0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Panduan Perbaikan Sistem Rem ABS SMK

Dokumen ini adalah job sheet untuk praktik perbaikan sistem rem ABS di SMK Muhammadiyah 1 Bantul, yang mencakup tujuan pembelajaran, alat dan bahan, keselamatan kerja, serta dasar teori tentang sistem rem ABS. Siswa diharapkan dapat mengidentifikasi, menjelaskan, dan memperbaiki komponen sistem rem ABS setelah melakukan praktik. Selain itu, terdapat langkah-langkah kerja dan prosedur pemeriksaan kerusakan sistem ABS menggunakan alat seperti engine scanner.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Panduan Perbaikan Sistem Rem ABS SMK

Dokumen ini adalah job sheet untuk praktik perbaikan sistem rem ABS di SMK Muhammadiyah 1 Bantul, yang mencakup tujuan pembelajaran, alat dan bahan, keselamatan kerja, serta dasar teori tentang sistem rem ABS. Siswa diharapkan dapat mengidentifikasi, menjelaskan, dan memperbaiki komponen sistem rem ABS setelah melakukan praktik. Selain itu, terdapat langkah-langkah kerja dan prosedur pemeriksaan kerusakan sistem ABS menggunakan alat seperti engine scanner.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL

TEKNIK KENDARAAN RINGAN

JOB SHEET PERBAIKAN SERVIS REM


Kode Job : 3 Revisi : 00 Tgl. : September 2025 Jumlah hal : 13
Kelas/Smt : XII/1 SISTEM REM A B S 8 X 45 Menit

I. Tujuan
Setelah melaksanakan praktek dan membuat laporan, siswa diharapkan dapat :
1. Mengidentifikasi komponen sistem rem ABS
2. Menjelaskan fungsi masing-masing komponen rem ABS
3. Menjelaskan cara kerja sistem rem ABS
4. Memeriksa komponen sistem rem ABS
5. Mendiagnosis kerusakan sistem rem ABS
6. Memperbaiki kerusakan sistem rem ABS

II. Alat dan Bahan


1. STAND rem ABS
2. Unit mobil Honda Brio/New Avanza/Toyota Innova
2. Engine Scanner
3. Tool box set.
4. Multimeter.
5. Majun.
6. Manual book.
7. Nampan

III. Keselamatan Kerja


1. Menggunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya.
2. Melaksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja.
3. Menanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum.
4. Hati-hati dalam menghidupkan stand rem ABS dan engine scanner
5. Penggunaan alat ukur memperhatikan selektornya.

