan data.

Uji statistic yang akan digunakan adalah menggunakan suatu program SPSS.

e) Membuat kesimpulan

H02 : H02 diterima dan Ha2 ditolak artinya tidak ada pengaruh

Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia

Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

Ha2 : H02 ditolak dan Ha2 diterima artinya ada pengaruh Motivasi

Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia

Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

H03 diterima dan Ha3 ditolak artinya tidak ada pengaruh


H03 :
Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT
Sentosa Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi
Banyuasin
Ha3 : H03 ditolak dan Ha3 diterima artinya ada pengaruh Disiplin

Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia

Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

H04 : H04 diterima dan Ha4 ditolak artinya tidak ada pengaruh

Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa

Mulia Bahagia Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

24
Ha4 H04 ditolak dan Ha4 diterima artinya ada pengaruh Kepuasan

Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia

Lahan IV Sentral Cabang Musi Banyuasin.

3.) Koefisien Determinasi (R)

Menurut (Ghozali, 2018:95) koefisien determinasi (R) pada intinya mengukur

seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R yang kecil

berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi

variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-

variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk

memprediksi variasi variabel dependen. Rumus untuk mencari koefisien

determinasi:

R = r2 x 100 %

Keterangan :

R = Koefisien Determinasi

r = Koefisien Korelasi.

25
DAFTAR PUSTAKA

Afandi, P (2018) Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori, Konsep dan Indikator). Riau:
Zanafa Publishing.

Amalia, & Saragih (2023) Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadapKinerja
Pegawai pada PT Mutiara Sawit Lestari. Student Research Journal: 224-249.
Ghozali, I (2018) Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS Edisi Sembilan.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasibuan, Malayu S.P (2019) Manajemen Sumber Daya Manusia (Cetakan ke- 23). Jakarta:
Bumi Aksara.

Kasmir (2018) Manajemen Sumber Daya Manusia Teori dan Praktik. Depok: PT Raja Grafindo
Persada.

Khaeruman (2021) Meningkatkan Kinerja Manajemen Sumber Daya Manusia.

Banten: CV AA Rizky.
Sugiyono (2019) Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: CV Alfabeta.
Sunarta (2019) Pentingnya Kepuasan Kerja. Jurnal Efisiensi Kajian Ilmu Administrasi: 63-75.

Sutrisno, E (2019) Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.

Tauwi, Masyaili & Pagala (2023) Pengaruh Kompoensasi, Reward dan Disiplin Kerja terhadap
Kinerja Karyawan Pabrik Pengelolahan Kelapa Sawit PT Tani Prima Makmur. Gudang
Jurnal Multidisiplin Ilmu: 28-32.

26
27
28
29
30
31
32
33
34

Anda mungkin juga menyukai