0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan27 halaman

Pengertian dan Komponen LAN

Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang memungkinkan perangkat saling berkomunikasi dalam area terbatas, seperti dalam satu gedung. LAN dapat menggunakan teknologi kabel seperti Ethernet atau nirkabel seperti Wi-Fi, dan memiliki komponen utama seperti node dan link. Keuntungan LAN termasuk kemudahan berbagi data dan kontrol jaringan, namun ada risiko seperti penyebaran virus dan pencurian data.

Diunggah oleh

Andrya Joya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan27 halaman

Pengertian dan Komponen LAN

Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang memungkinkan perangkat saling berkomunikasi dalam area terbatas, seperti dalam satu gedung. LAN dapat menggunakan teknologi kabel seperti Ethernet atau nirkabel seperti Wi-Fi, dan memiliki komponen utama seperti node dan link. Keuntungan LAN termasuk kemudahan berbagi data dan kontrol jaringan, namun ada risiko seperti penyebaran virus dan pencurian data.

Diunggah oleh

Andrya Joya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengertian Local Area Network (LAN)

LAN adalah kependekan dari Local Area Network yang


merupakan suatu jaringan yang di mana perangkat keras
dan perangkat lunak bisa saling berkomunikasi dalam
daerah yang terbatas. LAN hanya bisa menjangkau daerah
yang sangat terbatas. misalnya hanya dapat menjangkau
dalam satu gedung saja.

Local Area Network atau jaringan komputer lokal adalah


sebuah jaringan komputer yang terbatas hanya pada sebuah
wilayah kecil saja. Dari pengertian di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa LAN ini hanya terbatas pada suatu
wilayah/ kompleks saja. Contoh dari LAN yang sering kita
temui yaitu jaringan komputer di kompleks gedung
perkantoran, warnet, cafe rumah pribadi dll.
Dengan teknologi LAN ini kita dapat saling berbagi data
yang telah kita simpan dalam folder sharing, selain itu juga
kita dapat menggunakan 1 printer secara bersama-sama
dalam satu jaringan komputer lokal ini. Pada umumnya LAN
ini menggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet dengan
kecepatan transfer data hingga 1000 Megabit per sekon
(Mbps) yang disambungkan dengan perantara switch dan
router. Namun akhir-akhir ini beberapa jaringan lokal
menggunakan teknologi 802.11b atau biasa disebut Wi-fi
(Wireless Fidelity). Wi-fi ini merupakan teknologi wireless
(nirkabel) sehingga dalam instalasinya lebih praktis
dibanding LAN yang berbasis Ethernet.

Karena kita tidak perlu lagi susah-susah untuk menarik


kabel untuk menyambungkan antara komputer satu dengan
komputer yang lainnya. Tempat-tempat yang menyediakan
koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasanya disebut
hotspot. biasanya dapat menjumpai hotspot ini di kompleks
perhotelan, café, kampus, taman hiburan dll.

Komponen dan Prinsip kerja LAN


Ada 2 kompenen utama dalam sebuah jaringan komputer
lokal (LAN) yaitu node dan link.

 Node Node adalah titik yang dapat menghasilkan input


data atau menerima data tersebut atau juga kedua-
duanya. Node – node berupa komputer yang saling
terhubung.
 Link Link adalah jalur transimisi data/informasi antar
node. Link ini berupa hubungan antara node yang satu
dengan node yang lainnya dalam sebuah jaringan.

Prinsip kerja LAN tergantung dengan pola atau topologinya.


Jika jaringan tersebut menggunakan pola tidak terpusat
maka setiap komputer yang terhubung dengan jaringan
disebut host. Namun jika jaringan tersebut terpusat maka
akan ada istilah server dan workstation. Untuk lebih jelasnya
dapat kita lihat pada penjelasan dibawah ini.

1.

