0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Manajemen Konstruksi: Proses dan Aspek Utama

Diunggah oleh

bryanfirman285
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Manajemen Konstruksi: Proses dan Aspek Utama

Diunggah oleh

bryanfirman285
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN

KONSTRUKSI
GALIH WULANDARI SUBAGYO, S.T.,M.T.,
PERTEMUAN KE 1
MINGGU KE 1
DESKRIPSI
Mata Kuliah ini membahas berbagai aspek manajemen konstruksi, mulai dari tahap
perencanaan (planning), perancangan (design), pelelangan, sampai tahap
pelaksanaan dan tahap akhir. Berbagai proses yang terdapat dalam suatu siklus
proyek konstruksi dijelaskan secara umum dan menyeluruh.

TIU : Mahasiswa memahami berbagai proses yang terdapat dalam


suatu siklus proyek konstruksi secara umum, Menyeluruh dan
memahami sisi manajerial dari suatu proyek konstruksi

Kode Kuliah : CIV-206

Jumlah SKS : 3 Kuliah

Sifat Kuliah : Wajib


SILABUS
BAB 1 Manajemen Konstruksi dan Industri jasa Konstruksi
BAB 2 Daur Hidup Proyek (Project Life Cycle)
BAB 3 Pelelangan
BAB 4 Kontrak konstruksi
BAB 5 Organisasi Proyek (Tugas dan Tanggung Jawab)
BAB 6 Pengantar WBS, Persiapan Tugas Besar dan Tahap perancangan
BAB 7 Penjadwalan proyek
BAB 8 Ujian Tengah Semester
BAB 9 Tahapan Konstruksi (Contoh Rumah Sederhana)
BAB 10 Manajemen Pembiayaan Proyek
BAB 11 Inspeksi dan Quality Assurance dalam Tahap Konstruksi
BAB 12 Pengadaan Barang dan Jasa konstruksi
BAB 13 Jenis Dokumen Proyek Konstruksi
BAB 14 K3 dalam Proyek konstruksi
BAB 15 Presentasi Tahap akhir
BAB 16 Ujian Akhir Semester
KOMPOSISI PENILAIAN

Tugas Besar/Kelompok 35%


Ujian Tengah Semester 30%
Ujian Akhir Semester 35%
PERTEMUAN KE- 1
MINGGU KE - 1
OUTLINE LECTURE 1
1. Construction management define
2. Construction Industry
3. Project Development Sequence
4. Key Players in developmental Sequence
5. Construction technology and Construction Management
6. Structure of The Construction Project
7. Characteristics of Construction Project
8. Professional Affiliation and Certification
9. Review Question
CONSTRUCTION MANAGEMENT DEFINE

PROYEK
Proyek adalah suatu pekerjaan dengan karakteristik sebagai berikut :
1. Komplek dan melibatkan banyak aktivitas
2. Unik, dimana pekerjaan hanya dilaksanakan satu kali
3. Mempunyai waktu pelaksanaan yang tertutup
4. Adanya keterbatasan sumber daya dan biaya
5. Melibatkan banyak disiplin ilmu sehingga sering sekali diperlukan
keterlibatan bagian-bagian lain di luar organisasi proyek
6. Adanya hubungan saling ketergantungan dari setiap kegiatan proyek
7. Goal oriented dan hasil akhir merupakan tujuan utama proyek
KONSTRUKSI

Pengertian konstruksi dalam masyarakat masih


banyak kesalahan. Istilah konstruksi beton, konstruksi
baja, konstruksi kayu.

Misalnya seringkali masih digunakan untuk maksud


mengartikan struktur rangka beton, struktur baja,
struktur kayu.

Kesalahan ini kemungkinan timbul karena dimasa lalu


kita pernah mengunakan sebagai padanan kata
CONSTRUCTIE (Bahasa Belanda : Struktur) yang artinya
berlainan dengan CONSTRUCTION (Bahasa Inggris :
Pembangunan).
MANAJEMEN

Manajemen ialah suatu proses nyata terdiri dari perencanaan (planning),


pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (controling) yang masing-masing
saling memanfaatkan dalam bidang ilmu pengetahuan (science) maupun
keahlian (art) dalam rangka untuk mencapai tujuan sasaran yang telah
ditetapkan.

Stone and Wankel :


proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan usaha-
usaha angota organisasi dan proses penggunaan sumberdaya organisasi untuk
mencapai tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Tery :
Proses tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan
MANAJEMEN KONSTRUKSI

Manajemen Konstruksi yang selama ini digunakan oleh kalangan


luasa adalah padanan dari istrilah Inggris

“CONSTRUCTION MANAGEMENT”
Tujuan Manajemen Konstruksi
Mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan
sedemikian rupa sehingga di peroleh hasil optimal sesuai dengan
persyaratan (spesification).

