0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Teknik Pengolahan Perikanan Tradisional

Diunggah oleh

elpiboimau7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Teknik Pengolahan Perikanan Tradisional

Diunggah oleh

elpiboimau7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

TEKNIK PENDEDERAN KOMODITAS PAYAU DAN LAUT


BAB 1 : PENGOLAHAN PRODUK HASIL PERIKANAN TRADISIONAL
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul

Komponen Keterangan

Nama Penyusun

Satuan Pendidikan SMK N Kolbano

Tahun Ajaran 2025/2026

Jenjang/Kelas SMK / XI

Mata Pelajaran

Bab/Topik Spesifik Bab 1: Pengolahan produk hasil perikanan


tradisional

Alokasi Waktu 6 Pertemuan (8 Jam Pelajaran @ 45 menit)


B. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Awal Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang dasar-dasar pengolah
hasil perikanan. Beberapa di antaranya mungkin memiliki pengalaman atau pengamatan terbatas
terhadap kegiatan pengolahn hasil perikanan di lingkungan sekitar mereka. Namun, pemahaman
mendalam tentang teknik pengolahan dan alasan di baliknya masih perlu dibangun. Minat
Belajar Peserta didik umumnya memiliki minat kuat pada kegiatan praktis, pemecahan masalah
nyata, dan penggunaan teknologi. Mereka termotivasi oleh potensi wirausaha di bidang
perikanan, seperti prospek keuntungan dan perputaran modal yang cepat. Mereka tertarik pada
kasus-kasus nyata dan tantangan yang relevan dengan pekerjaan masa depan.
Kebutuhan Belajar Peserta didik memerlukan pembelajaran yang menekankan pada praktik
langsung (hands-on activity) dan studi kasus, bukan hanya teori. Mereka membutuhkan koneksi
eksplisit antara materi yang dipelajari dengan dunia kerja, serta bimbingan untuk menguasai
keterampilan teknis dan soft skills (misalnya, berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab).
Profil Peserta Didik

Pengetahuan Awal:
Pengetahuan Awal Peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar tentang dasar-dasar pengolah
hasil perikanan. Beberapa di antaranya mungkin memiliki pengalaman atau pengamatan terbatas
terhadap kegiatan pengolahn hasil perikanan di lingkungan sekitar mereka. Namun, pemahaman
mendalam tentang teknik pengolahan dan alasan di baliknya masih perlu dibangun. Minat
Belajar Peserta didik umumnya memiliki minat kuat pada kegiatan praktis, pemecahan masalah
nyata, dan penggunaan teknologi.
Minat Belajar:

Peserta didik menunjukkan minat yang tinggi pada kegiatan praktis, pemecahan masalah nyata,
dan pemanfaatan teknologi. Mereka termotivasi oleh potensi wirausaha di sektor perikanan,
terutama terkait keuntungan dan perputaran modal yang cepat. Mereka tertarik pada studi kasus
dan tantangan yang relevan dengan prospek karier di masa depan.

Kebutuhan Belajar:

Peserta didik membutuhkan pendekatan pembelajaran yang menekankan praktik langsung


