0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Kebijakan Pelayanan PDAM Banggai

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi kebijakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banggai dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi yang kurang intensif, sumber daya yang tidak memadai, dan struktur birokrasi yang tidak optimal menghambat efektivitas kebijakan tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan dalam aspek komunikasi, sumber daya manusia, dan prosedur birokrasi untuk meningkatkan pelayanan air minum di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Juju Juningsih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Kebijakan Pelayanan PDAM Banggai

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi kebijakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banggai dengan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi yang kurang intensif, sumber daya yang tidak memadai, dan struktur birokrasi yang tidak optimal menghambat efektivitas kebijakan tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan dalam aspek komunikasi, sumber daya manusia, dan prosedur birokrasi untuk meningkatkan pelayanan air minum di daerah tersebut.

Diunggah oleh

Juju Juningsih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN PERUSAHAAN

DAERAH AIR MINUM KABUPATEN BANGGAI


Rahman Yada
Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Tadulako

Abstract
This study aims to determine how the implementation of policies on local water companies
Banggai. The research method is a descritive study with a qualitative approach, in which data and
information collected using a Likert scale and interviews with selected informants. Theory used in
this research is theory of George C. Edwars III to see aspect of communication in which policies
are implemented properly, the clues not only understood but also be clear. Aspect of human
resources and infrasructure resources adequate. Aspect tendency(disposition), which received the
support of the implementation is the policy. Aspect bureaucratic structure which is one of the body
as whole is implementing the policy. Research shows that: Still less intensive communication
carried on the difference in views between leaders and employes of PDAM, which could an
obstacle in implementation of policies in the services of PDAM. Available resources both facilities
and infrastucture, and the resources have not been adequate apparatus to support the
implementation of services policies in the taps. Disposition or attitude implementor inconsistent in
sanctions for customers. Bureaucratic structure not be optimal, it is ironically standard operating
procedures (SOP) yet.
Keywords: Services policy implementation, communication, resources, disposition, bureaucrate
structure.

Pemerintah daerah diberikan pengaturan sumber daya nasional yang


keleluasaan dalam pengambilan kebijakan memberikan kesempatan bagi peningkatan
untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. demokrasi dan kinerja daerah untuk
Dalam upaya meningkatkan serta mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat
penyelenggaraan otonomi daerah sesuai menuju masyarakat madani yang bebas
dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 korupsi, kolusi dan nepotisme.
tentang Pemerintahan Daerah yang Penyelenggaraan pemerintahan daerah
merupakan landasan hukum pelaksanaan sebagai sub sistem pemerintahan negara
otonomi daerah yang nyata dan bertanggung dimaksudkan untuk meningkatkan daya guna
jawab, maka sesungguhnya daerah telah dan hasil guna penyelenggaraan
diberi kewenangan yang sangat luas untuk pemerintahan dan pelayanan masyarakat,
dapat mengatur dan mengurus rumah sebagai daerah otonom, daerah mempunyai
tangganya sendiri. kewenangan dan tanggung jawab
Untuk dapat melaksanakan serta menyelenggarakan kepentingan masyarakat
menyelenggarakan pemerintahan daerah berdasarkan prinsip-prinsip keterbukaan,
secara baik, tentu perlu didukung oleh partisipasi masyarakat dan pertanggung
sumber dana yang cukup memadai guna jawaban kepada masyarakat.
dapat membiayai pelaksanaan pembangunan Untuk mendukung penyelenggaraan
di daerah. otonomi daerah diperlukan kewenangan yang
Sebagaimana diketahui bahwa luas, nyata dan bertanggung jawab di daerah
pembangunan nasional adalah bagian integral secara profesional, yang diwujudkan dengan
dari pembangunan daerah yang dilaksanakan pengaturan, pembagian pemanfaatan sumber
berdasarkan prinsip otonomi daerah dan daya nasional yang berkeadilan, serta

