0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan33 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2025/2026

Dokumen ini adalah Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang disusun untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar. Program ini mencakup layanan dasar, peminatan, responsif, dan dukungan sistem, serta berfokus pada pengenalan potensi dan kebutuhan peserta didik. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik peserta didik SMP dan tantangan yang dihadapi dalam layanan bimbingan dan konseling.

Diunggah oleh

Yolanda Desi Asari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
96 tayangan33 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2025/2026

Dokumen ini adalah Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang disusun untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar. Program ini mencakup layanan dasar, peminatan, responsif, dan dukungan sistem, serta berfokus pada pengenalan potensi dan kebutuhan peserta didik. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan karakteristik peserta didik SMP dan tantangan yang dihadapi dalam layanan bimbingan dan konseling.

Diunggah oleh

Yolanda Desi Asari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

“KURIKULUM MERDEKA BELAJAR”


TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Disusun Oleh:

YOLANDA DESI ASARI, [Link]


NIPPPK. 199803292024212029

SMP NEGERI 7 SUNGAI LILIN


KECAMATAN SUNGAI LILIN
KABUPATEN MUSI BANYUASIN
TAHUN PELAJARAN 2025/2026
LEMBAR PENGESAHAN

Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin Tahun Pelajaran 2025/2026

ini telah disetujui dan di sahkan pada :

Hari : Senin

Tanggal : 21 JULI 2025

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor

[Link] Hartono, [Link]. M, Si Yolanda Desi Asari, [Link]


NIP. NIPPPK.199803292024212029
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2025/2026.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang
bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan
bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal tersebut guru
Bimbingan dan konseling perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan
kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Didalam Kurikulum Merdeka Belajar, porsi tugas Guru Bimbingan dan Konseling
bertambah banyak, seperti penelusuran minat dan bakat, penyesuaian pemilihan materi ajar
yang bermuara kepada Profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan oleh negara.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuh
i kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.

Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada


1. Bapak/Ibu Kepala SMP Negeri 7 Sungai Lilin
2. Bapak/Ibu Waka SMP Negeri 7 Sungai Lilin yang selalu memberikan Support.
3. Bapak/Ibu Guru dan Staf Tata Usaha SMP Negeri 7 Sungai Lilin

Kami berharap program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru Bimbingan
dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun Program Bimbingan dan Konseling
yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang mem
bantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan menda
pat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin

Sungai Lilin, 21 Juli 2022


Hormat Saya

Penyusun
PROGRAM TAHUNAN

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan
potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.

1. Karakteristik Bimbingan dan Konseling di SMP


Perkembangan individu pada setiap masa memiliki ciri khas pada setiap
generasinya, peserta didik merupakan individu yang terus menerus berkembang.
Perubahan ini pun berdampak pada perubahan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan
teknologi. Pandangan terkini tentang generasi masa depan didasari oleh perubahan
teknologi yang sangat pesat yang mempengaruhi karakteristik peserta didik.
Guru BK sudah selayaknya memahami karakteristisk peserta didik yang menjadi
sasaran layanan bimbingan dan konseling. Peserta didik yang akan menjadi subjek
layanan bimbingan dan konseling masa depan adalah generasi Z (lahir pada tahun
1995–2010) dan Alpha (lahir tahun 2010--2024). Kedua generasi ini memiliki
karakteristik khas yang belum dibahas pada teori perkembangan yang ada. Generasi Z
biasanya disebut dengan generasi internet atau i-generation. Mereka lahir pada masa
transisi perkembangan teknologi. Sejak dini, generasi ini sudah banyak dikenalkan oleh
teknologi dan sangat akrab dengan telepon pintar yang menyebabkan generasi Z
menyukai hal-hal instan dalam proses bekerja. Hal tersebut berpengaruh terhadap pola
pikir dan cara kerjanya. Generasi ini juga senang bersosialisasi melalui media sosial
dan mementingkan popularitas dengan melakukan hal-hal yang penuh sensasi.
Karakteristik generasi ini adalah (1) lebih menyukai kegiatan sosial jika dibandingkan
dengan generasi sebelumnya, (2) multitasking, (3) sangat menyukai teknologi, (4) ahli
dalam mengoperasikan teknologi tersebut, dan peduli terhadap lingkungan (Mark
McCrindle, 2020).
Generasi Z merupakan generasi yang up-ageing karena mereka tumbuh lebih
cepat. The World Health Organisation (WHO) memperkirakan bahwa anak memulai
pubertas tiga bulan lebih cepat pada setiap dekade. Mereka juga masuk sekolah lebih
cepat, terekspos pasar lebih muda sehingga mereka merupakan konsumen terbesar jika
dibandingkan dengan anak sebelumnya. Generasi Z merupakan generasi yang memiliki
literasi digital yang baik, dapat pindah tugas dengan cepat (multi-tasking) mereka
hanya memahami wireless, hyperlinked, user-generated world dan menggunakan klik
untuk memperoleh teknologi.

