TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PENDAHULUAN
PENCABUTAN IZIN USAHA A. Latar Belakang
PERTAMBANGAN PADA PERUSAHAAN Konsep penguasaan negara atas sumber daya
TAMBANG 1 mineral dan batubara di Indonesia didasarkan atas
ketentuan dalam Pasal 33 ayat (3) UUD Tahun
Oleh : 1945, yang menyatakan, “Bumi, air dan kekayaan
Caren April Ashley Theressa Sangki 2 alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
Ronny A. Maramis 3 negara dan dipergunakan sebesar-besarnya
Audi H. Pondaag 4 kemakmuran rakyat”, hal ini menjadi landasan
filosofi sekaligus sebagai landasan yuridis
ABSTRAK pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.5
Berbagai regulasi tentang pertambangan secara
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan eksplisit tidak menjelaskan apa itu hukum
mengkaji bentuk pelanggaran terhadap pertambangan. Jadi pertambangan tidak hanya
pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan yang dapat dilihat dari produk hukum negara, tetapi juga
menyebabkan pencabutan Izin Usaha norma dan perilaku di masyarakat. Apakah itu
Pertambangan pada perusahaan tambang dan tentang kearifan lokal, maupun sikap, perilaku
untuk mengetahui dan mengkaji mekanisme dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat
pencabutan Izin Usaha Pertambangan. Dengan disekitar area tambang. Bersifat keseluruhan,
metode penelitian yuridis normatif, kesimpulan karena hukum pertambangan harus secara lengkap
yang didapat: 1. Bentuk pelanggaran terhadap mengatur tentang aktivitas pertambangan mulai
pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan yang dapat pra sampai pasca tambang. Dan berbasis pada
menyebabkan pencabutan Izin Usaha keadilan sosial sumber daya alam, mengandung
Pertambangan, berdasarkan Undang-Undang prinsip hasil pengelolaan SDA sebesar-besarnya
Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan untuk kemakmuran rakyat, prinsip pembangunan
Batubara, diantaranya seperti kegiatan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
pertambangan tanpa izin, kegiatan pertambangan Pertambangan adalah suatu kegiatan
yang dapat menimbulkan pencemaran dan atau pengambilan endapan bahan galian berharga dan
kerusakan lingkungan. Pelanggaran dalam bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik
pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan juga secara mekanis maupun manual, pada permukaan
meliputi pelanggaran-pelanggaran yang bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah
administratif yang akan diberikan sanksi permukaan air. Sedangkan, Perusahaan
administratif bagi pelanggarnya seperti yang pertambangan adalah perusahaan yang melakukan
tertera dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun kegiatan produksi dengan cara penyelidikan
2020 tentang Mineral dan Batubara Pasal 151 ayat umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi,
(2). Bentuk Pelanggaran yaitu Pelanggaran penambangan, pengelolaan dan pemurnian,
Lingkungan, Pelanggaran Hak Masyarakat dan pengakutan dan penjualan, serta pasca tambang.
Pelanggaran keselamatan kerja. 2. Mekanisme Mineral dan batubara yang terkandung dalam
pencabutan Izin Usaha Pertambangan, dilakukan wilayah hukum pertambangan Indonesia
oleh menteri karena menteri mempunyai merupakan kekayaan alam tak terbaharukan
kewenangan untuk mencabut izin usaha sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang
pertambangan sesuai dengan peraturan mempunyai peranan penting dalam memenuhi
perundang-undangan. Mekanisme pencabutan izin hajat hidup orang banyak, karena itu
usaha pertambangan dilalui tahapan-tahapan dari pengelolaannya harus dikuasai oleh Negara untuk
identifikasi pelanggaran, pemberitahuan dan memberi nilai tambah secara nyata bagi
tanggapan, kemudian peninjauan kasus, penetapan prekonomian nasional dalam usaha mencapai
keputusan, dan penerbitan surat pencabutan. kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara
Pemberian sanksi administratif diberikan jika berkeadilan. Selain itu kegiatan usaha
pemegang izin melakukan pelanggaran pertambangan mempunyai peranan penting dalam
administrasi. memberikan nilai tambah secara nyata kepada
pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan
Kata Kunci : pencabutan izin usaha, perusahaan daerah secara berkelanjutan.6
tambah
1 5
Artikel Skripsi Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Pasal 33 ayat (3)
2 6
Mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat, NIM 1907110453 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang
3 Fakultas Hukum Unsrat, Doktor Ilmu Hukum Pertambangan Mineral dan Batubara, Konsideran
4 Fakultas Hukum Unsrat, Magister Ilmu Hukum menimbang huruf a dan b.
Undang-Undang Dasar Negara Republik menerbitkan perizinan terkait pertambangan
Indonesia Pasal 33 ayat (3) mengatur bahwa sesuai dengan Wilayah Izin Usaha Pertambangan
“Bumi dan air dan kekayaan alam yang (WIUP) yang menjadi kewenangannya. Sebagai
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan wujud tertib administrasi, pemerintah daerah
dipergunakan untuk sebesar-besarnya diberikan kewenangan untuk memberikan izin
kemakmuran rakyat”. Norma konstitusi ini telah tambang sesuai dengan wilayah yang menjadi
memberikan arah pembangunan sumber daya kewenangannya.9 Izin Usaha Pertambangan (IUP)
alam nasional, yaitu dikuasai negara untuk adalah wujud tertib administrasi terkait
kemakmuran rakyat. manajemen usaha dan pendayagunaan bahan alam
Kedua prinsip di atas merupakan satu kesatuan yang diterbitkan kepada badan usaha nasional,
yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. kemudian swasta, dan badan usaha asing, serta
Pemisahan keduanya justru akan kontrapoduktif koperasi.10
dengan konsep penguasaan negara yang dimaksud Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang
dan dapat menyebabkan adanya monopoli sumber Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun
daya alam oleh pemilik modal atau pihak asing 2009 tentang Mineral dan Batubara melalui skema
yang keuntungannya hanya akan lari ke luar pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan
negeri dan dinikmati oleh segelintir orang saja dan menjaga kepentingan dan kedaulatan negara atas
bukan untuk masyakat dan pembangunan pengelolaan dan pengusahaan sumber daya
Indonesia.7 mineral tambang. Dititik itu, Undang-Undang
UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas
Mineral dan Batubara mulai membuka tentang Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang
aspek yuridis tentang pengelolaan pertambangan Mineral dan Batubara, telah membangun
dari aspek lingkungannya selain juga disinggung konstruksi hukum penguasaan negara atas sumber
tentang kemandirian pertambangan Indonesia. daya mineral tambang. Negara dalam hal ini
Berdasarkan hal tersebut, pemerintah menilai Pemerintah Indonesia sebagai badan hukum
perlu dilakukan penyempurnaan terhadap publik sudah tidak lagi bersanding sejajar secara
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang perdata dengan perusahaan tambang di dalam
Pertambangan Mineral dan Batubara untuk kontrak pertambangan (kontrak karya). Melalui
memberikan kepastian hukum dalam kegiatan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang
pengelolaan dan pengusahaan pertambangan Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun
mineral dan batubara bagi pelaku usaha di bidang 2009 tentang Mineral dan Batubara, memberikan
mineral dan Batubara.8 kedudukan yang proporsional dimana negara
Sebagai salah satu sumber devisa Indonesia, membentuk BUMN khusus yang membidangi
industri pertambangan dengan segala bentuk dan sektor pertambangan mineral untuk sepenuhnya
jenisnya menjadi isu yang menarik dan memiliki melakukan pengelolaan/pengusahaan mineral
dimensi yang besar dalam kehidupan masyarakat tambang atau melakukan kerja sama dengan
Indonesia. Menjadi isu yang menarik karena kalau perusahaan pertambangan asing/swasta yang
kita berbicara mengenai pertambangan yang semuanya tentu harus berdasarkan pada sistem
menjadi fokus adalah mengenai isu ekonomi Izin Usaha Pertambangan (IUP).11
dimana negara dan perusahaan besar (nasional Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009
dan asing) mendapatkan keuntungan dari proses sebagaimana telah diubah dengan Undang-
dan hasil dari pertambangan. Negara dalam hal ini Undang Nomor 3 Tahun 2020 terdapat RPP
mendapatkan penerimaan baik yang berupa pajak tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha
maupun bukan pajak. Sedangkan perusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara perizinan
pertambangan mendapatkan hasil dari penjualan berusaha berupa IUP atau IUPK tidak lagi dibagi
bahan galian yang diekpolitasi.