36
37 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019

perimbangan keuangan pemerintah pusat dan Pertumbuhan penduduk yang setiap


daerah. tahun meningkat membuat tiap kota di
Dalam Undang-Undang No. 33 Tahun Indonesia terus berpikir dan bekerja keras
2004 tentang Perimbangan Keuangan antara untuk selalu membuat kota mereka lebih baik
Pemerintah Pusat dan Daerah menyatakan dan dapat menjawab setiap tantangan
bahwa sumber-sumber penerimaan keuangan perubahan zaman. Perhatian utama
daerah adalah Pendapatan Asli Daerah yang pemerintah daerah saat ini adalah bagaimana
meliputi Hasil Pajak Daerah, Hasil Retribusi memberi pelayanan yang dapat diartikan
Daerah, Hasil Usaha Perusahaan Daerah dan sebagai pemberi layanan (melayani)
lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. keperluan orang atau masyarakat yang
Dalam rangka menyelenggarakan mempunyai kepentingan terhadap organisasi
pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara
pembangunan pemerintah suatu negara pada yang telah ditetapkan yang hasilnya
hakikatnya mengemban tiga fungsi utama memuaskan para penerima layanan yaitu
yakni. masyarakat kota itu sendiri dengan kata lain
- Fungsi alokasi yang meliputi antara lain, bagaimana menciptakan pelayanan yang adil
sumber-sumber ekonomi dalam bentuk dan demokratis (Tjandra, 2005:1-2).
barang dan jasa pelayanan masyarakat. Langkah-langkah pemerintah dalam
- Fungsi distribusi yang meliputi antara lain, penyediaan air di antaranya penyediaan
pendapatan dan kekayaan masyarakat, layanan air minum melalui perusahaan
pemerataan pembangunan. daerah air minum yang efektif dan efisien,
- Fungsi stabilitas yang meliputi antara lain menata manajemen perusahaan yang lebih
pertahanan keamanan, ekonomi dan profesional dan akuntabel, serta
moneter. membangkitkan motivasi kerja bagi para
Fungsi distribusi dan fungsi stabilitas pegawai dengan cara memberikan gaji dan
pada umumnya lebih efektif dilaksanakan insentif yang memadai.
oleh pemerintah pusat, sedangkan fungsi Dalam mengembangkan Perusahaan
alokasi pada umumnya lebih efektif Daerah Air Minum Kabupaten Banggai,
dilaksanakan oleh pemerintah daerah karena menghadapi permasalahan yang segera
daerah pada umumnya lebih mengetahui dicarikan jalan keluar. Masalah yang
kebutuhan serta standar pelayanan dihadapi antara lain :
masyarakat, namun dalam pelaksanaannya 1. Masih adanya tugas-tugas yang belum
perlu diperhatikan kondisi dan situasi yang dapat dilaksanakan pada sub bagian yang
berbeda-beda dari masing-masing wilayah. bersangkutan.
Dengan demikian, pembagian ketiga fungsi 2. Belum menempatkan personil pada job
tersebut sangat penting sebagai landasan jabatan yang masih lowong, sehingga
dalam penentuan dasar-dasar perimbangan pelayanan belum maksimal.
keuangan antara pemerintah pusat dan daerah 3. Masih kurangnya pegawai PDAM
secara jelas dan tegas. Selain itu ketiga fungsi Kabupaten Banggai yang pendidikan,
pemerintah tersebut diharapkan dalam kecakapan dan keahlian yang diperlukan.
penerapannya berlandaskan pada prinsip Perusahaan Daerah Air Minum
equity atau pelayanan tanpa diskriminasi. Kabupaten Banggai dalam meningkatkan
Pelayanan diberikan tanpa memandang kinerja perusahaan dan pegawai dalam
status, pangkat, golongan, dan semua warga pelayanan kepada masyarakat, Bupati
negara mempunyai hak yang sama atas Banggai mengeluarkan kebijakan melalui
pelayanan-pelayanan tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2005
peraturan yang berlaku (Kurniawan, 2005:5). tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Rahman Yada, Implementasi Kebijakan Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum…………………………………38