2. Karakteristik peserta didik/konseli SMP


Karakteristik peserta didik/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada
peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta
didik/konseli lain pada satuan pendidikan. Karakteristik peserta didik/konseli SMP
yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan spiritual.
1) Aspek Fisik
Fisik peserta didik/konseli SMP tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-
hormon dan organ tubuh terutama terkait dengan hormon dan organ-organ seksual.
Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada
perubahan-perubahan aspek aspek lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan
aspek-aspek psikososialnya.
2) Aspek Kognitif
Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan
dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berpikir abstrak.
Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai
“pembangkang”, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan
menganggap orang dewasa tidak dapat memahami mereka. Hal demikian
menyebabkan remaja banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama
dengan orang dewasa.
3) Aspek Sosial
Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum
juga diakui sebagai individu dewasa. Keadaan ini membuat peserta didik SMP
(remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten. Selain itu, remaja juga tidak
suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut
bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya.
4) Aspek Emosi
Peserta didik/konseli SMP pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil.
Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja
mudah berubah-ubah. Perasaan remaja terhadap suatu objek tertentu mudah
berubah. Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial
menimbulkan konflik.
5) Aspek Moral
Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik-
buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh dalam melakukan sesuatu. Aspek ini sangat
terkait dengan perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang
sangat pesat, maka moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar
dibandingkan pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP
sering mempersoalkan hal-hal yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya
telah dihayati dan diyakini benar.
6) Aspek Religius
Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap
kekuatan diluar dirinya yang mengatur kehidupan manusia. Pada masa sebelum
SMP, peserta didik menerima keyakinankeyakinan tersebut secara dogmatis.
Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, peserta didik/konseli SMP sering
mempersoalkan religiusitas yang sebelumnya telah diyakini dan dipegang teguh.
Akibatnya, banyak remaja mempersoalkan. kembali keyakinan keagamaan
mereka, mengalami penurunan ibadah akibat keraguan atas keyakinan
sebelumnya. Di sisi lain, keraguan ini pada beberapa peserta didik SMP
mendorong mereka lebih giat mencari informasi dan menguji kembali kebenaran
yang mereka yakini.

3. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling


Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bentuk fasilitasi peserta
didik/konseli untuk mencapai tugas-tugas perkembangannya. Keberhasilan peserta
didik/konseli menyelesaikan tugas perkembangan dapat membuat mereka bahagia dan
akan menjadi modal bagi penyelesaian tugas-tugas perkembangan fase berikutnya.
Sebaliknya, kegagalan peserta didik/konseli dalam menyelesaikan tugas perkembangan
akan membuat mereka kecewa dan/atau diremehkan orang lain. Kegagalan ini akan
menyulitkan/menghambat peserta didik/konseli menyelesaikan tugas-tugas
perkembangan fase berikutnya. Oleh karena itu tugas perkembangan harus dipahami
oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor karena pencapaian tugas perkembangan
merupakan tujuan layanan Bimbingan dan Konseling.
Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam memfasilitasi
peserta didik memenuhi Capaian Layanan akan mendukung optimalisasi Capaian
Pembelajaran yang diampu oleh guru mata pelajaran. Capaian Layanan sekaligus untuk
mendukung tercapainya Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan
karakter.
Capaian Layanan dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan target
capaian untuk rentang waktu yang lebih panjang, yaitu : Fase pada jenjang SD terbagi
dalam 3 fase yaitu fase A (kelas 1 - 2), fase B (kelas 3-4) dan fase C (kelas 5 - 6). Pada
jenjang SMP terdapat 1 fase yaitu fase D, dengan durasi 3 tahun, untuk kelas 7- 9 SMP.
Terakhir di SMA terdapat 2 fase, yaitu fase E (kelas 10) dan fase F ( kelas 11- 12).
Lingkup Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP mencakup 4 (empat)
bidang layanan. Empat bidang layanan tersebut mencakup 10 (sepuluh) aspek
perkembangan yang dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik fase D
(kelas 7, 8 dan 9). Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan untuk optimalisasi
pencapaian tugas perkembangan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam rangka
memandirikan peserta didik menyongsong abad 21 dalam konteks Indonesia.
Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan pada tiga tahapan
internalisasi yang mencakup pengenalan, akomodasi dan tindakan. Deskripsi Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP bila dikaitkan dengan upaya mewujudkan
peserta didik/konseli yang memiliki Psychological Well-being, Profil Pelajar Pancasila
dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di SMP
Negeri 7 Sungai Lilin memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun
eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta
didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian
akademik di Sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di Sekolah,
ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak
persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat
yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat
dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial
peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya
seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi,
dan problem lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk
menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta
didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar
terhadap keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta
didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan
olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung
yang tersedia di SMP Negeri 7 Sungai Lilin dapat dikatakan cukup baik. Hal ini
didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki
profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan
kemampuan profesionalnya masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan
layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Namun dari segi daya dukung sarana dan
prasarana yang dimiliki, SMP Negeri 7 Sungai Lilin belum memiliki kecukupan
fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik
melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.