Server Server adalah sebuah komputer yang berfungsi


untuk mengendalikan jaringan. Dari komputer server ini
kita dapat mengendalikan, mengirim data dan
menerima data dari komputer-komputer workstasion.
Jika LAN ini terhubung dengan sebuah modem, maka di
server ini kita bisa mengatur bandwith yang bisa
digunakan oleh masing-masing komputer workstasion
saat mengakses internet. Kita juga dapat memblokir
situs-situs yang tidak kita kehendaki, seperti yang
berhubungan dengan pornografi, cybercrime, kekerasan
dll. Biasanya data yang digunakan secara bersama-sama
(share), di simpan dalam folder yang berada di
komputer server. Selain itu perangkat-perangkat yang
digunakan secara bersama- sama biasanya juga bekerja
di komputer server ini, seperti printer, disk dll.

2.

Workstasion Workstation ini adalah sebuah sistem


komputer yang terhubung dengan [Link]
ini bisa berupa sejumlah komputer yang saling
terhubung atau juga bisa berbentuk sebuah komputer
besar seperti sistem minikomputer. Workstation yang
berupa sejumlah komputer terkadang disebut client.
Client-client ini saling terhubung dengan bantuan hub
atau switch yang kemudian dihubungkan lagi dengan
komputer server. Sehingga antara client dengan client
ataupun antara client dengan server dapat saling
bertukar data secara langsung. Setelah komputer
server dan workstation saling terhubung maka
terbentuklah sebuah link (jaringan). Link inilah yang
menjadi media pertukaran data antar komputer. Setelah
semua node-node itu saling terhubung terbentuklah
sebuah link yang saling menyatu. Selain itu, Printer
yang terpasang di komputer server dapat juga
digunakan oleh komputer client dengan bantuan hub. C.
Keuntungan dan kerugian LAN
Keuntungan :

 Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah


 Dapat melakukan control jaringan
 Proses back up data lebih mudah
 Kerja lebih efektif
 Dengan adanya fasilitas sharing maka terjadi efisiensi
waktu dan biaya.

Kerugian :

 Jika ada satu komputer terkena virus berpotensi


menginfeksi komputer lain dalam jaringan.
 Berpotensi munculnya pencurian data oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab.

Topologi LAN (Local Area Network)


Topologi adalah pola/bentuk hubungan antar node dalam
suatu jaringan. Ada beberapa jenis topologi dalam LAN
diantaranya :

a. Topologi Mesh (Point to point)


Topologi komputer Topologi mesh banyak komputer
Topologi mesh adalah jaringan yang menghubungkan
komputer secara point to point (titik ke titik). Artinya semua
komputer akan terhubung satu persatu tanpa ada yang
terputus. Dalam topologi mesh ini jaringan menggunakan
pola yang tidak terpusat.


Kelebihan Fault tolerant (kemampuan sistem untuk
terus bekerja ketika ada kegagalan komponen) sangat
besar karena banyaknya link dengan setiap node.

Kekurangan biaya instalasi mahal instalasi memakan


waktu lama karena harus satu-satu manajemen jaringan
rumit o troubleshooting jaringan sukar.

b. Topologi Bintang (Star Topologi)


Topologi bintang Topologi bintang adalah jaringan yang
menghubungkan semua komputer dengan konsentrator
berupa perangkat hub atau switch. Dalam topologi ini
jaringan menggunakan pola yang terpusat sehingga ada
komputer yang berfungsi sebagai server dan adapula yang
bertindak sebagai workstation.

Keuntungan :

1. Instalasi mudah
2. Biaya instalasi murah
3. Penambahan node bisa dilakukan dengan mudah
4. Troubleshooting mudah
5. Jika salah satu kabel ada yang putus jaringan tetep bisa
berfungsi
6. Manajemen terpusat dan memudahkan untuk jaringan
dalam skala besar.
Kekurangan

 Jika switch atau hub rusak maka jaringan akan lumpuh


total

c. Topologi Cincin (Ring Network)


Topologi cincin Topologi cincin adalah jaringan yang
menghubungkan host dengan host lainnya dalam lingkaran
tertutup. Host adalah komputer yang terhubung dengan
suatu jaringan. Topologi ini menggunakan pola jaringan
yang tidak terpusat.

