0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Serangan Myro di Dermaga Keluarga Kres

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Serangan Myro di Dermaga Keluarga Kres

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 311 KAPAL KELUARGA KRES

Setelah mendengarkan teriakan penjaga dermaga yang bertugas mengawasi itu,


semua orang menjadi panik dan berlarian di sekitar dermaga dengan ketakutan.
Semua orang baik itu di Benua Tengah ataupun benua lainnya sudah mendengar
tentang kehebatan Myro dan pasukannya, setidaknya mereka juga dikatakan
sebagai kekuatan yang tidak kalah dari iblis. Apalagi melihat puluhan ribu kapal
perang besi yang sedang bergerak ke arah dermaga dengan cepat, semua orang
menjadi semakin panik sebab kapal kayu mereka sama sekali bukan lawan kapal
besi itu.

"Jangan panik! Guild petualang dan akademi sihir pasti tidak akan membiarkan Myro
mendarat dengan mudah ke Benua Tengah! Mereka hanya tidak siap dan tida tahu
bahwa Myro akan menyerang dari kerajaan kita, selama kita bisa menahan PKK dan
pasukan Myro disini sampai bantuan dari guild datang maka kita akan menang!",
teriak seorang prajurit yang ada di dermaga dengan penuh semangat, ia adalah
kapten di dermaga ini. Selama dermaga dikalahkan oleh Myro maka raja pasti akan
menghukumnya, jadi ia harus memanfaatkan para prajurit ini untuk
mempertahankan dermaga.

Mendengar teriakan kapten mereka, semua prajurit yang panik mulai kembali sedikit
diam lagi. Mereka merasa apa yang dikatakan kapten mereka benar sehingga lebih
baik untuk Bertarung dengan musuh daripada panik, tapi sebelum kapten bisa
merasa senang akibat para prajuritnya yang tidak lagi panik. Sebuah panah terbang
dengan cepat dari kapal besi yang paling besar dan menusuk tepat di kepala
kapten.

"Slab!"

Menyadari panah menusuk kepalanya, kapten membuka matanya dengan sedikit


tidak percaya. Jarak kapal Myro dan dermaga masih sangat jauh, oleh karena itu
sang kapten tidak bisa mengerti mengapa semua panah berhasil menusuk
kepalanya. Tapi tidak peduli apakah ia mengerti atau tidak, tubuh sang kapten jatuh
dengan lemah ke tanah. Panah itu menusuk tepat di kepalanya, ia pasti akan mati
dengan cepat.

Melihat kapten yang mati dengan sekali tembakan, para prajurit yang akan
mengembalikan semangat bertarung mereka menjadi terdiam. Seorang prajurit yang
lebih penakut tidak bisa menahannya lagi, ia melemparkan senjatanya ke tanah
sambil berlari pergi dari sini dan berkata "Aku tidak tertarik untuk mati disini!
Seharusnya dari awal kerajaan kita bergabung dengan PKK juga, tidak ada
kesempatan bagi kita untuk menang".

Saat seseorang sudah menyerah, orang-orang yang lain ikut menyerah dan
membuang senjata mereka serta pergi dari sini. Tidak ada lagi yang berani
membawa senjata mereka karena takut di tembak oleh panah musuh sama seperti
kapten mereka.

Sebenarnya tidak mungkin menembakan panah dari jarak sejauh itu, tapi orang
yang menyembah dan membunuh sang kapten adalah Myro. Hanya Myro yang bisa
menembak dan membunuh musuh dengan tepat dari jarak sejauh itu.

Myro menurunkan busurnya ketika melihat pasukan musuh yang sudah menyerah
dan melarikan diri, ia melihat sang kapten di dermaga berusaha mengumpulkan
para prajurit agar tidak panik. Myro tidak takut untuk melawan para prajurit di
dermaga, tapi kalau bisa menang tanpa bertarung mengapa mereka harus repot-
repot bertarung? Jadi Myro memutuskan untuk membunuh sang kapten dengan
sekali tembakan agar semangat prajurit di dermaga tidak kembali lagi.

"Tembakan yang sangat hebat, tuan Myro", kata Famir yang ada di samping dengan
hormat.

