0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan37 halaman

Panduan Lengkap Elips dalam Matematika

Dokumen ini menjelaskan tentang elips, termasuk definisi, cara melukis, persamaan, dan sifat-sifatnya seperti eksentrisitas dan kedudukan garis terhadap elips. Terdapat juga contoh soal yang menunjukkan penerapan konsep-konsep tersebut. Elips dapat memiliki bentuk horizontal atau vertikal tergantung pada panjang sumbu mayor dan minor.

Diunggah oleh

Putri Sihaloho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan37 halaman

Panduan Lengkap Elips dalam Matematika

Dokumen ini menjelaskan tentang elips, termasuk definisi, cara melukis, persamaan, dan sifat-sifatnya seperti eksentrisitas dan kedudukan garis terhadap elips. Terdapat juga contoh soal yang menunjukkan penerapan konsep-konsep tersebut. Elips dapat memiliki bentuk horizontal atau vertikal tergantung pada panjang sumbu mayor dan minor.

Diunggah oleh

Putri Sihaloho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ELIPS

01
Definisi Elips
1. Definisi Elips
Elips adalah tempat kedudukan
titik-titik pada bidang yang jumlah
jaraknya terhadap dua titik tertentu
adalah tetap. Kedua titik tertentu itu
disebut fokus.
02
Melukis Elips
2. Melukis Elips
Keterangan:
1. (F1dan F2) disebut fokus. Jika T adalah sembarang titik pada
elips, maka TF1 + TF2 = 2a. F1F2 = 2c, dengan 2a > 2c
2. A1A2 merupakan sumbu panjang (sumbu mayor) yang panjangnya
sama dengan jarak tetap yaitu 2a. B1B2 merupakan sumbu pendek
(sumbu minor) yang panjangnya sama dengan 2b. Sumbu yang melalui
pusat dari B Karena itu a > b.
3. Latus rectum yaitu segmen garis yang melaui titik fokus, tegak lurus
sumbu mayor,2 dan melalui fokus (DE dan KL) Panjang latus rectum
2𝑏
DE = KL =
𝑎

4. Titik pusat (P) yaitu titik potong sumbu mayor dengan sumbu minor.
5. Titik puncak elips yaitu A1, A2, B1, dan B2
Jika (a > b) maka elips horizontal.
Jika (b > a) maka elips vertikal.
03
Persamaan Elips
Tabel Persamaan Elips dengan Titik Pusat (0, 0)

Keterangan Elips Horizontal Elips Vertikal

𝒙 𝟐 𝒚𝟐 𝒙 𝟐 𝒚𝟐
Persamaan elips + =𝟏 + =𝟏
𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝒃𝟐 𝒂𝟐
Fokus (-c, 0), (c, 0) (0, -c), (0, c)
Puncak (-a, 0), (a, 0) (0, -a), (0, c)
2𝑏 2 2𝑏 2
LR
𝑎 𝑎

𝑎2 𝑎2
Direktris (garis arah) x =± y =±
𝑐 𝑐
𝑐
𝑐 e=
Eksentrisitas e= 𝑎
𝑎

Sumbu mayor Sumbu x. Panjangnya= 2a Sumbu y. Panjangnya= 2a


Sumbu minor Sumbu y. Panjangnya= 2b Sumbu y. Panjangnya= 2b
Contoh soal:
Tentukan persamaan elips dengan titik puncaknya (13, 0) dan fokus
F1 (-12, 0) dan F2(12, 0).
Penyelesaian:
Diketahui pusat elips (0, 0)
Titik puncak (13, 0) ⇔ a = 13
Titik fokus (-12, 0) dan (12, 0)
⇔ c = 12
𝑏 2 = 𝑎2 − 𝑐 2
= 132 − 122
= 169 – 144
= 25
b = 25 = 5
Sumbu utama adalah sumbu x, sehingga persamaan elipsnya adalah:
𝑥2 𝑦2 𝑥2 𝑦2
13 2 + 52
= 1 atau
169
+
25
=1
Tabel Persamaan Elips dengan Titik Pusat(p, q)