B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus
diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah
Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah.

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang


Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada
Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang
berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor,
instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta
berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.
3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah
termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar Menengah.
4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6)
Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang
menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang
memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan
dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu
atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang
dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling” adalah pemberian
perhatian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150
(seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan
tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang
dianggap perlu dan memerlukan.
5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5)
Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja
guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan
beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang siswa dan paling
banyak 250 dua ratus lima puluh) orang siswa per tahun.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan
bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan
formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan
konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional, yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi.
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun
2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun
2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70
Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka.
Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk
pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman minat.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan
konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan bahawa
Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan
konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c)
bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir
9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen
Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi
guru BK / Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan
dan menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling
10. Kepmendikbudristek No.56/M/Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum
dalam rangka Pemulihan Pembalajaran (Kurikulum Merdeka).
11. Keputusan Kepala BSKP Kemendikbudristek No.027/ H/KR/2022 tentang Satuan
Pendidikan Pelaksanaan Implementasi Kurikulum Jalur Mandiri Tahun Ajaran
2022/2023 Tahap II.
C. VISI DAN MISI
1. Visi dan Misi SMP Negeri 7 Sungai Lilin
a. Visi
ghj
b. Misi

2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin
a. Visi
Mewujudkan peserta didik yang mandiri, berkembang secara optimal, dan
berkarakter unggul yang berlandaskan Profil Pelajar Pancasila serta
menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan potensi peserta
didik menjadi individu yang beriman, mandiri, berprestasi dan religius.
b. Misi
1). Menyelanggarakan layanan bimbingan konseling yang memandirikan
peserta didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikltur.
2). Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua,
dan pihak lain dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling.
3). Meningkatkan mutu guru bimbingan konseling melalui kegiatan
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.

D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik
dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru
Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment).
Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan
Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan
(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu
pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan
dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar
kebutuhan peserta didik.