(hands-on activity) dan studi kasus, bukan hanya teori. Mereka memerlukan koneksi eksplisit
antara materi pelajaran dengan dunia kerja, serta bimbingan untuk menguasai keterampilan
teknis dan lunak (soft skills) seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan tanggung jawab.
C. Materi Pelajaran
Materi pembelajaran pada bab ini berfokus pada konsep pengolahan hasil perikanan tradisional,
meliputi:
1. Pengeringan: Proses menghilangkan kadar air dari hasil perikanan dengan cara
menjemurnya di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pengering.
2. Pengasinan: Proses pengawetan hasil perikanan dengan menggunakan garam untuk
mengurangi kadar air dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang merusak.
3. Pengawetan: Berbagai teknik yang digunakan untuk mempertahankan kualitas dan
kesegaran hasil perikanan, termasuk pengeringan, pengasinan, pengasapan, atau
penggunaan bahan pengawet alami seperti gula, garam, atau cuka.
4. Pengasapan: Proses pengawetan hasil perikanan dengan mengasapi dengan asap dari
bahan organik, biasanya dengan menggunakan tungku tradisional atau alat pengasapan
khusus.
5. Penyimpanan: Penyimpanan hasil perikanan dalam kondisi yang tepat untuk menjaga
kualitas dan kesegaran, seperti suhu rendah atau kelembaban yang sesuai.
6. Fermentasi: Proses penguraian bahan oleh mikroorganisme yang menghasilkan senyawa-
senyawa baru, seperti asam laktat atau alkohol, yang dapat berkontribusi pada rasa, aroma,
dan konservasi hasil perikanan.

D. Dimensi Profil Lulusan


Dimensi Elemen yang Keterkaitan dengan Materi
Dikembangkan
Kreativitas Menghasilkan gagasan yang Peserta didik akan
beragam dan orisinal. menerapkan prinsip-prinsip
penanganan dan pengolahan
hasil perikanan dengan baik
dan merumuskan ide-ide
inovatif untuk mengatasi
potensi masalah lingkungan

Penalaran Kritis Menganalisis dan Peserta didik akan


mengevaluasi penalaran. membandingkan berbagai
teknik pengolahan hasil
mengidentifikasi kelebihan
dan kekurangannya, serta
mengevaluasi dampak
lingkungan dari penggunaan
alat dan bahan yang berbeda.

Kolaborasi Kerja sama. Peserta didik akan bekerja


sama dalam kelompok untuk
merancang model pengolahan
melakukan studi kasus, saling
berbagi ide, dan memecahkan
masalah.

Kemandirian Pemahaman diri dan situasi Peserta didik akan secara


yang dihadapi. proaktif mengidentifikasi
pengetahuan awal mereka,
menetapkan tujuan belajar
pribadi, dan mencari solusi
untuk tantangan teknis dalam
praktik pengolahan

E. Desain Pembelajaran
Rencana ini berfokus pada pengembangan pemahaman dan keterampilan peserta didik dalam
pengolahan hasil perikanan tradisional dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan
relevansi dengan dunia kerja.
1. Capaian Pembelajaran (CP) Utama

● CP Fase F (Kejuruan Agribisnis Perikanan): pada akhir fase F, peserta didik mampu
memproduksi olahan hasil perikanan secara tradisional melalui teknik penggaraman/
pengeringan/pemindangan/pengasapan/ fermentasi hasil perikanan. Peserta didik mampu
melakukan pengemasan produk hasil perikanan tradisional dan mengembangkan produk
olahan hasil perikanan secara tradisional menggunakan metode konvensional dan/atau
alat modern.

2. Keterkaitan Lintas Disiplin Ilmu

● Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Analisis kualitas air (pH, suhu, oksigen), siklus hidup
organisme akuatik, dan interaksi ekosistem.
● Teknik Kimia Industri: Pemahaman komposisi dan dampak bahan kimia terhadap
lingkungan.
● Sosiologi: Analisis dampak sosial dan ekonomi budidaya perikanan pada masyarakat
pesisir.

3. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

● Menjelaskan konsep dan tahapan pendederan komoditas payau dan laut.


● Menentukan kriteria alat dan bahan pendederan yang ramah lingkungan.
● Menganalisis hubungan antara teknik pendederan dengan keberlanjutan lingkungan.
● Merancang dan mempresentasikan model wadah pendederan yang berprinsip ramah
lingkungan.