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten penelitian yang dirancang untuk memperoleh
Banggai sebagai pedoman dalam pelaksanaan informasi tentang status suatu gejala saat
pekerjaan dan kinerja Perusahaan Daerah Air penelitian dilakukan.
Minum Kabupaten Banggai. Untuk dapat memberikan pemahaman
Pertimbangan dikeluarkannya yang tepat dari variabel dalam penelitian ini,
kebijakan Bupati Banggai No.6 Tahun 2005 maka perlu dirumuskan dan dijelaskan
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja beberapa pengertian dan istilah serta konsep,
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten agar dapat memperoleh batasan-batasan yang
Banggai adalah tindak lanjut dari Peraturan jelas tentang indikator dari penelitian ini.
Daerah Kabupaten Banggai No. 3 Tahun - Komunikasi adalah hubungan dua orang
2005 tentang Perusahaan Daerah Air Minum secara horizontal dan hubungan struktural
Kabupaten Banggai sebagai Perubahan antara atasan dengan bawahan dalam
Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten sebuah organisasi baik pemerintah maupun
Banggai No. 9 Tahun 1992. swasta.
Sesuai observasi awal menunjukkan - Sumber daya adalah pegawai negeri atau
bahwa kebijakan Bupati No. 6 Tahun 2005 faktor manusia yang melaksanakan
tersebut di atas masih belum dilaksanakan kebijakan.
secara optimal. Permasalahan yang sering - Disposisi adalah pelimpahan kewenangan
terjadi dalam implementasi kebijakan Bupati tugas dan atasan ke bawahan dalam
Banggai No. 6 Tahun 2005 tersebut antara menjalankan tugas sebagaimana dalam
lain adalah tidak membandingkan kualifikasi struktur birokrasi.
yang dimiliki pegawai dengan kebutuhan dan - Struktur birokrasi adalah mekanisme
persyaratan dari suatu jabatan tertentu. hierarki dalam sebuah organisasi
Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi secara pemerintahan dan memiliki pembagian
vertikal dan horizontal belum optimal. tugas kewenangan dalam menjalankan
Kurangnya sarana dan prasarana serta kebijakan.
insentif yang relatif masih rendah. Pengambilan dan pengumpulan data
Peneliti lebih memilih meneliti menggunakan skala Likert dengan observasi
mengenai implementasi kebijakan Pelayanan dan wawancara.
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Adapun informan yang menjadi sumber
Banggai. informasi adalah : pembuat kebijakan 1
Berdasarkan latar belakang di atas, orang, direktur 1 orang, bagian 1 orang, sub
dapat dirumuskan pokok permasalahan dalam bagian 1 orang dan masyarakat penerima
penelitian ini yaitu bagaimana implementasi layanan 3 orang jumlah 7 orang.
kebijakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Pendekatan yang digunakan dalam
Minum Kabupaten Banggai. penelitian ini adalah penelitian deskriptif
untuk menganalisis implementasi kebijakan
METODE pelayanan pada PDAM Kabupaten Banggai.
Data diperoleh di lapangan berupa data
Jenis penelitian ini adalah penelitian
primer maupun sekunder akan disusun dan
deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yakni
disajikan dalam bentuk narasi setelah
mendeskripsikan dan menyajikan basil
dilakukan analisis deskriptif kualitatif, dan
penelitian secara keseluruhan dan lengkap
untuk mengetahui prosentase, harapan dan
sesuai hasil penelitian. Penelitian deskriptif
kenyataan hasil penelitian yang telah
merupakan penelitian yang berusaha
dilakukan.
mendeskripsikan dan menginterpretasikan
Adapun analisis data yang dilakukan
sesuatu. Menurut Furchan dalam Budiman
adalah analisis sebelum di lapangan dan
(2011:90) bahwa penelitian deskriptif adalah
39 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019

