Kebijakan Pelayanan PDAM Banggai
Kebijakan Pelayanan PDAM Banggai
Abstract
This study aims to determine how the implementation of policies on local water companies
Banggai. The research method is a descritive study with a qualitative approach, in which data and
information collected using a Likert scale and interviews with selected informants. Theory used in
this research is theory of George C. Edwars III to see aspect of communication in which policies
are implemented properly, the clues not only understood but also be clear. Aspect of human
resources and infrasructure resources adequate. Aspect tendency(disposition), which received the
support of the implementation is the policy. Aspect bureaucratic structure which is one of the body
as whole is implementing the policy. Research shows that: Still less intensive communication
carried on the difference in views between leaders and employes of PDAM, which could an
obstacle in implementation of policies in the services of PDAM. Available resources both facilities
and infrastucture, and the resources have not been adequate apparatus to support the
implementation of services policies in the taps. Disposition or attitude implementor inconsistent in
sanctions for customers. Bureaucratic structure not be optimal, it is ironically standard operating
procedures (SOP) yet.
Keywords: Services policy implementation, communication, resources, disposition, bureaucrate
structure.
36
37 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten penelitian yang dirancang untuk memperoleh
Banggai sebagai pedoman dalam pelaksanaan informasi tentang status suatu gejala saat
pekerjaan dan kinerja Perusahaan Daerah Air penelitian dilakukan.
Minum Kabupaten Banggai. Untuk dapat memberikan pemahaman
Pertimbangan dikeluarkannya yang tepat dari variabel dalam penelitian ini,
kebijakan Bupati Banggai No.6 Tahun 2005 maka perlu dirumuskan dan dijelaskan
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja beberapa pengertian dan istilah serta konsep,
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten agar dapat memperoleh batasan-batasan yang
Banggai adalah tindak lanjut dari Peraturan jelas tentang indikator dari penelitian ini.
Daerah Kabupaten Banggai No. 3 Tahun - Komunikasi adalah hubungan dua orang
2005 tentang Perusahaan Daerah Air Minum secara horizontal dan hubungan struktural
Kabupaten Banggai sebagai Perubahan antara atasan dengan bawahan dalam
Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten sebuah organisasi baik pemerintah maupun
Banggai No. 9 Tahun 1992. swasta.
Sesuai observasi awal menunjukkan - Sumber daya adalah pegawai negeri atau
bahwa kebijakan Bupati No. 6 Tahun 2005 faktor manusia yang melaksanakan
tersebut di atas masih belum dilaksanakan kebijakan.
secara optimal. Permasalahan yang sering - Disposisi adalah pelimpahan kewenangan
terjadi dalam implementasi kebijakan Bupati tugas dan atasan ke bawahan dalam
Banggai No. 6 Tahun 2005 tersebut antara menjalankan tugas sebagaimana dalam
lain adalah tidak membandingkan kualifikasi struktur birokrasi.
yang dimiliki pegawai dengan kebutuhan dan - Struktur birokrasi adalah mekanisme
persyaratan dari suatu jabatan tertentu. hierarki dalam sebuah organisasi
Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi secara pemerintahan dan memiliki pembagian
vertikal dan horizontal belum optimal. tugas kewenangan dalam menjalankan
Kurangnya sarana dan prasarana serta kebijakan.
insentif yang relatif masih rendah. Pengambilan dan pengumpulan data
Peneliti lebih memilih meneliti menggunakan skala Likert dengan observasi
mengenai implementasi kebijakan Pelayanan dan wawancara.
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Adapun informan yang menjadi sumber
Banggai. informasi adalah : pembuat kebijakan 1
Berdasarkan latar belakang di atas, orang, direktur 1 orang, bagian 1 orang, sub
dapat dirumuskan pokok permasalahan dalam bagian 1 orang dan masyarakat penerima
penelitian ini yaitu bagaimana implementasi layanan 3 orang jumlah 7 orang.
kebijakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Pendekatan yang digunakan dalam
Minum Kabupaten Banggai. penelitian ini adalah penelitian deskriptif
untuk menganalisis implementasi kebijakan
METODE pelayanan pada PDAM Kabupaten Banggai.