IV. D A S A R T E O R I
Teknologi Anti-lock Brake System dirancang untuk mencegah terjadinya penguncian
roda pada saat pengereman yang cukup kuat dalam kondisi jalan yang berbeda-beda antara
permukaan roda satu dengan yang lainnya. Permukaan jalan yang tidak rata saat dilakukan
pengereman, roda yang selip cendrung akan terkunci akibat sistem pengereman yang berbeda
dalam memberikan gaya pengereman, sehingga akan mengakibatkan kendaraan berputar atau
tidak stabil dan hal ini cukup berbahaya bagi keselamatan penumpangnya.
Sistem kontrol ABS (Anti-lock Brake System) merupakan sistem pengontrolan tekanan
fluida rem yang berasal dari master silinder untuk diteruskan ke silinder roda / caliper rem agar
tidak terjadi penguncian gesekan antara cakera dan pad yang ditekan oleh silinder roda /
caliper rem selama pengereman sedang difungsikan, sehingga kendaraan pun dapat dikontrol
dengan baik dan cepat / dapat terhenti. Dengan input masukan sinyal wheel sensor yang ada
pada roda kendaraan sehingga komputer dapat memproses perbedaan putaran antara masing-
masing roda untuk memberikan tekanan yang sesuai agar tidak terjadi penguncian roda
kendaraan saat dilakukan pengereman.
Berikut ini merupakan kelebihan dari sistem pengontrolan rem Anti-lock Brake System:
1. Mobil tetap Stabil (Vehicle Stability)
2. Proses penghentiannya lebih cepat (jarak lebih dekat, kecuali jalan bertanah atau bersalju)
3. Penguasaan control kendaraan menjadi maksimal (Steerability)
4. Jika roda depan terkunci mobil tidak mungkin bias dikendalikan
5. Jika roda belakang yang terkunci mobil akan tidak stabil dan dapat tergelincir kesatu sisi.
A. Tipe Anti-lock Brake System
1. Tipe 4 Sensor 4 Chanel (Independent Control Type)
Tipe ini mempunyai empat sensor roda dan 4 hidrolik control chanel dan masing-masing
mengontrol sendiri. Kendaraan yang dilengkapi dengan 4 chanel ABS mengaplikasikan pilihan
Low Logic pada roda belakang untuk menjaga kestabilan dalam berbagai kondisi.
2. Tipe 4 Sensor 3 Chanel (Roda depan: Independent Control, Roda belakang: Select
Low Control)
Digunakan umunya pada kendaraan bertipe mesin FF, karena bobot kendaraan terpusat
hamper 70% didepan saat kendaraan dilakukan pengereman. Oleh karena itu pada saat
pengereman, roda belakang hanya menyesuaikan tekanan pengereman saat roda-roda
mengalami penguncian.
3. Tipe 4 Sensor 3 Chanel (Roda depan: Independent Control, Roda belakang: Select
Low Control) H-Brake Line an X-Brake Line
Tipe ABS H-Line ini, dua chanel dipakai unuk roda depan dan lainnya untuk mengontol
roda belakang yang dikontrol menggunakan a select low control logic. Untuk system X-
Brake Line 2 chanel (2 ports didalam unit ABS) mengontrol tekanan pada roda belakang,
karena masing-masing roda belakng mempunyai jalur pengontrolan sendiri-sendiri.

4. Tipe 1 Sensor 1 Chanel (Roda belakang: Select Low Conrol)


Pada system ini, prinsip kerja sama dengan H-Brake Line akan tetapi ada penambahan
wheel speed sensor pada differential axle.

Konstruksi ABS
Komponen utama sistem control ABS:
1. ABS Control Modul & Hydraulic Unit
Berfungsi mengolah data dari sensor roda dan mengendalikan tekanan minyak rem pada
silinder roda melalui actuator, fungsi fail safe mengembalikan system pengereman bila
terjadi kegagalan pada system ABS, fungsi self diagnostic mengdiagnosa kegagalan
sistem. Pengaturan ini diatur oleh pompa motor yang berputar mengatur besar-kecilnya
tekanan fluida yang dibutuhkan.

2. Wheel Speed Sensor dan Rotor


Berfungsi mendeteksi kecepatan putaran masing-masing roda melalui sensor dan roda gigi
(rotor) yang terpasang ada roda sebagai sumber input sistem. Sehingga didapat masukan
putaran masing-masing roda jika terdapat slip atau perbedaan putaran antara masing-
masing roda, dari inputan ini ECU akan memberikan sinyal masukan untuk control modul
hidrolik yang selanjutnya akan dikirimkan tekanan fluida (tinggi-rendahnya tekanan) pada
masing-masing jalur sistem pengereman untuk mencegah terjadinya slip.
Diagram Sistem Kerja ABS

Beberapa fungsi komponen hidrolik:


1. Solenoid Valve, mengatur tekanan minyak rem di caliper dengan mengatur posisi anchor.
2. Pompa, menurunkan tekanan minyak rem caliper dengan mengalirkan minyak rem ke
accumulator.
3. Accumulator, mensuplai minyak rem tekanan tinggi ke caliper bila diperlukan.
4. Resevoir Tank, tempat penyimpanan minyak rem sementara untuk menurunkan minyak
rem dalam caliper secara perlahan.
5. Feeling Valve, mencegah tekanan accumulator berbalik ke master silinder sehingga rem
tidak menyentak.
6. By Pass Check Valve, sebagai jalur kembali minyak rem dari caliper ke master silinder
saat rem dilepas.
7. Relief Valve, sebagai pecegah kelebihan tekanan dari accumulator yang dapat
menyebabkan rem menyentak.