Manajemen Konstruksi memiliki beberapa fungsi antara lain :


• Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencana dan
pelaksanaan
• Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan
mengatasi kendala terbatasnya waktu pelaksaan
• Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan
dengan opname (laporan) harian, mingguan, dan bulanan
• Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakkan pengambilan keputusan terhadap
masalah-masalah yang terjadi di lapangan
• Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baik
untuk menganalisis performa di lapangan
CONSTRUCTION INDUSTRY

INDUSTRI KONSTRUKSI
(LPJK , Krisna 2011)
Industri Konstruksi secara luas terdiri dari pelaksanaan kegiatan di
lapangan yang melibatkan pihak pihak spt Kontraktor, konsultan,
material supplier, plant supplier, tenaga kerja, asuransi dan
perbankan dalam suatu transformasi input menjadi suatu produk
akhir yang dipergunakan untuk mengakomodasi kegiatan sosial
maupun bisnis dari masyarakat

Industri konstruksi sangat essensial dalam kontribusi nya pada


proses pembangunan. Hasil produk industri konstruksi spt berbagai
sarana, dan prasarana merupakan kebutuhan mutlak pada proses
pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat
PROJECT DEVELOPMENT SEQUENCE

Need for facilities, identified by client

Concept design and scope of work

Final design document

Constructor awarded (Pelelangan)

Construction Process

Testing and Commissioning

Facilities Operation & maintenance


KEY PLAYERS IN DEVELOPMENT SEQUENCE
PEMILIK
• Menunjuk penyedia jasa
• Meminta laporan secara periodiik mengenai pelaksana pekerjaan yang telah
dilakukan pleh penyedia jasa
• Memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak
penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan
• Menyediakan lahan untuk tempat pekerjaan
• Menyediakan Anggraan (Budget) perencanaan dan pelaksanaan proyek dan
membayar kepada pihak penyedia jasa
• Pemilik dapat sebagai Individu, Perusahaan atau Pemerintahan
• Ikut mengawasi jalannya pelaksana dengan menunjuk suatu badan atau orang
untuk bertindak atas nama pemilik
• Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (Apabila terjadi)
• Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh
penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikehendaki
• Proyek yang didanai oleh Dana Masyarakat, Loan, Hibah, Anggran Pemerintah
Daerah, Pengguna Jasa/Pemilik/Owner adalah Pemerintah
KONSULTAN PERENCANA (DESIGN ENGINEERING)
• Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana,
rencana kerja dan syarat-syarat, hitungan struktur, rencana anggaran biaya
• Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak
konstraktor tentang pelaksaan pekerjaan
• Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang
kurang jelas dalam gambar rencana, rencana kerja dan syarat-syarat
• Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan rencana
• Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek

KONSULTAN PENGAWAS (SUPERVISION)


Sebagai wakil dari pengguna jasa yang bertanggung jawab untuk melakukan
pengawasan dalam berbagai kegiatan proyek yang diharapakn sesuai dengan
spesifikasi (Mutu, Biaya, dan Waktu)
KONTRAKTOR
Penyedia jasa yang menyediakan jasa untuk menyelesaikan pekerjaan
konstruksi sesuai dengan kesepakatan antara pemilik proyek dengan pelaksana
proyek (Kontraktor)

SUPPLIER
Penyedia jasa berupa pengadaan material/bahan, tenaga kerja dan peralatan
yang akan digunakan dalam pelaksaan proyek

INSTANSI TERKAIT
Terlibat dalam perizinan/regulation, masalah aspek hukum seperti Dinas Tata
Kota untuk perizinan membangun (IMB), Lembaga Penegakkan Hukum dan
Abitrase untuk menyelesaikan dispute/perselisihan dalam pelaksanaan kontrak

MASYARAKAT (COMMUNITY)
Meningkatkan akses masyarakat ke keuntungan proyek sehingga proporsi
terbesar keuntungan proyek langsung diterima oleh target yang tepat
(Masyarakat Setempat)
MASYARAKAT (COMMUNITY)
• Meningkatkan akses masyarakat ke keuntungan proyek sehingga proporsi
terbesar keuntungan proyek langsung diterima oleh target yang tepat
(Masyarakat Setempat)
• Adannya transfer keahlian dan meningkatkan kemampuan masyarakat di
sekitar lokasi proyek
• Meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap infastruktur yang berada
di seikitar lingkungannya dengan harapan masyrakat akan memelihara dan
menjaga infastruktur tersebut

PENYEDIA PELAYANAN PUBLIK


• Perusahaan Listrik Negara
• TELKOM
• PDAM
LEMBAGA INTERNAL
Lembaga Internal yang akan memutuskan suatu kebijakan yang dapat berupa
tentang :
▪ Perencanaan dan konsep pembanggunan
▪ Tata ruang
▪ Penggunaan lahan publik
Pada tingkat KOTA/Kabupaten adalah BAPPEDA dan tingkat pusat dikeloka oleh
BAPPENAS

ORGANISASI NON PEMERINTAH (ORNOP/NGO)


