Hukum dan Diskriminasi: Analisis Isu Sosial
Hukum dan Diskriminasi: Analisis Isu Sosial
Pendahuluan
Pada zaman modern ini, hukum dan diskriminasi menjadi isu yang
mendapat perhatian besar di masyarakat. Diskriminasi merupakan perlakuan
tidak adil terhadap seseorang atau kelompok berdasarkan karakteristik tertentu
seperti ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, disabilitas, atau status
sosial.
Diskriminasi dapat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk
dalam sistem hukum. Hukum memiliki peran penting dalam melindungi hak-
hak individu dan mencegah diskriminasi.
Hukum harus memberikan perlindungan yang setara bagi semua
individu, tanpa memandang latar belakang atau karakteristik mereka. 1 Namun,
realitas di lapangan seringkali menunjukkan bahwa diskriminasi masih terjadi,
baik dalam sistem hukum itu sendiri maupun dalam penerapannya.
Makalah ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara hukum dan
diskriminasi. Kami akan menganalisis berbagai aspek hukum yang berkaitan
dengan diskriminasi, seperti undang-undang yang melindungi hak-hak
individu, kebijakan yang mengatur penghapusan diskriminasi, serta tantangan
dan hambatan dalam implementasi hukum yang adil dan setara. Pada
akhirnya, kita berharap bahwa makalah ini dapat memberikan pemahaman
yang lebih dalam tentang bagaimana hukum berperan dalam melawan
diskriminasi dan bagaimana upaya dapat dilakukan untuk menciptakan
masyarakat yang inklusif dan adil bagi semua individu.
II. Pembahasan
A. Pengertian diskriminasi
Istilah diskriminasi berasal dari bahasa Inggris yaitu discriminate,
dan pertama kali digunakan pada abad ke-17. Akar istilah itu berasal dari
bahasa Latin, yaitu discriminat. Tindakan membeda-bedakan atau
memperlakukan secara berbeda pada seseorang yang cenderung bersifat
negatif termasuk dalam perilaku tidak baik.2
1
Undang - Undang tentang Hak Asasi Manusia. UU No. 39 Tahun 1999. LN Tahun 1999 No. 165. TLN
No. 3886.
2
Ali, Denny. J. Menjadi Indonesia Tanpa Diskriminasi. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka utama. 2013) hal.
06
~1~
Diskriminasi adalah suatu perbuatan, praktik, atau kebijakan yang
memperlakukan seseorang atau kelompok secara berbeda dan tidak adil
atas dasar karakteristik dari seseorang atau kelompok itu.3
Menurut Uli Parulian Sihombing dalam buku Memahami
Diskriminasi (2009), diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.
Pembedaan perlakuan tersebut bisa disebabkan warna kulit, golongan atau
suku, dan bisa pula karena perbedaan jenis kelamin, ekonomi, agama, dan
sebagainya.4
Menurut Theodorson&Theodorson diskriminasi adalah perlakuan
yang “tidak seimbang” terhadap perorangan atau kelompok, berdasarkan
sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas seperti
berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, atau keanggotaan kelas-kelas
sosial. Istilah tersebut biasanya untuk melukiskan, suatu tindakan dari
pihak mayoritas yang dominan dalam hubungannya dengan minoritas
yang lemah. Sehingga dapat dikatakan bahwa perilaku mereka itu bersifat
tidak bermoral dan tidak demokratis.5
Menurut Doob dalam skripsi Unsriana lebih jauh mengakui bahwa
diskriminasi merupakan perilaku yang ditujukkan untuk mencegah suatu
kelompok atau membatasi kelompok lain yang berusaha memiliki atau
mendapatkan sumber daya. Secara teoritis diskriminasi dapat dilakukan
melalui kebijakan untuk mengurangi, memusnahkan, menaklukkan,
memindahkan, melindungi secara legal, dan mengasimilasi kelompok
lain.6
Diskriminasi juga merupakan masalah sosial yang dilakukan oleh
antarumat manusia dan hal ini disebabkan karena unsur-unsur dari sebuah
kemasyarakatan tidak berfungsi sebagai mana mestinya dan hal itulah
3
[Link]
[Link] (diakses pada 30 agustus 2023)
4
Uli parulian sihumbing dkk. Memahami diskriminasi. (Jakarta selatan: The Indonesian Legal Resource
Center ILRC. 2009) hal 03.
