MODUL AJAR DEEP LEARNING SENI RUPA
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : FITRI MUFLI HATUROHMAH, [Link].
Satuan Pendidikan : SD NEGERI CIBEBER 2
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : SENI RUPA
Fase :A
Kelas/Semester : 2/1
Alokasi Waktu : 18 JP
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
[✔] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan
orisinal dalam berkarya seni.
[✔] Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dengan teman dalam
proses penciptaan seni.
[✔] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan
mengevaluasi unsurunsur rupa dalam karya seni.
[✔] Komunikasi: Peserta didik dapat mengemukakan ide dan perasaan
mereka melalui karya seni dan diskusi.
[✔] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan
tugas seni secara mandiri.
C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
Guru dapat menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan anak Indonesia hebat
melalui percakapan santai di awal pembelajaran atau pada saat refleksi.
Contoh pertanyaan yang bisa diajukan:
• Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya tepat
waktu dan langsung merapikan tempat tidurnya?"
• Beribadah: "Setelah bangun tidur, ada yang langsung beribadah?
Ibadah apa yang kalian lakukan?"
• Berolahraga: "Tadi pagi ada yang sempat bergerak atau
berolahraga ringan? Bagaimana perasaan kalian setelahnya?"
• Gemar Belajar: "Apakah kalian suka belajar hal baru di rumah?
Apa yang paling seru kalian pelajari kemarin?"
• Makan Sehat dan Bergizi: "Siapa yang tadi pagi sarapan
makanan sehat? Makanan apa yang membuat tubuhmu jadi kuat?"
• Bermasyarakat: "Apakah kalian pernah membantu ayah atau ibu
di rumah? Atau membantu teman yang kesusahan?"
• Tidur Cepat: "Tadi malam siapa yang tidurnya tidak terlalu larut?
Kenapa tidur cepat itu penting?"
D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran
• Capaian Pembelajaran:
o ELEMEN : Mengalami (Experiencing)
o Peserta didik memahami unsur rupa di lingkungan sekitarnya
dan menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur rupa.
• Tujuan Pembelajaran :
o Mengidentifikasi minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan
bentuk) yang terdapat di lingkungan sekitar dengan tepat.
o Mengelompokkan benda-benda berdasarkan unsur rupa yang
dominan (garis lurus, garis lengkung, bentuk geometris,
bentuk non-geometris) dengan benar. o Mengkomunikasikan
hasil pengamatan tentang unsur rupa yang ditemukan dalam
karya sederhana.
o Menyajikan hasil eksplorasi unsur rupa dalam bentuk gambar
atau kolase sederhana dengan percaya diri. o Mengapresiasi
keberagaman unsur rupa yang ada di lingkungan sekitar.
E. Sarana dan Prasarana
1. Benda-benda di sekitar kelas atau lingkungan sekolah yang
memiliki unsur rupa menonjol (misalnya, meja, kursi, daun, batu,
dll.).
2. Alat tulis dan gambar (pensil, spidol, krayon, pensil warna).
3. Kertas gambar atau buku sketsa.
4. Media presentasi (papan tulis/flipchart, proyektor jika tersedia).
5. Aneka bahan bekas/daur ulang (kardus, koran, kain perca, sedotan)
untuk eksplorasi bentuk dan tekstur.
F. Target Peserta Didik
• Peserta didik reguler/tipikal: Peserta didik umum tanpa kesulitan
belajar yang berarti.
• Jumlah peserta didik: Maksimal 29 peserta didik.
G. Model Pembelajaran
Pendekatan: Deep Learning
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Observasi, Diskusi Kelompok, Eksplorasi, Praktik Langsung,
Presentasi.
Model PBL dipilih karena sangat mendukung pendekatan deep learning, di
mana peserta didik tidak hanya menghafal informasi, tetapi benar-benar
mendalami dan mengaplikasikan pengetahuan melalui proyek nyata.
H. Pertanyaan Pemantik
• Mindful Learning: "Coba pejamkan mata sejenak, lalu bayangkan
benda-benda yang ada di sekitar kita. Apa saja bentuk yang paling
sering kalian lihat?"
• Meaningful Learning: "Menurut kalian, kenapa kita perlu tahu
tentang garis, bentuk, atau warna dalam benda-benda di sekitar
kita? Apa gunanya dalam kehidupan sehari-hari?"