Myro melambaikan tangannya serta berkata "Ini sama sekali bukan apa-apa, dengan
kemampuanmu maka kau pasti bisa melakukan hal yang sama. Beritahu seluruh
kapal yang lain bahwa kita akan mulai turun di dermaga, setiap kerajaan yang tidak
bergabung dengan PKK dan menghalangi jalan kita melawan guild harus mati. Aku
sudah membiarkan mereka menyerah, tapi karena raja mereka memutuskan untuk
keras kepala melawanku maka raja tersebut harus diganti".

Puluhan ribu kapal itu mendekat ke dermaga dengan cepat, lalu ratusan ribu prajurit
turun dari atas kapal itu dengan sangat tertib. Silcy yang turun paling awal berteriak
ke para prajurit yang turun bersamanya "Ambil semua senjata yang dibuang oleh
musuh, walaupun senjata ini lebih lemah daripada senjata yang kalian bawa
sekarang tapi masih berguna untuk dijual. 2000 prajurit akan berjaga di sekitar
dermaga ini, selama ada pasukan musuh yang mendekat maka kalian harus
melaporkannya".

"Baik, jendral Silcy!", teriak para prajurit dengan hormat dan mulai bekerja dengan
cepat.

Myro turun dari kapalnya bersama semua pengikut utamanya, ia tidak langsung
menyerang menuju guild petualang melainkan terus menunggu di dermaga ini.

Iris yang ada di samping Myro tahu alasan mengapa mereka memutuskan untuk
menunggu di dermaga sehingga Iris berkata "Myro, kau tidak perlu khawatir.
Kakekku pasti akan mengikuti perkataannya yang sudah kalian sebut sebelumnya,
aku juga mengirim mereka surat seminggu yang lalu bahwa kita akan menyerang
Benua Tengah hari ini. Mereka pasti akan datang! Kakekku tidak akan berbohong
dengan mudah".

Myro mengangguk sambil berkata "Aku sama sekali tidak khawatir, aku yakin baik itu
Iris ataupun kakek mu bukanlah seorang pembohong. Aku percaya padanya, karena
itu aku menunggu ia disini dan yakin bahwa ia akan datang".

Iris tidak berkata apa-apa lagi dan menunggu bersama Myro, ia tahu dengan sangat
jelas tentang sifat kakeknya. Setidaknya kakeknya selalu menepati apa yang sudah
ia katakan sebelumnya.
Mereka menunggu disini selama sejam, Myro terus menunggu bukan karena ia
merasa tidak bisa menang melawan guild petualang dan akademi sihir hanya
dengan kekuatannya. Tetapi dengan bantuan keluarga Kres maka kemungkinan ia
menang akan menjadi lebih besar.

Ketika Iris menjadi semakin khawatir dengan tidak adanya kapal yang terlihat, suara
tabrakan kapal dengan air laut terdengar. Dari kejauhan, puluhan ribu kapal perang
terlihat mendekat ke arah dermaga dengan cepat. Bendera keluarga Kres terlihat
berdiri dengan kuat di atas kapal-kapal itu, meskipun semua kapal ini bukan terbuat
dari besi dan tidak sekuat kapal Myro tapi semua orang bisa melihatnya bahwa kayu
yang dibuat untuk kapal ini bukanlah kayu sembarangan. Setidaknya kayu itu jauh
lebih kuat daripada kayu yang pernah dilihat Myro.

Kapal keluarga Kres mendekati dermaga dengan cepat, lalu sosok kakek Iris bisa
turun dari kapal.

Selain kakek Iris, kakek Sorel dan beberapa pria lainnya ikut turun dari kapal.
Sepertinya mereka semua adalah anggota inti keluarga Kres dan keluarga dekat Iris
yaitu paman, bibi atau ayah dan ibunya.

Saat baru turun, kakek Iris menepuk pundak Myro serta berkata "Nak, kau tidak
mengecewakanku sedikitpun! Kau bisa menahan kekuatan gabungan dari akademi
sihir dan guild petualang, benar-benar sangat hebat".

"Kakek terlalu berlebihan, aku hanya sedikit beruntung", kata Myro tidak sombong
sedikitpun.

"Keberuntungan juga merupakan kekuatan jadi kau tidak perlu merasa malu", kata
kakek Iris untuk meyakinkan Myro.

Anda mungkin juga menyukai