Program Bimbingan Konseling SMP 2025/2026
Program Bimbingan Konseling SMP 2025/2026
Disusun Oleh:
Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin Tahun Pelajaran 2025/2026
Hari : Senin
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru BK/Konselor
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2025/2026.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang
bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkan
bahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang
mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c)
layanan responsif; dan (d) layanan dukungan sistem”. Sehubungan dengan hal tersebut guru
Bimbingan dan konseling perlu menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan
kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
Didalam Kurikulum Merdeka Belajar, porsi tugas Guru Bimbingan dan Konseling
bertambah banyak, seperti penelusuran minat dan bakat, penyesuaian pemilihan materi ajar
yang bermuara kepada Profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan oleh negara.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuh
i kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Kami berharap program pelayanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat
untuk kita semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman guru Bimbingan
dan Konseling untuk peningkatan mutu dalam menyusun Program Bimbingan dan Konseling
yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang mem
bantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan menda
pat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin
Penyusun
PROGRAM TAHUNAN
A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan
potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.
B. DASAR HUKUM
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus
diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah
Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah.
2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 7 Sungai Lilin
a. Visi
Mewujudkan peserta didik yang mandiri, berkembang secara optimal, dan
berkarakter unggul yang berlandaskan Profil Pelajar Pancasila serta
menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan potensi peserta
didik menjadi individu yang beriman, mandiri, berprestasi dan religius.
b. Misi
1). Menyelanggarakan layanan bimbingan konseling yang memandirikan
peserta didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikltur.
2). Membangun kolaborasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua,
dan pihak lain dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling.
3). Meningkatkan mutu guru bimbingan konseling melalui kegiatan
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan.
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik
dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru
Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment).
Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan
Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan
(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan lain-lain. Selain itu
pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan
dari berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar
kebutuhan peserta didik.
BIDANG
ASSESMEN KEBUTUHAN RUMUSAN KEBUTUHAN
LAYANAN
Saya belum bersungguh-sungguh Kesadaran untuk beribadah Tuhan YME
beribadah pada Tuhan YME dengan Ikhlas
Kadang-kadang perbuatan saya
Kesadaran untuk selalu bersikap jujur
tidak sesuai dengan yang diucapkan
Saya kadang lupa bersyukur atas
Memiliki sikap selalu bersyukur pada
nikmat dan karunia dari Tuhan
Tuhan YME
YME
Saya merasa pernah menyontek
Pemahaman terhadap dampak menyontek
pada waktu ulangan
Saya lebih senang budaya luar Kesadaran untuk mencintai budaya
(asing) daripada budaya Indonesia indonesia
Saya merasa kurang memiliki rasa Kemampuan untuk selalu bertanggung
tanggung jawab jawab
Saya gampang marah tanpa tahu Kemampuan mengendalikan diri dari rasa
penyebabnya marah
Saya merasa rendah diri Memiliki kepercaya diri
PRIBADI Saya merasa malu dengan kondisi Kesadaran untuk menerima pemberian
fisik (jasmani) yang dimiliki terbaik dari Tuhan
Saya merasa kurang mendapatkan Memperoleh perhatian orang tua yang
perhatian dari orang tua cukup
Saya belum tahu cara menjaga Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
kesehatan yang baik dan benar yang baik
Saya belum tahu tentang potensi
Menggali Potensi Diri Sendiri
diri saya sendiri
Saya sering mengalami sakit / Memiliki kesehatan jasmani dan rohani
alergi yang baik