E. DESKRIPSI ASESSMEN 4 LAYANAN PSBK

BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
Saya belum bersungguh-sungguh Kesadaran untuk beribadah Tuhan YME
beribadah pada Tuhan YME dengan Ikhlas
Kadang-kadang perbuatan saya
Kesadaran untuk selalu bersikap jujur
tidak sesuai dengan yang diucapkan
Saya kadang lupa bersyukur atas
Memiliki sikap selalu bersyukur pada
nikmat dan karunia dari Tuhan
Tuhan YME
YME
Saya merasa pernah menyontek
Pemahaman terhadap dampak menyontek
pada waktu ulangan
Saya lebih senang budaya luar Kesadaran untuk mencintai budaya
(asing) daripada budaya Indonesia indonesia
Saya merasa kurang memiliki rasa Kemampuan untuk selalu bertanggung
tanggung jawab jawab
Saya gampang marah tanpa tahu Kemampuan mengendalikan diri dari rasa
penyebabnya marah
Saya merasa rendah diri Memiliki kepercaya diri
PRIBADI Saya merasa malu dengan kondisi Kesadaran untuk menerima pemberian
fisik (jasmani) yang dimiliki terbaik dari Tuhan
Saya merasa kurang mendapatkan Memperoleh perhatian orang tua yang
perhatian dari orang tua cukup
Saya belum tahu cara menjaga Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
kesehatan yang baik dan benar yang baik
Saya belum tahu tentang potensi
Menggali Potensi Diri Sendiri
diri saya sendiri
Saya sering mengalami sakit / Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
alergi yang baik
Saya belum memahami kelebihan Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan
dan kekurangan yang saya miliki yang dimiliki
Orang tua saya tidak mempunyai Meningkatkan taraf hidup /ekonomi
penghasilan tetap keluarga
Saya merasa kesulitan mengatur Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari
waktu belajar dan bermain dengan baik
Saya belum mengenal jati diri saya Kemampuan mengenal diri sendiri sendiri
yang sebenarnya
Saya belum tahu perubahan apa Menyadari dan memahami perubahan yang
saja yang terjadi pada masa remaja terjadi pada masa remaja
Saya belum terbiasa disiplin dalam
Memiliki disiplin diri dalam kehidupan
kehidupan
Saya belum tahu cara menjadi
Memiliki kepribadian yang mandiri
pribadi mandiri
Pemahaman saya masih sedikit
Menghindari bahaya atau dampak rokok
tentang bahaya atau dampak rokok
Kata maaf, tolong dan terimakasih
Kemampuan mengucapkan kata maaf,
kadang lupa saya ucapkan dalam
tolong dan terima kasih
pergaulan
Saya merasa malu untuk
Dapat berinteraksi dengan guru dan
berinteraksi dengan para guru dan
karyawan sekolah
karyawan di sekolah
Saya belum banyak mengenal
Mudah beradaptasi dengan lingkungan
lingkungan sekolah baru saya
sekolah baru
(guru, fasilitas, prestasi, dll)
Saya merasa sulit bergaul/kaku Kemudahan bergaul dengan teman-teman
SOSIAL dengan teman-teman di sekolah di sekolah
Saya ingin menyelesaikan masalah Kemampuan mengatasi masalah dengan
dengan teman bermain teman di sekolah
Saya belum banyak teman atau
Kemudahan mencari dan disenangi teman
sahabat
Saya belum tahu tentang bullying Memahami tentang bullying dan cara
dan cara mensikapinya mensikapinya
Saya sering lupa waktu ketika
Mengendalikan penggunaan medsos sesuai
bermain/membuka medsos (fb, wa,
kebutuhan
dll)
Saya merasa malu jika bergaul
Dapat berinteraksi dengan lawan jenis
dengan teman yang beda jenis
sesuai norma yang berlaku
kelamin
Saya jarang bermain/berteman di Kesadaran sebagai makhluk sosial yang
lingkungan tempat saya tinggal harus berinteraksi
Orang tua saya tidak peduli dengan Kesadaran orang tua untuk peduli pada
kegiatan belajar saya kegiatan belajar anaknya
Saya masih kesulitan dalam
Kemudahan memaham pelajaran
memahami pelajaran tertentu
Saya merasa tidak disiplin kalau
Melakukan disiplin belajar
BELAJAR belajar di rumah sendiri
Saya belajarnya jika akan ada
Melakukan kebiasaan belajar
ulangan atau ujian saja
Saya belajar di rumah kalau
Memiliki kebiasaan belajar di rumah
disuruh/diperintah orang tua
Saya sering menunda-nunda Kemampuan untuk tidak menunda
pekerjaan sekolah pekerjaan sekolah
Saya belum tahu cara meraih Memperoleh atau meraih prestasi di
prestasi di sekolah sekolah
Saya selalu malas untuk belajar Memiliki Motivasi belajar
Saya belum terbiasa belajar
kelompok, biasanya saya selalu Melakukan belajar kelompok yang baik
belajar sendiri
Saya belum paham cara yang baik Pemahaman cara belajar di SMP/MTs yang
belajar di sekolah baru (SMP/MTs) baik
Saya belum ada teman yang cocok
Menemukan cara belajar yang sesuai
untuk belajar bersama
Saya belum tahu cara memperoleh
Memperoleh informasi beasiswa
bantuan pendidikan (beasiswa)
Saya terpaksa harus bekerja untuk Kemampuan mengatur waktu bekerja dan
mencukupi kebutuhan hidup sekolah
Saya merasa bingung memilih
Memilih Ekskul yang sesuai
kegiatan esktrakurikuler di sekolah
KARIR
Saya merasa pesimis bisa naik kelas Memiliki Sikap optimis dapat naik kelas
Saya belum mempunyai cita-cita Mengidentifikasi cita-cita yang sesuai
yang pasti dengan dirinya
Saya belum banyak tahu tentang Pemahaman mengenai jenis-jenis profesi
jenis-jenis pekerjaan di masyakarat di masyarakat
Saya belum tahu tentang osis dan
Mengenal osis dan kegiataannya
kegiatannya
saya merasa belum paham
Memahami hubungan hobi, bakat, minat
hubungan antara hobi, bakat, minat
dan kemampuan
dan kemampuan

F. RUMUSAN TUJUAN
Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan pada Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling yaitu:
pengenalan (pengetahuan), akomodasi (sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta
didik/konseli harus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yang menjadi
prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta
didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang
memiliki Psychological Well Being, dan Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan
Konseling/konselor dalam menyusun rancangan Kegiatan Layanan Bimbingan dan
Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti yang
tercantum tabel dibawah ini.
1. Tabel Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling :

Tataran
Aspek Fase D (SMP) Pada fase ini peserta
No Internalisasi
Perkembangan didik dapat:
Tujuan

Mengaitkan nilai nilai agama yang telah


Pengenalan dipelajari dengan aktivitas sehari hari.

Menghargai berbagai bentuk tata cara


Landasan Hidup Akomodasi ibadah yang dijalankan olehnya maupun
1
Religius orang lain.

Memperbaiki kebiasaan sehari-hari yang


Tindakan kurang sesuai dengan ajaran yang
diyakininya.

Mengaitkan norma dan etika perilaku


sosial remaja dengan permasalahan
Pengenalan remaja yang sering terjadi pada
lingkungan masyarakat
Landasan Perilaku Meyakini pentingnya norma dan etika
2
Etis Akomodasi perilaku sosial bagi remaja pada
kehidupan bermasyarakat

Menampilkan perilaku sosial yang sesuai


Tindakan norma dan etika perilaku sosial remaja
pada kehidupan bermasyarakat.