5
Uli parulian sihumbing dkk. Memahami diskriminasi. Jakarta selatan: The Indonesian Legal Resource
Center (ILRC). 2009. 03
6
Linda Unsriana. “Analisis Diskriminasi Terhadap Kaum Burakumin dalam. Novel Misaki dan Novel
Hakai”. Journal Universitas Bina Nusantara. 02 Jakarta 2011.
~2~
yang menyebabkan perasaan kekecewaan dan penderitaan yang di alami
oleh orang yang di diskriminasi.7
Diskriminasi berkaitan dengan masalah social, karena akibat dari
interaksi sosial terhadap suatu individu, antar individu ke antar kelompok,
dan bisa jadi masalah sosial tersebut merupakan suatu ketidaksesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan
kehidupan kelompok sosial lainnya. Masalah sosial seperti diskriminasi
juga mengakibatkan ikatan antar individu menjadi tidak baik. Unsur-unsur
yang menjadi pokok permasalahan dari masalah sosial adalah adanya
perbedaan yang mencolok antar nilai-nilai dengan kondisi-kondisi suatu
kehidupan. Hal tersebut dapat di artikan bahwa terjadinya kepincangan-
kepincangan antara anggapan masyarakat tentang apa yang harusnya
terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup.8
B. Jenis-jenis diskriminasi
Menurut Liliweri, secara umum, diskriminasi dibagi dua jenis,
yaitu sebagai berikut:9
1. Diskriminasi langsung
Tindakan membatasi suatu wilayah tertentu, seperti
pemukiman, jenis pekerjaan, fasilitas umum, dan sebagainya
dan juga terjadi manakala pengambil keputusan diarahkan oleh
prasangka-prasangka terhadap kelompok tertentu
2. Diskriminasi tidak langsung
Diskriminasi tidak langsung dilaksanakan melalui penciptaan
kebijakan-kebijakan yang menghalangi ras/etnik tertentu untuk
berhubungan secara bebas dengan kelompok ras/etnik lainnya,
yang mana aturan/prosedur yang mereka jalani mengandung
bias diskriminasi yang tidak tampak dan mengakibatkan
7
Soerjono soekanto. Sosiologi suatu pengantar. (Jakarta : Rajawali Pers, 2010)
8
Soerjono soekanto. Sosiologi suatu pengantar. (Jakarta : Rajawali Pers, 2010)
9
[Link]
[Link] (diakses pada 30 agustus 2023)
~3~
kerugian sistematis bagi komunitas atau kelompok masyarakat
tertentu.
Berbagai jenis diskriminasi yang sering terjadi di masyarakat
antara lain tapi tidak terbatas pada:10
1. Rasisme
Sebuah peristiwa yang memberikan kekhususan bagi warga
kulit putih di Afrika Selatan saat politik apartheid masih
diterapkan adalah contoh diskriminasi ras. Rasisme adalah
suatu aspek pembeda secara rasial pada suatu budaya yang
diterima oleh banyak orang dan mendorong kompetisi,
perbedaan kekeuasaan dan perlakuan yang tidak semestinya
terhadap anggota kelompok lain.11
Perbedaan perlakuan ini dapat dimanifestasikan secara
individual maupun melalui struktur sosial dan institusi resmi.
Perbedaan perlakukan melalui institusi adalah perbedaan dalam
hukum, sistem pendidikan, lapangan kerja, kebijaksanaan
imigrasi, agama dan lainnya.
2. Seksisme
Salah satu konsep dasar dari paham ini adalah adanya
kepercayaan bahwa kekuatan fisik dan kecerdasan dimiliki
oleh laki-laki, sementara kekuatan emosional dimiliki oleh
perempuan. Atas dasar paham seksisme ini, terkadang muncul
sikap-sikap diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, terutama
terhadap perempuan. Contohnya laki-laki lebih diutamakan
dalam mendapatkan jabatan publik, pendidikan, dan akses
ekonomi, sementera perempuan dinomorduakan.
