BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah mendeskripsikan bahwa seseorang yang diangkat menjadi kepala sekolah
harus memenuhi kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud terdiri dari 5
(lima) kompetensi, yaitu: 1) kepribadian; 2) manajerial; 3) kewirausahaan;
4) supervisi; dan 5) sosial. Kompetensi Supervisi sendiri meliputi 3 (tiga) hal, yaitu:
1) merencanakan supervisi akademik; 2) melaksanakan supervisi akademik; dan
3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik.
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan
kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Supervisi akademik menempati posisi strategis di suatu lembaga pendidikan. Mengingat,
lembaga pendidikan adalah lembaga yang menfokuskan kegiatannya memberikan
layanan pembelajaran. Kualitas layanan pendidikan di suatu sekolah tergantung pada
kualitas proses pembelajaran di kelas. Kualitas proses pembelajaran di kelas tergantung
pada kemampuan guru mengelola proses pembelajaran. Kepala sekolah, sebagai
penanggung jawab lembaga, berkewajiban menjamin dan menfasilitasi agar semua guru
mampu mengelola proses pembelajaran seoptimal mungkin. Untuk itu, kepala sekolah
harus melaksanakan supervisi akademik semaksimal mungkin. Dengan supervisi
akademik yang maksimal akan mendorong peningkatan kemampuan guru mengeola
proses pembelajaran yang optimal.
Dalam melaksanakan supervisi akademik, kepala sekolah memulainya
dengan menyusun program. Kepala Sekolah menyusun program supervisi untuk
menjamin agar pelaksanaan supervisi berjalan sesuai harapan. Karena, perencanaan
supervisi yang baik akan memperlancar jalannya kegiatan supervisi.
B. Dasar/Landasan.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
1
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa
kali terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5670)
3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016
tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016
tentang Standar Isi;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016
tentang Standar Penilaian.
10. Program Kerja MTs Al Khoiriyah Puger Kulon Tahun Pelajaran
2025/2026.
C. Tujuan
Tujuan supervisi guru adalah untuk meningkatkan kualitas kinerja guru
dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan mutu dan
prestasi belajar siswa. Supervisi memberikan bantuan teknis dan bimbingan,
pengembangan profesionalisme guru, serta membantu menciptakan suasana
pembelajaran yang kondusif dan demokratis.
2
Tujuan Utama Supervisi Guru
Meningkatkan Kompetensi Guru:
Memberikan bantuan teknis, bimbingan, dan umpan balik konstruktif untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas guru dalam mengelola
pembelajaran.
Meningkatkan Proses Pembelajaran:
Membantu guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran agar
lebih efektif dan berpusat pada siswa.
Meningkatkan Prestasi Siswa:
Membantu guru menciptakan situasi dan kondisi kelas yang baik sehingga peserta
didik termotivasi untuk belajar dan mencapai prestasi optimal.
Mengembangkan Profesionalisme:
Mendorong guru untuk terus berkembang dan memenuhi tuntutan pendidikan yang
terus berubah, serta membantu mereka mengembangkan rasa kesatuan antar guru.
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif:
Mengembangkan rasa saling percaya, kerja sama, dan komunikasi yang efektif
antara guru dan pihak sekolah lainnya.
D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik
Supervisi akademik di MTs Al Khoiriyah Puger Kulon dengan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi madrasah
2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program
supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan
terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru
dalam mengembangkan proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru
dalam mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan
asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
3
9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi
pelaksanaan supervisi akademik.
10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan
yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur
dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
13. Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan.
14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas.
E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22
Tahun 2016 tentang Standar Proses, maka ruang lingkup pengawasan proses
pembelajaran (supervisi akademik) meliputi:
1. Pemantauan.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan
melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan,
perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
2. Supervisi.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran .
3. Evaluasi
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas
pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses
pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil
pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: (a)
membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar
proses, dan (b) mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai
dengan kompetensi guru. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada
keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran.