• Joyful Learning: "Jika kalian diminta untuk menggambar 'rumah
impian' kalian, garis dan bentuk apa yang akan kalian gunakan agar
rumah itu terlihat unik dan menarik?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk mempromosikan aktivitas,
kreativitas, dan kolaborasi siswa melalui pengalaman belajar yang
bermakna dan menyenangkan, dengan fokus pada pendekatan deep
learning.
Pendahuluan (± 30 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru menyambut peserta
didik dengan ceria, mengajak berdoa bersama, dan mengecek
kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(Mindful, Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian
siswa dan mengaitkan materi dengan pengalaman mereka.
Misalnya, "Coba lihat meja ini, bentuk apa yang kalian lihat?
Bagaimana dengan garis-garisnya?"
3. Pengenalan Topik (10 menit): Guru menjelaskan bahwa hari ini
kita akan menjelajahi unsur rupa seperti garis dan bentuk yang
ada di sekitar kita. Guru dapat menunjukkan beberapa contoh
gambar atau benda sederhana yang memiliki garis dan bentuk
yang jelas.
4. Motivasi (5 menit): Guru menjelaskan manfaat memahami unsur
rupa dalam menciptakan karya seni dan mengamati dunia. "Dengan
mengenal garis dan bentuk, kita bisa membuat gambar yang lebih
bagus dan melihat keindahan di sekitar kita!"
Inti (± 14 JP / 630 menit)
1. Eksplorasi Lingkungan (Observasi) (2 JP):
o Peserta didik diajak berkeliling di area sekolah (kelas, taman,
koridor) untuk mengamati berbagai benda.
o Guru memandu mereka untuk mencari benda-benda yang
memiliki garis lurus, garis lengkung, bentuk segitiga,
lingkaran, persegi, atau bentuk bebas lainnya. o Peserta
didik diminta untuk mencatat atau menggambar sketsa
sederhana benda-benda yang mereka temukan beserta unsur
rupa dominannya di buku catatan.
o Kegiatan Bermakna dan Menyenangkan: Guru dapat
memberikan "misi rahasia" untuk menemukan benda dengan
ciri tertentu, misalnya
"Cari 5 benda yang punya garis lengkung!"
2. Diskusi Kelompok Kecil (Kolaborasi) (3 JP):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4
orang). o Setiap kelompok berbagi hasil pengamatan mereka.
Mereka berdiskusi tentang unsur rupa yang mereka temukan
dan mencoba mengelompokkannya. o Guru berkeliling,
membimbing diskusi, dan mengajukan pertanyaan seperti,
"Menurut kelompokmu, kenapa benda ini punya bentuk
seperti ini?" atau "Apa bedanya garis lurus dan garis
lengkung?"
o Kegiatan Melatih Kolaborasi: Setiap anggota kelompok
harus berkontribusi dalam diskusi dan saling mendengarkan
ide.
3. Eksplorasi Media dan Teknik (Kreativitas & Praktik) (5 JP):
o Peserta didik diajak untuk bereksperimen dengan berbagai
media (pensil, krayon, spidol) untuk membuat berbagai jenis
garis (tebal, tipis, putus-putus, bergelombang) dan bentuk
dasar. o Guru memberikan contoh dan panduan, namun
mendorong siswa untuk mencoba ide-ide mereka sendiri.
o Peserta didik kemudian diajak membuat kolase sederhana
menggunakan kertas bekas atau bahan daur ulang, dengan
fokus pada penggunaan berbagai bentuk. o Kegiatan Aktif
dan Kreatif: Guru bisa menugaskan mereka membuat
"monster bentuk" dari kertas, atau "pemandangan garis" dari
benang.
4. Penyimpulan Konsep (Penalaran Kritis) (2 JP):
o Guru memfasilitasi diskusi kelas besar untuk menyimpulkan
pemahaman tentang garis dan bentuk.
o Peserta didik diminta untuk menjelaskan dengan kata-kata
sendiri apa itu garis dan bentuk, serta memberikan contoh
benda-benda di sekitar mereka yang mengandung unsur-
unsur tersebut.
o Guru menguatkan konsep dengan menunjukkan contoh-
contoh karya seni yang menonjolkan garis dan bentuk.