Izin melakukan usaha pertambangan menurut 9 Oheo K. Haris, Good Governance (Tata Kelola
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pemerintahan Yang Baik) Dalam Pemberian Izin Oleh
Pemerintah Daerah Di Bidang Pertambangan, Yuridika
Mineral dan Batubara, Bupati/Gubernur/Menteri
30, no. 1, 2015
diberikan kewenangan oleh UU untuk 10 Nazaruddin Lathif, “Tinjauan Yuridis Tentang
Kewenangan Pemerintah Provinsi Dalam Penerbitan Izin
Usaha Pertambangan Batubara,” Jurnal Panorama
7 Dwi Haryadi, Pengantar Hukum Pertambangan Minerba, Hukum 2, no. 2, 2017
11
UBB Press, Bangka Belitung. 2018. Hlm. 3. Muhammad Hasbi, Jemmy Sondakh, dan Donna
8 Penjelasan Umum Undang-Undang No. 4 tahun 2009 Setiabudhi. Analisis Yuridis Perbedaan Antara Sistem
Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Kontrak Karya Dengan Sistem Izin Usaha Pertambangan
[Link] Ditanjau Dari Kedudukan Dan Kewenangan Negara Di
4-TAHUN-2009.-[Link] diakses pada tanggal 12 Bidang Pertambangan. Lex Privatum Vol. IX/No.
Februari 2023, Pukul 23.54 WITA 7/Jun/2021. hlm. 13
menjadi IUP/IUPK Eksplorasi dan IUP/IUPK merkuri dalam proses penambangan emas
Operasi Produksi, melainkan hanya IUP, di mana tradisional oleh warga sekitar.15
di dalamnya terdapat 2 (dua) tahap kegiatan, yaitu Penggunaan merkuri dalam penambangan
kegiatan eksplorasi dan kegiatan operasi produksi. emas tradisional sangat berbahaya bagi
Untuk dapat meningkatkan tahap kegiatan lingkungan dan Kesehatan manusia karena dapat
eksplorasi ke tahap kegiatan operasi produksi, menyebabkan keracunan pada tubuh manusia
harus mendapatkan persetujuan Menteri ESDM.12 serta mencemari air dan tanah di sekitarnya.
Usaha pertambangan memberikan manfaat Aktivitas pertambangan di Pulau Sangihe akan
ekonomi dan sosial, serta mempercepat merusak air dan lingkungan. Sumur sumber air
pengembangan wilayah dan mendorong kegiatan warga menjadi kering karena air berkumpul ke
ekonomi masyarakat/pengusaha kecil dan lubang tambang. Selain itu, limbah akibat
menengah serta mendorong tumbuhnya industri pertambangan juga akan berdampak pada pesisir
penunjang pertambangan. Dalam rangka dan biota laut di dalamnya. Dalam kasus PT.
menjamin pembangunan berkelanjutan, Tambang Mas Sangihe ini, pemerintah melakukan
pertambangan harus dilaksanakan dengan tindakan untuk menghentikan aktivitas tambang
memperhatikan prinsip lingkungan hidup, tersebut dan memperketat pengawasan terhadap
transparansi, dan partisipasi masyarakat.13 kegiatan pertambangan ilegal atau tidak berizin
Usaha pertambangan terdiri dalam 3 (tiga) lainnya.16
bentuk, yaitu Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin usaha pertambangan PT. Tambang Mas
Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Izin Usaha Sangihe dicabut oleh pemerintah karena terkait
Pertambangan Khusus (IUPK).14 dengan sejumlah pelanggaran yang dilakukan
Pemegang IUP dan IUPK memiliki hak dan perusahaan dalam operasinya.17
kewajiban yang harus dilaksanakan sebagamana
diatur dalam Bab XIII UU Minerba. Terjadinya B. Rumusan Masalah
pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) 1. Bagaimana bentuk pelanggaran terhadap
dikarenakan pemegang IUP sudah memiliki Izin pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan yang
namun tidak menjalankan dan/atau dapat menyebabkan pencabutan Izin Usaha
mengoperasikan usaha pertambangan tersebut. Pertambangan?
Landasan Pencabutan Izin Usaha Tambang 2. Bagaimana mekanisme pencabutan Izin
yang berdasar atas undang-undang nomor 3 tahun Usaha Pertambangan?
2020, pasal 119, tentang perubahan atas undang-
undang nomor 4 tahun 2009 mengenai C. Metode Penelitian
pertambangan mineral dan batubara, memang Metode penelitian hukum yang digunakan
sudah mengatur kewenangan bagi menteri untuk ini adalah metode penelitian hukum normatif.
melakukan pencabutan IUP/IUK.