Keterangan Elips Horizontal Elips Vertikal

(𝑥 − 𝑝)2 (𝑦 − 𝑞)2 (𝑥 − 𝑝)2 (𝑦 − 𝑞)2


Persamaan elips + =1 + =1
𝑎2 𝑏2 𝑏2 𝑎2

Fokus (p + c, q), (p - c, q) (p, q + c), (p, q - c)

Puncak (p + a, q), (p - a, q) (p, q + b), (p, q - b)

2𝑏2 2𝑏2
Latus Rectum
𝑎 𝑎
𝑎2 𝑎2
Direktris x = p± y = q±
𝑐 𝑐
𝑐 𝑐
Eksentrisitas e= 𝑎 e= 𝑎

Panjang sumbu mayor 2a 2a

Panjang sumbu minor 2b 2b


Contoh soal:
Tentukan titik pusat, titik fokus, titik puncak dan panjang latus rectum dari
𝑥−2 2 𝑦+1 2
elips yang mempunyai persamaan + =1
25 9

Penyelesaian: Panjang latus rectum:


𝑎2 = 25 ↔ 𝑎 = 5
2𝑏2
𝑏2 = 9 ↔ 𝑏 = 3 LR =
𝑎
Titik pusat (p, q) = (2, -1)
Elips ini adalah elips horizontal karena a > b. 2(3)2
Titik fokus (p + c, q), (p - c, q) =
5
c = 𝑎2 − 𝑏 2 = 25 − 9 = 4 18
Jadi, titik fokus → 6, −1 dan −2, −1 =
5
Titik puncak (p + a, q), (p - a, q) →
18
7, −1 dan −3, −1 LR =
5
3. Bentuk Umum Persamaan Elips
Ax2 + By2 + Cx + Dy + E = 0

Hubungan antara persamaan Ax2 + By2 + Cx + Dy + E = 0 dengan


(𝑥−𝑚)2 (𝑦−𝑛)2
persamaan + = 1, adalah sebagai berikut:
𝑎2 𝑏2

Jika A > B, maka A = a2, B = b2 , C = -2a2 m, D = -2b2 n,


E = a2m2 + b2n2 - a2b2

Jika A < B, maka A = b2, B = a2 , C = -2b2 m, D = -2a2 n,


E = b2m2 + a2n2 - a2b2
Contoh soal:
Tentukan titik pusat dan fokus dari elips yang memiliki
Persamaan 4x2+ 9y2-16x+ 18y -11=0.
JAWAB :
Jawab:
Diketahui persamaan elips: 4x2+ 9y2 -16x+ 18y -11=0.
A=4, B= 9, C= -16, D=18, E= -11
𝑏2 = A = 4 ⇔ b = 2
𝑎2 = B = 9 ⇔ a = 3
C = -2b2m D = -2a2n
-16 = -2.4.m 18 = -2.9.n
𝑐 2 = 𝑎2 − 𝑏 2 = 9 − 4
-16 = -8m 18 = -18n
c= 5
2=m -1 = n
Pusat P(m, n) ⇔ P(2, -1)
Fokus F1 (m-c, n) = F1 F2 F2
04
Direktrik dan
Eksentrisitet
A. DIREKTRIK

Definisi:
Direktrik/direktris adalah sebuah garis arah yang
tegak lurus dengan sumbu mayor dan berada di luar
elips.
Persamaan Direktris:

Keterangan Elips Horizontal Elips Vertikal

𝑎2 𝑎2
Titik Pusat (0,0) x=± y =±
𝑐 𝑐

𝑎2
𝑎2 y = q±
Titik Pusat (p,q) x = p± 𝑐
𝑐
B. EKSENTRISITET

Eksentrisitet/eksentrisitas menggambarkan seberapa pipih suatu elips


tersebut. Eksentrisitas bisa dirumuskan sebagai jarak antara pusat
elips ke 𝐹1 dibagi dengan a.