5. Proyek "Dunia Garis dan Bentukku" (Produk Akhir) (2 JP):
o Setiap peserta didik membuat sebuah karya seni (gambar
atau kolase) yang menunjukkan pemahaman mereka tentang
minimal dua unsur rupa (misalnya, garis dan bentuk). o
Mereka bebas memilih tema, namun harus mampu
menjelaskan bagaimana mereka menggunakan garis dan
bentuk dalam karya mereka.
o Kegiatan Aktif, Kreatif, dan Bermakna: Proyek ini
memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan
semua yang telah mereka pelajari secara mandiri dan dengan
cara yang sesuai dengan minat mereka.
Penutup (± 30 menit)
1. Presentasi dan Apresiasi (15 menit): Beberapa perwakilan
peserta didik mempresentasikan karya mereka di depan kelas,
menjelaskan unsur rupa yang mereka gunakan. Peserta didik lain
memberikan apresiasi.
2. Refleksi Diri (10 menit): Guru memandu peserta didik untuk
melakukan refleksi tentang pembelajaran hari ini (sesuai bagian M).
3. Kesimpulan dan Informasi Lanjut (5 menit): Guru merangkum
pembelajaran dan memberikan motivasi untuk terus mengamati
dan berkreasi. Guru juga menyampaikan informasi mengenai materi
selanjutnya.
4. Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan peserta didik selama diskusi
kelompok, eksplorasi, dan praktik langsung. Mencatat partisipasi,
pemahaman konsep, dan kemampuan kolaborasi.
2. Jurnal Belajar Peserta Didik: Peserta didik menuliskan atau
menggambar apa yang mereka pelajari tentang garis dan bentuk,
serta apa yang mereka rasakan selama pembelajaran.
3. Tanya Jawab Singkat: Guru mengajukan pertanyaan lisan secara
acak kepada peserta didik untuk mengecek pemahaman mereka
tentang unsur rupa.
Asesmen Sumatif
1. Penilaian Karya "Dunia Garis dan Bentukku": Penilaian
berdasarkan rubrik yang berfokus pada: o Penggunaan unsur rupa
(garis dan bentuk) yang sesuai. o Kreativitas dan orisinalitas ide. o
Kerapian dan usaha dalam berkarya.
o Kemampuan menjelaskan konsep dalam karya.
2. Presentasi Hasil Karya: Penilaian kemampuan peserta didik
dalam menjelaskan karya mereka dan menjawab pertanyaan.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami unsur rupa seperti garis dan bentuk tidak hanya membuat
kita pandai menggambar, tetapi juga membantu kita melihat keindahan
dan pola di dunia sekitar. Setiap benda, dari daun kecil hingga gedung
tinggi, tersusun dari berbagai garis dan bentuk. Pengetahuan ini melatih
sensitivitas visual kita dan mendorong kita untuk berpikir kreatif
dalam memecahkan masalah atau menciptakan sesuatu yang baru. Ini
adalah dasar untuk mengapresiasi seni dan bahkan memahami
bagaimana alam semesta bekerja.
L. Materi Bahan Ajar
Unsur rupa adalah bagian-bagian paling dasar yang membentuk sebuah
karya seni. Dua unsur rupa yang penting untuk kita pelajari adalah garis
dan bentuk. Garis adalah goresan atau jejak yang dihasilkan dari alat
gambar. Garis bisa lurus seperti penggaris, lengkung seperti pelangi, zig-
zag seperti petir, atau bahkan putus-putus seperti jalanan. Garis bisa
tipis, tebal, pendek, atau panjang.
Selain garis, ada juga bentuk. Bentuk adalah wujud dari sebuah benda,
baik itu benda dua dimensi (seperti gambar) maupun tiga dimensi
(seperti patung). Bentuk bisa berupa bentuk geometris seperti
lingkaran, persegi, atau segitiga yang memiliki aturan dan sisi yang jelas.
Ada juga bentuk non-geometris atau bentuk bebas yang tidak memiliki
aturan khusus, seperti bentuk awan, bentuk daun, atau bentuk batu yang
tidak beraturan.