Data diperoleh di lapangan berupa data
Jenis penelitian ini adalah penelitian
primer maupun sekunder akan disusun dan
deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yakni
disajikan dalam bentuk narasi setelah
mendeskripsikan dan menyajikan basil
dilakukan analisis deskriptif kualitatif, dan
penelitian secara keseluruhan dan lengkap
untuk mengetahui prosentase, harapan dan
sesuai hasil penelitian. Penelitian deskriptif
kenyataan hasil penelitian yang telah
merupakan penelitian yang berusaha
dilakukan.
mendeskripsikan dan menginterpretasikan
Adapun analisis data yang dilakukan
sesuatu. Menurut Furchan dalam Budiman
adalah analisis sebelum di lapangan dan
(2011:90) bahwa penelitian deskriptif adalah
39 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019
16. Bualemo - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - -
18. Lamala 598 19 25 13 - - 655
19. Masama - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - -
21. Balantak 515 26 19 6 - - 566
22. Balantak Selatan - - - - - - -
23. Balantak Utara - - - - - - -
Jumlah 13.552 308 303 930 366 8 15.467
Tahun 2014 13.552 308 303 930 366 8 15.467
Tahun 2013 13.490 315 316 1.116 39 6 15.282
Tahun 2012 13.446 314 312 881 17 7 14.977
2. Perkembangan banyaknya air minum yang dijual
Tabel berikut ini memperlihatkan perkembangan air minum yang dijual menurut kecamatan
di Kabupaten Banggai periode 2012 sampai dengan 2014.
Tabel 2. Banyaknya Air Yang Dijual Menurut Kecamatan di Kabupaten Banggai
Rumah Instansi
No. Kecamatan Sosial Niaga Industri Pelabuhan Jumlah
Tangga Pemerintah
1. Toili 122.725 14.548 12.811 25.431 1.805 - 177.320
2. Toili Barat - - - - - - -
3. Moilong - - - - - - -
4. Batui 24.339 4.085 581 2.086 - - 31.091
5. Batui Selatan - - - - - - -
6. Bunta 24.549 1.997 1.032 1.922 - - 29.500
7. Nuhan - - - - - - -
8. Simpang Raya - - - - - - -
9. Kintom 132.360 10.411 5.667 180 - - 148.618
10. Luwuk 2.009.388 29.834 143.268 314.664 18.199 11.120 2.526.473
11. Luwuk Timur - - - - - - -
12. Luwuk Utara 555.075 11.417 48.417 26.777 29.081 - 670.767
13. Luwuk Selatan 417.335 9.462 6.172 139.658 - - 572.627
14. Nambo - - - - - - -
15. Pagimana 184.324 17.872 16.549 24.739 - 3.858 247.342
16. Bualemo - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - -
18. Lamala 118.972 5.000 2.678 3.806 - - 130.456
19. Masama - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - -
Tabel 3. Produksi dan Distribusi Air Minum Menurut Kecamatan di Kabupaten Banggai
Tdk dapat
Yang Nilai Banyaknya Persentase
Yang Dipertang
Produksi Didistribusi yang yang yang Lain-
No. Kecamatan dijual gung
(m3) kan dijual hilang hilang lain
(m3) jawabkan
(m3) (m3) (m3) (%)
(m3)
1. Toili 362.404 357.706 177.320 220.132.300 185.084 104,40 - -
2. Toili Barat - - - - - - - -
3. Moilong - - - - - - - -
4. Batui 41.623 41.623 31.091 23.837.100 10.532 33,88 - -
5. Batui Selatan - - - - - - - -
6. Bunta 37.124 34.862 29.500 25.007.500 7.624 25,84 - -
7. Nuhan - - - - - - - -
8. Simpang Raya - - - - - - - -
9. Kintom 157.680 157.680 148.618 110.746.300 9.062 6,10 - -
10. Luwuk 5.308.410 5.304.900 3.763.867 [Link] 1.544.543 41,04 - -
11. Luwuk Timur - - - - - - - -
12. Luwuk Utara - - - - - - - -
13. Luwuk Selatan - - - - - - - -
14. Nambo - - - - - - - -
15. Pagimana 264.631 264.631 247.342 248.801.100 17.289 6,99 - -
16. Bualemo - - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - - -
18. Lamala 144.945 144.657 130.456 107.013.400 14.489 11,11 - -
19. Masama - - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - - -
21. Balantak 145.714 145.714 118.277 103.564.600 27.437 23,20 - -
22. Balantak Selatan - - - - - - - -
23. Balantak Utara - - - - - - - -
Jumlah 6.462.531 6.451.773 4.646.471 [Link] 1.816.060 31,57 - -
Tahun 2013 6.462.531 6.451.773 4.646.471 [Link] 1.816.060 31,57 - -
Tahun 2012 6.394.145 6.383.521 4.585.894 [Link] 1.797.628 28,17 - -
Tahun 2011 6.129.926 6.109.402 4.466.535 [Link] 1.642.939 26,89 - -
Dari tabel diatas terlihat bahwa air yang Komunikasi yang diartikan sebagai
diproduksi dan yang didistribusikan untuk proses penyampaian informasi komunikator
dijual ternyata masih ada yang hilang. Air kepada komunikan, maka petunjuk-petunjuk
yang hilang atau tidak dapat pelaksanaan tidak hanya dipahami, tetapi
dipertanggungjawabkan adalah disebabkan juga petunjuk itu harus jelas.