3. Ageisme
Ini adalah pandangan yang menekankan pada aspek usia
seseorang mempengaruhi bagaimana ia bersikap. Umumnya
10
[Link]
[Link] (diakses pada 30 agustus 2023)
11
Hesti armiwulan. “Diskriminasi rasial dan etnis sebagai persoalan hokum dan hak asasi manusia” 02.
Jurnal Fakultas Hukum Universitas Surabaya
~4~
mereka yang mempercayai paham ini berpendapat, mereka
yang berusia lebih tua, jauh lebih berpengalaman dan lebih
bijak dalam menjalani hidup, sementara yang lebih muda
cenderung ceroboh dan kurang dapat diandalkan.
Namun paham ini tidak hanya bersikap diskriminatif pada
orang yang muda saja, terkadang juga paham ini menimbulkan
diskriminatif terhadap orang-orang lanjut usia (lansia) yang
dianggap sudah tidak mampu bekerja dan sebagainya.
4. reverse discrimination
Reverse discrimination berarti kecenderungan untuk menilai
dan memperlakukan seseorang dari kelompok tertentu
(biasanya kelompok yang menjadi target prasangka) dengan
lebih baik dibanding perlakuan terhadap kelompok lainnya.
Pada awalnya perlakuan tersebut mungkin menguntungkan
kelompok target.
Jadi seseorang melakukan reverse discrimination dengan cara
memberikan kenaikan pangkat, gaji dan keuntungan lainnya.
Untuk jangka pendek hal itu menguntungkan tetapi pada
pekerjaan dan situasi tertentu pada jangka panjang hal tersebut
akan merugikan.
5. Kasta
Merupakan suatu bentuk diskriminasi berdasarkan hierarki
sosial yang ditentukan oleh kelahiran seseorang.12
Menurut Human Rights Watch, diskriminasi kasta
memengaruhi 250 juta di seluruh dunia. Diskriminasi
berdasarkan kasta terutama lazim di beberapa bagian Asia,
(India, Sri Lanka, Bangladesh, Tiongkok, Pakistan, Nepal,
Jepang), Afrika, dan lainnya. Hingga tahun 2011, ada sekitar
200 juta orang berkasta Dalit atau Kasta yang Sudah
Ditentukan di India.
12
[Link]
~5~
6. Disabilitas
Diskriminasi kecacatan terjadi ketika seseorang diperlakukan
secara kurang menyenangkan atau ketika dia tidak diberi
kesempatan yang sama seperti orang lain dalam situasi yang
sama karena kecacatannya.
C. Sebab-sebab Diskriminasi
Diskriminasi hukum dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan
kondisi yang ada dalam suatu sistem hukum. Beberapa penyebab umum
diskriminasi hukum adalah sebagai berikut:13
1. Kebijakan Hukum yang Diskriminatif
Adanya kebijakan atau peraturan hukum yang secara langsung
atau tidak langsung membedakan perlakuan terhadap individu
atau kelompok tertentu. Kebijakan semacam ini bisa menjadi
dasar bagi diskriminasi dalam sistem hukum.
2. Ketidakadilan Sosial dan Struktural
Ketidakadilan sosial atau ketidaksetaraan yang ada dalam
masyarakat dapat mempengaruhi sistem hukum. Kondisi
seperti ketimpangan ekonomi, kesenjangan sosial, atau
prasangka sosial dapat mengarah pada diskriminasi dalam
penerapan hukum.
3. Prasangka dan Stereotip
Prasangka dan stereotip yang melibatkan ras, etnis, agama,
jenis kelamin, atau orientasi seksual dapat mempengaruhi
pandangan dan tindakan pelaku hukum. Prasangka dan
stereotip ini dapat menyebabkan perlakuan yang tidak adil
terhadap individu atau kelompok tertentu dalam sistem hukum.