4. Pelaporan.
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses
pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut
4
pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
5. Tindak lanjut.
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: (a) Penguatan
dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau
melampaui standar; (b) teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru
yang belum memenuhi standar; dan (c) pemberian kesempatan kepada guru untuk
mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.
5
BAB II
PROGRAM KEGIATAN SUPERVISI
A. Pengorganisasian
Kegiatan Supervisi, pelaksanaannya oleh Kepala Madrasah, bekerjasama dengan
pengawas madrasah dan Guru Senior sebagai pembantu pelaksanaan supervisi.
B. Waktu dan Tempat
Supervisi di MTs Al Khoiriyah Pugerdilaksanakan selama 2 x setahun atau
persemester disesuaikan dengan jenis kegiatan, sesuai dengan jadwal.
Daftar nama Guru dan kegiatan Supervisi
NO NAMA MATA PELAJARAN
1 Tuminah ,[Link] SKI,Qurdist, Aqidah
2 Ika Umariyati,S.E Matematika
3 Siti Hosiyah,[Link].I FIQIH,Seni Budaya
4 Nur Halimah,[Link]. [Link], Bhs. Jawa
5. Hanum masyayu Kirnasari, [Link] Bhs. Inggris
6 Ayu Dini Safitri,[Link] IPA
7 Ulfa Mufida,[Link] IPS
8 Ismiati Tiara Dewi, [Link] Prakarya
9 Dea Damara Kartikasari,[Link] Penjaskes,PKn
10. Yuliani Eka Damayanti ,[Link] Bimbingan Konseling, TIK
C. Petugas
1. Jumlah dan unsur
Petugas Supervisi dilakukan oleh Kepala Madrasah serta dapat di bantu oleh
guru senior.
[Link] dan tanggungjawab
a. Melakukan temu awal dengan Kepala madrasah untuk menjelaskan maksud, tujuan,
kegiatan, dan jadwal pelaksanaan Supervisi
b. Melakukan wawancara sebelum pelaksanaan supervisi.
3. Mengolah data dan informasi dalam instrumen Supervisi dan format keberhasilan dan
permasalahan pelaksanaan program
6
4. Menyusun tindak lanjut hasil Supervisi pada format keberhasilan dan permasalahan
pelaksanaan program
5. Pada hari terakhir melakukan pertemuan antara Kepala Madrasah dan guru yang ditunjuk
untuk menjelaskan hasil pelaksanaan Supervisi.
D. Perangkat
Perangkat Supervisi terdiri dari:
1. Instrumen penilaian administrasi pembelajaran.
2. Instrumen pengamatan proses pembelajaran.
E. Responden
Responden Supervisi adalah sebagai berikut:
1. Supervisi administrasi program pembelajaran Responden adalah guru.
2. Supervisi pelaksanaan program pembelajaran Responden adalah guru dan siswa
3. Supervisi pelaksanaan Supervisi pembelajaran Responden adalah guru dan siswa
4. Supervisi pelaksanaan tindak lanjut hasil Supervisi pembelajaran Responden adalah guru
dan siswa
F. Strategi Pelaksanaan
a. Temu awal
Temu awal merupakan kegiatan yang di laksanakan Kepala Sekolah untuk
menjelaskan maksud, tujuan, jadwal,dan substansi materi pelaksanaan Supervisi. Kegiatan
temu awal diupayakan tidak menggunakan waktu terlalu lama.
b. Pelaksanaan Supervisi
1) Pembagian waktu
Agar pelaksanaan Supervisi terlaksana efektif dan efisien serta dapat menjaring informasi
yang optimal dan akurat, maka perlu dilakukan pembagian waktu. Pembagian waktu
dilakukan berdasarkan jadwal mengajar guru yang akan di Supervisi.
