Pengertian Teks Berita
Apakah yang dimaksud dengan teks berita? Oke, pertama-tama, mari kita
kenali pengertian teks berita. Menurutmu, apa itu teks berita? Teks
berita merupakan teks yang berisi segala peristiwa yang terjadi
di dunia.
Teks berita biasanya disebarkan melalui berbagai media, seperti koran,
majalah, radio, televisi, internet, ataupun media lainnya.
Kamu suka baca berita, nggak? (sumber: [Link])
Fungsi Teks Berita
Berita disampaikan secara aktual dan berdasarkan fakta yang ada. Artinya, segala
informasi yang kita dapatkan dari teks berita, merupakan kejadian terkini serta benar
adanya. Dengan begitu, masyarakat luas bisa selalu mengetahui
peristiwa yang terjadi di suatu tempat.
Struktur Teks Berita
Nah, kenalan sama teks berita sudah, lalu bagaimana ya dengan
strukturnya? Struktur teks berita terdiri dari tiga bagian, yaitu
orientasi, peristiwa, dan sumber berita. Simak penjelasan lengkapnya di
bawah ini, ya:
1. Orientasi berita
Orientasi berita merupakan bagian pengenalan masalah atau hal apa
yang akan dibahas dalam berita.
2. Peristiwa
Struktur teks berita ini menceritakan tentang kejadian yang
terdapat pada peristiwa atau hal yang ingin dibahas secara rinci dan
berurutan. Ingat ya, di bagian ini harus menjelaskan unsur mengapa dan
bagaimana.
3. Sumber berita
Sumber berita biasanya terletak di bagian awal berita atau akhir
berita. Contoh: Yogyakarta, [Link] – Korban kasus kupon wisata
palsu di Gunungkidul, Yogyakarta, terus bertambah.
Baca Juga: Membahas Teks Eksplanasi dan Contohnya, Lengkap!
Unsur-Unsur Teks Berita
Pernah dengar singkatan 5W + 1H? Nah, unsur-unsur teks berita itu mengandung
5W + 1H, yaitu:
1. What (Apa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan peristiwa yang sedang
dibahas/dibicarakan.
2. Where (Di mana)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat atau lokasi peristiwa itu
terjadi.
3. When (Kapan)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan waktu terjadinya peristiwa dalam
berita.
4. Who (Siapa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan orang-orang yang terlibat dalam
suatu peristiwa.
5. Why (Mengapa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan alasan atau latar belakang terjadinya
peristiwa.
6. How (Bagaimana)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan cara atau proses terjadinya
peristiwa. Bagian ini biasanya diceritakan secara kronologis, sesuai urutan waktu
kejadiannya.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Berita beserta Ciri dan Strukturnya
Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Perlu kamu ketahui, gaya bahasa yang digunakan pada teks berita itu sedikit
berbeda dari teks lainnya yang sudah pernah kita pelajari, ya. Kaidah kebahasaan
teks berita di antaranya sebagai berikut:
1. Penggunaan bahasa yang bersifat standar (baku)
Penggunaan bahasa yang standar atau baku akan memudahkan pemahaman
banyak orang karena bahasa standar sifatnya universal dan sebagian besar
kalangan masyarakat mudah untuk memahaminya.
Contoh: Ratusan pasien Covid-19 mengantre di lobby wisma atlet.
2. Penggunaan kalimat langsung
Dalam teks berita, kamu akan menemukan kalimat langsung. Apa itu kalimat
langsung? Kalimat langsung adalah kalimat yang dituturkan oleh seseorang tanpa
mengubah kata atau kalimat.
Ciri dari kalimat langsung, yaitu ditandai dengan dua tanda petik ganda dan disertai
keterangan penyertaan. Penggunaan kalimat langsung ini terkait dengan pengutipan
pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh: “Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami terus
mengembangkan kasusnya,” ucap Sutama.
3. Penggunaan kata kerja mental
Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan respons atau
sikap seseorang terhadap suatu tindakan. Kata kerja mental memiliki
nama lain loh, yaitu kata verba mental. Sudah gak bingung lagi, kan?
Contoh: Merasa tertipu, para korban lantas melapor ke polisi.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Persuasi dengan Berbagai Tema
4. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat
Pada teks berita, sudah pasti harus ada keterangan waktu dan tempat agar berita
yang disampaikan dapat dimengerti dengan jelas dan pembaca dapat mengetahui di
mana dan kapan tempat terjadi hal tersebut
Contoh: … kata kapolsek Wonosari Kompol Sutama saat dihubungi Minggu
(8/10/2017).
5. Penggunaan konjungsi temporal
Konjungsi temporal ini disebut juga konjungsi yang berhubungan
dengan waktu. Contoh konjungsi temporal, yaitu kemudian, sejak, setelah,
awalnya, dan akhirnya.
Konjungsi ini biasanya ditemukan pada struktur peristiwa yang menjelaskan berita
secara kronologis (urutan waktu).