4. Praktik Pedagogis (Pendekatan Pembelajaran Mendalam)

● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Memulai dengan refleksi tentang


pentingnya profesi perikanan yang bertanggung jawab. Guru akan mendorong pertanyaan
seperti: "Mengapa kita harus mempertahankan kesegaran ikan?" dan "Bagaimana
tindakan kita hari ini memengaruhi masa depan sumber daya perikanan?".
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Menggunakan studi kasus dari
industri perikanan lokal untuk menggambarkan dampak positif dan negatif. Peserta didik
akan menghubungkan konsep aklimatisasi dengan adaptasi diri dalam dunia kerja.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Menerapkan aktivitas problem-
based learning dalam kelompok untuk merancang model wadah pendederan paling
ramah lingkungan. Pembelajaran juga dapat dilakukan di luar kelas (observasi) atau
melalui video dokumenter interaktif.

5. Lingkungan Pembelajaran

● Kelas
● Laboratorium perikanan (untuk simulasi pengujian mutu ikan)
● Lingkungan sekitar sekolah (observasi media pengolahan)

6. Pemanfaatan Digital dan AI

● Menggunakan video tutorial atau simulasi virtual untuk teknik pengolahan .


● Menggunakan alat digital untuk mencari data parameter kualitas ikan.

PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)


PERTEMUAN 1:PENGAWETAN IKAN (4 JP)

Kegiatan Awal (10 menit)


● Guru memulai pembelajaran dengan menyapa, berdoa, dan memeriksa kehadiran.
● Pembelajaran Berkesadaran: Guru menampilkan gambar dan bertanya, "Menurut kalian,
apa yang sedang terjadi pada gambar ini? Mengapa tahap ini penting?". Jawaban peserta
didik dikaitkan dengan konsep awal pendederan.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas hari ini.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan persyarat lokasi pendederan dan tahapan-tahapannya menggunakan
media presentasi yang ringkas dan visual.
● Guru memperkenalkan beragam hasil olahan ikan yang umum ditemui di lingkungan,
dilengkapi tabel ukuran dan karakteristik.
● Tugas Kelompok (Problem-based learning): Peserta didik dibagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok diberi skenario:
● Setiap kelompok berdiskusi dan mencatat langkah-langkahnya, kemudian
mempresentasikannya di depan kelas. Guru memberikan umpan balik dan menguatkan
konsep yang benar.
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari.
● Refleksi: Guru memberikan pertanyaan reflektif, "Sebutkan satu hal baru yang kalian
pelajari hari ini tentang pengawetan ikan. Apa tantangan terbesar yang mungkin dihadapi
saat melakukan tahap ini?".

PERTEMUAN 2: PENGGARAMAN (2 JP)


Kegiatan Awal (10 menit)
● Guru membuka pelajaran dan meninjau kembali materi sebelumnya melalui sesi tanya
jawab singkat.
● Pembelajaran Bermakna: Guru menampilkan video singkat tentang proses aklimatisasi
benih ikan di tambak . Guru bertanya, "Apa yang kalian amati dari video ini? Mengapa
proses ini dilakukan secara perlahan-lahan?".
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami teknik penggaraman yang
benar dan fungsinya.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan secara detail prosedur penggaram pada ikan .Guru menekankan
perbedaan dan keunggulan masing-masing.
● Guru mendemonstrasikan metode dan prinsip-prinsip penggaraman secara visual (melalui
media gambar atau video animasi) dan menjelaskan alasan di baliknya
● Tugas Individu (Penalaran Kritis): Peserta didik mengerjakan lembar kerja berisi studi
kasus: "Jika Anda memiliki 10 ekor, metode mana yang akan anda gunakan untuk
penggaraman? Berikan alasan berdasarkan materi yang sudah dipelajari."
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru memberikan penguatan tentang pentingnya teknik penggaraman yang tepat
● Refleksi: Peserta didik diminta untuk menuliskan di buku mereka, "Menurutmu, apa
dampak terbesar yang terjadi jika proses penggaraman tidak dilakukan dengan benar?".