4. Keterbatasan Penegakan Hukum
Kurangnya penegakan hukum yang efektif atau kelemahan
dalam sistem peradilan dapat memungkinkan terjadinya
13
Linda Unsriana. “Analisis Diskriminasi Terhadap Kaum Burakumin dalam. Novel Misaki dan Novel
Hakai”. Journal Universitas Bina Nusantara. Jakarta 2011
~6~
diskriminasi. Ketidakmampuan untuk memberikan
perlindungan yang setara atau menegakkan hak-hak individu
secara adil dapat menghasilkan diskriminasi hukum.
5. Kurangnya Kesadaran dan Pendidikan Hukum
Kurangnya kesadaran tentang hak-hak individu atau kurangnya
pemahaman tentang prinsip-prinsip kesetaraan dalam sistem
hukum dapat menyebabkan diskriminasi. Pendidikan hukum
yang tidak memadai atau kurangnya akses terhadap informasi
hukum juga dapat menjadi faktor penyebab diskriminasi.
Penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab
diskriminasi hukum ini agar sistem hukum dapat berfungsi secara adil,
setara, dan inklusif bagi semua individu. Melalui perbaikan kebijakan
hukum, peningkatan kesadaran hukum, dan penegakan hukum yang adil,
kita dapat mengurangi atau menghilangkan diskriminasi dalam sistem
hukum.
D. Dampak-dampak Diskriminasi
Dampak Diskriminasi dalam ruang lingkup konteks sosiologi
hukum dapat memiliki berbagai dampak yang signifikan. Diskriminasi
merujuk pada perlakuan yang tidak adil atau tidak setara terhadap individu
atau kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin,
ras, agama, atau disabilitas. Berikut adalah beberapa dampak diskriminasi
dalam konteks sosiologi hukum:
1. Ketidakadilan dalam sistem hukum
Diskriminasi dapat menyebabkan ketidakadilan dalam sistem
hukum, di mana individu atau kelompok tertentu diberikan
perlakuan yang tidak adil atau tidak setara dalam proses
penegakan hukum. Hal ini dapat mengakibatkan
ketidakpercayaan terhadap sistem hukum dan merusak
integritasnya.
2. Pelanggaran hak asasi manusia
~7~
Diskriminasi merupakan pelanggaran terhadap hak asasi
manusia karena bertentangan dengan prinsip-prinsip
kesetaraan, kebebasan, dan martabat manusia. Hal ini dapat
mengakibatkan penghinaan, marginalisasi, atau penindasan
terhadap individu atau kelompok yang menjadi korban
diskriminasi.
3. Pembatasan akses terhadap keadilan
Diskriminasi dapat membatasi akses individu atau kelompok
tertentu terhadap sistem hukum dan keadilan. Mereka mungkin
menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses ke pengacara
yang berkualitas, mendapatkan perlindungan hukum, atau
meraih keadilan dalam proses hukum.
4. Peningkatan konflik sosial
Diskriminasi dapat memperburuk ketegangan sosial dan
meningkatkan risiko terjadinya konflik. Perlakuan yang tidak
adil dapat menciptakan ketidakpuasan, ketidakstabilan, dan
ketegangan antara kelompok-kelompok yang terlibat, dengan
potensi untuk memicu konflik sosial yang lebih besar.
5. Penghambatan pembangunan sosial
Diskriminasi dapat menghambat pembangunan sosial dan
ekonomi suatu negara atau masyarakat. Ketidakadilan dalam
distribusi sumber daya, kesempatan, dan akses dapat
menghambat pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan,
dan pembangunan yang berkelanjutan.
6. Merugikan individu dan kelompok
Diskriminasi dapat merugikan individu atau kelompok yang
menjadi korban. Mereka dapat mengalami penurunan
kesejahteraan psikologis, gangguan emosional, dan kerugian
ekonomi akibat perlakuan yang tidak adil atau tidak setara.
Dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil dan setara,
penting untuk mengenali dan mengatasi diskriminasi dalam konteks
~8~
sosiologi hukum. Diperlukan langkah-langkah untuk mempromosikan
kesetaraan, melindungi hak asasi manusia, dan memastikan akses yang
adil terhadap sistem hukum.
