Selamat datang di perjalanan terakhirmu. Berjalanlah lurus dank au akan memilih perjalananmu.
Suara asing yang terdengar di dalam sebuah ruangan gelap dan sebuah pintu di depan mata
telah terbuka terang. Aku berjalan menuju pintu tersebut dan aku menuju sebuah ruangan yang di
dalamnya banyak sekali orang, muda, tua, wanita dan laki – laki semuanya terkumpul tanpa busana dan
semuanya merasa kebingungan. Hanya ada sebuah pintu besar dimataku yang terpampang besar sekali.
“Silahkan melanjutkan perjalanamu”Suara misterius terdengar dari sekitar ruangan.
Pintu besar tersebut terbuka dan di depannya ada sebuah jalan setapak yang bias di lalui
delapan sampai dua belas orang. Aku berjalan dengan sangat kebingungan. Aku melihat kekiri dan
kekan. Semua sangat kebingungan, ada yang menangis, ada yang tertawa lepas, ada juga yang sangat
sedih hingga tidak ingin berjalan. Aku melihat jalan setapak tersebut yang ternyata itu adalah sebuah
jalan dengan semua sisinya berwarna merah. Aku mencoba melihatnya, yang ternyata itu adalah
sebuah jurang tanpa dasar. Aku menjauh dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan.
Setelah berjalan sejauh seratus meter, aku melihat ada kelompok laki – laki dan perempuan
tanpa busana yang memegang sebuah tulisan yang di ukirnya dengan darah, tetapi dari kelompok
tersebut tidak ada yang terluka sama sekali.
“Hei anak muda, ayo bergabung dengan kami”Ajak seorang laki – laki.
Aku melihat tanda itu lebih dekat yang bertuliskan “Come, Join Us” dan aku terus berjalan.
Di dalam perjalananku aku melihat banyak orang yang berkenalan satu sama lain, ada laki – laki yang
mulai haus akan sex dan memperkosa semua wanita di pandangannya, ada ada orang yang memukuli
orang tua, da nada yang membunuh satu sama lain. Aku mulai menambahkan kecepatanku agar aku
bias melewatinya.
“JANGAN, TOLONG!!!”Teriak seorang wanita.
“Kau mau kemana sayang, wah dada yang indah”Kata Laki – laki di depannya.
“HEI, TOLONG AKU!!!”Teriak wanita itu kepadaku.
Aku dengan sigap langsung berlari ke arahnya dan langsung mendorong laki – laki itu ke ujung jalan dan
terjatuh ke jurang tanpa dasar.
“AKU AKAN MENGINGAT HAL INI!!!!”Teriak laki – laki itu.
“Apakah kau tidak apa – apa”Tanya ku kepada wanita itu.
“Terima kasih ya”Kata Wanita itu.
Aku melihat kea rah dadanya secara tidak langsung dan menutup mataku dengan segenap kekuatanku.
“Maafkan aku”Kataku.
“Iya, aku mengerti. Terima kasih ya”Kata wanita itu.
Aku mengangkukan kepalaku dan mulai berjalan. Tiba – tiba wanita itu menarik tanganku.
“Hei tunggu, perkenalkan namaku Nadia”Kata Wanita itu.
Aku menjabat tangannya dan tersenyum ke arahnya.
“Hai Nadia, perkenalkan namaku…..”Ucapanku terhenti.
“HEI WANITA ITU PUNYAKU!!!”Teriak seorang lelaki psikopat yang mulai berlari ke arah Nadia.
“AYO LARI!!”Kataku dan langsung memegang tangan nandia dan menariknya pergi.
Kami berdua lari sekuat tenaga kedalam kerumunan orang dan mulai berbaur sehingga laki – laki itu
tidak bisa melihatkami lagi dan mulai berjalan kembali.
“Kita ada di mana??”Tanya Nadia.
“Aku juga tidak tau”Balasku.
Kami berdua terus berjalan lurus tanpa ada putaran atau persimpangan di depan mata kami. Kami terus
bergandengan.
“Kau tinggal dimana?”Tanya Nadia.
“aaaaa…., Maaf aku tidak mengingatnya”Kataku.
“Akupun demikian”Kata Nadia.
“Bagaimana kau bisa kesini?”Kataku.
“Aku tidak tau, aku berjalan di sebuah ruangan gelap dan aku tiba di sebuah ruangan besar”Balas Nadia.
“Aku juga”Balasku.
“AWww”Teriak Nadia.
“KENAPA KAU!!”Kataku dengan kaget.
Aku melihat ke arah kakinya yang ternyata ada pecahan beling yang tertancap di kakinya dan mulai
mengeluarkan darah.