Saya belum memahami kelebihan Mengetahui Kelebihan dan Kelemahan
dan kekurangan yang saya miliki yang dimiliki
Orang tua saya tidak mempunyai Meningkatkan taraf hidup /ekonomi
penghasilan tetap keluarga
Saya merasa kesulitan mengatur Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari
waktu belajar dan bermain dengan baik
Saya belum mengenal jati diri saya Kemampuan mengenal diri sendiri sendiri
yang sebenarnya
Saya belum tahu perubahan apa Menyadari dan memahami perubahan yang
saja yang terjadi pada masa remaja terjadi pada masa remaja
Saya belum terbiasa disiplin dalam
Memiliki disiplin diri dalam kehidupan
kehidupan
Saya belum tahu cara menjadi
Memiliki kepribadian yang mandiri
pribadi mandiri
Pemahaman saya masih sedikit
Menghindari bahaya atau dampak rokok
tentang bahaya atau dampak rokok
Kata maaf, tolong dan terimakasih
Kemampuan mengucapkan kata maaf,
kadang lupa saya ucapkan dalam
tolong dan terima kasih
pergaulan
Saya merasa malu untuk
Dapat berinteraksi dengan guru dan
berinteraksi dengan para guru dan
karyawan sekolah
karyawan di sekolah
Saya belum banyak mengenal
Mudah beradaptasi dengan lingkungan
lingkungan sekolah baru saya
sekolah baru
(guru, fasilitas, prestasi, dll)
Saya merasa sulit bergaul/kaku Kemudahan bergaul dengan teman-teman
SOSIAL dengan teman-teman di sekolah di sekolah
Saya ingin menyelesaikan masalah Kemampuan mengatasi masalah dengan
dengan teman bermain teman di sekolah
Saya belum banyak teman atau
Kemudahan mencari dan disenangi teman
sahabat
Saya belum tahu tentang bullying Memahami tentang bullying dan cara
dan cara mensikapinya mensikapinya
Saya sering lupa waktu ketika
Mengendalikan penggunaan medsos sesuai
bermain/membuka medsos (fb, wa,
kebutuhan
dll)
Saya merasa malu jika bergaul
Dapat berinteraksi dengan lawan jenis
dengan teman yang beda jenis
sesuai norma yang berlaku
kelamin
Saya jarang bermain/berteman di Kesadaran sebagai makhluk sosial yang
lingkungan tempat saya tinggal harus berinteraksi
Orang tua saya tidak peduli dengan Kesadaran orang tua untuk peduli pada
kegiatan belajar saya kegiatan belajar anaknya
Saya masih kesulitan dalam
Kemudahan memaham pelajaran
memahami pelajaran tertentu
Saya merasa tidak disiplin kalau
Melakukan disiplin belajar
BELAJAR belajar di rumah sendiri
Saya belajarnya jika akan ada
Melakukan kebiasaan belajar
ulangan atau ujian saja
Saya belajar di rumah kalau
Memiliki kebiasaan belajar di rumah
disuruh/diperintah orang tua
Saya sering menunda-nunda Kemampuan untuk tidak menunda
pekerjaan sekolah pekerjaan sekolah
Saya belum tahu cara meraih Memperoleh atau meraih prestasi di
prestasi di sekolah sekolah
Saya selalu malas untuk belajar Memiliki Motivasi belajar
Saya belum terbiasa belajar
kelompok, biasanya saya selalu Melakukan belajar kelompok yang baik
belajar sendiri
Saya belum paham cara yang baik Pemahaman cara belajar di SMP/MTs yang
belajar di sekolah baru (SMP/MTs) baik
Saya belum ada teman yang cocok
Menemukan cara belajar yang sesuai
untuk belajar bersama
Saya belum tahu cara memperoleh
Memperoleh informasi beasiswa
bantuan pendidikan (beasiswa)
Saya terpaksa harus bekerja untuk Kemampuan mengatur waktu bekerja dan
mencukupi kebutuhan hidup sekolah
Saya merasa bingung memilih
Memilih Ekskul yang sesuai
kegiatan esktrakurikuler di sekolah
KARIR
Saya merasa pesimis bisa naik kelas Memiliki Sikap optimis dapat naik kelas
Saya belum mempunyai cita-cita Mengidentifikasi cita-cita yang sesuai
yang pasti dengan dirinya
Saya belum banyak tahu tentang Pemahaman mengenai jenis-jenis profesi
jenis-jenis pekerjaan di masyakarat di masyarakat
Saya belum tahu tentang osis dan
Mengenal osis dan kegiataannya
kegiatannya
saya merasa belum paham
Memahami hubungan hobi, bakat, minat
hubungan antara hobi, bakat, minat
dan kemampuan
dan kemampuan
F. RUMUSAN TUJUAN
Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan pada Capaian
Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling yaitu:
pengenalan (pengetahuan), akomodasi (sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta
didik/konseli harus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yang menjadi
prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta
didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan Bimbingan dan
Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang
memiliki Psychological Well Being, dan Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan
Konseling/konselor dalam menyusun rancangan Kegiatan Layanan Bimbingan dan
Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti yang
tercantum tabel dibawah ini.