Partisipasi Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) sangat diharapkan dalam
melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksaan proyek konstruksi,
termasuk dalam memantau dampak negatif yang dapat terjadi terhadap
lingkungan sekitar. Selain itu, ORNOP diharapkan dapat memberikan advokasi
pada masyarakat setempat.
CONTRUCTION TECHNOLOGY AND CONTRUCTION
MANAGEMENT
Model 5 M + I
1. Man (Manusia) : Man atau manusia merupakan model 5 m yang merujuk
pada manusia sebagai tenaga kerja.
2. Machines (Mesin) : Machines atau mesin merujuk pada mesin sebagai
fasilitas/alat penunjang kegiatan perusahaan baik operasional maupun
nonoprasional.
3. Money (Uang/Modal) : Uang dalam hal ini adalah merujuk pada uang sebagai
modal untuk pembiayaan seluruh kegiatan perusahaan.
4. Method (Metode/Prosedur): Prosedur yang merujuk pada metode/prosedur
sebagai panduan pelaksanaan kegiatan perusahaan.
5. Materials (Bahan baku) : Yakni merujuk pada bahan baku sebagai unsur
utama untuk diolah sampai menjadi produk akhir untuk diserahkan pada
konsumen.
6. Information : Sistem informasi manajemen yang baik menyediakan informasi
sebagai umpan balik guna pelaksanaan operasional dari sistem transformasi
tersebut.
STRUCTURE OF THE CONSTRUCTION
PROJECT

Keterangan :
- - - - - - : Garis Koordinasi
------------ : Garis Perintah
PROFESSIONAL AFFILIATION AND CERTIFICATE

UNDANG-UNDANG NO 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA


KONSTRUKSI
(KEWAJIBAN MEMILIKI SERTIFIKAT KOMPETENSI KERJA)

Pasal 70 ayat 1 :
Setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi
wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

Pasal 70 ayat 2 :
Setiap Pengguna Jasa dan/atau Penyedia Jasa wajib mempekerjakan
tenaga kerja konstruksi yang memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
UNDANG-UNDANG NO 2 TAHUN 2017 TENTANG JASA KONSTRUKSI
(SANKSI BAGI YANG TIDAK MEMILIKI SERTIFIKAT KOMPETENSI
KERJA)

Pasal 99 Ayat 1 :
Setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi tidak
memiliki sertifikat Kompetensi Kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 70 ayat
(1) dikenai Sanksi Administratif berupa Pemberhentian dari tempat kerja.

Pasal 99 Ayat 2 :
Setiap Pengguna Jasa dan/atau penyedia Jasa yang mempekerjakan Tenaga Kerja
Konstuksi yang tidak memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja dimaksud dalam Pasal
70 ayat (2) dikenai Sanksi Administratif berupa:
a. Denda Administratif; dan/atau
b. Penghentian Sementara Kegiatan Layanan Jasa Konstruksi.
SERTIFIKAT KEAHLIAN (SKA)

Sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang
telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan,
kefungsian dan/ atau keahlian tertentu.

Setiap perusahaan jasa pelaksana konstruksi yang ingin mengajukan permohonan


sertifikasi dan registrasi badan usaha dan mendapatkan Sertifikat Badan Usaha
(SBU) untuk golongan Kecil (K1, K2 atau K3) harus memiliki tenaga kerja
bersertifikat keterampilan (SKT) sebagai persyaratan untuk dapat ditetapkan
sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT).

SKA tersebut dikeluarkan diajukan melalui asosiasi profesi jasa konstruksi atau
instansi lain yang telah diakreditasi LPJK.

Berdasarkan kualifikasi SKA di bagi menjadi 3 (Tiga) tingkatan yaitu:


• SKA Muda (Memiliki pengalaman minimal 3 tahun)
• SKA Madya (Memiliki pengalaman minimal 5 tahun)
• SKA Utama (Memiliki pengalaman minimal 10 tahun)
SERTIFIKASI TUKANG BANGUNAN

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono :

"Peran tukang sebagai bagian dari tenaga kerja konstruksi dalam


pembangunan infrastruktur di Indonesia itu krusial. Tukang di
lapangan sangat menentukan kualitas bangunan. Maka itu, semua
tukang seharusnya memiliki bekal yang baik melalui pelatihan dan
mendapat sertifikat

Selain bertujuan mengukur kompetensi para tenaga kerja konstruksi,


program sertifikasi itu juga akan memudahkan tenaga kerja
mendapatkan pekerjaan.
TERIMA KASIH
DISKUSI

Ketentuan :
• Kelompok 1 kelompok terdiri dari 2 Orang
• Buat dalam selembar kertas dan tulis tangan

Bahan Diskusi :
Residential/Highrise/infrastructure
Deskripsikan jenis proyeknya, sebutkan owner, kontraktor dan konsultan
yang terlibat, sebutkan karakterikstik dari proyek.

Anda mungkin juga menyukai