0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan22 halaman

Teknik Sampling Klaster dan Stratifikasi

Dokumen ini membahas teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling klaster satu tahap dan dua tahap, serta kombinasi dengan stratifikasi. Penjelasan mencakup langkah-langkah, estimasi rata-rata populasi, dan contoh penerapan dalam survei pendapatan masyarakat dan downtime mesin. Tujuan utama adalah untuk memberikan pemahaman tentang cara menentukan ukuran sampel dan taksiran parameter populasi.

Diunggah oleh

Jeon Sara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan22 halaman

Teknik Sampling Klaster dan Stratifikasi

Dokumen ini membahas teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling klaster satu tahap dan dua tahap, serta kombinasi dengan stratifikasi. Penjelasan mencakup langkah-langkah, estimasi rata-rata populasi, dan contoh penerapan dalam survei pendapatan masyarakat dan downtime mesin. Tujuan utama adalah untuk memberikan pemahaman tentang cara menentukan ukuran sampel dan taksiran parameter populasi.

Diunggah oleh

Jeon Sara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cluster

Sampling
(BAGIAN II)

Teknik Pengambilan Sampel


Mukti R Dewi, [Link]., [Link].
Dept. Statistika Bisnis, F. Vokasi, ITS

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


CPMK 5
Mampu menggunakan rancangan Sampling Klaster Satu
Tahap (SK 1 Tahap) dan Dua Tahap (SK 2 Tahap) dan
menentukan besaran ukuran sampel untuk menaksir
parameter suatu tertentu

Materi Pembelajaran
- Sampling Klaster Satu Tahap
- Kombinasi Sampling Klaster Dengan Stratifikasi
- Sampling Klaster Dua Tahap

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


STRATIFIED-CLUSTER SAMPLING

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


PENDAHULUAN
Sampling cluster dapat digabungkan sampling stratifikasi, dalam artian bahwa populasi dibagi
menjadi L strata dan dari setiap strata kemudian akan diambil sampel berupa cluster.

Alasan:
 Efisiensi, disesuaikan dengan tingkat penyajian
 Penyesuaian dengan tingkat administrasi

Taksiran dilakukan melalui masing-masing stratum dan kemudian dilakukan taksiran


populasi
 Untuk taksiran total  dilakukan penduga masing-masing stratum, kemudian
dijumlahkan menjadi penduga total populasi.
 Untuk taksiran rata-rata  dihitung taksiran rata-rata per stratum, taksiran populasi
ditimbang dengan banyaknya unit pada masing-masing stratum.

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


OS CLUSTER VS STRATIFIED-
CLUSTER
One Stage Cluster Sampling Stratified Cluster Sampling
Setiap blok adalah cluster Setiap blok adalah
stratum yang berisi
cluster

Take an SRS of clusters; observe all elements within the clusters in the
ambil sampel Take an SRS of clusters; observe all elements within the clusters in the
ambil sampel
sample: sample:
Take an SRS from ever stratum:

• Unit sampling: cluster • Unit sampling:


• Seluruh unit dalam cluster
cluster terpilih • Ambil sampel dari
menjadi sampel setiap stratum

Cluster Cluster

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


STRATIFIED-CLUSTER SAMPLING
Stratified-cluster sampling mengkombinasikan antara elemen dari
stratifikasi dan cluster

TAHAPAN-TAHAPAN
1) Definisikan clusternya.
2) Cluster dikelompokkan sehingga membentuk strata dengan pertimbangan
bahwa cluster-cluster yang karakteristinya mirip masuk ke dalam stratum
yang sama.
3) Sampel diambil secara random pada setiap strata.
4) Custer yang terpilih dari strata akan diamati karakteristiknya.

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


STRATIFIED-CLUSTER SAMPLING

Populasi
N klaster

Stratum 1 Stratum 2 Stratum L


N1 klaster N 2 klaster N L klaster

n1 klaster n2 klaster nL klaster

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TAKSIRAN RATA-RATA POPULASI
 Ada 2 cara untuk membentuk estimator dari rata-rata populasi yaitu separate estimator
dan combine estimator. Jika separate estimator diterapkan maka jumlah elemen pada
setiap strata harus diketahui untuk memperoleh penimbang untuk setiap strata. Oleh
karena biasanya jumlah elemen tiap strata tidak diketahui maka pada sesi ini hanya
combine estimator yang akan dibahas.