Pencabutan Izin Tambang tanpa tahap PEMBAHASAN
administrasi dimana Peraturan Menteri ESDM A. Bentuk Pelanggaran Terhadap
nomor 7 tahun 2020, pasal 79, menyebutkan Pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan
bahwa apabila tidak melaporkan RKAB sesuai Yang Dapat Menyebabkan Pencabutan
yang tertuang dalam peraturan menteri ini maka Izin Usaha Pertambangan
masuk sebagai objek pengenaan sanksi Aktivitas bisnis industri pertambangan mineral
administratif. dan batu bara terdapat bentuk-bentuk sengketa
Contoh kasus yang lebih spesifik yaitu kasus yang meliputi hampir seluruh aspek. Misalnya
PT Tambang Mas Sangihe. Tambang Mas aspek penanaman modal, perdagangan,
Sangihe adalah tambang emas yang terletak di pemerintahan, kehutanan, perindustrian,
Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan
Sangihe, Sulawesi Utara. Pada tahun 2020, masyarakat hukum adat. Sengketa-sengketa
Tambang Mas Sangihe sempat menjadi sorotan tersebut dapat melibatkan hampir seluruh sektor
public setelah ditemukan adanya penggunaan
12 Pokja Analisis dan Evaluasi Hukum Terkait Pengelolaan
15
Pertambangan Mineral dan Batubara yang Berkelanjutan. [Link]
Laporan Akhir Analisis dan Evaluasi Hukum Terkait bupati-sangihe-minta-pt-tms-hormati-keputusan-ptun-
Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara yang manado diakses pada 22 June 2023 pukul 21.57 WITA
16 Ibid.
Berkelanjutan, Percetakan Pohon Cahaya, Jakarta Timur.
17 [Link]
2020. hlm. 39
13 Dwi Haryadi, Op. Cit, Hlm. 20-21 agung-batalkan-izin-operasi-produksi-pt-tms-di-pulau-
14 Dwi Haryadi, Op. Cit, Hlm. 35 sangihe/ diakses pada 22 June 2023 pukul 22.44
kehidupan berbangsa dan bernegara.18 Terutama Pertambangan merupakan sektor strategis
yang berkaitan dengan penyelenggaraan yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah
pemerintahan daerah, hubungan pemerintah pusat sebaik mungkin, sebab pengelolaan tambang
dan daerah, lintas kementerian/lembaga memiliki nilai ekonomis yang dapat
pemerintahan non-kementerian, lembaga negara, memberikan nilai tambah terhadap
pelaku usaha, masyarakat adat, masyarakat lokal, pertumbuhan ekonomi nasional dan
dan pelaku usaha. Dalam hal ini, Undang-Undang pembangunan daerah secara berkelanjutan. Oleh
No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas karena sifatnya yang penting tersebut, maka
Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang diperlukan instrumen hukum yang jelas melalui
Pertambangan Mineral dan Batubara telah izin usaha pertambangan.22 Usaha
memberikan serangkaian aturan mengenai bentuk- pertambangan dilaksanakan dalam bentuk izin
bentuk sengketa dalam usaha pertambangan usaha pertambangan (IUP). Izin kegiatan
minerba.19 pertambangan merupakan permasalahan yang
Bentuk-bentuk sengketa yang terdapat dalam hadir dalam kegiatan pertambangan di suatu
Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, daerah. Salah satu permasalahan dalam kegiatan
yaitu:20 pertambangan, yakni manakala keberadaannya di
1. Sengketa pidana berkaitan dengan adanya area hutan, dan hal ini telah menarik pelaku
tindakan pidana, perbuatan pidana, atau pertambangan untuk turut masuk ke dalam
peristiwa pidana yang terjadi dalam aktivitas teritorial hutan untuk mengembangkan usaha.
penambangan mineral dan batubara. Artinya bahwa kawasan hutan tidak lepas dari
2. Sengketa perdata berkaitan dengan sengketa ancaman eksploitasi pertambangan.23 Pelaku
antara para pihak dalam kontrak. usaha dapat menjadikan unsur perizinan sebagai
3. Sengketa administrasi negara dalam bidang dasar hukum untuk mengelola kawasan hutan
pertambangan mineral dan batubara dapat selama sesuai dengan prosedur perizinan secara
terjadi apabila terdapat pelanggaran administrasi.24 Namun bilamana tidak dilakukan
administrasi yang dilakukan oleh pelaku prosedur perizinan secara administrasi dalam arti
usaha pertambangan minerba, ataupun tidak sesuai peruntukannya maka pemberian izin
dilakukan oleh tindakan pejabat atau badan usaha pertambangan tersebut dapat terjadi
administrasi negara. pelanggaran hukum yang berimplikasi kerusakan
4. Sengketa tata negara dalam bahasan ini adalah hutan. Artinya bahwa kegiatan Pertambangan
terkait mengenai sengketa produk berupa terkait dengan pemberian Izin Usaha
peraturan perundang-undangan yang diajukan Pertambangan dapat ditemukan penyimpangan
uji materiil, baik ke Mahkamah Konstitusi yang disebabkan adanya penggunaan Izin Usaha
dan Mahkamah Agung. Pertambangan yang tidak sesuai dengan
Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) peruntukannya pada Wilayah Izin Usaha
dapat berimplikasi pelanggaran hukum. Salah satu Pertambangan (WIUP) yaitu tumpang tindih
dari pelanggaran adalah perbuatan dengan Hak kawasan hutan seperti penggunaan
maladministrasi. Maladministrasi tidak sekedar kawasan hutan secara sepihak untuk kepentingan
menjadi salah satu parameter ada tidaknya pertambangan sehingga berimplikasi kerusakan
kesalahan pribadi atau kesalahan jabatan, akan hutan.
tetapi juga untuk menentukan perbuatan Bentuk-bentuk pelangaran dalam
maladministrasi dalam tindakan pemerintah pertambangan seperti kegiatan pertambangan
menjadi tanggung jawab jabatan atau menjadi tanpa izin, kegiatan pertambangan yang dapat
tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab ini menimbulkan pencemaran dan atau kerusakan
dapat dikenakan dengan sanksi pidana yakni lingkungan.
penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana Pelaksanaan penambangan terdapat
korupsi. Bila hal ini diabaikan, maka secara tidak permasalahan penting yang juga patut untuk
langsung akan merugikan perekonomian negara diperhatikan dan dipecahkan yaitu masalah
dan kehidupan masyarakat.21
Jawab Pribadi dan Tanggung Jawab Jabatan, Universitas
18 [Link] Trisakti, Jakarta. 2010. hlm 85
22 Oheo Kaimuddin Haris, Sabrina Hidayat, Herman, Safril
pertambangan-minerba diakses pada 30 July 2023 pukul
01.12 WITA Sofwan Sanib, Handrawan, Abdul Kadir Yahya,
19
Ibid. Pertanggungjawaban Pidana Penyalahgunaan IUP yang
20 Ahmad Redi, Hukum Penyelesaian Sengketa Berimplikasi Kerusan Hutan (Studi Kasus Putusan Nomor
Pertambangan Mineral dan Batubara, Sinar Grafika, 181/Pid.B/LH/2022/[Link].), Halu Oleo Legal Research,
Jakarta. 2016. hlm. 45-65 Volume 5, Issue 1, 2023
21 Tatiek Sri Djatmiati, Maladministrasi dalam Konteks 23 Ibid.
24 Ibid.
Kesalahan Pribadi dan Kesalahan Jabatan, Tanggung
lingkungan hidup karena adanya kegiatan Salah satu contoh kasus yang diambil yaitu PT.
penambangan yang menimbulkan pencemaran, Tambang Mas Sangihe yang dimana Tambang
yaitu:25 Mas Sangihe di Pulau Sangihe sudah tidak lagi
1) Air, berasal dari limbah pertambangan yang memiliki legitimasi secara hukum, mengingat
dapat mencemari sungai sehingga air sungai perizinan usaha berupa kontrak karya (KK) yang
menjadi keruh dan asam. Selain itu jika tidak sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun
digunakan baik untuk dikonsumsi maupun 2009 tentang Mineral dan Batubara maupun hasil
untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) dapat revisi Undang-Undang Nomot 3 Tahun 2020
membahayakan kesehatan manusia serta tentang Mineral dan Batubara. Pemerintah harus
menimbulkan penyakit. segera mencabut izin PT. Tambang Mas Sangihe
2) Tanah, dengan adanya lubang-lubang besar agar segala aktivitas perusahaan dihentikan, serta
akibat galian tambang yang tidak mungkin penindakan hukum tegas atas segala kejahatan
ditutup kembali, serta mempengaruhi lingkungan dan kemanusiaan yang dilakukan.27
kesuburan tanah dan PH tanah. Izin lingkungan yang warga ajukan itu bukan
3) Udara, menghasilkan gas nitrogen oksida dan menggugat PT. Tambang Mas Sangihe tetapi
sebagai polutan yang menyebabkan hujan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
asam. Selain itu debu-debu pengangkatan Satu Pintu (PTSP) Sulawesi Utara yang terbitkan
bahan tambang juga menimbulkan penyakit izin itu.28
ISPA, kanker, bahkan dapat menyebabkan Perkara izin operasi produksi yang dimenangi
cacat pada bayi yang dikandung bilamana oleh warga Pulau Sangihe, Sulawesi Utara, dan
udara tercemar itu terus menerus dihirup. izin lingkungan yang dimenangi PT. Tambang
Sanksi pidana yang dapat dikenakan terhadap Mas Sangihe berlanjut ke tahap kasasi. Kedua
pelaku yaitu sebagaimana diatur dalam Undang- pihak memilih jalur hukum untuk menyelesaikan
Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang sengketa pertambangan emas di pulau kecil itu.
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk gugatan perizinan lingkungan PT.
bahwa Pasal 98 Berbunyi:26 Tambang Mas Sangihe, warga kalah sewaktu
1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan proses banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha
perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya Negara (PT TUN) Makassar. Sebelumnya, pada 2
baku mutu udara ambiens, baku mutu air, Juni 2022, warga menang saat menggugat izin
baku mutu air laut, atau kriteria baku lingkungan PT TMS di Pengadilan Tata Usaha
kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan Negara Manado.29
pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun Perkara izin operasi produksi, PT. Tambang
dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan Mas Sangihe tidak puas dengan hasil banding 31
denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga Agustus 2022 di PT TUN Jakarta dan mengajukan
miliar rupiah) dan paling banyak kasasi. Pada intinya, seluruh pihak akan
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). menyelesaikan sengketa untuk menemukan
2) Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud putusan yang berkekuatan hukum tetap.
pada ayat (1) mengakibatkan orang luka Aktivitas pertambangan di Pulau Sangihe akan
dan/atau bahaya kesehatan manusia, dipidana merusak air dan lingkungan. Sumur sumber air
dengan pidana penjara paling singkat 4 warga menjadi kering karena air berkumpul ke
(empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) lubang tambang. Selain itu, limbah akibat
tahun dan denda paling sedikit pertambangan juga akan berdampak pada pesisir
Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah) dan biota laut di dalamnya. 30
dan paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua Putusan Majelis Hakim PTTUN Jakarta pada
belas miliar rupiah). Hari Rabu, 31 Agustus 2022 telah membatalkan
3) Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud surat keputusan (SK) dari Menteri Energi dan
pada ayat (1) mengakibatkan orang luka berat Sumber Daya Mineral (ESDM). SK tersebut
atau mati, dipidana dengan pidana penjara menjadi dasar aktivitas pertambangan PT.
paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama Tambang Mas Sangihe di Pulau Sangihe. Menteri
15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan 27 [Link]
paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima agung-batalkan-izin-operasi-produksi-pt-tms-di-pulau-
belas miliar rupiah). sangihe/ diakses pada 27 July 2023 pukul 03.02 WITA
28
Ibid.
29 [Link]
25 Ronny Adrie Maramis, [Link], hlm. 80 perkara-tambang-emas-di-sangihe-berlanjut-ke-
26 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang kasasi?status=sukses_login&status_login=login diakses
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal pada 27 July 2023 pukul 03.18 WITA
30 Ibid.
98
ESDM terbukti melanggar Undang-Undang seluruh aktivitas dan segara angkat kaki dari
Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pulau Kecil Sangihe.
Pengelolaan Lingkungan Hidup karena tidak Pencabutan Izin Usaha Pertambangan itu bisa
melibatkan masyarakat terdampak dalam dilakukan jika perusahaan tambang melanggar
menyusun analisis mengenai dampak lingkungan ketentuan yang ada. Pencabutan ini dilakukan
(amdal).31 oleh pemerintah setelah memalui proses penilaian
PT. Tambang Mas Sangihe menyatakan akan dan evaluasi yang ketat. Setelah IUP dicabut,
mengajukan peninjauan kembali (PK) segera perusahaan tambang harus menghentikan
setelah lembar putusan kasasi diterbitkan. operasinya dan melakukan tindakan pemulihan,
Direktur Hukum Baru Gold, perusahaan induk seperti membersihkan kerusakan lingkungan atau
PT. Tambang Mas Sangihe, Rico Pandeirot, mengganti hak masyarakat yang terdampak.