“HUAAA,SAKIT!!”Teriak Nadia.
Aku mencoba mencabut serpihan kaca tersebut dan membuagnya. Akupun tersadar bahwa de depan
kami banyak orang – orang yang terluka. Di depan kami adalah sebuah jalanan yang di penuhi paku,
kaca, baut dan serpihan – serpihan tajam lainnya.
“Hei lihat”Kata nadia sambil menunjuk ke depan.
Adea sebuah papan yang di tancapkan dengan kayu yang bertuliskan”Lewat sini, jalan di sini bersih”,
Nadia ingin bergegas berlari ke sana, tetapi perasaanku merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
“Berhenti”Kataku sambil menarik tangan Nadia.
“Ada apa??”Tanya Nadia dengan bingung.
“Aku tidak suka jalan di sana, ikutlah denganku melawati jalan ini”Jawabku.
Saat kami melewati persimpangan tersebut dan mengambil jalur yang banyak barang – barang tajam,
tiba – tiba jalan tersebut menghilang dan kami berusaha sebaik mungkin berjalan melawati jalan
tersebut. Nadia yang mulai tidak kuat berjalan karena banyaknya paku dan serpihan bauk di kakinya, dia
terjatuh dan badannya terluka. Aku mengangkatnya dan mengeser serpihan yang ada di lantai untuk
Nadia berbaring, tetapi serpihan tersebut menancap ke lenganku dan tidak bisa di cabut, aku merasakan
rasa sakit yang luarbiasa, tetapi unutk Nadia aku akan melakukannya. Akhirnya Nadia terbariing sesaar
dan terbangun.
“Apa yang terjadi?”Tanya Nadia.
“Tadi kau terjatuh di sana dan aku membaringkanmu di sini”Balasku.
Nadia melihat sekitar dan melihat seorang kakek tua terjatuh.
“HEI, LIHAT!!!”Teriak nadia ke depan.
Tubuhku tergerak tanpa sebab dan langsung berjalan kearah kakek itu.
“KAKEK, KAU TIDAK APA – APA!!”Teriakku.
Aku menyingkirkan serpihan yang ada dan membaringkan kakek itu.
“Anak muda, terima kasih”Kata kakek itu.
“Iya kek”Kataku.
Kakek itu terbangun dan mengajakku dan Nadia melanjutkan perjalan bersamanya.
“Perkenalkan, namaku Bark”Kata kakek itu.
Aku dan Nadia tersenyum ke arahnya dan melanjutkan perjalanan.
.
Setelah berjalan cukup jauh, tanganku mulai meneteskan darah perlahan. Aku menyembunyikannya,
karena semua merasakan hal yang sama. Kami berjalan terus berjalan dan kami melihat sebuah gunung
berapi yang sangat besar.
“Kau yakin ingin melawatinya”kata Nadia sambil merangkul tanganku ketakutan.
“Aku mengerti di depan ada persimpangan yang sama, tapi aku tidak ingin melawatinya”Balasku.
“Baiklah, mari kita lewat sini”Kata Bark.
Kami melawati persimpangan tersebut dan jalannya menghilang. Kami berjalan memasuki gunung
tersebut dan di dalamnya banyak sekali letupan lahar yang buyar keluar. Kami tidak sendiri, karena
banyak orang – orang yang terhenti di mulut gua gunung tersebut.
“Bagaimana???”Tanyaku.
“Aku percaya kepadamu”Balas Nadia.
“Aku juga mempercayakannya kepadamu”Kata Bark.
Kahirnya kami jalan perlahan melawatinya. Kami berjalan dan tiba – tiba letupak lahar buyar ke arah
kakiku dan terbakar.
“ARGHH!!!”Teriakku dan terjatuh.
“KAU TAK APA – APA!!”Teriak Nadia.
Orang – orang yang melihatku menjadi semakin tidak berani untuk melawatinya. Aku melihat kakiku.
Kulitnya terbakar dan daging kakiku terlihat.
“Aku tidak apa – apa, ayo kita lanjutkan”Kataku.
Mereka berjalan dan sedikit demi sedikit tubuh kami bertiga terkena cipratan lahar dan daging kami
terlihat. Kami terus berjuang hingga keluar dari gua tersebut. Aku mulai lemas karena tubuhku paling
banyak terkena lahar.
“Jangan Berhenti, pasti kamu bisa”Kata Nadia.
Aku menguatkan diriku dan mulai berjalan walaupun rasa sakitnya sangat tidak tertahankan. Kami
berjalan sangat jauh, amat sangat jauh dan darahku tidak berhenti menetes.