1. Tabel Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling :
Tataran
Aspek Fase D (SMP) Pada fase ini peserta
No Internalisasi
Perkembangan didik dapat:
Tujuan
Perilaku Kewirausahaan/
8 Memiliki kemandirian perilaku ekonomis
Kemandirian Perilaku Ekonomis
G. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbingan dan konseling di SMP meliputi : (1) layanan dasar, (2)
layanan peminatan dan perencanaan individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) dukungan
sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta
didik/konseli yang berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan
tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan dasar merupakan inti pendekatan
perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan pengetahuan tentang diri dan
orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan eksplorasi karir. Layanan
dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung diberikan kepada
peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan
lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan,
leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan
fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat
diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
peserta didik, atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber
dari lingkungan kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas
konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan
advokasi. Sementara aktivitas layanan responsif melalui media adalah konseling
melalui elektronik dan kotak masalah. Pada konteks layanan responsif di Sekolah
Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor memberikan intervensi secara
singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang menitikberatkan pada
membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama dalam
mencapai tugas-tugas perkembangan. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi peserta didik yang disebabkan oleh
disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa, orientasi seksual, status sosial
ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya. Guru bimbingan dan
konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta didik/konseli
mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan
ini ialah membantu peserta didik belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan
perkembangannya sendiri dan mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi
tersebut Layanan peminatan dan perencanaan individual berisi aktivitas membantu
setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau minat dan perencanaan
pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik masih di sekolah
dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah dibuat oleh
peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di dalam
profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan
perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa
kegiatan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan
kelas besar atau lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas
peminatan dan perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan kegiatan
ekstrakurikuler. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat
peserta didik pada aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dap
at memberikan informasi tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam
pemilihan kegiatan ekstra kurikuler bagi peserta didik.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang
secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi
kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan
sistem adalah (1) administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan
menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan
mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2) kegiatan tambahan dan pengembangan
profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan
konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnya
sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang
bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor. Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi konselor atau guru bimbingan dan
konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap
muka dan daring.
H. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta
didik/konseli
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan,
mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab
tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil
berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1)
berempati terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya,
(3) menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma
yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain
secara bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan
prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri
untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan
pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur
dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi,
aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional
dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan
hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi :
(1) Pengetahuan konsep diri yang positif tentang karir
(2) Kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir
(3) Kesadaran pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir
(4) Kesadaran hubungan antara pekerjaan dan belajar
(5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi karir
(6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir
(7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan kebutuhan di
masyarakat
(8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-laki - perempuan.
I. RENCANA OPERASIONAL
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupaan rencan yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang didapat dari
hasil assesmen terhadap kondisi peserta didik/konseli serta standar kompetensi
kemandirian Konseli. Rencana kegiatan bimbingan dan konseling terdiri dari beberapa
komponen, yaitu :
(a) Bidang layanan
Berisi tentang bidang layanan bimbingan dan konseling
(b) Capaian Layanan
Berisi Capaian Layanan Bimbingan Konseling sesuai dengan tahapan perkembangan
peserta didik
(c) Tataran Internalisasi
Berisi tentang Tahap Pengenalan, Tahap Akomodasi, dan Tahap Tindakan
(d) Metode,
Berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan dilakukan.
(e) Alat/media,
Berisi alat dan media yang akan digunakan misalnya power point presentation, kertas
kerja dan sebagainya.
(f) Evaluasi,
Berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan ketercapaian tujuan
layanan.
(j) Pelaksanaan,
Berisi tentang waktu yang akan digunakan dalam penyampaian Capaian Layanan
Bimbingan Konseling kepada peserta didik, yang sifatnya individu, klasikal atau
kolaborasi dengan Guru Mata Pelajaran atau lainnya berdasarkan Kurikulum Merdeka.
1. TABEL RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) BIMBINGAN DAN KONSELING / SILABUS
Menampilkan
Mengaitkan norma dan Meyakini pentingnya
Menampilkan perilaku sosial yang
etika perilaku sosial norma dan etika
Perilaku yang sesuai sesuai norma dan Slide Proses
remaja dengan perilaku sosial bagi Ceramah, Kolabor
norma dan etika pada etika perilaku sosial PPT, dan
permasalahan remaja yang remaja pada Diskusi asi
kehidupan remaja pada Video Hasil
sering terjadi pada kehidupan
dimasyarakat kehidupan
lingkungan masyarakat bermasyarakat
bermasyarakat.
