YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) TELADAN
BIDANG KEAHLIAN BISNIS MANAJEMEN DAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
JALAN SINGOSARI NO.3 TELP. (0622) 22210 – 23811, Fax. 22210
PEMATANGSIANTAR 21111
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nomor: 1/ K-2013/ 2017
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Kelas/Semester : X/I
Program Keahlian : Bisnis dan Pemasaran
Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar
Materi Pokok : Asumsi, Prinsip dan Konsep Dasar Akuntansi
Alokasi waktu : 2 x 5 x 45 Menit
A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,Disiplin,tanggung jawab,Peduli[gotong royong,kerja
sama, toleran,damai]’santun,responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai masalah dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dalm wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian dalam
bidang kerja yang specifik untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas
spesifik dibawah pengawasan langsung
B. Kompetensi Dasar
3.4 Memahami asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1. Mengidentifikasi asumsi/prinsip dasar akuntansi
3.4.2. Mengidentifikasi konsep dasar akuntansi
4.4 Mengelompokkan asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.4.1 Menggunakan asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi
C. Tujuan pembelajaran
Pertemuan 8
Dengan membaca buku referensi tentang materi pelajaran, peserta didik dapat
mengidentifikasi asumsi/prinsip dasar akuntansi
Pertemuan 9
Dengan membaca buku referensi tentang materi pelajaran, peserta didik dapat
mengidentifikasi konsep dasar akuntansi
D. Materi Pembelajaran
Pertemuan 8
Asumsi/prinsip dasar akuntansi
Pertemuan 9
Konsep dasar akuntansi
E. Metode Pembelajaran, Model dan Pendekatan Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Strategi : Cooperatif Learning
3. Model : Problem Base Learning dan Discovery Learning
4. Metode : diskusi kelompok, ceramah bervariasi, penugasan
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 8
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Pendahuluan 1. Salam pembuka dan berdoa 15 menit
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap
disiplin
3. Peserta didik diberikan cakupan materi dan tujuan
pembelajaran yang harus dicapai oleh Peserta didik
yaitu mengenai asumsi/prinsip dasar akuntansi
4. Peserta didik memperoleh informasi mengenai model
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Guru menyampaikan permasalahan yang harus
diselidiki oleh peserta didik mengenai asumsi/prinsip
dasar akuntansi
6. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengajukan pertanyaan dan menggali
informasi.
Mengamati
Membaca buku teks tentang asumsi/prinsip dasar
akuntansi
Menanya
Kegiatan Inti Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan
asumsi/prinsip dasar akuntansi
195 Menit
Mengumpulkan Informasi
Mengumpulkan data/ informasi tentang asumsi/prinsip
dasar akuntansi
Menalar
Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data
mengenai asumsi/prinsip dasar akuntansi
Mengomunikasikan
Hasil analisis dan simpulan tentang asumsi/prinsip dasar
akuntansi (lisan/tulisan).
1. Peserta didik bersama guru mengulas kembali apa
yang telah dikerjakan oleh peserta didik dan
mengambil kesimpulan bersama.
Penutup 2. Pemberitahuan tentang materi yang akan datang 15 Menit
3. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan
mengucapkan salam
Pertemuan 9
ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
1. Salam pembuka dan berdoa
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap
disiplin
3. Peserta didik diberikan cakupan materi dan tujuan
pembelajaran yang harus dicapai oleh Peserta didik
yaitu mengenai konsep dasar akuntansi
Pendahuluan 4. Peserta didik memperoleh informasi mengenai model 15 menit
pembelajaran yang akan dilaksanakan.
5. Guru menyampaikan permasalahan yang harus
diselidiki oleh peserta didik mengenai konsep dasar
akuntansi
6. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengajukan pertanyaan dan menggali
informasi.
Mengamati
Membaca buku teks tentang konsep dasar akuntansi
Menanya
Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan konsep 165 Menit
dasar akuntansi
Kegiatan Inti Mengumpulkan Informasi
Mengumpulkan data/ informasi tentang konsep dasar
akuntansi
Menalar
Menganalisis dan menyimpulkan mengenai konsep
dasar akuntansi
Mengomunikasikan
Hasil analisis dan simpulan tentang konsep dasar
akuntansi (lisan/tulisan).