Sistem Kerja
1. Rem Bekerja Normal (ABS Tidak Berfungsi)
Karena sistem masukan yang berupa putaran rotor dan sensor tidak membaca terjadinya
slip antara putaran masing-masing roda, sehingga control otomatis ABS tidak bekerja.
Sistem pengereman pada proses kerja ini hanya berkerja seperti kendaraan yang tidak
menggunakan ABS. Tekanan dari Master silinder diteruskan langsung menuju caliper rem.

2. Rem Bekerja (Tekanan Tetap / Roda Mulai Slip)


Sistem rem sudah mulai mengalami slip pada masing-masing roda, akan tetapi perbedaan
putaran antara masing-masing roda tidak memberikan masukan yang cukup besar.
Pengaturan fluida rem ini terjadi oleh pengaturan solenoid karena tekanan yang tetap pada
keempat roda akibat penurunan tekanan oleh roda yang mulai selip tidak cukup besar.
Aliran fluida rem dapat dilihat gambar diatas.

3. ABS Bekerja (Tekanan Menurun / Roda Slip Secara Cepat)

Putaran-putaran roda yang terjadi saat pengereman ini berbeda-beda, sehingga


mengakibatkan roda-roda mengalami selip. Karena terjadinya putaran slip ini
mengakibatkan tekanan yang dari master silinder akan membalik tidak dapat menuju
caliper dan kembali ke by-pass check valve. Putaran yang berbeda tersebut dibaca oleh
wheel speed sensor dan memberikan masukan ke modul ECU untuk memproses
pemberian tekanan akibat perbedaan putaran. ECU yang telah menerima respon dari wheel
speed sensor akan mengaktifkan motor dan pompa, sehingga tekanan akan disuplai
kembali kedalam sistem rem. Akan tetapi pemberian tekanan ini tidak sepenuhnya tinggi
tetapi putaran pompa diatur oleh ecu unuk berkerja secara fluktuatif agar roda-roda
kendaraan tidak terjadi penguncian. Aliran fluida data dilihat pada gambar.

4. ABS Bekerja (Tekanan Meningkat / Roda Slip Sesaat)

ABS bekerja tekanan meningkat dan roda selip sesaat. Proses kerja ini terusan dari proses
kerja ABS Tekanan Menurun dan Roda Slip Secara Cepat. Setelah perbedaan putaran
dibaca oleh wheel speed sensor mendekati keseimbangan sensor memberikan input ke
ECU dan selanjutnya ECU memberhentikan atau memutus aliran listrik ke motor dan
pompa sehingga tekanan tinggi hanya disuplai oleh accumulator tanpa pompa dari ABS.
Aliran dapat dilihat gambar diatas.
5. Rem Dilepas

Setelah wheel sensor membaca tidak ada lagi perbedaan putaran antara masing-masing
roda, maka selanjutnya sistem ABS tidak berfungsi. Saat pedal rem dilepas, tekanan fluida
rem dari caliper rem akan kembali lagi menuju master rem / reservoir tank. Aliran dapat
dilihat pada gambar.
Pada dasarnya sistem rem ABS merupakan sistem kontrol otomatis pada sistem
pengereman yang dibuat untuk mempermudah dan memberikan keselamatan bagi
pembawa kendaraan. Prinsip dasar yang diterapkan pada masing-masing merek pabrikan
kendaraan akan sama dan hanya akan terjadi sedikit perbedaan dari komponen-komponen
didalamnya.

Perawatan rutin REM ABS :


1. Pembersihan sensor kecepatan
2. Pemeriksaan dan penggantian minyak rem yang rutin

V . Langkah Kerja
1. Persiapkan alat dan bahan.
2. Hidupkan stand rem ABS, amati komponen, peragakan saat pengereman
3. Identifikasi komponen sistem rem ABS
Isilah tabel nama komponen dan fungsinya
No. Nama Komponen Fungsi

4. Identifikasi jenis ABS :………


5. Pemeriksaan baterai dengan mengukur tegangan baterai, hasil :………volt
6. Pemeriksaan sensor kecepatan ( MENGGUNAKAN TRAINER ERM ABS )
a. Pemeriksaan sensor kecepatan roda depan