Menganalisis ekspresi perasaan diri


Pengenalan sendiri dan orang lain yang dapat
menimbulkan konflik.

Mengelola ekspresi perasaan diri sendiri


3 Kematangan Emosi Akomodasi secara tepat atas dasar pertimbangan
kontekstual

Mengembangkan ekspresi perasaan diri


Tindakan sendiri secara bebas dan terbuka tanpa
menimbulkan konflik.

4 Kematangan Pengenalan Menganalisis alternatif pengambilan


Intelektual keputusan dan pengentasan masalah
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.

Memadukan keragaman alternatif


pengambilan keputusan dan pengentasan
Akomodasi masalah menggunakan konsep-konsep
ilmu pengetahuan dan perilaku belajar

Mengembangkan alternatif pengambilan


keputusan dan pengentasan masalah
Tindakan berdasarkan pengalaman pada saat
menggunakan konsep-konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar.

Menjelaskan cara memperoleh hak dan


kewajiban dalam kehidupan sehari hari
Mengaitkan hak dan kewajiban dalam
Pengenalan aktivitas di lingkungan sekitar yang
sudah iidentifikasi
sebelumnya

5 Kesadaran Menyadari hak dan kewajiban serta


Tanggungjawab tanggung jawab untuk menjalin
Akomodasi persahabatan dan keharmonisan dalam
kehidupan sehari-hari

Saling menghormati, memahami, dan


memiliki dalam berinteraksi dengan
Tindakan orang lain sesuai hak dan kewajiban atas
dasar rasa kasih sayang

Menjelaskan fungsi peran sosial antara


Pengenalan laki-laki dan perempuan sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang berlaku.

Menghargai fungsi dan peran sebagai


laki-laki atau perempuan dalam
Akomodasi kehidupan sehari-hari sesuai dengan
6 Kesadaran Gender budaya dan nilai-nilai yang berlaku

Menampilkan perilaku yang sesuai


dengan fungsi dan peran sebagai laki-laki
Tindakan atau perempuan dalam kehidupan sehari-
hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai
yang berlaku.

7 Pengembangan Pengenalan Mengidentifikasi berbagai aktivitas


Pribadi keseharian untuk mengembangkan
potensi dan hobi yang dimilikinya.
Bersikap positif terhadap aktivitas
Akomodasi keseharian untuk mengembangkan
potensi dan hobi yang dimilikinya.

Melakukan aktivitas keseharian untuk


Tindakan mengembangkan otensi dan hobi yang
dimilikinya.

Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet,


Pengenalan dan kompetitif dengan karakteristik jiwa
kewirausahaan

Perilaku Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet,


Kewirausahaan/Ke Akomodasi kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif
8
mandirian dengan karakteristik wirausaha
Perilaku Ekonomis Menampilkan contoh perilaku hemat,
ulet, kompetitif, kompetitif, dan
Tindakan kolaboratif dalam karakteristik jiwa
kewirausahaan

Memilih alternatif pendidikan SLTA


Pengenalan yang sesuai dengan kemampuan diri
dalam rangka merencanakan karier.

Wawasan Kesiapan Meyakini alternatif pendidikan SLTA


9 Akomodasi
Karir yang sesuai dengan kemampuan diri.

Menentukan pilihan pendidikan SLTA


Tindakan dan pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan diri.

Mengidentifikasi keterkaitan antara


Pengenalan norma diri sendiri dengan fenomena
pergaulan di lingkungan teman sebaya
Kematangan Menghargai perbedaan norma yang
10 Hubungan dengan Akomodasi dianut oleh lingkungan teman sebaya
Teman Sebaya
Menyelaraskan norma-norma pergaulan
Tindakan dengan teman sebaya yang lebih beragam
latar belakang

2. Tabel Hubungan antara Tugas Perkembangan dengan Aspek Perkembangan dalam


Capaian Layanan Bimbingan Konseling (CLBK)
Berikut Tabel Hubungan antara Tugas Perkembangan dengan Aspek Perkembangan
dalam Capaian Layanan Bimbingan Konseling (CLBK), yang pada awalnya di sebut
sebagai Standar Kompetensi Keterampilan Peserta Didik (SKKPD) :

Capaian Layanan Bimbingan


No Tugas Perkembangan
Konseling (CLBK)
Mencapai perkembangan diri sebagai
1 remaja yang beriman dan bertakwa kepada Landasan Hidup Religius
Tuhan Yang Maha Esa

Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi


2 pedoman hidup sebagai pribadi, anggota Landasan Perilaku Etis
masyarakat, dan minat manusia

Mengenal gambaran dan mengembangkan


3 sikap tentang kehidupan mandiri secara Kematangan Emosi
emosional, sosial, dan ekonomi

Mengembangkan pengetahuan dan


keterampilan sesuai dengan kebutuhannya
4 untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran Kematangan Intelektual
dan/atau mempersiapkan karier serta
berperan dalam kehidupan masyarakat