menyebut, MA membuat dua putusan kasasi yang
bertentangan, yaitu memerintahkan pencabutan B. Mekanisme Pencabutan Izin Usaha
peningkatan status kontrak karya sekaligus Pertambangan
menyatakan sah izin lingkungan PT. Tambang IUP yang berakhir karena dicabut adalah IUP
Mas Sangihe. yang dinyatakan ditarik kembali atau dinyatakan
Majelis Hakim Agung MA RI memutuskan tidak berlaku lagi atau yang dibatalkan oleh
pembatalan perizinan PT. Tambang Mas Sangihe pejabat yang berwenang seperti menteri atau
pada pada 12 Januari 2023 lalu, tetapi hingga gubernur sesuai dengan kewenangannya. Menurut
Maret 2023 PT TMS masih tetap menjalankan Pasal 119 Undang-Undang Pertambangan, ada
kegiatan operasi pertambangannya dengan tiga alasan dalam pencabut IUP meliputi:33
pekerjaan konstruksi dan mobilisasi alat-alat a. Adanya kelalaian dalam memenuhi kewajiban
berat. Bahkan upaya pembangkangan hukum ini yang ditetapkan IUP;
oleh PT. Tambang Mas Sangihe ini tidak dicegah b. Adanya tindakan pidana yang dilakukan oleh
atau dilarang oleh aparat penegak hukum di pemegang IUP; atau
lokasi. Padahal jelas putusan pengadilan c. Adanya pernyataan pailit terhadap pemegang
menyatakan perizinan berusaha operasi produksi IUP
PT. Tambang Mas Sangihe seluas 42.000 (empat Sebelum suatu Izin Usaha Pertambangan
puluh dua ribu) hektar di Pulau Kecil Sangihe dicabut, pemberian sanksi administratif bisa
telah batal berdasarkan Putusan pengadilan diambil oleh pemerintah atau lembaga terkait
Mahkamah Agung RI dan terdapat juga perintah sebagai bentuk hukuman atau peringatan terhadap
penudaan segala aktivitas PT. Tambang Mas pemegang Izin Usaha Pertambangan yang
Sangihe secara serta merta. Tidak mudah proses melanggar aturan. Pemberian sanksi administratif
yang ditempuh warga Pulau Kecil Sangihe dalam memiliki tujuan agar pemegang Izin memiliki
melawan perizinan pertambangan PT. Tambang kesempatan untuk memperbaiki pelanggaran. Jika
Mas Sangihe ini hingga dimenangkan MA. Apa pemegang Izin terus melanggar atau melakukan
lagi ini adalah perizinan tambang yang lahir dari pelanggaran yang serius dan merugikan, barulah
Kontrak Karya yang tidak disesuaikan dengan pencabutan Izin Usaha Pertambangan menjadi
Undang-Undang Minerba.32 langkah yang diambil.
Putusan yang dimenangkan warga yakni Konteks pengawasan internal atau vertikal,
Majelis Hakim Agung MA RI menguatkan menteri mempunyai kewenangan menjatuhkan
putusan pada tingkat bandung di PT TUN Jakarta dan/atau memberikan sanksi berupa:34
dengan Mengabulkan Gugatan Para Penggugat 1. Pencabutan IUP atau IPR yang diterbitkan
untuk Seluruhnya, Mengabulkan Permohonan oleh gubernur, bupati/wali kota, sesuai
Penundaan Pelaksanaan dan Menyatakan Batal kewenangan dan peraturan perundang-
Keputusan Menteri ESDM Nomor undangan, apabila tidak melaksanakan
163.K/MB.04/DJB/2021 tanggal 29 Januari 2021 kewajiban dan evaluasi yang diminta menteri
tentang Persetujuan Peningkatan Tahap Kegiatan sesuai kewenangannya;
Operasi Produksi Kontrak Karya PT. Tambang 2. Penarikan sementara kewenangan atas hak
Mas Sangihe, serta mewajibkan Menteri ESDM pengelolaan usaha pertambangan mineral dan
RI mencabut keputusan tersebut. Sehingga PT. batu bara, apabila tidak melaksanakan
Tambang Mas Sangihe harus menghentikan
33
Muhammad Afdal Nazir dan Elfrida Ratnawati, Perbuatan
Melawan Hukum Terhadap Izin Usaha Pertambangan
31 Ibid. Batubara (Studi Putusan No.10/Pdt.G/2015/PN. Tgt),
32 [Link] Volume 5, Issue 4, Juni 2023
34 Nandang Sudrajat, Teori dan Praktik Pertambangan
sangihe-harus-angkat-kaki-dari-pulau-kecil-sangihe/
diakses pada tanggal 27 July 2023 pukul 21.43 Indonesia. Pustaka Yustisia, Yogyakarta. 2013, hlm. 190
ketentuan atau keputusan pemerintah tentang Sudut pandang hukum administrasi,
kuota produksi tiap-tiap komoditas per pengawasan merupakan fungsi pertama dari
tahun. wewenang penegakan hukum administrasi.
Sanksi Administratif adalah sanksi yang Pengawasan merupakan bagian dari ruang lingkup
diberikan akibat perbuatan pelaku usaha penegakan hukum administrasi yang bersifat
pertambangan minerba maupun pejabat tata usaha preventif, karena pengawasan merupakan langkah
negara, biasanya terjadi akibat adanya preventif untuk memaksakan kepatuhan,
pelanggaran administrasi negara yang telah diatur sedangkan penerapan sanksi merupakan langkah
dalam peraturan perundang-undangan di bidang represif untuk memaksakan kepatuhan. Hal ini
pertambangan minerba, antara lain undang- sesuai dengan pendapat J.B.J.M. Ten Berge yang
undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, mengemukakan instrument penegakan hukum
serta peraturan daerah. Sebagai contoh, dalam administrasi meliputi pengawasan dan penerapan
usaha pertambangan kecil/pertambangan rakyat, sanksi.38
maka pelaku usaha tersebut wajib memiliki Izin Penegakan hukum yang sering dipakai dalam
Pertambangan Rakyat (IPR) dan IPR tersebut bidang perizinan adalah penegakan hukum
tidak boleh dipindahtangankan kepada pihak lain. administrasi. Hal ini dapat dipahami karena
Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 Revisi pelanggaran yang terjadi dipandang relatif ringan
UU Minerba, bahwa Pemegang IPR dilarang dan penegakan hukum administrasi relatif mudah
memindahtangankan IPR kepada pihak lain. diterapkan karena prosedurnya tidak terlalu rumit
Apabila hal tersebut dilanggar, maka dapat dan pelanggarannya mudah dipastikan. Tujuan
dikenakan sanksi administrasi oleh Menteri utama penegakan hukum administrasi adalah
Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagaimana bagaimana agara perilaku yang dapat dipandang
diatur dalam Pasal 151 ayat (1) Revisi UU sebagai pelanggaran tidak terjadi lagi. Yang
Minerba. 35 diharapkan dengan pengenaan hukum
Sanksi administrasi diatur dalam ayat (2) yang administrasi adalah bukan semata-mata untuk
berupa peringatan tertulis; denda; penghentian memberikan beban kepada pelakunya, tetapi
sementara sebagian atau seluruh kegiatan mengubah perilakunya.39
Eksplorasi atau Operasi Produksi; Pencabutan Beberapa sanksi yang dikenal dalam hukum
IUP, IUPK, IPR, SIPB, atau IUP untuk Penjualan. administrasi yaitu:40
Sanksi administrasi tersebut diberikan terhadap 1. Bestuurdwang (paksaan pemerintahan), yaitu
putusan tata usaha negara yang telah dikeluarkan kewenangan untuk atas biaya para pelanggar
oleh pejabat tata usaha negara. Dalam Undang- guna menyingkirkan, mencegah, melakukan,
Undang No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi atau mengembalikan pada keadaan semula
Pemerintahan, menyebutkan bahwa upaya hukum apa yang bertentangan dengan (ketentuan
yang dapat dilakukan dalam sengketa administrasi peraturan perundang-undangan tertentu) yang
negara ialah meliputi:36 1) keberatan, 2) banding, telah atau sedang diadakan, dibuat atau
3) permohonan ke pengadilan tata usaha negara, ditempatkan, diusahakan, dilalaikan
dan 4) gugatan ke pengadilan tata usaha negara. (ditelantarkan), dirusak atau diambil.