Hubungan Spesifikasi Hasil


1-2 0,6-1,8 kῼ
1-massa bodi >=10 kῼ
2-massa bodi >=10 kῼ
Jika hasil tidak sesuai, ganti sensor
b. Pemeriksaan sensor kecepatan roda belakang

Hubungan Spesifikasi Hasil


1-2 0,6-1,8 kῼ
1-massa bodi >=10 kῼ
2-massa bodi >=10 kῼ

Jika hasil tidak sesuai, ganti sensor


7. Periksa switch rem
Lepas soket switch rem, lakukan pengukuran tahanan
Membaca Kerusakan ABS
Kerusakan sistem ABS yang membuat lampu indikator ABS menyala dapat diperiksa
dengan dua cara yaitu dengan menggunakan scantool atau secara manual dengan membaca
pola kedipan lampu indikator ABS.

1. Periksa DTC ( MENGGUNAKAN TRAINER REM ABS )


a. Gunakan kabel jumper hubungkan terminal 4 dan terminal 13 pada DLC 3

b. Putar switch pengapian ke on (IG).


c. Baca kedipan lampu ABS yang menunjukkan kode DTC

d. Jika tidak ada kerusakan lampu ABS akan berkedip dengan interval 0,25 detik.
e. Jika sistem ABS mendeteksi kerusakan maka lampu ABS akan berkedip dengan pola
tertentu.
f. Contoh lampu ABS menampilkan kode kerusakan DTC 11 dan DTC 21.
Catat DTC yang dihasilkan dan lihat pada Tabel DTC ABS untuk melihat penyebab
kerusakannya.

g. Perbaiki kerusakan

2. Hapus DTC
a. Gunakan kabel jumper hubungkan terminal 4 dan terminal 13 pada DLC 3.
b. Putar switch pengapian ke on (IG).
c. Hapus DTC yang tersimpan dalam ECU skid control dengan menekan pedal rem 8
kali atau lebih dalam waktu 5 detik.
d. Periksa apakah kedipan lampu ABS menampilkan pola kode sistem yang normal.
e. Lepas SST dari terminal DLC3.
f. Putar switch pengapian ke off.

3. Langkah akhir pemeriksaan dan menghapus DTC


a. Putar switch pengapian ke on (IG)
b. Periksa bahwa lampu peringatan ABS padam dalam waktu kira-kira 3 detik
c. Putar switch pengapian ke off.
A. Daftar kode kerusakan ABS dan kemungkinan penyebab kerusakan
Tes Mode DTC

KODE DTC ITEM DETEKSI AREA GANGGUAN

Sinyal Output Lemah - Sensor kecepatan depan


Sensor Kecepatan
- Sirkuit sensor kecepatan depan
Depan RH (Test Mode
71 DTC) - Pemasangan sensor
- Rotor sensor kecepatan depan
- Aktuator rem
Sinyal Output Lemah - Sensor kecepatan depan
Sensor Kecepatan
- Sirkuit sensor kecepatan depan
Depan LH (Test Mode
72 DTC) - Pemasangan sensor
- Rotor sensor kecepatan depan
- Aktuator rem
Sinyal Output Lemah - Sensor kecepatan belakang
dari Sensor Kecepatan
- Sirkuit sensor kecepatan belakang
Belakang RH (Test
73 Mode DTC) - Pemasangan sensor
- Rotor sensor kecepatan belakang
- Aktuator rem
Sinyal Output Lemah - Sensor kecepatan belakang
dari Sensor Kecepatan
- Sirkuit sensor kecepatan belakang
Belakang LH (Test
74 Mode DTC) - Pemasangan sensor
- Rotor sensor kecepatan belakang
- Aktuator rem

