0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan8 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Modul ajar ini membahas ilmu penyakit umum dan kejiwaan sesuai tahapan usia, dengan fokus pada pemeriksaan fisik head to toe. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan pengetahuan tentang penyakit dan gangguan kejiwaan, serta berlatih keterampilan komunikasi terapeutik dan etika profesi. Pembelajaran dilakukan melalui metode aktif dan kolaboratif, dengan tujuan membentuk tenaga kesehatan yang profesional dan empatik.

Diunggah oleh

muhammadbarlin25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan8 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Modul ajar ini membahas ilmu penyakit umum dan kejiwaan sesuai tahapan usia, dengan fokus pada pemeriksaan fisik head to toe. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menerapkan pengetahuan tentang penyakit dan gangguan kejiwaan, serta berlatih keterampilan komunikasi terapeutik dan etika profesi. Pembelajaran dilakukan melalui metode aktif dan kolaboratif, dengan tujuan membentuk tenaga kesehatan yang profesional dan empatik.

Diunggah oleh

muhammadbarlin25
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENYAKIT UMUM DAN KEJIWAAN SESUAI


TAHAPAN USIA
Bab 1 : Pemahaman Penyakit Umum, Kejiwaan, dan Pemeriksaan
Fisik Head to Toe

A. Identitas Modul

Komponen Keterangan

............................................................................
Nama Sekolah
.........

............................................................................
Nama Penyusun
.........

Mata Pelajaran Ilmu Penyakit Umum dan Kejiwaan

Kelas / Fase /
XII / F / Ganjil
Semester

Alokasi Waktu 12 JP (4 Pertemuan @3 JP)

Tahun Pelajaran 2025 / 2026

B. Identifikasi Kesiapan Peserta Didik

Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengetahuan dasar mengenai


anatomi, fisiologi, dan konsep kesehatan individu yang diperoleh
dari mata pelajaran Keperawatan Dasar.
Namun, kemampuan mereka dalam menganalisis penyakit umum dan
gangguan kejiwaan sesuai tahapan usia masih perlu dikembangkan.
Sebagian besar peserta didik telah mengenal pemeriksaan sederhana
seperti pengukuran tanda-tanda vital, tetapi belum terbiasa melakukan
pemeriksaan fisik head to toe secara menyeluruh dan sistematis.

Dari sisi afektif, peserta didik perlu dilatih untuk memiliki empati,
komunikasi terapeutik, serta etika profesi dalam menghadapi
pasien dengan kondisi fisik maupun psikis.

C. Karakteristik Materi Pelajaran

 Jenis Pengetahuan:
Mencakup pengetahuan faktual (jenis penyakit dan gangguan
mental), konseptual (mekanisme penyakit dan psikopatologi),
prosedural (pemeriksaan head to toe), dan metakognitif (refleksi
profesional sebagai tenaga kesehatan).

 Relevansi dengan Kehidupan Nyata:


Sangat tinggi, karena peserta didik akan berhadapan langsung
dengan pasien dari berbagai usia di dunia kerja klinik, rumah sakit,
puskesmas, atau komunitas.

 Tingkat Kesulitan:
Menengah ke tinggi — membutuhkan integrasi antara pemahaman
medis, psikologi perkembangan, dan keterampilan klinis.

 Struktur Materi:

1. Pengantar penyakit umum dan kejiwaan

2. Penyakit umum pada anak, remaja, dewasa, dan lansia

3. Gangguan kejiwaan berdasarkan tahapan usia

4. Pemeriksaan fisik head to toe

5. Etika, komunikasi terapeutik, dan dokumentasi hasil


pemeriksaan

 Nilai dan Karakter yang Dapat Dikembangkan:


Empati, profesionalisme, tanggung jawab, ketelitian, komunikasi
efektif, dan refleksi diri.

D. Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Implementasi dalam Pembelajaran

Beriman dan Menghargai kehidupan manusia, menjunjung etika


Berakhlak Mulia profesi dan kerahasiaan pasien.

Menganalisis tanda dan gejala penyakit serta


Bernalar Kritis
gangguan psikis dengan pendekatan ilmiah.

Melaksanakan pemeriksaan head to toe dan


Mandiri
dokumentasi hasil pemeriksaan secara mandiri.