 Untuk menaksir µ pada stratified cluster sampling digunakan combined ratio estimator
L

N y i ti
yc  i 1
L

N m
i 1
i i

di mana Ni adalah jumlah cluster pada masing-masing strata

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


CONTOH

Sebuah survei mengenai pendapatan masyarakat di lakukan di 2 wilayah administrasi


di kota X. Wilayah A dianggap sebagai stratum 1 dengan N1=415 blok dan n1=25 blok.
Wilayah B yang luas wilayahnya lebih kecil dianggap sebagai stratum 2 dengan
N2=168 blok dan n2=10 blok. Perkirakan pendapatan per kapita rata-rata gabungan di
dua wilayah tsb dan batasi kesalahan estimasi, dengan menggunakan data pada
Tabel 1 dan Tabel 2.

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TABEL 1 CONTOH
Jumlah Total pendapatan per Jumlah Total pendapatan
Kluster ke- Kluster ke-i
residen (mi) kluster (yi) residen (mi) per kluster (yi)
1 8 96000 14 10 49000
2 12 121000 15 9 53000
3 4 42000 16 3 50000
4 5 65000 17 6 32000
5 6 52000 18 5 22000
6 6 40000 19 5 45000
7 7 75000 20 4 37000
8 5 65000 21 6 51000
9 8 45000 22 8 30000
10 3 50000 23 7 39000
11 2 85000 24 3 47000
12 6 43000 25 8 41000
13 5 54000
[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia
CONTOH
TABEL 2

Kluster ke-i Jumlah residen (mi) Total pendapatan per kluster (yi)

1 2 18000
2 5 52000
3 7 68000
4 4 36000
5 3 45000
6 8 96000
7 6 64000
8 10 115000
9 3 41000
10 1 12000
[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia
CONTOH
1
 Taksiran rata-rata populasi dari cluster adalah 𝑁 𝑦 + 𝑁2 𝑦𝑡2
𝑁 1 𝑡1
1
 Taksiran rata-rata ukuran cluster adalah 𝑁1 𝑚1 + 𝑁2 𝑚2
𝑁
𝑁1 𝑦𝑡1 + 𝑁2 𝑦𝑡2
 Taksiran rata-rata populasi per elemen adalah 𝑦𝑐 =
𝑁1 𝑚1 + 𝑁2 𝑚2
2 2
1 𝑛1 𝑠𝑐1 𝑛2 𝑠𝑐2
dengan varians 𝑉 𝑦𝑐 = 2 𝑁12 1 − + 𝑁22 1 −
𝑀 𝑁1 𝑛1 𝑁2 𝑛2

di mana 𝑀 = total elemen dalam populasi yang bisa diestimasi dengan menggunakan
𝑁1 𝑚1 + 𝑁2 𝑚2 bila tidak diketahui
𝑛1
2
1 2
𝑆𝑐1 = 𝑦𝑖 − 𝑦𝑡1 − 𝑦𝑐 𝑚𝑖 − 𝑚1 yaitu varians pada stratum 1
𝑛1 − 1
𝑖=1
𝑛2
2
1 2
𝑆𝑐2 = 𝑦𝑖 − 𝑦𝑡2 − 𝑦𝑐 𝑚𝑖 − 𝑚2 yaitu varians pada stratum 2
𝑛2 − 1
𝑖=1

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TWO-STAGE CLUSTER SAMPLING

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TWO-STAGE CLUSTER SAMPLING
 Sampling cluster dua tahap adalah perluasan dari sampling cluster satu tahap.

 Kondisi:
 Ukuran cluster terlalu besar sehingga membutuhkan biaya mahal dan waktu yang lama.
 Elemen-elemen dalam cluster mempunyai karakteristik yang hampir serupa sehingga
mengamati seluruh elemen dalam cluster adalah tindakan yang tidak efisien.