2) Pengumpulan data dan informasi Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui
wawancara, studi dokumen dan studi lapangan dengan responden.
a. Studi dokumen
Studi dokumen merupakan pengecekan ketersediaan, kualitas dan kebeabsahan dokumen,
naskah yang terkait dengan substansi Supervisi.
7
b. Studi lapangan
Studi lapangan merupakan pengamatan langsung ke obyek Supervisi dan Supervisi seperti
ruang kelas, aktivitas pembelajaran, dan lain-lain.
Secara teknis, kegiatan wawancara, studi dokumen dan studi lapangan dapat dilakukan
secara terintegrasi sesuai dengan materi yang mengacu pada instrumen Supervisi.
c. Layanan asistensi
Layanan asistensi merupakan kegiatan pemberian pelayanan teknis dan manajerial yang
diberikan oleh Kepala Madrasah kepada Guru melalui diskusi interaktif terkait dengan hasil
Supervisi. Layanan asistensi dilakukan terintegrasi dengan kegiatan pengumpulan data dan
informasi (wawancara, studi dokumen dan studi lapangan). Layanan asistensi dapat diberikan
dalam bentuk saran dan masukan, dan perbaikan ringan sepanjang petugas mampu
melaksanakannya.
d. Temu akhir
Temu akhir dilaksanakan oleh kepala madrasah untuk menyerahkan copy hasil Supervisi
yang sudah disepakati kepada guru berupa:
1. Hasil Supervisi keterlaksanaan program pembelajaran.
2. Keberhasilan dan permasalahan pelaksanaan program pembelajaran.
G. Pelaporan
1. Laporan pelaksanaan Supervisi mengacu pada perangkat / instrumen Supervisi yang
disediakan
2. Penyerahan berkas hasil Supervisi kepada guru untuk dapat persetujuan
3. Kepala madrasah menyampaikan laporan rangkuman hasil Supervisi kepada Pengawas
Madrasah
H. Pembiayaan
Supervisi yang dilakukan Keapala Madrasah dibiayai oleh sekolah. Ketentuan
mengenai pembiayaan kegiatan ini disesuaikan dengan Rencana Kerja Anggaran Madrasah
(RKAM ).
8
I. Program Kegiatan:
PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK
TAHUN PELAJARAN 2025/ 2026
SEMESTER I
Waktu Pelaksanaan
(Bulan) 2024
No Program Jenis Kegiatan Sasaran Ket.
1
7 8 9 10 11
2
1. Perencanaan Penyusunan Program Program Supervisi
Pembuatan Instruemen
Instrumen Supervisi
2 Pelaksanaan Observasi kelas Semua Guru
Supervisi Adm.
KBM Semua Guru
Supervisi KBM Semua Guru
Tindak Data hasil
3 Lanjut Hasil Supervisi Adm Supervisi Adm
Hasil Supervisi Data hasil
Kelas&KBM Supervisi Adm
Program Tindak
Perencanaan lanjut
Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembinaan
Pelaporan Laporan
Dokumentasi Arsip
Puger, Juli 2025
Kepala Madrasah
Muhammad Imam Mahdi,S,Pd
9
J. Jadwal Kegiatan
MADRASAH TSANAWIYAH AL – KHOIRIYAH
NSM: 121235090099 NPSN: 20581544
Jalan Ahmad Yani No. 82 PugerKulonPugerJemberTelp (0336) 722154
Email: mtsalkhoiriyahpuger@[Link]
JADWAL SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS
SEMESTER GANJIL 2025/2026
MATA
NO NAMA KELAS TANGGAL SUPERVISOR
PELAJARAN
1 Siti Hosiyah,[Link],I Fiqih IX Senin, 15 September 2025 Kepala Madrasah
2. Nur Halimah,[Link]. Pd Bhs. Arab VII Senin, 15 September 2025 Kepala Madrasah