Memahami garis dan bentuk membantu kita mengamati dunia dengan
lebih cermat. Ketika kita melihat sebuah rumah, kita bisa melihat garis-
garis lurus pada dindingnya dan bentuk persegi pada jendelanya. Ketika
kita melihat pohon, kita bisa melihat garis-garis melengkung pada
dahannya dan bentuk-bentuk bebas pada daunnya. Dengan mengenal
unsur-unsur ini, kita jadi lebih peka terhadap keindahan di sekitar kita dan
bisa menggunakannya untuk menciptakan karya seni kita sendiri.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang kalian pelajari tentang garis dan bentuk hari ini?
2. Bagian kegiatan mana yang paling kalian sukai dan mengapa?
3. Apakah ada kesulitan yang kalian alami saat membuat karya seni?
Bagaimana kalian mengatasinya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran? Jika
tidak, bagaimana cara meningkatkan partisipasi mereka di
pertemuan berikutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika belum,
bagian mana yang perlu diperbaiki?
3. Strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam membantu
peserta didik memahami konsep garis dan bentuk?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Judul: Petualangan Garis dan Bentuk di Sekitarku!
Nama Kelompok:
Anggota Kelompok:
Tujuan Kegiatan:
• Mengidentifikasi berbagai jenis garis dan bentuk pada benda-benda
di sekitar.
• Berkolaborasi dengan teman untuk mengelompokkan benda
berdasarkan unsur rupa.
• Menggambar atau membuat kolase sederhana menggunakan garis
dan bentuk yang ditemukan.
Langkah Kegiatan:
1. Eksplorasi Garis dan Bentuk!
o Bersama kelompokmu, carilah 5 benda di dalam kelas atau di
halaman sekolah yang memiliki garis lurus. Gambarlah
benda-benda itu di kolom di bawah ini. o Kemudian, carilah 5
benda yang memiliki garis lengkung. Gambarlah juga benda-
benda itu. o Terakhir, carilah 5 benda yang memiliki bentuk
lingkaran, persegi, atau segitiga. Gambarlah benda-benda
tersebut.
2. Diskusikan Bersama!
o Diskusikan dengan teman kelompokmu:
§ Mengapa benda A memiliki garis lurus, sedangkan
benda B memiliki garis lengkung?
§ Apa perbedaan antara bentuk lingkaran dan bentuk
persegi? § Adakah benda yang kalian temukan
memiliki lebih dari satu jenis garis atau bentuk?
Sebutkan!
3. Karya Kolase "Dunia Garis dan Bentukku"!
o Bersama kelompokmu, buatlah sebuah kolase sederhana dari
kertas bekas atau bahan daur ulang yang menunjukkan
pemahamanmu tentang garis dan bentuk. Kalian bisa
membuat pemandangan, binatang, atau benda apa saja yang
kalian sukai! Gunakan gunting untuk memotong berbagai
bentuk dan garis dari kertas. o Tempelkan karyamu di lembar
kerja ini atau di kertas lain yang sudah disiapkan.
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok
dan Presentasi Siswa) Nama Kelompok:
Tanggal Penilaian:
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
A.
Diskusi
Kelompok
Hampir
semua Semua
Semua
anggota anggota
2 anggota
1. Hanya 1 berparti aktif
anggota sangat
Partisipasi anggota si berpartis
aktif, aktif dan
Aktif yang aktif pasi, i
lainnya memberik
Anggota berbicara. namun pasi
pasif. an ide
ada dalam
orisinal.
yang diskusi.
kurang.
Ide
Ide yang relevan
Ide Ide sangat
dan
disampai cukup relevan,
Ide yang dikemba
k an relevan orisinal,
disampai n gkan
2. kurang dan dan
kan sangat dengan
Kualitas Ide/ relevan mulai menduku
terbatas baik,
Kontribusi atau dikemba ng diskusi
dan tidak menunju
kurang n gkan secara
relevan. k
dikemba dengan signifikan
kan
n gkan. baik. .
pemaha
m an.
Mendeng
Cukup arkan
Kadang mende Menden dengan
Tidak menden ng g saksama,
3. mendeng g arkan, arkan arkan memban
Kemampuan arkan atau namun dan dengan gun ide
Mendengark sering sulit merespo baik dan teman,
an & memotong merespo ns, mampu dan
Merespon pembicara ns ide namun merespo memberik
an orang belum ns ide an
lain. konsiste teman. umpan
n. balik
konstruktif.