 Pada sampling cluster dua tahap, terdapat dua macam unit sampling:
 Unit Sampling Utama (USU) : unit sampling pada pengambilan sampel tahap
pertama, yaitu berupa cluster yang diambil secara acak.
 Unit Sampling Kedua (USD) : unit sampling pada setiap cluster, yaitu berupa anggota
cluster yang akan diambil secara acak untuk dijadikan sampel dari cluster yang
terpilih.
[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia
LANGKAH TWO-STAGE CLUSTER SAMPLING
 Langkah pengambilan sampel pada sampling cluster dua tahap:
 Tahap 1 : bagi populasi ke dalam kelompok-kelompok (cluster), kemudian pilih beberapa cluster secara acak.
 Tahap 2 : pada setiap cluster yang terpilih, pilih secara acak anggota cluster untuk dijadikan sampel.

Tahap akhir dari sampling cluster satu tahap Tahap 2 (tahap akhir) dari sampling cluster
ATAU dua tahap (USD)
Tahap 1 dari sampling cluster dua tahap (USU)

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


NOTASI YANG DIGUNAKAN
𝑁 = ukuran atau banyaknya cluster dalam populasi
𝑛 = ukuran atau banyaknya cluster yang terambil sebagai sampel
𝑀𝑖 = ukuran atau banyaknya unit/ elemen tunggal dalam cluster ke−i
𝑚𝑖 = ukuran atau banyaknya unit/ elemen tunggal yang terambil sebagai sampel
𝑁

𝑀= 𝑀𝑖 = ukuran atau banyak unit/ elemen tunggal dalam populasi


𝑖=1
𝑀
𝑀= = rata − rata ukuran cluster dalam populasi
𝑁
𝑦𝑖𝑗 = nilai pengamatan ke=j (j= 1, 2, ...., Mi) dari cluster ke-i
𝑚𝑖
1
𝑦𝑖 = 𝑦𝑖𝑗 = rata − rata dari cluster ke − i
𝑚𝑖
𝑗=1

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TAKSIRAN RATA-RATA POPULASI

 Taksiran Rata-Rata Populasi µ:

 Taksiran Varians dari 𝝁: di mana

dan

 Batas kekeliruan taksiran: 𝐵 = 𝑍1−𝛼 𝑉 𝜇


2

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TAKSIRAN TOTAL POPULASI

Taksiran Total Populasi τ:

Taksiran varians dari 𝝉: di mana

dan

Batas kekeliruan taksiran: 𝐵 = 𝑍1−𝛼 2 𝑉 𝜏 = 𝑍1−𝛼 2 𝑀2 𝑉 𝜇

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


TAKSIRAN PROPORSI POPULASI

Taksiran Proporsi Populasi p:

Taksiran varians dari 𝒑:

di mana

dan

Batas kekeliruan taksiran: 𝐵 = 𝑍1−𝛼 𝑉 𝑝


2

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


CONTOH
A garment manufacturer has 90 plants located throughout the United States and wants to estimate
the average number of hours that the sewing machines were down for repairs in the past months.
Because the plants are widely scattered, she decides to use cluster sampling, specifying each plant as
a cluster of machines. Each plant contains many machines, and checking the repair record for each
machine would be time-consuming. Therefore, she uses two-stage sampling. Enough time and
money are available to sample plants and approximately 20% of the machines in each plant. Using
the data in Table 1:

a) Estimate the average downtime per machine


b) Estimate the total amount of downtime during the past month for all machines owned by the
manufacturer
c) The manufacturer wants to estimate the proportion of machines that have been shut down for
major repairs (those requiring parts from stock outside the factory). The sample proportions of
machines requiring major repairs are given in Table 2. Estimate p, the proportion of machines
involved in major repairs for all plants combined, and place a bound on the error of estimation.

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


CONTOH
1

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia


CONTOH
2

[Link] INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER, Surabaya - Indonesia

Anda mungkin juga menyukai