“Nadia….”Panggilku lemas.
“Ada apa?”Tangan Nadia.
“Aku tidak bisa lagi”Pandanganku mulai kabur dan mulai goyah.
Aku terjatuh, tetapi bark mengankatku kembali.
“Nak, ingat ini adalah perjalanan kita bertiga, kita harus bisa melawatinya apapun caranya”Kata Bark.
Aku tersenyum lemas kerahnya dan sedikit demi sedikit mulai bangkita dan terus berjalan. Kami terus
berjalan perlahan kira – kira sepuluh sampain limabelas hari perjalanan. Di depan kami terdapat
persimpangan dengan tulisan yang berbeda, yang bertuliskan “Kau masih bisa kembali”, tertanda tulisan
di papan tesebut.
Aku hanya ingin melawati jalan biasa, karena pikiranku sangat buruk akan hal itu.
“Ayo kita lewat sini saja”Kata Nadia.
“TIDAK!”Tegasku.
Bark dan Nadia terkaget dan melihat ke arahku dangan kondisi kaki yang sudah tak berkulit dan lengan
yang penuh serpihan benda tajam.
“Kau harus mengerti keadaanmu nak”Kata Bark.
“AKU TIDAK AKAN MELEWATI JALAN ITU!”Teriakku kepada Bark dan nadia.
Mata Nadia berkaca – kaca dan mulai menangis tanpa kata – kata.
“Aku mengerti kalian perduli kepadaku, tetapi firasatku selalu tidak ingin lewat ke arah tersebut”Kataku.
Nadia mulai berhenti menangis.
“Baiklah kalau itu maumu, aku akan tetap ikut denganmu”Kata Nadia.
Akhirnya mereka bertiga melanjutkan perjalanan dan melawati persimpangan tersebut, tetapi jalannya
tidak menghilang seperti sebelumnya. Di depan mereka terdapat sebuah gua yang sangat gelap yang di
ujung jalannya terdapat sebuah cahaya yang sangat hangat yang mereka sendiri belum pernah
merasakan dan melihatnya.
“Aku tidak ingin lewat”Kata Bark.
“Ada apa?”Tanyaku.
Tiba – tiba banyak sebuah teriakan minta ampun dan menjerit minta tolong.
“Marilah kita beristirahat terlebih dahulu”Kata Nadia.
Kami bertiga duduk di jalan tesebut dan sudah sangat sedikit orang yang berlalu lalang, Apakah mereka
mengambil persimpangan terakhir, pikirku.
“Baiklah, kita pasti bisa terpisah di dalam”Kata Bark.
“Iya, Aku punya ide, kita akan berpegangan tangan tanpa melepasnya di dalam, apapun yang
terjadi”Kata Nadia
Aku berpikir, bahwa aku tidak akan bisa sampai tujuan, tetapi hanya bisa sampai pintu keluar di ujung
sana, karena kondisiku yang seperti ini.
“Ide bagus, tetapi biarkan aku memeluk kalian”Kataku.
Bark dan Nadia memelukun dengan erat, akupun menangis.
“Perasaan apa ini, apa yng terjadi padaku, aku belumpernah merasakannya”Pikirku.
“Baiklah, aku menjabat tangan kalian dan tak akan melepaskanya”Kataku.
Kami bertiga memasuki gua gelap [Link] berteriak tanpa henti, dia mengatakan tubuhnya
seperti tersayat – sayat. Bark berteriak minta tolong dan mengatakan tubuhnya seperti di gigiti oleh
binatang kecil. Bark mulai lepas, tetapi aku tetap memegang tangannya dan menariknya.
“KAU PASTI BISA!!!!”Teriakku.
Bagaimana keadaanku, aku sudah matirasa, tubuhku mulai membusuk karena luka – luka ini. Aku hanya
merasakan di sekitarku, ada air mendidih yang menyiramku dan aku di pukuli oleh benda tumpul, tetapi
tubuhku sudah tidak bisa merasakan rasa sakit itu.
“AH!!”Nadia terjatuh dan melepaskan pegangannya.
“TIDAK!!!”Teriakku.
Akumencoba mencari tangannya, tetapi aku tidak bisa menemukannya di tempat segelap ini.
“NADIA!!!, BALAS PANGGILANKU”Teriaku.
“AKU DI SINI”Teriak Nadia.
Aku berlari ke arahsuara tersebut dan mendapatkan tangannya kembali.
“Hei, tanganmu kenapa?”Tanya Nadia.
“Ayo cepat kita keluar dari sinii”Kataku dan mengajaknya berlari.
“Bark, apakah kau baik saja”Tanyaku.