Mengembangkan
Mengekspresikan Mengelola ekspresi
Menganalisis ekspresi ekspresi perasaan diri
Kematangan diri perasaan diri sendiri Proses
perasaan diri sendiri dan sendiri secara bebas Ceramah, Slide Kolabor
sendiri secara bebas secara tepat atas dasar dan
orang lain yang dapat dan terbuka tanpa Diskusi PPT asi
dan terbuka tanpa pertimbangan Hasil
menimbulkan konflik. menimbulkan
menimbulkan koflik kontekstual
konflik.
Melakukan Aktivitas Mengidentifikasi berbagai Bersikap positif Melakukan aktivitas Ceramah, Slide Proses Kolabor
Keseharian untuk aktivitas keseharian untuk terhadap aktivitas keseharian untuk Diskusi PPT dan asi
mengembangkan mengembangkan potensi keseharian untuk mengembangkan Hasil
potensi dan hobi yang dan hobi yang mengembangkan otensi dan hobi yang
potensi dan hobi yang
dimilikinya dimilikinya. dimilikinya.
dimilikinya.
Menampilkan
Menampikan Perilaku
Menghargai fungsi perilaku yang sesuai
yang sesuai dengan
dan peran sebagai dengan fungsi dan
fungsi dan peran Menjelaskan fungsi peran
laki-laki atau peran sebagai laki-
sebagai laki-laki dan sosial antara laki-laki dan Proses
perempuan dalam laki atau perempuan Ceramah, Slide Kolabor
perempuan dalam perempuan sesuai dengan dan
kehidupan sehari-hari dalam kehidupan Diskusi PPT asi
kehidupan sehari-hari budaya dan nilai-nilai Hasil
sesuai dengan budaya sehari-hari sesuai
sesuai dengan budaya yang berlaku.
dan nilai-nilai yang dengan budaya dan
dan nilai-nilai yang
berlaku nilai-nilai yang
berlaku
berlaku.
Menyelenggarakan Menyelaraskan
Mengidentifikasi Menghargai
norma-norma norma-norma
keterkaitan antara norma perbedaan norma Proses
pergaulan teman pergaulan dengan Ceramah, Slide Kolabor
Sosial diri sendiri dengan yang dianut oleh dan
sebaya dengan latar teman sebaya yang Diskusi PPT asi
fenomena pergaulan di lingkungan teman Hasil
belakang yang lebih beragam latar
lingkungan teman sebaya sebaya
beragm belakang
Menampilkan
Menampikan Perilaku
Menghargai fungsi perilaku yang sesuai
yang sesuai dengan
dan peran sebagai dengan fungsi dan
fungsi dan peran Menjelaskan fungsi peran
laki-laki atau peran sebagai laki-
sebagai laki-laki dan sosial antara laki-laki dan Proses
perempuan dalam laki atau perempuan Ceramah, Slide Kolabor
perempuan dalam perempuan sesuai dengan dan
kehidupan sehari-hari dalam kehidupan Diskusi PPT asi
kehidupan sehari-hari budaya dan nilai-nilai Hasil
sesuai dengan budaya sehari-hari sesuai
sesuai dengan budaya yang berlaku.
dan nilai-nilai yang dengan budaya dan
dan nilai-nilai yang
berlaku nilai-nilai yang
berlaku
berlaku.
Mengembangkan
Memadukan alternatif
Menentukan
keragaman alternatif pengambilan
Alternatif Menganalisis alternatif
pengambilan keputusan dan
pengambilan pengambilan keputusan
keputusan dan pengentasan masalah Proses
Keputusan dan dan pengentasan masalah Ceramah, Slide Kolabor
Belajar pengentasan masalah berdasarkan dan
pengentasan masalah menggunakan konsep- Diskusi PPT asi
menggunakan pengalaman pada saat Hasil
berdasarkan konsep konsep ilmu pengetahuan
konsep-konsep ilmu menggunakan
imu pengetahuan dan dan perilaku belajar.
pengetahuan dan konsep-konsep ilmu
prilaku belajar
perilaku belajar pengetahuan dan
perilaku belajar.