Perubahan Abnormal - Sensor kecepatan depan


dalam Sinyal Output
- Pemasangan sensor
Sensor Kecepatan
75 Depan RH (Test Mode - Rotor sensor kecepatan depan
DTC) - Benda asing menempel pada ujung
sensor atau rotor sensor.
Perubahan Abnormal - Sensor kecepatan depan
dalam Sinyal Output
- Pemasangan sensor
Sensor Kecepatan
76 Depan LH (Test Mode - Rotor sensor kecepatan depan
DTC) - Benda asing menempel pada ujung
sensor atau rotor sensor.
Perubahan Abnormal - Sensor kecepatan belakang
dalam Sinyal Output
- Pemasangan sensor
Sensor Kecepatan
77 Belakang RH (Test - Rotor sensor kecepatan belakang
Mode DTC) - Benda asing menempel pada ujung
sensor atau rotor sensor.
Perubahan Abnormal - Sensor kecepatan belakang
dalam Sinyal Output
- Pemasangan sensor
Sensor Kecepatan
78 Belakang LH (Test Mode - Rotor sensor kecepatan belakang
DTC) - Benda asing menempel pada ujung
sensor atau rotor sensor.
2. Menganalisa REM ABS dengan Scan Tool Launch X431 ( MENGGUNAKAN UNIT MOBIL
HONDA BRIO )
a. Amati lampu indicator pada panel menyala atau tidak?
b. Jalankan kendaraan pada kecepatan 60 km/jam lalu lakukan pengereman mendadak,
rasakan denyutan pada pedal rem
c. Periksa sambungan sensor kecepatan pada semua roda
d. Ukur tegangan yang mengalir ke sensor kecepatan dengan memutar roda dengan
tangan ( spesifikasi 0,5-1,5V AC)
e. Hubungkan bluetooth scanner pada soket DLC
f. Kunci kontak On
g. Hidupkan scanner X431 tunggu sampai hidup
h. Masuk menu pilihan negara…pilih Asia
i. Menu pilihan merk…pilih Honda…confirm…tunggu selesai
j. Menu soket pilih 16 pin…ok
k. Pilih system scan…tunggu 100%
l. Pilih menu ABS..ok
m. Menu pembacaan Read fault code, clear fault memory, read data stream dsb.
Cobalah melakukan trouble shooting sampai menghapus memori data fault’
HASIL PRAKTIK
REM ABS
NAMA : KELAS :

1. Identifikasi komponen sistem rem ABS


Isilah tabel nama komponen dan fungsinya
No. Nama Komponen Fungsi

2. Identifikasi jenis ABS :………


3. Pemeriksaan baterai dengan mengukur tegangan baterai, hasil :………volt
4. Pemeriksaan sensor kecepatan ( MENGGUNAKAN TRAINER REM ABS )
Hubungan Spesifikasi Hasil
FR FL RR RL
1-2 0,6-1,8 kῼ
1-massa bodi >=10 kῼ
2-massa bodi >=10 kῼ
5. Periksa switch rem
Hubungan Kondisi Swicth Spesifikasi Hasil
1-2 Pin tidak terdorong < 1 kῼ
1-2 Pin terdorong >=10 kῼ
6. Membaca kode DTC rem ABS
Hasil kode DTC Indikasi kerusakan

7. Menganalisa kerusakan rem ABS dengan Scan Tool (MENGGUNAKAN MOBIL HONDA BRIO)
a. Pengukuran teagangan baterai mobil : volt
b. Pemeriksaan lampu indicator ABS, hasil…….
c. Pemeriksaan penginjakan rem pada kecepatan 60 km/jam timbul gejala….
d. Pengukuran tegangan sensor kecepatan ( 0,5-1,5V AC)
Sensor FR FL RL RR
Tegangan
e. Pemeriksaan sensor kecepatan semua roda
Sensor FR FL RL RR
Kondisi
f. Hasil pembacaan scan tool
Pembacaan Hasil Keterangan
Read fault code

Read data stream

DISKUSIKAN DENGAN KELOMPOKMU DAN TULIS JAWABANYA DI BUKU LAPORAN


1. Sebutkan apa saja perawatan yang bisa dilakukan pemilik kendaraan terhadap sistem ABS
pada mobilnya!
2. Sebutkan beberapa gejala kerusakan pada rem ABS, jelaskan bagaimana cara perbaikan !

Anda mungkin juga menyukai