Melakukan diskusi kasus dan praktik berpasangan


Gotong Royong
dalam pemeriksaan fisik dan kejiwaan.

Menyajikan laporan pemeriksaan dan studi kasus


Kreatif
dalam bentuk digital, poster, atau video simulasi.
Dimensi Implementasi dalam Pembelajaran

Berkebinekaan Memahami latar budaya pasien dalam konteks


Global gangguan fisik dan mental yang berbeda.

E. Capaian Pembelajaran (CP) – Fase F

Peserta didik mampu memahami tentang ilmu penyakit umum,


kejiwaan sesuai tahapan usia, dan menerapkan pemeriksaan fisik
secara head to toe.
Peserta didik mampu menjelaskan gejala, penyebab, dan pencegahan
penyakit umum dan gangguan kejiwaan sesuai usia; melakukan
pemeriksaan fisik dan psikis secara profesional; serta mengkomunikasikan
hasilnya dengan memperhatikan etika, empati, dan keselamatan pasien.

F. Lintas Disiplin Ilmu yang Relevan

 Anatomi dan Fisiologi: Struktur organ tubuh dan fungsinya

 Psikologi Perkembangan: Perilaku manusia berdasarkan tahap


usia

 Ilmu Kesehatan Masyarakat: Faktor risiko dan determinan sosial


penyakit

 Bahasa Indonesia: Komunikasi terapeutik dan laporan hasil


pemeriksaan

 Teknologi Informasi: Penggunaan digital dalam dokumentasi dan


analisis hasil pemeriksaan

G. Tujuan Pembelajaran

Pertemu
Tujuan Spesifik
an

Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar ilmu penyakit


1 (3 JP) umum dan gangguan kejiwaan serta perbedaannya
berdasarkan tahapan usia.

Peserta didik mampu mengidentifikasi penyakit umum dan


2 (3 JP) gangguan mental yang sering terjadi pada anak, remaja,
dewasa, dan lansia.

3 (3 JP) Peserta didik mampu melakukan pemeriksaan fisik head to toe


Pertemu
Tujuan Spesifik
an

dengan urutan dan teknik yang benar serta memperhatikan


etika dan keselamatan pasien.

Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi


4 (3 JP) fisik dan psikis pasien, serta mengomunikasikan hasil
pemeriksaan secara profesional dan empatik.

H. Topik Pembelajaran Kontekstual

 Mengapa penyakit fisik sering disertai gejala psikologis?

 Bagaimana stres dan depresi mempengaruhi tubuh?

 Mengapa pemeriksaan head to toe penting sebelum diagnosis


keperawatan?

 Bagaimana komunikasi terapeutik membantu proses penyembuhan?

 Apa peran keluarga dalam pencegahan penyakit dan gangguan


kejiwaan?

I. Kerangka Pembelajaran

Metode Pembelajaran

 Project-Based Learning (PjBL)

 Problem-Based Learning (PBL)

 Diskusi kasus, simulasi pemeriksaan, role play, refleksi klinik.

Eksplorasi Lapangan

Peserta didik melakukan observasi di UKS, puskesmas, atau klinik mitra


sekolah untuk mengamati pemeriksaan fisik dan perilaku pasien.

Lingkungan Belajar

 Ruang Fisik: Laboratorium keterampilan klinik / ruang praktik


keperawatan

 Ruang Virtual: Google Classroom, video simulasi medis, e-modul


pemeriksaan fisik

 Mitra Belajar: Guru keperawatan, perawat klinik, psikolog, dan


dokter tamu
Budaya Belajar

 Kolaboratif dan reflektif

 Pembelajaran aktif dan bermakna

 Mengutamakan nilai-nilai empati dan profesionalisme

J. Langkah-Langkah Pembelajaran Berdiferensiasi

1. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

Mindful Learning:
Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan singkat untuk
fokus dan sadar diri.
Pertanyaan pemantik:

“Pernahkah kalian merasa cemas saat sakit? Apa yang kalian rasakan di
tubuh dan pikiran?”

Guru menjelaskan pentingnya memahami hubungan fisik dan psikis


dalam keperawatan.

2. Kegiatan Inti (110 menit)

Pertemuan 1 – Konsep Dasar

 Guru menjelaskan pengertian penyakit umum & kejiwaan.