Keempat cara tersebut, baik melalui keberatan, 2. Penarikan kembali keputusan (ketetapan yang
banding, permohonan ke pengadilan tata usaha menguntungkan izin, pembayaran, subsidi)
negara yang dapat diajukan banding ke 3. Pengenaan denda administrasi.
pengadilan tinggi tata usaha negara, serta gugatan 4. Pengenaan uang paksa oleh Pemerintah
ke pengadilan tata usaha negara yang dapat (dwangsom), yang berfungsi sebagai
diajukan upaya hukum ke pengadilan tinggi tata pengganti paksaan pemerintahan yang secara
usaha negara dan Mahkamah Agung. praktis sulit dijalankan atau dipandang
Pengawasan mutlak diperlukan agar ketetapan sebagai sanksi yang terlalu berat.
yang dibuat harus dapat dipertanggung jawabkan Empat hal pokok yang berkaitan dengan
baik secara moral maupun secara hukum. Bentuk penggunaan wewenang penegakan hukum
dan isi pengawasan dilakukan semata-mata administrasi, yaitu:41
berdasarkan ketentuan undang-undang. Hubungan 1. Legitimasi. Masalah legitimasi adalah
pengawasan hanya dilakukan terhadap hal yang persoalan kewenangan, yaitu wewenang
secara tegas ditentukan dalam undang-undang.37
38
Philipus M. Hadjon, Penegakan Hukum Administrasi
35 [Link] Negara Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup,
pertambangan-minerba diakses pada 30 July 2023 pukul Yogyakarta, Fakultas Hukum UII, 1995. hlm. 1
39 Ibid.
03.04 WITA
36 Ibid. 40 Ibid.
37 Hudali Mukti, [Link], hlm. 173 41 Ibid.
pengawasan dan wewenang menerapkan c. Tahap yang ketiga dilakukan pencabutan izin.
sanksi adalah mutlak. Wewenang tersebut Pencabutan izin sebagaimana dimaksud
harus ditetapkan, baik melalui atribusi dikenakan kepada pemegang IUP, IUPK, IUP
maupun melalui delegasi. Pengenaan sanksi Operasi Produksi khusus untuk pengolahan
tanpa dasar kewenangan merupakan tindakan dan/atau pemurnian, IUJP, dan IUP Operasi
“onbevoegdheid”. Produksi khusus untuk pengangkutan dan
2. Instrumen yuridis adalah jenis-jenis sanksi penjualan, yang tidak melaksanakan
administrasi dan prosedur menerapkan sanksi. kewajiban sampai dengan berakhirnya jangka
3. Norma hukum administrasi. Wewenang waktu pengenaan sanksi berupa penghentian
menerapkan sanksi administrasi pada sementara sebagian atau seluruh kegiatan
dasarnya merupakan “discretionary power”. usaha.
Dengan demikian pemerintah diberi Menteri atau gubernur sesuai dengan
wewenang untuk mempertimbangkan/menilai kewenangannya dapat memberikan sanksi
apakah menggunakan ataukah tidak administratif berupa pencabutan izin sebagaimana
menggunakan wewenang tersebut. Pemerintah dimaksud dalam Pasal 95 ayat (2) huruf c tanpa
dapat saja tidak menggunakan wewenang melalui tahapan pemberian sanksi administratif
menerapkan sanksi (non enforcement) dengan berupa teguran tertulis dan penghentian sementara
berbagai pertimbangan, yaitu: alasan sebagian atau seluruh kegiatan usaha dalam
ekonomis, instrument paksaan yang tidak kondisi tertentu berkaitan dengan:43
memadai, tidak mampu untuk memaksa, a. pelanggaran pidana yang dilakukan oleh
keraguan pemerintah tentang suatu pemegang IUP atau IUPK berdasarkan
pelanggaran, dll. Sikap pemerintah hendaklah putusan pengadilan;
didasarkan atas norma pemerintahan, baik b. hasil evaluasi Menteri atas IUP Operasi
tertulis maupun tidak tertulis. Dalam Pratik Produksi yang dikeluarkan oleh gubernur
peradilan (tata usaha negara) dewasa ini yang telah menimbulkan kerusakan
norma pemerintahan yang tidak tertulis lingkungan serta tidak menerapkan kaidah
dikenal dengan sebutan “Asas-asas Umum pertambangan yang baik;
Pemerintahan yang Baik” c. pelanggaran administratif sebagaimana
4. Kumulasi sanksi. Sanksi administrasi dapat dimaksud dalam pasal 93 peraturan menteri
diterapkan bersama-sama baik eksternal ini; atau
maupun internal. Kumulasi eksternal adalah d. hasil evaluasi penerbitan IUP yang dilakukan
sanksi administrasi diterapkan bersama-sama oleh Menteri/gubernur sesuai
sanksi lain, seperti sanksi pidana maupun kewenangannya; sesuai dengan ketentuan
perdata, sedangkan kumulasi internal adalah peraturan perundang-undangan.