Memantapkan nilai dan cara bertingkah


5 laku yang dapat diterima dalam kehidupan Kesadaran Tanggung Jawab Sosial
sosial yang lebih luas

Mencapai pola hubungan yang baik dengan


6 teman sebaya dalam peranannya sebagai Kesadaran Gender
pria atau wanita

Mempersiapkan diri, menerima dan


bersikap positif serta dinamis terhadap
7 Pengembangan Pribadi
perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada
diri sendiri untuk kehidupan yang sehat

Perilaku Kewirausahaan/
8 Memiliki kemandirian perilaku ekonomis
Kemandirian Perilaku Ekonomis

Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta


9 arah kecenderungan karier dan apresiasi Wawasan dan Kesiapan Karir
seni

10 Mencapai kematangan hubungan dengan Kematangan Hubungan dengan


teman sebaya Teman Sebaya

G. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbingan dan konseling di SMP meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan
tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan
perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan
orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan
dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada
peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan
lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan,
leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan
fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber
dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas
konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan
advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling
melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah
Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara
singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada
membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam
mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh
disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial
ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli
mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan
ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan
perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi
tersebut Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas membantu
setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau minat dan perencanaan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik masih di sekolah
dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh
peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam
profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan
perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa
kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan
kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas
peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan kegiatan
ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat
peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dap
at memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam
pemilihan kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang
secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi
kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan
sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan
menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan
mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan pengembangan
profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya
sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang
bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan
konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap
muka dan daring.

H. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab
tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya,
(3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma
yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain
secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan
prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur
dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi,
aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional
dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan
hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.

I. RENCANA OPERASIONAL
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari
hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi
kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa
komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Capaian Layanan
Berisi Capaian Layanan Bimbingan Konseling sesuai dengan tahapan perkembangan
peserta didik
(c) Tataran Internalisasi
Berisi tentang Tahap Pengenalan, Tahap Akomodasi, dan Tahap Tindakan
(d) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
(e) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dan sebagainya.
(f) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
(j) Pelaksanaan,
Berisi tentang waktu yang akan digunakan dalam penyampaian Capaian Layanan
Bimbingan Konseling kepada peserta didik, yang sifatnya individu, klasikal atau
kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau lainnya berdasarkan Kurikulum Merdeka.
1. TABEL RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING / SILABUS

BIDANG Tataran Internalisasi Tujuan PELAK


CAPAIAN METOD EVAL
LAYANA MEDIA SANAA
LAYANAN E UASI
N Pengenalan Akomodasi Tindakan N

Pribadi Menghargai berbagai Memperbaiki


Memperbaiki Mengaitkan nilai nilai
bentuk tata cara kebiasaan sehari-hari Proses
kebiasaan perilaku agama yang telah Ceramah, Slide Kolabor
ibadah yang yang kurang sesuai dan
yang kurang sesuai dipelajari dengan aktivitas Diskusi PPT asi
dijalankan olehnya dengan ajaran yang Hasil
dengan keyakinannya sehari hari.
maupun orang lain. diyakininya.

Menampilkan
Mengaitkan norma dan Meyakini pentingnya
Menampilkan perilaku sosial yang
etika perilaku sosial norma dan etika
Perilaku yang sesuai sesuai norma dan Slide Proses
remaja dengan perilaku sosial bagi Ceramah, Kolabor
norma dan etika pada etika perilaku sosial PPT, dan
permasalahan remaja yang remaja pada Diskusi asi
kehidupan remaja pada Video Hasil
sering terjadi pada kehidupan
dimasyarakat kehidupan
lingkungan masyarakat bermasyarakat
bermasyarakat.

Mengembangkan
Mengekspresikan Mengelola ekspresi
Menganalisis ekspresi ekspresi perasaan diri
Kematangan diri perasaan diri sendiri Proses
perasaan diri sendiri dan sendiri secara bebas Ceramah, Slide Kolabor
sendiri secara bebas secara tepat atas dasar dan
orang lain yang dapat dan terbuka tanpa Diskusi PPT asi
dan terbuka tanpa pertimbangan Hasil
menimbulkan konflik. menimbulkan
menimbulkan koflik kontekstual
konflik.

Melakukan Aktivitas Mengidentifikasi berbagai Bersikap positif Melakukan aktivitas Ceramah, Slide Proses Kolabor
Keseharian untuk aktivitas keseharian untuk terhadap aktivitas keseharian untuk Diskusi PPT dan asi
mengembangkan mengembangkan potensi keseharian untuk mengembangkan Hasil
potensi dan hobi yang dan hobi yang mengembangkan otensi dan hobi yang
potensi dan hobi yang
dimilikinya dimilikinya. dimilikinya.
dimilikinya.