E. Mengatasi diskriminasi
Dalam perspektif sosiologi hukum, diskriminasi dipandang sebagai
suatu fenomena sosial yang terjadi karena adanya ketidakadilan dalam
distribusi sumber daya dan kesempatan di masyarakat. Diskriminasi dapat
terjadi karena adanya perbedaan status sosial, ekonomi, agama, ras, atau
jenis kelamin. Dalam hal ini, sosiologi hukum memandang bahwa
diskriminasi bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah struktural
yang terkait dengan sistem sosial dan hukum yang ada.
Untuk menganalisis masalah diskriminasi dari perspektif sosiologi
hukum, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut:
1. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab
Langkah pertama adalah mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab diskriminasi, seperti perbedaan status sosial,
ekonomi, agama, ras, atau jenis kelamin.
2. Menganalisis dampak
Langkah selanjutnya adalah menganalisis dampak dari
diskriminasi terhadap individu atau kelompok yang dirugikan.
Dampak tersebut dapat berupa ketidakadilan sosial,
kemiskinan, keterbelakangan, dan konflik sosial.
3. Mengkaji undang-undang
Langkah selanjutnya adalah mengkaji undang-undang yang
mengatur tentang diskriminasi di Indonesia dan
membandingkannya dengan praktik yang terjadi di masyarakat.
Hal ini dapat membantu kita untuk mengetahui sejauh mana
undang-undang tersebut efektif dalam mencegah diskriminasi.
Di Indonesia, diskriminasi diatur oleh beberapa undang-undang
seperti Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak
Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang
~9~
Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017
tentang Pemilihan Umum, Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan . Undang-undang ini menjamin hak asasi
manusia bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa
diskriminasi apapun
4. Mencari solusi
Langkah terakhir adalah mencari solusi untuk mengatasi
masalah diskriminasi. Solusi tersebut dapat berupa penerapan
undang-undang yang lebih ketat, peningkatan kesadaran
masyarakat akan pentingnya menghormati hak asasi manusia,
dan pemberian edukasi tentang keragaman budaya.
F. Contoh Diskriminasi
Peraturan dalam undang-undang KHI dalam penetapan tidak ada
kewajiban nafakah bagi seorang suami ketika istri nusyuz, perlu ada
pertimbangan ulang terkait regulasi dan akibat yang akan timbul dari putusan
tersebut. Mengingat angka perceraian di indonesia sangatlah banyak.
Berdasarkan data analisis Putusan Pengadilan Agama Rembang,
bahwa kasus perceraian didominasi oleh cerai gugat. Kurang lebih 70
persen. Dan sisanya adalah cerai talak. Dalam cerai gugat, terdapat
beberapa faktor yang melatarinya, yaitu factor perselingkuhan sekitar 15
persen, pertengkaran sekitar 25 persen, nusyuz sekitar 10 persen, 5 persen
berujung damai dan factor perceraian yang paling benyak terjadi adalah
karena tidak terpenuhinya nafkah, yaitu sekitar 45 persen.14
Menurut catatan Direktorat Jendral Badan Peradilan Agama MA
(Ditjen Badilag MA) ada empat faktor terbesar penyebab perceraian di
tahun 2021. Seperti, perselisihan dan pertengkaran 36% (176.683 perkara),
faktor ekonomi, seperti tidak diberi nafkah atau tidak punya pekerjaan,
tidak punya penghasilan sekitar 14% (71.194 perkara), meninggalkan
14
[Link]
tidak-di-penuhi-berdampak-pada-perceraian (diakses pada 30 agustus 2023)
~ 10 ~
kediaman tempat bersama 7% (34.671 perkara), dan kekerasan dalam
rumah tangga 0,6% (3.271), dan lain-lain sekitar (198.951 perkara).15
Berdasarkan paparan di atas, kami merasakan ada tindakan
diskriminasi yang akan diperoleh seorang perempuan apabila ia nusyuz,
yakni tidak berhak nafkah sehingga bisa berdampak pada penelantaran istri
dan tidak bisa dipungkiri akan berujung pada perceraian. Sedangkan tujuan
dihadirkannya sebuah hukum demi mejaga keteraturan seseorang dengan
yang lainya dan demi mewujudkan keadilan.