PERTEMUAN 3: PENGERINGAN(4 JP)

Kegiatan Awal (10 menit)


● Guru memulai pelajaran dengan salam dan meninjau kembali materi pertemuan
sebelumnya.
● Pembelajaran Berkesadaran: Guru menampilkan gambar-gambar alat dan bahan
pendederan (pompa, aerator, pakan, pupuk) dan bertanya, "Bagaimana penggunaan alat dan
bahan ini dapat memengaruhi kualitas air di sekitar tambak kita?". Jawaban peserta didik
diarahkan pada isu pencemaran.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi alat dan bahan serta
persyaratan ramah lingkungan.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan jenis-jenis alat dan bahan pendederan yang esensial, lengkap dengan
fungsinya.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang konsep ramah lingkungan dalam konteks budi daya
perikanan. Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi
mencemari lingkungan.
● Tugas Kelompok (Kolaborasi & Kreativitas): Masing-masing kelompok diminta untuk
merancang sebuah "Checklist Alat dan Bahan Ramah Lingkungan" yang bisa digunakan
oleh para pembudi daya ikan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atas partisipasinya.
● Refleksi: Peserta didik merenungkan, "Sebagai generasi muda, apa satu komitmen kecil
yang bisa saya ambil untuk menjaga lingkungan budi daya perikanan tetap bersih?".

PERTEMUAN 4: PEMINDANGAN(4 JP)

Kegiatan Awal (10 menit)


● Guru memulai pelajaran dengan salam dan meninjau kembali materi pertemuan
sebelumnya.
● Pembelajaran Berkesadaran: Guru menampilkan gambar-gambar alat dan bahan
pendederan (pompa, aerator, pakan, pupuk) dan bertanya, "Bagaimana penggunaan alat dan
bahan ini dapat memengaruhi kualitas air di sekitar tambak kita?". Jawaban peserta didik
diarahkan pada isu pencemaran.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi alat dan bahan serta
persyaratan ramah lingkungan.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan jenis-jenis alat dan bahan pendederan yang esensial, lengkap dengan
fungsinya.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang konsep ramah lingkungan dalam konteks budi daya
perikanan. Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi
mencemari lingkungan.
● Tugas Kelompok (Kolaborasi & Kreativitas): Masing-masing kelompok diminta untuk
merancang sebuah "Checklist Alat dan Bahan Ramah Lingkungan" yang bisa digunakan
oleh para pembudi daya ikan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atas partisipasinya.
● Refleksi: Peserta didik merenungkan, "Sebagai generasi muda, apa satu komitmen kecil
yang bisa saya ambil untuk menjaga lingkungan budi daya perikanan tetap bersih?".

PERTEMUAN 5: PENGASAPAN(4 JP)

Kegiatan Awal (10 menit)


● Guru memulai pelajaran dengan salam dan meninjau kembali materi pertemuan
sebelumnya.
● Pembelajaran Berkesadaran: Guru menampilkan gambar-gambar alat dan bahan
pendederan (pompa, aerator, pakan, pupuk) dan bertanya, "Bagaimana penggunaan alat dan
bahan ini dapat memengaruhi kualitas air di sekitar tambak kita?". Jawaban peserta didik
diarahkan pada isu pencemaran.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi alat dan bahan serta
persyaratan ramah lingkungan.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan jenis-jenis alat dan bahan pendederan yang esensial, lengkap dengan
fungsinya.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang konsep ramah lingkungan dalam konteks budi daya
perikanan. Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi
mencemari lingkungan.
● Tugas Kelompok (Kolaborasi & Kreativitas): Masing-masing kelompok diminta untuk
merancang sebuah "Checklist Alat dan Bahan Ramah Lingkungan" yang bisa digunakan
oleh para pembudi daya ikan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atas partisipasinya.
● Refleksi: Peserta didik merenungkan, "Sebagai generasi muda, apa satu komitmen kecil
yang bisa saya ambil untuk menjaga lingkungan budi daya perikanan tetap bersih?".