Contoh: Pelaku datang ke sekolahan, kemudian langsung bilang ke kepala sekolah
untuk menyosialisasikan kupon wisata dan kuliner.
Jenis-Jenis Teks Berita
Tahukah kamu kalau berita terdiri dari beberapa macam. Apa saja, ya? Simak
penjelasan lengkapnya berikut ini!
1. Berita langsung (Straight news)
Disebut berita langsung karena jarak waktu dari suatu peristiwa dengan
proses peliputannya tidak lebih dari satu atau dua hari.
Artinya, informasi yang diberitakan pada berita langsung itu sangat up to date.
Contohnya, berita yang terdapat pada headline atau halaman depan koran agar
lebih cepat diketahui pembaca.
2. Berita opini (Opinion news)
Kalau berita opini, berisi informasi mengenai ide, pemikiran,
kreativitas, atau komentar mengenai suatu hal yang terjadi.
Biasanya, berita opini berasal dari seorang yang ahli di bidangnya, seperti profesor,
dokter, cendekiawan, menteri, dan sebagainya.
3. Berita interpretatif (Interpretative news)
Maksudnya apa sih? Berita interpretatif merupakan jenis berita
yang dikembangkan melalui pendapat atau penilaian
wartawan yang meliput.
Tapi, masih berdasarkan fakta yang ada, ya. Jadi, tidak ada informasi yang dilebih-
lebihkan atau dikurangi.
4. Berita investigasi (Investigation news)
Selanjutnya, berita investigasi menyediakan informasi yang bersumber dari
sebuah penyelidikan atau penelitian.
Jadi, pembuatannya dibutuhkan banyak sumber dan penyelidikan langsung untuk
mendapatkan fakta-fakta yang tersembunyi.
5. Berita mendalam (Depth news)
Sedikit berbeda dengan jenis berita investigasi, kalau berita
mendalam memerlukan pengembangan secara mendalam terkait
suatu peristiwa.
Oleh karena itu, pada jenis berita ini, unsur yang ditekankan adalah “why?” atau
mengapa peristiwa itu bisa terjadi, serta menambahkan dampak yang ditimbulkan
dari peristiwa. Contohnya, berita yang berisi rangkaian penyebab musibah
kecelakaan di suatu tempat.
Baca Juga: Membahas Iklan: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Jenis, dan
Contohnya
Cara Membuat Teks Berita
Nah, sampai sini, apakah kamu sudah mulai kebayang, gimana cara menulis teks
berita? Biar kamu lebih paham, yuk simak langkah-langkah untuk membuat teks
berita yang efektif:
1. Memilih dan Mengumpulkan Informasi
Dalam membuat suatu teks, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah
menentukan topik teksnya. Kamu bisa memilih topik yang relevan, atau yang sedang
viral, sehingga menarik untuk pembaca.
Selanjutnya, mulai kumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya. Inget ya,
teks berita ini kan sifatnya faktual, jadi harus benar-benar berdasarkan data dan
fakta. Untuk mendapatkan informasi, kamu bisa melakukan wawancara atau
observasi langsung ke lokasi kejadian.
2. Menentukan Unsur dan Struktur Berita
Supaya teks berita yang kamu buat itu jelas, dalam riset, kamu bisa gunakan unsur-
unsur yang ada dalam teks berita, yaitu 5W + 1H. Pastikan berita mencakup elemen-
elemen tersebut agar tidak bertele-tele.
3. Menulis Judul yang Menarik
Judul berita harus dibuat singkat, jelas, dan langsung menggambarkan isi berita.
Kamu juga bisa gunakan kata-kata yang menarik perhatian pembaca.
4. Menggunakan Tata Bahasa yang Baik dan Benar
Dalam menulis teks berita juga harus memperhatikan tata Bahasa dan ejaan nih.
Jangan sampai, ada kata yang typo, atau kalimat yang kurang efektif. Karena, hal ini
dapat mempengaruhi kredibilitas teks yang kamu buat.
5. Menghindari Bias
Terakhir, jaga agar berita tetap objektif (tidak bias), tanpa memihak. Verifikasi semua
informasi sebelum dipublikasikan. Serta, menjaga kerahasiaan sumber jika memang
diperlukan.
Contoh Teks Berita
Banjir di Enam Kecamatan Kota Bekasi
Hujan deras mengguyur Kota Bekasi sejak Minggu (24/1/2021). Hal tersebut
menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Bekasi terendam banjir. Menurut ibu Nanda
Rahmawati, Camat Pondok Gede, banjir sudah merendam pemukiman warga di
enam kecamatan. Nanda menuturkan, “Kecamatan yang terendam, yaitu Bekasi
Barat, Bekasi Selatan, Jatiasih, Medan Satria, Pondok Gede, dan Rawalumbu”. Ia
pun menambahkan ketinggian air di enam kecamatan tersebut berkisar antara 10
hingga 120 sentimeter.