Misal titik pusatnya adalah P:

𝑃.𝐹1 𝑃.𝐹2
e= 𝑎
= 𝑎
Jarak antara P ke 𝐹1 adalah c. Maka,
𝑐
e=
𝑎
Contoh soal:
(𝑥−2)2 (𝑦+1)2
Tentukan persamaan direktris daan eksentrisitas dari persamaan elips + =1
25 9
Penyelesaian:

𝑎2 = 25 ↔ 𝑎 = 5
𝑏2 = 9 ↔ 𝑏 = 3
Mencari eksentrisitas:
Titik pusat (p,q) = (2, -1)
𝑐 4
𝑒= =
Mencari direktris: 𝑎 5
𝑎2
𝑥=𝑝 ±
𝑐
52 33
x =2+ = dan
4 4

52 17
x =2- =−
4 4
05
Garis dan Elips
05. Kedudukan Garis
Terhadap Elips
Kedudukan garis terhadap elips
dibagi ke dalam tiga kondisi. Ketiga
kondisi kedudukan garis terhadap
elips meliputi: garis tidak memotong
elips, garis memotong elips di satu
titik (menyinggung elips), dan garis
memotong elips di dua titik.
Garis dikatakan tidak memotong elips berarti kedudukan garis dan elips saling
lepas, sehingga keduanya tidak memiliki titik potong. Untuk kedudukan garis terhadap
elips yang berpotongan pada satu titik atau menyingggung elips, antara titik dan
elips memiliki satu titik potong. Sedangkan garis yang berpotongan dengan elips
pada dua titik artinya garis dan elips memiliki dua titik yang sama-sama dilewati
keduanya.
a. Garis Tidak Memotong Elips
Sebuah garis dikatakan tidak memotong
elips jika garis dan elips tidak memiliki titik
potong, keduanya saling lepas. Kita dapat
mengetahui garis tidak memotong elips dari
nilai diskriminannya. Jika nilai diskriminan
elips kurang dari nol (D < 0 ) maka garis
dan elips saling lepas. Dengan kata lain,
garis tidak memotong elips.
b. Garis Memotong Elips di Satu Titik (Menyinggung Elips)

Kedudukan garis terhadap elips yang akan


dibahas di sini adalah garis memotong elips
pada satu titik. Atau dapat juga dikatakan
dengan garis menyinggung elips. Sebuah garis
dikatakan menyinggung elips jika hanya
memiliki satu titik potong. Garis memotong
elips di satu titik dapat dilihat jika nilai
dikriminannya sama dengan nol, D = 0.
c. Garis Memotong Elips di Dua Titik
Berikutnya adalah ulasan kedudukan
garis terhadap elips untuk garis memotong
elips di dua titik. Garis yang memotong
elips di dua titik, artinya memiliki dua
buah titik yang sama-sama dilalui, baik
oleh garis atau elips. Kriteria garis
memotong elips di dua titik dapat dilihat
dari nilai diskriminannya yang lebih besar
dari nol, D > 0.
Contoh soal:

Tentukan kedudukan garis y = 2x + 3 pada elips dengan


persamaan seperti berikut.

Pertama, kita akan menentukan kedudukan garis y = 2x + 3


terhadap elips dengan melihat nilai diskriminannya.
Substitusi persamaan garis y = 2x + 3 pada persamaan elips:
Dari persamaan kuadrat yang didapat di atas,
diperoleh nilai a = 5, b = 7, dan c = 2.
Selanjutnya akan ditentukan nilai
diskriminannya.
Nilai diskriminan (D):
D = b2 – 4ac
D = 72 – 4(5)(2)
D = 49 – 40 = 9
Bedasarkan hasil perhitungan di atas, nilai
diskriminannya adalah 9 (D > 0). Sehingga,
kesimpulannya adalah garis memotong elips di
dua titik.
Terlihat bahwa garis y = 2x + 3 memotong elips di dua titik.
06
Garis Singgung
Elips
6. Persamaan Garis Singgung Elips
a. Persamaan Garis Singgung Elips di Titik P(𝒙𝟏 , 𝒚𝟏 )

Persamaan Garis Singgung


Persamaan Elips
Melalui titik (𝒙𝟏 , 𝒚𝟏 ) Dengan gradien p

𝒙𝟐 𝒚𝟐 𝒙𝟏 𝒙 𝒚𝟏 𝒚
+ =𝟏 + 𝟐 =𝟏 𝒚 = 𝒑𝒙 ± 𝒂𝟐 𝒑𝟐 + 𝒃𝟐
𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝒂𝟐 𝒃