Kelebihan :

 Proses instalasi mudah


 Biaya instalasi murah
 Penambahan node dapat dilakukan dengan mudah
 Bekerja baik pada network skala kecil

Kekurangan

1. Jika kabel putus atau rusak maka jaringan lumpuh total


2. Proses troubleshooting cukup sukar
3. Manajemen network dalam skala besar sulit dilakukan

d. Topologi Bus Topologi Bus Topologi bus


adalah jaringan yang menggunakan sebuah kabel untuk
menghubungkan semua komputer. Sehingga semua host
terhubung secara langsung dengan kabel tersebut. Topologi
ini menggunakan pola jaringan yang tidak terpusat.
Kelebihan

 Proses instalasi mudah


 Biaya instalasi murah
 Penambahan node dapat dilakukan dengan mudah
 Bekerja baik pada network skala kecil

Kekurangan

1. Jika kabel putus atau rusak maka jaringan lumpuh total


2. Proses troubleshooting cukup sukar
3. Manajemen network dalam skala besar sulit dilakukan

e. Topologi Pohon (Tree Nework)


Topologi Tree Topologi tree network adalah jaringan
komputer terpusat yang mana terdapat tingkatan simpul
(node). Dimana simpul yang diatas dapat mengatur simpul
yang dibawahnya, data yang menuju simpul bawah pun
harus melewati simpul atas dulu. Demikian pula sebaliknya.

Kelebihan

1. Penambahan node bisa dilakukan dengan mudah


2. Troubleshooting mudah
3. Jika salah satu kabel ada yang putus jaringan tetep bisa
berfungsi
4. Manajemen terpusat dan memudahkan untuk jaringan
dalam skala besar.
5. Dapat membentuk kelompok jaringan-jaringan
tersendiri.
6. Jika ada switch yang mati, maka jaringan yang mati
hanya yang berada di switch tersebut.

Kekurangan

 Jika ada switch yang paling atas mati maka jaringan


yang dibawahnya akan mati total.

Peralatan dan perangkat LAN


Peralatan dan perangkat yang dibutuhkan dalam membuat
sebuah jaringan komputer lokal (LAN) yang berbasis kabel
adalah sebagai berikut :

a. Kabel UTP (unshielded twisted pairs)


Kabel UTP adalah kabel yang khusus digunakan untuk
transmisi data (mentransfer dan menerima data). Disebut
unshielded karena kabelini tidak delengakapi pelindung
sehingga rentan terhadap interferensi elektromagnetik.
Kabel ini terdiri dari 4 pasang kabel (Pairs)yang saling
terpilin (twisted) atau saling berlilitan. 4 pasang kabel ini
mempunyai warna yang berbeda –beda yaitu :

1. Biru dan biru putih


2. Oranye dan oranye putih
3. Hijau dan hijau putih
4. Cokelat dan cokelat putih Kabel UTP terdiri dari 5
kategori tapi yang terkenal hanya 2, yaitu kategori 3
dan kategori 5. UTP kategori 3 mempunyai kecepatan
transmisi data sampai 10 mbps dan UTP kategori 5
mempunyai kecepatan transmisi data hingga 100 mbps.
Secara lengkap dapat kita lihat pada gambar di bawah
ini. Dalam prakteknya nanti penggunaan kabel UTP
menggunakan 2 metode, yaitu metode cross dan
straight. Metode ini tergantung dengan perangkat apa
yang akan disambungkan.
b. Konektor RJ-45

Gambar 4 Konektor RJ-45 (Registered Jack – 45) adalah


konektor kabel Ethernet yang biasa digunakan dalam
topologi jaringan LAN maupun tipe jaringan komputer
lainnya. Konektor ini memiliki 8 pin yang digunakan untuk
menghubungkan kabel ke PC atau Hub.
c. Tang Krimping

Tang krimping adalah sejenis tang yang khusus digunakan


untuk memasang konektor RJ-45 dengan kabel UTP.
Sehingga konektor yang terpasang pada kabel UTP tidak
terlepas. Selain itu tang ini juga dapat digunakan untuk
meratakan ujung kabel UTP agar kabel-kabel UTP dapat
tepat tersambung dengan pin pada konektor RJ-45.
d. Kartu Jaringan (LAN Card)