3 Tuminah,[Link] SKI IX Selasa. 16 September 2025 Kepala Madrasah
4 Yuliani Eka BK Selasa. 16 September 2025 Kepala Madrasah
Damayanti,[Link]
5 Ika Unmariyati,S.E Matematika IX Rabu. 17 September 2025 Kepala Madrasah
6 Dea Damara Pend. IX Rabu. 17 September 2025 Kepala Madrasah
Kartikasari,[Link] Pancasila
7 Ulfa Mufida,S.E IPS VII Kamis. 18 September 2025 Kepala Madrasah
8 Ayu Dini Safitri,[Link] IPA VII Kamis. 18 September 2025 Kepala Madrasah
9 Ismiati Tiara Dewi, [Link] [Link] IX Sabtu, 20 September 2025 Kepala Madrasah
a
10 Hanum Masyayu [Link] VIII Sabtu, 20 September 2025 Kepala Madrasah
Kirnasari,[Link]
Puger, 10 September 2025
Kepala Madrasah
Muhammad Imam Mahdi,S,Pd
10
BAB III
PELAKSANAAN DAN HASIL SUPERVISI
A. Prosedur Supervisi Akademik
Berlangsung dalam 3 tahap , sebagai berikut :
1. Tahap Pertemuan Awal
a. Guru diberi Instrumen administrasi Pembelajaran
b. Mengkaji administarasi/ tugas tanggung jawab.
c. Kesimpulan pengkajian – kesepakatan tentang waktu
2. Tahap kunjungan kelas dan Observasi Mengajar
Guru yang sedang mengajar diobservasi oleh supervisor sesuai dengan tindakan perbaikan &
waktu yang disepakati.
3. Tahap Pertemuan Setelah Observasi
a. Memberikan penguatan pendapat/perasaan
b. mengulas kembali permasalahan dalam pekerjaan
c. mengulas kembali angket yang telah diisi.
d. Memberikan pembinaan
e. menetapkan tindak lanjut
B. Pelaksanaan Supervisi Akademik
Supervisi yang dilaksanakan adalah supervisi kunjungan kelas. Kepala madrasah
sebagai supervisor mengunjungi kelas dan melakukan observasi dan wawancara serta studi
dokumen. Supervisor sambil melakukan kunjungan kelas mengisi instrumen yang telah
disiapkan dari instrumen yang saat pelaksanaan supervisi merupakan dokumen hasil supervisi
terhadap administrasi guru dan proses pembelajaran. Dari hasil pengisian intrumen tersebut
dapat diketahui seberapa tingkat kemampuan guru dalam penyusunan administrasi
pembelajaran dan proses pembelajaran.
C. Hasil Supervisi Akademik
Supervisi dilakukan melalui kunjungan kelas untuk mengetahui keadaan kelas apakah sesuai
dengan hasil pengisian instrumen. Disamping itu kepala madrasah melakukan observasi
11
pelaksanaan KBM. Dari hasil penyebaran instrumen dan observasi kelas dapat dilihat pada
tabel-tabel hasil supervisi berikut ini.:
Tabel 1. Hasil Supervisi Kegiatan Pembelajaran Guru
Tahun Ajaran 2025 / 2026
Nilai KETERANGAN
N Supervisi
NAMA Rata-
O
rata Sangat
1 2 Baik
Baik Cukup Kurang
1. Ika Umariyati,S.E 94 98 96
2. Tuminah,[Link] 94 97 96
3. Dea Damara Kartikasari, [Link] 94 79 87
4. Nur Halimah,[Link]. 94 86 90
5. Ayu Dini Safitri,[Link] 94 95 95
6. Hanum Masyayu 94 96 95
Kirnasari,[Link]
7. Ulfa Mufida,SE 94 93 94
8. Ismiati Tiara Dewi, [Link].I 94 94 94
9. Siti Hosiyah, [Link].I 94 84 89
10 Yuliani Eka Damayanti,[Link] 94 90 92
12
1 ; Nilai Supervisi Administrasi Pembelajaran
2: Nilai Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran
Kepala Madrasah
