RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah SMP ...
Nama Guru
Mata Pelajaran Matematika
Elemen Geometri
Jumlah Pertemuan/Alokasi 2 Pertemuan / 4 x 40 menit
Identifikasi Materi prasyarat:
Peserta didik perlu memahami jenis-jenis sudut (lancip, siku-siku, tumpul, lurus), cara mengukur
sudut dengan busur derajat, serta konsep garis sejajar dan garis yang berpotongan.
Peserta didik :
Peserta didik memiliki pemahaman yang bervariasi tentang sudut, sebagian belum mampu mengukur
sudut dengan busur derajat, dan sebagian belum memahami istilah sejajar dan berptongan.
Dimensi Profil Lulusan :
☑ DPL 1 ☑ DPL 3 ☑ DPL 5 DPL 7
Keimanan dan Ketakwaan Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan
terhadap Tuhan YME
DPL 2 ☑ DPL 4 ☑ DPL 6 ☑ DPL 8
Kewargaan Kreativitas Kemandirian Komunikasi
Desain Capaian Pembelajaran :
Pembelajaran Pada akhir fase D Peserta didik dapat menggunakan hubungan antar-sudut yang terbentuk
oleh dua garis yang berpotongan, dan oleh dua garis sejajar yang dipotong sebuah garis
transversal untuk menyelesaikan masalah (termasuk menentukan jumlah besar sudut
dalam sebuah segitiga, menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah
segitiga)
Lintas Disiplin Ilmu :
Teknik sipil dan arsitektural, tranportasi
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu :
1. Mengenali dan menyebutkan jenis-jenis sudut dari dua garis yang berpotongan
2. Menentukan besar sudut akibat dua garis berpotongan
3. Mengidentifikasi pasangan sudut akibat dua garis sejajar yang dipotong oleh garis
transversal
4. Menggunakan hubungan antar sudut pada dua garis sejajar yang dipotong
transversal untuk menentukan sudut yang belum diketahui
5. Menentukan jumlah besar sudut dalam suatu segitiga
6. Menghitung besar sudut pada segitiga jika diketahui sudut lainnya
7. Menerapkan pemahaman tentang sudut dan segitiga dalam menyelesaikan
masalah kontekstual
Topik Pembelajaran :
Sudut pada dua garis berpotongan
Sudut pada dua garis sejajar yang dipotong transversal
Sudut pada segitiga
Masalah kontekstual terkait sudut dan segitiga
Praktik Pedagogik :
1. Membangun Koneksi Kontekstual
2. Eksplorasi Mandiri dan Kolaboratif
3. Pemberian Tantangan Bermakna
4. Pertanyaan Reflektif dan Umpan Balik Berkelanjutan
Kemitraan Pembelajaran:
1. Guru Mapel terkait
2. Tim MGMP
3. Orang tua
Lingkungan Pembelajaran:
1. Ruang Fisik : Alat peraga konkret, papan tulis/grafik besar, papan display tematik
2. Ruang Virtual : Platform daring dan luring untuk memberi ilustrasi konsep kepada
siswa
3. Budaya Belajar : bertanya dan berpikir kritis, reflektif, apresiatif, mandiri dan
tanggungjawab
Pemanfaatan Digital :
Penggunaan ruang virtual untuk mencari informasi terkait perancangan kegiatan
PERTEMUAN 1
Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mampu :
1. Mengenali dan menyebutkan jenis-jenis sudut dari dua garis yang berpotongan
2. Menentukan besar sudut akibat dua garis berpotongan
3. Mengidentifikasi pasangan sudut akibat dua garis sejajar yang dipotong oleh garis transversal
4. Menggunakan hubungan antar sudut pada dua garis sejajar yang dipotong transversal untuk
menentukan sudut yang belum diketahui
Pengalaman LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Belajar
PENDAHULUAN (10 menit)
Prinsip: Berkesadaran, Bermakna
1. Guru mengajak siswa memulai pembelajaran dengan membaca doa dan mengecek
kehadiran siswa.
2. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada siswa
“Apa yang kamu tahu tentang sudut? Pernahkah kamu melihat bentuk seperti ini di
kehidupan sehari-hari?”
3. Guru menunjukkan potongan gambar dua jalan yang berpotongan dan dua rel
kereta yang sejajar lalu dipotong perlintasan miring (transversal).
4. Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar memahami hubungan antar
sudut yang sering kita temui di sekitar kita.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya secara kontekstual
“Setelah kalian menguasai materi ini, kalian bisa memperkirakan dan menghitung
sudut pada berbagai bentuk seperti jembatan, atap rumah, dan pola lantai.”
INTI (60 menit)
Prinsip: Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan
Memahami (20 menit)
1. Guru menunjukkan gambar dua jalan berpotongan dengan mevisualisasikan pada
platform media seperti geogebra.
2. Guru mengarahkan siswa mengamati dan menandai sudut-sudut yang terbentuk.
3. Diskusi terbimbing dimana guru menyampaikan pertanyaan
“Ada berapa sudut yang terbentuk?”
“Apa yang kamu amati dari sudut yang terbentuk?”
“Coba ukur, apakah mereka sama besar?”
4. Guru mengarahkan siswa menyimpulkan konsep
Sudut bertolak belakang → sama besar
Sudut berpelurus → jumlahnya 180°
5. Guru menunjukkan gambar dua rel sejajar yang dipotong jalan miring (transversal)
dengan mevisualisasikan pada platform media seperti geogebra.
6. Siswa diminta menempelkan dua penggaris sejajar dan satu penggaris miring di
buku mereka.
7. Mereka mengukur sudut yang terbentuk dan mencari pola.
8. Diskusi terbimbing dimana guru menyampaikan pertanyaan
“Apakah ada sudut yang sama besar?”
“Apa hubungan antara sudut di sisi yang sama/dalam garis transversal?”
9. Guru memperkenalkan istilah
Sudut-sudut luar, sudut-sudut dalam, sudut sehadap, sudut dalam
berseberangan, sudut luar berseberangan, sudut sepihak, sudut sehadap
Mengaplikasi (30 Menit)
Permainan “Siapa Cepat, Dia Tepat!”
1. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok.
2. Guru menampilkan gambar garis berpotongan dan garis sejajar dipotong
transversal di papan.
3. Salah satu sudut diberi besar, siswa harus menghitung sudut-sudut lain
menggunakan prinsip:
Bertolak belakang = sama besar
Berpelurus = 180°
Sehadap = sama besar
Berseberangan dalam = sama besar
dan ketentuan lainnya yang sudah diajarkan pada langkah memahami.
4. Poin diberikan per jawaban cepat dan benar.
Latihan Kontekstual dan diskusi
5. Guru memberikan latihan kontekstual dimana siswa mengerjakan 3 soal cerita yang
menuntut penerapan konsep sudut:
Misalnya: sudut pada persimpangan jalan, pada papan reklame miring di antara
dua tiang sejajar, atau pada rancangan atap rumah berbentuk segitiga.
6. Siswa diminta menuliskan alasan pemilihan aturan sudut yang digunakan.
7. Siswa berdiskusi secara berpasangan dan saling membandingkan strategi
penyelesaian.
8. Guru berkeliling, memberi penguatan atau meluruskan miskonsepsi.
Merefleksi (10 menit)
1. Guru melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa
“Apa perbedaan antara sudut bertolak belakang dan sudut sehadap?”
“Kapan kamu bisa menggunakan aturan sudut ini dalam kehidupan sehari-hari?”
2. Setiap siswa menjawab di kertas kecil dengan melengkapi kalimat berikut
Satu hal yang saya pahami hari ini...
Satu hal yang masih membingungkan...
PENUTUP (10 Menit)
Prinsip: Berkesadaran
1. Guru memberi cuplikan materi lanjutan tentang menyelesaikan sudut dalam
segitiga.
2. Menyampaikan bahwa konsep sudut hari ini akan digunakan untuk menganalisis
segitiga dan bentuk lainnya.
Asesmen Asesmen pada Awal Pembelajaran :
Pembelajaran Asesmen diagnostik melalui pertanyaan pemantik dan diskusi singkat untuk menggali
pengetahuan awal siswa tentang konsep sudut.
Asesmen pada Proses Pembelajaran :
Observasi langsung dan pertanyaan terarah
Observasi partisipasi dalam permainan kelompok
Asesmen pada Akhir Pembelajaran :
Latihan soal-soal kontekstual
Makassar, Mei 2025
Guru Mata Pelajaran