PERTEMUAN 6: FERMENTASI HASIL PERIKANAN(4 JP)

Kegiatan Awal (10 menit)


● Guru memulai pelajaran dengan salam dan meninjau kembali materi pertemuan
sebelumnya.
● Pembelajaran Berkesadaran: Guru menampilkan gambar-gambar alat dan bahan
pendederan (pompa, aerator, pakan, pupuk) dan bertanya, "Bagaimana penggunaan alat dan
bahan ini dapat memengaruhi kualitas air di sekitar tambak kita?". Jawaban peserta didik
diarahkan pada isu pencemaran.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi alat dan bahan serta
persyaratan ramah lingkungan.
Kegiatan Inti (70 menit)
● Guru menjelaskan jenis-jenis alat dan bahan pendederan yang esensial, lengkap dengan
fungsinya.
● Guru memfasilitasi diskusi tentang konsep ramah lingkungan dalam konteks budi daya
perikanan. Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang berpotensi
mencemari lingkungan.
● Tugas Kelompok (Kolaborasi & Kreativitas): Masing-masing kelompok diminta untuk
merancang sebuah "Checklist Alat dan Bahan Ramah Lingkungan" yang bisa digunakan
oleh para pembudi daya ikan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
● Guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok atas partisipasinya.
● Refleksi: Peserta didik merenungkan, "Sebagai generasi muda, apa satu komitmen kecil
yang bisa saya ambil untuk menjaga lingkungan budi daya perikanan tetap bersih?".

ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal Bab)
● Teknik: Tanya jawab lisan.
● Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep dasar budi daya
perikanan, terutama istilah-istilah seperti "pendederan", "benih", dan "tambak".
● Contoh Pertanyaan: "Apa yang kalian ketahui tentang pendederan ikan?" atau "Sebutkan
beberapa jenis ikan/udang yang biasa dibudidayakan di perairan payau!".
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
● Teknik: Observasi dan Penilaian Kinerja.
● Tujuan: Menilai pemahaman dan keterampilan peserta didik selama kegiatan inti, terutama
dalam diskusi kelompok dan perancangan proyek.
● Instrumen: Rubrik penilaian untuk mengukur keaktifan, kreativitas, dan kolaborasi dalam
merancang model wadah pendederan.
Asesmen Sumatif (Akhir Bab)
● Teknik: Tes Tulis (Uraian Singkat) dan Penilaian Proyek.
● Tujuan: Mengukur penguasaan konsep peserta didik terhadap materi Bab 1 dan
kemampuan mereka dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut.
● Contoh Pertanyaan:
1. Jelaskan perbedaan mendasar antara pendederan di kolam tanah dan keramba jaring
apung!
2. Mengapa proses aklimatisasi benih sangat penting dalam kegiatan pendederan?
3. Sebutkan dan jelaskan dua contoh alat pendederan yang ramah lingkungan!
4. Proyek: Rancanglah model wadah pendederan yang paling efisien dan ramah
lingkungan untuk komoditas bandeng di daerah pesisir. Jelaskan setiap komponen
desainnya!
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
● Pengayaan: Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, diberikan
tantangan untuk membuat "Analisis lokasi pendederan yang sesuai di daerah tempat tinggal"
untuk kegiatan pendederan di daerah mereka, dengan menghitung estimasi modal dan
potensi keuntungan berdasarkan studi kasus yang diberikan.
● Remedial: Bagi peserta didik yang membutuhkan bimbingan tambahan, guru akan
menyediakan waktu khusus untuk sesi pengulangan materi dengan metode yang lebih visual
dan sederhana (misalnya, membuat mind map atau diagram alur proses pendederan).