analisis selama di lapangan. Sugiono catatan tertulis di lapangan,


(2012:90) mengemukakan bahwa analisis pengolahannya dilakukan dengan jalan
sebelum di lapangan dilakukan terhadap data memilah - milah kemudian
hasil studi pendahuluan, atau data sekunder mengorganisasikannya berdasarkan
yang akan digunakan untuk menentukan klasifikasi data.
fokus penelitian. Namun demikian fokus 2. Data display (penyajian data) yaitu
penelitian ini masih bersifat sementara, dan sekumpulan informasi yang tersusun
akan berkembang setelah peneliti masuk dan untuk memberikan kemungkinan adanya
selama di lapangan. kesimpulan dan penarikan tindakan ;
Sedangkan analisis data selama di 3. Condusion drenvingl verification
lapangan dilakukan pada saat pengumpulan (penarikan kesimpulan) yaitu hasil akhir
data berlangsung dan setelah selesai diverifikasi selama penelitian berlangsung
pengumpulan data. Analisis data yang berdasarkan pemikiran penganalisis dan
digunakan model, Miles dan Huberman merupakan tinjauan ulang catatan-catatan
(dalam Sugiono, 2012:91) yang di lapangan.
mengemukakan bahwa aktivitas dalam
analisis data kualitatif dilakukan secara HASIL DAN PEMBAHASAN
interaktif dan dilakukan secara terus menerus
1. Perkembangan Pelanggan Air Minum
sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data, Perkembangan pelanggan air minum di
yaitu data reduction, data display, dan Kabupaten Banggai di setiap kecamatan yang
condusion drawing/verification. terdiri dari sambungan rumah, tempat sosial,
1. Data reduction (reduksi data) yaitu proses instansi pemerintah, niaga, industri dan
pemilihan, pemusatan perhatian data, pelabuhan dari tahun 2012 sampai dengan
penyederhanaan, pengabstrakan dan 2014 seperti tampak pada tabel berikut ini:
transformasi data kasar yang muncul dari

Tabel 1. Banyaknya Pelanggan PDAM Menurut Kecamatan di Kabupaten Banggai


Rumah Instansi
No. Kecamatan Sosial Niaga Industri Pelabuhan Jumlah
Tangga Pemerintah
1. Toili 591 60 19 153 5 - 828
2. Toili Barat - - - - - - -
3. Moilong - - - - - - -
4. Batui 366 10 14 13 1 1 405
5. Batui Selatan - - - - - - -
6. Bunta 308 22 13 24 - - 367
7. Nuhan - - - - - - -
8. Simpang Raya - - - - - - -
9. Kintom 698 21 18 1 - - 738
10. Luwuk 5.256 50 144 597 11 3 6.061
11. Luwuk Timur - - - - - - -
12. Luwuk Utara 2.451 40 22 40 17 - 2.570
13. Luwuk Selatan 1.964 21 - 21 331 2 2.339
14. Nambo - - - - - - -
15. Pagimana 805 39 29 62 1 2 938
Rahman Yada, Implementasi Kebijakan Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum…………………………………40

16. Bualemo - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - -
18. Lamala 598 19 25 13 - - 655
19. Masama - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - -
21. Balantak 515 26 19 6 - - 566
22. Balantak Selatan - - - - - - -
23. Balantak Utara - - - - - - -
Jumlah 13.552 308 303 930 366 8 15.467
Tahun 2014 13.552 308 303 930 366 8 15.467
Tahun 2013 13.490 315 316 1.116 39 6 15.282
Tahun 2012 13.446 314 312 881 17 7 14.977
2. Perkembangan banyaknya air minum yang dijual
Tabel berikut ini memperlihatkan perkembangan air minum yang dijual menurut kecamatan
di Kabupaten Banggai periode 2012 sampai dengan 2014.
Tabel 2. Banyaknya Air Yang Dijual Menurut Kecamatan di Kabupaten Banggai
Rumah Instansi
No. Kecamatan Sosial Niaga Industri Pelabuhan Jumlah
Tangga Pemerintah
1. Toili 122.725 14.548 12.811 25.431 1.805 - 177.320
2. Toili Barat - - - - - - -
3. Moilong - - - - - - -
4. Batui 24.339 4.085 581 2.086 - - 31.091
5. Batui Selatan - - - - - - -
6. Bunta 24.549 1.997 1.032 1.922 - - 29.500
7. Nuhan - - - - - - -
8. Simpang Raya - - - - - - -
9. Kintom 132.360 10.411 5.667 180 - - 148.618
10. Luwuk 2.009.388 29.834 143.268 314.664 18.199 11.120 2.526.473
11. Luwuk Timur - - - - - - -
12. Luwuk Utara 555.075 11.417 48.417 26.777 29.081 - 670.767
13. Luwuk Selatan 417.335 9.462 6.172 139.658 - - 572.627
14. Nambo - - - - - - -
15. Pagimana 184.324 17.872 16.549 24.739 - 3.858 247.342
16. Bualemo - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - -
18. Lamala 118.972 5.000 2.678 3.806 - - 130.456
19. Masama - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - -

21. Balantak 100.350 11.750 5.128 1.049 - - 118.277


22. Balantak Selatan - - - - - - -
23. Balantak Utara - - - - - - -
Jumlah 3.689.417 116.376 242.303 540.312 49.085 14.978 4.652.471
Tahun 2014 3.689.417 116.376 242.303 540.312 49.085 14.978 4.652.471
Tahun 2013 3.683.498 118.848 238.058 483.885 56.421 14.634 4.595.344
Tahun 2012 3.570.145 120.088 240.206 459.888 43.275 13.316 4.446.918
3. Perkembangan produksi dan distribusi Tabel berikut ini memperlihatkan
air minum menurut kecamatan di perkembangan produksi, yang didistribusikan
Kabupaten Banggai. dan yang dijual dan nilai harga serta yang
41 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019

hilang periode 2012 sampai dengan 2014 adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Produksi dan Distribusi Air Minum Menurut Kecamatan di Kabupaten Banggai
Tdk dapat
Yang Nilai Banyaknya Persentase
Yang Dipertang
Produksi Didistribusi yang yang yang Lain-
No. Kecamatan dijual gung
(m3) kan dijual hilang hilang lain
(m3) jawabkan
(m3) (m3) (m3) (%)
(m3)
1. Toili 362.404 357.706 177.320 220.132.300 185.084 104,40 - -
2. Toili Barat - - - - - - - -
3. Moilong - - - - - - - -
4. Batui 41.623 41.623 31.091 23.837.100 10.532 33,88 - -
5. Batui Selatan - - - - - - - -
6. Bunta 37.124 34.862 29.500 25.007.500 7.624 25,84 - -
7. Nuhan - - - - - - - -
8. Simpang Raya - - - - - - - -
9. Kintom 157.680 157.680 148.618 110.746.300 9.062 6,10 - -
10. Luwuk 5.308.410 5.304.900 3.763.867 [Link] 1.544.543 41,04 - -
11. Luwuk Timur - - - - - - - -
12. Luwuk Utara - - - - - - - -
13. Luwuk Selatan - - - - - - - -
14. Nambo - - - - - - - -
15. Pagimana 264.631 264.631 247.342 248.801.100 17.289 6,99 - -
16. Bualemo - - - - - - - -
17. Lobu - - - - - - - -
18. Lamala 144.945 144.657 130.456 107.013.400 14.489 11,11 - -
19. Masama - - - - - - - -
20. Mantoh - - - - - - - -
21. Balantak 145.714 145.714 118.277 103.564.600 27.437 23,20 - -
22. Balantak Selatan - - - - - - - -
23. Balantak Utara - - - - - - - -
Jumlah 6.462.531 6.451.773 4.646.471 [Link] 1.816.060 31,57 - -
Tahun 2013 6.462.531 6.451.773 4.646.471 [Link] 1.816.060 31,57 - -
Tahun 2012 6.394.145 6.383.521 4.585.894 [Link] 1.797.628 28,17 - -
Tahun 2011 6.129.926 6.109.402 4.466.535 [Link] 1.642.939 26,89 - -