Muhammad Imam Mahdi,S,Pd
13
Tabel 2. REKAPITULASI HASIL SUPERVISI DAN TINDAK LANJUT
No Nama Guru Nama Kelas Kelemahan Hal-hal Rekomendasi Alternatif pemecahan
. Mapel yang harus Masalah / tindak lanjut
diperbaiki
1 2
1. Tuminah,[Link] SKI IX Tidak ada - - Pertahankan kreatifitas dalam Pemberian contoh /
mengajar. pengarahan oleh
Kamad
2. Hanum Masyayu Bahasa VII Tidak ada - - Pertahankan , Gunakan media TIK
Kirnasari,[Link] Inggris agar pembelajaran lebih hidup Pemberian contoh /
dan bermakna pengarahan oleh
Kamad
3. Ulfa Mufida,S.E IPS VII Tidak ada - - Pertahankan kreatifitas dalam Pemberian contoh /
mengajar. pengarahan oleh
Kamad
GunakanMedia yang
bervariasi .Visualisasi dalam
pembelajaran akan meningkatkan
pemahaman dan antusiasme
siswa
4. Ika Umariyati,S.E Matemati IX Tidak ada - - Pertahankan kreatifitas dalam Pemberian contoh /
ka mengajar. pengarahan oleh
Kamad
5. Ayu Dini IPA VII Tidak ada - - Pertahankan kreatifitas dalam Pengarahan dan
Safitri,[Link] mengajar. pemberian contoh
14
oleh Kamad
Pergunakan media visualisasi
untuk meningkatkan pemahaman
dan keseriusan siswa dalam
belajar
6. Siti Hosiyah,[Link] FIQIH IX - Apersepsi kurang - - Gunakan media IT / media yang Pengarahan dan
terlihat efektif atau tampilkan visualisasi pemberian contoh
- Kegiatan proses kurang melalui media IT agar peserta oleh Kamad
runtut didik bisa belajar lebih mudah
- materi kurang
dikembangkan mandiri
oleh Guru / LKPD
-penggunaan media
kurang
7 Nur Halimah,[Link]. Bahasa VII - apersepsi kurang terlihat - - - Gunakan media yang Pengarahan dan
Arab - Kurang menguasai kelas bervariasi ,misal proyektor untuk pemberian contoh
memutar video percakapan oleh Kamad
bahasa arab agar siswa secra aktif
bisa menyimak secara langsung
8 Dea Penjaskes VIII - Keiatan Proses - - Tingkatkan kreatifitas dalam Pengarahan dan
DamaraKartika pembelajaran kurang mengajar. pemberian contoh
Sari,[Link] runtut oleh Kamad
- Model pembelajaran Gunakan media visualisasi agar
dan sumber belajar pembelajaran lebih bermakna.
kurang bervariasi
- Kegiatan
pembelajaran kurang
15
terfokus ke siswa
9. Ismiati Tiara Aqidah IX Model pembelajaran dan - - Pertahankan kreatifitas dalam Pengarahan dan
Dewi,[Link] sumber belajar kurang mengajar. pemberian contoh
bervariasi oleh Kamad
Libatkan peserta didik secara aktif
dalam pembelajaran agar
keseriusan dan antusiasme
peserta lebih terlihat.
10 Yuliani Eka BK Tidak ada - - Pertahankan kreatifitas dalam Pengarahan dan
. Damayanti,[Link] mengajar. pemberian contoh
oleh Kamad
*) 1. Administrasi Pembelajaran
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Puger, 27 Oktober 2025.
Kepala Madrasah
16
Muhammad Imam Mahdi,[Link]
17
BAB IV
TINDAK LANJUT HASIL SUPERVISI
Hasil supervisi perlu ditindaklanjuti untuk memenuhi standar dan guru diberi
kesempatan untuk mengikuti pelatihan – pelatihan baik secara mandiri ataupun program dari
MGMP KKM negeri 09 Jember sebagai Pengembangan Keprofesian berkelanjutan..