Gambar 6 Gambar kartu jaringan Kartu jaringan adalah


sebuah kartu yang berfungsi sebagai penghubung antara
komputer dan jaringan . kartu jaringan ini terkadang juga
disebut NIC (network interface card). Biasanya alat ini
ditancapkan ke dalam sebuah slot yang ada pada
motherboard. Dari kartu inilah nantinya akan dibuat
penomoran IP lokal dalam jaringan LAN.
e. Switch / Hub Gambar 7 Switch/Hub

adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menyatukan


komputer client (workstation) menjadi jaringan yang
selanjutnya akan dihubungkan menuju komputer server.
Switch dan hub sebenarnya memiliki fungsi yang sama yaitu
untuk membentuk suatu jaringan komputer. Bedanya antara
hub dengan switch, hub setelah menerima data alat ini akan
mentransmisikan data ke semua port yang ada, sementara
switch setelah menerima data akan mengirimkan data hanya
pada komputer yang berkepentingan saja. Selain itu
biasanya switch digunakan untuk jaringan lokal yang
wilayahnya luas. Untuk LAN yang jangkauannya luas
biasanya juga menggunakan router. Router ini adalah alat
yang digunakan untuk mengatur lalu-lintas data. Router ini
juga berfungsi untuk menentukan dan memilih jalur yang
akan dilalui oleh data.
f. Kabel tester Gambar 8 Kabel tester

adalah alat yang digunakan untuk mengecek apakah kabel


utp yang dipasang ke konektor RJ-45 sudah terpasang
dengan benar belum. Di alat ini ada 8 lampu indicator yang
sesuai dengan banyaknya pin dalam konektor RJ- 45. Jika
kabel UTP telah terpasang dengan benar maka semua lampu
indicator akan menyala, tapi jika ada yang belum terpasang
maka lampu indicator akan mati.

Instalasi LAN (Local Area Network)


Instalasi LAN Langkah-langkah yang harus kita kerjakan
dalam membuat jaringan LAN adalah sebagai berikut :
1. Pengkabelan Kabel UTP

Sebelum kita melakukan instalasi, tentukan dulu berapa


komputer yang akan kita buat LAN. Selain itu tentukan dulu
perangkat apa yang akan disambungkan. Karena beda
perangkat,beda pula cara pengkabelannya. Ada 2 macam
metode pengkabelan, yaitu cross dan straight. Untuk lebih
jelasnya dapat kita lihat penjelasan di bawah ini.

a. Metode Cross (Cross over kabel) Metode ini biasanya


digunakan untuk menyambungkan 2 perangkat yang sama
seperti komputer dengan komputer, switch dengan switch,
hub dengan hub dll. Jadi jika kita ingin membuat jaringan
LAN dengan 2 komputer maka kita harus menggunakan
metode croos ini. Selain itu metode cross ini juga digunakan
untuk menghubungkan antara switch dengan hub serta
komputer dengan router. Adapun langkah-langkah dalam
pengkabelan metode cross adalah sebagai berikut:
 Kupas kedua ujung kulit luar kabel UTP dengan gunting
atau mata pisau tang krimping sepanjang kurang lebih
5 cm.
 Urutkan warna kabel UTP, dengan aturan jika ujung
satu diurutkan dengan konfigurasi T568A maka ujung
yang lain diurutkan dengan konfigurasi T568B.
(konfigurasi dapat dilihat pada gambar di bawah)
 Setelah ujung kabel diurutkan, maka ratakan ujung
tersebut agar dapat tersambung dengan baik pada
konektor RJ-45
 Masukkan ujung kabel tersebut pada konektor RJ-45
dengan hati-hati jangan sampai ada yang tertukar dan
kendor.
 Kemudian crimping /jepit kabel UTP yang sudah
dimasukkan ke dalam konektor RJ-45 tadi dengan tang
crimping sampai ada bunyi klik. Tapi jangan telalu
keras,karena jika terlalu keras bisa mengakibatkan
konektor pecah.
 Setelah selesai di crimping maka hasilnya akan seperti
ini.
 Setelah kabel UTP terpasang, anda dapat mengecheck
dengan kabel tester. Jika ada lampu indicator yang
tidak menyala berarti ada kabel UTP yang tidak
terkoneksi dengan konektor, silahkan membuatnya lagi.
Tapi jika semua lampu indicator menyala, berarti kabel
sudah terpasang dengan baik di konektor.
 Sambungkan kabel UTP yang telah terpasang konektor
tadi ke perangkat yang akan disambungkan, jika
komputer maka tancapkan kabel tadi pada kartu
jaringan yang berada di motherboard komputer. Jika
berupa hub atau switch, maka tancapkan pada port
yang telah disediakan. Port Konektor RJ-45 pada kartu
jaringan motherboard Port konektor RJ-45 pada hub.