III. Kesimpulan
Hubungan antara hukum dan diskriminasi dapat menciptakan dampak
yang signifikan pada masyarakat. Diskriminasi merujuk pada perlakuan yang
tidak adil atau tidak setara terhadap individu atau kelompok berdasarkan
karakteristik tertentu seperti jenis kelamin, ras, agama, orientasi seksual, atau
disabilitas. Hukum memiliki peran penting dalam menangani dan mencegah
diskriminasi.
Kesimpulan dari hubungan hukum dan diskriminasi adalah bahwa
hukum dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi diskriminasi. Melalui
pembuatan undang-undang dan peraturan yang melarang diskriminasi, serta
penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran hukum tersebut,
masyarakat dapat melawan dan mengurangi tingkat diskriminasi.
Namun, penting untuk diingat bahwa hukum sendiri tidak cukup untuk
mengatasi semua bentuk diskriminasi. Selain hukum, peningkatan kesadaran
masyarakat, pendidikan, dan partisipasi aktif dari semua pihak juga diperlukan
untuk mencapai kesetaraan dan mengurangi diskriminasi.
Dengan adanya perlindungan hukum yang kuat dan upaya yang
berkelanjutan dalam memerangi diskriminasi, diharapkan masyarakat dapat
menciptakan lingkungan yang inklusif, adil, dan setara bagi semua individu,
tanpa memandang perbedaan mereka.
IV. Penututp
15
[Link]
(diakses pada 30 agustus 2023)
~ 11 ~
Dalam makalah ini, kita telah menjelajahi tema yang kompleks tentang
hukum dan diskriminasi. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa diskriminasi masih menjadi masalah yang relevan dalam
masyarakat kita saat ini. Meskipun hukum memiliki peran penting dalam
melindungi hak-hak individu dan mencegah diskriminasi, tantangan dan
hambatan masih ada dalam implementasi yang adil dan setara.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan
perlakuan yang adil dan setara, tanpa memandang latar belakang atau
karakteristik mereka. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa
diskriminasi masih terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam
sistem hukum itu sendiri.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya yang kolaboratif dari
pemerintah, masyarakat sipil, dan lembaga terkait. Perlu ada kebijakan dan
regulasi yang kuat untuk melindungi hak-hak individu dan menghapuskan
diskriminasi dalam sistem hukum.
Selain itu, kesadaran dan pendidikan tentang hak-hak individu serta
pentingnya menghormati keberagaman harus terus ditingkatkan. Masyarakat
perlu bekerja sama untuk mengubah paradigma dan membangun kesadaran
kolektif tentang pentingnya menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil
bagi semua individu.
Dalam menghadapi tantangan yang kompleks ini, kita semua memiliki
tanggung jawab untuk berpartisipasi aktif dalam melawan diskriminasi.
Dengan memperkuat kerja sama dan mempromosikan nilai-nilai kesetaraan
dan keadilan, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih baik, di mana
setiap individu dihormati dan diperlakukan dengan adil.
Terakhir, makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan
pemahaman yang lebih dalam tentang tema hukum dan diskriminasi. Dengan
kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat membangun masyarakat yang
lebih inklusif, setara, dan adil bagi semua individu.
~ 12 ~
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Denny. J. Menjadi Indonesia Tanpa Diskriminasi. (Jakarta: PT Gramedia
Pustaka utama. 2013)
Hesti armiwulan. “Diskriminasi rasial dan etnis sebagai persoalan hokum dan
hak asasi manusia” 02. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Surabaya
Linda Unsriana. “Analisis Diskriminasi Terhadap Kaum Burakumin dalam.
Novel Misaki dan Novel Hakai”. Journal Universitas Bina Nusantara. 02 Jakarta 2011.
Soerjono soekanto. Sosiologi suatu pengantar. (Jakarta : Rajawali Pers, 2010)
Uli parulian sihumbing dkk. Memahami diskriminasi. (Jakarta selatan: The
Indonesian Legal Resource Center ILRC. 2009)
[Link]
perceraian-7a3env
[Link]
[Link]
[Link]
afidatulkhasanah4226/646346145479c315d7774293/nafkah-tidak-di-penuhi-berdampak-
pada-perceraian
~ 13 ~