oleh kurangnya kemampuan pegawai PDAM Sumber daya, pelayanan publik lamban
dan juga masih kurangnya sarana dan dan cenderung tidak efisien penyebabnya
prasarana pendukung. bukan terletak pada kurangnya jumlah staf,
Jika melihat kondisi pelayanan yang tetapi lebih pada kurangnya kualitas
dilakukan PDAM Kabupaten Banggai yang sumberdaya manusia dan rendahnya motivasi
seluruhnya dilakukan secara paripurna, para pegawai. Disposisi, disposisi akan
namun dalam pelaksanaannya belum dengan kuat mempengaruhi bagaimana
memberikan pelayanan optimal. Hal penting implementor menggunakan kewenangan
dalam mengimplementasikan kebijakan yang bebas deskripsinya.
dikemukakan oleh Edwards III (1984:9-10) Struktur birokrasi yang dimaksudkan
adalah: adalah pembagian tugas, koordinasi, struktur
organisasi, pengawasan dan Standar
Rahman Yada, Implementasi Kebijakan Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum…………………………………42
Operasional Pelayanan (SOP). SOP menjadi yang masih perlu diikutkan dalam
pedoman bagi setiap implementor dalam pelatihan-pelatihan, sarana dan prasarana
bertindak. perlu diadakan.
3. Perlu meninjau kembali Peraturan Bupati
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Banggai Nomor 6 Tahun 2005 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kesimpulan PDAM Kabupaten Banggai dan adanya
Berdasarkan hasil penelitian dan Standart Operating Procedure (SOP).
pembahasan, maka peneliti mengambil 4. Perlu menyiapkan anggaran untuk
kesimpulan sebagai berikut : memberikan kesempatan kepada pegawai
1. Komunikasi masih kurang intensif PDAM diikutsertakan dalam diklat-diklat,
dilaksanakan, adanya perbedaan kursus, pelatihan-pelatihan administrasi
pandangan antara pimpinan dan pegawai dan teknis, dalam rangka peningkatan
PDAM, sehingga bisa menjadi SDM, sehingga dapat melahirkan para
penghambat dalam implementasi petugas yang lebih profesional di
kebijakan pelayanan di PDAM Kabupaten bidangnya.
Banggai.
2. Sumber daya di PDAM Kabupaten UCAPAN TERIMA KASIH
Banggai yang tersedia, baik sarana dan Penulis sepenuhnya menyadari bahwa
prasarana pendukung, sumber daya pelaksanaan penelitian ini, mulai dari proses
anggaran, maupun sumber daya aparatur awal hingga selesai banyak memperoleh
belum memadai untuk mendukung bimbingan dan arahan yang konstruktif dari
implementasi kebijakan pelayanan di berbagai pihak terutama kepada Ketua Tim
Kabupaten Banggai. Penguji Dr. Daswati, [Link] dan Anggota Tim
3. Disposisi atau sikap implementor dalam Pembimbing Dr. H. Irwan Waris, [Link]
hal ini pegawai PDAM masih jauh dari semoga penelitian ini dapat menjadi
apa yang diharapkan, karena tidak sumbangan yang bermanfaat dan mendorong
konsistennya PDAM Kabupaten Banggai lahirnya karya ilmiah yang lebih baik di
dalam pemberian sanksi bagi pelanggan kemudian hari.
yang menunggak rekening air.
4. Struktur birokrasi pada PDAM Kabupaten
DAFTAR RUJUKAN
Banggai belum berjalan optimal, hal ini
ironisnya Standard Operating Procedures Abdulwahab, S., 2008. Analisis
(SOP) belum ada. Kebijaksanaan dan Formulasi ke
Implementasi Kebijakan Negara. Bumi
Rekomendasi Aksara, Jakarta, Arikunto.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka Agustina, Leo. 2006. Dasar-Dasar Kebijakan
peneliti mengajukan beberapa rekomendasi Publik. Bandung: CV. Alfabeta.
yaitu: Arikunto. Suharsimi. 2002. Metode
1. Perlu membina dan menjalin hubungan Penelitian. PT. Rineka Tjipta, Jakarta.
yang harmonis antara pimpinan dan Badan Pusat Statistik, 2014. Kabupaten
pegawai secara keseluruhan termasuk unit Banggai dalam angka Kerjasama
pelayanan PDAM di kecamatan. dengan Badan Perencanaan
2. Sumber daya di PDAM Kabupaten Pembangunan Daerah Kabupaten
Banggai masih perlu ditingkatkan dalam Banggai.
mendukung implementasi kebijakan Dun. Willian. N. 1992. Analisa Kebijakan
pelayanan seperti sumber daya manusia Publik. PT. Hanindita, Yogyakarta.
43 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019