 Peserta didik membuat peta konsep perbedaan kelainan fisik dan


psikis.

 Diskusi kelompok: pengaruh usia terhadap penyakit (anak vs lansia).

Pertemuan 2 – Analisis Kasus

 Studi kasus: pasien anak demam disertai kecemasan; pasien lansia


dengan hipertensi & depresi ringan.

 Peserta didik mengidentifikasi tanda, gejala, penyebab, dan


pencegahan.

 Guru menuntun refleksi: hubungan antara penyakit dan kondisi


kejiwaan.

Pertemuan 3 – Pemeriksaan Head to Toe

 Guru mendemonstrasikan pemeriksaan dari kepala ke kaki


(inspeksi–palpasi–perkusi–auskultasi).
 Peserta didik berlatih berpasangan, mencatat hasil pemeriksaan
pada lembar observasi.

 Evaluasi teman sejawat dilakukan dengan rubrik penilaian.

Pertemuan 4 – Integrasi Fisik dan Psikis

 Simulasi komunikasi terapeutik pada pasien dengan gangguan


kejiwaan ringan.

 Peserta didik melakukan wawancara keperawatan sederhana.

 Guru memberikan umpan balik profesional dan refleksi kelompok.

3. Kegiatan Penutup (15 menit)

 Siswa dan guru menyimpulkan poin utama pembelajaran.

 Guru memberikan penguatan terkait etika, empati, dan tanggung


jawab profesi.

 Siswa menulis refleksi:

“Apa yang saya pelajari tentang tubuh dan pikiran manusia hari ini?”

 Doa dan apresiasi penutup.

K. Asesmen Pembelajaran

Jenis
Teknik & Instrumen Tujuan
Asesmen

Kuesioner pengalaman tentang


Diagnostik Mengetahui pengetahuan
penyakit umum & gangguan
(Awal) awal peserta didik.
kejiwaan.

Menilai keterampilan dan


Formatif Observasi praktik pemeriksaan,
sikap selama proses
(Proses) diskusi kasus, refleksi jurnal.
belajar.

Ujian praktik head to toe, laporan


Sumatif Mengukur pencapaian CP
studi kasus, dan presentasi
(Akhir) secara utuh.
kelompok.

L. Rubrik Penilaian Praktik Pemeriksaan Head to Toe


Sko
Aspek Indikator
r

Mencuci tangan, mempersiapkan alat, dan 0–


Persiapan
menjelaskan prosedur. 10

Mengikuti urutan pemeriksaan (kepala, leher, 0–


Pelaksanaan
dada, abdomen, ekstremitas). 40

Komunikasi Menunjukkan empati, menjaga privasi, 0–


Terapeutik menjelaskan tindakan. 20

Pencatatan 0–
Dokumentasi lengkap, sistematis, dan objektif.
Hasil 20

Sikap 0–
Etika, tanggung jawab, kebersihan, penampilan.
Profesional 10

Total Skor
100
Maksimum

M. Asesmen Reflektif Individu

1. Apa pengetahuan baru yang saya dapatkan tentang hubungan


tubuh dan pikiran manusia?

2. Apa bagian tersulit dari pemeriksaan head to toe, dan bagaimana


saya mengatasinya?

3. Apa yang akan saya perbaiki dalam praktik berikutnya?

N. Sumber Belajar

1. Buku Ilmu Penyakit Dalam (FKUI, edisi terbaru)

2. Buku Keperawatan Dasar & Pemeriksaan Fisik (Potter & Perry)

3. WHO. Mental Health and Psychosocial Support in Nursing.

4. Modul Digital Keperawatan Kemenkes RI

5. Video simulasi pemeriksaan head to toe – YouTube Kemenkes


Edukasi

O. Penutup
Pembelajaran “Ilmu Penyakit Umum dan Kejiwaan Sesuai Tahapan Usia”
memberikan dasar penting bagi calon tenaga kesehatan untuk memahami
manusia secara utuh: tubuh dan pikiran. Melalui pendekatan ilmiah dan
empatik, peserta didik diharapkan mampu menjadi tenaga keperawatan
yang profesional, reflektif, dan berkarakter.

Anda mungkin juga menyukai