𝒙𝟐 𝒚𝟐 𝒙𝟏 𝒙 𝒚𝟏 𝒚
+ =𝟏 + 𝟐 =𝟏 𝒚 = 𝒑𝒙 ± 𝒂𝟐 + 𝒑𝟐 𝒃𝟐
𝒃𝟐 𝒂𝟐 𝒃𝟐 𝒂
Contoh soal:
Tentukan persamaan garis singgung elips berikut,
x2 y2
+ = 1, pada titik (4, 3)!
28 21
Contoh soal:
Tentukan persamaan garis singgung elips berikut,
x2 y2
+ = 1, dengan gradien 1!
22 3

Penyelesaian:
⇔ 𝑎2 = 22, 𝑏 2 = 3, dan p = 1
Persamaan garis singgung :

𝒚 = 𝒑𝒙 ± 𝒂𝟐 𝒑𝟐 + 𝒃𝟐

⇔𝑦 = 𝑥 ± 22.1 + 3
⇔𝑦 = 𝑥 ± 25
⇔𝑦 = 𝑥 ± 5
⇔y = x + 5 dan y = x - 5
b. Persamaan Garis Singgung Elips di titik P(m, n)

Persamaan Garis Singgung


Persamaan Elips
Melalui titik(𝒙𝟏 , 𝒚𝟏 ) Dengan gradien p

(𝐱 − 𝐦)𝟐 (𝐲 − 𝐧)𝟐 (𝒙𝟏 − 𝒎)(𝒙 − 𝒎) (𝒚𝟏 −𝒏)(𝒚 − 𝒏)


+ =𝟏 + =𝟏 𝒚 − 𝒏 = 𝒑(𝒙 − 𝒎) ± 𝒂𝟐 𝒑𝟐 + 𝒃𝟐
𝐚𝟐 𝐛𝟐 𝒂𝟐 𝒃𝟐

(𝐱 − 𝐦)𝟐 (𝐲 − 𝐧)𝟐 (𝒙𝟏 −𝒎)(𝒙 − 𝒎) (𝒚𝟏 −𝒏)(𝒚 − 𝒏)


+ =𝟏 + =𝟏 𝒚 − 𝒏 = 𝒑(𝒙 − 𝒎) ± 𝒂𝟐 + 𝒑𝟐 𝒃𝟐
𝐛𝟐 𝐚𝟐 𝒃𝟐 𝒂𝟐
Contoh soal:
Tentukan persamaan garis singgung elips
(x−1)2 (y+2)2
berikut + = 1, pada titik (5, -3)!
18 9

Penyelesaian:
Pusat (m, n)⇔ (1, -2)
(5, -3)⇔ x1 = 5 dan y1 = -3

Persamaan garis singgung :


(𝐱 𝟏 −𝐦)(𝐱 − 𝐦) (𝐲𝟏 − 𝐧)(𝐲 − 𝐧)
+ =𝟏 4(x−1) −(y+2)
𝐚𝟐 𝐛𝟐 ⇔
18
+
9
=1
(5−1)(x−1) (−3+2)(y+2) ⇔ 2x – 2 – y – 2 = 9
⇔ + =1 2(x−1) −(y+2)
18 9 ⇔ + =1 ⇔ 2x – y = 9 + 4
9 9

⇔ 2(x – 1) - (y + 2) = 9 ⇔ 2x – y = 13
Contoh soal:
(x+3)2 (y−4)2
Tentukan persamaan garis singgung elips + = 1, dengan gradien 2
15 4

Penyelesaian:
m = -3, n = 4, 𝑎2 = 15, 𝑏 2 = 4, dan p = 2
Persamaan garis singgung:
𝒚 − 𝒏 = 𝒑(𝒙 − 𝒎) ± 𝒂𝟐 𝒑𝟐 + 𝒃𝟐
⇔𝑦 − 4 = 2(𝑥 + 3) ± 15.22 + 4
⇔𝑦 − 4 = 2(𝑥 + 3) ± 64
⇔y = 2x + 6 ± 8 + 4
⇔y = 2x + 18 dan y = 2x + 2
“Inti dari matematika adalah untuk tidak
membuat hal-hal sederhana menjadi
rumit, tetapi untuk membuat hal-hal
rumit menjadi sederhana.”
—S. Gudder
TERIMA KASIH
Semoga Bermanfaat

Anda mungkin juga menyukai