b. Metode straight (straight through kabel) Metode ini


biasanya digunakan untuk menyambungkan 2 perangkat
yang berbeda. Seperti komputer dengan switch, komputer
dengan modem dll. Adapun langkah-langkahnya adalah
sebagai berikut :
1. Kupas kedua ujung kulit kabel UTP kurang lebih 5 cm
dengan gunting atau mata pisau tang crimping.
2. Urutkan kabel UTP dengan konfigurasi yang sama
antara ujung satu dengan ujung yang lainnya (Jika
ujung yang satu menggunakan konfigurasi T568 A maka
ujung yang lain pun T568 A, begitu juga sebaliknya)
3. Ratakan kedua ujung kabel UTP dengan tang crimping
4. Masukkan kabel UTP ke konektor RJ-45 dengan hati-
hati agar tidak tertukar dan tidak kendor. Setelah itu
jepit dengan tang crimping sampai berbunyi klik.
5. Tes kabel UTP yang telah terpasang konektor tadi
dengan kabel tester.
6. Sambungkan kabel UTP yang sudah dipasang konektor
tadi ke perangkat yang akan disambungkan (komputer,
switch. Hub, dll.)

2. Setting LAN di komputer

 Setelah kabel UTP terpasang dengan baik, untuk


operating system windows xp, klik start – control panel
– network and internet connection.
 Setelah itu klik network connection Akan muncul Jika
tanda silang merahnya sudah hilang seperti gambar
diatas, berarti komputer telah terkoneksi dengan
jaringan.
3. Konfigurasi IP address

Konfigurasi IP address Setelah jaringan fisik terinstal, kita


harus mengkonfigurasi IP address di masing- masing
komputer. Dengan tujuan agar antar komputer dapat saling
terkoneksi/berkomunikasi. IP address adalah pengalamatan
jaringan komputer yang terdiri dari 32 bit biner. Untuk
membuat jaringan LAN kita dapat menggunakan salah satu
kelas di bawah ini.

Kelas A = 10.x.x.x dengan subnet mask [Link] Kelas B =


172.16.x.x sampai 172.31.x.x dengan subnet mask
[Link] Kelas C = 192.168.x.x dengan subnet mask
[Link] Dalam satu jaringan LAN harus menggunakan
kelas yang sama. Untuk kesempatan kali ini kita dengan
asumsi komputer yang terkoneksi sedikit maka
menggunakan kelas C.
Kelas C ini mampu mengkoneksi hingga 254 komputer. Jadi
kita menggunakan IP : 192.169.x.x dengan subnet mask
[Link]. Angka [Link] maksudnya 24 bit
dalam IP address merupakan network address, sedang 8 bit
berikutnya adalah host ID (255 (10)= 11111111(2) jadi 255
itu sama dengan 8 bit). Nilai x di atas dapat diisi terserah
dengan range 1-254. Jadi 192.168.x adalah network address
sedangkan x adalah host ID. Tetapi tidak boleh ada
komputer yang mempunyai IP sama karena bisa membuat
jaringan bingung sehingga tidak terkoneksi. Adapun
langkah-langkah dalam mensetting IP adalah sebagai berikut
:

1. Klik start – control panel – network connection sehingga


muncul lambang LAN
2. Dobel klik pada lambang LAN hingga muncul local
connection area status. Setelah itu dobel klik pada ikon
internet protocol (TCP/IP) tunggu hingga muncul kotak
dialog baru.
3. Setelah muncul kotak dialog internet protocol
(TCP/IP)properties. Pilih use the following IP address
4. Masukkan nilai IP address yang kita inginkan antara
[Link] hingga [Link], misalkan komputer
1 kita beri IP [Link], komputer 2 kita beri IP
[Link] dst. Subnet mask kita isi [Link] dan
default gateway kita isi [Link] atau bisa juga kita
kosongkan, nanti akan terisi secara otomatis.
5. Setelah terisi semua, klik ok pada semua kotak dialog
yang muncul
6. Untuk mengecek apakah IP address yang kita masukkan
tadi sudah tersetting atau belum dapat kita cek dengan
klik start – run — setelah itu ketik cmd enter. Sehingga
muncul jendela command prompt.
7. Setelah itu ketikkan “ipconfig” (tanpa tanda petik) pada
jendela tersebut, maka IP address yang telah kita
setting tadi akan muncul di jendela command prompt.
8. Untuk mengecek apakah komputer sudah terkoneksi
dengan jaringan dapat kita ping ke komputer lain
(missal client 4), dengan cara klik run ketik ping
[Link] –t (-t diketik agar jendela ping tidak segera
hilang). Jika telah terkoneksi maka akan muncul seperti
ini. Maka selasailah setting IP kita.

4. Folder dan printer sharing

Folder dan printer sharing Dalam jaringan LAN biasanya ada


file atau perangkat yang digunakan secara bersama-sama
yang biasanya disebut sharing. Adapun cara untuk membuat
file sharing adalah dengan klik kanan folder yang akan
dishare, pilih tab sharing Setelah itu pilih option share this
folder apply tunggu sampai proses selesai Ok. Maka akan
folder tersebut sudah dapat di share (diakses dari komputer
lain dalam LAN). Selain folder beberapa perangkata juga
bisa dishare, salah satunya adalah printer. Adapun cara
untuk membuat printer sharing adalah sebagai berikut :

 Klik control panel – printer and faxes,


 setelah muncul lambang printer, klik kanan printer
yang akan dishare dan pilih option sharing.
 Setelah itu pilih option share this printer, beri nama
printer, klik apply dan ok. Untuk mengakses folder yang
dishare dapat dilakukan dengan mencarinya di folder
my network places atau juga dengan mengetikkan
alamat IP address komputer tujuan pada address bar di
jendela windows explorer.
 Maka folder yang dishare akan muncul dan dapat kita
akses. Sedangkan untuk printer, dapat kita lihat saat
kita mau mencetak suatu data maka printer yang telah
dishare akan muncul. Seperti gambar di bawah ini. Jika
sudah muncul, tinggal kita pilih dan print, maka kita
bisa mencetak dengan printer yang telah di share tadi.

Komponen-Komponen LAN (Local Area


Network)
 Workstation , yaitu node atau host yang berupa
sebuah sistem komputer.
 Server , yaitu suatu Perangkat keras (hardware) yang
memiliki fungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.
pada umumnya sumberdaya (resources) seperti printer,
disk, dan lain sebagainya yang hendak dipakai secara
bersama oleh para pemakai di workstation berada dan
bekerja pada sebuah server.
 Link , Workstation dan server tidak bisa berfungsi
jika peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung..
 Network Interface Card (NIC) , Suatu workstation
tidak dihubungkan dengan secara langsung dengan
kabel jaringan maupun tranceiver cable, tetapi melalui
sebuah rangkaian elektronika yang dirancang khusus
untuk menangani sebuah network protocol yang dikenal
dengan Network Interface Card (NIC).
 Network Software , Tanpa adanya software jaringan
maka jaringan tersebut tidak akan bekerja sebagaimana
yang dimau.