Menampilkan
Menampikan Perilaku
Menghargai fungsi perilaku yang sesuai
yang sesuai dengan
dan peran sebagai dengan fungsi dan
fungsi dan peran Menjelaskan fungsi peran
laki-laki atau peran sebagai laki-
sebagai laki-laki dan sosial antara laki-laki dan Proses
perempuan dalam laki atau perempuan Ceramah, Slide Kolabor
perempuan dalam perempuan sesuai dengan dan
kehidupan sehari-hari dalam kehidupan Diskusi PPT asi
kehidupan sehari-hari budaya dan nilai-nilai Hasil
sesuai dengan budaya sehari-hari sesuai
sesuai dengan budaya yang berlaku.
dan nilai-nilai yang dengan budaya dan
dan nilai-nilai yang
berlaku nilai-nilai yang
berlaku
berlaku.

Menyelenggarakan Menyelaraskan
Mengidentifikasi Menghargai
norma-norma norma-norma
keterkaitan antara norma perbedaan norma Proses
pergaulan teman pergaulan dengan Ceramah, Slide Kolabor
Sosial diri sendiri dengan yang dianut oleh dan
sebaya dengan latar teman sebaya yang Diskusi PPT asi
fenomena pergaulan di lingkungan teman Hasil
belakang yang lebih beragam latar
lingkungan teman sebaya sebaya
beragm belakang

Menampilkan
Menampikan Perilaku
Menghargai fungsi perilaku yang sesuai
yang sesuai dengan
dan peran sebagai dengan fungsi dan
fungsi dan peran Menjelaskan fungsi peran
laki-laki atau peran sebagai laki-
sebagai laki-laki dan sosial antara laki-laki dan Proses
perempuan dalam laki atau perempuan Ceramah, Slide Kolabor
perempuan dalam perempuan sesuai dengan dan
kehidupan sehari-hari dalam kehidupan Diskusi PPT asi
kehidupan sehari-hari budaya dan nilai-nilai Hasil
sesuai dengan budaya sehari-hari sesuai
sesuai dengan budaya yang berlaku.
dan nilai-nilai yang dengan budaya dan
dan nilai-nilai yang
berlaku nilai-nilai yang
berlaku
berlaku.
Mengembangkan
Memadukan alternatif
Menentukan
keragaman alternatif pengambilan
Alternatif Menganalisis alternatif
pengambilan keputusan dan
pengambilan pengambilan keputusan
keputusan dan pengentasan masalah Proses
Keputusan dan dan pengentasan masalah Ceramah, Slide Kolabor
Belajar pengentasan masalah berdasarkan dan
pengentasan masalah menggunakan konsep- Diskusi PPT asi
menggunakan pengalaman pada saat Hasil
berdasarkan konsep konsep ilmu pengetahuan
konsep-konsep ilmu menggunakan
imu pengetahuan dan dan perilaku belajar.
pengetahuan dan konsep-konsep ilmu
prilaku belajar
perilaku belajar pengetahuan dan
perilaku belajar.

Menyadari manfaat Menampilkan contoh


Menampilkan contoh
Mengidentifikasi perilaku perilaku hemat, ulet, perilaku hemat, ulet,
perilaku hemat, ulet,
hemat, ulet, dan kompetitif, kompetitif, Proses
kompetitif, dan Ceramah, Slide Kolabor
kompetitif dengan kompetitif, dan kompetitif, dan dan
kolaboratif dalam Diskusi PPT asi
karakteristik jiwa kolaboratif dengan kolaboratif dalam Hasil
mengembangkan jiwa
kewirausahaan karakteristik karakteristik jiwa
kewirausahaan
wirausaha kewirausahaan
Karir
Menenukan Pilihan Memilih alternatif
Menentukan pilihan
Pendidikan SMA, pendidikan SLTA yang Meyakini alternatif
pendidikan SLTA Proses
MA Sederajat dan sesuai dengan pendidikan SLTA Ceramah, Slide Kolabor
dan pekerjaan yang dan
pekerjaan yang sesuai kemampuan diri dalam yang sesuai dengan Diskusi PPT asi
sesuai dengan Hasil
dengan kemampuan rangka merencanakan kemampuan diri.
kemampuan diri.
diri karier.
J. PENGEMBANGAN TEMA/TOPIK
Tema/topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta
didik/konseli dalam aspek perkembangan Landasan Hidup Religius, Landasan Perilaku
Etis, Kematangan Emosi, Kematangan Intelektual, Kesadaran Tanggungjawab,
Kesadaran Gender, Pengembangan Pribadi, Perilaku Kewirausahaan / Kemandirian
Perilaku Ekonomis, Wawasan Kesiapan Karir, Kematangan Hubungan dengan Teman
Sebaya yang akan dituangkan dalam RPL BK (Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan
dan Konseling) sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