dua atau lebih sanksi administrasi dapat Pencabutan Izin Usaha Pertambangan dilalui
diterapkan secara bersama-sama. dengan beberapa tahapan atau langkah-langkah,
Tahapan dalam Peraturan Menteri ESDM yaitu:44
Nomor 7 Tahun 2020 Pasal 95 ayat (2) a. Identifikasi Pelanggaran, Pemerintah atau
menyatakan bahwa sanksi administratif yang akan Lembaga terkait akan melakukan identifikasi
diberikan kepada pemegang izin sebelum dicabut, terhadap Perusahaan pertambangan yang
yaitu:42 diduga melakukan pelanggaran. Pelanggaran
a. Langkah yang pertama, peringatan tertulis. tersebut bisa berupa melanggar aturan
Peringatan tertulis sebagaimana diberikan lingkungan, melanggar hak masyarakat, atau
paling banyak 3 (tiga) kali dengan jangka melakukan tindakan ilegal lainnya.
waktu peringatan masing-masing paling lama b. Pemberitahuan dan Tanggapan, setelah
30 (tiga puluh) hari kalender; identifikasi dilakukan, Perusahaan akan diberi
b. Jika tidak di indahkan, maka akan dilakukan pemberitahuan resmi tentang pelanggaran
penghentian sementara sebagian kegiatan yang dilakukan. Perusahaan diberi
usaha, atau keseluruhannya. Penghentian kesempatan untuk memberikan tanggapan
sementara sebagian atau seluruh kegiatan atau pembelaan terkait tuduhan tersebut.
usaha sebagaimana dimaksud dikenakan Mereka bisa menjelaskan alas an atau
dalam jangka waktu paling lama 60 (enam memberikan bukti untuk membantah tuduhan
puluh) hari kalender; dan pelanggaran.
43 Ibid, Pasal 100
44 [Link]
42 Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020, Pasal 95 berita/pertambangan-tanpa-izin-perlu-menjadi-perhatian-
ayat (2) bersama diakses pada 29 July 2023 pukul 02.02 WITA
c. Peninjauan Kasus, Tahap ini melibatkan B. Saran
peninjauan ulang terhadap kasus yang sedang 1. Kiranya pemerintah dan seluruh masyarakat
ditangani. Biasanya, pemerintah atau lembaga di Indonesia lebih dapat meminimalisir
terkait akan melakukan investigasi lebih bentuk pelanggaran terhadap pelaksanaan
lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti terkait izin usaha pertambangan karena akan
pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan merugikan semua pihak baik yang
pertambangan. melakukan usaha pertambangan maupun
d. Penetapan Keputusan, setelah peninjauan masyarakat disekitar yang menjadi tempat
selesai, pemerintah atau lembaga terkait akan terjadinya kegiatan usaha pertambangan.
memutuskan apakah izin usaha pertambangan Maka dari itu diharapkan bagi pemerintah
harus dicabut atau tidak. Keputusan ini dan masyarakat dapat bekerja sama dalam
biasanya didasarkan pada tingkat pelanggaran mengawasi dan menjaga kegiatan usaha
yang dilakukan dan dampaknya terhadap pertambangan untuk kemakmuran dan
lingkungan atau Masyarakat. kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
e. Penerbitan Surat Pencabutan, jika izin usaha 2. Diharapkan dalam proses mekanisme izin
pertambangan dicabut, pemerintah atau usaha pertambangan pemerintah dapat
lembaga terkait akan mengeluarkan surat mengeluarkan izinnya dengan sikap yang
resmi yang menyatakan pencabutan izin hati-hati dan memperhatikan kepentingan
tersebut. Surat akan diberikan kepada nasional dibandingkan kepentingan daerah
perusahaan pertambangan dan diumumkan wilayah tersebut. Hal ini penting karena akar
secara publik. permasalahannya adalah rendahnya
pengetahuan pemerintah tentang peraturan
PENUTUP perundang-undangan yang mengatur tentang
A. Kesimpulan pertambangan dan ketidakjelasan akan akibat
1. Bentuk pelanggaran terhadap pelaksanaan dari pemberian izin. Hal ini dapat
Izin Usaha Pertambangan yang dapat ditindaklanjuti dengan dilakukannya
menyebabkan pencabutan Izin Usaha sosialisasi peraturan kepada pemerintah dan
Pertambangan, berdasarkan Undang-Undang masyarakat. Pemerintah atau lembaga terkait
Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan juga harus lebih tegas dalam pemberian
Batubara, diantaranya seperti kegiatan sanksi administratif sebagai bentuk hukuman
pertambangan tanpa izin, kegiatan atau peringatan terhadap pemegang izin
pertambangan yang dapat menimbulkan usaha pertambangan yang melanggar aturan
pencemaran dan atau kerusakan lingkungan. kemudian dapat melakukan pencabutan izin
Pelanggaran dalam pelaksanaan Izin Usaha usaha pertambangan dan memberikan hukum
Pertambangan juga meliputi pelanggaran- pidana sebagai langkah akhir.
pelanggaran yang administratif yang akan
diberikan sanksi administratif bagi
pelanggarnya seperti yang tertera dalam DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
tentang Mineral dan Batubara Pasal 151 ayat Buku
(2). Bentuk Pelanggaran yaitu Pelanggaran Atmosudirjo, Prajudi. Hukum Administrasi
Lingkungan, Pelanggaran Hak Masyarakat Negara, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983.
dan Pelanggaran keselamatan kerja Budiardjo, Miriam. Dasar-dasar Ilmu Politik,
2. Mekanisme pencabutan Izin Usaha Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998.
Pertambangan, dilakukan oleh menteri Djatmiati, Tatiek Sri Maladministrasi dalam
karena menteri mempunyai kewenangan Konteks Kesalahan Pribadi dan Kesalahan
untuk mencabut izin usaha pertambangan Jabatan, Tanggung Jawab Pribadi dan
sesuai dengan peraturan perundang- Tanggung Jawab Jabatan, Universitas
undangan. Mekanisme pencabutan izin usaha Trisakti, Jakarta. 2010.
pertambangan dilalui tahapan-tahapan dari Hadjon, Philipus M, Penegakan Hukum
identifikasi pelanggaran, pemberitahuan dan Administrasi Negara Dalam Pengelolaan
tanggapan, kemudian peninjauan kasus, Lingkungan Hidup, Yogyakarta, Fakultas
penetapan keputusan, dan penerbitan surat Hukum UII, 1995.
pencabutan. Pemberian sanksi administratif Haryadi, Dwi. Pengantar Hukum Pertambangan
diberikan jika pemegang izin melakukan Minerba, UBB Press, Bangka Belitung.
pelanggaran administrasi. 2018.