B.
Present
asi Hasil
Karya
Penjelasa
Penjelasa n sangat
Penjelasa n cukup Penjelasa jelas,
Penjelasa jelas
n kurang n jelas, rinci, dan
1. n tidak namun
jelas dan lengkap, menunju
Kejelasan jelas dan
banyak ada dan k
Penjelasa sulit kan
yang bagian mudah
n Konsep dipahami pemaha
tidak yang dipahami
. man
relevan. kurang .
lengkap. mendala
m.
Karya
tidak
menunju Pengguna Penggun Penggun
2. aan Penggun aan
k an aan
Penggun garis/ben garis/ben
kan garis/ben garis/ben
aan t t
pemaha t uk t uk jelas
Unsur uk cukup uk
man masih dan
Rupa terlihat, sangat
yang kurang bervarias
dalam namun kreatif
jelas konsisten i
Karya belum . dan
tentang . variatif. inovatif.
garis/ben
t uk.
Cukup Sangat
Presenta Cukup
3. Kurang kompak, kompak,
si kompak
Kekompa kompak, namun semua
didomina dan
kan & terlihat ada anggota
si 1 terkoordi
Kolabora beberapa bagian berkontri
orang, n
si dalam anggota yang busi aktif
tidak asi
Presenta tidak kurang dan
ada kerja dengan
si siap. terkoordi terkoordi
sama. baik.
nasi. nasi.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Sangat
Percaya percaya
Menunju
4. Kurang Cukup diri dan diri,
k kan
Kepercay percaya percaya mampu antusias,
keraguan menyam
aan Diri diri, diri, dan
dan p
dalam sering sesekali mampu
kurang aikan
Presenta melihat melihat menarik
si percaya dengan
catatan. catatan. perhatia
diri. lancar. n
audiens.
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan
• Bagi peserta didik yang telah menguasai materi, dapat diberikan
tugas tambahan untuk menciptakan karya seni dengan tema bebas
yang lebih kompleks, dengan penekanan pada penggunaan tekstur
atau warna sebagai unsur rupa tambahan.
• Peserta didik dapat diajak untuk mencari dan mendiskusikan
berbagai jenis karya seni dari seniman terkenal yang menonjolkan
penggunaan garis dan bentuk.
• Menjadi "mentor" bagi teman-teman yang masih kesulitan.
Remedial
• Memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil kepada
peserta didik yang masih kesulitan mengidentifikasi atau
menggunakan unsur rupa.
• Memberikan lembar kerja tambahan dengan contoh-contoh garis
dan bentuk yang lebih sederhana.
• Mengajak peserta didik melakukan observasi ulang terhadap benda-
benda konkret dengan panduan langsung dari guru.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Gardner, H. (2006). Five Minds for the Future. Harvard Business
School Press. (Untuk memahami konsep pembelajaran mendalam)
2. Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
Menengah. (Untuk panduan kurikulum merdeka)
3. Efland, A. (2002). Art and Cognition: Integrating the Visual Arts in the
Curriculum. Teachers College Press.
Peserta Didik
1. Buku cerita bergambar yang menonjolkan berbagai bentuk dan
garis (contoh: The Dot oleh Peter H. Reynolds).
2. Buku-buku aktivitas menggambar dan mewarnai yang fokus pada
bentuk dasar.
3. Ensiklopedia anak-anak tentang seni rupa dan benda-benda di
sekitar kita.
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman konsep secara mendalam dan kemampuan
menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan sekadar
menghafal.
2. Unsur Rupa: Elemen-elemen dasar yang membentuk sebuah karya
seni visual, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan gelap
terang.
3. Kolase: Teknik seni rupa dengan menempelkan berbagai potongan
bahan (kertas, kain, foto, dll.) pada satu permukaan untuk
menciptakan komposisi baru.
R. Daftar Pustaka
1. Kemendikbudristek. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Kemendikbudristek. (2022). Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas II
Sekolah Dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
3. Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design.
Association for Supervision and Curriculum Development.
Mengetahui, Cimahi, Juli 2025
Kepala SD Negeri Cibeber 2 Guru Kelas II (Dua)
Haerudin, [Link]. Fitri Mufli
Haturohmah, S,Pd.
NIP. 19700819 200701 1 013 NIP. 19960223 202421 2
018