RUBRIK PENILAIAN

Kriteria Skor 1 Skor 2 (Cukup) Skor 3 (Baik) Skor 4 (Sangat


(Kurang) Baik)

Konsep Desain Konsep tidak Konsep desain Konsep desain Konsep desain
jelas dan tidak cukup jelas, jelas, relevan, sangat jelas,
mencerminkan namun belum namun detail inovatif, dan
prinsip ramah sepenuhnya penerapannya terintegrasi
lingkungan. selaras dengan masih kurang. penuh dengan
prinsip ramah prinsip ramah
lingkungan. lingkungan.

Penerapan Tidak ada Prinsip dasar Prinsip Prinsip


Prinsip penerapan pendederan pendederan dan pendederan dan
prinsip sudah aklimatisasi aklimatisasi
pendederan yang diterapkan, sudah diterapkan diterapkan
tepat. namun masih dengan benar. secara sangat
terdapat akurat, detail,
beberapa dan efektif.
kesalahan
konsep.

Kreativitas & Ide desain tidak Ide desain Ide desain Ide desain sangat
Inovasi orisinal dan kurang orisinal, orisinal dan orisinal, inovatif,
kurang cenderung mengandung dan memberikan
menunjukkan meniru contoh elemen inovasi. solusi kreatif
kreativitas. yang sudah ada. terhadap
permasalahan.

Penyajian & Presentasi tidak Presentasi cukup Presentasi Presentasi sangat


Komunikasi terstruktur dan terstruktur, terstruktur terstruktur,
sulit dipahami. namun dengan komunikasi
komunikasi komunikasi yang sangat jelas,
kurang efektif. jelas dan mudah persuasif, dan
dipahami. didukung oleh
data.

LAMPIRAN
A. Glosarium
● Pendederan: Tahapan dalam budi daya perikanan untuk membesarkan benih ikan atau
udang yang berukuran relatif masih kecil sampai ukuran siap tebar di kolam pembesaran.
● Lokasi pendederan: Ikan atau udang yang masih dalam tahap pertumbuhan awal dengan
ukuran kecil yang siap untuk ditebar.
● Aklimatisasi: Proses penyesuaian benih dengan kondisi lingkungan baru (suhu, pH,
salinitas) secara perlahan agar tidak mengalami stres.
● Keramba Jaring Apung (KJA): Wadah budi daya ikan yang terbuat dari jaring dan
diletakkan di perairan alami seperti laut atau danau.
● Ramah Lingkungan: Praktik budi daya yang tidak mencemari atau merusak lingkungan
perairan sekitarnya.
B. Bahan Bacaan Rinci
● Untuk Pendidik:
○ Kordi, M.G.H. (2010). Pintar Budi Daya Ikan di Tambak Secara Intensif (Bandeng,
Beronang, Kakap, Kerapu, Nila). Yogyakarta: Andi.
○ Ahmad, T., et al. (2007). Budi Daya Bandeng Secara Intensif. Depok: Penebar
Swadaya.
● Untuk Peserta Didik/Orang Tua:
○ Artikel dan video tutorial online tentang teknik pendederan ikan yang ramah
lingkungan.
○ Video dokumenter tentang dampak pencemaran air pada budi daya perikanan.
REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK
Refleksi Peserta Didik:
● Apa hal yang paling menantang dalam merancang model pendederan ini?
● Bagaimana saya bisa menerapkan prinsip ramah lingkungan ini dalam kehidupan sehari-hari
di luar sekolah?
● Apa yang saya pahami sekarang tentang peran saya sebagai calon tenaga profesional di
bidang perikanan?
Refleksi Pendidik:
● Apakah metode pembelajaran yang saya gunakan berhasil mendorong partisipasi aktif dan
pemikiran kritis peserta didik?
● Sejauh mana peserta didik berhasil mengaitkan konsep teoretis dengan praktik nyata di
lapangan?
● Aspek mana dari materi ini yang masih sulit dipahami oleh sebagian besar peserta didik,
dan bagaimana saya bisa memperbaikinya di masa depan?

Anda mungkin juga menyukai