0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Prinsip dan Kerangka Pembelajaran Mendalam

Diunggah oleh

sitirosidah08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Prinsip dan Kerangka Pembelajaran Mendalam

Diunggah oleh

sitirosidah08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Konsep Pembelajaran Mendalam


Pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar yang menekankan keterlibatan penuh
murid, sehingga mereka tidak hanya sekadar mengetahui, tetapi juga memahami, mampu
mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan serta nilai yang diperoleh untuk kehidupan
nyata.

2. Prinsip Pembelajaran Mendalam


 Berkesadaran → Proses belajar dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak hanya
mengikuti instruksi. Murid paham mengapa mereka belajar.
 Bermakna → Materi dan aktivitas terkait dengan kehidupan nyata, relevan dengan
kebutuhan murid.
 Menggembirakan → Pembelajaran memberi rasa senang, memotivasi, dan
menumbuhkan rasa ingin tahu.

3. Pengalaman Belajar dalam Pembelajaran Mendalam


 Memahami → Murid mampu menguasai konsep secara mendalam, bukan sekadar
hafalan.
 Mengaplikasi → Murid bisa menggunakan pengetahuan dalam situasi nyata.
 Merefleksi → Murid meninjau kembali pengalaman belajarnya, menemukan makna,
dan meningkatkan pemahaman diri.

4. Kerangka Pembelajaran Mendalam


Untuk mewujudkan prinsip dan pengalaman belajar mendalam, perlu kerangka yang
mendukung:
1. Praktik Pedagogis → Guru menggunakan metode aktif (inkuiri, kolaboratif, berbasis
proyek) yang memberi ruang eksplorasi murid.
2. Lingkungan Pembelajaran → Suasana kelas kondusif, aman, inklusif, menghargai
perbedaan, dan mendorong partisipasi.
3. Kemitraan Pembelajaran → Kolaborasi antara guru, murid, orang tua, dan
komunitas agar pembelajaran lebih kontekstual.
4. Pemanfaatan Digital → Teknologi digunakan untuk memperkaya sumber belajar,
memfasilitasi eksplorasi, refleksi, dan kolaborasi.

Anda mungkin juga menyukai