Dari tabel diatas terlihat bahwa air yang Komunikasi yang diartikan sebagai
diproduksi dan yang didistribusikan untuk proses penyampaian informasi komunikator
dijual ternyata masih ada yang hilang. Air kepada komunikan, maka petunjuk-petunjuk
yang hilang atau tidak dapat pelaksanaan tidak hanya dipahami, tetapi
dipertanggungjawabkan adalah disebabkan juga petunjuk itu harus jelas.
oleh kurangnya kemampuan pegawai PDAM Sumber daya, pelayanan publik lamban
dan juga masih kurangnya sarana dan dan cenderung tidak efisien penyebabnya
prasarana pendukung. bukan terletak pada kurangnya jumlah staf,
Jika melihat kondisi pelayanan yang tetapi lebih pada kurangnya kualitas
dilakukan PDAM Kabupaten Banggai yang sumberdaya manusia dan rendahnya motivasi
seluruhnya dilakukan secara paripurna, para pegawai. Disposisi, disposisi akan
namun dalam pelaksanaannya belum dengan kuat mempengaruhi bagaimana
memberikan pelayanan optimal. Hal penting implementor menggunakan kewenangan
dalam mengimplementasikan kebijakan yang bebas deskripsinya.
dikemukakan oleh Edwards III (1984:9-10) Struktur birokrasi yang dimaksudkan
adalah: adalah pembagian tugas, koordinasi, struktur
organisasi, pengawasan dan Standar
Rahman Yada, Implementasi Kebijakan Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum…………………………………42

Operasional Pelayanan (SOP). SOP menjadi yang masih perlu diikutkan dalam
pedoman bagi setiap implementor dalam pelatihan-pelatihan, sarana dan prasarana
bertindak. perlu diadakan.
3. Perlu meninjau kembali Peraturan Bupati
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Banggai Nomor 6 Tahun 2005 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Kesimpulan PDAM Kabupaten Banggai dan adanya
Berdasarkan hasil penelitian dan Standart Operating Procedure (SOP).
pembahasan, maka peneliti mengambil 4. Perlu menyiapkan anggaran untuk
kesimpulan sebagai berikut : memberikan kesempatan kepada pegawai
1. Komunikasi masih kurang intensif PDAM diikutsertakan dalam diklat-diklat,
dilaksanakan, adanya perbedaan kursus, pelatihan-pelatihan administrasi
pandangan antara pimpinan dan pegawai dan teknis, dalam rangka peningkatan
PDAM, sehingga bisa menjadi SDM, sehingga dapat melahirkan para
penghambat dalam implementasi petugas yang lebih profesional di
kebijakan pelayanan di PDAM Kabupaten bidangnya.
Banggai.
2. Sumber daya di PDAM Kabupaten UCAPAN TERIMA KASIH
Banggai yang tersedia, baik sarana dan Penulis sepenuhnya menyadari bahwa
prasarana pendukung, sumber daya pelaksanaan penelitian ini, mulai dari proses
anggaran, maupun sumber daya aparatur awal hingga selesai banyak memperoleh
belum memadai untuk mendukung bimbingan dan arahan yang konstruktif dari
implementasi kebijakan pelayanan di berbagai pihak terutama kepada Ketua Tim
Kabupaten Banggai. Penguji Dr. Daswati, [Link] dan Anggota Tim
3. Disposisi atau sikap implementor dalam Pembimbing Dr. H. Irwan Waris, [Link]
hal ini pegawai PDAM masih jauh dari semoga penelitian ini dapat menjadi
apa yang diharapkan, karena tidak sumbangan yang bermanfaat dan mendorong
konsistennya PDAM Kabupaten Banggai lahirnya karya ilmiah yang lebih baik di
dalam pemberian sanksi bagi pelanggan kemudian hari.
yang menunggak rekening air.
4. Struktur birokrasi pada PDAM Kabupaten
DAFTAR RUJUKAN
Banggai belum berjalan optimal, hal ini
ironisnya Standard Operating Procedures Abdulwahab, S., 2008. Analisis
(SOP) belum ada. Kebijaksanaan dan Formulasi ke
Implementasi Kebijakan Negara. Bumi
Rekomendasi Aksara, Jakarta, Arikunto.
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka Agustina, Leo. 2006. Dasar-Dasar Kebijakan
peneliti mengajukan beberapa rekomendasi Publik. Bandung: CV. Alfabeta.
yaitu: Arikunto. Suharsimi. 2002. Metode
1. Perlu membina dan menjalin hubungan Penelitian. PT. Rineka Tjipta, Jakarta.
yang harmonis antara pimpinan dan Badan Pusat Statistik, 2014. Kabupaten
pegawai secara keseluruhan termasuk unit Banggai dalam angka Kerjasama
pelayanan PDAM di kecamatan. dengan Badan Perencanaan
2. Sumber daya di PDAM Kabupaten Pembangunan Daerah Kabupaten
Banggai masih perlu ditingkatkan dalam Banggai.
mendukung implementasi kebijakan Dun. Willian. N. 1992. Analisa Kebijakan
pelayanan seperti sumber daya manusia Publik. PT. Hanindita, Yogyakarta.
43 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 7, Juli 2016 hlm 36-43 ISSN: 2302-2019