“Iya”Balas Bark dengan pelas.
Aku merasakan otot kakiku akan mati sebentar lagi dan tanganku akan putus. Aku berlari menarik
mereka berdua dan melompat keluar gua.
“Kita berhasil”Kata Nadia.
Dia melihat tubuhnya dengan bekas luka sayatan yang sangat banyak.
“Iya”kata Bark.
Bark melihat tubuhnya yang banyak terkena gigitan binatang kecil.
“Hei, kau baik – baik….”Kata Nadia.
“BERHENTI, JANGAN MENOLEH KE BELAKANG”Teriaku Tegas.
Nadia dan Bark tersentak dan menurutin perkataanku.
“Ulurkan tangan kalian ke belakang dan aku akan menggandengnya”Kataku.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan.
Tidak jauh dari situ mereka menemukan sebuah pintu yang sangat besar dan sangat putih, lebih putih
daripada salju.
“Baguslah”Kataku dan terjatuh.
Nadia dan bark melihat kearahku dengan tanganku yang sudah membusuh dan sebuah tubuhku tanpa
kulit, tangan kananku hanya tersisa tulang belululang dan kakiku sudah putus di dalam gua tersebut.
“Terima kasih”Kataku.
“HEI!!!”Teriak Nadia dan Bark.
“KENAPA KAU MELAKUKANNYA SAMPAI SEJAUH INI NAK!!!”Teriak Bark.
“Setidaknya kalian bisa selamat”Kataku dengan lemas.
Nadia memelukku dan berusaha membuat semuanya lebih baik, tetapi aku sudah tidak berdaya.
“Terima kasih telah menyeretku hingga kesini”Kataku.
“INGAT KAN, KITA BERTIGA!!”Teriak Nadia.
Tiba – tiba pintu itu terbuka dan banyak malaikat keluar yang membawa baju yang sangat bersih dan
menunggu mereka.
“Hei ,lihatlah. Mereka menyambut kita”Kata nadia kepadaku.
“Bertahanlah”Kata Bark.
“Pergilah, aku tidak akan bisa sampai sana, perjalananku berhenti di sini”Kataku.
Bark berdiri dan mencoba menarik Nadia pergi.
“AKU TIDAK AKAN PERGI!!, KAU HARUS IKUT DENGAN KAMI!!”Teriak Nadia sambil menangis.
Bark menarik Nadia sekuat tenaga. Kemudian Nadia menampar Bark.
“KENAPA KAU MENINGGALKANNYA!!”Teriak nadia
Nadia memalingkan pandangannya dan menuju kearahku, Bark menarik tangan Nadia.
“APAKAH KAU TIDAK MENGHARGAI PERJUANGANNYA, MEMBAWA KITA HINGGA KESINI DENGAN
KONDISI YANG SUDAH TIDAK BISA BERTAHAN!!!”Teriak Bark ke Nadia.
Nadia dan Bark melihat ke arahku.
“LIHAT DIA!!!!,APAKAH ITU BUKAN PERJUANGAN BAGIMU!!!”Teriak Bark.
Nadia melihat ke arahku dan mencoba meminta maaf sebesar – besarnya.
“Maafkan aku”Kata Nadia.
Aku mengusap airmatanya.
“Pergilah”Kataku.
Nadia dan berk mulai pergi ke arah malaikat itu.
“Hei”Teriak ku dengan lemas.
Nadia dan Bark melihat ke belakang.
“Perkenalkan, namaku Hope”Kataku.
Nadia dan Bark menagis dan berjalan ke arah pintu itu dan pintu itupun tertutup.
“Aku senang bereka berhasil”Kataku.
Semua menjadi gelap dan aku berjalan entah kemana ke sebuah cahaya di depanku, aku dating ke dalam
tempat pertama dengan pintu besar. Aki berjalan dengan tubuhku yang utuh tanpa ada goresan
sekalipun.
“HEI BERGABUNGLAH”Teriak laki – laki yang meneriakiku pertama kali aku dating.
Aku berlari ke arahnya.
“Aku ingin bergabung”Kataku.
Mereka menerimaku dengan senyuman.
“Jadi apa tugasku”Tanya ku kepada laki – laki itu.
“Tugas kita adalah mengantarkan orang – orang ke tujuan akhir, yaitu surge. Semuapersimpangan yang
kau lihat itu adalah neraka yang menggoda iman setiap orang dan memudahkan perjalanan, yang akan
merusak diri kita sendiri”Kata laki – laki tersebut.
“Manfaat untuk kita apa?”Tanya ku.
“Untuk menebus dosa yang kita miliki”Kata Laki – laki iu dan tersenyum.