Fungsi LAN (Local Area Network)


LAN (Local Area Network) mempunyai fungsi yaitu sebagai
berikut :

 LAN mempunyai fungsi sebagai resource sharing yang


dimana bertujuan supaya semua program (software),
peralatan, khususnya data bisa digunakan oleh setiap
orang yang ada pada jaringan tersebut tanpa
adanya pengaruh oleh lokasi resource dan pemakai.
 LAN juga mempunyai fungsi untuk sebagai pemberi
koneksi jaringan internet dalam sebuah ruangan.
 Untuk membuat suatu keamanan data lebih terjamin
karena dengan adanya LAN seorang server
bisa mengatur data-data penting yang hanya
bisa diakses oleh user tertentu saja.
Keuntungan Dan Kerugian LAN
Keuntungan LAN (Local Area Network)
1. Pertukaran file dapat dilakukan denganPertukaran file
dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing)mudah
(File Sharing)
2. Pemakaian printer dapat dilakukan olehPemakaian
printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer
Sharing)semua client (Printer Sharing)
3. File data yang keluar/masuk dari/ke serverFile data
yang keluar/masuk dari/ke serverdapat di [Link]
di kontrol.
4. Proses backup data menjadi lebih mudah
5. File–file data dapat disimpan pada server,file data dapat
disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari
semuasehingga data dapat diakses dari semuaclient
menurut otorisasi sekuritas dariclient menurut otorisasi
sekuritas darisemua karyawan, yang dapat dibuatsemua
karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur
organisasi berdasarkan struktur organisasiperusahaan
sehingga keamanan data perusahaan sehingga
keamanan data terjamin.
6. Proses backup data menjadi lebih mudah.
7. Resiko kehilangan data oleh virus Resiko kehilangan
data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali
komputer menjadi sangat kecil sekali
8. Komunikasi antar karyawan dapatKomunikasi antar
karyawan dapatdilakukan dengan menggunakan
Edilakukan dengan menggunakan E–Mail &Mail &
ChatChat
9. Bila salah satu client/server terhubungBila salah satu
client/server terhubungdengan modem, maka semua
ataudengan modem, maka semua atausebagian
komputer pada jaringan LANsebagian komputer pada
jaringan LANdapat mengakses ke jaringan
Internetdapat mengakses ke jaringan Internet
10. Biaya akses ke Internet lebih murah karena
menggunakan Server
11. informasi dapat lebih banyak ditemukan oleh client
12. Dapat saling tukar menukar data/informasi
13. Bisa dijadikan Workstation

Kerugian LAN (Local Area Network)


 Jika ada satu komputer terkena virus berpotensi
menginfeksi komputer lain dalam jaringan.
 Berpotensi munculnya pencurian data oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggung jawab, dll.

Manfaat LAN (Local Area Network)


1. Dapat membaca, mengkopi, mengedit serta mencetak
data/file yang tersimpan di komputer yang lain secara
langsung tanpa menggunakan flashdisk ataupun CD
ROM.
2. Dapat penggunakan perangkat atau peripheral yang
terpasang di komputer yang lain, contohnya adalah
printer, hanya dengan 1 printer komputer yang lainnya
bisa menggunakan.
3. Menjalankan program yang ada dikomputer lain.
Misalkan kita memiliki 2 komputer, 1 komputer yang
spesifikasinya rendah dan yang satu spesifikasinya
tinggi, cukup hanya menginstal dikomputer yang
spesifikasinya tinggi, komputer yang spesifikasinya
rendah bisa menggunakan program-program yang
besar tadi.
4. Menghemat biaya. Sebagai contoh adalah printer, kita
memiliki 2 komputer, kita tidak perlu membeli 2
printer, cukup membeli 1 printer bisa digunakan oleh
dua komputer.
5. Menghemat kapasitas/memori media penyimpanan
(harddisk)
6. Memungkinkan mengerjakan suatu pekerjaan secara
bersama-sama sehingga lebih efektif serta efisien dan
tentunya pekerjaan cepat selesai. karena kita bisa
mengakses file atau data dari komputer lain, sehingga
bisa kita kerjakan secara bersama-sama, tidak perlu
bergantian.
7. Mempermudah dan mempercepat pertukaran informasi.
Karena jika mempunyai informasi, atau lainnya tinggal
di sharing langsung sampai tujuan, tidak perlu
mengkopinya.

Anda mungkin juga menyukai