Edward III, George C. 1980. Implementing Kepegawaian Perusahaan Daerah Air


Public Policy. Washington DC Minum.
Congressional Quarterly Inc. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32
Harbani, Pasolong. 2008. Teori Administrasi Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis
Publik. Penerbit Alfabeta, Bandung. dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air
Joko Widodo. 2007. Analisis Kebijakan Minum pada Perusahaan Daerah Air
Publik, Konsep dan Aplikasi Analisis Minum.
Proses Kebijakan Publik. Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Kualitatif. Bandung, Alfabeta.
Negara Nomor 53 Tahun 2003 tentang Tangkilisan, Hessel Nogi. S. 2003.
Pedoman Umum Pelayanan Publik. Implementasi Kebijakan Publik,
Kurniawan, Agung. 2005. Transformasi Transformasi Pikiran George Edwards.
Pelayanan Publik. PT. Pembaharuan, Penerbit Kerjasama Lukman Offset dan
Yogyakarta. Yayasan Pembaharuan Administrasi
Kusumanggara, S. 2010. Model dan Aktor Publik Indonesia.
Dalam Proses Kebijakan Publik. Gava Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999
Media, Yogyakarta. tentang Pelayanan Publik.
Mazmania dan Sabatier dalam Hamdi, 1999. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
Teori Kebijakan dan Implementasi. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Bumi Aksara, Jakarta. Daerah, sebagaimana telah beberapa
Mazmania dan Sabatier dalam Hamdi, 1999. kali diubah terakhir dengan Undang-
Teori Kebijakan dan Implementasi. Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang
Bumi Aksara, Jakarta. Perubahan Kedua atas Undang-Undang
Nasution, 2001. Metode Penelitian Nomor 32 Tahun 2004.
Naturalistik Kualitatif. Tarsito, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
Bandung. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Nazir, 1985. Metodologi Penelitian. Ghalia Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Indonesia, Jakarta. Daerah.
Peraturan Bupati Banggai Nomor 2 Tahun Wahab, Solihin Abdul. 2005. Analisis
2007 tentang Tarif Air Minum dan Kebijakan dan Formulasi ke
Biaya Penyambungan Langganan Baru Implementasi Kebijakan Negara. Bumi
pada Perusahaan Daerah Air Minum Aksara, Jakarta.
(PDAM) Kabupaten Banggai.
Peraturan Bupati Banggai Nomor 6 Tahun
2005 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Perusahaan Daerah Air
Minum Kabupaten Banggai.
Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Nomor
3 Tahun 2005 tentang Perusahaan
Daerah Air Minum Kabupaten
Banggai.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2
Tahun 2007 tentang Organ dan
Kepegawaian Perusahaan Daerah Air
Minum.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2
Tahun 2007 tentang Organ dan

Anda mungkin juga menyukai