ASPEK TATARAN INTERNALISASI TUJUAN


PERKEMBANGAN
Pengenalan Akomodasi Tindakan
Mengaitkan nilai Menghargai Memperbaiki
nilai agama yang berbagai bentuk tata kebiasaan sehari-hari
Landasan Hidup
telah dipelajari cara ibadah yang yang kurang sesuai
Religius
dengan aktivitas dijalankan olehnya dengan ajaran yang
sehari hari. maupun orang lain. diyakininya.
Mengaitkan norma Meyakini Menampilkan
dan etika perilaku pentingnya norma perilaku sosial yang
sosial remaja dengan dan etika perilaku sesuai norma dan
Landasan Perilaku
permasalahan remaja sosial bagi remaja etika perilaku sosial
Etis
yang sering terjadi pada kehidupan remaja pada
pada lingkungan bermasyarakat kehidupan
masyarakat bermasyarakat.
Menganalisis Mengelola ekspresi Mengembangkan
ekspresi perasaan perasaan diri sendiri ekspresi perasaan diri
diri sendiri dan secara tepat atas sendiri secara bebas
Kematangan Emosi
orang lain yang dasar pertimbangan dan terbuka tanpa
dapat menimbulkan kontekstual menimbulkan
konflik. konflik.
Menganalisis Memadukan Mengembangkan
alternatif keragaman alternatif alternatif
pengambilan pengambilan pengambilan
keputusan dan keputusan dan keputusan dan
pengentasan masalah pengentasan pengentasan masalah
Kematangan
menggunakan masalah berdasarkan
Intelektual
konsep-konsep ilmu menggunakan pengalaman pada
pengetahuan dan konsep-konsep ilmu saat menggunakan
perilaku belajar. pengetahuan dan konsep-konsep ilmu
perilaku belajar pengetahuan dan
perilaku belajar.
Kesadaran Menjelaskan cara Menyadari hak dan Saling menghormati,
Tanggungjawab memperoleh hak dan kewajiban serta memahami, dan
kewajiban dalam tanggung jawab memiliki dalam
kehidupan sehari untuk menjalin berinteraksi dengan
hari Mengaitkan hak persahabatan dan orang lain sesuai hak
dan kewajiban dalam keharmonisan dalam dan kewajiban atas
aktivitas di kehidupan sehari- dasar rasa kasih
lingkungan sekitar hari sayang
yang sudah
iidentifikasi
sebelumnya
Menjelaskan fungsi Menghargai fungsi Menampilkan
peran sosial antara dan peran sebagai perilaku yang sesuai
laki-laki dan laki-laki atau dengan fungsi dan
perempuan sesuai perempuan dalam peran sebagai laki-
dengan budaya dan kehidupan sehari- laki atau perempuan
Kesadaran Gender
nilai-nilai yang hari sesuai dengan dalam kehidupan
berlaku. budaya dan nilai- sehari-hari sesuai
nilai yang berlaku dengan budaya dan
nilai-nilai yang
berlaku.
Mengidentifikasi Bersikap positif Melakukan aktivitas
berbagai aktivitas terhadap aktivitas keseharian untuk
Pengembangan keseharian untuk keseharian untuk mengembangkan
Pribadi mengembangkan mengembangkan otensi dan hobi yang
potensi dan hobi potensi dan hobi dimilikinya.
yang dimilikinya. yang dimilikinya.
Mengidentifikasi Menyadari manfaat Menampilkan contoh
perilaku hemat, ulet, perilaku hemat, ulet, perilaku hemat, ulet,
Perilaku
dan kompetitif kompetitif, kompetitif,
Kewirausahaan /
dengan karakteristik kompetitif, dan kompetitif, dan
Kemandirian Perilaku
jiwa kewirausahaan kolaboratif dengan kolaboratif dalam
Ekonomis
karakteristik karakteristik jiwa
wirausaha kewirausahaan
Memilih alternatif Meyakini alternatif Menentukan pilihan
pendidikan SLTA pendidikan SLTA pendidikan SLTA
yang sesuai dengan yang sesuai dengan dan pekerjaan yang
Wawasan Kesiapan
kemampuan diri kemampuan diri. sesuai dengan
Karir
dalam rangka kemampuan diri.
merencanakan
karier.
Mengidentifikasi Menghargai Menyelaraskan
keterkaitan antara perbedaan norma norma-norma
Kematangan norma diri sendiri yang dianut oleh pergaulan dengan
Hubungan dengan dengan fenomena lingkungan teman teman sebaya yang
Teman Sebaya pergaulan di sebaya lebih beragam latar
lingkungan teman belakang
sebaya
K. RENCANA EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
1. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi,
yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan
dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh
informasi tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya.
Evaluasi hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi
oleh peserta didik yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian
dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan
materi/topik/masalah yang dibahas.
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang
dibahas.
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka
mewujudkan upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. Pelaporan
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam
evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi
kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program
bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara
membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari
program yang dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.

Anda mungkin juga menyukai