1. Peserta didik bersama guru mengulas kembali apa
yang telah dikerjakan oleh peserta didik dan
mengambil kesimpulan bersama
2. Pemberitahuan tentang materi yang akan datang
Penutup 3. Peserta didik mengerjakan soal tertulis sesuai materi 45 Menit
yang baru diajarkan
4. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan
mengucapkan salam.
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Jenis/Teknik Penilaian : Tes dan Non tes
2. Bentuk instrumen dan instrument :
a. Bentuk Instrument :
1. Tes : Tes Uraian
2. Non Tes : Lembar Pengamatan
b. Instrument :
1. Tes (Terlampir)
2. Non-tes : Terlampir
3. Pedoman penskoran (Terlampir)
H. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
1. Media
Laptop
Infocus
2. Alat/Bahan
Spidol, papan tulis
lembar kerja
lembar penilaian
3. Sumber Belajar
Buku Pengantar Ekonomi dan Bisnis SMK Kelas X. Penerbit: Erlangga.
Media massa, cetak
Pematangsiantar, 17 Juli 2017
Menyetujui,
Ketua Kompetensi Keahlian, Guru Mata Pelajaran,
Dra. ROSTATI SARAGIH EVE IDA MALAU, [Link].
NIP. 19640410 199103 2 004
Mengetahui,
Kepala SMK Swasta Teladan
Pematangsiantar
SUDARLIAN, [Link]., [Link].
LAMPIRAN 1
MATERI PEMBELAJARAN
A. Prinsip Dasar Akuntansi
Berikut lima prinsip dasar akuntansi yang dapat dijadikan pedoman bagi pengusaha dalam pembuatan
laporan keuangan, agar laporan keuangan disusun berdasarkan prosedur dan prinsip akuntansi. Prinsip
dasar akuntansi mendasari akuntansi dan seluruh laporan keuangan. Prinsip akuntansi dijabarkan dari
tujuan laporan keuangan dan konsep teoritis akuntansi, serta sebagai dasar pengembangan teknik atau
prosedur akuntansi yang dipakai dalam menyusun laporan keuangan.
Ada lima prinsip dasar akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi, yakni:
1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
Prinsip biaya menekankan harta (asset) dicatat pada biaya perolehannya. Prinsip biaya digunakan karena
relevan dan dapat diandalkan (reliable). Prinsip biaya relevan karena mempresentasikan harga yang
dibayar, harta yang dikorbankan, atau komitmen yang dibuat pada tanggal perolehan. Dapat diandalkan
karena mampu diukur dengan obyektif, faktual dan dapat diverifikasikan ulang ke dokumen pendukung
saat tanggal perolehan.
2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Prinsip Pengakuan Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan
barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu. Dasar yang
digunakan untuk mengukur besamya pendapatan adalah jumlah kas yang diterima dari transaksi penjualan
dengan pihak yang bebas. Istilah pendapatan dalam prinsip ini merupakan istilah yang luas, di mana di
dalam pendapatan termasuk pendapatan sewa, laba penjualan aktiva dan lain-lain. Biasanya pendapatan
diakui pada saat terjadinya penjualan barang atau jasa. Yaitu saat ada kepastian mengenai besarnya
pendapatan yang diukur dengan aktiva yang diterima.
3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
Yang dimaksud prinsip mempertemukan biaya adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang
timbul karena biaya tersebut Prinsip ini berguna untuk menentukan besamya penghasilan bersih setiap
periode. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya, maka pembebanan biaya sangat
tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda, maka
pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan.
4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan prosedur-
prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun.
5. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
Yang dimaksud dengan prinsip pengungkapan lengkap adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam
laporan keuangan. Karena infomasi yang disajikan itu merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi dalam
satu periode dan juga saldo-saldo dari rekening-rekening tertentu.
B. Konsep Dasar Akuntansi
Konsep akuntansi adalah berbagai konsep yang telah dijadikan rujukan dan dijadikan sebagai standarisasi
dalam menyampaikan sebuah konsep keuangan yang rapi dan mudah dipahami.
1. Konsep Entitas
Konsep akuntansi yang paling penting adalah konsep entitas, konsep entitas bertujuan agar transaksi
perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi atau transaksi lainnya. Contoh konsep entitas
ini adalah pendapatan suatu perusahaan tidak boleh digabung dengan pendapat pribadi atau pendapatan
anak usahanya.
2. Konsep Beban Historis
Konsep akuntansi ini lebih populer dikenal sebagai historical cost principle. Pada konsep ini penilaian
detil keuangan didasarkan pada beban yang telah terjadi dan tercatat dalam sistem pencatatan keuangan
tersebut.