Dalam tindak lanjut kali ini kepala sekolah memanggil guru yang bersangkutan dengan
memberi arahan klinis dan pemberian contoh, sekaligus memperlihatkan hasil supervisi.
Secara keseluruhan hasil supervisi yang meliputi administrasi, Proses ,dan Penilaian hasil
belajar pada semester ganjil tahun ajaran 2025-2026 adalah baik. . Maka usaha peningkatan
mutu/ kualitas guru harus terus ditingkatkan, keikutsertaan guru pada program pelatihan
pembelajaran yang diadakan oleh pihak-pihak yang terkait tetap merupakan suatu keharusan
karena inovasi dalam dunia pendidikan terjadi secara terus menerus mengikuti kemajuan
peradaban dan tehnologi.
18
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
1. Supervisi dilakukan untuk mendapatkan gambaran proses dan hasil pelaksanaan
program sekolah bidang pembelajaran.
2. Supervisi dilaksanakan dengan studi dokumen dan studi lapangan.
3. Kegiatan supervisi melibatkan responden Guru dan Guru Senior
4. Dari hasil supervise dapat diketahui kelemahan dari guru yang perlu ditingkatkan,
sehingga di masa mendatang dapat berkembang secara maksimal.
5. Dari hasil supervisi yang dilaksanakan telah menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
a). Sebagian besar guru telah dapat membuat dan menyusun administrasi program
pembelajaran.
b). Hanya masih ada beberapa guru yang perlu dibina untuk memahami dan meningkatkan
kompetnsinya tentang penyusunan administrasi pembelajaran.
c). Proses pembelajaran sudah menunjukkan kesesuaian dengan RPP yang telah disusun,
namun perlu diarahkan pada proses pembelajaran 4c yang mengarah pada peserta didik
sebagai subjek pembelajaran.
d). Dalam kegiatan supervisi perlu adanya pembinaan secara khusus tentang tehnik
penilaian. Hal ini perlu diarahkan pada instrumen dan model penilaian yang variatif.
B. Rekomendasi
1. Dari hasil supervisi terhadap guru pada semester I ini diharapkan adanya kerja sama
antara kepala sekolah dan guru untuk:
a. Saling meningkatkan kompetensi dalam pelaksanaan tugas sebagai guru.
b. Supervisi jangan dianggap sebagai kegiatan untuk menilai, kesalahan dan sebagainya,
tetapi merupakan suatu cara untuk saling sharing dan berusaha meningkatkan
kemampuan.
c. Dalam kegiatan supervisi guru dapat secara aktif meminta kepada kepala sekolah atau
guru senior untuk mengamati, menilai kinerjanya supaya tahu apakah masih ada
kekurangan. Berawal dari kekurangan tersebut guru minta saran dan bimbingan untuk
meningkatkan kemampuannya dalam pembelajaran atau dalam bidang administrasi.
d. Pekerjaan supervisi bukan tugas kepala sekolah saja termasuk pengawas madrasah juga
aktif dalam pelaksanaan supervisi yang selama ini yang telah dilaksanakan.. Kalau hal ini
19
dapat berjalan dengan baik diharapkan mutu pendidikan akan meningkat, karena segala
masalah yang timbul dapat diatasi bersama oleh beberapa pihak yang berkompeten.
Masalah seperti ini yang sangat diharapkan oleh guru karena selama ini kesalahan hanya
ditumpukan pada guru dan kepala madrasah.
e. Guru secara aktif mengikuti Pelatihan online / Webinar yang sudah difasilitasi oleh
Kementerian Agama Kota Jember sesuai kebutuhan kompetensi yang ingin dikuasai oleh
guru..
Puger, 27 Oktober 2025.
Kepala Madrasah
Muhammad Imam Mahdi,[Link]
20