HS, Salim, Hukum Pertambangan Mineral dan
Batu Bara, Jakarta, Sinar Grafika. 2012. Volume 17, Nomor 3, 2020
Maramis, Ronny Adrie, Tanggung Jawab Haris, Oheo K. Good Governance (Tata Kelola
Pemulihan Lingkungan Dalam Kegiatan Pemerintahan Yang Baik) Dalam Pemberian
Investasi Pertambangan, Disertasi Program Izin Oleh Pemerintah Daerah Di Bidang
Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Pertambangan, Yuridika 30, no. 1, 2015
Makassar, 2013. Haris, Oheo K, Sabrina Hidayat, Herman, Safril
Muhammad, Abdulkadir. Hukum Perusahaan Sofwan Sanib, Handrawan, Abdul Kadir
Indonesia, Bandung, 2010. Yahya, Pertanggungjawaban Pidana
Mukti, Hudali, Perizinan Pertambangan Penyalahgunaan IUP yang Berimplikasi
Batubara Terintegrasi dalam Mewujudkan Kerusan Hutan (Studi Kasus Putusan Nomor
Pembangunan Daerah Berkelanjutan, 181/Pid.B/LH/2022/[Link].), Halu Oleo
Deepublish, Yogyakarta. 2022. Legal Research, Volume 5, Issue 1, 2023
Otong, Rosadi, Pertambangan dan Kehutanan Hasbi, Muhammad, Jemmy Sondakh, dan Donna
dalam Perspektif Cita Hukum Pancasila: Setiabudhi. Analisis Yuridis Perbedaan
Dialektika Hukum dan Keadilan Sosial, Antara Sistem Kontrak Karya Dengan Sistem
Thafa Media, Yogyakarta. 2012. Izin Usaha Pertambangan Ditanjau Dari
Redi, Ahmad Hukum Penyelesaian Sengketa Kedudukan Dan Kewenangan Negara Di
Pertambangan Mineral dan Batubara, Sinar Bidang Pertambangan. Lex Privatum Vol.
Grafika, Jakarta. 2016. IX/No. 7/Jun/2021.
Sudrajat, Nandang. Teori dan Praktik Lathif, Nazaruddin. Tinjauan Yuridis Tentang
Pertambangan Indonesia. Pustaka Yustisia, Kewenangan Pemerintah Provinsi Dalam
Yogyakarta. 2013. Penerbitan Izin Usaha Pertambangan
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Batubara, Jurnal Panorama Hukum 2, no. 2,
Kualitatif, Dan R&D, Alfabeta, Bandung. 2017
2013. Natalis et al, Aga. Penegakan Sanksi
Sukandarrumidi, Bahan-Bahan Galian Industri, Administratif Terhadap Pelaku Illegal
Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Mining di Kabupaten Sekadau Provinsi
1999. Kalimantan Barat, Diponegoro Law Journal
Vol. 6, No. 2, 2017
Pokja Analisis dan Evaluasi Hukum Terkait
Jurnal Pengelolaan Pertambangan Mineral dan
Afdal Nazir, Muhammad dan Elfrida Ratnawati, Batubara yang Berkelanjutan, Laporan Akhir
Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Izin Analisis dan Evaluasi Hukum Terkait
Usaha Pertambangan Batubara (Studi Pengelolaan Pertambangan Mineral dan
Putusan No.10/Pdt.G/2015/PN. Tgt), Volume Batubara yang Berkelanjutan, Percetakan
5, Issue 4, Juni 2023 Pohon Cahaya, Jakarta Timur. 2020.
Anggraeni, Elok Nurtria dan Olivia Mikheli Sucantra, I Made Bayu, I Nyoman Sujana, dan
Ketan, Analisis Hukum Atas Wewenang Putu Suryani, Sanksi Pidana Terhadap
Pemberian Izin Pertambangan Emas Oleh Tindak Pidana Pertambangan (Menurut
Pemerintah Pusat Ke Daerah dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang
Prespektif Daerah Otonom, Mimbar Minerba), Jurnal Analogi Hukum Vol. 1, No.
Keadilan, Vol. 15 No. 2, Agustus 2022 3, 2019
Arinanda, Zsazsa Dordia dan Aminah,
Sentralisasi Kewenangan Pengelolaan Dan Peraturan Perundang-Undangan
Perizinan Dalam Revisi Undang-Undang Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan
Mineral Dan Batu Bara, Jurnal Ilmu Hukum Republik Indonesia Tahun 1945
Fakultas Hukum Universitas Riau: Vol. 10, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang
No. 1, Februari 2021 Pertambangan Mineral dan Batubara
Darongke, Friskilia Junisa Bastiana, Dientje Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Rumimpunu, dan Sarah D. L. Roeroe. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Efektivitas Undang-Undang Nomor 3 Tahun Hidup
2020 dalam Pemberian Izin Usaha Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang
Pertambangan Mineral di Indonesia, Lex Ketenagakerjaan
Privatum Vol. 10 No. 3, Juni 2022 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang
Firmansyah, Arif. Konsep Bentuk Perusahaan Administrasi Pemerintahan
Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Perspektif Undang-Undang Dasar 1945, Cipta Kerja
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang bagi-perusahaan-pelaku-pencemaran-
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 lingkungan-lt57ff10d6bb0af/
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral [Link]
dan Batubara [Link]/YDK/article/download/25
Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2020 2/pdf/18295
Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020 [Link]
Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 dalam-pertambangan-minerba
[Link]
Website berita/pertambangan-tanpa-izin-perlu-
[Link] menjadi-perhatian-bersama
content/uploads/2018/07/UU-4-TAHUN-
2009.-[Link]
[Link]
c3760be85/Izin-Pertambangan:-Perbedaan-
IUP-dan-IUPK
[Link]
pembatalan-pencabutan-izin-tambang/?amp
[Link]
31a1768c66a/jalan-terjal-mengupayakan-
pembatalan-pencabutan-izin-tambang
[Link]
abat-bupati-sangihe-minta-pt-tms-hormati-
keputusan-ptun-manado
[Link]
mahkamah-agung-batalkan-izin-operasi-
produksi-pt-tms-di-pulau-sangihe/
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
content/uploads/2021/02/5_61162327417563
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
33457-4-325279/siapa-berhak-cabut-izin-
tambang-esdm-atau-bkpm
[Link]
tambang/izin-usaha-pertambangan-khusus-
iupk/
[Link]
dalam-pertambangan-minerba
[Link]
16/dua-perkara-tambang-emas-di-sangihe-
berlanjut-ke-
kasasi?status=sukses_login&status_login=lo
gin
[Link]
6/ma-tolak-kasasi-kontrak-karya-pt-tambang-
mas-sangihe-harus-dicabut
[Link]
tambang-mas-sangihe-harus-angkat-kaki-
dari-pulau-kecil-sangihe/
[Link]
57346840
[Link]