3. Periode Akuntansi
Diperlukan konsep periode ini adalah untuk mengetahui atau gambaran yang tepat mengenai kinerja
perusahaan yang diperoleh saat perusahaan tersebut mencairkan hartanya menjadi kas. Alasan pertama
adalah agar para pihak yang mengambil keputusan dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dan melihat
kondisi serta kebijakan yang akan diambil.
Alasan kedua untuk menerapkan konsep periode akuntansi ini adalah untuk kepentingan perencanaan
perusahaan. Setiap periode diperlukan laporan keuangan yang tepat dan benar serta pencatatan transaksi
yang detil untuk perencanaan budget, atau strategi kedepannya.
4. Konsep Kesinambungan
Konsep kesinambungan dalam ilmu akuntansi menyatakan bahwa suatu entitas akan terus melakukan
usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan di masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan laporan
keuangan secara periodik untuk mengukur tingkat keuangan dan kemajuan usaha tersebut.
5. Konsep Satuan Moneter Stabil
Konsep ini bertujuan sebagai dasar untuk mengabaikan adanya efek dari inflasi di dalam laporan
akuntansi. Sehingga kita dapat menambahkan atau melihat lebih detil nilai rupiah tersebut sehingga
memiliki daya beli yang sama.
6. Dasar tunai (cash basic)
Adalah dasar akuntansi yang menetapkan bahwa pencatatan transaksi atau peristiwa ekonomi hanya
dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan pada kas.
7. Dasar akrual (accrual basic)
adalah dasar akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kejadian (bukan pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar). Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam catatan
akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.
LAMPIRAN 2
. INSTRUMEN TEST PENILAIAN
Kompetensi : Pengetahuan
Bentuk penilaian : Test Tertulis
Satuan Pendidikan : SMK Swasta Teladan
Kelas / Semester :X/I
Mata Pelajaran : Akuntansi Dasar
Materi Pokok : Asumsi, Prinsip dan Konsep Dasar Akuntansi
Pertemuan ke : 8-9
Alokasi Waktu : 2 x 5 x 45 menit
Tanggal :
1. Kompetensi Dasar
Memahami asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akuntansi
2. Indikator :
Mengidentifikasi asumsi/prinsip dasar akuntansi
Mengidentifikasi konsep dasar akuntansi
3. Test Esssay
1. Jelaskan yang dimaksud dengan prinsip biaya historis!
2. Jelaskan mengenai dengan prinsip konsistensi!
3. Jelaskan mengenai konsep kesatuan entitas!
4. Jelaskan mengenaii konsep kesinambungan!
5. Jelaskan perbedaan dasar tunai dan dasar akrual!
4. Jawaban
1. Prinsip biaya menekankan harta (asset) dicatat pada biaya perolehannya. Prinsip biaya digunakan
karena relevan dan dapat diandalkan (reliable). Prinsip biaya relevan karena mempresentasikan
harga yang dibayar, harta yang dikorbankan, atau komitmen yang dibuat pada tanggal perolehan.
2. Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, maka metode dan
prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari
tahun ke tahun.
3. Konsep akuntansi yang paling penting adalah konsep entitas, konsep entitas bertujuan agar
transaksi perusahaan tidak boleh digabung dengan transaksi pribadi atau transaksi lainnya. Contoh
konsep entitas ini adalah pendapatan suatu perusahaan tidak boleh digabung dengan pendapat
pribadi atau pendapatan anak usahanya.
4. Konsep kesinambungan dalam ilmu akuntansi menyatakan bahwa suatu entitas akan terus
melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan di masa yang akan datang. Untuk itu
diperlukan laporan keuangan secara periodik untuk mengukur tingkat keuangan dan kemajuan
usaha tersebut.
5. Dasar tunai (cash basic) Adalah dasar akuntansi yang menetapkan bahwa pencatatan transaksi
atau peristiwa ekonomi hanya dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan pada
kas. Dasar akrual (accrual basic) adalah dasar akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa
lainnya pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar). Transaksi-
transaksi tersebut dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada
periode yang bersangkutan.
5. Norma Penilaian
No. Soal Skor
1 1 20
2 2 20
3 3 20
4 4 20
5 5 20
Skor maksimum 100
Nilai = Skor Perlehan x 100
Skor maksimum