“Kecamatan Pondok Gede menjadi wilayah dengan banjir terparah, yaitu setinggi 1,2
meter. Kondisi tersebut terjadi di perumahan Jatibening Permai. Akibatnya,
sebanyak 250 kepala keluarga terdampak banjir di lokasi tersebut”, ujar Nanda.
Meskipun demikian, Nanda menyebutkan bahwa banjir di perumahan tersebut telah
berangsur surut karena hujan telah mereda. Nanda mengatakan bahwa data
tersebut merupakan laporan sementara yang didapatkan oleh BPBD Kota Bekasi
berdasarkan pemantauan petugas di lapangan. “Itu adalah laporan sementara
petugas di lapangan sampai pukul 15.00 WIB”, tambahnya.
Pemerintah Kota Bekasi terus memantau lokasi banjir dan membantu penanganan
di lokasi-lokasi tersebut. Selain itu, pemerintah juga membuka posko di dekat lokasi
banjir untuk menerima dan menyalurkan bantuan dari berbagai pihak.
(Diadaptasi dari [Link])
Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi, Ciri, Struktur, Pola Pengembangan &
Contohnya
Oke, teman-teman, itulah pengertian, struktur, unsur, dan kaidah kebahasaan teks
berita yang harus kamu ketahui. Perbanyaklah membaca agar semakin mudah
untuk memahami sebuah teks berita, ya.
Nah, untuk kamu yang masih bingung, jangan khawatir! Tanyakan saja soal susah
yang belum kamu pahami di roboguru Plus. Kamu bebas bertanya apa saja, lho!
Yuk, download aplikasi Ruangguru sekarang.
Referensi:
Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Sumber Foto:
CARA MEMBEDAKAN BERITA BAIK DAN BERITA PALSU (HOAKS)
1. Periksa Sumbernya
Identifikasi sumber berita. Apakah itu berasal dari situs berita terkemuka,
agen berita resmi, atau situs yang kurang dikenal?
Waspadai situs web dengan domain yang tidak biasa atau meniru situs resmi
dengan menambahkan perubahan kecil pada nama domainnya.
2. Periksa Tanggal Publikasi
Periksa tanggal publikasi berita. Beberapa hoaks bisa saja menjadi viral lagi
setelah beberapa tahun berlalu.
3. Periksa Judul yang Sensasional
Jika judul berita terdengar sangat sensasional atau menggegerkan,
pertimbangkan untuk mencari sumber lain yang dapat mengonfirmasi berita
tersebut.
4. Verifikasi Fakta
Gunakan sumber-sumber tepercaya atau situs web verifikasi fakta seperti
Snopes, [Link], atau PolitiFact untuk memeriksa apakah berita
tersebut sudah diperiksa dan dikonfirmasi kebenarannya.
5. Periksa Kesesuaian dengan Sumber Resmi
Jika berita mencantumkan pernyataan atau tindakan dari pejabat pemerintah
atau organisasi resmi, periksa apakah klaim tersebut sesuai pernyataan
resmi dari sumber tersebut.
6. Cek Foto dan Video
Periksa apakah foto atau video yang digunakan dalam berita tersebut telah
disunting atau diedit dengan cara yang dapat memanipulasi konteksnya.
Tinjau foto atau video asli jika tersedia.
7. Evaluasi Gaya Bahasa
Perhatikan bahasa yang digunakan dalam berita. Hoaks sering menggunakan
kata-kata berlebihan, emosi berlebihan, atau klaim yang tidak mendukung
dengan bukti konkret.
8. Perhatikan Tanda-tanda Ciri-ciri Umum
Hoaks sering memiliki ciri-ciri umum seperti tautan ke situs web yang
mencurigakan, ejaan dan tata bahasa yang buruk, atau klaim yang sangat
tidak masuk akal.
9. Gunakan Akal Sehat
Pertimbangkan apakah berita tersebut masuk akal secara logis. Jika berita
terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau terlalu buruk untuk
menjadi kenyataan, waspadailah.
10. Verifikasi dengan Sumber Alternatif
Cari berita yang sama atau serupa di sumber-sumber berita lain yang
tepercaya. Jika berita hanya muncul di satu sumber, ada kemungkinan besar
itu adalah hoaks.
11. Hindari Difusi Berita yang Belum Diverifikasi
Jangan terburu-buru menyebarkan berita sebelum memverifikasi
kebenarannya. Difusi berita palsu dapat menyebabkan penyebaran informasi
yang salah.
12. Edukasi Diri Sendiri
Tingkatkan keterampilanmu dalam mengenali hoaks dengan terus
mempelajari berita palsu yang telah diungkapkan dan bagaimana cara
menghindarinya.
FEBRUARI
6
MARET
7+4+6+3 = 20
APRIL
6
MEI
8
JUNI
4+7,5+6 = 17,5
JULI
8
AGUSTUS
8
SEPTEMBER
8
OKTOBER
8
NOVEMBER
8
DESEMBER
8
TOTAL 105,5